Hak seorang Guru Sebagai Pengajar Dalam Kelas
Pendidikan Nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa , berbudi luhur, berkepribadian ,mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif ,terampil,berdisiplin, beretos kerja ,profesionalisme, bertanggungjawab dan produktif . Dinegara maju kualitas guru sangat diperhatikan demi kemajuan bangsa , Guru merupakan salah satu elemen untuk mewujudakan tujuan pendidikan nasional dan harus di dukungan berbagai pihak .
Pemerintah telah berusaha segala hal dengan memperhatikan hak – hak guru dan guru memiliki tanggungjawab atas tugasnya . Salah satu hak guru mendidik , melatih siswa sedangkan tanggungjawab seorang guru ialah bertanggungjawab terhadap diri sendiri, siswa ,orang tua dan lingkungan sekitarnya masyarakat, bangsa dan negara, sesama manusia ,dan Tuhan Yang Maha Esa. Hak pendidik menurut UU SISDIKNAS No.20 Tahun 2003 bagian ( d ) memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual .Masih dijumpai kendala yang dihadapi seorang guru dalam menjalankan tugasnya ,salah satunya dalam proses mengajar di kelas . Seorang guru menginginkan peserta didik dapat menerima dengan baik pelajaran yang diajarkan ,dengan teknik-teknik yang telah disepakati dalam pembelajaran.
Hak seperti itu pada zaman ini tidak dihargai oleh beberapa pihak , baik dari siswa ,orang tua siswa bahkan instansi atau sekolah dimana mengajar. Penyimpangan Hak itu dapat dirasakan oleh seorang guru pada saat berhadapan dengan siswa yang bermasalah dikelas ,contoh pemberian sanksi yang dilakukan guru kepada siswa .Siswa yang melakukan pelanggaran kadang kala terbebas dari sanksi yang dilakukannya bahkan sanksi tersebut berbalik kepada guru. Sanksi yang sering diberikan seperti mencubit, menjewer telinga atau mengeluarkan siswa dari kelas . Bahkan orang tua merasa anak mereka dianiaya atau di perlakukan dengan kejam oleh seorang guru, hal tersebut menimbulkan sifat manja siswa kepada keluarganya . Pengaduan dilakukan oleh orang tua siswa seolah-olah gurulah yang melakukan kesalahan kepada anak mereka.