PRINSIP DASAR DAN CARA KERJA PEMURNIAN PROTEIN
DENGAN MENGGUNAKAN METODE ULTRACENTRIFUGATION
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Biokimia Umum (KI3061)
oleh:
Duma Doniagara Sambora 11215031
PROGRAM STUDI REKAYASA HAYATI
SEKOLAH ILMU DAN TEKNOLOGI HAYATI
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
JATINANGOR
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI...ii
DAFTAR GAMBAR...iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ...1 1.2 Tujuan Percobaan ...2 1.3 Manfaat...2 BAB II ISI
2.1 Prinsip Ultrasentrifugasi...3 2.2 Konsep Dasar Ultrasentrifugasi...3 2.3 Teknik Percobaan...6
BAB III PENUTUP... 3.1 Kesimpulan ...9
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Sentrifugasi Diferensial ...4
Gambar 2. Medium dengan gradien densitas kontinyu dan diskontinyu...5
Gambar 3. Fraksinasi dan pemisahan protein hasil sentrifugasi...7
Gambar 4. Contoh hasil pengujian pemisahan campuran protein dengan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam industri-industri biokimia, seringkali pekerjaan menggunakan protein menjadi hal yang sangat umum. Protein-protein yang digunakan dapat berbagai macam dan beragam fungsinya, seperti enzim sebagai biokatalisator, hormon-hormon yang merupakan strukutur protein regulator, protein-protein nutrient, protein struktur dan lain sebagainya.
Penggunaan protein seringkali tidak dapat langsung dilakukan hanya dengan menggunakan ekstraksi dari sumber protein yang digunakan karena protein-protein tersebut masih berupa campuran dari berbagai macam protein serta pengotor lain yang terkandung dalam larutan ekstrak, sehingga pemurnian protein diperlukan untuk memisahkan protein-protein tertentu dari protein jenis lain. Dengan melakukan pemurnian suatu jenis protein, nilai jual dari suatu protein murni akan menjadi tinggi dalam suatu industri sering juga protein murni dibutuhkan dalam suatu penelitian tertentu yang membutuhkan protein murni dalam prosesnya.
1.2 Tujuan
Menentukan prinsip dasar pemurnian protein dengan metode ultrasentrifugasi.
Menentukan teori dasar sentrifugasi.
Menentukan teknik percobaan pemurnian protein dengan metode ultrasentrifugasi.
1.3 Manfaat
Manfaat yang dapat diperoleh dari makalah ini diantaranya :
Mengetahui metode lain dalam pemurnian dalam proses-proses biokimia yang melibatkan protein.
Dalam bidang rekayasa hayati, dapat diaplikasikan untuk proses-proses yang melibatkan penggunaan protein seperti enzim.
BAB II
ISI
2.1 Prinsip Ultrasentrifugasi
Prinsip dasar pemurnian protein dengan menggunakan metode ultrasentrifugasi adalah memisahkan partikel-partikel protein yang berbeda dengan memanfaatkan perbedaan berat atau densitas molekul-molekul yang terfraksinasi, sehingga protein-protein yang diinginkan terpisah dengan komponen lainnya.
Gaya sentrifugasi yang bekerja pada partikel-partikel akan tergantung pada densitas atau massa dari partikel-partikel tersebut. partikel yang memiliki massa yang lebih besar akan mempunyai gaya sentrifugasi lebih besar dibandingkan dengan gaya sentrifugasi yang bekerja pada partikel dengan massa yang lebih kecil, sehingga partikel yang lebih besar akan mengimbangi gaya hambat dari larutan (drag force) yang menyebabkan partikel-partikel dengan massa yang lebih besar akan berada pada dasar wadah setelah proses sentrifugasi dilakukan. Sedangkan partikel dengan massa yang relatif lebih kecil akan berada pada bagian atasnya (Voelkl, 2016).
2.2 Konsep dasar metode ultrasentifugasi
2.2.1 Sentrifugasi diferensial
Sentrifugasi diferensial pada dasarnya memisahkan partikel-partikel berdasarkan bentuk dan ukurannya. Partikel-partikel berbeda pada awalnya bercampur dalam larutan buffer untuk menjaga protein pada pH optimalnya agar tidak terjadi denaturasi. Campuran kemudian dipisahkan menjadi dua fraksi yaitu; pellet, bagian yang mengandung sedimentasi partikel dan supernatan yang terdiri dari partikel tidak tersedimentasi dalam larutan buffer.
Gambar 1 : Sentifugasi diferensial
pellet dapat di endapkan ulang dan sentrifugasi ulang untuk memisahkannya dari kontaminan (dicuci).
2.2.2 Sentrifugasi dengan gradien densitas
Pada tahapan sebelumnya, pemurnian protein tidak dapat secara murni diselesaikan karena ada partikel lain yang mungkin saja menjadi pengotor dalam endapan. Untuk mendapatkan protein yang benar-benar murni, dibutuhkan langkah untuk menghilangkan partikel kontaminan tersebut, yaitu dengan teknik yang dinamakan sentrifugasi gradient densitas. Alasan dilakukannya tahapan ini adalah untuk memisahkan partikel-partikel yang berbeda densitasnya menggunakan suatu medium dalam tabung yang mempunyai densitas berbeda, tidak seperti pada tahapan sebelumnya yang menggunaka densitas medium yang homogen.
