• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengikuti Hawa Nafsu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Mengikuti Hawa Nafsu"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Mengikuti Hawa Nafsu

] Indonesia – Indonesian –

سيينودنإ

[

Syaikh Amin bin Abdullah asy-Syaqawi

Terjemah

:

Abu Umamah Arif Hidayatullah

Editor

: Eko Haryanto Abu Ziyad

(2)

ىولها عابتا

«

ةغللاب

ةيسينودنلإا

»

يواقشلا ﵀ا دبع نب يننأ خيشلا

ةجمرت

:

ةنانأ وبأ ﵀ا ةياده فرعا

ةعجارم

:

وبأ

دايز

وكيإ

وتنايراه

2013 - 1434

(3)

3

Mengikuti Hawa Nafsu

Segala puji hanya untuk Allah Ta'ala, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulallah. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah dengan benar melainkan Allah semata yang tidak ada sekutu bagiNya, dan aku juga bersaksai bahwa Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam adalah seorang hamba dan utusanNya. Amma ba'du:

Diantara sifat tercela yang dimiliki oleh seseorang, yang bisa mengakibatkan binasa dan buta hati, sehingga berakibat tidak sanggup lagi membedakan antara kebenaran dengan kebatilan, antara kebajikan dengan keburukan adalah mengikuti hawa nafsu. Lihat bagaimana Allah mencela orang seperti itu dalam firman Nya:

﴿

أَ يۡ أَ أَ

أَ

نِ أَ

أَ أَ

ٱ

تَّخَ

هُ أَ أَ نِ

ۥ

هُ أَ أَ

٤٣

[

ناقرفلا

:

43

]

"Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya". (QS al-Furqaan: 43).

Al-Hafidh Ibnu Katsir menjelaskan ayat diatas: "Maksudnya manakala dia menganggapnya baik suatu perkara dan berpendapat bagus, akan tetapi hanya di ukur menurut hawa nafsunya maka hal itu setara dengan agama serta madzhab yang dianutnya". 1 hal ini senada dengan apa yang dinyatakan oleh Allah ta'ala dalam firman Nya yang lain:

﴿

أَمأَف

أَ

أَ نِيِّ هُ

هُ

أَ

ۥ

هُ وٓ هُ

نِ نِ أَمأَ

ۦ

هُا أَ أَ أَ

اۖ نٗ أَ أَخ

٨

[

رطاف

:

8

]

1

(4)

4

"Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)?". (QS

Faathir: 8).

Sedang dalam ayat lain, Allah ta'ala menjelaskan, mewanti-wanti agar menjauh dari yang namanya mengikuti hawa nafsu, sebagaimana perintahNya kepada nabi Daud 'alaihi sallam, Allah berfirman:

﴿

هُا أَ أَ

ۥ هُ

تَّخَننِ

أَ أَ يۡ أَ أَ

نٗ أَي نِ أَ

نِ

نِرۡ

أَ يۡ

ٱ

أَ

مهُكيۡخ

أَ يۡ أَ

نِا تَّخَٱ

نِ

نِيِّ أَ

يۡ

أَ

أَا

نِ نِ تَّخَ أَ

أَ أَ

يۡ

ٱ

أَ تَّخَ نِظهُ أَف

أَع

نِي نِ أَ

نِتَّخَٱ

٢٦

[

ص

:

26

]

"Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah". (QS

Shaad: 26).

Allah ta'ala telah menyebutkan dalam kitabNya tentang keadaan mereka-mereka yang mengikuti hawa nafsunya, dijelaskan, bahwa tingkat keadaan mereka yang mengikuti hawa nafsu sampai pada derajat seperti binatang ternak, bahkan dikatakan mereka lebih buruk lagi. Hal itu, sebagaimana dijelaskan dalam firman Nya:

﴿

يۡ

أَ

هُ أَ يۡ

أَ

تَّخَ

أَ

يۡمهُ أَ أَ يۡ

أَ

أَ هُ أَم يۡ أَ

يۡا

أَ

أَ هُ نِ يۡ أَ

يۡ نِ

يۡمهُ

تَّخَ

نِ

أَ

نِم أَ يۡن

أَ يۡ

ٱ

يۡيأَ

يۡمهُ

لُّي أَط

أَ

لًاي نِ أَ

٤٤

[

ناقرفلا

:

44

]

(5)

5

"Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)". (QS al-Furqaan: 44).

