PENGARUH GAYA HIDUP DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP MINAT BELI HONDA VARIO TECHNO 125 PGM - FI
Studi kasus pada Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Progam Studi Manajemen
Oleh:
Bramantio Utomo Saptoadi NIM: 092214017
PROGAM STUDI MANAJEMEN JURUSUN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA
SKRIPSI
PENGARUH GAYA HIDUP DAN KUALITAS PRODUK
TERHADAP MINAT BELI HONDA VARIO TECHNO 125
PGM – FI
Studi Kasus pada Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Oleh :
Bramantio Utomo Saptoadi NIM : 092214017
Telah Disetujui Oleh :
Pembimbing I
Albertus Yudi Yuniarto S.E., M.B.A Tanggal, 17 Juli 2013
Pembimbing II
Drs. Gregorius Hendra Poerwanto M.Si. Tanggal, 25 Juli 2013
HALAMAN PENGESAHAN Skripsi
PENGARUH GAYA HIDUP DAN KUALITAS PRODUK
TERHADAP MINAT BELI HONDA VARIO TECHNO 125
PGM – FI
Studi Kasus pada Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma
Dipersiapkan dan Ditulis oleh: Bramantio Utomo Saptoadi
NIM: 092214017
Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Pada Tanggal 27 Agustus 2013
dan Dinyatakan Memenuhi Syarat
Susunan Dewan Penguji
Jabatan Nama Lengkap Tanda Tangan
Ketua Dra. Diah Utari Bertha Riveda, M.Si
Sekretaris Drs. Th. Sutadi, M.B.A
Anggota Albertus Yudi Yuniarto, S.E., M.B.A. Anggota Drs. Gregorius Hendra Poerwanto,
M.Si
Anggota Drs. L. Bambang Harnoto M.Si
Yogyakarta, 30 Agustus 2013 Fakultas Ekonomi
Universitas Sanata Dharma Dekan,
Dr. H. Herry Maridjo, M.Si.
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
“Every Once In a While Revolutionary Product Comes Along That Changes Everything”
(Steve Jobs)
“Jika kita selalu memberikan terbaik dalam hidup kita setiap hariseperti seolah -
olah hari ini hari terakhir bagi kita, kita akan menciptakan sesuatu yang benar
-benar besar pada akhirnya”
(Bramantio Utomo Saptoadi)
Skripsi ini dipersembahkan kepada :
Allah SWT yang selalu memberiku kekuatan
Dewanto Saptoadi (Ayah), dan Siswanti (Ibu) yang selalu memberikan dukungan
dan semangat selama masa kuliah di Universitas Sanata Dharma. Okti Jatu Mahari
yang selalu menenemani selama proses pengerjaan skripsi ini. Semua teman –
teman Manajemen 2009 yang terus menemani dan belajar dikampus kita tercinta
selama 4 tahun.
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN-PROGRAM STUDI MANAJEMEN
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS
Saya yang bertandatangan dibawah ini, dengan ini menyatakan bahwa Skripsi dengan judul :
PENGARUH GAYA HIDUP DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP MINAT BELI HONDA VARIO TECHNO 125 PGM – FI
dan diajukan untuk diuji pada tanggal 27 Agustus 2013 adalah hasil karya saya.
Saya juga menyatakan bahwa dalam skripsi saya ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang seolah–olah sebagai tulisan saya sendiri, dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, saya tiru, atau saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan (disebutkan dalam refrensi) pada penulis aslinya.
Bila dikemudian hari terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan tersebut, maka saya bersedia menerima sanksi, yaitu skripsi ini digugurkan dan gelar akademik yang saya peroleh (S.E.) dibatalkan serta diproses sesuai dengan aturan perundang-undangan yaitu yang berlaku (UU No. 20 Tahun 2003, pasal 25 dan pasal 70).
Yogyakarta, 30 Juli 2013
Yang membuat pernyataan,
Bramantio Utomo Saptoadi
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN
PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma :
Nama : Bramantio Utomo Saptoadi
NIM : 092214017
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:
PENGARUH GAYA HIDUP DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP MINAT BELI HONDA VARIO TECHNO 125 PGM - FI
Studi kasus pada Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata
Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain,
mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikannya secara terbatas,
mempublikasikannya diinternet atau media lain untuk kepentingan akademis
tanpa perlu meminta ijin kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya
sebagai penulis.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di Yogyakarta
Pada tanggal, 30 Juli 2013
Yang menyatakan,
Bramantio Utomo Saptoadi
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur, Alhamdulillah kehadiran Tuhan Yang Maha
Esa atas segala berkat dan karunia-Nya, sehingga penulis skripsi yang berjudul
“PENGARUH GAYA HIDUP DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP
MINAT BELI HONDA VARIO TECHNO 125 PGM – FI” Studi kasus pada
mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Sanatha Dharma, Yogyakarta, dapat
terlaksana hingga selesai dengan baik dan benar.
Penulis skripsi ini ditunjukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen, Jurusan Manajemen, Fakultas
Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Skripsi ini tidak akan terselesaikan dengan baik tanpa ada dukungan dan bantuan
berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis hendak mengucapkan banyak terima
kasih kepada :
1. Bapak Dr. Herry Maridjo M.Si.,selaku dekan fakultas ekonomi,
2. Bapak Lukas T Poerwanto, SE,.M.Si., selaku ketua program studi
Manajemen,
3. Bapak Albertus Yudi Yuniarto, SE, M.B.A, selaku dosen
pembimbing I yang telah berkenaan memberikan pengarahan,
bimbingan, dan semangat dengan penuh kesabaran kepada penulis
dalam menyelesaikan skripsi ini hingga selesai,
4. Bapak Drs. Gregorius Hendra Poerwanto G., M.Si., selaku dosen
pembimbing II yang telah berkenaan memberikan pengarahan,
bimbingan, dan semangat dengan penuh kesabaran kepada penulis
dalam menyelesaikan skripsi ini hingga selesai,
5. Segenap dosen fakultas ekonomi Universitas Sanata Dharma,
Mrican, Yogyakarta yang telah memberikan ilmu pengetahuan
kepada penulis dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi ini.
6. Segenap karyawan atau staf perpustakan Universitas Sanata
Dharma, Mrican, Yogyakarta yang selama ini memberikan
pelayanan yang baik kepada penulis.
