• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I - PERATURAN AKADEMIK (REVISI)2012.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAB I - PERATURAN AKADEMIK (REVISI)2012."

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

LAMPIRAN

SURAT KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS MALAHAYATI

NO : 3350. 10. 401. 0812

TENTANG PERATURAN AKADEMIK UNIVERSITAS MALAHAYATI

PERATURAN AKADEMIK

UNIVERSITAS MALAHAYATI

BAB I KETENTUAN UMUM

Pasal I

Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan :

1) Universitas Malahayati adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan akademik dan profesional dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi.

2) Fakultas adalah pengkoordinasi dan/ atau pelaksana akademik (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) dalam satu atau seperangkat cabang ilmu pengetahuan dan teknologi di Universitas Malahayati.

3) Jurusan adalah unsur pelaksana akademik dalam sebagian atau satu cabang ilmu pengetahuan dan teknologi di Universitas Malahayati.

4) Laboratorium/studio merupakan perangkat penunjang pelaksana akademik dalam sebagian atau satu cabang ilmu pengetahuan dan teknologi di Universitas Malahayati.

5) Program studi adalah kesatuan rencana belajar sebagai pedoman penyelenggara atas dasar kurikulum serta ditunjuk agar mahasiswa dapat menguasai pengetahuan keterampilan, serta sikap yang sesuai dengan sasaran kurikulum di Universitas Malahayati.

6) Pendidikan akademik adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian dan diselenggarakan oleh Universitas.

(2)

7) Pendidikan profesional adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan keahlian tertentu dan diselenggarakan oleh Universitas.

8) Dosen adalah tenaga pendidik pada Universitas Malahayati yang sesuai dengan keahlian khususnya diangkat dengan tugas utama melaksanakan tri dharma perguruan tinggi

9) Mahasiswa Universitas Malahayati adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di Universitas Malahayati.

10) Civitas Akademika Universitas Malahayati terdiri dari Dosen dan Mahasiswa Universitas Malahayati.

11) Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan peraturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi .

12) Kurikulum inti adalah bagian dari kurikulum pendidikan tinggi yang berlaku secara nasional untuk setiap program studi, yang memuat tujuan pendidikan,isi pengetahuan, dan kemampuan minimal yang harus dicapai peserta didik dalam penyelesaian suatu program studi.

13) Kurikulum lokal Universitas Malahayati adalah bagian dari kurikulum Universitas Malahayati yang berkenaan dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas Universitas Malahayati.

14) Mata Kuliah Umum (MKU) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran dalam kurikulum di perguruan tinggi yang menunjang pembentukan kepribadian dan sikap sebagai bekal mahasiswa memasuki kehidupan bermasyarakat.

15) Mata Kuliah Dasar Keterampilan (MKDK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan pembentukan keahlian baik untuk kepentingan profesi maupun untuk pengembangan ilmu dan teknologi.

(3)

17) Penelitian merupakan kegiatan dalam upaya menghasilkan pengetahuan empiris, teori, konsep, metodologi, model , atau informasi baru memperkaya pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian.

18) Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan yang memanfaatkan ilmu pengetahuan , teknologi, dan/atau dalam upaya memberikan sumbangan demi kemajuan masyarakat.

19) Seminar adalah pertemuan ilmiah yang sistematis mempelajari suatu topik khusus di bawah pimpinan seorang ahli dan berwenang dalam bidang tersebut.

20) Penelitian dan pengabdian yang bersifat antar bidang, lintas bidang dan atau multi bidang ilmu adalah kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan bidang-bidang ilmu yang berada pada beberapa fakultas atau yang diakui Universitas Malahayati sebagai fakultas.

21) Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan bidang ilmu yang berada di jurusan (atau yang diakui Universitas Malahayati sebagai jurusan) dan/atau di masing-masing fakultas atau yang diakui Universitas Malahayati.

22) Sistem Kredit Semester (SKS) adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan yang menggunakan satuan kredit semester untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen , dan beban penyelengaraan program lembaga pendidikan dan yang memungkinkan perguruan tinggi untuk melaksanakan penyajian program studi yang beraneka ragam dan luwes serta memberi kesempatan yang lebih luas kepada mahasiswa untuk memilih dan melaksanakan program studi yang sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang dipunyai.

23) Semester adalah satuan waktu terkecil untuk menyatakan lamanya suatu program pendidikan dalam suatu jenjang pendidikan; satu semester terdiri atas 16-19 minggu kerja.

24) Satuan Kredit Semester (SKS) adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan studi mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan kumulatif bagi suatu program tertentu, serta besarnya usaha untuk menyelenggarakan pendidikan bagi perguruan tinggi dan khususnya dosen .

(4)
(5)

BAB II PENDIDIKAN

Pasal 2 Program Pendidikan

1) Universitas Malahayati adalah lembaga pendidikan tinggi yang melaksanakan pendidikan akademik dan pendidikan profesional.

2) Pendidikan akademik berupa program sarjana dan pendidikan profesional berupa program diploma.

3) Penyelenggaraan program sarjana dan diploma dilaksanakan atas dasar kurikulum yang disusun oleh Universitas Malahayati sesuai dengan sasaran program studi.

4) Program studi Universitas Malahayati berada di jurusan yang relevan, antar bagian, atau antar jurusan pada fakultas yang relevan.

5). Program studi yang ditawarkan oleh Universitas Malahayati :

(6)

Pasal 3

Penyelenggaraan Pendidikan

1) Penyelenggaraan pendidikan di Universitas Malahayati diselenggarakan dengan menerapkan sistem kredit semester.

2) Penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui kuliah, praktikum, responsi, latihan, diskusi, seminar, kolokium, kuliah kerja, simulasi, penelitian, dan kegiatan ilmiah lainnya. Semester Ganjil Agustus-Januari dan Semester Genap Februari-Juli.

Pasal 4 Kurikulum

1) Beban studi mahasiswa Universitas Malahayati.

Program

Pendidikan SatuanKredit Semester(SKS) Lama Studi(Tahun)

Sarjana

2) Kurikulum yang menjadi dasar penyelenggaran studi terdiri atas :

(7)

b) Kurikulum lokal yaitu sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan memperhatikan kebutuhan lingkungan serta ciri khas Universitas Malahayati.

3) Kurikulum inti ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional RI.

4) Kurikulum setiap Program Studi ditetapkan oleh Rektor setelah mendapat pertimbangan Senat Universitas Malahayati.

5) Setiap kurikulum dapat ditinjau kembali setelah diberlakukan selama empat tahun.

6) Perubahan yang tidak mendasar, misalnya mata kuliah pilihan baru yang dapat ditawarkan suatu jurusan, dapat dilaksanakan dengan keputusan Dekan setelah mendapat pertimbangan dari Senat Fakultas.

7) Kurikulum program sarjana disusun dengan komposisi (SKS) :

Kelompok

Mata Kuliah KurikulumLengkap KurikulumInti KurikulumLokal a) Mata Kuliah Umum

8) Kurikulum inti berkisar (50-80 %) dari jumlah SKS kurikulum program sarjana.

