MAKALAH SEMINAR PEMASARAN
“
PERUSAHAAN DAN STRATEGI
PEMASARAN”
PEMBIMBING
:
Dr. M Anang Firmansyah,Drs.Ec.,MM.PENYUSUN
:
Siti Mukarromah (20141221023) Eva Safitri (20141221022) Choirul Anam (20141221025) Fatror Rosi (20141221100)PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya serta kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk menyusun makalah dengan judul “Perusahaan dan Strategi” sebagai salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti mata kuliah Seminar Pemasaran.
Benar kata pepatah bahwa tiada gading yang tak retak, semakin banyak yang kita tahu, maka semakin banyak pula yang belum kita tahu, maka penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis tetap berharap kepada segenap pembaca yang budiman, masukan baik berupa kritikan atau saran-saran yang sifatnya membangun guna kesempurnaan makalah berikutnya.
Shalawat dan salam tidak lupa penulis kirimkan kepada baginda Rasulullah SAW. Rasul yang tidak hanya menjadi panutan, pemimpin dan kepala negara pada saat itu tapi juga bisa dikatakan sebagai bapak ekonomi khususnya ekonomi syariah. Dan tidak lupa pula penulis ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu penulis dalam penulisan makalah ini .
Surabaya, 02 Oktober 2017
Penulis
Halaman Cover
Kata Pengantar ... i
Daftar Isi ... ii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Tujuan Penulisan ... 2
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Perusahaan ... 3
2.2 Konsep Dasar Manajemen Strategi ... 4
2.3 Strategi Pemasaran dan Konsep Pemasaran...5
2.4 Rencana Strategis Pemasaran...7
2.5 Pengembangan Strategi Pemasaran...11
2.6 Peran Pemasar Dalam Perencanaan Strategis...11
2.7 Elemen dan Strategi Bauran Pemasaran...12
2.8 Fungsi Manajemen Pemasaran...12
BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ... 20
3.2 Saran...20
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
paduan pada beberapa sasaran pasar. Melihat pentingnya strategi khususnya strategi pemasaran terhadap peningkatan volume penjualan perusahaan, maka kami tertarik untuk lebih memperjelas lagi topik tersebut dalam penulisan karya ilmiah ini.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian perusahaan dan apa saja jenis-jenisnya? 2. Bagaimana konsep dasar manajemen strategi?
3. Bagaimana strategi dan konsep pemasaran? 4. Apa yang dimaksud dengan strategi pemasaran? 5. Bagaimana cara mengembangkan strategi pemasaran? 6. Apa peran pemasar dalam perencanaan strategis? 7. Apa saja elemen dan strategi bauran pemasaran? 8. Apa fungsi dari manajemen pemasaran?
1.3 Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui pengertian perusahaan dan apa saja jenis-jenisnya?
2. Untuk mengetahui bagaimana konsep dasar manajemen strategi? 3. Untuk mengetahui bagaimana strategi dan konsep pemasaran? 4. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan strategi
pemasaran?
5. Untuk mengetahui bagaimana cara mengembangkan strategi pemasaran?
6. Untuk mengetahui apa saja peran pemasar dalam perencanaan strategis?
7. Untuk mengetahui apa saja elemen dan strategi bauran pemasaran?
8. Untuk mengetahui apa fungsi dari manajemen pemasaran?
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN PERUSAHAAN
Menurut UU No 3 Tahun 1982 Tentang Wajib Daftar Perusahaan Pasal 1 huruf b, Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang tetap dan terus-menerus dan yang didirikan, bekerja serta berkedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan atau laba.
Sedangkan menurut Prof. Mr. W.L.PA. Molengraff dari sudut ekonomi, perusahaan adalah semua perbuatan yang dilakukan secara terus-menerus, bertindak keluar untuk mendapatkan penghasilan dengan cara memperniagakan barang-barang, menyerahkan barang- barang atau mengadakan perjanjian- perjanjian.
Menurut Abdul Kadir Muhammad dalam bukunya Pengantar Hukum Perusahaan di Indonesia, istilah perusahaan mengacu pada badan hukum dan perbuatan badan usaha dalam menjalankan usahanya. Lebih lanjut perusahaan tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi.
