EVALUASI POTENSI PANAS BUMI DAERAH GUNUNG ENDUT
KABUPATEN LEBAK - PROVINSI BANTEN
Oleh :
Sri Widodo, Dedi Kusnadi, M. Kholid, Yuano Rezky
SARI
Prospek panas bumi Gunung Endut secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kabupaten
Lebak, Provinsi Banten dan pada posisi geografis daerah penyelidikan terletak pada posisi
antara 106°15’22”-106°22’39” BT dan 6°34’4”-6°41’4” LS, Keberadaannya dimanifestasikan
dengan adanya mata air panas di Cikawah dan Handeuleum.
Kubah-kubah vulkanik yang terbentuk di sekitar manifestasi Cikawah dan Handeuleum diduga
menjadi sumber panas pada sistem panas bumi G. Endut.
Zona permeabel pada Formasi Sareweh dan Cimapag yang terkekarkan dengan kedalaman
puncaknya sekitar 1500 m di bawah manifestasi air panas Cikawah dan Handeuleum diduga
sebagai lapisan reservoir dalam prospek G. Endut. Luas prospek panas bumi daerah ini
ditafsirkan mencapai luas sekitar 11 km2 dengan potensi cadangan terduga sebesar 80 MWe.
Pasokan air meteorik (101 hingga 300 mm/tahun) meresap melalui zona resapan (60%),
menjadi cadangan air bawah permukaan yang menopang eksistensi sistem panas bumi daerah
ini.
Sebagai bahan Wilayah Kerja Pertambangan diusulkan sekurang-kurangnya area seluas 41
km2, yang mungkin masih bisa meluas atau menyempit dan wilayah ini bisa dicapai dengan
PENDAHULUAN
Kekurangan pasokan energi listrik di Pulau
Jawa merupakan masalah yang cukup
serius, sehingga bisa menimbulkan
terhambatnya kemajuan, baik di bidang
indusri, pertambangan, dan peternakan.
Dalam mengatasi masalah ini Pemeritah
telah menggalakkan program energi
alternatif sebagai penopang dan pengganti
energi fosil untuk pembangkitan listrik.
Bahkan pada tahun 2014 diharapkan dapat
menghasilkan energi pembangkit listrik
sebesar 10,000 MW, yang berasal dari
energi alternatif terutama panas bumi.
Berbagai upaya telah mlai dilakukan untuk
mempercepat realisasi program pengadaan
energi pembangkit dari panas bumi antara
lain dengan melaksanakan survei
pendahuluan dan pelelangan Wilayah Kerja
Pertambangan (WKP) panas bumi serta
pembenahan regulasi pengelolaan panas
bumi.
Dalam rangka mempercepat terlaksananya
program pelelangan WKP, Badan Geologi
mempunyai tugas untuk mempersiapkan
data-data teknis dan geosains dari seluruh
prospek panas bumi di Indonesia yang
telah dilakukan survei pendahuluan,
sebagai bahan-bahan pelelangan. Salah
satu realisasi dari tugas tersebut adalah
mengevaluasi hasil survei, seperti di daerah
panas bumi Gunung Endut ini.
Daerah panas bumi Gunung Endut secara
administratif termasuk ke dalam wilayah
Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dan
pada posisi geografis daerah penyelidikan
106°22’39” BT dan 6°34’4”-6°41’4” LS atau
antara 9261000-9274000 mU dan
639000-652000 mS (Gambar 1). Daerah panas
bumi dapat dicapai dengan kendaraan roda
empat dari Serang atau Rangkasbitung.
Lokasi dapat dicapai dengan kendaraan
bermotor beroda empat, sekitar 30 km dari
kota Rangkasbitung.
Manifestasi Panas Bumi
Manifestasi panas bumi Gunung Endut
berupa mata air panas yang muncul di
beberapa lokasi manifestasi di daerah
Cikawah dan Handeuleum berlokasi di kaki
barat Gunung Endut, yang terdiri dari mata
air panas Cikawah 1, Cikawah 2,
Handeuleum.
