• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

1

Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/29/PBI/2009 tanggal 7 Juli 2009

tentang

Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek Syariah

Bagi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah

Frequently Asked Question:

Q: Apakah yang dimaksud dengan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek Syariah (FPJPS) bagi

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS)?

A: FPJPS adalah fasilitas pendanaan berdasarkan prinsip syariah dari Bank Indonesia kepada

BPRS untuk mengatasi kesulitan pendanaan jangka pendek yang dialami oleh BPRS.

Q: Apa yang dimaksud dengan Kesulitan Pendanaan Jangka Pendek?

A: Yang dimaksud dengan kesulitan pendanaan jangka pendek adalah keadaan yang dialami

BPRS yang disebabkan oleh terjadinya arus dana masuk yang lebih kecil dibandingkan

dengan arus dana keluar (mismatch).

Q: Apa kriteria BPRS yang dapat mengajukan permohonan FPJPS?

A: BPRS yang dapat mengajukan permohonan FPJPS harus memenuhi kriteria sebagai

berikut:

a. memiliki penilaian tingkat kesehatan paling kurang peringkat komposit 3 (PK-3)

selama 2 (dua) periode terakhir;

b. memiliki penilaian faktor manajemen paling kurang peringkat C selama 2 (dua)

periode terakhir; dan

c. memiliki arus kas harian negatif selama 14 (empat belas) hari kalender terakhir.

Q: Apa bentuk agunan yang berkualitas tinggi dalam pengajuan FPJPS?

A: Jenis agunan yang berkualitas tinggi dalam pengajuan FPJPS adalah aset pembiayaan BPRS

dengan kolektibilitas lancar dan surat berharga yang dimiliki pemegang saham yang

nilainya memadai.

Q: Berapakah jumlah FPJPS yang diterima BPRS?

A: Plafon FPJPS diberikan paling banyak sebesar kebutuhan pendanaan jangka pendek BPRS

(2)

2

Q: Berapa lama jangka waktu FPJPS?

A: Jangka waktu setiap FPJPS paling lama adalah 30 (tiga puluh) hari dan dapat

diperpanjang paling lama 90 (sembilan puluh) hari.

Q: Akad apa yang digunakan dalam FPJPS?

A: Pemberian FPJPS dilakukan dengan menggunakan akad mudharabah.

Q: Berapa imbalan atas penggunaan FPJPS ini?

A: Imbalan FPJPS dihitung berdasarkan jumlah pokok FPJPS, tingkat realisasi imbalan sebelum

distribusi pada Bank yang bersangkutan, nisbah bagi hasil bagi Bank Indonesia dan jumlah

hari kalender penggunaan FPJPS. Besarnya nisbah bagi hasil bagi Bank Indonesia,

ditetapkan sebesar 90% (sembilan puluh persen).

Q: Apakah kewajiban BPRS penerima FPJPS?

A: BPRS wajib menyampaikan rencana tindak perbaikan (action plan) untuk mengatasi

Kesulitan Pendanaan jangka Pendek paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah

perjanjian pemberian FPJPS atau addendum ditandatangani dan wajib menyampaikan

laporan secara mingguan kepada Bank Indonesia, berupa perhitungan Rasio Kebutuhan

Kas harian, kolektibilitas harian aset Pembiayaan yang diagunkan dan penggunaan FPJPS

harian.

Q: Siapa yang harus menanggung biaya yang timbul dalam rangka pemberian FPJPS?

A: Biaya-biaya yang timbul sehubungan dengan pengikatan perjanjian, pengikatan dan

eksekusi agunan serta biaya lainnya yang mungkin timbul dalam rangka pemberian FPJPS

menjadi beban BPRS penerima FPJPS.

Q: Langkah apa yang akan dilakukan Bank Indonesia apabila BPRS penerima FPJPS tidak

dapat melunasi FPJPS pada saat jatuh tempo?

A: Apabila FPJPS jatuh tempo dan saldo rekening BPRS di bank umum syariah, unit usaha

syariah dan/atau bank umum konvensional tidak cukup untuk membayar pokok dan

Referensi

Dokumen terkait

Bank Perkreditan Rakyat Syariah Yang Melakukan Kegiatan Usaha Sebagai Pedagang

Q : Apakah perbankan syariah dapat menjual surat berharga syariah yang dimiliki. sebelum

Fasilitas Likuiditas Intrahari yang selanjutnya disebut FLI adalah penyediaan pendanaan oleh Bank Indonesia kepada Bank dalam kedudukan Bank sebagai peserta Sistem BI-RTGS

Penempatan Dana Pada Bank Lain adalah penanaman dana pada Bank Syariah atau BPRS lainnya berdasarkan prinsip Syariah antara lain dalam bentuk bentuk giro dan/atau tabungan

Sehubungan dengan telah dikeluarkannya Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/9/PBI/2005 tanggal 25 Januari 2005 tentang Laporan Bulanan Bank Perkreditan Rakyat Syariah

1) Pembiayaan jangka pendek merupakan pembiayaan yang diberikan dengan jangka waktu maksimal satu tahun. Pembiayaan jangka pendek biasanya diberikan oleh bank

BPRS yang mengalami kesulitan pendanaan jangka pendek dapat mengajukan permohonan FPJPS sepanjang memenuhi kriteria: a BPRS yang mengalami Kesulitan Pendanaan Jangka Pendek dan

Penelitian mengenai efisiensi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah BPRS sebagai bagian dari Perbankan Syariah perlu dilakukan, mengingat bahwa Bank Pembiayaan Rakyat Syariah BPRS memiliki