• Tidak ada hasil yang ditemukan

fisiologi demospongiae pada genus spongi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "fisiologi demospongiae pada genus spongi"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

2 Fisiologi pernafasan

Spons melakukan respirasi secara aerobik biasa, yaitu

melalui difusi oleh sel-sel individu dalam tubuh spons

tersebut. Hyman (1990) menemukan bahwa spons

tidak dapat bertahan jika kekurangan oksigen dalam air

atau hidup pada air yang busuk. Oksigen yang

dikonsumsi dalam waktu tertentu tergantung pada

tingkat arus air. Bagian yang terhubung dengan ostium

( tempat masuknya air ) mengandung oksigen 10

(2)

3 Fisiologi saraf

Spons tidak memiliki sel-sel saraf untuk mengkoordinasikan fungsi tubuh. Kebanyakan reaksi yang terjadi berasal dari hasil reaksi dari sel individu dalam menanggapi

stimulus. Sebagai contoh, sirkulasi air melalui beberapa spons adalah minimal saat matahari terbit dan maksimum sesaat sebelum

matahari terbenam karena

munculnya cahaya mengakibatkan penyempitan sel porocyte, ostia, dan sekitarnya. Untuk mengatasi hal tersebut spons menjaga kanal incurrentnya agar tetap terbuka. Reaksi lain menunjukkan beberapa komunikasi antar sel. Sebagai

contoh, laju sirkulasi air melalui spons bisa berhenti tiba-tiba tanpa penyebab eksternal yang jelas.

Reaksi tersebut dapat

disebabkan hanya karena

aktivitas choanocyte berhenti

kurang lebih secara

bersamaan menyiratkan

beberapa bentuk komunikasi

internal adalah unknow.

Pesan kimia yang

disampaikan oleh sel

amoeboid dan gerakan ion di

atas permukaan sel munkin

merupakan mekanisme

kontrol. Tubuh spons

menunjukkan sedikit

kemampuan dalam

menanggapi rangsangan

( conduktivitas ). Kemampuan

yang paling kuat dalam

menanggapi rangsang yang

paling  adalah di daerah

(3)

4 Fisiologi Osmoregulasi

Spons laut yang tampaknya

isoosmotik ( Hopkins, 1996;

Wells,1961 ). Regulasi isotonik atau

Isoosmotik, yaitu bila konsentrasi

cairan tubuh sama dengan

konsentrasi media,sehingga dapat

dikatakan mereka tidak melakukan

osmosis, hanya regulasi ion

(4)

5 Reproduksi

Reproduksi hewan ini dilakukan

secara aseksual maupun seksual.

Umumnya, spons menghasilkan

ovum dan juga sperma pada individu

yang sama sehingga porifera bersifat

Hemafrodit. Reproduksi secara

aseksual terjadi dengan

pembentukan tunas dan gemmule.

Dilakukan dengan membentuk tunas

pada tubuh induk., lama-kelamaan

akan terbentuk koloni porifera.

Fragmen-fragmen kecil melepaskan

diri dari spons induk, menempel

pada substrat, dan tumbuh menjadi

spons baru.

Reproduksi secara seksual dilakukan

dengan pembuahan sel telur suatu

porifera oleh sel sprema porifera yang

lain secara internal. Masing-masing

individu menghasilkan sperma dan

ovum. Kedua sel kelamin terbentuk dari

perkembangan sel-sel amebosit atau

koanosit. Sel-sel sperma dilepaskan ke

dalam air, kemudian masuk ke tubuh

spons lain bersama aliran air melalui

ostium untuk melakukan fertilisasi. Hasil

pembuahan berupa zigot yang akan

berkembang menjadi larva bersilia. Larva

tersebut akan keluar dari tubuh porifera

induk melalui oskulum, kemudian

Referensi

Dokumen terkait

Parasetamol diketahui mencapai kadar puncak dalam plasma dalam waktu 30-60 menit dan memiliki waktu paruh 1-3 jam sedangkan hasil pengujian pada kelompok

Selain memberikan dukungan penuh kepada ICONers yang terkena dampak banjir, ICON+ juga turut andil dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat..

Tidak seperti pada kedua era sebelumnya yang lebih menekankan pada unsur teknologi, pada era manajemen perubahan yang lebih ditekankan adalah sistem informasi,

Upaya yang dilakukan guru dalam kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan strategi pembelajaran dengan teknik jigsaw tersebut, ternyata membawa dampak yang positif

MINIATUR SEPEDA ONTEL WANITA | www.MiniaturSepeda.com MINIATUR SEPEDA ONTEL WANITA | www.MiniaturSepeda.com.. INFO & PEMESANAN : INFO &

[r]

Microsoft Visual Basic (sering disingkat sebagai VB saja) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk

Pemilihan sampling rate Fs = 1/T, dimana T adalah interval sampling, tidak sekedar menentukan frekuensi tertinggi yang akan diproses tetapi juga sebagai faktor skala yang