Mata air panas Cikawah 1 dan Cikawah 2
di wilayah desa Sobang yang berada di
bagian barat kaki G. Endut bersuhu 53 -
88°C, pH 7.74 - 7.98 dan debit sekitar 5
l/dtk. Mata air panas Handeuleum yang
muncul di sebelah barat Cikawah bersuhu
air panas 57°C, dengan pH=7.70 dan debit
= 3 l/dtk.
REVIEW GEOLOGI
Berdasarkan pertimbangan bentuk bentang
alam, pola aliran sungai, tingkat/stadium
erosi, jenis batuan, kemiringan lereng dan
struktur geologi, daerah penyelidikan
dikelompokkan menjadi 4 (empat) satuan
morfologi yaitu satuan kerucut kompleks
(35%), satuan kerucut gunungapi (25 %),
satuan perbukitan bergelombang lemah (32
%) dan satuan pedataran (8 %).
menjadi 16 satuan batuan yang berumur
antara Tersier hingga Kuarter. Urutan
satuan ini mulai dari tua ke muda adalah
Satuan Anggota Sedimen Baduy (Tmd),
Anggota Sedimen Bojongmanik (Tmb),
Intrusi Andesitik (Ta), Batuan Vulkanik
Pra-Endut (Tlpe), Breksi lava G. Kendeng (Tbr),
Lava G. Pilangranal (Tlr), Diorit (Td),
Granodiorit (Tgr), Breksi Lava G. Pilar
(Qbp), Lava G. Pilar (Qlp), Lava G. Endut-1
(Qle1), Aliran Piroklastik G. Endut (Qae),
Lava G. Endut-2 (Qle2), Breksi lava G.
Endut (Qbe), Lava G. Endut-3 (Qle3) dan
Aluvium (Qal). Lihat Gambar 2.
Struktur Geologi yang terjadi di daerah
panas bumi Gunung Endut
dimanifestasikan dengan adanya kelurusan
bukit (lineament), kerucut gunungapi,
kelurusan topografi, paset segitiga, gawir
sesar, kekar (joint), off-set batuan, cermin
sesar (slicken-side), serta munculan
manifestasi panas dan batuan ubahan
(alterasi).
Struktur geologi daerah Gunung Endut ini
terdiri dari:
• Sesar normal, berarah baratbaratlaut –
timurtenggara (NWW-SEE/ N280-300ºE)
yang membentuk pemunculan daerah
intrusi dan vulkanik Gunung Endut.
• Sesar mendatar dan peremajaan normal,
berarah timurlaut – barat daya (NE-SW/
N15-25ºE) yang memotong formasi
hingga ke batuan dasar (basement) dan
pada peremajaannya mengakibatkan
munculnya manifestasi deretan mata air
panas Cikawah dan struktur di dinding
kawah Gunung Endut.
• Sesar mendatar dan peremajaan normal,
berarah timurtimurlaut – baratbarat daya
(NE-SW/ N60-80ºE) yang memotong
formasi hingga ke batuan dasar
(basement) dan pada peremajaannya
mengakibatkan sealing pada manifestasi
deretan mata air panas Cikawah.
• Kelurusan yang berarah hampir utara -
selatan (N-S/ N350-10ºE) dan memotong
struktur yang terbentuk sebelumnya.
• Sesar mendatar yang berarah baratlaut –
tenggara (NW-SE/ N 320-340° E) dan
memotong batuan dan struktur yang
terbentuk sebelumnya. Struktur ini
diduga sebagai media yang
memunculkan manifestasi mata air
panas Handeleum.