Jenis- jenis perusahaan berdasarkan lapangan usaha antara lain:
a. Perusahaan Ekstraktif, adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengambilan kekayaan alam.
b. Perusahaan Agraris, adalah perusahaan yang bekerja dengan cara mengolah lahan/ ladang.
c. Perusahaan Industri, adalah perusahaan yang menghasilkan barang mentah dan setengah jadi menjadi barang jadi atau meningkatkan nilai gunanya.
d. Perusahaan Jasa, adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa.
Griffin (2000) mendefinisikan strategi sebagai rencana komprehensif untuk mencapai tujuan organisasi (strategy is a comprehensive plan for accomplsishing an organization’s goals) tidak hanya sekedar mencapai, akan tetapi strategi juga dimaksudkan untuk mempertahankan keberlangsungan organisasi dilingkungan dimana organisasi tersebut menjalankan aktivitasnya.
Secara umum sebuah strategi memiliki komponen- komponen strategi yang senantiasa dipertimbangkan dalam menentukan strategi yang akan dilaksanakan. Adapum komponen – komponen tersebut anatara lain:
a. Kompetensi yang berbeda
Kompetensi yang berbeda adalah sesuatu yang dimiliki oleh perusahaan dimana perusahaan melakukannya dengan baik dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Seperti: pemasaran dan pembayaran online adalah salah kompetensi yang berbeda yang dimiliki oleh Amazon.com
b. Ruang lingkup
Ruang lingkup adalah lingkungan dimana organisasi atau perusahaan tersebut beraktivitas.
c. Distribusi sumber daya
Distribusi sumber daya adalah bagaimana sebuah perusahaan memanfaatkan dan mendistribusikan sumber daya yang dimilikinya dalam menerapkan strategi perusahaan.
Secara umum ada tiga jenis strategi secara umum menurut Griffin (2000), antara lain:
a. Strategi pada tingkat perusahaan (corporate-level strage), ialah strategi yang dilakukan perusahaan sehubungan dengan persaingan anatar perusahaan dalam sektor bisnis yang dijalankannya secara keseluruhan.
c. Strategi padaa tingkat fungsional (funcional level strategi), ialah strategi perusahaan pada bagian pemasaran khususnya di tingkat periklanan.
Langkah- langkah dalam melakukan manajemen strategi, antara lain:
a. Penyususnan strategi
1. Penilaian keperluan keputusan strategi 2. Analisis situasi
3. Pemilihan situasi b. Proses manajemen strategi
1. Perencanaan strategi 2. Implemenatasi strategi
2.3 STRATEGI PEMASARAN DAN KONSEP PEMASARAN
Pemasaran merupakan suatu kegiatan yang terpenting di dalam kehidupan perusahaan sebagai usahanya untuk mencapai tujuan, mengembangkan usaha, dan mendapatkan laba serta mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan itu sendiri. Berhasil tidaknya suatu usaha atau bisnis sangat tergantung pada keahlian manajemen serta keahlian dibidang pemasaran dari barang. Beberapa ahli ekonomi mengemukakan definisi pemasaran sebagai berikut: pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini maupun konsumen potensial. Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana seorang atau kelompok memperoleh apa yang mereka inginkan melalui penciptaan dan pertukaran nilai produk dengan pihak lain. Berdasarkan kedua pendapat di atas penulis menyimpulkan bahwa, pemasaran adalah proses transaksi antara penjual dan pembeli baik dengan alat tukar maupun secara barter. Istilah startegi pemasaran banyak digunakan orang terutama dalam bidang bisnis, yaitu dalam hal membicarakan prosedur dan strategi. Istilah startegi sebenarnya berasal dari bahasa Yunani yang artinya kepemimpinan.
Sedangkan dalam konteks pemasaran, arti kata startegi dihubungkan dengan segala aktivitas pemasaran dan sasaran-sasaran pemasaran Strategi merupakan katalisator atau elemen pengolahan atau tujuan-tujuannya. Seperti halnya manajemen, pengembangan strategi pemasaran merupakan sebuah seni dan merupakan sebuah produk logika dan kreativitas. Jadi dengan demikian strategi pemasaran merupakan keterkaitan antara sasaran-sasaran dan hasil.
Konsep pemasaran menyatakan bahwa pencapaian secara organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar serta penyampaian kepuasan yang didambakan itu lebih efektif dan efesien dibandingkan pesaing.