Gambar 2 medium dengan
gradien densitas kontinyu dan
Rate zonal sentrifugasi pada protein memisahkan partikel pada medium yang mempunyai gradien densitas kontinyu dengan mengandalkan laju pengendapan partikel-partikel yang hendak dipisahkan. Laju pendengapan partikel tersebut dapat diketahui dari koefisien pengendapan partikel-partikel tersebut. sampel yang hendak dimurnikan atau diseparasi pada mulanya dimasukkan pada medium dengan gradien densitas pada bagian paling atas, setelah gaya sentrifugasi bekerja pada medium tersebut, partikel-partikel akan terfraksinasi (terpisahkan) pada zona-zona yang sesuai dengan densitas pada medium tersebut. partikel-partikel dengan laju pengendapan yang sama akan berada pada zona yang sama pada medium tersebut.
2.3 Teknik Percobaan
Teknik percobaan untuk memurnikan protein dengan menggunakan metode ultrasentrifugasi dapat dilakukan dengan melibatkan tahap sentrifugasi diferensial atau tanpa tahap sentrifugasi diferensial terlebih dahulu. Jika protein-protein yang akan dimurnikan berasal dari suatu atau kumpulan sel yang masih banyak mengandung organel-organel yang dapat mengganggu maka protein dapat dipisahkan dengan menggunakan tahap sentrifugasi diferensial. Protein akan cenderung berada pada supernatan ketika proses selesai dilakukan, sehingga supernatan yang didapatkan kemudian dilakukan tahap sentrifugasi gradien densitas yaitu dengan rate zonal sentrifugasi.
2.3.1 Persiapan Material dan Sampel
OptiPrep (larutan steril 60% w/v Iodixanol dalam air) yang dibuat bergradien konsentrasinya, untuk menciptakan gradien konsentrasi dapat dibuat dengan mencampurkan OptiPrep dalam HED dengan 2mM MgSO4 dan 0,1% Lubrol
PX sehingga didapatkan larutan 30% (w/v). Gradien akan terbentuk dengan mengenakan gaya sentrifugasi pada larutan yang telah dibuat di dalam rotor dengan kecepatan 100.000 rpm.
Larutan sukrosa yang disiapkan dalam 20mM Hepes pH 8,0; 1 mM EDTA, 1mM DTT (HED), 2mM MgSO4 dan 0,1 % Lubrol PX. Medium sukrosa yang
sukrosa yang sudah dibuat dengan konsentrasi 20%, 15%, 10%, dan 5% kedalam tabung sentrifugasi. Gradien konsentrasi yang telah dibuat dapat dicek dengan menggunakan refraktometer.
Campuran protein yang akan dilakukan pemurnian atau pemisahan.
2.3.2 Sentrifugasi dan Gradien fraksinasi
Selama kurang lebih dua jam campuran material dan sampel protein disentrifugasi dengan menggunakan tabung untuk sentrifugasi dengan kecepatan 120.000 rpm. Selanjutnya akan dihasilkan larutan yang terfraksinasi bergradien. Larutan dipisahkan pada tabung-tabung reaksi yang berbeda untuk selanjutnya dilakukan tahapan pengujian protein.
Gambar 3 fraksinasi dan
pemisahan protein hasil
sentrifugasi
Masing-masing fraksi yang didapatkan selanjutnya dilakukan pengujian untuk meihat keberhasilan pemisahan protein-protein tersebut dengan cara membandingkannya dengan protein serum standar dengan metode elektroforesis. Masing –masing fraksi protein dilarutkan dengan setengah dari volume total yang mengandung larutan 60% gliserol, 15% b-mercaptoetanol, 6% sodium dodecyl sulfate, dan 0,001% bromfenol biru. Kemudian masing-masing fraksi dimasukkan kedalam sumur pada gel sodium dodecylsulfate polyacrylamide. Selanjutnya hasil pola migrasi dapat menentukan laju sedimentasi dan koefisien sedimentasi dari masing-masing fraksi protein dengan membandingkannya dengan hasil dari referensi.
Gambar 4 Contoh hasil pengujian pemisahan campuran protein dengan elektroforesis.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Prinsip dasar pemisahan untuk pemurnian protein dengan menggunakan metoda ultrasentrifugasi yaitu pemisahan yang dilakukan berdasarkan pada berat partikel-partikel protein dan juga densitas dari protein-protein campuran dengan menerapkan gaya sentrifugal pada larutan menggunakan rotor yang berputar rotasi pada kecepatan tertentu.
Ultrasentrifugasi menerapkan dua prinsip dasar yaitu sentrifugasi diferensial yang memisahkan partikel berdasarkan berat partikel protein dan sentrifugasi gradien densitas yang menggunakan medium dengan densitas yang bergradien untuk memisahkan partikel berdasarkan perbedaan densitasnya.
DAFTAR PUSTAKA
Basi, N. S., Rebois, R. V. (1997). Rate Zonal Sedimentation of Proteins in One Hour or Less. Analytical Biochemistry. 251: 103-109.
Voelkl, A. (2016) . Ultracentrifugation . Heidleberg : University of Heidleberg