• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Praktikum Kimia Bab V Reaksi Red

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Laporan Praktikum Kimia Bab V Reaksi Red"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

REAKSI REDUKSI OKSIDASI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tujuan Praktikum

1. Mempelajari reaksi reduksi 2. Mempelajari reaksi oksidasi

1.2 Pre-lab

1. Jelaskan pengertian reaksi reduksi!

Reduksi didefinisikan sebagai penangkapan elektron dan pelepasan oksigen dari senyawa (Reger, 2009).

2. Jelaskan pengertian reaksi oksidasi!

Oksidasi adalah pelepasan elektron atau penaikkan bilangan oksidasi (Sutresna, 2007).

3. Apa fungsi larutan CuSO4 dan AgNO3?

Larutan CuSO4 berfungsi sebagai larutan garam dari logam Cu, dalam reaksi katoda Cu+ + 2e- → Cu2+, dalam hal ini ion Cu2+ akan bergerak mengambil elektron dan menjadi logam tembaga yang menempel pada besi katoda. Dalam reaksi anoda Cu (s) Cu2+ (aq) + 2e - .dalam hal ini ion Cu2+ akan bergerak memberikan elektron.dan terjadilah peristiwa reduksi oksidasi.

Larutan AgNO3 berfungsi sebagai larutan garam dari logam Ag. Dalam reaksi anoda AgNO3,ion NO3- tidak akan larut dalam air sehingga molekul air dan atom Ag+ bersaing untuk beroksidasi (Ebbing, 2010).

1.3 Tinjauan Pustaka

Nama Andreas Bimanda Cahyadi

NIM 145100100111015

Kelas A

(2)

1.3.1 Pengertian Reaksi a. Redoks

Redoks adalah suatu reaksi kimia di mana ada pemindahan elektron dari satu reaktan ke reaktan yang lainnya (Stoker, 2012).

Contoh reaksi redoks: 1) Korosi

Korosi adalah reaksi redoks spontan yang mengakibatkan terjadinya karat pada besi, perak sulfida dari perak, dan patina (tembaga karbonat) dari tembaga.

2) Elektrolisis

Elektrolisis ialah proses dimana energi listrik digunakan untuk mendorong agar reaksi redoks berlangsung tidak spontan bisa terjadi.

3) Termodinamika Sel Galvanik

Voltase yang diukur dalam sel galvanik dapat dipecah menjadi potensial elektroda dari anoda (tempat oksidasi) dan katoda (tempat reduksi). Voltase ini dapat dihubungkan dengan perubahan energi bebas Gibbs dan konstanta kesetimbangan dari proses redoks.

b. Spontan dan Non-Spontan

Reaksi redoks spontan adalah reaksi redoks yang berlangsung serta merta dan disertai pembebasan energi berupa panas yang ditandai dengan perubahan suhu (Salirawati, 2008).

Reaksi redoks non-spontan terjadi apabila harga E° sel negatif. Suatu reaksi kimia (termasuk reaksi redoks) yang tidak spontan tidak terjadi apapun (Salirawati, 2008).

1.3.2 Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya reaksi redoks (Oxtoby, 2004) a. Energi ionisasi

Semakin eletropositif elemen maka akan lebih mudah untuk melepaskan elektronnya, atau energi ionisasinya semakin rendah sehingga potensial oksidasinya berkurang sedangkan potensial reduksinya akan naik. b. Afinitas elektron

Semakain eletronegatif elemen maka afinitas elektron juga akan bertambah sehingga potensial reduksinya juga naik.

(3)

Potensial standar reduksi diukur dalam keadaan atomik sehingga energi atomisasi juga turut menentukan besaran potensial standar reduksi. d. Energi solvasi

Jika proses redoks dilakukan pada fase cair maka energi solvasi juga mempengaruhi besaran potensial reduksi standard.

e. Energi ikat kovalen

Energi ikat kovalen yang besar mendukung kespontanan reaksi; potensial standard reduksi sebanding dengan energi ikat kovalen.

f. Oksigen

Sesuai dengan prinsip reaksi redoks dimana juga terjadi penambahan dan pengurangan oksigen di dalam senyawa.

1.3.3 Aplikasi redoks dalam teknologi pertanian

Aplikasi reaksi redoks dalam bidang teknologi pertanian yaitu dalam respirasi tumbuhan salah satunya dalam proses fotosintesis karena dalam waktu proses fotosintesis tumbuhan dapat menghasilkan oksigen dan gula. Gula atau glukosa adalah sebagai bahan pembuat zat bagi tumbuhan jadi dalam proses ini

tumbuhan (Ebbing, 2010).