Konsep pemasaran dinyatakan dengan cara yang berwarna-warni seperti :
1. Kami mewujudkan keinginan anda
2. Terbang untuk melayani
3. Kami tidak puas sebeluma anda puas
4. Kami bisa melebihi harapan anda.
Konsep pemasaran dan konsep penjualan pempunyai pengertian yang berbeda. Konsep penjualan mempunyai perspektif dari dalam keluar. Konsep itu sendiri dimulai dengan pabrik, berfokus pada produk perusahaan yang sudah ada dan melakukan penjualan dan promosi besar-besaran untuk memperoleh penjualan yang mampu mendatangkan laba. Sebaliknya konsep pemasaran mempunyai perspektif dari luar ke dalam.Konsep itu memusatkan perhatian penuh pada penaklukan pelanggan mendapatkan penjualan jangka pendek. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, konsep pemasaran merupakan proses pendistribusian barang yang dilakukan dari luar ke dalam supaya memperoleh laba dan kepuasan pelanggan. Pelanggan itu sendiri adalah orang yang paling penting dalam perusahaan, pelanggan itu sendiri tidak tergantung pada kita. Kita tergantung pada pelanggan.
Perencanaan Strategis adalah proses mengembangkan dan mempertahankankecocokan strategis antara tujuan dankemampuan perusahaan serta peluang pemasaran yang sedang berubah.
Tujuan perencanaan strategis korporasi adalah menemukan cara di mana perusahaan dapat menggunakan kekuatannya dengan cara terbaik untuk mengambil keuntungan dari peluang menarik yang ada di lingkungan.
1. Mendefinisikan misi perusahan adalah pernyataan tujuan organisasi apa yang ingin dicapai oleh organisasi dalam lingkungan yang lebih besar.
2. Menentukan tujuan dan sasaran perusahaan menentukan bisnis dan produk mana yang harus menerima lebih banyak atau lebih sedikit sumber daya.
3. Merancang portofolio bisnis yaitu kumpulan bisnis dan produk yang membentuk perusahaan. Perusahaan hendak membuat portofolio bisnis yang paling sesuai dengan kekuatan dan kelemahan menghadapi peluang dalam lingkungannya.
4. Mengembangkan strategi pertumbuhan dan penyusutan untuk menyesuaikan dengan portofolio masa depan
Setelah mengevaluasi bisnis saat ini, merancang portofolio bisnis berkaitan menemukan bisnis dan produk perusahaan harus juga mempertimbangkan masa depan. Perusahaan membutuhkan pertumbuhan jika mereka bersaing untuk lebih efektif, memuaskan stakeholder mereka dan menarik bakat unggul. Pada saat yang sama, perusahaan harus hati-hati tidak menjadikan pertumbuhan sebagai tujuan. Tujuan perusahaan harus dikelola “pertumbuhan yang menguntungkan”. Kisi-kisi ekspansi produk/pasar menyarankan empat kemungkinan arah pertumbuhan :
1. Penetrasi pasar
a) Mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar produk ini, hal ini dapat dicapai oleh kombinasi dari strategi harga yang kompetitif, iklan, promosi penjualan dan mungkin lebih banyak sumber daya pribadi yang didedikasikan untuk menjual.
b) Aman dari dominasi pertumbuhan pasar.
c) Restrukturisasi pasar yang matang oleh maneuver dari competitor, ini akan memerlukan agresifitas kampanye promosi yang gencar, didukung oleh sebuah strategi harga yang dirancang untuk membuat pasar “kurang menarik“ bagi kompetitor.
d) Meningkatkan penggunaan oleh pelanggan yang ada, contohnya: memperkenalkan program loyalitas konsumen Implementasi penetrasi pasar sebagai strategi pemasaran di kondisikan sebagai "bisnis seperti biasa". Penetrasi pasar haruslah di eksekusi pada bisnis yang berfokus hanya pada pasar dan produk yang sangat di pahami oleh marketer tersebut. diperlukan juga intelegent pemasaran untuk mendapatkan informasi tentang kompetitor dan kebutuhan pelanggan. Karena itu, strategi ini akan memerlukan banyak investasi baru dalam penerapannya sebab harus didahului oleh riset pasar
2. Pengembangan pasar
Pengembangan pasar adalah nama yang diberikan kepada suatu strategi pertumbuhan, di mana unit bisnis berusaha untuk menjual produk-produk yang telah ada di pasar-pasar yang baru. Ada banyak cara untuk mengaplikasikan strategi ini, termasuk :
a) geografis pasar baru misalnya produk ekspor ke negara yang baru
b) Dimensi atau kemasan produk yang baru
c) Saluran distribusinya yang baru
d) Menerapkan kebijakan harga yang berbeda untuk menarik pelanggan baru atau membuat segmen pasar yang baru.