Secara garis besar zona air tanah di daerah
penyelidikan dibagi menjadi 3 (tiga) bagian
yaitu zona resapan air, zona munculan air
tanah dan zona limpasan. Daerah resapan
air (re-charge area) mencakup ± 45% dari
luas daerah penyelidikan, mempunyai
elevasi antara > 80 - 1250 m dpl, berada
pada satuan morfologi kerucut kompleks
dan kerucut gunungapi. Di wilayah ini
sebagian besar air hujan meresap ke bumi
melalui permeabilitas (rekahan dan
porositas) batuan, selanjutnya terakumulasi
menjadi air tanah dalam dan air tanah
dangkal (catchment/ reservoir). Daerah
munculan air tanah (discharge area) berada
pada satuan perbukitan bergelombang
lemah dan morfologi pedataran dengan
elevasi antara 0 - 80 m dpl yang meliputi
Daerah limpasan air permukaan (run - off
water area) meliputi luas ± 27% dari
wilayah penyelidikan yang berada pada
satuan morfologi perbukitan bergelombang
lemah.
REVIEW GEOKIMIA
Kimia Air Panas
Temperatur air panas pada mata air panas
di daerah G. Endut berkisar antara 53 -
80ºC, dengan pH netral. Mata air panas
Cikawah 1 memiliki suhu tertinggi (88ºC),
pH = 7.98, debit = 5 l/detik. Air panas
Cikawah 1 bertipe klorida (dari diagram
segitiga Cl-SO4-HCO3) yang didukung
dengan dijumpainya sinter silika pada
batuan andesit di sekitar mata air panas
(Gambar 3a).
Diagram segitiga Na-K-Mg (Gambar 3b)
menunjukkan bahwa kandungan ketiga
unsur tersebut dalam air panas terletak
pada zona partial equilibrium. Kandungan
unsur chlor, litium, dan boron dalam contoh
air panas cukup berimbang berdasarkan
diagram segitiga Cl-Li-B, yaitu terletak di
posisi tengah diagram (Gambar 3c).
Karakteristik air panas lainnya yaitu pada
mata air panas Cikawah 2, Handeuleum
dan Gajrug bertipe bikarbonat, dengan
perbandingan konsentrasi sulfat dan
kloridanya hampir sama dengan bikarbonat.
Kandungan 18O dalam sampel air panas
Cikawah 1, Cikawah 2, Handeuleum, dan
Gajrug, dari hasil analisis isotop secara
siginifikan berada pada posisi sebelah 18
Kondisi ini mengindikasikan telah terjadinya
pengkayaan 18O dalam air panas karena
reaksi substitusi 18O dalam batuan dengan
oksigen-16 (16O) dalam fluida panas, pada
saat terjadinya interaksi fluida panas
dengan batuan sebelum muncul ke
permukaan. Lihat Gambar 4.
Temperatur bawah permukaan di daerah
penyelidikan G. Endut berdasarkan
persamaan geotermometri NaK diperoleh
nilai temperatur 180oC yang termasuk
kedalam klasifikasi temperatur sedang.
Konsentrasi Hg tanah (Gambar 5) setelah
dikoreksi dengan nilai kandungan H2O-,
bervariasi mulai dari 7 ppb sampai dengan
395 ppb dengan nilai background 149 ppb,
nilai threshold 230 ppb, dan nilai rata-rata
69. Distribusi nilai Hg tanah
memperlihatkan kelompok Hg tinggi (>150
ppb) di sekitar lokasi mata air panas
Cikawah. Kelompok nilai Hg 75-150 ppb
tersebar pada bagian tengah ke bagian
timurlaut daerah penyelidikan, sedangkan
kelompok Hg yang kurang dari 75 ppb
tersebar pada sebagian besar daerah
penyelidikan.
REVIEW GEOFISIKA
Hasil penyelidikan gaya berat
menyimpulkan bahwa daerah yang
dianggap potensial untuk sumber panas
bumi terletak di bagian tengah terutama di
sekitar Air panas Cikawah dan bagian
baratdaya daerah penyelidikan yaitu di
sekitar air panas Handeuleum. Dari anomali
diperkirakan merupakan intrusi batuan beku
dan juga sebagai sumber panas untuk
daerah panas bumi G. Endut, yaitu di
sekitar G. Angkaribung (Gambar 6).
