• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori Belajar Robert M. Gagne

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Teori Belajar Robert M. Gagne"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

TEORI BELAJAR ROBERT M. GAGNE

Disusun Oleh: KELOMPOK III III E MATEMATIKA

ABDUL RAIS P. 10536 4631 13

SITI FAHMIA 10536 4632 13

ERLIANI 10536 4633 13

KHAERA UMMAH 10536 4634 13

NURJANNAH 10536 4635 13

Mata Kuliah :

TEORI BELAJAR MATEMATIKA Dosen Pengampuh :

AGUSTAN S., S.Pd., M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas “TEORI BELAJAR ROBERT M. GAGNE”.

Dalam pembuatan makalah ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : Agustan S., S.Pd., M.Pd yang telah memberikan kesempatan dan memberi fasilitas sehingga makalah ini dapat selesai dengan lancar. Dan terima kasih pula kami ucapkan kepada bapak dan ibu dirumah yang telah memberikan bantuan materil maupun do’anya, sehingga pembuatan makalah ini dapat terselesaikan. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang membantu pembuatan makalah ini.

Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya, penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata penulis sampaikan terimakasih.

Makassar, 13 November 2014

Kelompok III

(3)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam mempelajari ilmu pendididkan, sering dikemukakan pertanyaan berupa ”mengapa seseorang perlu belajar?” untuk menjawab pertanyaan ini, sepertinya kita sependapat bahwa di dunia ini tak ada makhluk hidup yang ketika baru dilahirkan dapat melakukan segala sesuatu dengan sendirinya, begitu juga dengan manusia. Sejak ia bayi, bahkan ketika dewasa pun, ia pasti membutuhkan bantuan orang lain.

Jika bayi manusia yang baru dilahirkan tidak mendapat bantuan dari manusia dewasa lainnya, tentu ia akan binasa. Ia tidak mampu hidup sebagai manusia jika ia tidak dididik oleh manusia. Oleh karena itu, manusia disebut sebagai makhluk sosial. Selain itu, manusia juga makhluk berbudaya, sehingga belajar merupakan kebutuhan yang vital sejak manusia dilahirkan. Manusia selalu memerlukan dan melakukan perbuatan belajar kapan saja dan dimana saja ia berada.

Banyak ilmuan yang telah menemukan teori belajar. Salah satu teori belajar tersebut adalah teori belajar dari Robert M. Gagne, yang akan kami bahas dalam maklah ini.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakng tersebut, rumusan masalah yang kami buat adalah: 1. Bagaiman teori belajar yang dikemukakan oleh Gagne?

2. Bagaimana implikasi dan aplikasi teori Gagne dalam pembelajaran? C. Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:

1. Untuk mengetahui dan memahami teori belajar yang dikemukakan oleh Gagne. 2. Untuk mengetahui dan memahami implikasi dan aplikasi reori Gagne dalam

pembelajaran.

(4)

PEMBAHASAN

I. Teori Belajar Menurut Robert M. Gagne

Sebagaimana tokoh-tokoh lainnya dalam psikologi pembelajaran, Gagne berpendapat bahwa belajar dipengaruhi oleh pertumbuhan dan lingkungan, namun yang paling besar pengaruhnya adalah lingkungan individu seseorang. Lingkungan indiviu seseorang meliputi lingkungan rumah, geografis, sekolah, dan berbagai lingkungan sosial. Berbagai lingkungan itulah yang akan menentukan apa yang akan dipelajari oleh seseorang dan selanjutnya akan menentukan akan menjadi apa ia nantinya.

Bagi Gagne, belajar tidak dapat didefinisikan dengan mudah karena belajar itu bersifat kompleks. Dalam pernyataan tersebut, dinyatakan bahwa hasil belajar akan mengakibatkan perubahan pada seseorang yang berupa perubahan kemampuan, perubahan sikap, perubahan minat atau nilai pada seseorang. Perubahan tersebut bersifat menetap meskipun hanya sementara.

Menurut Gagne, ada tiga elemen belajar, yaitu individu yang belajar, situasi stimulus, dan responden yang melaksanakan aksi sebagai akibat dari stimulasi. Selanjutnya, Gagne juga mengemukakan tentang sistematika delapan tipe belajar, sistematika lima jenis belajar, fase-fase belajar, implikasi dalam pembelajaran, serta aplikasi dalam pembelajaran.