Pengembangan produk adalah nama yang diberikan kepada suatu strategi pertumbuhan di mana sebuah unit bisnis memperkenalkan produk baru ke pasar-pasar yang telah ada. Hal ini mungkin memerlukan strategi pengembangan kompetensi baru dan memerlukan program pemasaran yang baru pula untuk mengembangkan produk yang dapat diubah / dikembangkan ke pasar yang telah ada.
4. Diversifikasi
Diversifikasi adalah nama yang diberikan kepada strategi pertumbuhan di mana sebuah bisnis, produk-produknya baru dan di pasar-pasar yang baru pula. Ini merupakan langkah pemasaran yang lebih berisiko karena, strategi bisnis yang bergerak dalam pasar yang baru memiliki sedikit atau mungkin tidak ada pengalaman atas produk produk baru tersebut.
Bila sebuah unit bisnis akan mengaplikasikan strategi diversifikasi, maka harus memiliki visi yang jelas tentang apa yang akan di dapatkan dari strategi yang jujur dan penilaian atas resiko bilamana dalam faktanya menemui kegagalan. Ada tiga tipe umum strategi diversifikasi yang sudah banyak diketahui dan diimplementasikan menurut Fred R. David, yaitu concentric diversification, horizontal diversification, dan conglomerate diversification. Secara keseluruhan kelompok strategi ini makin lama makin kurang popular, paling tidak dari sisi tingginya tingkat kesulitan manajemen dalam mengendalikan aktivitas-aktivitas perusahaan yang berbeda-beda tersebut:
1. Concentric diversification strategy. Strategi ini dapat dilaksanakan dengan cara menambah produk dan jasa yang baru tetapi masih saling berhubungan. Jadi, tujuan strategi ini untuk membuat produk baru yang berhubungan untuk pasar yang sama. Hal ini dapat dilakukan jika bersaing pada industry yang pertumbuhannya lambat atau decline.
saling berhubungan untk ditawarkan pada para konsumen yang ada ada sekarang. Jadi, tujuan startegi ini adalah menambah produk baru yang tidak berhubungan dengan tujuan memuaskan pelanggan yang sama. Hal in dapat dilakukan jika produk baru dapat mendukung produk lama, persaingan pada produk lama berjalan ketat dan dalam tahapan mature, distribusi produk baru kepada pelanggan lancar, dan pada tingkat yang lebih dalam bahwa musim penjualan dari kedua produk relative beda.
3. Conglomerate diversification strategy. Yaitu strategi dengan menambahkan produk atau jasa yang tidak saling berhubngan. Jadi, tujuan sstrategi ini adalah untuk menambah produk baru yang tidak saling berhubungan untuk pasar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan, jika industri disektor ini telah mengalami kejenuhan, ada peluang untuk memilki bisnis yang tidak berkaitan yang masih berkembang baik, serta memiliki sumber daya untuk memasuki industry baru tersebut.
2.5 PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN 1. Segmentation
Membagi pasar menjadi kelompok pembeli berbeda yang mempunyai kebutuhan, karakteristik, atauperilakuyang berbedadan yang mungkin memerlukan produk atau program pemasaran terpisah
2. Targeting
Proses mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen pasar dan memilih satu atau lebih jumlah segmen yang dimasuki.
3. Diferentiation
4. Proses mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen pasar dan memilih satu atau lebih jumlah segmen yang dimasuki.
