Draf SSK Kab. Bima Page 1 BAB V
PROGRAM DAN KEGIATAN SANITASI
1.1 Program dan Kegiatan Aspek Teknis dan Hygiene/PHBS
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bima Tahun 2011-2015 diimplementasikan melalui berbagai bentuk program yang mencerminkan kebutuhan pembangunan yang mendesak. Sejumlah program tersebut tidak seluruhnya dapat terpenuhi secara optimal, mengingat keterbatasan potensi, sumber daya seperti dana, tenaga, dan kemampuan manajerial. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemilahan program-program pembangunan guna tersusunnya program prioritas yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dan hak-hak dasar masyarakat serta pencapaian keadilan yang berkesinambungan dan berkelanjutan.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Bima Tahun 2010-2015 memuat program-program unggulan sebagai bahasa implementasi dalam rangka pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan, yang terkelompokkan dalam empat sorotan aspek dengan rencana program-program prioritas yang diindikasikan sebagai solusi dalam rangka pencapaian tujuan
melalui sasaran-sasaran yang telah ditetapkan. Pembahasan selanjutnya, dalam penyajian rencana dan kegiatan dari masing-masing sub-sektor bersifat umum, namun dibedakan atas program jangka pendek dan menengah serta kegiatan fisik dan non fisik.
1.1.1 Sektor Air Limbah
Sektor sanitasi Air Limbah diprioritaskan untuk membangunan percontohan sanitasi lingkungan pada kawasan permukiman pada sub-sektor Air limbah dengan sistem off site serta lebih mengutamakan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan.
Draf SSK Kab. Bima Page 2
a. Program Penyadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat b. Penataan sanitasi dasar lingkungan kumuh.
c. Advokasi kepada Pemangku kepentingan, masyarakat dan pihak ketiga dalam pengelolaan air limbah
d. Peningkatan alokasi anggaran untuk sanitasi
e. Pemeriksaan Hasil pengolahan air limbah secara berkesinambungan f. Meningkatkan Kapasitas Pokja
g. Menyiapkan lahan, membuat Master Plant, FS dan DED tentang IPAL
1.1.2 Sektor Persampahan
Pada sub sektor persampahan lebih dititik beratkan pada realisasi rencana pembangunan TPA yang berada di kecamatan Woha, sehingga semua manajemen pengelolaan sampah terwujud dengan baik dan tertata. Program yang akan dilaksanakan :
a. Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan b. Pembangunan sarana dan prasarana persampahan c. Peningkatan anggaran dalam pengelolaan sampah
d. Peningkatan dukungan kebijakan pemerintah daerah terhadap pengelolaan sampah
e. Menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk pelayanan pengelolaan sampah
f. Program Penyadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat
1.1.3 Sektor Drainase
Pada sektor Drainase sasaran utama adalah mengurangi genangan air yang disebabkan oleh air hujan dan Rob, disamping itu pengoptimalisasian saluran drainase. Program yang akan dilaksanakan :
a. Program Pengendalian Banjir dengan membangun saluran drainase b. Pembangunan saluran drainase/gorong-gorong
c. Peningkatan kapasitas perencanaan pembangunan daerah d. penyusunan kebijakan tentang pengelolaan drainase e. Penyusunan kesepakan dengan pihak swasta
Draf SSK Kab. Bima Page 3 1.1.4 Sektor Air Bersih dan Lingkungan
Sektor pengembangan air minum untuk Kabupaten Bima diutamakan untuk menambah debit sumber air baku untuk menambah jumlah sambungan rumah. Tingkat pelayanan yang diharapkan sampai dengan lima tahun kedepan. Program yang akan dilaksanakan :
a. Program Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku
b. Konservasi lahan di wilayah tangkapan air. (pemetaan lokasi tangkapan air, dimana saja)
c. Inventarisasi sumber-sumber air baru Perlindungan sumber mata air. d. Pembangunan/rehabilitasi SAB
e. Perbaikan kualitas air bersih
f. Peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya memecahkan masalah secara bersama.
g. Penguatan Kelembagaan tingkat desa dalam pengelolaan sarana prasana AMPL.
h. Penerapan mekanisme pembangunan partisipatif sesuai kebutuhan desa i. Pendataan jenis teknologi yang diterapkan
j. Pengembangan teknologi pengolah air
k. Mencari/ mengembangkan teknologi alternatif. l. Peningkatan kemampuan SDM masyarakat.
m. peningkatan mobilisasi dalam pengawasan pengelolaan air bersih n. Penyusunan kesepakan dengan pihak swasta.
1.1.5 Higiene/PHBS
Tujuan yang ditetapkan adalah meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan masyarakat yang dalam hal ini ditempuh melalui penetapan sasaran dengan memberikan penyuluhan, pembinaan, pelatihan serta penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang terbentuknya perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan masyarakat.
Program dan Kegiatan Aspek PHBS a. Kampanye PHBS
Draf SSK Kab. Bima Page 4
CAKUPAN SAB CAKUPAN SANI TASI
(MS) % (MS) % 1 2009 54,77 43,6 2 2010 71,52 52,3 3 2011 74,12 55,9 4 2012 76,82 58,6 5 2013 79,98 60,95 6 2014 83,14 63,29 7 2015 86,3 65,64 NO THN
b. Edukasi Sanitasi dan PHBS di SD, SMP dan SMA c. Lomba Kebersihan Lingkungan
Semua program yang telah ditetapkan diatas harus memiliki target sesuai dengan Visi Sanitasi Kabupaten Bima yaitu ” Terwujudnya masyarakat kabupaten Bima yang maju, mandiri, dan bermartabat melalui upaya Terpenuhinya sanitasi dan Air Minum yang berkualitas Tahun 2015” maka harus terjadi peningkatan sanitasi secara keseluruhan setiap tahunnya sehingga tahapan pencapaian itu ada. Dapat dilihat pada tabel 5.1 data sanitasi dan air minum.