A. Sistematika ”Delapan TipeBelajar”

Menurut Robert M. Gagne, ada 8 tipe belajar, yaitu: 1. Tipe belajar tanda (Signal learning)

Belajar dengan cara ini dapat dikatakan sama dengan apa yang dikemukakan oleh Pavlov. Semua jawaban/respons menurut kepada tanda/sinyal.

2. Tipe belajar rangsang-reaksi (Stimulus-response learning)

Tipe ini hampir serupa dengan tipe satu, namun pada tipe ini, timbulnya respons juga karena adanya dorongan yang datang dari dalam serta adanya penguatan sehingga seseorang mau melakukan sesuatu secara berulang-ulang.

3. Tipe belajar berangkai (Chaining Learning)

Pada tahap ini terjadi serangkaian hubungan stimulus-respons, maksudnya adalah bahwa suatu respons pada gilirannya akan menjadi stimulus baru dan selanjutnya akan menimbulkan respons baru.

(5)

Tipe ini berhubungan dengan penggunaan bahasa, dimana hasil belajarnya yaitu memberikan reaksi verbal pada stimulus/perangsang.

5. Tipe belajar membedakan (Discrimination learning)

Hasil dari tipe belajar ini adalah kemampuan untuk membeda-bedakan antar objek-objek yang terdapat dalm lingkungan fisik.

6. Tipe belajar konsep (Concept Learning)

Belajar pada tipe ini terutama dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman atau pengertian tentang suatu yang mendasar.

7. Tipe belajar kaidah (RuleLearning)

Tipe belajar ini menghasilkan suatu kaidah yang terdiri atas penggabungan beberapa konsep.

8. Tipe belajar pemecahan masalah (Problem solving)

Tipe belajar ini menghasilkan suatu prinsip yang dapat digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan.

B. Sistematika “Lima Jenis Belajar”

Sistematika ini tidak jauh berbeda dengan sistematika delapan tipe belajar, dimana isinya merupakan bentuk penyederhanaan dari sistematika delapan tipe belajar. Uraian tentang sistematika lima jenis belajar ini memperhatikan pada hasil belajar yang diperoleh siswa. Hasil belajar ini merupakan kemampuan internal yang telah menjadi milik pribadi seseorang dan memungkinkan orang tersebut melakukan sesuatu yang dapat memberikan ptrestasi tertentu.

Sistematika ini mencakup semua hasil belajar yang dapat diperoleh, namun tidak menunjukkan setiap hasil belajar atau kemampuan internal satu-persatu. Akan tetapi memgelompokkan hasil-hasil belajar yang memiliki ciri-ciri sama dalam satu kategori dan berbeda sifatnya dari kategori lain. Maka dapat dikatakan, bahwa sistematika Gagne meliputi lima kategori hasil belajar. Kelima kategori hasil belajar tersebut adalah

informasi verbal, kemahiran intelektual, pengaturan kegiatan kognitif, keterampilan motorik, dan sikap.

(6)

Merupakan pengetahuan yang dimiliki seseorang dan dapat diungkapkan dalam bentuk bahasa, lisan, dan tertulis. Pengetahuan tersebut diperoleh dari sumber yang juga menggunakan bahasa, lisan maupun tertulis. Informasi verbal meliputi ”cap verbal” dan ”data/fakta”. Cap verbal yaitu kata yang dimiliki seseorang untuk menunjuk pada obyek-obyek yang dihadapi, misalnya ’kursi’. Data/fakta adalah kenyataan yang diketahui, misalnya ’Ibukota negara Indonesia adalah Jakarta’.

2. Kemahiran intelektual (Intellectual skill)

Yang dimaksud adalah kemampuan untuk berhubungan dengan lingkungan hidup dan dirinya sendiri dalam bentuk suatu representasi, khususnya konsep dan berbagai lambang/simbol (huruf, angka, kata, dan gambar). Kategori kemahiran intelektual terbagi lagi atas empat subkemampuan, yaitu:

a. Diskriminasi jamak, yaitu kemampuan seseorang dalam mendeskripsikan benda yang dilihatnya.

b. Konsep, ialah satuan arti yang mewakili sejumlah obyek yang memiliki ciri-ciri sama. Konsep dibedakan atas konsep konkret dan konsep yang harus didefinisikan. Konsep konkret adalah pengertian yang menunjuk pada obyek-obyek dalam lingkungan fisik. Konsep yang didefinisiskan adalah konsep yang mewakili realitas hidup, tetapi tidak langsung menunjuk pada realitas dalam lingkungan hidup fisik.

c. Kaidah, yaitu kemampuan seseorang untuk menggabungkan dua konsep atau lebih sehingga dapat memahami pengertiannya.

