2 Fisiologi pernafasan
Spons melakukan respirasi secara aerobik biasa, yaitu
melalui difusi oleh sel-sel individu dalam tubuh spons
tersebut. Hyman (1990) menemukan bahwa spons
tidak dapat bertahan jika kekurangan oksigen dalam air
atau hidup pada air yang busuk. Oksigen yang
dikonsumsi dalam waktu tertentu tergantung pada
tingkat arus air. Bagian yang terhubung dengan ostium
( tempat masuknya air ) mengandung oksigen 10
3 Fisiologi saraf
• Spons tidak memiliki sel-sel saraf untuk mengkoordinasikan fungsi tubuh. Kebanyakan reaksi yang terjadi berasal dari hasil reaksi dari sel individu dalam menanggapi
stimulus. Sebagai contoh, sirkulasi air melalui beberapa spons adalah minimal saat matahari terbit dan maksimum sesaat sebelum
matahari terbenam karena
munculnya cahaya mengakibatkan penyempitan sel porocyte, ostia, dan sekitarnya. Untuk mengatasi hal tersebut spons menjaga kanal incurrentnya agar tetap terbuka. Reaksi lain menunjukkan beberapa komunikasi antar sel. Sebagai
contoh, laju sirkulasi air melalui spons bisa berhenti tiba-tiba tanpa penyebab eksternal yang jelas.