• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

-1-

Surat Edaran Bank Indonesia No. 10/35/DPbS tanggal 22 Oktober 2008 Perihal

Restrukturisasi Pembiayaan Bagi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah

Question & Answer

Q : Apa saja pola Restrukturisasi Pembiayaan yang dapat dilakukan oleh Bank

Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS)?

A : Restrukturisasi Pembiayaan yang dapat dilakukan oleh BPRS, yaitu:

a. Penjadwalan kembali (rescheduling), yaitu perubahan jadwal pembayaran

kewajiban nasabah atau jangka waktunya;

b. Persyaratan kembali (reconditioning), yaitu perubahan sebagian atau

seluruh persyaratan Pembiayaan, antara lain perubahan jadwal

pembayaran, jumlah angsuran, jangka waktu dan/atau pemberian

potongan sepanjang tidak menambah sisa kewajiban nasabah yang harus

dibayarkan kepada BPRS; dan/atau

c. Penataan kembali (restructuring), yaitu perubahan persyaratan Pembiayaan

yang tidak terbatas pada rescheduling atau reconditioning, antara lain

meliputi:

1) penambahan dana fasilitas Pembiayaan BPRS;

2) konversi akad Pembiayaan.

Q : Mengapa BPRS tidak dapat melakukan Restrukturisasi Pembiayaan dengan cara

konversi Pembiayaan menjadi Surat Berharga Syariah Berjangka Waktu

Menengah atau Penyertaan Modal Sementara?

A : Berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan

Syariah, BPRS dilarang melakukan penempatan dalam bentuk Surat Berharga

Syariah dan Penyertaan Modal.

Q : Hal-hal apa saja yang harus tercakup dalam kebijakan dan prosedur

Restrukturisasi Pembiayaan BPRS?

A : Kebijakan dan prosedur Restrukturisasi Pembiayaan BPRS mencakup paling

kurang hal-hal sebagai berikut:

a. Penetapan pejabat atau pegawai khusus untuk menangani Restrukturisasi

Pembiayaan.

b. Penetapan limit wewenang memutus Pembiayaan yang direstrukturisasi.

c. Kriteria Pembiayaan yang dapat direstrukturisasi.

(2)

-2-

termasuk penetapan penyerahan Pembiayaan yang akan direstrukturisasi

kepada pejabat atau pegawai khusus dan penyerahan kembali Pembiayaan

yang telah berhasil direstrukturisasi kepada pejabat atau pegawai khusus

yang ditunjuk sebagai pengelola Pembiayaan.

Q : Apakah perbedaan antara akad Pembiayaan baru dengan akad Pembiayaan

hasil konversi akad dalam rangka Restrukturisasi Pembiayaan?

A : Akad Pembiayaan dalam rangka konversi akad harus mencantumkan kronologis

pembiayaan sebelumnya.

Q : Apa saja pola Restrukturisasi Pembiayaan yang dapat dilakukan oleh BPRS untuk

akad murabahah dan istishna’?

A : Piutang murabahah dan piutang istihna dapat dilakukan restrukturisasi dengan

cara:

a. Penjadwalan kembali (rescheduling)

b. Persyaratan kembali (reconditioning)

c. Penataan kembali (restructuring) dengan melakukan konversi menjadi ijarah

muntahiyyah bittamlik atau mudharabah atau musyarakah

Q : Apa saja pola Restrukturisasi Pembiayaan yang dapat dilakukan oleh BPRS untuk

akad salam?

A : Piutang salam dapat dilakukan restrukturisasi dengan cara:

a. Penjadwalan kembali (rescheduling)

b. Persyaratan kembali (reconditioning)

c. Penataan kembali (restructuring) dengan penambahan dana

Q : Apa saja pola Restrukturisasi Pembiayaan yang dapat dilakukan oleh BPRS untuk

akad Pembiayaan mudharabah dan musyarakah?

A : Pembiayaan mudharabah dan musyarakah dapat dilakukan restrukturisasi

dengan cara:

a. Penjadwalan kembali (rescheduling)

b. Persyaratan kembali (reconditioning)

c. Penataan kembali (restructuring) dengan penambahan dana

Q : Apa saja pola restrukturisasi pembiayaan yang dapat dilakukan oleh BPRS untuk

pembiayaan multijasa dengan akad ijarah?

A : Pembiayaan multijasa dengan akad ijarah dapat dilakukan restrukturisasi

dengan cara:

(3)

-3- b. Persyaratan kembali (reconditioning)

Q : Apakah perbedaan Restrukturisasi Pembiayaan dalam bentuk ijarah atas aktiva

ijarah yang dimiliki oleh BPRS dengan ijarah atas aktiva ijarah yang disewa dari

pihak lain?

A : Pembiayaan dalam bentuk ijarah yang aktivanya milik BPRS dapat

direstrukturisasi dengan perpanjangan jangka waktu paling lama sampai

dengan umur ekonomis aktiva ijarah, sedangkan untuk ijarah yang aktivanya

bukan milik BPRS dapat diperpanjang paling lama sampai dengan hak

penggunaan aktiva ijarah berakhir.

Q : Bagaimana pelaporan restrukturisasi pembiayaan untuk BPRS?

A : BPRS melaporkan setiap bulan laporan restrukturisasi pembiayaan kepada Bank

Indonesia paling lambat tanggal 14 bulan berikutnya sebagaimana format yang

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan: Ada pengaruh pelatihan basic life support terhadap pengetahuan dan keterampilan mahasiswa keperawatan tentang kegawatdaruratan di Fakultas Ilmu Kesehatan

PENERAPAN PASAL 28 AYAT (1) UNDANG – UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN MENGENAI KERUSAKAN.. DAN GANGGUAN FUNGSI JALAN (STUDI DI POLRES

Siswa lebih antusias dan aktif mengikuti setiap kegiatan pembelajaran, siswa lebih berani dalam menyampaikan pendapat dan melakukan tanya jawab bersama guru, siswa juga

Berdasarkan kesimpulan diatas maka disarankan bagi peternak di Desa Pesedahan dan Desa Bugbug, Kabupaten Karangasem bendaknya peternak memperbaiki kelemahan dan

Guru harus merangka kaedah latihan untuk memenuhi gaya pembelajaran pelajar dengan menggunakan kombinasi pengalaman, refleksi, pemikiran konseptual dan amalan (Rosmin, 1998).

Berdasarkan hasil tersebut, maka affective organizational commitment tidak terbukti sebagai variabel intervening career growth terhadap e mployee voice

Diantara pemikirannya adalah mengenai konsep falah, hayyah thayyibah, dan tantangan ekonomi umat Islam, kebijakan moneter, lembaga keuangan syariah yang lebih ditekankan kepada

Adapun hasil pengamatan aktivitas guru pada proses pembelajaran yang dilakukan oleh pengamat I dan pengamat II selama proses pembelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) pada siklus