9) a. Khusus Fakultas Kedokteran untuk mencapai Gelar Dokter Umum, ditambah sebanyak 40 SKS (4 semester) program kepanitraan Klinik I,II,III, dan IV atau praktek dengan bimbingan intensif (coach) di Rumah Sakit yang ditunjuk setelah mahasiswa mencapai gelar sarjana.

b. Pada Program Studi Ilmu Keperawatan, untuk mencapai gelar Ners (Ns), Mahasiswa diwajibkan menjalankan program profesi keperawatan selama 2 semester (25 SKS) di RS, RSJ & di masyarakat/Puskesmas yang ditunjuk. Program ini dilaksanakan setelah mahasiswa menyelesaikan Program Sarjana Keperawatan. 10) Mata kuliah umum wajib untuk setiap program studi adalah pendidikan Pancasila,

(8)

11) Kurikulum lokal program sarjana terdiri atas :

a) Mata Kuliah Umum (MKU) dapat berupa Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, Ilmu Alamiah Dasar.

b) Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK).

c) Mata Kuliah Keahlian (MKK) dapat berupa tugas akhir (skripsi) mata kuliah penunjang, dan mata kuliah lain yang berkaitan dengan program studi.

12) Setiap mata kuliah diberi kode huruf yang berdasarkan bidang ilmu dan nomor yang menyatakan tingkat keilmuan serta nomor mata kuliah pada jurusan yang menawarkan mata kuliah tersebut.

13) Mata kuliah yang mempunyai mata kuliah prasyarat diberi tanda dengan menuliskan kode mata kuliah prasyarat di belakang kode mata kuliah tersebut.

14) Mata kuliah yang bermata kuliah prasyarat :

a) Hanya dapat diambil oleh mahasiswa suatu jurusan jika mata kuliah prasyarat telah diambil dengan huruf mutu sekurang-kurangnya (D).

b) Mata kuliah berprasyarat dapat diambil oleh masing-masing jurusan lain tanpa mengikuti mata kuliah prasyarat asalkan disetujui oleh ketua jurusan yang menawarkan mata kuliah tersebut.

15) Suatu kurikulum terdiri atas mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan.

16) Mata kuliah wajib adalah mata kuliah yang harus diambil mahasiswa dan tidak dapat diganti dengan mata kuliah lain.

17) Mata kuliah pilihan terdiri atas mata kuliah pilihan wajib dan mata kuliah pilihan bebas.

18) Mata kuliah pilihan wajib adalah mata kuliah yang harus dipilih dari sejumlah mata kuliah yang disusun dalam suatu kurikulum untuk memenuhi sasaran/tujuan program studi.

19) Mata kuliah pilihan bebas adalah mata kuliah yang tidak tercantum dalam kurikulum program studi yang bersangkutan tetapi dapat diambil oleh mahasiswa.

20) Mahasiswa dapat mengambil mata kuliah di luar kurikulum program studi (mata kuliah pilihan bebas) dengan ketentuan :

(9)

b) Beban studi seluruhnya tidak melebihi 160 SKS untuk Strata Satu/Diploma IV, dan 120 SKS untuk Diploma III.

21) Mata kuliah yang tidak ditawarkan dalam suatu semester dapat diberikan dalam semester itu asalkan diikuti oleh minimum sepuluh orang mahasiswa.

22) Jika dalam suatu semester, seseorang mahasiswa sudah dapat menempuh ujian skripsi/komprehensif tetapi masih harus mengulangi maksimum dua mata kuliah yang ditawarkan pada semester berikutnya, mahasiswa itu dapat menempuh mata kuliah tersebut dengan melaksanakan kuliah khusus dengan ketentuan :

1. Disetujui Dekan/ Ketua Jurusan/ Bagian.

2. Jumlah jam studi sesuai dengan SKS mata kuliah tersebut. 3. Mata kuliah tersebut didaftarkan ke BAAK.

Pasal 5

Satuan Kredit Semester

1) Pelaksanaan perkuliahan satu SKS terdiri atas tiga kegiatan per minggu selama satu semester (16 kali pertemuan) yang tidak saling terpisah dan tidak saling substitusi dengan rincian sebagai berikut:

I. Bagian mahasiswa :

a) 50 menit acara tatap muka terjadwal dengan dosen (kuliah) ditambah dengan

b) (1-2) jam kegiatan studi terstrukur, tidak terjadwal, tetapi direncanakan oleh dosen dan dinilai misalnya pekerjaan rumah; ditambah dengan c) (1-2) jam kegiatan studi mandiri yaitu kegiatan yang harus dilakukan

mahasiswa secara mandiri untuk mendalami atau mempersiapkan suatu tugas yang berhubungan dengan suatu mata kuliah atau tujuan lain yang tidak dinilai dosen.

II. Bagian Dosen :

a) 50 menit tatap muka terjadwal dengan mahasiswa; ditambah dengan b) (1-2) jam perencanaan dan evaluasi kegiatan studi terstruktur ditambah

dengan

c) (1-2) jam pengembangan materi.

(10)

3) Praktikum di laboratorium satu SKS adalah beban tugas di laboratorium sebanyak 2 jam per minggu selama satu semester (16 kali pertemuan) diikuti dengan (1-2) jam kegiatan terstruktur, dan (1-2) jam kegiatan mandiri.

4) Kerja lapangan/ kuliah kerja satu SKS untuk kerja lapangan /kuliah kerja adalah kerja selama (3-5) jam perminggu selama satu semester (16 kali pertemuan) diiringi dengan (1-2) jam kegiatan terstruktur, dan (1-2) jam kegiatan mandiri.

5) Penelitian dan penyusunan skripsi satu SKS beban tugas penelitian dan penyusunan skripsi setara dengan (3-4) jam per hari selama satu bulan.

6) Kegiatan administrasi satu SKS beban tugas setara dengan 3 jam kerja per hari.

Pasal 6

Dosen Pembimbing Akademik

1) Selama menjalani studi, setiap mahasiswa Universitas Malahayati dibimbing oleh seorang dosen Pembimbing Akademik (PA).

2) Fungsi :

1. Menandatangani dan menyerahkan kartu hasil studi serta memberi pertimbangan tentang mata kuliah (wajib dan pilihan) yang dapat diambil pada semester yang akan berlangsung kepada mahasiswa bimbingannya.

2. Memberi pertimbangan tentang banyaknya kredit yang dapat diambil pada semester yang akan datang berlangsung sesuai dengan keberhasilan studi pada semester sebelumnya dan menyatakan kesetujuannya dengan cara menandatangani kartu rencana studi.

3. Mengikuti, mengamati dan mengarahkan perkembangan studi mahasiswa yang dibimbingnya secara berkala.

4. Mencatat dan mengevaluasi program yang dijalani mahasiswa yang dibimbingnya dalam tata cara yang telah diberlakukan Universitas Malahayati.

3) Wewenang PA :

1. Memberi nasehat kepada mahasiswa yang dibimbingnya.

2. Membantu memecahkan masalah yang menghambat kelancaran studi mahasiswa yang dibimbingnya.

3. Membantu mengatasi kesukaran-kesukaran mahasiswa dalam studi.

(11)

4). Kewajiban PA :

1. Menguasai kurikulum program yang diikuti oleh mahasiswa bimbingannya. 2. Mengetahui berbagai program kemahasiswaan.

3. Menetapkan dan mengumumkan jadwal pembimbingnya dengan sebaik-baiknya.

4. Melayani mahasiswa bimbingannya dengan sebaik-baiknya.

5. Jika akan meninggalkan tugas, PA harus melapor kepada Ketua Jurusan, Wakil Dekan bidang akademik atau Dekan.

5). Jangka waktu bimbingannya

1. Setiap mahasiswa sudah mendapat pembimbing sejak awal menjadi mahasiswa sampai selesai studi.

2. Jika dosen meninggalkan tugas selama 6 bulan, tugasnya sebagai PA diganti dosen lainya dengan surat keputusan Dekan.

3. Jika dosen tidak berada di kampus untuk sementara waktu, sedangkan saat itu dia sangat diperlukan mahasiswa bimbingannya, maka tugasnya sebagai PA digantikan oleh ketua Program Studi/ Ketua Jurusan/ Ketua Bagian/ Wakil Dekan bidang Akademik.

