Pengaruh Katalis Asam (H 2 SO 4 ) dan Suhu Reaksi pada Reaksi Esterifikasi Minyak Biji Karet (Hevea brasiliensis) menjadi Biodiesel
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Namun katalis basa baik yang homogen maupun heterogen dapat menyebabkan timbulnya reaksi samping penyabunan bila digunakan pada bahan baku yang memiliki kandungan asam lemak
Telah dilakukan penelitian biodiesel menggunakan minyak biji karet dan abu kulit buah kapuk yang digunakan sebagai sumber katalis basa.. Adanya kadar basa
Pada transesterifikasi dengan katalis basa menggunakan minyak dengan kadar asam lemak bebas di atas 1%, reaksi membutuhkan jumlah katalis yang jauh lebih banyak
Telah dilakukan penelitian biodiesel menggunakan minyak biji karet dan abu kulit buah kapuk yang digunakan sebagai sumber katalis basa.. Adanya kadar basa
SrO merupakan katalis basa yang mempunyai aktivitas katalitik tinggi pada reaksi transesterifikasi membentuk biodiesel Pada proses transesterifikasi minyak kedelai dengan
Reaksi transesterifikasi campuran minyak kelapa menghasilkan metil ester asam lemak menggunakan katalis asam juga telah dilakukan oleh Aritonang (1996) dalam
Penelitian ditekankan pada reaksi esterifikasi mengingat tingginya kandungan asam lemak bebas (Free Fatty Acid/FFA) dalam minyak dedak padi.. Variabel yang diteliti
Tingginya kandungan asam lemak bebas pada minyak dedak padi (70%) menyebabkan katalis basa tidak dapat digunakan dalam proses transesterifikasi [5, 8].. Kandungan asam