7. Segenap staf dan karyawan kesekretariatan Fakultas Ekonomi yang
telah banyak memberikan bantuan dalam pengurusan segala
sesuatu berkaitan dengan kegiatan dibidang perkuliahan,
8. Segenap mahasiswa fakultas ekonomi baik jurusan akuntansi
maupun manajemen yang telah memberikan waktu luang dalam
pengisian kuesioner untuk penelitian ini,
9. Orang tua saya yang sangat saya cintai, hormati, dan kasihi, untuk
Ayah saya Dewanto Saptoadi dan ibu saya Siswanti yang selalu
memberikan doa, memberikan dukungan dengan semangat dan
sabar, penulis ucapkan terima kasih,
10. Pacarku tersayang Okti Jatu Mahari yang terus memberikan canda
tawa dan warna dalam hidupku,
11. Sahabat – sahabat setia grup “Deathtown”. Indar, Andi, Peter, dan
Bob, terima kasih buat tawa, semangat baik yang membangkitkan
maupun menjatuhkan saya selama empat tahun ini..hahaa,
12. Sahabat – sahabat lainnya dari jurusan manajemen yang menemani
saya selama empat tahun. Natalis, Donny, Christian, Yosha,
Ganang, Erik, Angga, Cido, Daniel, Anggi, Eko, Om Reda, Wisnu,
Yosep Rizki Beny, Arya, Dian, Rika, Flo, Agustina, Nio, Ernia,
Yunike, Prita, Gaby, Aga, Eka, Fani dan semua sahabat – sahabat
manajamen, terima kasih semuanya, jadilah pribadi unik :),
13. Buat sahabat – sahabat anggota Geng Cobra (Ronal, Angga Yudis,
dan Momot) terima kasih atas semangat maupun candanya,
14. Semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Yang
telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini,
memberikan pengalaman, nasihat, motivasi, sehingga membentuk
karakter saya menjadi orang yang lebih baik, lebih sabar, dan
berwawasan, terima kasih atas semua bantuannya.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna, oleh
karena itu penulis membuka diri terhadap setiap masukan yang positif yang
menjadikan skripsi ini menjadi kebih baik dan bermanfaat bagi semua pihak yang
membutuhkan.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... iv
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ... v
HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ... vi
HALAMAN KATA PENGANTAR ... vii
HALAMAN DAFTAR ISI... x
HALAMAN DAFTAR TABEL ... xiii
HALAMAN DAFTAR GAMBAR ... xv
ABSTRAK ... xvi
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 3
C. Batasan Masalah ... 3
D. Tujuan Penelitian ... 4
E. Manfaat Penelitian ... 5
F. Sistematika Penelitian ... 6
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 8
A. Landasan Teori ... 8
1. Manajemen ... 8
a. Pengertian Manajemen ... 8
2. Pemasaran ... 12
a. Pengertian Pemasaran ... 12
b. Konsep Pemasaran ... 14
3. Perilaku Konsumen ... 16
a. Pengertian Perilaku Konsumen ... 16
b. Model Perilaku Konsumen ... 16
c. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen .... 17
4. Gaya Hidup ... 21
a. Pengertian Gaya Hidup ... 21
b. Identifikasi Gaya Hidup ... 23
5. Kualitas Produk ... 28
a. Pengertian Kualitas Produk ... 28
6. Minat Beli ... 31
a. Pengertian Minat Beli ... 31
B. Penelitian Sebelumnya ... 34
C. Kerangka Konseptual Penelitian ... 37
D. Hipotesis Penelitian ... 38
BAB III METODE PENELITIAN ... 41
A. Jenis Penelitian ... 41
B. Subjek dan Objek Penelitian ... 41
C. Waktu dan Tempat Penelitian ... 42
D. Variabel Penelitian ... 42
E. Definisi Operasional ... 43
F. Populasi dan Sampel ... 46
G.Teknik Pengambilan Sampel... 47
H.Sumber Data ... 48
I. Teknik Pengumpulan Data ... 48
J. Teknik Pengujian Instrumen... 49
1. Tes Reabilitas ... 49
2. Uji Validitas... 50
K. Teknik Analisis Data ... 51
1. Uji – T Test ... 51
2. Analisis Regresi Berganda ... 52
3. Uji Asumsi Klasik ... 53
4. Uji – F ... 55
BAB IV GAMABARAN UMUM ... 58
A. Gambaran Umum Honda Vario Techno 125 PGM - FI ... 58
1. Sejarah Produk ... 58
B. Gambaran UmumUniversitas Sanata Dharma ... 66
1. Sejarah ... 66
2. Visi dan Misi ... 67
3. Fakultas Ekonomi ... 69
4. Jurusan dan Program Studi ... 71
5. Fasilitas Penunjang ... 74
BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ... 76
A. Pendahuluan ... 76
B. Deskripsi Data Penelitian ... 78
1. Karakteristik Responden ... 78
2. Deskripsi Data Penelitian ... 82
C. Analisis Data ... 86
1. Pengujian Instrumen ... 86
2. Pengujian Prasyarat Analisis ... 91
3. Pengujian Hipotesis ... 95
D. Pembahasan ... 102
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ... 104
A. Kesimpulan ... 104
B. Saran ... 105
C. Keterbatasan Penelitian ... 106
DAFTAR PUSTAKA ... 107
LAMPIRAN ... 110
DAFTAR TABEL
Tabel II.1Elemen Dasar Manajemen ... 9
Tabel II.2 Inventaris Gaya Hidup ... 25
Tabel III.1 Tabel Operasional Variabel, Dimensi dan Indikator ... 44
Tabel III.2 Pengujian Autokorelasi Uji Durbin – Watson ... 55
Tabel V.1 Tabel Distribusi Berdasarkan Jenis Kelamin Responden ... 78
Tabel V.2 Tabel Distribusi Berdasarkan Usia Responden ... 78
Tabel V.3 Tabel Distribusi Responden Mengetahui Honda Vario Techno 125 PGM – FI ... 79
Tabel V.4 Tabel Distribusi Responden Memiliki Honda Vario Techno 125 PGM – FI ... 80
Tabel V.5 Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Pendapatan Bulanan ... 80
Tabel V.6 Tabel Diskripsi Variabel Penelitian... 82
Tabel V.7 Tabel Distribusi Jawaban Responden Variabel Gaya Hidup (Χ ) .. 83
Tabel V.8 Tabel Distribusi Jawaban Responden Variabel Persepsi pada Kualitas Produk (Χ )... 83
Tabel V.9 Tabel Distribusi Jawaban Responden Variabel Minat Beli (Y) ... 85
Tabel V.10 Tabel Hasil Uji Validitas ... 87
Tabel V.11 Tabel Hasil Uji Reabilitas ... 89
Tabel V.12 Tabel Hasil Uji Mulitkolinieritas ... 92
Tabel V.13 Tabel Hasil Uji Normalitas ... 93
Tabel V.14 Tabel Pengujian Autokorelasi ... 95
Tabel V.15 Tabel Estimasi Regresi Linier Berganda ... 97
Tabel V.16 Tabel Anova ... 99
Tabel V.17 Tabel Koefisien Determinasi Berganda ... 101
DAFTAR GAMBAR
Gambar II.1 Model Perilaku Konsumen, Kotler dan Armstrong ... 17
Gambar II.2 Kerangka Konseptual Penelitian ... 37
Gambar IV.1 Honda Vario Techno 125 PGM – FI ... 59
Gambar IV.2 Logo Astra Honda Motor dan Logo Honda ... 61
Gambar V.1 Gambar Grafik Scatterplot ... 94
ABSTRAK
PENGARUH GAYA HIDUP DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP MINAT BELI HONDA VARIO TECHNO 125 PGM – FI
Bramantio Utomo Saptoadi Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta 2013
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah gaya hidup dan persepsi pada kualitas produk berpengaruh terhadap minat beli Honda Vario Techno 125 PGM – FI pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei – Juni 2013 di Universitas Sanata Dharma, Mrican, Yogyakarta. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma yang belum menggunakan sepeda motor Honda Vario Techno 125 PGM – FI. Sampel penelitian yang digunakan adalah accidental sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner. Dengan teknik ini didapatkan 100 responden yang belum menggunakan sepeda motor Honda Vario Techno 125 PGM – FI. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, Uji F atau uji simultan, Uji - T serta determinasi.
Uji - F menunjukan bahw a perubahan sebesar 26.2% t erhadap variabel minat beli (Y) Honda Vario Techno 125 PGM - FI dipengaruhi oleh set idaknya sat u variabel independent dari penelitian ini, yaitu gaya hidup ( ), dan kualitas produk ( ). Hasil Uji – T menunjukan bahwa variabel gaya hidup ( ) tidak berpengaruh terhadap minat beli (0,545 < 1,984). Variabel kualitas produk berpengaruh terhadap minat beli (4,984 > 1,984).
Kata kunci : gaya hidup, kualitas produk, dan minat beli pada Honda Vario Techno 125 PGM – FI.
ABSTRACT
THE EFFECT OF LIFESTYLE AND PRODUCT QUALITY TOWARDS THE INTERESTS OF BUYING HONDA VARIO TECHNO 125 PGM - FI
Bramantio Utomo Saptoadi University of Sanata Dharma
Yogyakarta 2013
This study aimed to determine whether lifestyle and perception of product quality affect the interest in buying the Honda Vario Techno 125 PGM - FI for the students of the Faculty of Economic, University of Sanata Dharma Yogyakarta.
This study was conducted on May-June 2013 in the Sanata Dharma University, Mrican, Yogyakarta. The population used in this study were all students of the Faculty of Economics, Sanata Dharma University that are not using Honda Vario Techno 125 PGM - FI. The samples used in this study are accidental sampling. The data was collected by questionnaire technique. With this technique the researcher could obtain 100 respondents who have not used the Honda Vario Techno 125 PGM - FI. Data analysis method used in this study is multiple linear regression analysis, simultaneous F test or test, T test and determination.