Analisis data tahanan jenis dari suvei
geolistrik Schlumberger (Gambar 7) dapat
dirangkum sebagai berikut.
a. Pemetaan tahanan jenis
memperlihatkan bahwa daerah
manifestasi panas bumi (Cikawah,
Handeuleum, dan Gajrug) berada
dalam anomali tahanan jenis semu
tinggi. Hal ini dimungkinkan berkaitan
dengan adanya batuan intrusi yang
menembus batuan sedimen yang
terbentuk jauh sebelumnya.
b. Keberadaan batuan intrusi (?)
kemudian mengubah batuan sekitarnya
sehingga terbentuk batuan alterasi
argilik berada pada kedalaman lebih
dari lima ratus meter di bawah
permukaan. Batuan secara tajam
menunjam ke arah baratdaya maupun
ke timurlaut, sampai sekitar 1000 m.
Berdasarkan penyelidikan Magnetotellurik,
peta TE-TM pada periode T=0.1 detik
menunjukkan nilai sedang (<200 Ohm-m)
hampir seluruh lokasi, meskipun terdapat
juga nilai < 25 Ohm-m di bagian utara dan
tenggara. Kelompok nilai > 200 Ohm-m
berbenuk spot kecil di sekitar mata air
panas Cikawah dan Handeuleum. Semakin
dalam (ditunjukkan pada T=1 detik)
kelompok nilai > 200 Ohm-m semakin luas,
bahkan hampir memenuhi seluruh area
penyelidikan. Pada T=10 detik, sekitar mata
air panas Cikawah dan Handeuleum
muncul kelompok nilai tahanan jenis > 2000
Ohm-m, sedangkan kelompok nilai > 200
Ohm-m mengalami penyempitan. Lihat
Gambar 8. Gambaran ini menunjukkan
bahwa di sekitar mata air panas Cikawah
dan Handeuleum terdapat batuan beku
yang diduga sebagai kubah lava andesit.
Hasil pemodelan 2D TE Mode lintasan 1
dan 2 (Gambar 10), terlihat nilai tahanan
jenis tinggi (>200 Ohm) di sekitar
manifestasi Cikawah dan Handeuluem
yang menyerupai bentuk kubah vulkanik
dan kemungkinan juga berfungsi menjadi
batuan penudung. Kedalaman batuan ini
diperkirakan terdapat pada mulai antara
200 – 600 m dengan ketebalan mencapai
1000 m.
DISKUSI
Morfologi wilayah prospek panas bumi G.
Endut didominasi satuan kompleks dan
satuan vulkanik yang berbukit terjal hingga
luas sekitar 60% dan bukit bergelombang
25%, sehingga tersisa 15% sebagai zona
pedataran. Kenyataan ini dapat menjadi
hambatan dalam pengembangan dan
pemanfaatannya untuk pembangkit listrik.
Konsentrasi klorida dalam air panas
merupakan indikasi bahwa fluida ini berasal
dari deep water. Fluida uap panas tersebut
berhubungan dengan sumber panas bumi
yang berinteraksi dengan batuan di
sekitarnya dan terjadi pencampuran
dengan air permukaan, sehingga
pemunculannya sebagai mata air panas
yang bersifat netral (pH = 7.98) di
Sumber panas yang merupakan pemasok
panas ke dalam reservoir diduga
merupakan sisa panas yang berasal dari
kubah-kubah di bawah manifestasi
Cikawah dan Handeuleum. Kubah-kubah
ini diindikasikan dengan adanya zona
tahanan jenis tinggi (> 2000 Ohm-m) dari
survei MT (Gambar 11).
Zona reservoir terletak di zona kekar pada
batuan Formasi Sareweh dan Cimapag
yang permeabilitas cukup baik. Lapisan
perangkap air panas diduga berada di
kedalaman > 1000 m hingga kedalaman
yang belum diketahui di bawah manifestasi
Cikawah dan Handeuleum. Reservoir
panas bumi diperkirakan berada di bawah
kubah vulkanik pada kedalaman sekitar
1500 m.