(7)

3. Pengaturan kegiatan kognitif (Cognitive strategy)

Merupakan suatu cara seseorang untuk menangani aktivitas belajar dan berpikirnya sendiri, sehingga ia menggunakan cara yang sama apabila menemukan kesulitan yang sama.

4. Keterampilan motorik (Motor skill)

Adalah kemampuan seseorang dalam melakukan suatu rangkaian gerik jasmani dalam urutan tertentu, dengan mengadakan koordinasi antara gerak-gerik berbagai anggota badan secara terpadu.

5. Sikap (Attitude)

Merupakan kemampuan seseorang yang sangat berperan sekali dalam mengambil tindakan, apakah baik atau buruk bagi dirinya sendiri.

C. Fase-Fase Belajar

Fase-fase belajar ini berlaku bagi semua tipe belajar. Menurut Gagne, ada 4 buah fase dalam proses belajar, yaitu:

1. Fase penerimaan (apprehending phase)

Pada fase ini, rangsang diterima oleh seseorang yang belajar. Ini ada beberapa langkah. Pertama timbulnya perhatian, kemudian penerimaan, dan terakhir adalah pencatatan (dicatat dalam jiwa tentang apa yang sudah diterimanya).

2. Fase penguasaan (Acquisition phase)

Pada tahap ini akan dapat dilihat apakah seseorang telah belajar atau belum. Orang yang telah belajar akan dapat dibuktikannya dengan memperlihatkan adanya perubahan pada kemampuan atau sikapnya.

3. Fase pengendapan (Storage phase)

Sesuatu yang telah dimiliki akan disimpan agar tidak cepat hilang sehingga dapat digunakan bila diperlukan. Fase ini berhubungan dengan ingatan dan kenangan.

4. Fase pengungkapan kembali (Retrieval phase)

(8)

menggunakan apa yang disimpan, maka kita harus mengeluarkannya dari tempat penyimpanan tersebut, dan inilah yang disebut dengan pengungkapan kembali. Fase ini meliputi penyadaran akan apa yang telah dipelajari dan dimiliki, serta mengungkapkannya dengan kata-kata (verbal) apa yang telah dimiliki tidak berubah-ubah.

Menurut Gagne, fase pertama dan kedua merupakan stimulus, dimana terjadinya proses belajar,sedangkan pada fase ketiga dan keempat merupakan hasil belajar.

D. Implikasi Teori Gagne dalam Pembelajaran 1. Mengontrol perhatian siswa.

2. Memberikan informasi kepada siswa mengenai hasil belajar yang diharapkan guru. 3. Merangsang dan mengingatkan kembali kemampuan-kemampuan siswa.

4. Penyajian stimuli yang tak bisa dipisah-pisahkan dari tugas belajar. 5. Memberikan bimbingan belajar.

6. Memberikan umpan balik.

7. Memberikan kesempatan pada siswa untuk memeriksa hasil belajar yang telah dicapainya.

8. Memberikan kesempatan untuk berlangsungnya transfer of learning.

9. Memberikan kesempatan untuk melakukahn praktek dan penggunaan kemampuan yang baru diberikan.

E. Aplikasi Teori Gagne dalam Pembelajaran

Karakteristik materi matematika yang berjenjang (hirarkis) memerlukan cara belajar yang berjenjang pula. Untuk memahami suatu konsep dan/atau rumus matematika yang lebih tinggi, diperlukan pemahaman yang memadai terhadap konsep dan/atau rumus yang ada di bawahnya.

(9)

dari upaya yang lebih besar yang dikenal sebagai desain sistem. Lima asumsi yang mendukung rekomendasi Gagne untuk desain pembelajaran yakni sebagai berikut :

Asumsi Alasan

1. Pembelajaran harus dirancang untuk menfasilitasi belajar siswa individual.

1. Meskipun siswa sering dikelompokkan untuk pembelajaran, belajar terjadi di merencanakan pelajaran haria, namun pelajaran itu harus berada di dalam segmen unit dan pelajaran yang lebih luas danharus serasi

3. Perencanaan pembelajaran tidak boleh sembarangan atau sekadar memberikan lingkungan yang mengasuh.

3. Perencanaan yang sembarangan dapat melahirkan orang dewasa yang tidak kompeten. Karena itu, pembelajaran harus dikembangkan sesitematis mungkin.