The F test showed that the changes amounted to 26.2% have effected toward buying interest Honda Vario Techno 125 PGM – FI influenced at least one variabel of the study, the lifestyle ( ) and quality of product ( ). T test result showed that lifestyle variabel did not effect toward buying interest (0,545 < 1,984). Quality of product hace effect toward buying interest (4,984 > 1,984).
Keyword : lifestyle, quality of product, and buying interest of Honda Vario Techno 125 PGM – F
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dewasa ini mobilitas menjadi salah satu aspek penting yang harus
dipenuhi tiap individu, setiap hari kita selalu dihadapkan untuk selalu
berpindah dari satu tempat menuju tempat yang lain dalam satu wilayah.
Guna mendukung mobilitas tersebut banyak masyakarat dari kita
menggunakan moda transportasi kendaraan bermotor seperti mobil, sepeda
motor, dan berbagai macam alat transportasi lainnya, salah satu kendaraan
yang digunakan untuk mobilitas masyarakat adalah sepeda motor skutik.
Banyak produsen mengeluarkan varian sepeda motor skutik, antara lain
Yamaha dengan Yamaha Mio Series, Honda dengan Honda Vario Series,
dan Suzuki dengan Suzuki Spin.
Honda sebagai salah satu perusahaan otomotif kendaraan roda dua
terbesar di Indonesia menciptakan Honda Vario Techno 125 PGM - FI
sebagai salah satu produk skutik kelas atas untuk merebut hati konsumen
Indonesia. Perusahaan otomotif menawarkan berbagai macam produk
dengan inovasi dari desain, pilihan warna, dan bentuk yang di sesuaikan
dengan cita rasa dan segmentasi pasar mana yang akan dituju.
Pemilihan desain, warna, dan bentuk dari produk ditentukan
dengan budaya, dalam hal ini gaya hidup konsumen. Gaya hidup
merupakan cerminan perilaku seseorang yang ditunjukan dalam aktivitas,
minat dan opininya terhadap lingkungan eksternal. Persepsi gaya hidup
antara satu individu dengan individu yang lain berbeda dalam membentuk
image di lingkungan sekitarnya. Untuk merefleksikan image ini diperlukan
simbol – simbol status tertentu yang berperan untuk merefleksikan image
seseorang. Simbol - simbol status gaya hidup bisa dicerminkan dari
pakaian, alat elektronik, dan salah satunya adalah kendaraan. Perusahaan
otomotif merancang produk mereka mengikuti selera konsumen, dengan
memberikan produk yg lebih inovatif, konsumen ingin suatu produk yg
memiliki diffrensiasi dan keunggulan dari produk sejenisnya, karena
konsumen sekarang menuntut suatu yang lebih personal.
Honda Vario Techno adalah kendaraan skutik roda dua, menurut
Brand Manager Main Dealer Honda Bekasi, Robin Edward, Honda Vario
Techno 125 PGM – FI disegmentasikan kepada anak muda yang memiliki
gaya hidup mencintai aktivitas menantang dan yang menginginkan produk
yg inovatif (sumber : radar bekasi.com). Dengan segmentasi pasar dari
Vario Techno, diharapkan anak muda yang suka tantangan dan
menginginkan produk yg memiliki inovasi akan memiliki minat beli
terhadap Vario Techno.
Minat beli yang timbul pada benak konsumen, bukan hanya di
dasarkan pada pertimbangan gaya hidup dan kualitas dari produk semata,
tetapi ada juga dorongan – dorongan dari faktor – faktor lain yang
menimbulkan keputusan dalam pembelian, seperti : pengalaman, keluarga,
produk juga di dasarkan pada pertimbangan irasional, di mana konsumen
membeli produk agar dapat meningkatkan harga diri, di kagumi, dan di
anggap sebagai kelas tertentu (Susana, 2002).
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis akan melakukan
penelitian dengan judul “PENGARUH GAYA HIDUP DAN
KUALITAS PRODUK TERHADAP MINAT BELI HONDA VARIO TECHNO 125 PGM - FI”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah d uraikan di atas,
maka di tarik suatu rumusan masalah sebagai berikut :
1. “Apakah Gaya Hidup dan Persepsi Pada Kualitas Produk Berpengaruh
Terhadap Minat Beli Honda Vario Techno 125 PGM - FI?”
2. “Apakah Gaya Hidup Berpengaruh Secara Parsial Terhadap Minat
Beli Honda Vario Techno 125 PGM – FI?”
3. “Apakah Kualitas Produk Berpengaruh Terhadap Minat Beli Honda
Vario Techno 125 PGM – FI?”
C. Batasan Masalah
Dalam penilitian ini, penulis mempersempit batasan masalah yang
menjadi bahan dalam penilitian. Adapun batasan masalah secara rinci
1. Gaya hidup adalah aktivitas, minat, opini individu sebagai cara untuk
mengekspresikan dirinya dalam lingkungan sosial, meliputi harga
diri saat menggunakan produk, cerminan status sosial (tingkat
kekayaan individu), aktualisasi diri, tingkat kepercayaan saat
menggunakan produk,
2. Kualitas produk adalah baik atau buruknya produk memuaskan
keinginan konsumen, dalam hal ini kualitas produk meliputi : desain
kendaraan, pilihan warna, kemampuan motor (tingkat konsumsi
bahan bakar,dll), fitur kendaraan, dan kegunaan motor sebagai
pembantu kegiatan mobilisasi,
3. Minat beli adalah tingkatan dimana konsumen ingin membeli
kendaraan bermotor, dalam hal ini minat beli meliputi : mencari
informasi produk, mencoba mengendarai, mempertimbangkan beli,
minat beli mengenai produk , dan ingin memiliki produk tersebut.
D. Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan oleh penulis untuk mengetahui beberapa
tujuan yang ingin dicapai adalah,
1. Untuk mengetahui apakah gaya hidup dan persepsi pada kualitas
produk secara bersamaan atau simultan berpengaruh terhadap minat
beli Honda Vario Techno 125 PGM - FI.
2. Untuk mengetahui apakah gaya hidup berpengaruh terhadap minat
3. Untuk mengetahui apakah kualitas produk berpengaruh terhadap
minat beli Honda Vario Techno 125 PGM – FI.
E. Manfaat Penelitian
1. Bagi perusahaan.
Hasil penilitian ini menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi
perusahan dalam hal ini Honda, khususnya dalam hal gaya hidup dan
kualitas produk memberikan pengaruh terhadap minat beli produk
Honda Vario 125 PGM - FI.
2. Bagi Universitas.
Hasil dari penilitian ini dapat digunakan sebagai bahan tambahan
atau refrensi untuk penilitian lebih lanjut dan sumbangan kepada
kepustakaan Universitas Sanata Dharma.
3. Bagi Penulis.
Penelitian diharpakan dapat menambah pengalaman dan
pengetahuan serta menerapkan ilmu pengetahuan yang telah
diperoleh selama masa perkuliahan dalam dunia nyata di lingkup
pemasaran sehubungan dengan pengaruh gaya hidup dan kualitas
F. Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi mengenai latar belakang, rumusan permasalahan,
batasan masalah, tujuan penelitian, mamfaat penelitian dan
sistematika penulisan.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Bab ini berisi mengenai landasan teori, hasil penelitian
sebelumnya, kerangka konseptual penelitian dan hipotesis.
BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini berisi mengenai jenis penelitian, subjek dan objek,
waktu dan lokasi, variabel, definisi operasional, populasi dan
sampel, teknik pengumpulan data, teknik pengujian instrument,
teknik analisis data.
BAB IV GAMBARAN UMUM SUBJEK PENELITIAN
Bab ini menjelaskan mengenai subjek penelitian yaitu sejarah
perusahaan, bidang usaha, struktur organisasi, dan profil
perusahaan.
BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi dua hal pokok, pertama paparan atau deskripsi
mengenai temuan yang diperoleh dan analisisnya, baik secara
kualitatif (data dalam table atau grafik) maupun secara kualitatif.