Diantara potret menjadikan hawa nafsu sebagai Ilahnya adalah seperti yang dikerjakan oleh sebagian orang, mencari-cari keringanan dalam agama dalam rangka menyelisihi syari'at yang sudah baku atau membawakan fatwa-fatwa ulama yang nyleneh serta mengikuti ketergelinciran para Ulama. Mereka berusaha memperkosa dalil demi tercapainya maksud. Yaitu jika nash tersebut ada yang sesuai dengan hawa nafsunya maka mereka ridho dan tidak mendebatnya. Dan Allah ta'ala telah menyinggung orang-orang semacam ini melalui firman-Nya:

﴿

أَ هُٱ هُ أَ أَا

تَّخَ أَ أَ

نِ

نِ تَّخَٱ

نِ أَا

نِو هُ تَّخَ ٱ

أَ يۡ أَط

أَ

أَا

تَّخَمهُ

تَّخَ

أَ أَ أَ

قٞ نِ

أَ

مهُ يۡ نِيِّ

نۢ نِيِّ

نِ يۡ أَ

أَ نِٱ أَ

وٓ أَ أَا

أَ نِ

أَ وْاهُ

نِ

أَ نِ نِ يۡ هُم

يۡ

ٱ

٤٧

أَذوَإِ

وْ وٓ هُعهُ

أَ

نِ

نِ تَّخَٱ

نِنِ هُ أَ أَا

ۦ

أَمهُكيۡدأَ نِ

يۡمهُ أَ يۡ أَ

أَذنِ

قٞ نِ

أَ

مهُ يۡ نِيِّ

أَ هُطنِ يۡ لُّ

٤٨

وَإِ

هُكأَ

هُمهُ تَّخَٱ

لُّ أَ

يۡ

وْ وٓ هُ

أَ

يۡ

نِ يۡ أَ نِ

أَ نِ نِعيۡ هُ

٤٩

نِ

أَ

منِ نِب

هُ هُق

ضٌرۡأَ تَّخَ

نِ

أَ

وْ وٓ هُ أَ يۡ

يۡ

أَ

أَ هُ أَ أَ

أَ

أَي نِ أَ

هُ تَّخَٱ

يۡمنِ يۡ

أَ أَع

هُ

هُ

هُ أَ أَا

ۥ

يۡيأَ

أَ نِ

أَ وْاهُ

هُمهُ

أَ هُمنِ تَّخَلٱ

٤٪

[

رولنا

:

47

-50

]

"Dan mereka berkata: "kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan kami mentaati (keduanya)." kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya, agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang. Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka,

(6)

6

mereka datang kepada Rasul dengan patuh. Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim". (QS

an-Nuur: 47-50).

Akan tetapi sebagian orang mengangkat hukum sampai ke atas langit manakala dia anggap memberi keuntungan bagainya, namun, kiranya mereka menganggap maslahat tersebut tidak langgeng maka mereka bersegera menghancurkan semua hukum dan undang-undang tersebut. hukum yang hakiki bagai mereka ialah yang membawa keuntungan bagi kepentingan hawa nafsunya semata.2

Dosa mengikuti hawa nafsu:

Hawa nafsu akan membutakan serta membungkan pemiliknya dari kebenaran. Seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadits, diriwayatkan oleh Muslim dari Hudzaifah bin Yaman radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Aku pernah mendengar Rasulallah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

ملسو هيلع ﵀ا لىص ﵀ا لوسر لاق

:

«

نِير نِصأَ

أَكَ نِ

وْ

هُ هُ وْٱ أَ أَعَل هُ أَتَنِيوْٱ هُرۡأَ وْ هُت

أَ أَ أَكوْن

أَ

أ ٍ

وْ

أَق لُّ

أَ

أَا هُ أَ وْ أَ ضٌ أَ وْكهُن نِ نِف أَ نِكهُن أَ أَبنِ وْشْ

هُ

ٍ

وْ

أَق لُّ

أَ

أأَ لًا هُع لًا هُع

أَيأَ أَي تَّخَصٱ نِيوْثنِ أَضأَ وْ

أَ

أ

أَ أَعَل نِ وْ أَ وْ أَق أَ أَعَل أَيرنِصأَ تَّخَتَّأَخ هُ أَظوْ أَ ضٌ أَ وْكهُن نِ نِف أَ نِكهُن