1.4 Tinjauan Bahan 1.4.1 Logam seng

Seng (Zn) adalah logam non-ferrous yang terutama digunakan untuk melindungi baja terhadap korosi dan pembuatan campuran logam kuningan (Linsley, 2004).

1.4.2 Logam tembaga

Tembaga (Cu) adalah logam berat yang sangat baik untuk konduktor, bersifat non magnetik dan mempunyai ketahanan terhadap korosi atmosfer (Linsley, 2004).

1.4.3 Larutan CuSO4 1 M

Tembaga(II) sulfat, juga dikenal dengan cupri sulfat, adalah sebuah senyawa kimia dengan rumus molekul CuSO4. Senyawa garam ini eksis di bumi dengan kederajatan hidrasi yang berbeda-beda. Bentuk anhidratnya berbentuk bubuk hijau pucat atau abu-abu putih, sedangkan bentuk pentahidratnya

(4)

Perak nitrat merupakan sebuah senyawa anorganik dengan rumus kimia AgNO3. Senyawa ini adalah senyawa paling serbaguna di antara senyawa perak lainnya, dan digunakan pada fotografi (Pudjaatmaka, 2004).

1.5 Tinjauan Alat 1.5.1 Beaker glass

Gelas beker adalah tabung gelas berbentuk silinder dengan skala, yang digunakan untuk mengaduk, mencampur, dan memanaskan larutan (Pudjaatmaka, 2004).

1.5.2 Pipet ukur (graduate pipette)

Pipet yang mempunyai beberapa batas tanda yang digunakan untuk

memindahkan larutan bermacam-macam ukuran volume (Pudjaatmaka, 2004).

(5)

2.1 Diagram Alir

1. Seng dengan larutan CuSO4 1 M

Dimasukkan dalam gelas kaca

Diamplas hingga bersih

Diamati dalam larutan CuSO4 1 M pada menit 1, 3, 5, 7, dan 10

2. Tembaga dengan larutan AgNO3 1 M

Dimasukkan dalam gelas kaca

Diamplas hingga bersih

Diamati dalam larutan AgNO3 1 M pada menit 1, 3, 5, 7, dan 10

BAB III PEMBAHASAN 3.1 Data Hasil Praktikum

10 ml CuSo4 1 M

Logam Zn

Hasil

10 ml AgNO3 1 M

Logam Cu

(6)

Waktu Logam Larutan Warna Larutan Keterangan

Gelap dan terdapat gelembung kecil Jumlah gelembung semakin banyak Terdapat endapan berwarna hitam pada logam Zn dan sebagian endapat jatuh ke dalam larutan

Terdapat kerak hitam dan gelembung pada Cu

Semakin banyak gelembung

Kerak semakin menebal dan gelembung berwarna putih

Gelembung semakin banyak

Terdapat lapisan endapan perak pada Cu

3.2 Pertanyaan

(7)

-.Gelas beker 100 ml -.Pipet ukur 10 ml -.Penjepit sampel -.Bulb

Bahan : -.Logam seng (Zn) -.Logam tembaga (Cu) -.Larutan CuSO4 -.Larutan AgNO3

Seng (Zn) dengan larutan CuSO4 1 M

Pertama yang dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan untuk praktikum reaksi reduksi oksidasi. Menuangkan larutan CuSO4 1 M secukupnya ke dalam gelas beker 100 ml. Selanjutnya memindahkan larutan CuSO4 1 M ke dalam gelas kaca hingga mencapai tanda batas dengan menggunakan pipet ukur. Menyiapkan sepotong logam seng dan mengamplasnya hingga bersih. Mencatat keadaan awal logam seng dan larutan CuSO4. Menjepit logam seng dengan menggunakan penjepit dan memasukkan ke dalam larutan CuSO4. Mengamati perubahan yang terjadi pada logam seng dan larutan CuSO4 dan mencatatnya setiap 1, 3, 5, 7, dan 10 menit.

Tembaga (Cu) dengan larutan AgNO3 1 M

Pertama yang dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan untuk praktikum reaksi reduksi oksidasi. Menuangkan larutan AgNO3 1 M secukupnya ke dalam gelas beker 100 ml. Selanjutnya memindahkan larutan AgNO3 1 M ke dalam gelas kaca hingga mencapai tanda batas dengan menggunakan pipet ukur. Menyiapkan sepotong logam tembaga dan mengamplasnya hingga bersih. Mencatat keadaan awal logam tembaga dan larutan AgNO3. Menjepit logam tembaga dengan menggunakan penjepit dan memasukkan ke dalam larutan AgNO3. Mengamati perubahan yang terjadi pada logam tembaga dan larutan AgNO3 dan mencatatnya setiap 1, 3, 5, 7, dan 10 menit.