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan dan saran terhadap masalah yang
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Landasan Teori 1. Manajemen
a. Pengertian Manajemen
Menurut James A.F Stoner dan Charles Wankel,
manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian
kepimimpinan, dan pengendalian upaya organisasi dan
penggunaan seluruh sumber daya organisasi lainnya demi
tercapai tujuan organisasinya (Pengantar Manajemen, 2005
: 2). Masih menurut Stoner dan Wankel, mengatakan bahwa
proses adalah cara sistematis untuk menjalankan suatu
pekerjaan meliputi :
1) Perencanaan, yaitu menetapkan tujuan dan tindakan
yang akan dilakukan,
2) Pengorganisasian, yaitu mengkoordinasi sumber
daya manusia serta sumber daya lainnya yang
dibutuhkan,
3) Kepimpinan, yaitu memastikan agar bawahan
bekerja sebaik mungkin,
4) Pengendalian, yaitu memastikan apakah tujuan
tercapai atau tidak dan jika tidak tercapai dilakukan
tindakan perbaikan.
Menurut Paul Harsey dan Kenneth H. Blanchard,
manajemen diberi suatu batasan sebagai usaha yang
dilakukan dan bersama individu atau kelompok untuk
mencapai tujuan organisasi.Dalam pengertian Paul Harsey
dan Kenneth H. Blanchard lebih menekankan bahwa
definisi tersebut tidaklah dimaksudkan hanya untuk satu
jenis organisasi saja, tetapi diterapkan pada berbagai jenis
organisasi tempat individu dan kelompok tersebut
menggabungkan diri untuk mewujudkan tujuan
bersama.Adapun elemen dasar dalam manajemen sebagai
berikut :
Tabel II. 1
Elemen Dasar Manajemen
No. Elemen Dasar Deskripsi Spesifik
1 Elemen sifat a. Manajemen sebagai suatu
seni
b. Manajemen sebagai suatu
ilmu
2 Elemen fungsi a. Perencanaan
c. Pengarahan
d. Pemotivasian
e. Pengendalian
3 Elemen sasaran / objek a. Orang / manusia
b. Mekanisme kerja
4 Elemen tujuan a. Sasaran
b. Maksud
c. Misi
d. Batasan waktu
e. Standar
f. Target
g. Jatah
Dalam perkembangan manajemen selanjutnya, terdapat
suatu teori organisasi klasik sebagai dampak dari adanya
organisasi yang kompleks. Henry Fayol adalah pengembang
teori organisasi klasik. Fayol membagi perusahaan menjadi
enam aktivitas yang saling bergantung. Enam aktivitas yang
dimaksud antara lain :
1) Fungsi teknis (technical), memproduksi produk,
2) Fungsi komersial (commercial), membeli bahan
baku dan menjual produk,
3) Fungsi financial (financial), memperoleh dan
4) Fungsi keamanan (security), melindungi bawahan
dan aktiva perusahaan,
5) Fungsi akuntansi (accounting), mengecek biaya,
keuntungan, membuat atau menyiapkan neraca,
6) Fungsi manajerial (managerial) yang terbagi dalam
lima, yaitu:
a) Perencanaan (planning), menentukan cara
bertindak yang memungkinkan organiasi dapat
mencapai tujuannya,
b) Pengorganisasian (organizing), memobilisasi
sumber daya manusia dan sumber daya alam
dari organisasi untuk mewujudkan rencana
menjadi berhasil,
c) Pengomadoan (commanding), memberikan
pengarahan kepada para bawahan dan
mengusahakan mereka mengerjakan
pekerjaannya,
d) Pengoordinasian (coordinating), berarti
memastikan bahwa sumber daya dan aktivitas
organisasi bekerja secara harmonis,
e) Pengendalian (controlling), pemantuan
rencana untuk menjamin agar dikemudikan
Dari definisi tokoh manajemen diatas, maka dapat
disimpulkan pengertian manajamen adalah seni untuk
merencanakan, mengomandoi, mengorganisasikan,
mengendalian seluruh elemen dalam perusahaan baik
sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya sebagai
sebuah kesatuan dalam sistem untuk mencapai tujuan
perusahaan.
2. Pemasaran
a. Pengertian Pemasaran
Pemasaran merupakan kegiatan yang di lakukan oleh
organisasi dalam mencapai tujuannya mempertahankan
kelangsungan hidup produk, mengembangkan usaha,
memperoleh laba dan mempertahankan kesetiaan
konsumen terhadap produk yang di tawarkan perusahaan
bersangkutan. Kegiatan pemasaran sangatlah penting dalam
kesuksesan finansial perusahaan. Kemampuan operasi,
akuntansi, dan fungsi bisnis lainnya tidak akan berarti jika
tidak ada cukup permintaan produk oleh konsumen. Dalam
lingkup luas kegiatan pemasaran tidak hanya membahas
masalah pada dunia bisnis, namun juga membahas berbagai
faktor antara lain faktor internal dan eksterenal.
Menurut Kotler pemasaran adalah proses sosial dan
memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan
melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai (Kotler
:1988 : 4). Menurut American Marketing Association
(AMA) pemasaran, adalah suatu fungsi organisasi dan
serangkaian proses untuk menciptakan mengkomunisasikan
dan memberikan nilai kepada pelanggan dan untuk
mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang
menguntungkan organisasi dan pemangku kepentingan
(Philip Kotler ; 2008). Sedangkan menurut pandangan
Swastha dan Handoko, pemasaran adalah suatu sistem
keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk
merencanakan, menentukan, mempromosikan dan
mendistribusikan barang dan jasa agar memuaskan
konsumen.
Melalui penjelasan tadi, diketahui bahwa dalam proses
pemasaran di mulai dari sebelum barang di produksi dan
tidak hanya terfokus pada penjualan saja, tetapi kegiatan
pemasaran harus dapat mengkomunikasikan dan
memberikan kepuasan terhadap konsumen. Konsep inti
pemasaran meliputi :
1) menangkap apa yang diinginkan dan di butuhkan
2) Merencanakan strategi pemasaran dan
mengembangkan produk yang dapat memenuhi
keinginan dan kebutuhan konsumen,
3) Pengorganisasian dan pelaksanaan pemasaran,
4) Pengendalian usaha pemasaran.
Dari definisi diatas diambil sebuah kesimpulan tentang
definisi manajemen pemasaran adalah, kegiatan yang
dilakukan organisasi bisnis tidak hanya menjual produk
semata namun juga mengelola hubungan,
mengkomunikasikan dan memberikan nilai kepada
pelanggan yang terpilih agar kelangsungan hidup
perusahaan tetap terjaga.
b. Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran menurut Kotler (2000:19) :
“The marketing concepts hold that key to archiveiving its
organizational goals consist of the company being more
effective than competitors in creating, delivering, and
communicating customer value to its chosen targets
markets.”
Jadi konsep pemasaran adalah cara untuk mencapai tujuan
organisasional, terdiri dari penentuan kebutuhan dan
keinginan pasar sasaran (target market) dan pemberian
kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan effisien
Menurut Kotler dan Amstrong (2003 : 14) ada empat
konsep pemasaran, yaitu :
1) Konsep Produksi
Konsep produksi menyatakan bahwa pelanggan
menyukai produk yang tersedia dengan harga yang
terjangkau, sehingga manajemen harus berusaha
keras memperbaiki produksi dan effisiensi distribusi,
2) Konsep Penjualan
Konsep ini menyatakan bahwa konsumen tidak akan
membeli produk suatu organisasi dalam jumlah
cukup kecuali jika organisasi tersebut melakukan
penjualan dan promosi dalam skala besar,
3) Konsep Produk
Konsep ini menyatakan bahwa konsumen akan
menyukai produk yang terbaik, kinerja terbaik, dan
sifat paling inovatif sehingga organisasi harus
mencurahkan energi untuk terus – menerus
melakukan perbaikan produk,
4) Konsep Pemasaran
Konsep ini menyatakan bahwa pencapaian sasaran
organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan
yang di dambakan itu secara efektif dan efisien di
bandingkan kompetitor.
3. Perilaku Konsumen
a. Pengertian Perilaku Konsumen.
Dhamenesta dan Handoko (2000:10) menyebutkan bahwa
perilaku konsumen (consumer behavior) adalah kegiatan –
kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam
mendapatkan dan mempergunakan barang – barang dan jasa
– jasa tersebut didalamnya proses pengambilan keputusan
pada persiapan dan penentuan kegiatan – kegiatan tersebut.