Tabel 5.1 Proyeksi Cakupan Sanitasi dan Air Bersih Kabupaten Bima dari Tahun 2009-2015
Draf SSK Kab. Bima Page 5 PROGRAM DAN KEGIATAN
PROGRAM DAN KEGIATAN ASPEK TEKNIS DAN HIGIENE
MISI PERMASALA HAN
INDIKATOR
MISI TUJUAN SASARAN PROGRAM KEGIATAN OUTPUT OUTCOME PENILAIAN KINERJA Air Limbah 1 Mening katkan Peran serta masyara kat dalam menjam in keberla njutan penang anan limbah cair. Masih byk masy BAB di Sembarang tmpat krn kurang pengetahuan ttg PHBS Tidak adanya masyarakat yang melakukan BABS Meningka tkan kesehatan lingkunga n dengan tidak ada lagi yang melakuka n BABS Meningka tkan kesehatan lingkunga n dengan tidak ada lagi masyarak at yang melakuka n BABS pada Tahun 2015 1 Peningkatan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat 1 Program Penyadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat ; 1 Pendidikan hidup bersih dan sehat di kalangan murid sekolah di tingkat sekolah dasar dan rumah tangga. 1 Masyarakat di tingkat sekolah dasar dan rumah tangga memahami hidp bersih dan sehat 1 Terciptanya lingkungan bersih dan sehat Masyarakat yang memahami kesehatan lingkungan 2 Peningkatan upaya penyehatan lingkungan 2 Program Penyadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat ; 2 Pembekalan PHBS pada perguruan Tinggi untuk program pengabdian masyarakat. 2 Terlaksananya pendidikan dan latihan bagi tenaga teknis dan kader dalam program pengabdian masyarakat 2 Meningkatn ya kesehatan lingkungan Jumlah unit sanitasi dasar yang terbangun melalui pemberdayaan masyarakat 3 Tersedianya tenaga terampil untuk pengelolaa n air limbah Jumlah tenaga yang terampil dalam pengelolaan air limbah 3 Penyusunan kurikulum muatan lokal hidup bersih dan sehat 3 Program Penyadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat 3 Penyusunan kurikulum muatan lokal hidup bersih dan sehat 3 Adanya kurikulum yang memuat tentang PHBS 4 Sosialisasi PHBS Program Penyadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat serta Program penyehatan Lingkungan 4 Sosialisasi PHBS 4 Masyarakat sadar akan PHBS
Draf SSK Kab. Bima Page 6 2 Menyed iakan dan mening katkan sarana dan prasara na sanitasi Kabupat en sesuai standar Sarana dan prasarana sanitasi dasar kurang memadai Meningkatnya sarana dan prasarana pelayanan air limbah Tersedian ya/ tercukupi nya sarana sanitasi dasar yang memadai sanitasi dasar lingkunga n tertata dengan baik 1 Peningkatan pembanguna n sarana dan prasarana sanitasi dasar 1 Penataan sanitasi dasar lingkungan kumuh. 1 Membangun IPAL untuk masyarakat 1 Adanya IPAL untuk Masyarakat 1 Tersedianya IPAL untuk masyarakat Jumlah sarana dan prasarana sanitasi dasar yang terbangun 2 2. Peningkatan pemantauan kualitas pembanguna n sarana sarana sanitasi dasar yang telah ada. 2 Advokasi kepada Pemangku kepentingan, masyarakat dan pihak ketiga dalam pengelolaan air limbah 2 Sosialisasi tentang integrasi kelembagaan 2 Terwujudnya komitmen antar pemangku kepentingan 2 Terciptanya kemandiria n masyarakat dalam pengelolaa n air limbah yang berbasis masyarakat Jumlah Masyarakat yang mandiri dalam pengelolaan air limbah 3 Mempermuda h pelaksanaan dan pengelolaan air limbah 4 Meningkatnya cakupan pelayanan air limbah 3 Terciptanya Pelayanan pengelolaa n air limbah 3 Mening katkan peran pemerin tah sebagai fasilitat or Penyehatan Lingkungan belum menjadi prioritas utama pembangunan kesehatan Meningkatkan alokasi anggaran, memfasilitasi pembentukan Pokja serta monitoring dan evaluasi Meningka tnya perhatian pemerinta h terhadap Kesling Mempro mosikan program pembang unan keslink kedalam renstra. 1 Peningkatan anggaran pembanguna n kesehatan lingkungan 1 Peningkatan alokasi anggaran untuk sanitasi 1 Sosialisasi dan memberikan pendidikan mengenai kesling kepada masyarakat 1 meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang Kesling 1 masyarakat dengan tingkat pengetahua n sanitasi yang baik 2 Peningkatan dukungan kebijakan pemerintah daerah terhadap pengelolaan air limbah 2 Pemeriksaan Hasil pengolahan air limbah secara berkesinamb ungan 2 Pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan sarana kesling. 2 meningkatnya kapasitas masyarakat terhadap kesling 2 pemerintah yang peka terhadap seluruh kegiatan sanitasi 3 Menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk pelayanan air 3 Memfasilitasi pembentukan pokja 3 Menyusun perencanaan dan membuat RAB pembangunan SR 3 adanya RAB tentang sanitasi 3 Kawasan bersih dan sehat semakin luas/berta
Draf SSK Kab. Bima Page 7 limbah rumah tangga yang belum terjangkau oleh IPAL 4 Meningkatnya jumlah SR mbah 4 Menyiapkan lahan, membuat Master Plant, FS dan DED tentang IPAL 4 Pengadaan lahan. Menyusun Master
Plant dan DED tentang IPAL/IPLT 5 tersedianya master Plan IPAL 4 Kawasan bersih dan sehat semakin luas/berta mbah 5 Monitoring dan evaluasi 6 Standar kualitas hasil pengolahan dapat diketahui secara periodik dan dikontrol 5 Hasil akhir memenuhi standar baku mutu air limbah kinerja pemerintah dalam menangani setiap program sanitasi 6 Revitalisasi aktifitas
dan fungsi lembaga yang menangani masalah kesling. 7 Akselerasi pengembangan dan pertumbuhan lembaga yang menangani keslink seprti : klinik keslink, bengkel keslink. 8 Advokasi program
AMPL di tingkat pengambil kebijakan pembangunan daerah.