2

(7)

7

أَ لًا نِيِّخأَ هُمُ نِ

هُكوْٱأَكَ ًّ أَبوْ هُم هُ أَ وْ أَ هُ أَ لآ أَا هُرۡوْ أَٱ أَا هُت أَ أَمتَّخَ ٱ نِ أَ أَ أَ ضٌ أَ وْ نِ هُالُّ هُضُأَ

هُا أَ أَ وْ نِ أَ نِ وْشْ

هُ

أَ تَّخَ نِ لًا

أَكوْ هُ هُ نِكوْ هُ أَ أَا لًا اهُ وْ أَ هُ نِ وْ أَ

»

[

ملسم هجرخأ

]

"Dinampakan fitnah kepada hati setiap hari berulang-ulang.

Maka hati manapun yang melakukan kemaksiatan akan membekas padanya titik hitam, dan hati manapun yang mengingkarinya maka akan membekas padanya titik putih, hingga menjadi dua hati, hati yang putih bersih, tidak ternodai fitnah selagi langit dan bumi masih ada. Dan yang satunya lagi hati yang hitam, sehingga pemiliknya tidak mengenal yang baik dan mau mengingkari kemungkaran, melainkan dirinya hanya mengikuti hawa nafsunya". HR Muslim no: 144.

Dan secara tegas Allah azza wa jalla telah melarang NabiNya untuk mengekor pada hawa nafsu, yaitu melalui firmanNya:

﴿

أَ نِٱ أَ نِ أَ

أَ

اۖهُ يۡ

أَا

يۡمنِ أَ يۡ

وٓ أَمأَ

اۖأَتيۡ نِم

هُ

أَ

أَا

يۡ نِ تَّخَ أَ

اۖيۡمهُ أَ وٓ أَ يۡ

أَ

١٥

[

ىروشلا

:

15

]

"Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka". (QS asy-Syuura: 15).

Maka Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan titah Rabbnya tersebut, dengan selalu berdo'a berlindung kepada Allah dari mengikuti hawa nafsu. Sebagaimana diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam sunannya dari Qutbah bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Adalah kebiasaan Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam senantiasa berdo'a:

(8)

8

ملسو هيلع ﵀ا لىص ﵀ا لوسر لاق

:

«

ت ك ذ ع ني م ٱ

ٱ ا و معٱ ا قي ٱ

»

[

يذنترلا هجرخأ

]

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari

kemungkaran akhlak dan perbuatan serta mengikuti hawa nafsu".

HR at-Tirmidzi no: 3591. Dinyatakan shahih oleh al-Albani dalam shahih sunan at-Tirmidzi 3/184 no: 2840.

Dan beliau mengabarkan pada kita, bahwa mengekor hawa nafsu merupakan penyebab kehancuran yang mengantarkan pada nerakanya Allah ta'ala. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah riwayat yang dibawakan oleh al-Bazzar dalam musnadnya, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata: "Bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:

ملسو هيلع ﵀ا لىص ﵀ا لوسر لاق

:

«

و

ثيث تكا

:

ا ط حش

ي مٱ جع ا

»

[

رابزلا هجرخأ

]

"Ada tiga perkara yang dapat membinasakan, rakus terhadap

dunia, mengikuti hawa nafsu dan seseorang yang bangga dengan dirinya sendiri". HR al-Bazzar 8/295 no: 3366. Dinilai hasan oleh

al-Albani dalam silsilah ash-Shahihah no: 1802.