Hubungan dengan keputusan pembelian suatu produk atau
jasa, meliputi pertanyaan seperti apa (what), yang di beli, di
mana membelinya (where), bagaimana kebiasaannya (how
often) membeli dan dalam keadaan apa (under what
condition). Keberhasilan perusahaan perlu didukung oleh
pemahaman dari perilaku konsumen, karena mengetahui pola
perilaku konsumen akan mendapatkan atau merancang
produk yang diinginkan oleh konsumen.
b. Model Perilaku Konsumen
Kotler dan Armstrong (1997 :10) menerangkan bahwa model
perilaku konsumen (consumer behavior) dipengaruhi
karateristik konsumen, dan juga dipengaruhi oleh rangsangan
Variabel – variabel ini saling berdesakan mempengaruhi
proses keputusan pembelian.
Gambar II. 1
Model Perilaku Konsumen, Kotler dan Armstrong
c. Faktor –Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
Kotler (1997 ; 153 – 161) menguraikan empat faktor yang
mempengaruhi perilaku seorang konsumen dalam membeli
1) Faktor – Faktor Kebudayaan
a) Budaya
Budaya adalah salah satu faktor penentu
keinginan dan perilaku manusia yang paling
mendasar dalam pemilihan suatu produk,
perilaku manusia sebagian besar adalah hasil
dari hal yang dipelajari sebelumnya atau
pengalaman,
b) Sub Budaya
Budaya mempunyai kelompok kelompok yang
lebih kecil disebut sub budaya, merupakan
identifikasi dan sosialisasi yang khas untuk
perilaku anggotanya, sub budaya di bagi empat
macam, yaitu : kelompok kebangsaan,
kelompok keagamaan, kelompok ras dan
wilayah geografis,
c) Kelas Sosial
Kelas sosial adalah kelompok dalam masyarakat
yang memilik kecendrungan nilai, minat, dan
2) Faktor – Faktor Sosial
a) Kelompok Refrensi
Kelompok Refrensi adalah kelompok –
kelompok yang memberikan pengaruh secara
langsung atau tak langsung terhadap perilaku
seseorang,
b) Keluarga
Anggota keluarga berada dalam lingkup lebih
dalam dari individu sehingga memberikan
pengaruh yang kuat terhadap perilaku pembeli,
c) Peranan dan Status
Kedudukan seseorang dalam kelompok di
jelaskan dalam pengertian peranan dan status,
peranana ini membawa satu status yang bisa
untuk mencerminkan penghargaan umum oleh
masyrakatnya.
3) Faktor- Faktor Pribadi
a) Usia
Pembelian terhadap produk akan berubah
selama hidup individu, maka perubahan ini erat
b) Pekerjaan
Kelompok – kelompok pekerjaan memberikan
perusahaan untuk memproduksi produk dengan
kebutuhan kelompok pekerjaan tertentu,
c) Keadaan ekonomi
Keadaan ekonomi dapat dilihat dari tingkat
pendapatan individu dan berpengaruh terhadap
pilihan produk,
d) Gaya Hidup
Gaya hidup adalah pola hidup seseorang yang
menentukan perilaku pembeli,
e) Kepribadian dan Konsep Diri
Kepribadian adalah ciri psikologis yang
membedakan setiap individu dengan individu
lainnya, sedangkan konsep diri lebih menjurus
pada citra diri.
4) Faktor – Faktor Psikologis
a) Motivasi
Motivasi adalah suatu kebutuhan yang punya
pengaruh cukup kuat mendesak untuk
mengarahkan seseorang agar dapat mencari
b) Persepsi
Seseorang yang termotivasi siap melakukan
pembuatan di pengaruh oleh persepsinya
terhadap situasi yang di hadapi seseorang
tersebut,
c)Belajar
Belajar menjelaskan perubahaan perilaku
seseorang yang bersumber dari pengalaman
sebelumnya,
d)Kepercayaan dan Sikap
Dari belajar dan perbuatan, seseorang akan
memperoleh kepercayaan dan sikap dan
selanjutnya mempengaruhi tingkah laku
pembelian.
4. Gaya Hidup a. Pengertian Gaya Hidup (Lifestyle)
Gaya hidup adalah pola kehidupan seseorang di
dunia yang diekpresikan dalam kegiatan, minat,dan
opininya. Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri
seseorang yang berinteraksi dengan lingkungannya (Kotler
2004 : 192), menurut Mowen, gaya hidup adalah pola hidup
seseorang dalam berbelanja dan mengalokasikan waktu.
This is the manner in which the individual copes
and deals with his/her psychological and physical
environment on a day to day basis, more specifically, it
is used by some theorist as a phrase describing the
values, attitudes, opinions and behavior patterns of the
consumers.
Sedangkan menurut Bernard T Wijaya (Lifestyle
Marketing ; 2008) gaya hidup merupakan perilaku individu
yang diwujudkan dalam bentuk aktivitas, minat, dan
pandangan individu untuk mengaktualisasikan
kepribadiannya karena pengaruh interaksi dengan
lingkungannya.
Menurut Setiadi (2003 : 148) gaya hidup adalah
sebagai cara mengidentifikasi bagaimana orang
menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka
anggap penting dalam lingkungan (ketertarikan) dan apa
yang mereka pikirkan tentang diri merek sendiri dan juga
sekitarnya (pendapat). Untuk memahami hal ini maka dapat
di ukur melalui dimensi AIO (Activities, Interest, Opinion).
Dimensi pertama adalah aktivitas (Activities) yang meliputi
pekerjaan, hobi, belanja, kegiatan sosial, dan olah raga.
Dimensi berikutnya adalah ketertarikan (Interest), meliputi
ketiga adalah opini (opinions) tentang diri mereka sendiri,
masalah sosial, dan bisnis serta produk.
Dari definisi diatas bisa diambil kesimpulan tentang
pengertian gaya hidup atau lifestyle yaitu: pola hidup
individu dalam mengekspresikan minat, opini, kegiatan,
tingkat individu dalam mengkonsumsi produk, dan dalam
segi alokasi waktu, yang dipengaruhi berbagai faktor.
Faktor yang dimaksud disini adalah faktor seperti jenis
pekerjaan, usia, kelas sosial dan lain sebagainya.
b. Identifikasi Gaya Hidup
Klasifikasi gaya hidup tidak dapat berlaku secara
universal antar satu negara dengan negara lainnya, karena
perbedaan wilayah, pola budaya, dan lain semacamnya.
Pada buku Lifestyle Marketing (Widjaya 2009 :43) ,
terdapat empat katagori faktor – faktor yang menjadi motif
konsumen untuk melakukan proses pembelian konsumen
karena life style.
1) Ultirian Purchase (Pembelian Produk Bermanfaat)
Konsumen membelajakan produk ini dalam kondisi
tidak sangat mendesak membutuhkan, tetapi
memberi keyakinan bahwa produk atau jasa yang di
belinya akan meningkatkan kehidupan yang lebih
2) Indulgences (Kesukaan memanjakan diri)
Individu mencoba untuk hidup menikmati sedikit
kemewahan tanpa banyak menambah pengorbanan
dari pengeluarannya. Gratifikasi dari produk atau
jasa ini terletak pada faktor emosional. Contoh
adalah kosmetik, perhiasaan, parfum, hobbies,
berlibur ke salon atau sebagainya dan lain
semacamnya,
3) Lifesyle Luxuries (Gaya hidup mewah)
Lifestyle Luxuries menawarkan manfaat dan
kegunaan bagi konsumen berupa peningkatan
presitige, images, dan superior quality dari sebuah
merek,
4) Aspirational Luxuries (Hasrat kemewahan)
Seiring dengan indulgences, Aspirational
Luxurieskan memuaskan konsumen dalam aspek
kebutuhan emosionalnya, melalui pembelian,
konsumen dapat mengekspresikan dirinya, sistem
nilai, minat dan hasratnya, dalam penelitian ini gaya
khususnya Yogyakarta. Karena setiap kota memiliki
perbedaan gaya hidup.