4. Pembelajaran harus didesain menggunakan pendekatan sisem

4. Pendakatan sistem adalah pemilihan komponen yang terorganisasi daan sekuensial yang : (a) menggunakan data, informasi dan prinsip teoretis sebagai masukan untuk setiap tahap perencanaan; (b) tes dan cek silang hasil dari tahap perkembangan ; dan (c) membuat perubahan jika diperlukan.

5. Desain pembelajaran harus didasarkan pada cara manusia belajar

(10)

Robert Gagne memberi kerangka pada analisis kondisi belajar yang memengaruhi belajar manusia dari perspektif pengidentifikasian faktor-faktor yang dapat memberi perbedaan dalam pembelajaran. Akibatnya, peralihan dari prinsip belajar secara teoretis ke dalam prinsip pembelajaran tidak membutuhkan penerjemahan. Menurut asumsi Gagne, pembelajaran di kelas mencakup sifat dari pembelajaran dan proses yang disebut sebagai desain pembelajaran. Desain pembelajaran yang dimaksud adalah untuk menangani semua kejadian yang mungkin mempengaruhi belajar individual. Prinsip Gagne untuk desain dan pengembangan pembelajaran adalah bagian dari upaya yang lebih besar yang dikenal sebagai desain sistem. Lima asumsi yang mendukung rekomendasi Gag ne untuk desain pembelajaran yakni sebagai berikut :

Asumsi Alasan

2. Pembelajaran harus dirancang untuk menfasilitasi belajar siswa individual.

2. Meskipun siswa sering dikelompokkan untuk pembelajaran, belajar terjadi di dalam individual.

3. Baik itu tahapan jangka panjang maupun menengah harus

dimasukkan dalam desain pembelajaran.

3. Guru atau perancang pembelajaran, merencanakan pelajaran haria, namun pelajaran itu harus berada di dalam segmen unit dan pelajaran yang lebih luas danharus serasi

4. Perencanaan pembelajaran tidak boleh sembarangan atau sekadar memberikan lingkungan yang mengasuh.

4. Perencanaan yang sembarangan dapat melahirkan orang dewasa yang tidak kompeten. Karena itu, pembelajaran harus dikembangkan sesitematis mungkin.

5. Pembelajaran harus didesain menggunakan pendekatan sisem

(11)

dari tahap perkembangan ; dan (c) membuat perubahan jika diperlukan.

6. Desain pembelajaran harus didasarkan pada cara manusia belajar

6. Data dari temuan riset dan uji coba pembelajarandapat memberi informasi hal-hal yang berhasil dikerjakan.

Dalam buku Condition of Learning, Gagne (1997) mengemukakan sembilan prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran, sebagai berikut:

1. Menarik perhatian (gaining attention) : hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru, aneh, kontradiksi, atau kompleks.

2. Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives) : memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran.

3. Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning) : merangsang ingatan tentang pengetahuan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru.

4. Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus) : menyampaikan materi-materi pembelajaran yang telah direncanakan.

5. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance) : memberikan pertanyaan-pertanyaan yang membimbing proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik.

6. Memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance) ; siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau penguasaannya terhadap materi.

7. Memberikan balikan (providing feedback) : memberitahu seberapa jauh ketepatan performance siswa.

8. Menilai hasil belajar (assessing performance) :memberiytahukan tes/tugas untuk mengetahui seberapa jauh siswa menguasai tujuan pembelajaran.

(12)

Contoh Kelas

Keterampilan yang dipelajari : siswa dapat mengidentifikasi pernyataan yang merupakan gagasan pokok dalam bahan bacaan pendek

(untuk siswa kelas empat dan lima)

Kegitan Pembelajaran Medium Pembelajaran Aktivitas di Kelas 1. Menarik Perhatian Komunikasi oleh guru Guru meminta siswa

menyebutkan acara TV atau cerita yang mereka gemari.

2. Memberikan informasi tujuan pembelajaran kepada siswa

Komunikasi oleh guru Guru bertanya pada siswa apakah mereka tau cara menceritakan cerita 3. Menstimulasi ingatan atas

hal-hal yang telah dipelajari

(13)

belajar

Permainan akademik

pertanyaan pada siswa untuk berdiskusi.