Draf SSK Kab. Bima Page 8 MISI PERMASALAHAN INDIKATOR
MISI TUJUAN SASARAN STRATEGI PROGRAM KEGIATAN OUTPUT OUTCOME
PENILAIAN KINERJA LOKAS I Air Bersih 1 . Meningk atkan akses masyarak at terhadap air minum 1 Kurangnya jumlah sumber air bersih / minum dan buruknya kualitas air. Meningkatnya tingkat pelayanan air minum sampai 78% 1 Menyedia kan sumber air baku sesuai kebutuhan sampai tahun 2015 1 Tersedian ya sumber air baku sesuai kebutuha n 1 Penyelamat an sumber daya air, Program Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku 1 Penyusunan Master plan pengemban gan air baku dan air bersih di tingkat kabupaten 1 Dokumen Master plan pengemb angan air baku dan air bersih 1 Perencanaan pengembanga n air baku dan penyediaan air bersih lebih efektif dan efisien Dokumen Master plan pengembang an air baku dan air bersih
2 Optimalisas i sumber air yang telah ada. Konservasi lahan di wilayah tangkapan air. (pemetaan lokasi tangkapan air, dimana saja) 2 Penghijauan dan konservasi lahan didareah tangkapan mata air. 2 Terjagany a lahan didareah tangkapan mata air. 2 Tetap tersedianya sumber air baku Jumlah sumber air baku 2 Jumlah SAB 37.550 unit yang memenuhi syarat 29.094 unit, tidak memenuhi syarat 8.452 unit 2 melestarik an/mengo ptimalkan sumber air yang ada. Perbaikan kualitas air 2 Penamba han SAB Pada tahun 2015 untuk 25,23 % penduduk . 3 Pembangun an/rehabilit asi SAB dan perbaikan kualitas air bersih. Inventarisasi sumber-sumber air baru Perlindungan sumber mata air. 3 Pembinaan sosial- ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan, termasuk kelembagaa nnya. 3 Meningka tnya kapasitas masyarak at 3 Tersedianya sumber air baku sebagai sumber air bersih Ketersediaan air baku 3 Rehabilita si SAB 8.452 unit. Pembangunan /rehabilitasi SAB 4 Pembangun an/rehaabili tasi sarana air bersih 4 Tersedian ya sarana air bersih yang layak 4 Terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan air bersih
Jumlah sarana air bersih 4 Perbaikan kualitas air bersih untuk 29,094 Perbaikan kualitas air bersih 5 Perbaikan kualitas air bersih
Draf SSK Kab. Bima Page 9 unit SAB 6 Pembinaan badan pengelola sarana air bersih 7 Peningkatan peran serta masyarakat sekitar kawasan tangkapan air dalam upaya konservasi (untuk mengurangi penebang hutan secara liar) 2 Pembangun an AMPL tidak / kurang melibatkan masyarakat 3 Terwujudn ya pembangu nan AMPL yang berbasis masyaraka t 5 Pada tahun 2015 teknologi AMPL sesuai dengan kemampu an dan kebutuha n serta kondisi masyarak at desa 4 Peningkata n Peran aktif masyarakat dalam pembangun an Peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya memecahkan masalah secara bersama. 8 Operasional isasi Kebijakan Nasional AMPL berbasis masyarakat ; 5 Terlaksan ya Kebijakan Nasional AMPL berbasis masyarak at ; 5 Terbentuknya Pokja AMPL Kinerja Pokja
Draf SSK Kab. Bima Page 10 5 Peningkata n upaya pemberday aan masyarakat dalam pembangun an AMPL Penguatan Kelembagaan tingkat desa dalam pengelolaan sarana prasana AMPL. 9 Revitalisasi dan mengemba ngkan lembaga-lembaga desa dan/ atau membangu n lembaga baru untuk mengakomo dasi partisipasi dan aspirasi masyarakat. 6 Adanya lembaga untuk mengako modasi partisipasi dan aspirasi masyarak at. 6 Meningkatnya partisipasi dan aspirasi masyarakat. Tingkat partisipasi dan aspirasi masyarakat. Penerapan mekanisme pembangunan partisipatif sesuai kebutuhan desa 10 Inventarisas i dan evaluasi terhadap kinerja lembaga lembaga desa. 7 Adanya data kinerja lembaga lembaga desa. 7 meningkatnya kinerja lembaga lembaga desa. kinerja lembaga lembaga desa. 11 Menyusun peraturan di tingkat Kabupaten, Kecamatan, dan Desa, mengenai pembangun an AMPL-BM. 8 Adanya peraturan di tingkat Kabupate n, Kecamata n, dan Desa, mengenai pembang unan AMPL-BM. 8 meningkatnya kesadaran masyarakat dalam pembangunan AMPL-BM. Perubahan perilaku masyarakat dalam menerapkan PHBS
Draf SSK Kab. Bima Page 11 3 Teknologi tidak tepat guna, sarana tidak berkelanjuta n. perbaikan sarana air bersih. 4 Penerapan teknologi tepat guna. 6 Perbaikan kualitas air bersih untuk 29,094 unit SAB 6 Peningkata n upaya penelitian, pengemban gan dan penerapan teknologi tepat guna sektor AMPL Pendataan jenis teknologi yang diterapkan 12 Kajian / evaluasi ketepatan jenis teknologi yang telah diterapkan selama ini. 9 Dokumen jenis teknologi yang telah diterapka n 9 Perencanaan teknologi yang diterapkan Penerapan teknologi Pengembanga n teknologi pengolah air 13 Supporting masyarakat umum/ aparat pemerintah untuk melakukan inovasi dan/ atau mengemba ngkan teknologi alternatif. 10 Adanya peran serta masyarak at umum/ aparat pemerinta h untuk melakuka n inovasi dan/ atau mengemb angkan teknologi alternatif. 10 Adanya keterlibatan masyarakat umum/ aparat pemerintah untuk melakukan inovasi dan/ atau mengembang kan teknologi alternatif. Prosentase keterlibtan masyarakatat umum/aparat pemerintah untuk melakukan inovasi dan/mengem bangkan teknologi Mencari/ mengembang kan teknologi alternatif. 14 Pelatihan teknis untuk mengoperas ikan sarana air minum yang dibangun termasuk kecakapan praktis melakukan perbaikan kerusakan. 11 Adanya peningkat an kapasitas personal untuk pengoper asian sarana air minum 11 Meningkatnya kapasitas personel Peningkatan SDM