Amirul Mukiminin Ali bin Abi Thalib pernah memberi petuah pada kita semua: "Sesungguhnya tidak ada perkara yang lebih aku takutkan atas kalian dari pada panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu. Adapun yang pertama, karena panjang angan-angan akan menyebabkan kalian lupa terhadap urusan

(9)

9

akhirat, sedang mengikuti hawa nafsu maka akan menjadikan kalian susah untuk menetapi kebenaran".3

Dan sangat banyak sekali ucapan para ulama salaf yang memperingatkan umat supaya tidak mengikuti kesalahan yang dilakukan oleh para ulama serta pendapat mereka yang menyimpang. Salah satunya seperti yang dinasehatkan oleh Sulaiman at-Taimi, beliau mengatakan: "Kalau sekiranya engkau mengumpulkan seluruh kesalahannya para ulama tentu akan terkumpul pada dirimu semua kejelekan". 4

Ulama yang lain, seperti imam al-Auza'i, juga pernah memberi nasehat pada kita: "Barangsiapa yang mengambil semua pendapat ulama yang menyimpang tentu dirinya akan keluar dari agama Islam". 5

Umar bin Khatab radhiyallahu 'anhu pernah mengatakan: "Tiga perkara yang bisa menghancurkan agama. Kesalahan seorang alim, perdebatan yang dilontarkan oleh seorang munafik dan para ulama yang menyesatkan". 6

Imam Ibnu Hazm al-Andalusi menjelaskan: "Dan kelompok yang lain, mereka adalah kaum yang telah mencapai derajat keilmuan yang tinggi dalam agama, namun tidak dibarengi dengan rasa takut kepada Allah. Dirinya mencoba mencari tiap pendapat ulama yang cocok dengan hawa nafsunya lalu mereka ambil serta ikuti pendapat tersebut dengan taklid buta tanpa berusaha untuk mencocokan dengan nash dari al-Qur'an dan hadits Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam". 7

Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dari Isma'il al-Qadhi, beliau menceritakan: "Suatu saat aku masuk pada Mu'tadhid Billah

3

. Fadhail ash-Shahabah oleh Imam Ahmad 1/530 no: 881.

4

. Jami'ul Bayan ilmi wa fadhlihi karya Ibnu Abdil Barr 2/91.

5

. Siyar a'lamu Nubala 7/125.

6

. Sunan ad-Darimi 1/71.

7

(10)

10

(khalifah Abbasiyyah saat itu), lalu disuguhkan padaku sebuah kitab, lalu aku telaah, maka aku dapati isinya terkumpul tentang keringanan dan ketergelinciran para ulama serta dalil tiap pendapat dari mereka. Maka aku katakan: "Penulis buku ini adalah zindik".

Lalu sang Khalifah bertanya: "Bukankah hadits-hadits yang disebutkan di dalamnya shahih? Ia, namun hadits-hadits tersebut diriwayatkan sesuai hawa nafsunya. Sebab orang yang membolehkan minuman memabukkan tidaklah membolehkan nikah mut'ah, dan orang yang membolehkan nikah mut'ah tidaklah membolehkan nyanyian. Tidak ada seorang alim pun kecuali memiliki ketergelinciran. Dan barangsiapa memungut semua kesalahan ulama niscaya akan hilang agamanya, jawabku. Kemudian Khalifah menyuruh buku tersebut supaya dibakar". 8 Dan para ulama telah mengingkari secara keras orang yang memungut ketergelinciran dan keringanan pendapatnya seorang alim. Dimana terkadang mereka mensifati pelakunya dengan hamba Allah yang paling buruk, sebagaimana dinukil oleh Abdurazzaq dari Ma'mar.9

Terkadang mereka mensifati pelakunya dengan orang yang fasik seperti yang diucapkan oleh Ibnu Najar. Beliau mengatakan: "Haram bagi seorang awam untuk mengumpulkan keringanan seorang alim, dan dia orang yang fasik jika melakukan hal tersebut". 10

Al-Ghazali mengatakan: "Tidak boleh bagi seorang awam untuk mempunyai madzhab pada tiap permasalahan sesuai dengan hati nuraninya lalu dia berusaha memperluasnya". 11

8

. Siyar a'lamu Nubala 3/465, adz-Dzhabi.

9

. lihat al-Amr bil Ma'ruf wa Nahyu 'anil Munkar karya al-Khalal 1/209.

10

. Mukhtashar at-Tahrir hal: 252.

