• Tidak ada hasil yang ditemukan

daya tampung beban pencemaran rawa pening

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "daya tampung beban pencemaran rawa pening"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Badruddin Machbub
    • Arif Suwanto
    • Titi Novitha Harahap
    • Harmin Manurung
    • Inge Retnowati Siti Rachmiati
    • Wahyu Cahyadi Rustadi
  • Pengajar:
    • Ir. Arief Yuwono, MA
  • Sekolah: Kementerian Lingkungan Hidup
  • Mata Pelajaran: Pengelolaan Lingkungan
  • Topik: Daya Tampung Beban Pencemaran Air Dan Zonasi Danau Rawa Pening
  • Tipe: kajian
  • Tahun: 2012
  • Kota: Jakarta

I. PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan latar belakang, tujuan, dan metodologi kajian mengenai daya tampung beban pencemaran air dan zonasi Danau Rawapening. Penekanan diberikan pada pentingnya pengelolaan danau yang berkelanjutan untuk menjaga kualitas ekosistem dan manfaat bagi masyarakat.

1.1. Latar Belakang

Danau Rawapening merupakan salah satu danau prioritas yang mengalami kerusakan dan pencemaran yang signifikan. Kajian ini bertujuan untuk memberikan arah kebijakan perlindungan dan pemanfaatan ekosistem danau secara berkelanjutan, sejalan dengan Kesepakatan Bali tahun 2009.

1.2. Tujuan dan Sasaran

Tujuan kajian ini adalah merumuskan pengelolaan danau sesuai dengan daya tampungnya. Sasaran pelaksanaan kajian ini adalah memberikan bahan pertimbangan dalam penetapan rencana tata ruang dan izin pemanfaatan danau untuk menjaga kualitas air.

1.3. Pengertian dan Peraturan Perundang-undangan yang terkait

Pengertian daya tampung beban pencemaran air dan zonasi dijelaskan, serta peraturan yang mendasari kajian ini. Daya tampung beban pencemaran air adalah kemampuan danau untuk menerima pencemaran tanpa menurunkan kualitas air.

1.4. Metodologi

Metodologi kajian meliputi penentuan daya tampung beban pencemaran air dan penyusunan zonasi pemanfaatan perairan. Faktor-faktor yang mempengaruhi daya tampung serta perhitungan yang digunakan juga dijelaskan secara rinci.

II. GAMBARAN UMUM DANAU RAWAPENING

Bab ini memberikan gambaran umum tentang Danau Rawapening, termasuk tipologi, letak geografis, karakteristik, dan kondisi fisik danau. Informasi ini penting untuk memahami konteks ekosistem dan tantangan yang dihadapi.

2.1. Tipologi Danau

Danau Rawapening dikategorikan sebagai danau dangkal dengan ekosistem yang kaya. Tipologi ini mempengaruhi kualitas air dan keanekaragaman hayati serta interaksi antara manusia dan lingkungan.

2.2. Letak Geografis

Letak geografis Danau Rawapening strategis, terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Aksesibilitas dan posisi ini menjadikannya penting bagi aktivitas sosial ekonomi masyarakat sekitar.

2.3. Karakteristik Danau

Karakteristik fisik danau mencakup luas, kedalaman, dan volume air. Karakteristik ini berpengaruh terhadap kemampuan danau dalam menampung beban pencemaran dan mendukung kehidupan biota.

2.4. Kondisi Fisik Danau

Kondisi fisik Danau Rawapening, termasuk geologi, topografi, dan penggunaan lahan, berkontribusi pada proses ekologis dan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan danau.

III. KONDISI DANAU RAWAPENING

Bab ini mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi Danau Rawapening, termasuk pencemaran, pemanfaatan, dan kualitas air. Analisis ini penting untuk merumuskan strategi pengelolaan yang efektif.

3.1. Permasalahan Danau

Permasalahan utama yang dihadapi Danau Rawapening adalah pencemaran dari berbagai sumber, termasuk limbah domestik dan pertanian. Hal ini menyebabkan penurunan kualitas air dan ekosistem.

3.2. Pemanfaatan Danau

Danau Rawapening dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, termasuk perikanan, pariwisata, dan irigasi. Namun, pemanfaatan yang berlebihan dapat mengancam keberlanjutan ekosistem.

3.3. Kualitas Air dan Status Trofik

Kualitas air Danau Rawapening menunjukkan status trofik yang memprihatinkan, dengan peningkatan kadar nutrien yang dapat menyebabkan eutrofikasi. Pemantauan kualitas air diperlukan untuk pengelolaan yang efektif.

IV. BEBAN PENCEMARAN AIR DANAU RAWAPENING

Bab ini membahas sumber pencemaran yang mempengaruhi Danau Rawapening, termasuk limbah dari penduduk, ternak, dan pertanian. Pemahaman tentang sumber pencemaran ini penting untuk merumuskan langkah-langkah pengendalian.