4. Di dalam menangani masalah-masalah yang di luar kemampuan PA atau yang terlalu jauh dari masalah akademik, pelaksana bimbingan diserahkan kepada kelompok penasehat.

Pasal 7

Kelompok Penasehat Mahasiswa

1) Kelompok Penasehat Mahasiswa terdiri atas dosen-dosen yang memenuhi persyaratan berikut :

1. Mempunyai keahlian dalam bimbingan dan konseling. 2. Pernah mengikuti penataran bimbingan konseling.

2) Masalah mahasiswa yang merupakan ruang lingkup penasehat mahasiswa : 1. Masalah Internal.

2. Masalah Eksternal.

Pasal 8

Syarat Mengikuti Perkuliahan

(12)

Membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan mendapatkan pengesahan kartu mahasiswa untuk semester yang bersangkutan.

2) Melaksanakan registrasi akademik :

1. Mengambil Kartu Rencana Studi (KRS) dari dosen PA.

2. Bersama dosen PA menyusun rencana studi dan mengisi KRS.

3. Jika diinginkan perubahan rencana studi, bersama dosen PA mengisi Kartu Perbaikan Rencana Studi (KPRS).

3) Universitas Malahayati menerima mahasiswa asing dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Tamat dan memiliki surat tanda tamat belajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) atau sederajat, Jurusan IPA dan Biologi untuk Fakultas Kedokteran, Jurusan IPA untuk teknik dan eksakta dan semua jurusan untuk bidang studi sosial.

2. Persyaratan umum bagi mahasiswa asing adalah: (a) Daftar riwayat hidup.

(b) Foto kopi/salinan ijazah termasuk transkrip akademik.

(c) Surat keterangan jaminan pembiayaan hidup dan biaya pendidikan.

(d) Surat keterangan sponsor (WNI) sebagai penanggung jawab selama di Indonesia.

(e) Foto kopi paspor yang berlaku minimum satu tahun.

(f) Surat pernyataan tidak akan bekerja selama belajar di Indonesia.

(g) Surat pernyataan bahwa yang bersangkutan akan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

(h) Pas foto terbaru berukuran 4x6=12 lembar. ( I ) Surat keterangan kesehatan.

( j ) Untuk pelatihan, persyaratan ditambah dengan melampirkan rekomendasi dari perguruan tinggi asal.

3. Memperoleh izin belajar dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional RI yang dapat diajukan melalui perwakilan RI bagi yang tinggal di luar Indonesia atau langsung kepada dirjen Dikti RI bagi yang tinggal di Indonesia .

4. Menanggung biaya pendidikan yang besarnya ditentukan dengan keputusan Rektor.

5. Lulus dalam ujian masuk yang diselenggarakan Universitas Malahayati. 6. Tidak ikut campur dalam kegiatan politik di Indonesia.

(13)

Pasal 9 Beban Studi Semester

1) Beban studi pada semester I dan II hanya menyangkut mata kuliah wajib, dengan beban (18-20 SKS) kecuali mereka yang mencapai IP (Indek Prestasi) sama atau di atas 3,00 pada semester II.

2) Beban studi setelah semester II ditentukan oleh keberhasilan studi sebelumnya yang dinyatakan dalam IP.

3) Hubungan antara IP semester yang lalu dan beban studi pada semester berikutnya adalah sebagai berikut :

IP semester yang lalu Kisaran beban studiSemester berikut 3,00 atau lebih

2,50 – 2,99 2,00 – 2, 49 1,50 – 1,99 1,49 atau kurang

21 - 24 18 – 20 15 – 17 12 – 14

12

Pasal 10 Syarat Mengikuti Ujian

1) Mengikuti tatap muka minimal 80 % dengan ketentuan sebagai berikut : Jika terjadi perbaikan rencana studi, perhitungan ini termasuk awal kuliah.

2) Mengikuti kegiatan akademik terstruktur 100 %.

3) Mengikuti praktikum 100 % untuk mata kuliah yang mempunyai kegiatan praktikum. Mahasiswa dapat mengikuti praktikum susulan/pengganti dengan ketentuan :

a). Disetujui ketua jurusan/Ketua Prodi/ Bagian Akademik karena mempunyai alas an yang sah.

(14)

Pasal 11

Penilaian Hasil Belajar Program Sarjana dan Diploma

1) Penilaian dilakukan secara berkala dalam bentuk ujian, tugas, dan pengamatan dosen.

2) Penyelenggaraan penilaian

1. Ujian semester : Ujian kecil (kuis), mid semester, praktikum , dan akhir semester yang dilaksanakan secara tertulis .

2. Ujian skripsi (komprehensif) yang dilaksanakan secara lisan.

3) Berkas ujian dan berbagai tugas tertulis yang mendapat penilaian harus dikembalikan kepada mahasiswa.

4) Penilaian hasil belajar dinyatakan dalam huruf : A, B , C, D, dan E yang masing-masing berangka mutu : 4, 3, 2, 1, 0.

5) Konversi nilai akhir dalam angka ke dalam huruf mutu dan angka mutu adalah sebagai berikut :

1. Berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP)

Nilai Akhir

(0 – 10) Hurup Mutu(HM) Angka Mutu(AM) Status

Lebih dari 7,6

2. Berdasarkan penilaian relatif, penggunaan kurva normal.

6) Pelaksanaan tugas terstruktur yaitu penilaian terhadap berbagai bentuk pekerjaan rumah.

(15)

Pasal 12

Evaluasi Keberhasilan Studi Program Sarjana dan Diploma

1). Evaluasi keberhasilan studi tahunan untuk Program Sarjana dan Diploma IV dilakukan pada setiap akhir semester keempat dan kedelapan.

2). Evaluasi keberhasilan studi tahunan untuk Program Diploma III dilakukan pada setiap akhir semester keempat dan keenam.

3). Setiap mahasiswa Program Sarjana, Program Diploma IV terhitung sejak pertama kali terdaftar sebagai mahasiswa sampai dengan akhir semester tersebut di bawah ini:

a). Pada akhir semester keempat mahasiswa sekurang-kurangnya telah pulkan 36 SKS (tanpa Nilai E) dengan indeks prestasi minimal 2.00.

b). Pada akhir semester kedelapan mahasiswa sekurang-kurangnya telah pulkan 72 SKS (tanpa Nilai E) dengan indeks prestasi minimal 2.00.

4). Setiap mahasiswa Program Diploma III terhitung sejak pertama kali terdaftar sebagai mahasiswa sampai dengan akhir semester tersebut di bawah ini:

a). Pada akhir semester keempat mahasiswa sekurang-kurangnya telah pulkan 36 SKS (tanpa Nilai E) dengan indeks prestasi minimal 2.00.

b). Pada akhir semester keenam mahasiswa sekurang-kurangnya telah pulkan 72 SKS (tanpa Nilai E) dengan indeks prestasi minimal 2.00.

5). Mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan tersebut dalam ayat 3 dan 4 pada Pasal ini mendapat peringatan secara tertulis dari Pimpinan Fakultas, Jurusan atau

Program studi yang bersangkutan dan mahasiswa tersebut diwajibkan untuk memperbaiki matakuliah-matakuliah yang perlu ditingkatkan nilainya.

6). Jika pada semester berikutnya belum dapat memenuhi persyaratan pada point 3 atau 4 di atas akan diberi peringatan kedua dan terakhir dari Pimpinan Fakultas, Jurusan atau Program studi yang bersangkutan disertai dengan pemberitahuan bahwa mahasiswa tersebut akan dikenai sanksi pemutusan hak studi apabila nilai-nilai dan atau IP kumulatif pada semester berikutnya tidak menjadi lebih baik.