11

(11)

11

Sebagian orang jika ingin meminta fatwa pada tiap permasalan yang dimilikinya dia bertanya pada orang yang telah dikenal bermudah-mudahan dalam memberi fatwa, dan berfatwa dengan fatwa yang menyelisihi kebanyakan para ulama. Dan bila ditunjukan untuk meminta fatwa pada ulama yang telah diketahui berfatwa dengan al-Qur'an dan Hadits, maka dirinya beralasan: 'Sesungguhnya mereka tidak mengetahui fatwa melainkan hanya menggunakan bahasa haram. Setiap permasalan baginya adalah haram".

Maka ketahuilah, sesungguhnya orang semacam ini dan yang semisal dengannya adalah orang yang menjadikan agama sebagai permainan dan sendau gurau. Sedangkan Allah ta'ala telah berfirman kepada Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam:

﴿

أَ

يۡمنِ أَ يۡ

وٓ أَمأَ

أَتيۡ نِم

هُ

قٞ

١١٢

[

دوه

:

112

]

"Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu". (QS Huud: 112).

Allah tidak memerintahkan padanya sebagaimana yang engkau inginkan. Berkata Ibnu Abdil Barr menjelaskan: "Para ulama telah bersepakat bahwa seorang awam tidak boleh untuk mengumpulkan keringanan-keringanannya para ulama". 12

Muhammad bin Sirin mengatakan: "Sesungguhnya ilmu ini adalah agama maka lihatlah oleh kalian kepada siapa kalian mengambil agama". 13

Adapun ucapan sebagian mereka yang mengatakan: 'Jadikan

perantara antara dirimu dan api neraka bersama orang yang engkau ikuti'. Maka ucapan ini tidak dibenarkan kecuali jika

12

. Jami'ul Bayan Ilmi wa Fadhlihi 2/91.

13

(12)

12

dirinya mau bertanya pada ahli ilmu yang telah dikenal dengan ketakwaanya, dan dalam pertanyaannya tersebut bermaksud ingin mengetahui kebenaran dan ilmu sesuai dengan apa yang diridhoi Allah ta'ala.14

Diantara potret orang yang mengikuti ketergelinciran para ulama serta meninggalkan pendapatnya kebanyakan ulama, serta yang sesuai dengan dalil. Adalah orang-orang yang mengambil pendapatnya ulama yang membolehkan nyanyian dan meninggalkan pendapat ulama yang mengharamkannya. Seperti pendapatnya Abu Hanifah, Syafi'i, Malik dan Ahmad, serta kebanyakan para ulama yang terdahulu maupun yang belakangan.

Diantara mereka ada yang mengambil pendapatnya orang yang menyebutkan boleh untuk mencukur jenggot, lalu mereka meninggalkan dalil-dalil yang jelas, yang bisa dilihat dalam shahih Bukhari dan Muslim serta dalil lainya yang ada dalam al-Qur'an dan hadits yang menunjukan pada perintah memanjangkan jenggot.

Dan ini merupakan pendapatnya kebanyakan para ulama salaf dan kholaf, bahkan tidak pernah dijumpai ada pendapat yang membolehkan untuk mencukur jenggot melainkan pada zaman-zaman belakangan ini.

Diantara mereka ada yang mengambil pendapatnya orang yang membolehkan memanjangkan pakaian dibawah mata kaki bagi laki-laki tanpa dibarengi sikap sombong. Lantas mereka meninggalkan dalil-dalil yang jelas yang mengharamkan berpakaian melebihi mata kaki bagi kaum pria.

Dan apa yang saya bawakan hanyalah buih dari lautan, sangatlah banyak untuk disebutkan semua. Kita memohon kepada Allah ta'ala untuk melimpahkan kemurnian dalam

14

. Lihat Risalah Syaikh Abdul Latif at-Tuwaijiri dalam tulisannya Tatabu' Rukhashi bainal Syar'i wal Waqi'.

(13)

13

mengikuti kebenaran pada kita serta menjauhkan dari mengekor hawa nafsu. Dan menjadikan kita sebagai golongan yang bersegera mengerjakan perintah Allah dan RasulNya, diridhoi dan diteguhkan sebagai seorang muslim.

Akhirnya kita ucapkan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga Allah curahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga beliau serta para sahabatnya.