4.1. Sumber Pencemaran dari Daerah Tangkapan Air (DTA)

Sumber pencemaran dari daerah tangkapan air mencakup limbah domestik, limbah ternak, dan limbah pertanian. Setiap sumber memiliki kontribusi yang berbeda terhadap pencemaran air dan kualitas ekosistem.

4.2. Limbah Budidaya Ikan

Limbah dari budidaya ikan, khususnya dari keramba jaring apung, berkontribusi signifikan terhadap pencemaran. Pengelolaan yang baik diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap kualitas air.

V. DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN DAN PROGRAM PENGENDALIAN BEBAN PENCEMARAN AIR DANAU RAWAPENING

Bab ini menjelaskan daya tampung beban pencemaran air Danau Rawapening dan program pengendalian pencemaran yang diusulkan. Penentuan daya tampung penting untuk merumuskan strategi pengelolaan yang berkelanjutan.

5.1. Karakteristik Morfometri dan Hidrologi Danau

Karakteristik morfometri dan hidrologi Danau Rawapening, seperti luas dan kedalaman, mempengaruhi daya tampung beban pencemaran. Data ini penting untuk perencanaan pengelolaan yang efektif.

5.2. Daya Tampung Beban Pencemaran Air (DTBPA)

Daya tampung beban pencemaran air dihitung berdasarkan parameter kualitas air dan kondisi lingkungan. Hasil perhitungan ini akan menjadi dasar untuk pengelolaan danau yang berkelanjutan.

5.3. Beban Pencemaran Daerah Tangkapan Air

Analisis beban pencemaran dari daerah tangkapan air menunjukkan bahwa peningkatan populasi dan aktivitas ekonomi berkontribusi pada pencemaran. Pengendalian beban pencemaran perlu dilakukan secara terpadu.

5.4. Program Pengendalian Pencemaran Air

Program pengendalian pencemaran air yang diusulkan mencakup tindakan preventif dan rehabilitasi ekosistem. Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk keberhasilan program ini.

VI. ZONASI PEMANFAATAN PERAIRAN DANAU RAWAPENING

Bab ini membahas zonasi pemanfaatan perairan Danau Rawapening berdasarkan studi yang ada. Zonasi penting untuk mengatur pemanfaatan ruang dan menjaga keberlanjutan ekosistem.

6.1. Zonasi Danau Rawapening Berdasarkan Studi yang Ada

Zonasi yang diusulkan berdasarkan studi sebelumnya mencakup area perlindungan, budidaya, dan rekreasi. Zonasi ini bertujuan untuk meminimalkan konflik antara berbagai pemanfaatan.

6.2. Usulan Zonasi Perairan Danau Rawapening Alternatif Satu Garis Pantai Danau dengan Tanggul

Usulan zonasi alternatif mencakup pengaturan batas fungsional untuk perlindungan dan pemanfaatan. Tanggul diusulkan untuk mengurangi dampak pencemaran dari aktivitas manusia.

VII. KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini menyajikan kesimpulan dari kajian serta saran untuk pengelolaan Danau Rawapening. Kesimpulan menekankan perlunya tindakan segera untuk melindungi ekosistem danau.

7.1. Kesimpulan

Kesimpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa Danau Rawapening memerlukan pengelolaan yang berkelanjutan untuk menjaga kualitas air dan ekosistem. Penentuan daya tampung beban pencemaran sangat penting.

7.2. Saran

Saran untuk pengelolaan Danau Rawapening mencakup perlunya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Program pengendalian pencemaran harus diimplementasikan secara efektif.

Gambar

Gambar 3.1 Peta Bahaya Erosi DTA Danau Rawapening
Gambar 3.3.
Tabel 3.5. Status Mutu Air Danau Rawapening Metoda Indeks Pencemaran Air
Gambar 3.9. Peta Kedalaman Danau Rawapening
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pemerintah Kabupaten Lebak perlu melakukan kajian Daya Tampung Beban Pencemaran di seluruh DAS Ciujung (wilayah Kabupaten Lebak) serta menjadikan kajian tersebut sebagai

Oleh karena itu, pemerintah memiliki peran yang sangat penting terkait dengan pendistribusian dana bantuan langsung tunai yang tujuan utamanya yaitu untuk membantu

Daya ledak otot tungkai memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanaan teknik lompat harimau karena saat melakukan gerakan melompat memerlukan daya ledak

yang sangat penting dalam memediasi pelaksanaan praktik manajemen sumberdaya manusia strategik untuk dapat meningkatkan kinerja organisasi rumah sakit pemerintah dan

wilayah (RT/RW) serta aspek lingkungannya. Sistem drainase pada suatu wilayah memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mengalirkan air hujan yang tidak

Manajemen sumber daya manusia merupakan peran yang sangat penting pada perkembangan food and beverage pada masa sekarang dan yang akan datang, oleh karena itu dalam memilih sumber daya