• Tidak ada hasil yang ditemukan

Smt 5_PG346_Psikologi Konseling_sdh.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Smt 5_PG346_Psikologi Konseling_sdh."

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

MK Psikologi Konseling / PG346 1

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

Silabus

1. Identitas mata kuliah

Nama mata kuliah : Psikologi Konseling

Nomor kode : PG346

Jumlah sks : 2 sks

Semester : 5 (ganjil)

Kelompok mata kuliah : MKK Program Studi Program studi/Program : Psikologi/S1

Status mata kuliah : Wajib

Prasyarat : Psikologi Kepribadian I & II

Dosen : Prof. Dr. Sawitri Supardi Sadarjoen, Psi. Sri Maslihah, M.Psi.

Tina Hayati Dahlan, M.Pd.,Psi

Sitti Chotidjah, S. Psi., Psi.

2. Tujuan

Perkuliahan ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman

kepada mahasiswa mengenai hubungan yang membantu ‘helping

relationship’ dalam konseling. Mahasiswa juga diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan oleh seorang konselor serta memiliki pengalaman dalam mempraktekkan micro skills tersebut dalam proses helping relationship.

3. Deskripsi isi

Dalam perkuliahan ini membahas sejarah dan perkembangan psikologi konseling, arti dari membantu, karakteristik helper/konselor, bagaimana proses membantu berlaku, keterampilan membantu untuk memahami, keterampilan membantu saat kehilangan dan krisis, keterampilan membantu bagi perubahan perilaku yang positif, permasalahan etika dalam proses hubungan membantu, merencanakan dan mengevaluasi proses membantu dan latihan role play atau melihat video proses konseling.

4. Pendekatan pembelajaran

Pendekatan : Ekspositori dan inkuiri

Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi, dan penugasan

Tugas : Menerjemahkan dan presentasi kelompok, memberikan laporan hasil membaca rubrik konsultasi

(2)

MK Psikologi Konseling / PG346 2

5. Evaluasi

Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan dalam:

- UTS - UAS

- menerjemahkan dan presentasi kelompok, laporan hasil baca rubric konsultasi dan observasi role play

6. Rincian materi perkuliahan tiap pertemuan Pertemuan 1 : Orientasi perkuliahan

Pertemuan 2 : Sejarah dan perkembangan psikologi konseling Pertemuan 3 : Apakah arti membantu itu?

Pertemuan 4 : Karakteristik seorang konselor dan Proses membantu Pertemuan 5 : Permasalahan etika dalam hubungan membantu Pertemuan 6 : Keterampilan membantu saat krisis dan kehilangan

Pertemuan 7 : Keterampilan membantu untuk tingkah laku dan perubahan perilaku yang positif

Pertemuan 8 : UTS

Pertemuan 9 : Keterampilan membantu untuk memahami; listening, leading & reflecting

Pertemuan 10 : Keterampilan membantu untuk memahami; challenging, interpreting

Pertemuan 11 : Keterampilan membantu untuk memahami; informing, summarizing

Pertemuan 12 : Keterampilan membantu untuk memahami; attending, responding

Pertemuan 13 : Keterampilan membantu untuk memahami; personalizing&inisiatif

Pertemuan 14 : Merencanakan dan mengevaluasi proses membantu Pertemuan 15 : Role Play dan obeservasi proses konseling

Pertemuan 16 : UAS 7. Daftar buku

Buku utama:

Brammer, Lawrence M. (1989). The Helping Relationship, Process and Skills (4th). California: Prentice Hall.

Carkhuff, Robert R. 1983. The Art of Helping. Fifth Edition. Human Resources Development Press. Inc.

Referensi:

James Broadsband (1997). Basic Attending Skill (3 nd ). New York: Mc Graw Hill.

(3)

Referensi

Dokumen terkait

Secara khusus mahasiswa juga akan mempelajari karakteristik, proses pembuatan, cara mendesain, teknik mengumpulkan dan menganalisa data, dasar-dasar analisa

Berdasarkan pendapat Tohirin (2007) bahwa layanan konseling kelompok merupakan upaya pembimbing atau konselor dalam membantu memecahkan masalah-masalah pribadi

Juga diharapkan kita mampu menerapkan pemahaman psikologi kita terhadap proses konseling karena dengan memahami proses mental dari klien akan membantu terhadap

Konseling merupakan suatu hubungan yang bersifat membantu, yaitu interasksi antara konselor dan konseli merupakan suatu kondisi yang membuat konseli terbantu dalam

KONSELING Rogers lesmana, 2005 dalam lubis, 2011 menyatakan bahwa konseling sebagai hubungan membantu dimana salah satu pihak konselor bertujuan untuk meningatkan kemampuan dan fungsi

Temuan dalam penelitian ini bahwa konseling traumatik adalah proses memberi arti bagi klien yang mengalami trauma dan memberi arti pula bagi konselor yang membantu mengatasi trauma