(16)

Pasal 13

Ambil Ulang dan Penghapusan Mata Kuliah

1) Mata kuliah yang berhuruf mutu E harus diambil ulang.

2) Mata kuliah yang dapat diambil ulang hanya yang berhuruf mutu D.

3) Pengambilan mata kuliah hanya dapat dilakukan dalam periode studi 14 semester.

4) Nilai yang akan direkam adalah nilai tertinggi.

5). Mata Kuliah pilihan dapat dihapus dari transkrip akademik dengan ketentuan bahwa jumlah SKS setelah penghapusan mata kuliah tersebut memenuhi persyaratan minimum kurikulum program studi yang ditempuh.

Pasal 14 Pembetulan Nilai

1) Nilai dalam KHS yang salah hitung atau salah rekam dapat dibetulkan.

2) Pembetulan nilai diusulkan selambat-lambatnya satu bulan setelah diterbitkannya KHS yang salah hitung atau salah rekam.

3) Mahasiswa yang berkepentingan mengajukan permohonan kepada Dekan.

4) Dekan memerintahkan ketua jurusan yang menawarkan mata kuliah tersebut untuk menghubungi dosen PA mahasiswa yang bersangkutan.

5) Dosen PA akan menghubungi dosen mata kuliah dengan membawa bukti-bukti (berkas-berkas ujian) dari mahasiswa yang menunjukkan kesalahan rekam nilai.

6) Jika benar terjadi kesalahan rekaman, dosen PA melapor kepada Ketua Jurusan.

7) Ketua Jurusan melaporkan kepada Dekan.

8) Dekan memohon kepada Rektor supaya KHS mahasiswa yang bersangkutan diperbaiki.

(17)

10) Biro BAAK menerbitkan KHS yang baru bagi mahasiswa tersebut dan mengirimkannya kepada Dekan.

11) Dekan menyampaikan KHS baru kepada Dosen PA melalui Ketua Jurusan.

12) Mahasiswa menerima KHS baru dari dosen PA.

Pasal 15

Perhitungan Indeks Prestasi

1) Hasil belajar per semester dinyatakan dalam indeks prestasi (IP).

2) Perhitungan IP per semester adalah sebagai berikut : 1. Bobot (SKS) per mata kuliah dikalikan dengan angka mutu. 2. Semua hasil perkalian tersebut dijumlahkan.

3. Indeks prestasi adalah jumlah hasil perkalian antara SKS per mata kuliah dan angka mutu dibagi dengan jumlah SKS yang diambil.

Pasal 16

Penyusunan dan Ujian Skripsi

1) Ketentuan Umum.

1. Pada akhir pendidikan program sarjana, setiap mahasiswa diwajibkan menyusun dan menempuh ujian skripsi kecuali bagi program studi yang tidak mensyaratkan penulisan skripsi.

2. Skripsi disusun secara ilmiah.

3. Mahasiswa harus mampu mempertanggungjawabkan isi Skripsi/Thesis dihadapan tim penguji.

4. Ujian skripsi dilaksanakan secara komprehensif oleh Tim Penguji.

5. Kelulusan dalam ujian skripsi ditentukan oleh keputusan tim penguji dalam penilaian terhadap prestasi yang dicapai mahasiswa.

6. Format skripsi mengikuti ketentuan yang telah berlaku di Universitas Malahayati Bandar Lampung.

7. Tim penguji terdiri atas seorang dosen pembimbing utama, seorang dosen pembimbing kedua, dan seorang dosen bukan pembimbing.

(18)

2) Syarat bagi mahasiswa untuk mengajukan usul penelitian. 1. Telah menyelesaikan minimum 110 SKS.

2. Telah lulus mata kuliah wajib topik penelitian. 3. Mencapai IPK minimum 2,00.

4. Terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Malahayati

5. Mengajukan permohonan kepada Ketua Jurusan/Bagian/ Program Studi dengan mengisi daftar isian yang disediakan.

3) Syarat untuk menjadi dosen pembimbing

1. Ketua dosen pembimbing mempuyai bidang ilmu yang sesuai dengan bidang kajian skripsi mahasiswa.

2. Pembimbing utama :

a) Serendah-rendahnya lektor kepala bagi pemegang gelar sarjana b) Serendah-rendahnya lektor bagi pemegang gelar magister. c) Serendah-rendahnya asisten ahli bagi pemegang gelar Doktor. 3. Pembimbing wakil

a) Serendah-rendahnya asisten ahli bagi pemegang sarjana.

b) Serendah-rendahnya asisten ahli madya bagi pemegang gelar magister. 4. Syarat untuk menjadi penguji bukan pembimbing

a) Serendah-rendahnya lektor kepala bagi pemegang gelar sarjana. b) Serendah-rendahnya lektor bagi pemegang gelar magister. c) Serendah-rendahnya asisten ahli bagi pemegang gelar Doktor.

d) Mempunyai bidang ilmu yang relevan dengan bidang kajian skripsi mahasiswa.

4) Syarat untuk menempuh ujian skripsi

1. Skripsi telah dinyatakan layak ujian oleh Dekan.

2. Semua mata kuliah telah lulus dan jumlah SKS wajib dalam program studi telah dipenuhi.

3. Indeks Prestasi kumulatif mencapai serendah-rendahnya 2,00.

5) Tata alir penyusunan skripsi

1. Mahasiswa mengisi formulir permohonan pengajuan topik skripsi yang tersedia di jurusan/bagian.

2. Formulir yang sudah diisi dikembalikan ke jurusan selambat-lambatnya satu minggu setelah menerima formulir isian dengan dilampirkan transkrip akadenik yang telah disahkan WD I.

(19)

4. Setelah permohonan dikabulkan, mahasiswa diwajibkan menyusun usul skripsi di bawah bimbingan dosen pembimbing.

5. Usul skripsi yang telah disetujui dosen pembimbing diseminarkan di jurusan. 6. Seminar proposal sekurang-kurangnya harus dihadiri oleh tiga dosen dan 10

mahasiswa dalam jurusan : setiap mahasiswa wajib menghadiri 10 kali seminar mahasiswa.

7. Mahasiswa dengan usul yang telah diseminarkan dan perbaikannya telah disetujui dosen pembimbing dapat segera melaksanakan penelitian.

8. Hasil penelitian/skripsi diseminarkan di jurusan dan dihadiri sekurang-kurangnya oleh 10 mahasiswa dan 5 dosen di jurusan tersebut : setiap mahasiswa wajib menghadiri 10 kali seminar mahasiswa.

9. Skripsi yang telah disetujui dosen pembimbing diajukan kepada Ketua Jurusan dan Dekan untuk mendapat penilaian.

10. Skripsi yang dinilai layak ujian diperbanyak sebanyak empat buah dan disampaikan kepada jurusan disertai dengan :

a) Transkrip akademik yang telah disahkan WD I.

b) Permohonan untuk ujian dari dosen pembimbing kepada Ketua Jurusan yang ditembuskan kepada Dekan.

c) Fotokopi pembayaran SPP yang sah.

6) Waktu penyelesaian skripsi

1. Skripsi harus sudah selesai dalam waktu selambat-lambatnya delapan bulan setelah topik disetujui ketua jurusan.

2. Bila dalam waktu lima bulan penyelesaian skripsi belum mencapai 50 % pembimbing wajib memberi peringatan kepada mahasiswa penyusun skripsi. 3. Bila dalam waktu delapan bulan penyelesaian skripsi belum mencapai 100 %

mahasiswa diberi kesempatan untuk penyelesaian selama dua bulan.