Batuan penudung berupa impermeable
lithocap berupa volcanic lithocap dan
clay-cap pada kontak sentuh antara batuan host
- rocks dengan fluida panas di kedalaman
manifestasi Cikawah dan Handeuleum. Dari
data geolistrik, batuan penudung berupa
claycap diperkirakan berada di kedalaman
≥500 m dengan ketebalan belum diketahui.
Data ini dikoreksi dengan data
magnetotellurik yang menunjukkan bahwa
kubah vulkanik yang menjadi batuan
penudung diperkirakan terdapat pada
kedalaman antara 200 – 600 m dengan
ketebalan mencapai 1000 m. Transfer
panas didominasi aliran konveksi pada
fluida reservoir (air panas, gas ataupun
uap).
Fluida Reservoir Panas Bumi
Fluida panas di kedalaman manifestasi
secara konveksi teralirkan naik
kepermukaan melalui batuan permeabel
sebagai mata air panas dengan pH relatif
normal.
Pemunculan air panas Cikawah yang
berupa mata air panas bertemperatur
cukup tinggi dan bertipe air klorida,
menunjukkan bahwa mata air panas di
daerah Cikawah diperkirakan terletak pada
zona upflow(?) dengan sistem reservoir
yang didominasi air panas (water heated
reservoir), sedangkan air panas
Handeuleum yang bersifat bikarbonat
terletak pada zona outflow dengan sistem
reservoir yang juga didominasi air panas
(water heated reservoir).
Area prospek panas bumi
Pada peta kompilasi geosains memberikan
indikasi bahwa daerah prospek dicirikan
dengan sebaran tahanan jenis tinggi yang
tersebar di sekitar mata air panas Cikawah
dan Handeuleum, meluas ke arah Gunung
Bongkok dan sedikit ke arah Gunung Endut
dengan luas sekitar 11 km2. Sistem panas
bumi di daerah ini diperkirakan terdapat di
kitaran kompleks kubah vulkanik. Pada
lokasi tertentu (bagian tengah) kubah
vulkanik (lava) juga brfungsi sebagai
batuan penudung, dan batuan perangkap
panas (reservoir) diperkirakan berada di
bawah kubah vulkanik tersebut. Tetapi di
sekitar sebaran kubah reservoir ini
ditudungi oleh batuan bertahanan jenis
rendah (< 20 Ohm-m) yang kemungkinan
Estimasi Potensi Energi Panas Bumi
Estimasi potensi energi panas bumi
ditentukan dengan metode volumetrik
(Lump Parameter) dan mengambil asumsi:
tebal reservoir = 2 km, recovery factor =
50%, faktor konversi = 10%, dan lifetime =
30 tahun. Dengan luas daerah prospek
panas bumi Gunung Endut (A) = 11 km2,
temperatur bawah permukaan 180oC, dan
temperatur cut-off diasumsikan sebesar
150oC, maka potensi cadangan energi
terduga panas bumi di Gunung Endut
sebesar ≈ 80 MWe.
Akses Wilayah
Wilayah prospek panas bumi G. Endut ini
mempunyai sarana jalan yang cukup baik.
Disini telah tersedia jalan beraspal yang
dapat dilalui oleh kendaraan beroda empat
sampai ke kampung-kampung terpencil.
Tetapi yang perlu mendapat perhatian
adalah kondisi jalannya yang sudah banyak
mengalami kerusakan akibat hujan, dan
sanitasi yang kurang memadai.
USULAN WILAYAH KERJA
PERTAMBANGAN
Beberapa kriteria yang menjadi
pertimbangan di dalam penentuan area
untuk usulan WKP antara lain:
Wilayah yang dapat diusulkan sebagai
Wilayah Kerja Pertambangan
sekurang-kurangnya meliputi luas sekitar 41 km2
(Gambar 9). Areal ini dapat berkembang
lebih luas atau lebih sempit karena belum
memperhitungkan faktor lain seperti tata
guna lahan, keekonomian dan sebagainya.
