• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

-1-FREQUENTLY ASKED QUESTIONS (FAQ’S)

ATAS PBI NO.11/ 30 /PBI/2009 TANGGAL 7 JULI 2009 TENTANG FASILITAS LIKUIDITAS INTRAHARI BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH

(FLIS)

Q. Apa latar belakang penerbitan ketentuan tentang FLIS ?

A. Ketentuan tentang FLIS diterbitkan sebagai upaya menjamin kelancaran sistem pembayaran melalui pencegahan kemacetan pembayaran (gridlock) dalam Sistem Bank Indonesia-Real Time Gross Settlement dan penyelesaian akhir kliring debet dalam Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

Q. Apakah FLIS itu?

A. FLIS adalah fasilitas pendanaan yang disediakan Bank Indonesia kepada Bank Umum Syariah (BUS)/ Unit Usaha Syariah (UUS) dalam kedudukan sebagai peserta Sistem BI-RTGS dan SKNBI, yang dilakukan dengan cara repurchase agreement (repo) surat berharga yang harus diselesaikan pada hari yang sama dengan hari penggunaan.

Q. Kapan BUS/UUS dapat menggunakan FLIS?

A. BUS/UUS dapat menggunakan FLIS apabila BUS/UUS telah mendapat persetujuan penggunaan FLIS serta:

a. memiliki surat berharga yang dapat direpokan kepada Bank Indonesia berupa SBIS, SBSN dan/atau surat berharga syariah lainnya yang ditetapkan oleh Bank Indonesia;

b. berstatus aktif sebagai peserta BI-SSSS; dan

c. berstatus aktif sebagai peserta BI-RTGS dan/atau tidak sedang dikenakan sanksi penghentian sebagai peserta SKNBI.

Q. Bagaimana cara Bank memperoleh persetujuan penggunaan FLIS?

A. BUS/UUS terlebih dahulu mengajukan permohonan secara tertulis kepada Bank Indonesia dengan melampirkan:

a. perjanjian penggunaan FLIS;

b. fotokopi anggaran dasar Bank atau kuasa (power of attorney) dari kantor pusat Bank bagi cabang Bank yang kantor pusatnya berkedudukan di luar negeri yang telah dinyatakan sesuai dengan aslinya oleh Bank; dan

c. dokumen pendukung lainnya.

Q. Bagaimana Mekanisme penggunaan FLIS?

(2)

-2-a. saldo rekening giro rupiah BUS/UUS di Bank Indonesia tidak mencukupi untuk melakukan transaksi keluar (outgoing transaction), untuk FLIS-RTGS; atau b. saldo rekening giro rupiah BUS/UUS di Bank Indonesia tidak mencukupi untuk

memenuhi kewajiban BUS/UUS atas penyelesaian akhir Kliring Debet, FLIS-Kliring

Q. Berapa nilai maksimum FLIS yang dapat digunakan oleh BUS/UUS?

A. Maksimum nilai FLIS yang dapat digunakan BUS/UUS adalah sebesar nilai SBIS dan/atau SBSN yang direpokan dalam rangka FLIS-RTGS atau FLIS-Kliring.

Q. Bagaimana mekanisme penyelesaian FLIS?

A. Penyelesaian FLIS dilakukan secara otomatis oleh Sistem BI-RTGS setiap terdapat transaksi masuk (incoming transaction) yang mengkredit rekening giro rupiah BUS/UUS yang bersangkutan di Bank Indonesia sampai dengan batas waktu penyelesaian FLIS.

Q. Bagaimana jika FLIS tidak juga terselesaikan sampai dengan batas waktu penyelesaiannya?

A. Terhadap nilai FLIS yang tidak dapat diselesaikan tersebut diberlakukan sebagai transaksi repo dengan Bank Indonesia dengan jangka waktu 1 (satu) hari.

Q. Bagaimana mekanisme penyelesaian FLIS jika terjadi kegagalan sistem BI-RTGS dan/atau BI-SSSS sehingga BUS/UUS tidak dapat menyelesaikan FLIS?

A. Penyelesaian FLIS dilakukan secara otomatis jika terdapat transaksi masuk (incoming transaction) oleh Sistem BI-RTGS segera setelah sistem BI-RTGS dan atau BI-SSSS berfungsi kembali.

Q. Bagaimana dengan Perjanjian Penggunaan dan Pengagunan FLIS yang telah ditandatangani BUS/UUS sebelumnya berlakunya PBI ini?

A. BUS/UUS harus mengganti dengan Perjanjian Penggunaan FLIS sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia.

Referensi

Dokumen terkait

(3) Dengan tidak mengurangi sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dalam hal BUS atau UUS melakukan Transaksi SBIS dan/atau transaksi operasi moneter syariah lainnya

Dengan demikian, Bank umum syariah dan unit usaha syariah yang telah menandatangani perjanjian FLI tidak perlu melakukan penandatanganan ulang. Dalam hal BI memandang

(3) Dengan tidak mengurangi sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dalam hal BUS atau UUS melakukan Transaksi SBIS dan/atau transaksi operasi moneter syariah

Dengan diberlakukannya Surat Edaran Bank Indonesia yang mengatur mengenai Instrumen PUAS maka Bank Syariah atau UUS yang mengajukan permohonan sebagaimana dimaksud pada

Dengan tidak mengurangi sanksi sebagaimana dimaksud pada butir IX.1, dalam hal BUS atau UUS melakukan Transaksi SBIS dan/atau transaksi operasi moneter syariah lainnya

Unit Usaha Syariah, yang selanjutnya disebut UUS, adalah unit kerja dari kantor pusat Bank Umum Konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor atau unit

The balance of BUS/UUS’ giro account with Bank Indonesia is insufficient to settle the outgoing transaction in BI-RTGS system and when securities subject to

Berdirinya Bank Unit Syariah (BUS) baru baik yang muncul dari pelaku pasar. (investor) baru maupun konversi Unit Usaha Syariah (UUS)