4. Bila dalam waktu perpanjangan dua bulan penyelesaian skripsi tidak dapat dilaksanakan, mahasiswa diharuskan untuk mengubah skripsi dan mengulang prosedur dari awal.

5. Bila keterlambatan penyelesaian skripsi disebabkan oleh kelalaian dosen pembimbing, sehingga dalam waktu lima bulan penyelesaian skripsi belum mencapai 50%, dosen PA wajib :

a) Melapor kepada Ketua Jurusan untuk memperingatkan dosen pembimbing. b) Melapor kepada Dekan jika dosen pembimbing adalah Ketua Jurusan dan

Dekan memperingatkan dosen pembimbing.

(20)

7) Tugas dan wewenang Dekan dalam proses pembimbing skripsi

1. Menegur Ketua Jurusan yang tidak memenuhi tugas dan wewenang sebagaimana yang tercantum pada ayat (8) pasal (15).

2. Memeriksa kelayakan pembimbingan yang diajukan dari segi relevansi materi dengan bidang ilmu jurusan dari segi administrasi.

3. Menolak rencana pembimbingan yang tidak layak. 4. Membuat surat keputusan pembimbingan skripsi.

5. Menilai skripsi untuk kelayakan ujian dengan ketentuan sebagai berikut : a) Penilaian meliputi ilmu (materi), format dan kebahasaan.

b) Jika Dekan berhalangan penilaian ditugaskan kepada WD I.

c) Jika WD I berhalangan, penilaian Ketua Jurusan dianggap memenuhi persyaratan.

d) Dekan/WD I tidak dapat menahan suatu skripsi lebih dari enam hari.

8) Tugas dan wewenang Ketua Jurusan dalam proses penyusunan skripsi 1. Memeriksa permohonan persetujuan judul skripsi yang meliputi :

a) Pemenuhan syarat akademik dan administrasi.

b) Duplikasi dan relevansi judul dengan ilmu yang diasuh jurusan. 2. Menunjuk pembimbing skripsi dan penguji bukan pembimbing.

3. Menolak judul yang merupakan duplikasi dan tidak relevan dengan bidang ilmu yang diasuh jurusan.

4. Menilai skripsi untuk kelayakan ujian yang dengan ketentuan sebagai berikut : a) Penilaian meliputi, format dan kebahasaan.

b) Setiap skripsi sudah harus dinilai dalam waktu enam hari.

6. Jika Ketua Jurusan berhalangan, pemeriksa segera ditugaskan kepada sekretaris jurusan.

7. Menugaskan dosen dan mahasiswa untuk menghadiri seminar usul dan hasil penelitian.

8. Memeriksa dan mencegah duplikasi skripsi mahasiswa dengan laporan penelitian dosen atau mahasiswa lain.

9. Melayani pengaduan dosen PA terhadap ketidakdisiplinan dosen pembimbing skripsi.

10. Menegur dan menindak dosen yang menyalahi tata tertib pembimbingan.

9) Tugas dan wewenang Dosen Pembimbing

1. Menyusun dan mengumumkan jadwal pembimbing. 2. Memberi bimbingan tentang:

a) Teknik penulisan termasuk format Universitas Malahayati.

(21)

c) Penyusunan bahan seminar usul dan hasil penelitian. d) Penggunaan bahasa Indonesia yang baik.

3. Ayat (9) nomor 2 pasal ini dilaksanakan dalam waktu maksimum tujuh hari untuk setiap waktu periode pemeriksa suatu skripsi.

4. Memberi informasi literatur yang relevan.

5. Menegur mahasiswa yang melalaikan tugas menyusun skripsi.

6. Mengajukan permohonan ujian bagi mahasiswa yang dibimbingnya jika skripsi telah diaggap layak ujian.

7. Jika terjadi ketidaksepakatan antara pembimbing utama dan wakil, kewenangan untuk mengambil keputusan berada pada pembimbing utama.

8. Jika dosen pembimbing utama mempunyai jabatan akademik dan pengalaman keilmuan yang lebih tinggi dari pada pembimbing wakil, pembimbing utama wajib membimbing pembimbing wakil dalam proses pembimbingan.

9. Menyelesaikan administrasi ujian skripsi.

10). Tugas dan wewenang penguji bukan pembimbing

1. Memberikan saran perbaikan skripsi yang meliputi materi keilmuan, format dan teknik penulisan, serta kebahasan.

2. Menguji dan menilai skripsi.

11). Tugas dan hak mahasiswa

1. Mendapatkan dua dosen pembimbing dan satu penguji bukan pembimbing untuk penyusunan dan ujian skripsi.

2. Menghubungi dosen pembimbing secara teratur sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh dosen pembimbing untuk mendapatkan bimbingan.

3. Mematuhi saran-saran perbaikan dari kedua pembimbing.

4. Mengkomunikasikan secara baik berbagai perubahan dalam skripsi kepada kedua pembimbing.

12). Ujian skripsi

1. Waktu ujian harus ditetapkan dan diketahui oleh mahasiwa yang bersangkutan. 2. Jurusan menyiapkan :

a) Transkrip akademik mahasiswa yang akan diuji yang telah disyahkan WD I. b) Formulir penilaian penguji.

c) Berita acara ujian.

3. Ujian bersifat komprehensif dalam sidang ujian yang dihadidri oleh ketiga anggota tim penguji secara bersama-sama.

4. Sidang ujian terbuka bagi Civitas Akademika. 5. Tim penguji terdiri atas :

(22)

b) Pembimbing wakil sebagai sekretaris merangkap anggota penguji. c) Penguji bukan pembimbing sebagai anggota penguji.

6. Setiap mahasiswa diuji selama 90 – 150 menit . 7. Penilaian dilakukan terhadap :

a) SKRIPSI : originalitas; keterpaduan antara masalah, tujuan, hipotesa, metodologi, bahasan, kesimpulan, dan saran; kegunaan dan kemuktahiran tinjauan pustaka; serta teknik penulisan (format dan kebahasan).

b) UJIAN : teknik penyajian, penguasaan substansi, dan sikap ilmiah. 8. Persentase nilai:

Penguji Persentase

Pembimbing utama Pembimbing wakil

Penguji bukan pembimbing Jumlah

45 % 20 % 35 % 100 %

9. Nilai ditulis pada formulir yang disediakan jurusan dan ditandatangani oleh semua penguji.

10. Setelah ujian selesai, mahasiswa diminta untuk menunggu di luar ruangan dan sekretaris merekapitulasi nilai.

11. Jika nilai memenuhi persyaratan lulus, sekretaris menghitung indeks prestasi kumulatif berdasarkan transkrip akademik yang ada dalam berkas ujian mahasiswa.

13). Jika terjadi ketidaksepakatan antara penguji dalam hasil ujian dan perbaikan skripsi 1. Kewenangan berada pada dosen pembimbing utama untuk memutuskan. 2. Anggota penguji dapat memohon kepada Ketua Jurusan untuk menyelesaikan

masalah yang terjadi terutama jika menyangkut masalah kebenaran ilmiah.

14). Penyerahan skripsi dalam bentuk jadi

1. Setelah lulus ujian skripsi, mahasiswa wajib memperbaiki skripsi sesuai dengan saran-saran yang didapatkan dari para penguji.

2. Jika dalam jangka waktu 60 hari setelah ujian skripsi mahasiswa tidak menyerahkan skripsi yang telah diperbaiki dalam bentuk jadi, maka skripsi dinyatakan kadaluarsa dan skripsi diulang dari awal.