KESIMPULAN
Sumber panas pada sistem panas bumi G.
Endut diperkirakan berasal dari sisa panas
yang berupa kubah vulkanik di sekitar
manifestasi Cikawah dan Handeuleum.
Reservoir yang merupakan perangkap
sistem fluida bawah permukaan diduga
berada di zona permeabel pada Formasi
Sareweh dan Cimapag yang terkekarkan
dengan kedalaman puncaknya sekitar 1500
m di bawah manifestasi air panas Cikawah
dan Handeuleum. Secara horisontal, luas
prospek panas bumi daerah ini identik
dengan sebaran kubah vulkanik yang
mencapai luas sekitar 11 km2. Potensi
cadangan terduga yang mungkin untuk
membangkitkan listrik adalah sebesar 80
MWe.
Pasokan air meteorik (101 hingga 300
mm/tahun) meresap melalui zona resapan
(60%). Zona akumulasi yang bersistem air
panas tersebut.
Untuk bahan usulan Wilayah Kerja
Pertambangan ditentukan
sekurang-kurangnya area seluas sekitar 41 km2, yang
mungkin masih bisa meluas atau
menyempit. Wilayah ini bisa dicapai dengan
kendaraan roda empat.
UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terimakasih disampaikan kepada
Kepala Pusat Sumber Daya Gelogi beserta
jajarannya yang telah memberi kesempatan
penulis untuk menggunakan data hasil
sebagai bahan penulisan makalah ini. Tidak
lupa ucapan terima kasih kepada Panitia
Kolokium Badan Geologi yang telah
memuat tulisan ini.
DAFTAR PUSTAKA
Geothermal Departement, Basic Concept of
Magnetotelluric Survey in
Geothermal Fields. West Japan
Engineerring Consultants, Inc.
Telford, W.M. et al, 1982. Applied
Geophysics. Cambridge University
Press. Cambridge.
Tim Penyelidikan Magnetotelurik, 2008,
Penyelidikan Magnetotelurik
Daerah Panas Bumi Gunung Endut
Kabupaten Lebak, Provinsi Banten,
Pusat Sumber Daya Geologi,
Bandung. Publikasi terbatas.
Tim Penyelidikan Terpadu, 2006,
Penyelidikan Terpadu Geologi,
Geokimia, dan Geofisika Daerah
Panas Bumi Gunung Endut
Kabupaten Lebak, Provinsi Banten,
Pusat Sumber Daya Geologi,
Tabel 1. Kriteria penentuan usulan WKP daerah panas bumi Cubadak
No. Kriteria Perkiraan Letak/lokasi Keterangan
1 Heat Source diperkirakan berasal dari sisa panas
yang berupa kubah vulkanik di sekitar
manifestasi Cikawah dan Handeuleum
Berada di dalam areal
usulan WKP
2 Reservoir terletak di zona permeabel pada
Formasi Sareweh dan Cimapag yang
terkekarkan. Terperangkap di
kedalaman > 1500 m
s.d.a
3 Sistem hidrologi (resapan
dan limpasan)
Pasokan air meteorik (101 hingga 300
mm/tahun) meresap melalui zona
resapan (60%). Zona akumulasi yang
bersistem air panas tersebut
Gambar 1. Peta Lokasi Penyelidikan Panas Bumi Daerah G. Endut, Kab. Lebak – Banten
106
oBT
7
o6
oGambar 4. Kurva hasil analisis Isotop sampel air panas
-50 -20
-8 -7 -6 -5 -4
Ap. Cikawah 2 (APCK2)
Ap. Handeuleum (APHA)
Ap. Gajrug (APGJ)
Keterangan :
δ18O (o/oo)
δ
D
(
o/o
o)
MW L
δD = 8δ18O + 14
Ap. Cikawah 1 (APCK1)
-10 0
-30
-40
-3
Gambar 7. Penampang model tahanan jenis Lintasan D