Gaya hidup akan berkembang pada masing-masing
dimensi Activity, Interest, Opinion atau AIO
(aktivitas, minat, dan opini). Pada buku di tulis oleh
James F. Engel, yang didefiniskan oleh Reynold dan
Darden (1994 : 385) AIO didefinisikan sebagai
berikut :
a) Activities (kegiatan) adalah tindakan nyata,
b) Interest (minat) adalah tindakan kegairah
yang menyertai perhatian khusus maupun
terus menerus kepadanya,
c) Opinions (opini) adalah jawaban lisan atau
tertulis yang orang berikan sebagai respon
terhadap situasi stimulus di mana semacam
pertanyaan di ajukan.
AIO menurut Plummer dalam Assael (1992) diurai
sebagai berikut :
Tabel II. 2 Inventaris Gaya Hidup
Aktivitas Minat Opini
Pekerjaan Keluarga Diri Sendiri
Kejadian Sosial Pekerjaan Politik
Liburan Masyarakat Bisnis dan Ekonomi
Hiburan Rekreasi Kebudayaan
Belanja Mode Produk
Gaya hidup setiap kelompok atau individu
mempunyai kekhususan atau ciri – ciri unik. Dengan
demikian gaya hidup akan sangat relevan dengan usaha –
usaha pemasaran untuk menjual produknya.
Dalam buku Lifestyle Marketing di jelaskan bahwa
konsumen yang memiliki gaya hidup menyukai tantangan
dan mencari produk yang berkualitas, inovatif masuk dalam
segmen Snob Segment.
Snob Segment, menurut Andi K Utomo dalam
Sudarmadi (2003 : 3 - 4) ini adalah yang menyukai
tantangan, sangat ekstrover, terbuka, optimis, suka bergaul,
dan banyak membelanjakan uangnya untuk membeli
produk untuk memenuhi keinginandalam unjuk identitias
diri dan aktualisasi diri.
Dalam pengukuran suatu gaya hidup, bisa
menggunakan Plog’s Psychographics. Model Plog dikutip
Park dan Jang dalam jurnal Tourismt Management (2011)
mengatakan ada lima jenis kepribadian psikografis atau
1) Psychocentric, konsumen memilih dengan tujuan
ingin mengulang kepuasan yang telah dia dapatkan
sebelumnya (mencari kepuasan internal),
2) Mendekati psychocentric (near psychocentric),
konsumen terbiasa menggunakan produk yang lama
untuk menapatkan kepuasaan yang sama, namun
ada kecendrungan ingin pula mencari produk yang
menawarkan hal yang baru,
3) Midcentric, konsumen meniru orang lain, mencari
pengalaman baru yang telah didapatkan dari orang
lain, (mencari kepuasan eksternal atau pujian),
4) Mendekati allocentric (near allocentric), konsumen
ingin mencari produk yang menawarkan hal yang
baru, namun ada kecendrungan ingin pula tetap
menggunakan produk yang lama,
5) Dan Allocentric, Konsumen memilih produk dengan
pertimbangan, biasanya mencari produk yang
menawarkan hal yang baru dan unik (mencari
kepuasan internal).
Karateristik Psyochcentric dapat dicirikan sebagai berikut :
1) Kurang menantang dan mengekspolrasi,
2) Hati – hati dan konservatif,
4) Lebih memilih merek terkenal dalam produk
konsumen,
5) Kecendrungan tinggi terhadapt niat kembali setelah
merasa puas.
Karateristik Allocentric dapat dicirikan sebagai berikut :
1) penasaran dan ingin menjelajahi atau mencoba,
2) membuat keputusan dengan mudah,
3) membelanjakan pendapatan dengan mudah,
4) memilih produk baru daripada menggunakan merek
yang popular,
5) mencari tujuan baru secara berkesinambungan.
5. Kualitas Produk
a. Pengertian Kualitas Produk
Nilai utama yang diharapkan konsumen dalam
membeli sebuah produk adalah kualitas produk yang tinggi.
Konsumen tidak lagi ingin menerima atau mentoleransi
produk yang memiliki tingkat kualitas yang biasa – biasa
saja.Perusahaan harus mampu mempunyai produk yang
memiliki kualitas yang tinggi jika ingin bertahan dalam
menghadapi persaingan, dan memperoleh laba.
Menurut John F Welch (Ulrich dan Eppinger, 2001:
105) kualitas merupakan jaminan terbaik bagi kita atas
menghadapi persaingan asing dan satu satunya jalan
menunju pertumbuhan dan pendapatan yang positif.
Menurut American Society for Quality Control
(dalam Ulrich dan Eppinger, 2001 ; 106), kualitas adalah
keselurahan fitur dan sifat produk atau pelayanan yang
berpengaruh pada kemampuannya untuk memuaskan
kebutuhan yang di nyatakan atau tersirat.
Pemasar memainkan peranana pentng dalam
membantu persahaan mereka mendefiniskan dan memberi
barang dan jasa yang berkualitas tinggi kepada pelanggan,
yaitu :
1) Mereka bertanggung jawab unuk secara benar
mengindentifikasi kebutuhan dan tuntunan
pelanggan,
2) Mereka harus mengkomunikasikan harapan
pelanggan secara benar kepada perancang produk,
3) Mereka harus mengumpulkan gagasan pelanggan
guna perbaikan produk dan pelayanan serta
menyampaikan gagasan kepada departemen -
departemen perusahaan dengan tepat,
4) Mereka harus memastikan bahwa pesanan
5) Mereka harus tetap berhubungan dengan pelanggan
setelah penjualan untuk memastikan bahwa
pelanggan tersebut puas bahkan tetap puas,
6) Mereka harus memastikan bahwa pelanggan
menerima instruksi, pelatihan, dan bantuan teknis
yang tepat dalam penggunaan produk.
Adapun 8 dimensi kualitas produk (Manajemen
Kualitas Jasa, Tony Wijaya 2011 : 13), yaitu :
1) Kinerja (performance), Tingkat konsistensi dan
kebaikan fungsi – fungsi produk,
2) Keindahan (esthetics) berhubungan dengan
penampilan wujud produk (misalnya gaya dan
keindahan) serta penampilan fasilitas, peralatan,
personalia, dan materi komunikasi,
3) Kemudahan perawatan dan perbaikan (sercice
abibilty), berkaitan dengan tingkat kemudahan
merawat produk,
4) Keunikan (features), adalah karateristik produk
yang berbeda secara fungsional dari produk produk
sejenis.
5) Realibilitas (realibility), kemungkinan atau
probabilitas produk menjalankan fungsi yang
6) Daya tahan (durability), daya tahan produk atau
umur manfaat produk,
7) Kualitas kesesuaian (quality of comformance)
adalah ukuran mengenai apakah produk atau jasa
telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan,
8) Kegunaan yang sesuai (fitness for use) adalah
kecocokan dari produk menjalankan fungsi – fungsi
sebagaimana diiklankan atau dijanjikan.
Dari pengertian kualitas diatas, maka diambil
kesimpulan mengenai pengertian kualitas. Kualitas adalah
keseluruhan fitur, kemampuan produk, desain produk, daya
tahan produk, dan pelayanan purna jual yang memiliki
pengaruh untuk memuaskan konsumen.
6. Minat Beli
a. Pengertian Minat Beli
Minat beli merupakan kecendrungan konsumen
untuk membeli suatu merek atau mengambil tindakan yang
berhubungan dengan pembelian diukur dengan tingkat
kemungkinan konsumen melakukan pembelian (Assael :
2001). Menurut Metha mendefinisikan minat beli sebagai
kecendrungan konsumen untuk membeli suatu merek atau
yang dapat diukur dengan tingkat kemungkinan tingkat
konsumen melakukan pembelian Metha (1994 : 66).
Swastha dan Irawan (2001) mengemukakan
faktor-faktor yang mempengaruhi minat beli berhubungan dengan
perasaan dan emosi, bila seseorang merasa senang dan puas
dalam membeli barang atau jasa maka hal itu akan
memperkuat minat membeli, ketidakpuasan biasanya
menghilangkan minat.