(23)

16). Mahasiswa dapat memegang hak cipta skripsi yang dibuatnya dengan mengajukan permohonan kepada Rektor dan membayar biaya hak cipta sesuai dengan peraturan yang berlaku.

17). Jika skripsi mahasiswa merupakan bagian dari penelitian dosen, hak untuk

menggunakan data yang terkumpul dalam proses penyusunan skripsi dipegang dosen yang mempunyai penelitian tersebut.

18).Pengisian Daftar Angka Kelas (DAK) untuk seminar usul penelitian/skripsi, dan ujian skripsi dikoordinasikan oleh WD I masing-masing fakultas.

Pasal 17 Cuti Akademik

1) Cuti akademik adalah penundaan kegiatan akademik dalam batas waktu tertentu yang dilakukan mahasiswa dengan alasan yang sah.

2) Cuti akademik terdiri atas dua jenis :

1. Cuti akademik tanpa perhitungan masa studi dan tanpa pembayaran SPP. 2. Cuti akademik dengan perhitungan masa studi dan dengan pembayaran SPP.

3) Mahasiswa Universitas Malahayati berhak mengambil cuti akademik.

4) Cuti akademik jenis pertama sebagaimana yang tercantum pada ayat (2) nomor 1 pasal ini dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Paling lama dua semester.

2. Hanya satu kali selama masa studi di Universitas Malahayati.

5) Setelah hak cuti akademik seperti yang tercantum pada ayat ( 4) pasal ini diambil, mahasiswa dapat mengambil cuti akademik jenis kedua sebagai yang tercantum pada ayat (2) nomor (2) pasal ini dengan ketentuan bahwa seluruh masa studi tidak melebihi 14 semester.

6) Tata alir pengambilan cuti akademik :

1. Mahasiswa membayar uang administrasi .

2. Mahasiswa menulis surat permohonan kepada Dekan.

3. Surat permohonan harus disetujui dosen PA, dan Ketua Jurusan.

(24)

permohonan cuti akademik jenis pertama dan fotokopi bukti pembayaran SPP untuk semester yang tidak akan ditempuhnya untuk cuti akademik jenis kedua. 5. Usul permohonan harus sesuai dengan kalender akademik Universitas

Malahayati kecuali untuk sakit, mendapat kecelakaan, atau mendapat tugas dari Universitas yang sah.

6. Dekan meneruskan permohonan mahasiswa berikut lampirannya kepada Rektor. 7. Jika Rektor mengabulkan, BAAK Universitas Malahayati akan menerbitkan surat

izin cuti akademik.

8. Setelah masa cuti akademik berakhir, mahasiswa melakukan registrasi ulang seperti biasa dengan menunjukkan izin cuti akademik kepada petugas pendaftaran.

9. Dasar yang dipakai unutk pengambilan kredit (KRS) adalah KHS yang terakhir sebelum cuti.

7) Mahasiswa yang meninggalkan kegiatan akademik selama satu semester atau lebih tanpa memiliki izin cuti akademik dianggap mengundurkan diri dan diputus studi dengan surat keputusan Rektor atas usulan Dekan kecuali jika dalam dua minggu setelah pemberitahuan mahasiswa melakukan :

1. Permohonan cuti akademik jenis kedua. 2. Registrasi susulan.

3. Permohonan mengundurkan diri.

Pasal 18

Pelanggaran dan Sanksi Akademik

1) Mahasiswa yang melakukan pelanggaran Kode Etik Mahasiswa Universitas Malahayati dan kecurangan akademik dapat diberi salah satu dari sanksi akademik berikut ini :

1. Hukuman bersyarat berupa ancaman hukum putus studi jika mahasiswa yang bersangkutan melakukan (lagi) pelanggaran kode etik atau tata tertib dalam suatu kurun waktu tertentu setelah surat keputusan diterbitkan .

2. Mahasiswa yang berbuat curang mendapat nilai E untuk mata kuliah yang dia curangi.

3. Semua nilai mata kuliah dalam satu semester yang bersangkutan dengan kecurangan berhuruf mutu E.

(25)

5. Mahasiswa pelanggar kode etik dan atau melakukan kecurangan akademik diputus studikan.

6. Kombinasi sanksi 1 dengan 2 – 4.

2) Sanksi akademik bagi mahasiswa yang melakukan tindakan pidana baik di dalam lingkungan universitas maupun di luar lingkungan universitas , setelah dinyatakan vonis oleh Hakim maka mahasiswa tersebut diputus studinya dari Universitas Malahayati.

3) Kecurangan akademik dapat berupa : pemalsuan dokumen akademik, pelanggaran tata tertib ujian (membawa bahan untuk ditiru, meniru berkas ujian mahasiwa lain, bekerja sama dalam pembuatan jawaban ujian), pemalsuan berkas ujian , dan penyerahan tugas-tugas akademik hasil plagiat.

4) Plagiat adalah mengakui karya orang lain sebagai miliknya (bukan merupakan hasil pemikiran, penelitian dan ekspresi diri sendiri).

1. Meminjam gagasan, organisasi , pernyataan , tabel, gambar, peta dan berbagai hal dari sumber lain tanpa pengakuan yang layak (tanpa menyebutkan sumber aslinya).

2. Mereproduksi hasil kerja orang lain baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan, satu bab buku, makalah kawan, dan hal –hal lain yang serupa. 3. Menyuruh atau membiarkan orang lain untuk mengubah atau memperbaiki suatu

tugas yang harusnya dikerjakan sendiri.

4. Mengadakan perubahan sedikit-sedikit tanpa mengubah organisasi, isi, dan frasenya.

5) Sanksi akademik juga berlaku untuk mahasiswa yang membantu terjadinya kecurangan akademik.

6) Mahasiswa yang terkena sanksi akademik berupa hukuman larangan mengikuti kegiatan akademik untuk suatu kurun waktu tertentu diharuskan membbayar SPP.

Pasal 19

Penjatuhan Sanksi Akademik

1) Setiap perbuatan curang harus dilaporkan kepada Dekan disertai dengan berita acara.

2) Dekan mengadakan acara pemeriksaan yang dihadiri oleh : 1. Mahasiswa tertuduh.

(26)

3. Pembimbing skripsi (kalau kecurangan menyangkut skripsi). 4. Dosen mata kuliah (kalau kecurangan menyangkut mata kuliah). 5. Ketua program studi tempat mahasiswa itu terdaftar.

6. Setidak - tidaknya Ketua Jurusan yang relevan. 7. Setiadak-tidaknya WD I & WD II .

8. Pengawas ujian (kalau hal ini menyangkut ujian).

3) Jika Dekan merupakan pembimbing akademik dan atau pembimbing skripsi dan atau dosen mata kuliah yang dicurangi, rapat dipimpin oleh WD I.

4) WD III membuat berita acara jalannya pemeriksaan yang akan ditandatangani oleh mahasiswa dan semua yang hadir.

5) Tertib pemeriksaan.

1. WD I melaporkan peristiwa kecurangan.

2. Jika WD I berhalangan, tugas tersebut digantikan oleh Ketua Jurusan.

3. Setelah laporan selesai dibacakan, Dekan menyuruh mahasiswa tertuduh untuk menanggapi laporan tersebut.

4. Setelah mahasiswa menanggapi , Dekan memberi kesempatan kepada peserta sidang untuk meminta penjelasan dari mahasiswa, WD I, atau dosen yang terlibat dalam menemukan kecurangan.