1000 2000 3000 4000 5000 6000
Jarak Datar (meter) -750
r) D-1500 D-2000
D-2500
D-3000
D-3500
D-3950 D-4500 D-5000 D-5500
Penampang Model Tahanan Jenis
Baratdaya Lintasan D Timurlaut
20
Mataair panas Kawah
Gambar 8. Peta Gabungan TE-TM Magnetotelurik
Gambar 10. Model panas bumi berdasarkan interpretasi Magnetotelurik
? Gunung EndutGunung EndutGunung EndutGunung Endut
Gunung Endut
Formasi Badui Formasi Badui Formasi BaduiFormasi Ba duiFormasi Ba duiFormasi Ba duiFormasi BaduiFormasi BaduiFormasi Badui
Batuan Vulka nik Batuan Vulka nik Batuan Vulka nikBatuan VulkanikBatuan VulkanikBatuan VulkanikBatuan Vulka nikBatuan Vulka nikBatuan Vulka nik Endut Endut EndutEndutEndutEndutEndutEndutEndut
BASEM ENT BASEM ENT BASEM ENTBASEM ENTBASEM ENTBASEM ENTBASEM ENTBASEM ENTBASEM ENT
Ga s magmatik Ga s magmatik Ga s magmatikGas magmatikGas magmatikGas magmatikGa s magmatikGa s magmatikGa s magmatik dan Aliran Panas dan Aliran Panas dan Aliran Panasdan Aliran Panasdan Aliran Panasdan Aliran Panasdan Aliran Panasdan Aliran Panasdan Aliran Panas
SUMBER PANAS SUMBER PANAS SUMBER PANASSUMBER PANASSUMBER PANASSUMBER PANASSUMBER PANASSUMBER PANASSUMBER PANAS
Transfer Pa nas Transfer Pa nas Transfer Pa nasTrans fe r PanasTrans fe r PanasTrans fe r PanasTransfer Pana sTransfer Pana sTransfer Pana s Secara Konduk tif Secara Konduk tif Secara Konduk tifSeca ra KonduktifSeca ra KonduktifSeca ra KonduktifSecara Konduk tifSecara Konduk tifSecara Konduk tif Fluida Panas
Fluida Panas Fluida PanasFluida Pa nasFluida Pa nasFluida Pa nasFluida PanasFluida PanasFluida Panas dan Gas dan Gas dan Gasdan Gasdan Gasdan Gasdan Gasdan Gasdan Gas Formasi Ba dui
Formasi Ba dui Formasi Ba duiFormas i BaduiFormas i BaduiFormas i BaduiFormasi Ba duiFormasi Ba duiFormasi Ba dui
Mata A ir Panas Mata A ir Panas Mata A ir Panas Mata A ir Panas Mata A ir PanasMata A ir PanasMata A ir PanasMata A ir Panas
Mata A ir Panas
Cika wah Cika wah Cika wahCikawahCikawahCikawahCika wahCika wahCika wah Mata A ir Pa nas
Mata A ir Pa nas Mata A ir Pa nasMa ta A ir Pana sMa ta A ir Pana sMa ta A ir Pana sMata A ir Pa nasMata A ir Pa nasMata A ir Pa nas Handeuleum Handeuleum HandeuleumHandeule umHandeule umHandeuleumHandeuleumHandeuleumHandeule um
reservoir reservoir reservoirrese rv oirrese rv oirrese rv oirreservoirreservoirreservoir clay cap clay cap clay capclaycapclaycapclaycapclay capclay capclay cap Intrusi
Intrusi IntrusiIntrusiIntrusiIntrusiIntrusiIntrusiIntrusi Andesitik Andesitik AndesitikAndesitikAndesitikAndesitikAndesitikAndesitikAndesitik
Air Met eorik Air Met eorik Air Met eorikAir Met eorikAir Met eorikAir Met eorikAir Met eorikAir Met eorikAir Met eorik
poss ible intrus ion ? poss ible intrus ion ? poss ible intrus ion ?possible intrusion ?possible intrusion ?possible intrusion ?poss ible intrusion ?poss ible intrusion ?poss ible intrusion ?