Draf SSK Kab. Bima Page 12 Peningkatan kemampuan SDM masyarakat. 15 Pelatihan menyeluruh mengenai pengelolaan sarana air bersih. 2 Meningk atkan peran pemerint ah sebagai fasilitator Belum optimalnya pembinaan yang berkelanjuta n Meningkatkan pembinaan, alokasi anggaran, memfasilitasi pembentukan Pokja serta monitoring dan evaluasi Meningkat nya perhatian pemerinta h terhadap akses air bersih terkoordi nasinya pengelola an air bersih 1 Peningkata n pembinaan dan alokasi anggaran terhadap pengelolaa n air bersih peningkatan mobilisasi dalam pengawasan pengelolaan air bersih 1 Sosialisasi dan monitoring pengawasan sarana dan prasarana memberika n pendidikan tentang pengelolaan air besih serta monitoring dan evaluasi 1 meningkat nya pengetah uan masyarak at tentang pengelola an air bersih 1 masyarakat dengan tingkat pengetahuan sanitasi yang baik Kinerja pemerintah 2 Menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk pelayanan pengelolaa n air bersih Penyusunan kesepakan dengan pihak swasta 2 Menyusun perencanaa n dan membuat RAB pengelolaan air bersih 2 adanya kesepakat an dan RAB tentang pengelola an air bersih 2 terjalinnya kerjasama dengan pihak swasta
Draf SSK Kab. Bima Page 13
MISI ISU
PERMASALAHAN TUJUAN SASARAN STRATEGI PROGRAM KEGIATAN OUTPUT OUTCOME
PENILAIAN KINERJA Persampahan 1 Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan persampahan. Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah secara 3R 1 Meningkatk an kesadaran masyarakat dalam pelaksanaan pengelolaan sampah secara 3R tahun 2015 1 Meningkatkan kesadaran masyarkat dalam pengelolaan sampah secara 3 R 1 Penyuluhan dan sosialisasi di 18 kecamatan 1 Pengembanga n Kinerja Pengelolaan Persampahan 1 Sosialisasi kebijakan pengelolaan persampahan tentang pemilahan sampah yang benar 1 Masyarakat Faham tentang pemilahan dan pemanfaatan sampah Menurunnya volume sampah yang terkumpul, Meningkatnya nilai ekonomis dalam pengelolaan sampah di masyarakat Jumlah masyarakat yang memilah sampah dengan benar 2 Pengembangan kapasitas di18 kecamatan untuk pengelolaan sampah 3 R 2 Pengembanga n Kinerja Pengelolaan Persampahan 2 Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan persampahan berupa pelatihan pengkaderan 2 Terdapatnya Kader terlatih Pengelola Sampah di 18 kecamatan Terciptanya Pemahaman Pengelolaan Sampah diLingkungan Masyarakat secara mandiri. Kapasitas Masyarakat 2 Meningkatk an kebersihan kabupaten melalui pengelolaan sampah terpadu hingga tahun 2015 2 Kebijakan tentang pengelolaan sampah 3 Penyusunan Kebijakan Pengelolaan Sampah 3 Pengembanga n Kinerja Pengelolaan Persampahan 3 Penyusunan Masterplan Pengelolaan Persampahan 3 tersedianya Master Plan Pengelolaan Sampah Pengelolaan Sampah yang Terencana dan Terarah Dokumen master plan pengelolaan persampahan 2 Menyediakan dan meningkatkan sarana dan prasarana Persampahan Tidak tersedianya TPA 1 Menyediaka n TPA 1 Mewujudkan pengelolaan sampah yang memenuhi standar kesehatan 1 Penyuluhan dan sosialisasi di 18 kecamatan 1 Pembangunan sarana dan prasarana persampahan 1 Pembentukan lembaga pengelolaan sampah dari tingkat kabupaten sampai tingkat desa. 1 Terkoordinasin ya Pengelolaan sampah dari tingkat kabupaten sampai desa Terciptanya manajemen persampahan Kinerja lembaga
Draf SSK Kab. Bima Page 14 2 Menyusun peraturan tentang sistim pengelolaan sampah. 2 adanya peraturan tentang sistim pengelolaan sampah. Adanya penghargaan dan sanksi (reward and panisment) jumlah pelanggaran 3 Pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan sampah dan sarana penunjang (TPS) 3 Tersedianya sarana dan prasarana pengelolaan sampah. Terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat
Jumlah sarana dan prasarana pengelolaan sampah. 4 Penerapan tekhnologi dalam pengelolaan sampah 4 adanya inovasi baru dalam pengelolaan sampah Adanya bentuk pengelolaan samaph yang up to date Meningkatkan peran pemerintah sebagai fasilitator Penyehatan Lingkungan belum menjadi prioritas utama pembangunan kesehatan 2 Meningkatk an alokasi anggaran, memfasilita si pembentuk an Pokja serta monitoring dan evaluasi Meningkatnya perhatian pemerintah terhadap pengelolaan sampah 2 Mempromote program pembangunan pengelolaan sampah. 2 Peningkatan anggaran dalam pengelolaan sampah 5 Peningkatan alokasi anggaran untuk pengelolaan sampah 5 Sosialisasi dan memberikan pendidikan tentang pengelolaan sampah meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah masyarakat dengan tingkat pengetahuan sanitasi yang baik 3 Peningkatan dukungan kebijakan pemerintah daerah terhadap pengelolaan sampah 6 Pemeriksaan Hasil pengelolaan sampah secara berkesinambung an 6 Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah. meningkatnya kapasitas masyarakat terhadap pengelolaan sampah pemerintah yang peka terhadap seluruh kegiatan sanitasi 4 Menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk pelayanan pengelolaan sampah 7 Memfasilitasi pembentukan pokja 7 Menyusun perencanaan dan membuat RAB pengelolaan sampah adanya RAB tentang pengelolaan sampah Kawasan bersih dan sehat