Sesuaikan dengan media bila ada gunakan media dengan permainan kuis misalnya dengan dibacakan sebuah cerita singkat dan siswa dituntut untuk mencari ide pokok dari cerita tersebut. 6. Memunculkan kinerja Bahan Cetak Anak diberikan pilihan

yang mengandung gagasan pokok untuk dipilih. Contoh : Film timun mas Pilihan gagasan pokok :

(14)
(15)

BAB III PENUTUP

A. Simpulan

Prinsip belajar Gagne berbeda dengan prinsip-prinsip dari teoritisi sebelumnya yang menemukan prinsip belajar melalui studi belajar laboratorium. Gagne lebih memusatkan perhatiannya pada kompleksitas belajar manusia yang memiliki keunikan yang membedakannya dengan spesies yang lain. Belajar menurut Gagne adalah seperangkat proses yang bersifat internal bagi setiap individu sebagai hasil dari transformasi rangsangan yang berasal dari peristiwa eksternal di lingkungan individu yang bersangkutan. Bertolak dari define belajar tersebut, Gagne mengungkapkan bahwa dalam belajar terdapat komponen kondisi belajar internal dan eksternal yang mengalami interaksi akan menghasilkan suatu kapabilitas (kemampuan) sebagai hasil belajar. Ada lima kriteria hasil belajar yaitu informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif, keterampilan motorik, dan sikap.

Menurut asumsi Gagne, pembelajaran di kelas mencakup sifat dari pembelajaran dan proses yang disebut sebagai desain pembelajaran. Desain pembelajaran yang dimaksud adalah untuk menangani semua kejadian yang mungkin mempengaruhi belajar individual. Dalam buku Condition of Learning, Gagne (1997) mengemukakan sembilan prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran, yaitu: Menarik perhatian (gaining attention), menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives), mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning), menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus), memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance) : memberikan pertanyaan-pertanyaan yang membimbing proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik, memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance), memberikan balikan (providing feedback), menilai hasil belajar (assessing performance) dan Memperkuat retensi dan transfer belajar.

(16)

(b) mengembangkan strategi kelas, pengembangan strategi kelas ini mengulas tentang model perancangan system dan langkah-langkah dalam merangcang pembelajaran yang tentunya merupakan suatu hal yang harus dikuasai oleh seorang pendidik; (c) contoh kelas, contoh kelas merupakan segala kegiatan yang dilakukan oleh guru dan siswa terbagi dalam Sembilan peristiwa pembelajaran yang ditemukan oleh Gagne; (d) ulasan teori, Pavlof, Skinner, dan Gestalt mengembangkan teorinya dalam laboratorium, namun Gagne menemukan ragam belajar manusia yang kemudian di aplikasikannya dalam teori pembelajaran.

B. Saran

(17)

DAFTAR PUSTAKA

http://dedinoviyanto.wordpress.com/Teori-Belajar-Robert-gagne.net (di akses Rabu,12 November 2014)

http://septianari.blogdetik.com/ (di akses Rabu,12 November 2014) www.belajar-matematika.com (di akses Rabu,12 November 2014)

Referensi

Dokumen terkait

motivasi dalam dirinya agar dapat mencapai hasil belajar yang diharapkan dengan. banyak membaca buku dan senantiasa disiplin

Menurut Nana Sudjana (2002: 2) merincikan manfaat media audio visual dalam proses belajar mengajar bagi siswa antara lain:.. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa

1) Satu cara untuk menetapkan kondisi-kondisi untuk pembelajaran optimal adalah untuk mengatakan bahwa pelajar harus telah memperoleh sebelumnya, dalam pemisahan

Sangat baik bila guru memfokuskan diri pada topik-topik tertentu dalam bidang yang mau diajarkan. Misalnya, dalam pelajaran Fiqh: topik Mawaris, dalam pelajaran Akhlak:

Dalam permulaan pelajaran, guru dapat membuat kontak mata atau berbuat sesuatu yang mengejutkan sisiwa dengan maksud untuk menarik perhatian

Di dalam ruang lingkup atau batasan masalah ini penulis membatasi pada teori Gagne (Variabel bebas) dan pada (Variabel terikat) penulis fokus pada hasil belajar peserta

Terdapat sembilan tahap dalam bermain peran yang dapat dijadikan pedoman pembelajaran yaitu : (1) menghangatkan suasana dan memotivasi peserta didik, (2) memilih

Salah satu prinsip pembelajaran yang dikemukakan dalam buku Condition of Learning Gagne (1977) yaitu menilai hasil belajar (assesing performance). Menilai hasil belajar