Faktor – faktor yang mempengaruhi minat beli
menurut Super dan Crites (Lidyawatie, 1998) :
1) Perbedaan pekerjaan, artinya dengan adanya
perbedaan pekerjaan seseorang dapat diperkirakan
minat terhadap tingkat pekerjaan yang ingin
dicapainya, aktivitas yang dilakukan, penggunaan
waktu senggangnya, dan lain-lain,
2) Perbedaan sosial ekonomi, artinya seseorang yang
mempunyai sosial ekonomi tinggi akan lebih mudah
mencapai apa yang diinginkannya daripada yang
mempunyai sosial ekonomi rendah,
3) Perbedaan hobi atau kegemaran, artinya bagaimana
4) Perbedaan jenis kelamin, artinya minat wanita akan
berbeda dengan minat pria, misalnya dalam pola
belanja,
5) Perbedaan usia, artinya usia anak-anak, remaja,
dewasa dan orangtua akan berbeda minatnya
terhadap suatu barang, aktivitas benda, dan
seseorang,
Salah satu teori yang dapat menghubungkan antara
sikap, minat, dan perilaku adalah teori reasoned action,
yang dikemukan oleh Feisben dan Ajezen (Utami, 2005 ;
34) mengenai model intensi perilaku. Perilaku seseorang
sangat tergantung pada minatnya, sedangkan minat
berperilaku sangat mempengaruhi sikap norma
subyektifnya. Sikap individual tercipta dari kombinasi
antara keyakinan dan evaluasi tentang keyakinan penting
seseorang konsumen. Norma subyektif di tentikan oleh
keyakinan dan motivasi orang lain yang berpendapat
sebaiknya melaksanakan atau tidak berperilaku.
Bisa diambil kesimpulan pengertian minat beli
adalah sikap kecendrungan perilaku konsumen untuk
membeli suatu produk yang dalam proses pembeliannya
dari mencari informasi produk hingga tindakan
faktor, dan bisa diukur tingkat kecendrungan untuk
membeli.
B. Penelitian Sebelumnya
Penelitian sebelumnya di ambil dari skripsi karya Feri Wahyu Adhi
Admojo (042214111) dengan judul skripsi “Pengaruh Keunikan dan
Limited Edition Produk Distro Terhadap Minat Beli Konsumen”.
Dari skripsi tersebut di ambil saran dan kesimpulan yang di jadikan
bahan pembantu bagi peneliti untuk menjelaskan atau mendeskripsikan
hubungan – hubungan antar variabel – variabel yang diteliti. Adapun saran
dan kesimpulan dari penelitian sebelumnya sebagai berikut :
1. Kesimpulan
Berdasarkan analisis dan pembahasan data penelitian tentang
pengaruh variabel bebas untuk keunikan dan limited edition
terhadap variabel terikat yaitu minat beli akan penulis
simpulkan dalam tulisan sederhana sebagia berikut :
a. Variabel X (keunikan dan limited edition)
berdasarkan angka maka didapatkan semua
variabel X berpengaruh positif terhadap minat beli,
b. Analisis regresi berganda memberikan koefisien
determinasi sebesar 0,061 yang berarti bahwa
mampu menjelaskan 6,1% perubahan terhadap
variabel terikat (minat beli),
c. Variabel bebas secara simultan memiliki pengaruh
positif terhadap variabel terikat bersfat signifikan,
dimana ditunjukan nilai p value = 0,046 karena nilai
p value 0,05 maka kedua variabel bebas secara
simultan berpengaruh positif terhadap variabel
terikat.
2. Saran
Berdasarakan kesimpulan – kesimpulan di atas ada beberapa saran
yang dikemukan penulis bagi pihak pemasar atau bagi pihak lain
yang terkait dengan pemasaran produk dan penelitian selanjutnya.
a. untuk variabel keunikan, sebaiknya Mobster Distro
(studi kasus) meningkatkan inovasi lewat desain
gambar dan memadian ide baru serta
menyempurnakan dalam perpaduan warna gambar,
b. untuk variabel limited edition sebaiknya Mobster
Distro mempertahankan kesan eksklusif dan
orisinilitas produk, dalam hal ini pembuatan produk
hanya satu saja,
c. Berdasarkan hasil pengujian signifikan analisis
regresi berganda memberikan koefesisensi
inovasi dalam pembuatan produk yang unik oleh
Mobster Distro terus di asah dan ditingkatkan
kreativitas atau ide – ide baru serta mengikuti trend
kaos masa kini,
d. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kedua variabel
bebas secara simultan membentuk pengaruh positif
terhadap variabel terikat, maka Mobster Distro terus
meningkatkan keunikan dan kesan limited edition
dalam membuat produk distro, serta menambah
promosi dengan mengikuti event pameran distro
seperti KickFest, agar konsumen tetap tertarik dan
menyukai produk Mobster Distro.
C. Kerangka Konseptual Penelitian
Kerangka berpikir adalah merupakan konseptual mengenai
bagaimana satu toeri berhubungan antara berbagai faktor yang telah
diidentifikasikan penting terhadap masalah penelitian.
Berdasarkan latar belakang telah diielaskan, maka kerangka berpikir
Gambar II. 2
- Mencapai Tujuan Secara
Kerangka berpikir menguraikan konsep atau variabel lebih terperinci, dan
tidak hanya menjelaskan namun juga menjelaskan keterkaitan antar
variabel tadi. Dalam hal ini bahwa variabel independen yaitu, gaya hidup
( ) dan persepsi pada kualitas produk ( ) mempunyai pengaruh
setidaknya oleh satu variabel independen terhadap minat beli (Y).
Kerangka berpikir diatas dilandasan pada landasan teori bahwa
dimensi gaya hidup dan kualitas mempunyai hubungan terhadap minat
beli. Dari teori tesebut penulis berasumsi bahwa dimensi gaya hidup ( )
yaitu, rasa penasaran, mudah membuat keputusan, mudah membelanjakan
pendapatan, menggunakan produk yang popular, dan mencapai tujuan
secara berkesinambungan. Sedangkan dimensi kualitas produk, yaitu :
performa, estetika, reabilitas, kualitas kesesuaian, kegunaan sesuai daya
tahan, kemampuan servis, dan fitur.
D. Hipotesis Penelitian
Hipotesis menurut Sekaran (2005) didefinisikan sebagai
hubungan yang diperkirakan secara logis di antara dua atau lebih variabel
yang di ungkap dalam bentuk pernyataan yang dapat di uji.
Penelitian dengan judul “Pengaruh Gaya Hidup dan Kualitas
Produk Terhadap Minat Beli Honda Vario Techno 125 PGM – FI”
mempunyai hipotesis berdasarkan literatur berikut ini :
Suatu produk yang dibuat sesuai dengan 8 dimensi kualitas produk
akanmempengaruhi minat konsumen untuk membeli.Hasil penelitian oleh
Budiyono Bernard NM (2004) menunjukan bahwa kualitas produk
merupakan antecedent yang berpengaruh terhadap minat beli.
Pendapat ini diperkuat oleh Sciffman dan Kanuk (1997)
menyatakan bahwa evaluasi konsumen akan dapat membatu mereka
mempertimbangkan produk mana yang akan mereka beli. Dalam
penelitian yang dilakukan oleh William B. Dodds, Kent B Monroe (1985)
dalam “The Effect of Brand and Price Information in Subjective Product
Evaluations” menyatakan bahwa kualitas produk paling besar
pengaruhnya dalam mempengaruhi minat beli konsumen.
Sedangkan gaya hidup memiliki pengaruh terhadap minat beli bisa
kita ambil dari literature berikut ini. Pada dasarnya dalam kegiatan
pemasaran perlu dilakukan segmentasi pasar, segmentasi pasar dilakukan
agar pemasar lebih fokus pada pasar yang akan dituju. Mowen dan Minor
menyatakan bahwa penting bagi pemasar untuk melakukan segmentasi
pasar dengan mengindentifkasi gaya hidup melalui pola perilaku
pembelian, penggunaan waktu konsumen, dan keterlibatannya dalam
aktivitas. Mowen dan Minor menegaskan bahwa gaya hidup merujuk pada
aktivitas, minat, dan opini individu, dan berhubungan dengan tindakan
nyata dan pembelian yang dilakukan konsumen. Gaya hidup dizaman ini
mempunyai fungsi dan peranan yang besar, terutama dalam positioning
product, mengembangkan produk, penempatan iklan pada media yang
Dari penjelasan diatas maka diambil sebuah Hipotesis yang diuji
kebenarannya dalam penelitian kali ini adalah :
1. “Gaya hidup dan persepsi kualitas produk berpengaruh terhadap minat beli Honda Vario Techno 125 PGM-FI.” 2. “Gaya hidup berpengaruh secara parsial terhadap minat beli
Honda Vario Techno 125 PGM – FI.”