Referensi

Dokumen terkait

Dari 12 Orang yang diberikan kuisioner didapat hasil yaitu status pendidikan masyarakat nelayan Desa Sepempang, untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel 14. Ini membuktikan bagi

Peneliti mengambil 5 orang siswa sebagai sampel, bisa dilihat pada tabel dibawah ini SIMPULAN Penerapan metode Certainty Factor dalam sistem pakar untuk mendiagnosa tingkat depresi

Untuk mengetahui lcbih jelas tentang keterlibatan orang tua murid dalam penyediaan sarana keagamaan di madrasah lbtidaiyah Falahiyah kc.'camatan Tewatr, dapat dilihat pada tabel bcrikut

Untuk mengetahui lebih jelas tentang pola asuh orang tua siswa dapat dilihat pada tabel 4.3 dibawah ini: Tabel 4.3 Kategorisasi Pola Asuh Orang Tua Siswa Kelas VB MIN Paju Ponorogo

KONTAK RESMI WA: +62 819.3171.8989 HAEKAL SABUK AMPEL KAROMAH MELALUI OLAH SPIRITUAL TINGKAT TINGGI PRAKTIS TINGGAL PAKAI. SEBUAH MAHAKARYA SPEKTAKULER, PERTAMA DAN SATU-SATUNYA DI INDONESIA DALAM DUNIA SPIRITUAL/PARANORMAL, SEBUAH KEILMUAN PILIH TANDING YANG KAMI KEMAS SECARA UNIK, SEHINGGA TERLIHAT SANGAT ANGGUN DAN BERWIBAWA, SERTA TIDAK TERKESAN MISTIK / KLENIK. HAEKAL SABUK AMPEL KAROMAH SATU-SATUNYA SARANA PALING AMPUH DALAM DUNIA SPIRITUAL/SUPRANATURAL, ILMU BATHIN, ILMU HIKMAH, ILMU LADUNI, ILMU GAIB, KEPARANORMALAN, METAFISIKA. SARANA MULTI FUNGSI KEILMUAN DALAM HAEKAL SABUK AMPEL KAROMAH INI BISA ANDA BANDINGKAN DENGAN ILMU-ILMU LAINNYA. TERCIPTA UNTUK SEMUA GOLONGAN, AGAMA DAN SUKU BANGSA. HAEKAL SABUK AMPEL KAROMAH DIDALAMNYA TERKANDUNG INTISARI ILMU HIKMAH TINGGKAT TINGGI, SEHINGGA DENGAN MEDIA INI ANDA BISA MERASAKAN RATUSAN MANFAAT MULTI FUNGSI, YANG BISA MEMBANTU CITA-CITA/ HAJAT/ KEINGINAN/KEPERLUAN DAN KEPENTINGAN ANDA. DIMANA HAEKAL SABUK AMPEL KAROMAH DIPAKAI / DIBAWA / DIPEGANG, DISANA PULA AURA POWER KEKUATANNYA AKAN LANGSUNG MENYATU DENGAN TUBUH ANDA. RATUSAN MANFAAT GHOIBNYA ANTARA LAIN: * KEWIBAWAAN * Ditakuti setiap musuh * Berkharisma * Mudah dalam mengalahkan lawan bicara * Membuka aura gelap jadi terang benderang * Jadi sabar dengan sendirinya * Jarang emosi * Mudah mengambil sikap bijak * Menjadikan sifat kita tidak sombong * Mudah dipercaya oleh siapapun juga * Dipermudah dalam penjualan * Dimanapun kita berada, orang lain akan selalu menghormati * Jadi panutan masyarakat * Jadi tokoh yang disegani * Menjadikan kita mudah terkenal * Menjadikan bersahaja dimata orang lain * Menjadikan tampan/ cantik bagi yang melihatnya * Mengembalikan kepercayaan yang pernah hilang * Membuang sengkolo badan * Apapun kuatnya Pusaka/ Mustika akan tawar disaat kita pegang * Mengurung ilmu orang lain hingga tidak aktif * Kebal dari ilmu santet * Mengusir khodam dari salah satu kerangka pusaka * Membalikkan ilmu santet * Menghilangkan isi khodam jahat * Mengusir jin * Menetralisir rumah angker * Bisa mendeteksi benda gaib saat kita memegangnya * Mementalkan musuh tanpa tersentuh * Pukulan kita menjadi berlipat ganda kekuatannya * Membikin muntah darah lawan * Lampah lumpuh * Energi supranatural badan kita jadi aktif * Menghilangkan ENERGI susuk * Pengobatan SEGALA PENYAKIT