Draf SSK Kab. Bima Page 15 3 Meningkatkan Peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah msh byk masy yang buang sampah di Sembarang tmpat krn kurang pengetahuan ttg PHBS 1 Tidak adanya masyarakat yang membuang sampah sembaranga n Meningkatkan kesehatan lingkungan dengan tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan 1 Meningkatkan kesehatan lingkungan dengan tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan pada Tahun 2015 1 Program Penyadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat ; 1 Pendidikan hidup bersih dan sehat di kalangan murid sekolah di tingkat sekolah dasar dan rumah tangga. 1 Masyarakat di tingkat sekolah dasar dan rumah tangga memahami hidp bersih dan sehat Terciptanya lingkungan bersih dan sehat
lingkungan bersih dan sehat
MISI PERMASALAHAN INDIKATOR
MISI TUJUAN SASARAN STRATEGI PROGRAM KEGIATAN OUTPUT OUTCOME
PENILAIAN KINERJA Drainase 1 Menyediakan dan meningkatkan sarana dan prasarana Drainase, Belum optimalnya fungsi sarana dan
prasarana drainase sehingga terjadi genangan air Meningkatn ya fungsi dan jumlah sarana dan prasarana drainase 1 meningkatkan cakupan pelayanan drainase 1 Tersediany a sarana dan prasarana drainase 1 Membangu n sarana dan prasarana drainase pada 18 kecamatan 1 Program Pengendalia n Banjir dengan membangu n saluran drainase 1 penyusunan masterplan dan RAB pembangunan sarana dan prasarana drainase adanya masterplan dan RAB pembangunan sarana dan prasarana drainase perencanaa n pembangun an drainase lebih efektif, terarah dan tepat sasaran Jumlah sarana dan prasarana drainase 2 Revitalisasi/re hab sarana dan prasarana drainase 3 Inventarisasi drainase yang terbangun
Draf SSK Kab. Bima Page 16 2 Meningkatkan Peran serta masyarakat dalam pembanguna n sistim drainase Minimnya peran aktif masyarakat dalam pengelolaan drainase Meningkatn ya peran aktif masyarakat dalam pengelolaan drainase 1 meningkatkan peran aktifseluruh masyarakat Kabupaten Bima melalui pengelolaan dan pemanfaatan drainase dengan benar 1 Meningkat nya peran aktif seluruh masyaraka t Kabupaten Bima melalui pengelolaa n dan pemanfaat an drainase yang benar 1 Pengemban gan program CSR dalam pengelolaan drainase 1 Pembangun an saluran drainase/go rong-gorong 1 Pemetaan CSR dalam pengelolaan drainase Peta kontribusi CSR dalam pengelolaan CSR Meningkatn ya peran aktif masyarakat dalam pengelolaan drainase melalui CSR Jumlah CSR dalam pengelolaan drainase (lokasi dan nominal) 3 Meningkatkan peran pemerintah sebagai fasilitator Penyehatan Lingkungan belum menjadi prioritas utama pembangunan kesehatan Meningkatk an alokasi anggaran, memfasilita si pembentuk an Pokja serta monitoring dan evaluasi 1 Meningkatnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan drainase 1 Terkoordin irnya pengelolaa n drainase 1 Optimalisasi Renstra sebagai acuan perencanaa an SKPD 1 Peningkatan kapasitas perencanaa n pembangun an daerah 1 Pertemuan koordinasi reguler Terkoordinirn ya setiap program pengelolaan drainase Terintegrasi nya setiap program pengelolaan drainase Kinerja Pemerintah 2 Peningkatan dukungan kebijakan pemerintah daerah terhadap pengelolaan drainase 2 penyusunan kebijakan tentang pengelolaan drainase 2 Monev tentang pengelolaan drainase secara berkesinambu ngan Terpantaunya setiap pengelolaan drainase pemerintah yang peka terhadap seluruh kegiatan sanitasi 3 Menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk pengelolaan drainase 3 Penyusunan kesepakan dengan pihak swasta 3 Menyusun perencanaan dan membuat RAB pengelolaan drainase adanya RAB tentang pengelolaan drainase terjalinnya kerjasama dengan pihak swasta Kegiatan pengelolaan drainase
Draf SSK Kab. Bima Page 17 1.2 Program dan Kegiatan Aspek Non Teknis dan Hygiene
5.2.1 Kebijakan Daerah dan Kelembagaan
Dalam kebijakan daerah dan kelembagaan tertuang di Perda AMPL yang memuat kebijakan dan aturan untuk mengelola sanitasi, adapun kebijakan yang ada adalah sebagai berikut :
a. Kebijakan Peningkatan dukungan APBD terhadap penganggaran program AMPL
b. Peintegrasian PHBS kedalam mata pelajaran pada sekolah dasar c. Peningkatan kapasitas Pokja AMPL-BM
d. Peningkatan sarana dan prasarana air minum dan sanitasi dilingkungan rumah tangga.