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian akan dilakukan berupa studi kasus dengan menyebarkan
kuesioner kepada mahasiswa Universitas Sanata Dharma, fakultas
ekonomi. Hasil temuan dalam penelitian akan diangkakan dan
disimpulkan berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan dari hasil
kuesioner yang disebarkan.
B. Subjek dan Objek Penelitian
1. Subjek
subjek dalam penelitian ini adalah para responden yang merupakan
mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Fakultas
Ekonomi.
2. Objek
Objek dalam penelitian ini adalah variabel – variabel yang diteliti
oleh penulis. Dalam hal ini yang menjadi objek penelitian adalah
variabel gaya hidup, kualitas produk, dan minat beli terhadap
Honda Vario Techno 125 PGM - FI.
C. Waktu dan Tempat Penelitian
Tempat penelitian dilakukan diwilayah Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta. Waktu Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Mei sampai
Juni tahun 2013.
D. Variabel Penelitian
1. Variabel
Variabel adalah konstrak yang diukur dengan berbagai macam nilai
untuk memberikan gambaran lebih nyata mengenai fenomena –
fenomena. Konstrak adalah abstraksi fenomena kehidupan nyata
yang diamati. Dengan demikian variabel dapat diukur dengan
berbagai macam nilai (Metodologi Penelitian, 2010 : 133).
a. Variabel Dependen (Y)
Variabel Dependen atau terikat merupakan faktor utama
yang ingin dijelaskan atau diprediksi dan di pengaruhi oleh
beberapa faktor lain (Robbins, 2009 : 23)
Dalam penelitian ini variabel dependen atau variabel terikat adalah
minat beli Honda Vario Techno 125 PGM – FI,
b. Variabel Independen (X)
Variabel Indenpenden atau variabel bebas merupakan sebab
yang di perkirakan dari beberapa perubahan dalam variabel
Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen atau
variabel bebas adalah, gaya hidup, dan kualitas produk.
E. Definisi Operasional
Untuk memudahkan dalam pengertian, maka penulis
mendefinisikan istilah – istilah, yaitu :
1. Gaya hidup adalah pola hidup individu dalam
mengekspresikan minat, opini, kegiatan, tingkat individu
dalam mengkonsumsi produk, dan dalam segi alokasi
waktu, yang dipengaruhi berbagai faktor. Faktor yang
dimaksud disini adalah faktor seperti jenis pekerjaan, usia,
kelas sosial dan lain sebagainya, dalam penelitian ini gaya
hidup diukur menggunakan Plog Psycographic.
2. Kualitas produk adalah performa, fitur motor, reabilitas,
estetika, konformasi, durabilitas, dan kemampuan servis
yang dimiliki produk sehingga dapat memberikan pengaruh
untuk memuaskan konsumen,
3. Minat beli adalah sikap kecendrungan perilaku konsumen
dalam hal membeli produk yang memiliki berbagai macam
Tabel III. 1
Tabel Operasional Meliputi Variabel, Dimensi, dan Indikator
Variabel Dimensi Indikator Skala
Gaya hidup
Membeli produk otomotif karenaingin mencoba dan
menjelajahi.
Cepat dan mudah dalam membuat keputusan membeli
produk otomotif yang diminati.
Tidak ragu untuk mengeluarkan uang dalam jumlah
tertentu untuk membeli produk otomotif yang diminati.
Kecendrungan membeli dan menggunakan produk
dengan merek yang popular.
Produk yang dibeli bisa merefleksikan tujuan dari gaya
hidup dalam jangka panjang.
Ordinal
Produk mempunyai perfoma yang tinggi.
Berhubungan dengan penampilan wujud produk
Berkaitan dengan kemudahan merawat produk.
Ordinal
Ordinal
Keunikan.
Reabilitas.
Daya Tahan.
Kualitas Kesesuaian.
Kegunaan yang Sesuai.
Karateristik produk yang berbeda secara fungsional dari
produk sejenis.
Kemungkinan atau probabilitas produk menjalankan
fungsinya yang dimaksud.
Umur manfaat produk
Adalah ukuran mengenai apakah produk atau jasa
memenuhi spesifikasi
Kecocokan produk menjalankan fungsinya
Ordinal
Konsumen membicarakan Honda Vario Techno 125
PGM - FI Kepada individu atau kelompok disekitarnya,
Konsumen mencari informasi mengenai Honda Vario
Techno 125 PGM – FI,
Konsumen memiliki kecendrungan ingin mencoba
Honda Vario Techno 125 PGM-FI,
Konsumen memiliki kecendrungan menginginkan
Honda Vario Techno 125 PGM - FI,
Ordinal
Ordinal
Ordinal
F. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah seluruh elemen atau anggota dari suatu wilayah
yang dijadikan sasaran penelitian atau merupakan keseluruhan
(universum) dari objek penelitian (Metodologi Penelitian 2010 :
147). Populasi di sini adalah seluruh mahasiswa fakultas ekonomi
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, kampus Mrican,
Yogyakarta yang belum memiliki Honda Vario Techno 125 PGM -
FI.
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari elemen yang dimiliki oleh
populasi.Sampel dari penelitian ini adalah sebagian mahasiswa
fakultas ekonomi, Universitas Sanata Dharma yang belum memiliki
Honda Vario Techno 125 PGM - FI. Cara pengambilan sampel di
lakukan dengan membagikan lembar kuesioner kepada responden
tanpa menggunakan undian sebelumnya dimana hanya responden
yang mempunyai motor yang akan di berikan lembar kuesioner.
Dalam penelitian ini penulis mengambil sampel sebanyak 100
responden dengan tingkat kepercayaan 95% dan memiliki standar
kesalahan 5%, adapun rumus yg digunakan dalam menentukan
Keterangan :
n : Jumlah sampel yg digunakan
p : Kemungkinan terbesar sukses
E : Keselaham dapat diterima
Z : Standar error
Untuk lebih jelas dapat diuraikan dengan perhitungan sebagai
berikut, misalkan dengan kemungkinan terbesar 50%, standar
kesalahan 5%, dengan tingkat kepercayaan 95% atau 1,96, maka
dapat diperoleh perhitungan sebagai berikut:
Maka hasil yang didapat setelah melalui perhitungan tersebut
adalah 96,04. Untuk memudahkan penelitian, maka penulis akan
mengenapkan menjadi 100 responden mahasiswa atau mahasiswi
yang tidak menggunakan Honda Vario Techno 125 PGM – FI.
G. Teknik Pengambilan Sampel
Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive
non random Sampling, di mana teknik Purposive non random sampling
adalah teknik pengambilan sampel yang dimana tidak semua elemen atau
dimemiliki kendaraan roda dua sepeda motor yang akan terpilih sebagai
respoden. Pengambilan sampel di lakukan tanpa menggunakan undian.
H. Sumber Data
1. Data primer, yaitu data yang diperoleh melalui hasil kuesioner dari
responden dan diperoleh melalui wawancara dengan pimpinan
organisasi yang akan menjadi tempat penelitian, dokumentasi agar
memperoleh data yang diinginkan penulis.
2. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari keterangan –
keterangan pihak lain, misalnya melalui : dokumen – dokumen,
arsip – arsip, literatur – literatur atau sumber tertulis relevan
lainnya.
I. Teknik Pengumpulan Data
1. Sumber Data
a. Data primer, yaitu data yang diperoleh melalui hasil
kuesioner dari responden,
b. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh melalui
wawancara dengan pimpinan organisasi yang akan menjadi
tempat penelitian, dokumentasi agar memperoleh data yang
diinginkan penulis.
2. Kuesioner
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan