MENGENAL ILMU
MENGENAL ILMU
PERKEMBANGAN MANUSIA
PERKEMBANGAN MANUSIA
Pertemuan 1
• Mahasiswa dapat mengidentifkasikan konsep
dasar dari perkembangan manusia dan tujuan
ilmiah dari mempelajari perkembangan manusia
Tujuan Pembelajaran
• Studi tentang perkembangan manusia
• Konsep dasar tentang perkembangan manusia
• Tahapan perkembangan manusia
• Hal-hal yang mempengaruhi perkembangan
manusia
• Pendekatan perkembangan life-span Baltes
Materi Pembelajaran
Studi tentang Perkembangan
Studi tentang Perkembangan
Manusia
Manusia
• Studi perkembangan manusia merupakan area yang baru dalam dunia ilmiah. Sejak awal abad 19, saat Itard meneliti Victor, usaha untuk memahami
perkembangan anak-anak secara bertahap
berkembang, termasuk mempelajari seluruh rentang kehidupan manusia
• Defnisi Perkembangan Manusia/Human Development :
“Scientifc study of process of change and stability throughout the human life span”
• Pada awalnya studi mengenai perkembangan ini bermula dari Baby Biographies, yaitu jurnal yang mencatat perkembangan awal seorang anak. Jurnal tersebut diterbitkan pada tahun 1787 di Jerman
yang memuat observasi anak laki-laki Dietrich Tiedemann. Observasi terhadap sensori, motor,
bahasa, dan kognitif selama 2,5 tahun pertama usia anak tersebut.
• Kemudian Charles Darwin memulai melakukan studi perkembangan dari tingkah laku bayi yang sesuai dengan urutan proses perubahan. Tahun 1877
• Selanjutnya pada akhir abad 19, beberapa trend
penting dari dunia Barat mempersiapkan arah studi perkembangan yang ilmiah. Para ilmuwan
dipengaruhi oleh tulian John Locke dan J.J. Rousseau, yang akhirnya memperdebatkan
mengenai ‘nature’ & ‘nurture’ (karakteristik lahiriah dan pengaruh pengalaman). Dari sini ilmu psikologi yang baru mengajarkan bahwa manusia lebih
mudah memahami dirinya sendiri dengan mempelajari pengalaman apa yang
• Disiplin baru dari ilmu psikologi ini berlangsung
lama. Sebagai contoh, Adolescence tidak
diperhatikan dalam periode perkembangan
tersendiri hingga awal abad 20. Hal ini dipelopori
oleh G. Stanley Hall dengan menerbitkan
bukunya yang populer berjudul
“Adolescence”.
• Abad 20 juga ditandai oleh diterbitkannya teori
yang kemudian berkembang dengan pesat yaitu
teori dari Sigmund Freud & Jean Piaget. Karya
Arnold Gesell (1929) mengenai perkembangan
motor menambah informasi berdasarkan
• Hall merupakan psikolog pertama yang menaruh perhatian pada lanjut usia. Pada tahun 1922, di
usianya yang ke-78, ia menerbitkan tulisannya yang berjudul “Senescence : The Last Hal of Life”.
Sepanjang tahun 1930-an muncul banyak penelitian jangka panjang yang berfokus pada kecerdasan dan perkembangan kepribadian orang dewasa dan lanjut usia.
• Saat ini hampir semua peneliti perkembangan menandai bahwa perkembangan manusia itu berlangsung selama kehidupan ada. Konsep mengenai proses perkembangan manusia
sepanjang kehidupannya yang dapat dipelajari secara ilmiah ini dikenal sebagai life-span
Tujuan Ilmiah dari studi perkembangan manusia saat ini :
1. Description – Yaitu menjabarkan tingkah laku tertentu. Contohnya : menjabarkan kapan kebanyakan anak-anak yang normal mengucapkan kata pertamanya.
2. Explanation – Yaitu menjelaskan tingkah laku tertentu. Contohnya : menjelaskan bahaimana anak-anak
memahami dan menggunakan bahasa.
3. Prediction - Yaitu kapasitas untuk meramalkan tingkah laku selanjutnya.
4. Modifcation – Yaitu bagaimana modifkasi suatu tingkah laku tertentu.
• Mengingat studi perkembangan manusia
tergolong kompleks, maka pelajar yang
mempelajari hal ini berasal dari aneka disiplin
ilmu, seperti psikologi, psikiatri, sosiologi,
antropologi, biologi, genetika, ilmu keluarga,
pendidikan, sejarah, flsafat, dan kedokteran.
• Studi ilmiah perkembangan manusia semakin
berkembang pada jaman ini. Banyak teknologi
Konsep Dasar tentang Perkembangan
Konsep Dasar tentang Perkembangan
Manusia
Manusia
Perubahan & Stabilitas
Para ahli studi perkembangan mempelajari 2 jenis perubahan : kuantitatif dan kualitatif.
• Perubahan Kuantitatif : Perubahan dalam
jumlah atau ukuran. Contoh : tinggi badan, berat badan, atau jumlah kosa kata serta meningkatnya frekuensi tingkah laku agresif atau interaksi sosial. • Perubahan Kualitatif : Perubahan dalam jenis,
struktur, atau organisasi. Contoh : perubahan dari komunikasi nonverbal ke komunikasi verbal,
Selain perubahan, manusia juga menunjukkan
stabilitas atau konsistensi dari kepribadian dan tingkah laku. Contohnya : sekitar 10%-15% anak-anak secara konsisten menunjukkan sikap pemalu. Sementara 10%-15% lainnya menunjukkan sikap pemberani.
Domain Perkembangan
Perubahan dan stabilitas muncul dalam berbagai domain atau dimensi diri. Beberapa domain
perkembangan yang seringkali diperbincangkan oleh para ahli adalah : perkembangan fsik,
• Perkembangan Fisik : yang termasuk didalamnya adalah perkembangan tubuh, otak, kapasitas
sensori, keterampilan motor, dan kesehatan. Mis : perubahan fsik dan hormon pada remaja dapat berdampak pada perkembangan konsep dirinya.
• Perkembangan Kognitif : perubahan dan stabilitas dari kemampuan mental, seperti belajar, perhatian, ingatan/memory, bahasa, berpikir,
bernalar/reasoning, dan kreatiftas. Peningkatan dan penurunan kognitif berkaitan erat dengan faktor fsik, emosi, dan sosial.
• Perkembangan Psikososial : perubahan dan
Periode Rentang Kehidupan/Life
Periode Rentang Kehidupan/Life
Span
Span
Pembagian rentang kehidupan dalam berbagai
periode merupakan suatu social construction, yaitu konsep mengenai realita alamiah yang
didasarkan pada persepsi atau asumsi masyarakat umum.
Papalia, et. al., (2007) membagi rentang kehidupan manusia ini kedalam 8 periode. Dimana periode ini diterima secara umum oleh masyarakat industri
8 Periode Life Span
8 Periode Life Span
Periode Perkembangan
Fisik Perkembangan Kognitif Perkembangan Psikososial
Periode Pranatal (konsepsi – lahir)
•Mulai bertumbuh struktur dasar tubuh dan organ tubuh terbentuk, mis : otak •Pertumbuhan fsik paling cepat
sepanjang rentang kehidupan
Mampu belajar dan mengingat serta berespon terhadap stimulus sensoris
Berespon terhadap suara ibu dan terus berkembang
Infancy & Toddlerhood (lahir – 3 tahun)
•Pertumbuhan otak semakin kompleks dan sangat sensitif pada pengaruh lingkungan
•Pertumbuhan fsik dan keterampilan motor yang sangat
•Mampu untuk belajar dan mengingat sesuatu •Pemahaman dan penggunaan bahasa berkembangan sangat cepat •Terbentuknya attachment
Bina Nusantara
Periode Perkembangan
Fisik Perkembangan Kognitif Perkembangan Psikososial
Early
Childhood (3 – 6 tahun)
•Pertumbuhan stabil, nampak langsing proporsi tubuh seperti orang dewasa •Nafsu makan berkurang dan masalah tidur muncul •Berpikir secara egosentris, tapi paham perkembangan perspektif orang lain
•Memory & bahasa meningkat,
kecerdasan semakin dapat diprediksi
•Konsep diri &
pemahaman emosi lebih kompleks, self esteem menyeluruh •Berkembangnya identitas gender •Mementingkan orang lain, agresi, dan takut
merupakan hal yang umum
Middle
Childhood (6 – 11 tahun) •Pertumbuhan lambat •Meningkatnya kekuatan dan keterampilan atletik •Sakit pernafasan hal yang umum, tapi secara umum
•Egosentris
Bina Nusantara
Periode Perkembangan
Fisik Perkembangan Kognitif Perkembangan Psikososial
Adolescence (11 – 20 tahun)
•Pertumbuhan fsik dan perubahan
lainnya amat sangat cepat •Reproduksi mulai matang •Munculnya resiko kesehatan seperi gangguan makan dan drug abuse
•Mampu berpikir secara abstrak dan berkembangnya penalaran ilmiah •Pikiran yang tidak dewasa ada pada sikap dan tingkah laku tertentu
•Pendidikan fokus pada kerja dan kuliah •Mencari identitas, termasuk identitas seksual jadi sorotan •Relasi dengan orang tua pada umumnya baik •Peer group dapat memberikan
dampak positif atau negatif
Young
Adulthood (20 – 40 tahun)
•Kondisi fsik memuncak
kemudian menurun secara perlahan •Pilihan gaya hidup mempengaruhi kesehatan •Pikiran dan penilaian moral semakin kompleks •Pilihan terhadap pendidikan dan pekerjaan
Bina Nusantara
Periode Perkembangan
Fisik Perkembangan Kognitif Perkembangan Psikososial
Middle
Adulthood (40 – 65 tahun)
•Penurunan kemampuan sensoris, kesehatan, stamina, dan kekuatan. •Wanita mengalami menopause •Kemampuan mental memuncak, tingginya keterampilan pemecahan
masalah praktis & keahlian
•Karir memuncak tapi ada juga yang mengalami
kejenuhan dan beralih karir
•Sense identitas terus berkembang, transisi paruh baya mulai muncul
•Tanggung jawab sebagai orang tua & mengasuh anak dapat
menyebabkan stress
Late Adulthood (65 tahun ke atas)
•Kebanyakan orang lansia tetap sehat & aktif, tapi kemampuan fsiknya menurun •Lambat dalam bereaksi •Meskipun kapasitas intelektual dan memori di beberapa area dapat menghilang, namun banyak lansia yang
mencari cara untuk
Pengaruh dalam Perkembangan
Pengaruh dalam Perkembangan
Ada beberapa hal yang mempengaruhi
perkembangan manusia. Pelajar dari disiplin ilmu
ini tertarik pada pengaruh normatif – karakteristik
dari suatu peristiwa yang muncul dengan cara
yang sama untuk semua orang dalam suatu
kelompok. Selain itu mereka juga tertarik pada
perbedaan individu (
individual diferences
), yaitu
pengaruh perbedaan dalam diri mereka terhadap
perkembangan mereka.
1. Heredity/karakteristik lahiriah dari orang tua
biologis dan environment/lingkungan luar mulai dari dalam kandungan dan pelajaran yang berasal dari pengalaman
2. Maturation/Kematangan. Banyak perubahan pada bayi dan kanak-kanak awal karena kematangan
tubuh dan otak.
3. Perkembangan kontekstual seperti keluarga inti, sosioekonomi, budaya, etnis, dan konteks sejarah. 4. Pengaruh normatif seperti usia, peristiwa sosial
(pernikahan, pendidikan formal, dsb), sejarah generasi (perang dunia). Serta pengaruh
non-normatif yaitu karakteristik dari suatu peristiwa yang tidak biasa yang menimpa orang-orang
5. Periode Kritis atau Periode Sensitif. Periode kritis adalah suatu waktu tertentu saat terjadinya peristiwa tertentu atau tidak adanya peristiwa
tertentu yang sangat berdampak pada
perkembangan seseorang. Periode kritis ini tidak selalu menetap. Misal : seorang ibu hamil yang
harus meminum obat-obatan tertentu ternyata janin mengalami sakit tertentu. Konsep periode kritis ini merupakan konsep yang kontroversi. Karena banyak aspek perkembangan menunjukkan plasticity –
kemampuan untuk modifkasi penampilan. Sehingga lebih berguna untuk memperhatikan periode sensitif
– suatu waktu dalam perkembangan dimana
Pendekatan Perkembangan Life-span
Pendekatan Perkembangan Life-span
Baltes
Baltes
Paul Baltes dan koleganya telah mengidentifkasi 6
prinsip penting dari perkembangan, yaitu :
1. Perkembangan merupakan proses seumur hidup
2. Perkembangan melibatkan mendapatkan
sesuatu dan kehilangan sesuatu
3. Proses perkembangan dipengaruhi faktor
biologis dan budaya
4. Perkembangan melibatkan perubahan alokasi
sumber daya
5. Perkembangan menunjukkan plasticity
Rangkuman
Rangkuman
• Studi perkembangan manusia merupakan studi tentang perubahan dan stabilitas. Dimulai dari
penelitian tentang masa kanak-kanak pada abad 19. • Studi perkembangan manusia bertujuan untuk
mendapatkan penjabaran (description), penjelasan (explanation), peramalan (prediction) dan modifkasi tingkah laku (modify behavior).
• Pelajar yang mempelajari perkembangan berasal dari beragam disiplin ilmu.
• Studi perkembangan manusia mempelajari
mengenai perubahan kuantitatif dan perubahan kualitatif.
• Studi perkembangan manusia meliputi 3 domain utama, yaitu : perkembangan fsik, perkembangan kognitif, dan perkembangan psikososial. 8 periode perkembangan manusia, yaitu : periode pranatal, infancy & toddlerhood, early childhood, middle childhood, adolescence, young adulthood, middle adulthood, dan late adulthood.
• Beberapa hal yang mempengaruhi perkembangan yaitu heredity dan environment, keluarga,
sosioekonomi, budaya, etnis, normatif dan non-normatif, periode kritis atau periode sensitif.