e. Peningkatan peran pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat di bidang AMPL.
f. Peningkatan pembangunan jamban keluarga.
g. Peningkatan akses masyarakat terhadap air minum dan sanitasi yang layak h. Penguatan kelembagaan AMPL tingkat kabupaten, kecamatan dan desa i. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan AMPL mulai dari
perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga monitoring dan evaluasi.
5.2.2 Keuangan
Terkait dengan aspek non teknis keuangan disadari bahwa kondisi keuangan pemerintah daerah Kabupaten Bima yang masih tergantung dengan dana alokasi umum dan khusus, maka perlu diupayakan melakukan suatu terobosan dalam suatu program sanitasi yang berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah. Hal ini didasari oleh hasil analisis dan kajian yang telah dikemukan pada bab IV, bahwa terkait dengan bidang sanitasi, alokasi anggaran untuk sanitasi sebanyak 0,42 % (Rp. 2.998.324.575) dan banyak dikeluarkan untuk program-program fisik saja Kecenderungan penganggaran kegiatan sanitasi lebih banyak untuk mata anggaran bersifat Investasi : Pembangunan sarana, pembelian alat alat. Sedangkan Beberapa program pemberdayaan terjadi duplikasi, menangani
Draf SSK Kab. Bima Page 18
sasaran dan persoalan yang sama, dengan pola yang berbeda. Maka diperlukan adanya program-program dibawah ini :
a. Pengalokasian anggaran program Sanitasi perlu ditingkatkan, sehingga menjadi proposional dan sesuai kebutuhan program Sanitasi sebagai program prioritas daerah
b. Perlu diberikan masukan pada tataran eksekutif maupun legislatif melalui forum advokasi kebijakan penganggaran program Sanitasi Daerah Kab. Bima ke depan
c. Kedepan mata anggaran kegiatan Sanitasi perlu ada keseimbangan atau harus mempertimbangkan pentingnya anggaran operasional dan pemeliharaan, untuk memastikan Sanitasi yang berkelanjutan dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat
d. Kedepan perlu ada kebijakan sehingga pelaksanaan program program pemberdayaan terpadu dan terkoordinasi
5.2.3 Komunikasi
Dibutuhkan kerjasama yang baik antara pemerintah dan pihak media sehingga pesan yang disampaikan terarah dan mampu dipertanggung jawabkan dengan baik. Program komunikasi terkait bidang sanitasi Kota dalam tahun 2011, masih menggunakan saluran komunikasi melalui media cetak dan eletktronik dalam rangka mensosialisasikan program-programnya meliputi sektor kesehatan, kebersihan dan ingkungan. Dengan kunci pesannya merupakan Promosi kesehatan antara lain Stop BABs, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pola Hidup Bersih dan Sehat, Persampahan, limbah dan lingkungan. Basis sasaranya adalah kelompok-kelompok tertentu pada tingkat lingkungan atau Desa..
5.2.4 Keterlibatan Pelaku Bisnis
Di Kabupaten Bima pelaku bisnis masih bersifat lokal dan belum memilki CSR untuk kegiatan pemberdayaan, sehingga program pemberdayaan bukan menjadi prioritas utama para pelaku bisnis di kabupaten Bima. Pelaku bisnis atau pengusaha hanyalah salah satu bagian dari komponen pembangunan
Draf SSK Kab. Bima Page 19
yang belum dilibatkan secara optimal dalam suatu program kemitraan terkait bidang sanitasi. Untuk skala lokal sudah ada beberapa pelaku bisnis yang terlibat dengan program sanitasi dan masih perlu dicarikan peluang kemitraan program yang bersifat saling menguntungkan. Sementara dalam skala yang lebih besar tidak sedikit terdapat pelaku bisnis multi nasional umumnya perusahanan multi nasional ini memiliki dan menyiapkan dana Corporate Social Resposibolity (CSR) untuk kegiatan pemeberdayaan masyarakat dan sejauh ini belum terserap untuk kegiatan di bidang sanitasi.