MEDIS DAN NON MEDIS * Pengobatan segala masalah * Menetralisir anak bayi dari gangguan sejenis makhluk HALUS * Memudahkan dalam persalinan * Selamat dalam bepergian * Selamat dalam badai topan angin puting beliung atau bencana alam lainnya * Menghipnotis orang yang mau berbuat jahat agar sadar dari perbuatannya * Selamat dari RaZia, Pemalak, Penodongan * SELAMAT DARI SERANGAN SENJATA TAJAM * Pagar gaib yang berguna membentengi diri dari bahaya yang mungkin mengancam keselamatan baik fisik maupun nyawa. * Menjaga diri dari berbagai kejahatan dalam perjalanan hidup, dimusuhi banyak orang, dibuat celaka ataupun lainnya. * Tubuh kuat, kulit besi, tidak terluka oleh hantaman yang keras * Anti racun * Menjadikan kita raja gaib * Menguasai ilmu bathin dengan sendirinya * Dekat dengan bangsa gaib sekitar rumah * Banyak mengenal dunia gaib setelah MEMILIKI haekal SABUK AMPEL KAROMAH * Sering dapat petunjuk * Menguasai ilmu kegaiban * Bisa merasakan kehadiran bangsa gaib yang datang * Bisa mengetahui tempat yang dihuni bangsa jin dan lainnya * Merusak sel ilmu hitam sehingga menjadi tidak bertuah * Me non aktifkan isi Pusaka, Jimat RAJAHAN * Banyak yang akan membimbing kita seputar dunia bathin * Jadi peka dalam hal kegaiban * Sering mimpi didatangi para KHODAM MALAIKAT * Sering ditengok LELUHUR * Bisa meramal dengan keakuratan 90% * Memindahkan hujan * Memindahkan badai ketempat yang di inginkan * Menurunkan hujan/ memberhentikannya * Pawang hujan * MANCING * DIMUDAHKAN DALAM TRANSAKSI JUAL BELI RPROPERTY, JUAL BELI RUMAH, JUAL BELI MOBIL, JUAL BELI BARANG MEWAH * Memindahkan penyakit ke telor ayam * Mudah dikasihani oleh lawan jenis, majikan atau atasan * Pengasihan * Mengirim mimpi kepada orang yang dituju * Menjadikan kita banyak disenangi kawan * Membantu perdagangan orang lain agar sukses dan lancar * Mudah menang dalam PEMILUKADA DAN JADI BENTENG DALAM PERSAINGAN PEMILIHAN * SERING BERUNTUNG * PENGLARISAN * SERING DIBERI uang oleh atasan atau orang lain * Mudah dipercaya dalam hal pekerjaan * Mudah menang dalam kupon berhadiah * SERING MENANG dalam lomba mancing * Mudah dalam menagih hutang * Mudah dalam transaksi perdagangan * Mudah Jual Rumah * Selalu dicari orang banyak karena banyak membawa rejeki * Jadi senang beramal * Suka membantu sesama teman * Menaklukkan binatang buas * Menghentikan kecepatan mobil/ motor, dengan telunjuk jari * Menghipnotis binatang buas lewat tatapan mata * Pelet jarak dekat * Pelet jarak jauh * MENYATUKAN DUA HATI * Ilmu bungkem * Tidak bisa terlihat saat kondisi mengancam kita * Membangkitkan sedulur papat * Membangkitkan indra ke enam * aura yang pernah hilang * Membangkitkan tenaga prana * Membangkitkan daya ingat * Membangkitkan ketajaman pendengaran * Bisa membaca pikiran orang lain * Bisa menembus alam astral lewat mimpi * DIJAUHKAN DARI SEGALA NIAT JAHAT ORANG LAIN * Doa kita banyak di ijabah. * Dll Semua tata cara penggunaan dipaparkan secara JELAS DAN TERPERINCI dalam lembar penjelasan yang akan di sertakan pada pengiriman. Hubungi Ust. Habib ALAMAT: Yogyakarta 55000 Indonesia. Kontak Resmi WA. +62 819.3171.8989