5. Positioning
2.6 PERAN PEMASAR DALAM PERENCANAAN STRATEGI
Pemasaran memegang peranan kunci dalam perencanaan strategis perusahaan dengan menyediakan filosofi konsep-pemasaran dan masukan mengenai peluang pasar yang menarik. Dalam rencana strategis, departemen fungsional utama pemasaran, keuangan, akuntansi, pembelian, operasi, sistem informasi, sumber daya manusia, dan lain-lain harus bekerja sama untuk mencapai tujuan strategis. Pemasar tidak dapat menghasilkan nilai yang unggul bagi pelanggannya apabila bekerja sendirian. Kesuksesan perusahaan bergantung pada:
a. Bagaimana masing-masing departemen melaksanakan aktivitas bernilai tambah bagi pelanggan
b. Bagaimana departemen bekerja sama dengan baik untuk melayani pelanggan
Oleh karena itu, pemasar harus menjalankan manajemen hubungan kemitraan. Selain itu, Manajemen hubungan kemitraan bekerja secara erat dengan rekan dalam departemen lainnya di perusahaan dan membentuk rantai nilai (value chain) untuk melayani pelanggan. Manajemen hubungan kemitraan harus bekerja sama secara efektif dengan perusahaan lainnya dalam sistem pemasaran untuk membentuk jaringan penghantar nilai (value delivery network) unggul yang kompetitif.
2.7 ELEMEN DAN STRATEGI BAURAN PEMASARAN
Nilai dan hubungan pelanggan merupakan inti utama strategi dan program pemasaran melalui segmentasi pasar, penetapan target pasar, diferensiasi dan posisi pasar. Perusahaan akan membagi pasar menjadi segmen-segmen yang lebih kecil, memilih segmen yang dapat dilayani paling baik, menentukan bagaimana perusahaan memberikan nilai kepada pelanggan sasaran. Perusahaan kemudian merancang bauran pemasaran yang terintegrasi untuk menghasilkan respons yang diinginkan dalam pasar sasaran. Bauran pemasaran terdiri atas keputusan produk (product), harga (price), tempat (place) dan promosi (promotion).
alat pemasaran taktis yang mana perusahaan memadukan untuk menghasilkan respon yang diingin dalam sasaran pasar.
2.8 FUNGSI MANAJEMEN PEMASARAN
Untuk menemukan strategi dan bauran terbaik dan menempatkannya menjadi tindakan, perusahaan perlu terlibat dalam:
a. Analisis pemasaran
Analisis SWOT adalah penilaian menyeluruh terhadap kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) suatu perusahaan. Analisis ini diperlukan untuk menentukan beberapa strategi yang ada di perusahaan. b. Perencanaan
Komponen utama dari rencana pemasaran adalah:
1. Rangkuman eksekutif, adalah ringkasan yang berisi iktisar dari seluruh rencana pemasaran. yang dibuat beserta rekomendasinya, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai hal pokok isi rencana pemasaran, isinya meliputi: memperkenalkan perusahaan, produk, pernyataan visi misi dan tujuan perusahaan, ringkasan dari tujuan dan strategi pemasaran.
2. Situasi pasar saat ini, menyajikan informasi tentang situasi pasar, situasi produk, situasi pesaing, situasi distribusi, situasi lingkungan makro dan lainnya.
3. Ancaman dan peluang, analisis persaingan menginformasikan mengenai perusahaan lain. yang menawarkan produk sama. dan mencari isu yang berpotensi menentang pasar. dengan melakukan analisis ini perusahaan akan terbantu dalam merumuskan, menyusun dan mengembangkan tujuan pemasaran dan strategi pemasaran.
4. Tujuan dan permasalahan, disajikan untuk meningkatkan kesadaran akan keberadaan produk barang/jasa yang ditawarkan perusahaan pada pasar.
produk yaitu barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan sebagai pemenuhan kebutuhan manusia.
price/harga harga produk yang ditawarkan dan kebijakan serta sistem pembayarannya.
place/tempat, pendistribusian produk mengenai bagaimana dan dimana perusahaan menempatkan produknya sehingga pelanggan mudah mendapatkannya.
promotion/promosi yaitu alat media promosi yang akan digunakan pemasar atau taktik yang akan diterapkan dalam merealisasikan rencana promosi dalam rangka mewujudkan tujuan pemasaran perusahaan.
6. Program kegiatan, memaparkan tentang daftar kegiatan pemasaran yang akan dilakukan perusahaan. program ini meliputi kegiatan apa yang akan dilakukan, kapan dimulai dan kapan akan selesai, siapa yang akan melaksanakan dan siapa yang bertanggung jawab.