5.2.5 Pemberdayaan Masyarakat, Aspek Jender dan Kemiskinan
Program yang direncanakan untuk Pemberdayaan masyarakat, jender dan pengentasan kemiskinan yakni:
a. Setiap forum diskusi tingkat desa sebaiknya melibatkan semua masyarakat, laki-laki dan perempuan, kaya ataupun miskin.
b. Setiap penyusunan anggaran untuk sanitasi tingkat desa melibatkan seluruh masyarakat.
c. Dalam proses pelaksanaan pembangunan sanitasi melibatkan masyarakat secara keseluruhan.
d. Pemberdayaan masyarakat dalam pembentukan kelembagaan pengelolaan kebersihan di tingkat lingkungan
e. Program Pelatihan 3 R di Kelurahan dan Sekolah
f. Gotong- royong terpadu dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah. Upaya melibatkan partisipasi masyarakat dan jender dalam bidang sanitasi diharapkan dapat diakomodir dari beberapa program yang telah direncanakan, selanjutnya dapat berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
Draf SSK Kab. Bima Page 20 BAB VI
PEMANTAUAN DAN EVALUASI SANITASI
1.1 Gambaran Umum Struktur Pemantauan dan Evaluasi Sanitasi
Pemantauan atau juga dikenal dengan istilah monitoring adalah suatu kegiatan observasi yang berlangsung terus menerus untuk memastikan dan mengendalikan keserasian pelaksanaan program dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
Evaluasi adalah suatu teknik penilaian kualitas program yang dilakukan secara berkala melalui metode yang tepat. Pada hakekatnya evaluasi diyakini sangat berperan dalam upaya meningkatkan kualitas operasional suatu program dan berkontribusi penting dalam memandu pembuat kebijakan di seluruh strata organisasi. Dengan menyusun, mendesain evaluasi yang baik dan menganalisis hasilnya dengan tajam, kegiatan evaluasi dapat memberi gambaran tentang bagaimana kualitas operasional program, layanan, kekuatan dan kelemahan yang ada, efektivitas biaya dan arah produktif potensial masa depan. Dengan menyediakan informasi yang relevan untuk pembuat kebijakan, evaluasi dapat membantu menata seperangkat prioritas, mengarahkan alokasi sumber dana, memfasilitasi modifikasi dan penajaman struktur program dan aktivitas serta memberi sinyal akan kebijakan penataan ulang personil dan sumber daya yang dimiliki. Disamping itu, evaluasi dapat dimanfaatkan untuk menilai dan meningkatkan kualitas serta kebijakan program.
Tujuan pembangunan sanitasi kota telah ditetapkan oleh pemerintah kota dan dinyatakan dalam sebuah dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK). Dalam dokumen ini mencantumkam target-target pembangunan sanitasi masing-masing subsektor (air bersih, air limbah, persampahan dan drainase) serta target aspek perilaku hidup bersih dan sehat. Strategi, kebijakan dan daftar panjang program dan kegiatan telah disiapkan dalam dokumen ini guna mendukung tercapainya tujuan pembangunan sanitasi kota.
Dalam pelaksanaannya nanti, diperlukan sebuah kegiatan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan SSK, untuk melihat ketepatan penggunaan
Draf SSK Kab. Bima Page 21
sumber daya baik keuangan maupun manusia. Pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan SSK juga perlu dilakukan untuk mengetahui hambatan/masalah dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan untuk meningkatkan kualitas proses di kemudian hari. Pemantauan dan evaluasi SSK akan dilakukan untuk menilai capaian-capaian subsektor sanitasi dan aspek perilaku hidup bersih dan sehat seperti tercantum di bab 2 dan 4 dokumen SSK. Pemantauan atau juga dikenal sebagai monitoring bertujuan untuk:
1. Memverifikasi tingkat efektifitas dan efisiensi proses pelaksanaan kegiatan. 2. Mengidentifikasi capaian dan kelemahannya.
3. Menetapkan rekomendasi langkah perbaikan untuk mengoptimalkan pencapaian.
Sedangkan evaluasi bertujuan untuk menilai konsep, desain, pelaksanaan, dan manfaat kegiatan dan program pembangunan sanitasi.
Hasil pemantauan dan evaluasi sangat penting sebagai umpan balik bagi pengambil keputusan berkaitan:
1. Kemajuan relatif capaian strategis pembangunan sanitasi dengan dilaksanakannya kegiatan-kegiatan pembangunan dalam kerangka kebijakan dan strategi yang disepakati.
2. Bentuk usaha peningkatkan kinerja dan akuntabilitas institusi dalam usaha pencapaian visi pembangunan sanitasi.
6.2 Stuktur Kelembagaan Untuk Pemantauan dan Evaluasi
Pemantauan dan evaluasi mulai dilakukan di bulan April 2011 atau setelah SSK diresmikan sebagai acuan bagi pemerintah kabupaten dalam membangun sanitasi. Pemantauan dilakukan setiap empat bulan yaitu di bulan April, Agustus dan Desember. Kerangka waktu ini dipilih untuk menyelaraskan proses pemantauan dan evaluasi dengan alur perencanaan dan penganggaran daerah. Pihak yang terlibat dalam pemantauan dan evaluasi adalah sebagai berikut: Penanggungjawab Utama:
1. Ketua: Kepala Bappeda
Draf SSK Kab. Bima Page 22
3. Sekretaris: Kasubbid. Sosbud dan Pemerintahan Bappeda Kab. Bima Pengumpul Data dan Dokumentasi:
1. Pokja AMPL Kabupaten Bima 2. LSM
Pengolah data/Pemantau: 1. Tim Teknis Pokja AMPL
2. Staff Bappeda Kabupaten Bima
6.3 Pemantauan Strategi Sanitasi Kota 6.3.1. Pemantauan Stratejik
Pemantauan Strategi adalah untuk menilai tingkat capaian tujuan dan sasaran pembangunan subsektor sanitasi dengan melihat indikator-indikator yang telah ditetapkan pada BAB III.
6.3.2. Pemantauan Pelaksanaan
Pemantauan Pelaksanaan adalah kegiatan untuk menilai tingkat investasi dan keluaran dari pelaksanaan kegiatan berkaitan sanitasi oleh pemerintah kabupaten. Kegiatan-kegiatan ini mengacu kepada usulan kegiatan SSK maupun kegiatan-kegiatan diluar usulan SSK yang dilaksanakan oleh SKPD.
6.3.3. Pemantauan Terkait Pengambilan Keputusan
Pemantauan pada bagian ini adalah untuk menilai tingkat kepedulian pengambil keputusan terhadap rekomendasi program dan kegiatan usulan SSK. Hal ini dilakukan salah satunya adalah dengan melihat jumlah usulan kegiatan SSK yang diakomodasi sebagai kegiatan SKPD dalam tahun perencanaan SSK.
6.4 Pendokumentasian
Data-data yang akan digunakan untuk menentukan data dasar atau baseline indikator tujuan dan sasaran subsektor adalah data-data yang ada di SKPD
Draf SSK Kab. Bima Page 23
masing-masing berupa : laporan realisasi fisik dan keuangan (RFK), data hasil survey dan studi yang dilakukan di SKPD masing-masing. Pokja AMPL akan mendokumentasi semua data dan informasi yang masuk sebagai upaya untuk mengembangkan data base terkait sanitasi.
Pendekatan untuk dokumentasi data dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
Pembagian peran dan tanggungjawab dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi disesuaikan dengan kedudukan setiap institusi formal dan informal. Institusi formal adalah SKPD Pemerintah Kabupaten Bima yang mempunyai tugas pokok dan fungsi melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan masing-masing SKPD. Sedangkan institusi informal adalah institusi yang melaksanakan tugas monitoring dan evaluasi di luar SKPD dalam hal ini Pokja AMPL Kabupaten Bima yang bertanggung jawab atas koordinasi kegiatan monitoring dan evaluasi kemajuan sanitasi.
Tugas khusus Pokja AMPL yang terkait monitoring dan evaluasi adalah:
Koordinasi semua kegiatan yang terkait dengan pemantauan capaian kegiatan, strategis, perencanaan dan pengambilan keputusan. Koordinasi untuk memastikan bahwa semua kegiatan yang diusulkan dalam SSK dapat diimplementasikan dan dipantau dengan menggunakan instrumen yang tepat untuk memantau pencapaian sasaran, visi dan tujuan.
Tugas ini memerlukan dua kegiatan penting monitoring, yakni:
1. Pemantauan proses perencanaan, untuk memastikan bahwa proses perencanaan sanitasi sudah berjalan efektif dalam mencapai sasaran. 2. Pemantauan pelaksanaan kegiatan dan keluaran yang dihasilkan serta
aspek capaian sasaran stretegismya.
Dengan memakai indikator sanitasi yang didefinisikan dengan jelas, untuk mengukur kecenderungan jangka panjang dan perubahan serta memberikan panduan untuk penyesuaian yang diperlukan.
Draf SSK Kab. Bima Page 24 6.5 Evaluasi Strategi Sanitasi Kota
Evaluasi dilakukan untuk menemukan penyebab munculnya deviasi antara rencana tercantum dalam SSK dengan realisasi capaian. Untuk evaluasi pelaksanaan kegiatan, deviasi dapat dilihat dari jumlah kegiatan yang diusulkan dalam SSK dengan jumlah kegiatan yang diakomodasi SKPD. Disamping itu dapat dilihat pula dari perbandingan jumlah investasi dan keluaran kegiatan. Evaluasi capaian strategis dapat dilihat dari deviasi target dengan capaian sasaran subsektor sanitasi. Kegiatan evaluasi capaian strategis menggunakan data yang disarikan dari kegiatan pemantauan pelaksanaan kegiatan dan pemantauan capaian strategis pemerintah kabupaten. Meskipun begitu, evaluasi ini perlu memperhatikan kontributor diluar pemerintah kabupaten yaitu swasta dan masyarakat. Oleh karena itu, survei sanitasi seluruh kabupaten perlu dilakukan untuk menilai capaian beberapa indikator. Survei ini hendaknya dilakukan minimal setiap dua tahun sekali dan menggunakan metode yang sama. Evaluasi berkaitan dengan dampak dari dilaksanakannya kegiatan perlu dilakukan tersendiri dalam jangka waktu yang lebih panjang (5 tahunan).
6.6 Pelaporan
Pelaporan hasil pemantauan dan evaluasi menyampaian tiga hal yaitu deviasi capaian pelaksanaan SSK terhadap rencananya, potensi penyebab deviasi dan rekomendasi. Pelaporan hasil pemantauan dan evaluasi akan disampaikan kepada elemen pemerintah kabupaten yaitu Bupati, tim pengawas, tim pengarah/kepala SKPD, dan juga ketua DPRD. Pelaporan juga disampaikan kepada pihak swasta yaitu BUMN/BUMD dan pelaku bisnis. Pelaporan kepada masyarakat disampaikan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, perguruan tinggi/universitas maupun masyarakat langsung. Pelaporan diberikan dalam bentuk audiensi dan forum selain laporan tertulis. Media yang digunakan untuk pelaporan adalah presentasi dan sosialiasi melalui media cetak dan elektronik. Pelaporan berkaitan dengan hasil pemantauan pelaksanaan kegiatan serta perencanaan dan pengambilan keputusan wajib disampaikan kepada Bupati dan
Draf SSK Kab. Bima Page 25
ketua tim pengarah saat kegiatan pemantauan pelaksanaan kegiatan telah selesai dilaksanakan.
Pelaporan berkaitan dengan hasil pemantauan capaian strategis dilaksanakan setiap tahun setelah dilaksanakannya usulan kegiatan dalam SSK. Pelaporan capaian strategis tahunan ini hanya melaporkan tingkat kontribusi program dan kegiatan pemerintah Kabupaten dalam mewujudkan tercapainya target strategis atau yang berkaitan dengan tujuan dan sasaran subsektor sanitasi. Hasil survei tingkat kabupaten juga perlu disampaikan dalam pelaporan pemantauan capaian strategis.