2. Tuliskan analisa hasil dari percobaan redoks yang dilakukan dan bandingkan hasilnya dengan literatur.

Percobaan Redoks Seng (Zn) dengan larutan CuSO4 1 M (Rahmawati, 2014)

(8)

Perlakuan Keterangan 10ml CuSO4(aq) (warna biru jernih) +

1gram Zn(s) (warna abu-abu)

- Panas - Berasap

- Bau mengengat - Banyak Gelembung - Larutan tidak berwarna - Endapan berwarna coklat Persamaan Reaksi

Zn(s) + CuSO4(aq) → ZnSO4(aq) + Cu(s) (abu-abu) (biru) (tak berwarna) (coklat) Oksidasi : Zn(s) → Zn2+(aq) + 2e

-Reduksi : Cu2+(aq) + 2e- → Cu(s)

Zn(s) + Cu2+(aq) → Zn2+(aq) + Cu(s) Pembahasan

Pada praktikum kali ini, dilakukan percobaan pembuatan larutan ZnSO4 dengan mereaksikan logam Zn dengan larutan CuSO4. Dalam praktikum ini lempengan Zn didapatkan dari baterai bekas, sedangkan larutan CuSO4 didapatkan dari praktikum sebelumnya yaitu pembuatan larutan CuSO4 melalui proses elektrolisis. Percobaan pembuatan ZnSO4 ini dapat dilakukan berdasarkan teori yang telah di jabarkan pada pendahuluan. Ketika lempengan seng dimasukkan ke dalam larutan tembaga sulfat, ion-ion tembaga dalam larutan CuSO4 direduksi menjadi logam Cu sedangkan

sengnya akan teroksidasi menjadi ion Zn2+ atau dengan kata lain, logam Zn akan larut. Proses ini berlangsung bertahap namun cukup cepat, hanya dibutuhkan waktu

beberapa menit saja. Setelah lempengan seng di masukkan dalam larutan CuSO4 , terjadi reaksi langsung yang menghasilkan panas yang menunjukan reaksi berlangsung secara eksoterm, berasap, berbau mengengat, serta banyak gelembung dalam larutan yang terlihat seperti larutan yang mendidih. Sesudah beberapa waktu kelihatan seng akan dilapisi oleh tembaga yang berwarna merah coklat. Dan warna biru dari larutan CuSO4 lama kelamaan memudar. Hingga akhirnya lempengan Zn habis bereaksi, logam Cu yang berwarna coklat mengendap, dan larutan ZnSO4 yang tidak berwana terbentuk sempurna. Reaksi ini berlangsung secara spontan. Tiap atom seng

kehilangan dua elektron untuk menjadi sebuah ion seng dan tiap ion tembaga akan memperoleh dua elektron menjadi sebuah atom tembaga. Elektron itu diberikan langsung dari atom-atom seng ke ion-ion tembaga. Sehingga dalam persamaan reaksi dapat dituliskan sebagai berikut :

(9)

Percobaan Tembaga (Cu) dengan larutan AgNO3 1 M (Rahmawati, 2014)

Data hasil praktikum

Perlakuan Keterangan

10ml AgNO3(aq) (warna transparan jernih) + 1gram Cu(s) (warna coklat)

- Banyak Gelembung

Pada praktikum kali ini, dilakukan percobaan pembuatan larutan Cu(NO3)2 dengan mereaksikan logam Cu dengan larutan AgNO3. Ketika lempengan tembaga

dimasukkan ke dalam larutan perak nitrat, ion-ion tembaga dalam larutan AgNO3 direduksi menjadi logam Ag sedangkan tembaganya akan teroksidasi menjadi ion Cu2+ atau dengan kata lain, logam Cu akan larut. Proses ini berlangsung bertahap namun cukup cepat, hanya dibutuhkan waktu beberapa menit saja. Setelah lempengan tembaga di masukkan dalam larutan AgNO3 , terjadi reaksi langsung yang

menghasilkan banyak gelembung dalam larutan yang terlihat seperti larutan yang mendidih. Sesudah beberapa waktu kelihatan tembaga akan dilapisi oleh perak yang berwarna abu–abu . Dan larutan tak berwarna AgNO3 lama kelamaan berubah menjadi keruh kecoklat-coklatan. Hingga akhirnya lempengan Cu habis bereaksi, logam Ag yang berwarna abu–abu mengendap, dan larutan Cu(NO3)2 yang berwana transparan coklat terbentuk sempurna. Reaksi ini berlangsung secara spontan. Tiap atom tembaga kehilangan dua elektron untuk menjadi sebuah ion tembaga dan tiap ion perak akan memperoleh satu elektron menjadi dua buah atom perak. Elektron itu diberikan langsung dari atom-atom seng ke ion-ion tembaga. Sehingga dalam persamaan reaksi dapat dituliskan sebagai berikut :