5. Jika tidak ada pertanyaan, Dekan menyuruh mahasiswa meninggalkan ruang sidang dan menunggu di luar ruang sidang.

6. Dekan memimpin rapat untuk mengambil keputusan.

7. Setelah keputusan disampaikan, mahasiswa dipanggil ke dalam ruang sidang untuk mendengarkan keputusan dan menandatangani berita acara.

8. Setelah penandatanganan berita acara, Dekan memberitahu hak mahasiswa untuk naik banding kepada Rektor.

9. Permohonan banding kepada Rektor sudah harus disampaikan selambat-lambatnya dua minggu setelah surat keputusan ini, keputusan Dekan merupakan keputusan final.

10. WD III membantu mahasiswa untuk membuat surat permohonan banding kepada Rektor yang akan disertai dengan berita meringankan mahasiswa tertuduh.

11. WD I harus sudah menyiapkan surat keputusan dalam waktu selambat-lambatnya tiga hari setelah persidangan untuk ditandatangani Dekan .

(27)

13. BPTTM Malahayati menyampaikan laporan kepada Rektor selambat-lambatnya dua hari setelah persidangan terakhir.

14. Laporan BPTTM Malahayati digunakan sebagai bahan bagi Rektor untuk mengambil keputusan.

15. Dalam waktu tujuh hari setelah laporan BPTTM disampaikan, surat keputusan Rektor sudah diterbitkan.

(28)

BAB III

PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Pasal 20

Tujuan Kegiatan Penelitian

1) Menunjang program-program pendidikan sarjana dan diploma.

2) Mengembangkan ilmu, teknologi dan seni.

3) Membantu menyelesaikan masalah-masalah masyarakat dan pembangunan Negara.

Pasal 21 Tujuan

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat

1) Menunjang program-program pendidikan dan diploma.

2) Memanfaatkan ilmu, teknologi untuk kepentingan masyarakat di luar Universitas Malahayati.

3) Membantu menyelesaikan masalah-masalah yang memerlukan pemecahan segera dalam pembangunan negara.

Pasal 22

Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

1) Dosen dan mahasiswa Universitas Malahayati berhak untuk melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

2) Dalam melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa mengikuti peraturan pendidikan atau kemahasiswaan bidang penalaran.

(29)

4) Penelitian yang bersifat antar bidang, lintas bidang, dan/atau multi bidang dapat diselenggarakan di pusat penelitian dan pelaksanaannya dikoordinasikan, dipantau, dan dinilai oleh Lembaga Penelitian (LP).

5) Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan oleh Universitas Malahayati melalui Lembaga Pengabdian kepada masyarakat (LPM), fakultas, pusat-pusat penelitian, jurusan, laboratorium, kelompok, dan perorangan yang dikoordinasikan, diawasi, dan dinilai oleh LPM.

6) Perorangan, kelompok, jurusan dan fakultas melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat monodisiplin (satu atau sebagian cabang ilmu).

7) LPM melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat antardisiplin, lintas bidang atau multidisiplin.

Pasal 23

Pengakuan Karya Penelitian dan Pengabdian Kepada masyarakat

1) Dosen dapat melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat baik dalam bidang ilmunya maupun di luar bidang ilmunya.

2) Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan bimbingan dianggap karya kelompok bagi pembimbingnya dan karya pembinaan dosen junior bagi pembimbing.

3) Pengabdidan kepada masyarakat yang diusulkan melalui jurusan masing-masing baik karya perorangan maupun kelompok hanya diakui jika sesuai dengan bidang ilmu masing-masing.

Pasal 24

Penyusunan Program Penelitian

(30)

2) Dekan memimpin pejabaran program Universitas ke dalam program jangka panjang dan menengah untuk cabang ilmu pengetahuan yang diasuh fakultas masing-masing dan dibahas dalam rapat menerjemahkan masing-masing fakultas.

3) Jurusan menerjemahkan program fakultas ke dalam program jangka panjang dan menengah sesuai dengan ilmu yang diasuh masing-masing yang kemudian dibahas dalam rapat senat fakultas.

(31)

BAB IV

POLA PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN DOSEN JUNIOR Pasal 25

Pengertian

1) Pembinaan dosen junior adalah rangkaian kegiatan pembinaan yang berkesinambungan yang dilakukan oleh dosen senior kepada dosen junior baik hubungan struktural maupun fungsional.

2) Ruang lingkup kegiatan pembinaan dan pengembangan meliputi Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

3) Dosen senior adalah dosen yang telah mendapat pengakuan tentang kemampuannya dalam bidang ilmu tertentu baik jenjang pendidikan maupun tingkat pengetahuannya dan pengalamannya dalam dunia pendidikan.

4) Dosen junior adalah dosen yang dianggap memiliki pengetahuan dan pengalaman yang belum memadai dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi sehingga memerlukan bimbingan di dalam suatu kelompok dosen atau di bidang ilmu tertentu.

5) Kelompok dosen adalah kumpulan yang mempunyai keahlian dan minat yang sama.

6) Kegiatan pembinaan dan pengembangan dosen junior berlaku antar jurusan, antar fakultas dan antar Universitas.

Pasal 26

Tugas Ketua Jurusan dan dosen Senior

1) Tugas Ketua Jurusan

1. Mengklasifikasikan dosen ke dalam dosen senior dan dosen junior.

2. Menetapkan kelompok-kelompok dengan senior pembina dan dosen junior yang dibinanya.

3. Memberikan tugas mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat kepada setiap kelompok dosen.

4. Mengawasi pelaksanaan pembinaan dengan :

a) Memeriksa acara perkuliahan (SAP) setiap kelompok dosen. b) Memeriksa usulan penelitian dan pengabdian.

(32)

d) Melaksanakan dan mengawasi jalannya seminar hasil penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

5. Memberikan teguran kepada dosen senior yang mengabaikan dosen junior binaannya dan kepada dosen junior yang mengabaikan bimbingan dosen seniornya.

6. Mengevaluasi dan melaporkan kegiatan pembinaan secara berkala kepada Dekan.

2) Tugas Dosen Senior

1. Membimbing dalam bidang pendidikan

a) Membuat garis besar perkuliahan, mendiskusikan dengan dosen junior binaannya dan membagi tugas.

b) Memberikan pelatihan membuat satuan acara perkuliahan (SAP) dan bahan kuliah kepada dosen juniornya.

c) Memeriksa SAP dan bahan kuliah yang dibuat dosen junior dalam pelatihan memberi kuliah.

d) Memberi nasehat atas kekurangan pelaksanaan kuliah.

e) Setelah semester berakhir, dosen senior dan junior bersama-sama menyunting bahan kuliah untuk perbaikan/penyempurnaan/pengembangan untuk bahan kuliah berikutnya.

2. Membimbing dalam pembimbingan skripsi

a) Mengajak dosen junior berdiskusi mengenai usul dan laporan atau skripsi yang menjadi tanggung jawab dosen senior.

b) Merekomendasikan dosen junior yang sudah dapat diikutsertakan dalam bimbingan skripsi.

c) Membicarakan bersama hasil pemeriksaan masing-masing terhadap skripsi mahasiswa, dan membimbing dosen junior tentang cara-cara membimbing mahasiswa dalam penulisan skripsi, penulisan bahan seminar, dan cara penyajian (presentase) hasil penelitiannya.

Pasal 27

Perpanjangan Masa Studi

1) Mahasiswa program sarjana pada semester XIV telah menyelesaikan seluruh tugas perkuliahan dan dalam proses perbaikan skripsi (seluruh skripsi sudah selesai ditulis) dapat memohon perpanjangan masa studi kepada Rektor.

(33)

3) Mahasiswa yang memenuhi kriteria pada ayat (1) menulis surat permohonan perpanjangan masa studi kepada Rektor dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Ditulis pada kertas bermaterai Rp. 6000,00

b. Diketahui Dosen PA, pembimbing skripsi, ketua program studi dan atau ketua jurusan, dan dekan

c. Dilampiri fotokopi skripsi yang memenuhi kriteria sebagaimana yang tercantum pada ayat (1) pasal ini.

4) Setelah izin Rektor diterbitkan, mahasiswa segera memenuhi ketentuan registrasi.

Pasal 28

Alih Program Pendidikan

1) Alih program pendidikan adalah perpindahan mahasiswa dari suatu program studi ke program studi lainnya.

2) Alih program berlaku bagi mahasiswa Universitas Malahayati dan dari Universitas swasta/negeri lainnya jika daya tampung program studi yang dimasuki masih memungkinkan.

3) Mahasiswa dari perguruan tinggi swasta/negeri lainnya dapat beralih program ke Universitas Malahayati dengan ketentuan khusus:

a) Sesuai dengan jurusannya.

b) Mata kuliah yang diakui hanya yang telah lulus ujian dan mata kuliah yang menjadi prasaratnya.

c) Memenuhi semua ketentuan yang berlaku .

4) Alih program menyangkut perpindahan program studi: a) Dalam fakultas yang sama di Universitas Malahayati. b) Dari fakultas eksakta ke eksakta.

(34)

5) Syarat akademik alih program dari perguruan tinggi swasta/negeri lainnya:

Jenis alih program Stinggi-tingginya Semester SKS

minimum IPK

Sarjana ke sarjana

Diploma III ke sarjana

V

VII

40

110

3,00

3,00

6) Syarat akademik alih program dari program dalam Universitas Malahayati:

Jenis alih program Setinggi-tinggginya

semester SKSminimum IPK

Sarjana ke sarjana

Diploma III ke sarjana

V

VII

40

110

2,00

2,75

7) Mata kuliah dengan silabus yang sama dan kredit yang sama tanpa memperhatikan perimbangan kuliah dan praktikum dapat disamakan.

8) Mata kuliah dengan silabus yang sama dan kredit yang berbeda-beda tanpa memperhatikan perimbangan kuliah dan praktikum dapat disamakan dengan ketentuan jumlah SKS untuk menentukan kelulusan memenuhi jumlah SKS dalam program studi yang baru.

9) Semua mata kuliah yang tidak tercantum dalam transkrip akademik pada program yang lama tetapi ada dalam kurikulum program yang baru, wajib diambil.

10) Semua mata kuliah yang ada dalam transkrip program yang lama tetapi tidak ada dalam kurikulum program yang baru dihilangkan dari transkrip akademik.

11) Perhitungan masa studi

Jenis alih program Masa studi sisa (semester) Sarjana ke sarjana

(35)

12) Tata cara peralihan program

a) Mahasiswa memohon untuk mengalih program kepada Rektor. b) Waktu usul permohonan sesuai dengan kalender akademik. c) Surat permohonan disertai:

1. Surat keterangan tidak dalam keadaan melanggar tata tertib dari pimpinan fakultas/ universitas untuk yang masih berstatus mahasiswa.

2. Surat keterangan tidak diputusstudikan bagi yang masih berstatus mahaiswa.

3. Transkrip akademik resmi yang disahkan WR I.

4. Kartu mahasiswa asli bagi yang masih berstatus mahasiswa. 5. Fotokopi ijazah resmi bagi yang sudah lulus (program D II dan III). 6. Surat keterangan berkelakuan baik.

13) Calon yang diterima dikenakan biaya SPP terbaru dan biaya pendaftaran yang besarnya sama dengan biaya seleksi mahasiswa baru.

Pasal 29

Pindah Studi ke Universitas Malahayati

1) Mahasiswa yang berasal dari Universitas/ Institut Swasta lain dapat pindah studi ke program studi yang sama di Universitas Malahayati selama daya tampung program studi yang akan dimasuki masih memungkinkan.

2) Syarat penerimaan

a) Maksimum (telah menyelesaikan) semester IV

b) IPK minimum 3,00 dengan beban studi minimum 40 SKS.

3) Masa studi pada Universitas/ Institut asal dan di Universitas Malahayati diperhitungkan sebagai kebulatan masa studi termasuk perhitungan tentang cuti akademik.

4) Tata cara permohonan pindah kepada Rektor Universitas Malahayati. a) Calon menulis surat permohonan kepada Rektor Universitas Malahayati.

b) Waktu pengusulan permohonan sesuai dengan kalender akademik yang berlaku pada tahun itu.

c) Surat permohonan disertai dengan:

1. Surat keterangan berkelakuan baik dari pimpinan Fakultas/ Universitas atau dari polisi.

(36)

3. Surat persetujuan dari orang tua calon.

4. Seluruh kartu hasil studi dan transkrip akademik resmi yang ditandatangani Wakil Rektor bidang akademik universitas.

5) Mata kuliah dengan kredit dan silabus yang sama dengan program studi di Universitas Malahayati yang dimasuki/diakui.

6) Mata kuliah yang belum ada pada transkrip lama tetapi merupakan keharusan di program studi di Universitas Malahayati , harus diambil.

7) Mahasiswa yang diterima dikenakan SPP yang besarnya sama dengan SPP mahasiswa yang terbaru.

8) Selain SPP mahasiswa yang diterima dikenakan biaya administrasi sebesar biaya pendaftaran seleksi calon mahsiswa baru.

Pasal 30

Pindah Studi Keluar dari Universitas Malahayati

Mahasiswa Universitas Malahayati diperbolehkan pindah studi ke perguruan tinggi lain dengan ketentuan sebagai berikut:

1) Permohonan pindah diajukan kepada Rektor Universitas Malahayati.

2) Surat permohonan disertai dengan:

a) Transkrip akademik yang disahkan Dekan/ BAAKKPSI.

b) Keterangan yang menyatakan bebas dari berbagai kewajiban administrasi antara lain tidak mempunyai tunggakan buku perpustakaan, alat-alat laboratorium, pertanggungjawaban kegiatan kemahasiswaan, dan SPP semester sebelumnya. c) Kartu mahasiswa asli.

3) Mahasiswa yang sudah diberi surat pindah dari Universitas Malahayati tidak dapat diterima kembali di Universitas Malahayati.

Bandar Lampung, Agustus 2012 Rektor,

Referensi

Dokumen terkait

Program dan kegiatan yang terkait dengan penerapan serta pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pemerintah Kota Kotamobagu selama tahun 2019, pada masing-masing

Seseorang memiliki tujuan mengapa mereka memposting sebuah konten di sosial media, diantaranya adalah 66,67% mengaku sebagai bentuk ekspresi emosi mereka, 14.29% diantara

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari analisis tersebut, maka perempuan dalam iklan Djarum versi Djarum Black dan Djarum Special dititrakan sebagai citra peraduan dimana

[r]

Kebijakan Dividen merupakan laba yang diperoleh perusahaan pada akhir tahun yang dimana akan dibagi kepada pemegang saham dalam bentuk dividen atau akan ditahan

This action opens the standard Format Cells dialog box, where you can use the options on its six tabs (Number, Alignment, Font, Border, Fill, and Protection) to select all

Tentu di sini selalu ada yang bisa diperdebatkan. Apakah memang benar bahwa bahasa puisi yang sangat eksplisit menunjuk pada hal-hal seputar organ kelamin dan aktivitas seksual

penegak hukum untuk mengatasi masalah dalam penegakan hukum terhadap masyarakat yang melakukan tindak pidana melawan Aparat yang sedang bertugas oleh Kepolisian Resor