• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kimia Fisika Bab 6. Kesetimbangan Fasa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kimia Fisika Bab 6. Kesetimbangan Fasa"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Kimia Fisika

Bab 6. Kesetimbangan Fasa

(2)

Pendahuluan

2

Fasa adalah bagian sistem dengan komposisi kimia dan

sifat – sifat fisik seragam, yang terpisah dari bagian

sistem lain oleh suatu bidang batas.

Pemahaman perilaku fasa mulai berkembang dengan

adanya aturan fasa Gibbs. Untuk sistem satu komponen,

adanya aturan fasa Gibbs. Untuk sistem satu komponen,

persamaan Clausius dan Clausisus – Clapeyron

menghubungkan perubahan tekanan kesetimbangan

dengan perubahan suhu.

(3)

Pengertian Fasa

3

homogen dan dipisahkan oleh batas yang jelas

sifat fisik dan sifat kimia berbeda dari bagian

sistem lain

dapat dipisahkan secara mekanik dari bagian

lain sistem itu

(4)

4

Contoh

Sistem satu fasa : Dua cairan yang bercampur

homogen

Sistem 2 fasa : cairan polar (misal air) dan non polar

Pengertian Fasa (P)

Sistem 2 fasa : cairan polar (misal air) dan non polar

(misal :minyak), sistem belerang padat (monoklin

dan rombik)

(5)

Pengertian Komponen (C)

5

Jumlah komponen suatu sistem dinyatakan sebagai

jumlah meinimum spesi kimia yang membentuk

sistem tersebut yang dapat menentukan susunan

setiap sistem fasa sistem.

Contoh :

H2O (g)

H2O (l ) jumlah komponen C = 1

(6)

Derajad Kebebasan (F)

6

Derajad kebebasan (F) dari suatu sistem setimbang

merupakan variabel intensif independen yang

diperlukan untuk menyatakan keadaan sistem tersebut.

Untuk menentukan derajad kebebasan dibutuhkan

aturan fasa.

Aturan Fasa

Aturan fasa mengatur hubungan antara jumlah

komponen, jumlah fasa dan derajad kebebasan suatu

sistem. Menurut aturan fasa

(7)

Aturan fasa

7

Contoh Soal 3 :

Dalam gelas tertutup terdapat kesetimbangan antara

es dan air maka derajad kebebasan sistem tersebut :

F = C-P+2

F = 1 – 2 + 2 = 1

(8)

SISTEM SATU KOMPONEN

8

Untuk sistem 1 komponen aturan fasa berubah

menjadi F= 3-P

Sistem 1 komponen paling banyak memiliki 2

variabel intensif untuk menyatakan keadaan sistem

variabel intensif untuk menyatakan keadaan sistem

yaitu P (tekanan) dan T (suhu). Diagram fasa adalah

diagram yang menggambarkan keadaan sistem

(komponen dan fasa) yang dinyatakan dalam 2

(9)

Kesetimbangan Fasa

9

Hubungan antara

tekanan dan suhu pada

sistem 1 komponen air.

Titik tripel

memperlihatkan suhu

dimana air mempunyai

3 fasa yaitu

dimana air mempunyai

3 fasa yaitu

padat, cair dan ga

(10)

Sistem dua komponen cair- gas ideal

10

 sistem dua komponen cair- gas adalah sistem yang terdiri dari cairan dengan uapnya. Sistem dikatakan ideal bila memenuhi hukum Raoult pada semua rentang konsentrasi.

 Pada larutan ideal yang dalam keadaan seimbang antara

larutan dan uapnya, maka perbandingan antara tekanan uap larutan dan uapnya, maka perbandingan antara tekanan uap salah satu komponennya ( misal A) PA/PAo sebanding dengan

fraksi mol komponen (XA) yang menguap dalam larutan pada suhu yang sama.

 Misalkan suatu larutan yang terdiri dari komponen A dan B menguap, maka tekanan uap A (PA) dinyatakan sebagai :

(11)

11

PA = PA

o

. XA

dimana

PA adalah tekanan uap jenuh di atas larutan

XA adalah fraksi mol komponen A

PA

o

adalah tekanan uap A murni

Sistem dua komponen cair- gas ideal

PA

o

adalah tekanan uap A murni

Larutan yang memenuhi hukum ini disebut sebagai

larutan ideal.

(12)

Latihan

12

1) Tiga mol aseton dan 2 mol kloroform dicampur

pada suhu 35 oC . Tekanan uap jenuh aseton dan

kloroform pada suhu tersebut adalah 360 dan 250

torr

a.

Bila larutan tersebut dianggap ideal, hitung

a.

Bila larutan tersebut dianggap ideal, hitung

tekanan uap larutan tersebut

b.

Bila larutan tersebut mempunyai tekanan uap

(13)

Latihan

13

1) Tentukan komponen, fasa dan derajad kebebasan sistem berikut :

a. Campuran minyak dan air

b. Larutan NaCl jenuh yang tdpt NaCl (s) dan uap air 2) Dua cairan A dan B membentuk suatu larutan ideal. Pada

suhu tertentu tekanan A murni 200 mmHg dan B murni 75 suhu tertentu tekanan A murni 200 mmHg dan B murni 75 mmHg. Jika campuran mengandung 40 % mol A, berapa persen mol A dalam uapnya.

3) Hitunglah komposisi benzena-toluena dalam larutan yang akan mendidih pada tekanan 1 atm (101,325 kPa) pada 90 oC dengan menganggap ideal. Pada 90oC, tekanan uap

(14)

Latihan

14

Pada suhu berapakah

suatu campuran yang

terdiri dari 80 g P dan

120 g Q mulai menguap

Bagaimana komposisi

(15)

Referensi

Dokumen terkait

Bilangan Rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai pecahan a/b dimana a dan b bilangan bulat dan b tidak sama dengan 0. Bilangan rasional terdiri dari bilangan

Prinsip dari destilasi yaitu merupakan suatu proses pemisahan komponen- komponen suatu campuran yang terdiri atas dua cairan atau lebih berdasarkan perbedaan tekanan uap atau

merniliki tekanan uap yapg sarRa dengan larutan 1 mol seilyawa nonelektrolit lain dalam 4 nrol heks ana. Guia pasir adalalr sakarosa,.dengan rulnus m,clckrrl"Cfr a

Informasi tentang volum molar parsial komponen di dalam larutan adalah perlu. Ini antara lain diguna kan untuk melihat pengaruh tekanan sistem terhadap potensial kimia, sedangkan

Sifat koligatif larutan seperti penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan osmotic dipengaruhi oleh… A.. Jumlah partikel zat terlarut