Cu(s) + 2Ag+(aq) → Cu2+(aq) + 2Ag(s)

(10)

Zn + CuSO4 → ZnSO4 + Cu 0 +2 +2 0

O = +2

R = -2 Sebelum Reaksi :

Zn = 0 Karena tidak bermuatan Cu + SO4 = 0

Cu = 0 Karena tidak bermuatan 2Ag + 2NO3 = 0

Reaksi reduksi adalah reaksi yang menurunkan bilangan oksidasi, menangkap atau menambah elektron dan melepaskan oksigen. Sebaliknya, reaksi oksidasi adalah reaksi yang menaikkan bilangan oksidasi, melepas atau mengurangi elektron dan menangkap oksigen.

(11)

Percobaan kedua, yaitu antara logam tembaga dengan larutan AgNO3 menghasilkan larutan Cu(NO3)2 berupa larutan berwarna transparan coklat, dan endapan Ag yang berwarna abu– abu. Dalam percobaan ini yang teroksidasi adalah logam Cu(s) dan yang tereduksi adalah AgNO3(aq). Reaksi berlangsung secara spontan.

SARAN

Saat membersihkan logam Zn dan logam Cu dengan menggunakan amplas usahakan sebersih mungkin, karena apabila kurang bersih dan terdapat kotoran dapat mempengaruhi hasil percobaan. Dalam mengamati perubahan yang terjadi pada logam dan larutan haruslah jeli dan teliti. Dalam melakukan praktikum harus mengikuti standar keselamatan alat dan bahan, wajib menggunakan sarung tangan dan masker.

DAFTAR PUSTAKA

Ebbing, Darrell, Steven D. Gammon. 2010. General Chemistry, Enhanced Edition. USA: Cengage Learning.

Linsley, Trevor. 2004. Instalasi Listrik Dasar/3. Jakarta: Erlangga

Oxtoby, David W. 2004. Prisnip-2 Kimia Modern/1 Ed.4. Jakarta: Erlangga. Pudjaatmaka, A. Hadyana. 2004. Kamus Kimia. Jakarta: Balai Pustaka

(12)

Reger, Daniel, Scott Goode, David Ball. 2009. Chemistry: Principles and Practice. USA: Cengage Learning.

Salirawati, Das. 2008. KIMIA. Bandung: Grafindo Media Pratama

Stoker, H. Stephen. 2012. General, Organic, and Biological Chemistry. USA: Cengage Learning.

Sutresna, Nana. 2007. KIMIA. Bandung: Grafindo Media Pratama.

Tanggal Nilai Paraf

(13)

Referensi

Dokumen terkait

Larutan perak nitrat dielektrolisis dengan arus sebesar 2 ampere selama 10 menit, massa perak yang meng- endap di katoda adalah ... Paku dimasukkan ke dalam larutan garam

Jika muatan listrik yang sama dialirkan dalam larutan perak nitrat (Ag = 108), maka banyaknya perak yang mengendap pada katoda ialah ..... Senyawa HClO 4dapat bersifat asam

Penentuan kadar Klorida dalam sampel yang dititrasi dengan larutan AgNO3.. dengan menggunakan indikator K2CrO4 sehingga diperoleh titik akhir

Prinsip dari percobaan ini adalah berdasarkan titrasi argentometri mohr, titrasi penentuan analit yang berupa ion halida dengan menggunakan larutan standar perak nitrat

Setelah itu, gelas kimia yang berisi larutan yang telah ditambahkan logam Zn tersebut ditutup dengan menggunakan kaca arloji sambil sesekali digoyangkan perlahan6. Reaksi kimia

bening menjadi biru muda.Selain itu bisa juga saat kita memanaskan lempeng tembaga yang berwarna merah dengan serbuk belerang yang

Dimasukkan larutan campuran etanol-air kedalam labu bulat dan memasang pada heat mantel, dimasukkan batu didih ke dalam labu bulat, dipanaskan larutan dengan heat

Untuk mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi pada reaksi elektrolisis larutan NaCl dan larutan tembaga (II) sulfat