7. Anggaran, anggaran berisi mengenai perkiraan perincian biaya yang akan diperlakukan untuk melaksanakan semua kegiatan pemasaran.
8. Pengendalian, bagian ini untuk mengukur hasil pelaksanaan rencana kegiatan pemasaran yang dilakukan perusahaan. pengukuran dapat dilakukan dengan membandingkan jumlah penjual produk/keuntungan yang diperoleh sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan promosi.
c. Implementasi
mengimplementasikan strategi pemasaran. Kalau area rencana pemasaran ditujukan padawhat dan why, maka implementasi pemasaran ditujukan pada who, where, when, dan how.
d. Organisasi
Perusahaan-perusahaan harus mengorganisasikan berbagai macam fungsi yang melekat pada mereka sedemikian rupa sehingga memungkinkan kerja sama tim yang berorientasi pada pasar sejak dini dalam proses pengembangan produk baru, bukannya baru memperhitungkan pertimbangan-pertimbangan pemasaran setelah produk siap dijual. Bab ini memeriksa bagaimana mengorganisasikan fungsi pemasaran, bagaimana kaitan fungsi pemasaran itu dengan fungsi-fungsi lainnya, dan bagaimana melaksanakan rencana pemasaran itu supaya berhasil dengan baik di pasar.
Departemen pemasaran modern berkembang melalui beberapa tingkatan. Bermula dari bagian penjualan. Kemudian bagian ini mempunyai fungsi tambahan, seperti riset, periklanan dan pemasaran. Karena fungsi tambahan menjadi makin penting maka banyak perusahaan membentuk bagian pemasaran yang berdiri sendiri untuk mengelola kegiatan pemasaran lainnya. Tetapi para pemimpin bagian penjualan dan pemasaran sering berselisih pendapat, dan akhirnya kedua bagian muncul menjadi bagian pemasaran modern yang dikepalai oleh Wakil Presiden Direktur Pemasaran. Namun bagian pemasaran modern tidak secara otomatis menerima dan mempraktekkan orientasi konsumen.
e. Pengendalian
Organisasi pemasaran melaksanakan kendali pemasaran, baik kendali operasi maupun kendali strategis. Mereka menggunakan audit pemasaran untuk menentukan peluang dan masalah pemasaran serta merekomendasikan tindakan jangka pendek dan jangka panjang untuk memperbaiki seluruh kinerja pemasaran
Pengendalian pemasaran merupakan lanjutan yang wajar dari perencanaan, organisasi dan pelaksanaan pemasaran. Meskipun sistem pengendalian harus dibuat sesuai dengan situasi yang khusus, tetapi sistem pengendalian mengikuti proses dasar yang sama, biasanya mengikuti enam langakah sebagai berikut :
a. Menentukan apa yang dikendalikan b. Menetapkan standar
c. Mengukur kinerja
d. Membandingkan kinerja dengan standar e. Menentukan alasan penyimpangan f. Melakukan tindakan koreksi
Umpan balik dari evaluasi keefektifan strategi pemasaran kemungkinan berpengaruh pada fase lain dalam proses manajemen pemasaran strategis. Sistem pengendalian yang dirancang baik akan mencakup umpan balik dari informasi pengendalian untuk individu atau kelompok yang membentuk aktivitas yang terkendali. Sistem umpan balik secara sederhana mengukur keluaran dari proses dan menjadikan masukan dari tindakan korektif untuk memperoleh keluaran yang diinginkan.
yang direncanakan, jika tidak maka masukan atau mungkin proses diubah agar memperoleh hasil yang diinginkan.
Langkah kedua dalam proses pengendalian adalah membangun standar. Standar pengendalian merupakan sebuah target yang terhadapnya kinerja nantinya akan dibandingkan. Standar merupakan kriteria yang memungkinkan manajer untuk mengevaluasi tindakan yang lalu, saat ini dan masa depan. Standar merupakan diukur dalam berbagai cara, mencakup bentuk secara fisik, kuantitatif dan kualitatif. Lima aspek kinerja dapat dikelola dan dikendalikan, yaitu jumlah, kualitas, waktu, biaya dan perilaku. Masing-masing aspek pengendalian, mungkin membutuhkan pengelompokan tambahan. General Electric menggunakan delapan jenis standar, yaitu standar profitabilitas, standar posisi pasar, standar produktivitas, standar kepemimpinan produk, standar pengembangan sumberdaya manusia, standar sikap karyawan dan standar pertanggungjawaban public.
antara pendapatan bersih sebelum pajak dengan total aktiva. Ukuran tradisional lainnya adalah Return on Equity (ROE) dan Earning per Share (EPS). Metode pengukuran kinerja korporasi dan devisi yang populer adalah Economic Value Added (EVA) yang merupakan selisih antara nilai sebuah bisnis sebelum dan sesudah strategi diimplentasikan. EVA inilah yang akhirnya menggantikan ROI. Nilai yang akan datang dari EVA adalah MVA atau Market Value Added, yang merupakan selisih antara nilai pasar perusahaan dan kotribusi modal dari pemegang saham dan pemberi pinjaman. Perusahaan seperti General Electric, Microsoft, Intel, Coca-Cola mepunyai MVA yang tinggi. Standar pengendalian strategis didasarkan pada praktek competitive benchmarking (patok duga bersaing), yaitu sebuah proses pengukuran kinerja perusahaan dibandingkan terhadap kinerja terbaik dalam industri tersebut. Perusahaan yang memelopori benchmarking di Amerika Serikat adalah Xerox. Sebagian besar perusahaan yang dikagumi dunia melakukan benchmarking terhadap produk dan jasa yang mereka hasilkan.
Langkah berikutnya dalam proses pengendalian adalah menentukan kebutuhan untuk melakukan tindakan koreksi. Para manajer pemasaran dapat memilih dari tiga hal, yaitu :
a. Tidak melakukan apa-apa b. Melakukan revisi standar
c. Melakukan koreksi kinerja aktual
Tidak melakukan apa-apa dapat dilakukan jika kinerja secara meyakinkan sesuai dengan standar. Bila standar tidak sesuai, maka manajer harus secara hati-hati menilai alasan mengapa dan mengambil tindakan koreksi. Lebih dari itu, kebutuhan untuk mengecek standar secara periodik untuk memastikan bahwa standar dan dihubungkan dengan ukuran kinerja masih relevan untuk masa yang akan datang. Akhirnya manajer harus memutuskan tindakan untuk mengoreksi kinerja, bila terjadi penyimpangan. Tindakan koreksi bergantung pada penemuan penyimpangan dan kemampuan untuk mengambil tidakan penting dibutuhkan. Seringkali kasus nyata penyimpangan harus ditemukan sebelum tindakan koreksi akan diambil. Karena penyimpangan bergeser dari sasaran yang tidak realistis ke strategi yang salah
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
1. Berdasarkan uraian diatas, kita mengambil kesimpulan bahwa sudah selayaknya perusahaan memiliki Strategi Pemasarannya sendiri sebelum mereka menjalankan ataupun memasarkan produk / jasanya. 2. Strategi pemasaran yang dibuat hendaknya haruslah
mempertimbangkan situasi dan keadaan perusahaan baik keadaan intern perusahaan itu sendiri atau lingkungan mikro perusahaan, maupun keadaan ekstern perusahaan atau yang dikenal dengan lingkungan makro perusahaan.
3. Perusahaan yang berjaya mampu mempertahankan serta meningkatkan lagi penjulannya ditengah-tengah pesaingnya adalah perusahaan yang telah berhasil menetapkan strategi pemasarannya serta strategi bersaingnya dengan tepat.
4. Adapun penentuan strategi bersaing hendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan kepada besar dan posisi masing-masing perusahaan dalam pasar. Karena perusahaan yang besar mungkin dapat menerapkan stretegi tertentu yang jelas tidak bisa dilakukan oleh perusahaan kecil. Demikian pula sebaliknya, bukanlah menjadi sesuatu hal yang jarang terjadi bahwa perusahaan kecil dengan strateginya sendiri mampu menghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau bahkan lebih baik daripada perusahaan besar.
5. Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan semua hal diatas, maka dapat dipastikan perusahaan akan dapat menentukan dengan baik strategi pemasaran serta strategi bersaingnya, untuk tetap maju dan berkembang di tengah-tengah persaingan.
3.2 SARAN