• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Sejarah Berdirinya BNI Syari ah Pekalongan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Sejarah Berdirinya BNI Syari ah Pekalongan"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

49

BAB III

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

3.1. Sejarah Berdirinya BNI Syari’ah Pekalongan

Krisis ekonomi yang melanda Indonesia di tahun 1997 telah mengubah wajah perbankan Indonesia. Sebagaimana layaknya bank-bank lainnya di Indonesia, bank BNI juga terkena imbas dari keterpurukan ekonomi di masa itu, sehingga perlu direkapitulasi oleh pemerintah. Salah satu upaya adalah dengan mendirikan BNI Syariah pada tahun 2000, sehingga memungkinkan BNI memiliki fondasi yang kokoh untuk mendukung pertumbuhannya di masa datang. Seiring dengan diselesaikannnya program rekapitulasi BNI melakukan restrukturisasi operasional secara menyeluruh untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas. Selain itu, BNI juga menerapkan praktek perbankan yang penuh kehati-hatian serta Good Corporate Govermance (GCG). Kini, BNI siap menghadapi tantangan dimasa depan.

Sesuai dengan dasar hukum UU No.10 Tahun 1998 tentang perbankan yang membuka kesempatan bagi siapa saja yang akan mendirikan bank syariah maupun ingin mengkonversikan sistem konvensional menjadi sistem syariah. Maka pada tahun 2000 dengan serempak membuka 5 cabang syariah di Indonesia yaitu BNI Syariah Cabang Pekalongan, Yogyakarta, Jepara, Malang, dan Banjarmasin. BNI Syariah Cabang Pekalongan pada tanggal 29 April 2000 yang diresmikan oleh Dr. Bambang Sudibyo.

(2)

Mencermati potensi yang ada di masyarakat Pekalongan yang didominasi kaum muslimin maka berdirinya BNI Syariah Cabang Pekalongan diharapkan dapat menjawab spekulasi bahwa potensi nasabah dari kaum muslimin Pekalongan yang juga belum terjaring cukup profitable (menguntungkan) disamping itu juga untuk memenuhi permintan Bank Indonesia agar bank-bank yang telah mampu dapat memberikan bank syariah.

Berbeda dengan lembaga keuangan syariah yang sudah lebih dahulu menjalankan usaha perbankan syariah, bank BNI menjalankan Dual Banking System yaitu menyediakan produk dan jasa perbankan umum konvensional dan juga syariah sekaligus. Dengan sistem ini, diharapkan dapat melengkapi produk dan jasa yang disediakan BNI dan memberikan layanan yang lebih baik melalui hubungan yang bersifat sinergis. Karena seperti diketahui, selama ini BNI sudah dikenal sebagai salah satu Bank besar di Indonesia dengan layanan dan produk jasa serta jaringan cabang yang luas. Dengan reputasi yang sudah dimiliki tersebut, diharapkan dapat menunjang kegiatan operasional dan perkembangan BNI Syariah Cabang Pekalongan ke arah yang lebih baik.

Dasar hukum BNI Syariah Pekalongan:

1. UU No.7 tahun 1992 di mana bank diberi kebebasan untuk menentukan jasa imbalan yang akan diambil dari nasabahnya baik bunga atau bagi hasil.

2. UU No.10 tahun 1998 tentang perbankan yang membuka kesempatan bagi siapa saja yang akan mendirikan bank syariah maupun yang ingin mengkonversi dari sistem konvensional menjadi sistem syariah.

(3)

3.2. Lokasi BNI Syariah Cabang Pekalongan

Di Jalan Pemuda No. 52-54 Kelurahan Bendan, Kecamatan Bendan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, dengan nomor telpon (0285) 434918, 434919, 422007, dan faksimile (0285) 434920.

3.3. Visi dan Misi

1. Visi

Menjadi bank Syari’ah yang unggul dalam pelayanan dan kinerja sesuai dengan kaidah sehingga Insya Allah membawa berkah

2. Misi

Secara istiqomah melaksanakan amanah untuk memaksimalkan kinerja dan layanan perbankan dan jasa keuangan Syari’ah dapat menjadi bank Syari’ah kebanggaan anak negeri.

Visi dianalogikan sebagai lampu jarak jauh yang dapat digunakan untuk memberi dan menentukan ke arah mana sesuatu akan dibawa. Tanpa visi dan misi yang akan ditentukan tidak akan membawa ke arah manapun. Untuk mewujudkan visi tersebut, disusunlah suatu misi. Misi merupakan pernyataan atau rumusan umum, mencakup filosofi bisnis yang dijalankan, menyiratkan citra yang ingin dipancarkan, dan mengindikasikan bidang produk yang akan dipenuhi oleh perusahaan serta kebutuhan utama nasabah yang akan dipenuhi oleh BNI Syariah.

(4)

Misi BNI Syariah adalah:1

1. Melaksanakan operasional perbankan berdasarkan prinsip syariah Islam.

2. Memberikan mutu pelayanan yang unggul kepada nasabah dengan sistem front end dan otomatisasi online.

3. Meningkatkan kualitas bisnis disekmen usaha ritel.

4. Memberikan kontribusi laba yang nyata terhadap laba BNI Syariah secara keseluruhan.

Misi tersebut memberikan penegasan bahwa BNI Syariah menjalankan operasional berdasarkan prinsip Syariah. Untuk menjadi bank yang unggul, BNI Syariah menyadari perlunya peningkatan pelayanan nasabah. Peningkatan pelayanan diwujudkan dengan sistem front end dan otomasi online.

Sistem front end artinya penyederhanan prosedur pelayanan bagi nasabah. Selain itu sesuai dengan perkembangan teknologi perbankan yang pesat, BNI Syariah juga sudah melakukan otomatis online dan kegiatannya serta untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan pada tahun 2004 dibuka BNI Syariah Prima Jakarta dan BNI Syariah Prima Surabaya.

Misi ini juga menjelaskasn bahwa perusahaan bergerak di segmen ritel dapat berkembang dan meningkatkan menjadi nasabah kelas corporate, yang pada akhirnya turut membantu pertumbuhan ekonomi nasional.

1

(5)

Diharapkan dengan image yang ingin dikembangkan, BNI Syariah dapat tumbuh berkembang secara optimal. Image ini diharapkan dapat diterjemahkan oleh seluruh jajaran internal BNI Syariah dan diterima sebagai ciri khusus oleh pihak luar yang berkepentingan. Pada akhirnya, hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi laba yang optimal bagi laba BNI Syariah secara keseluruhan dan juga mendapatkan keuntungan jangka panjang berupa Goodwill melalui image yang dibangun.

3.4. Struktur Organisasi

Untuk memenuhi tuntutan kinerja bank Islam yang efektif, efisien, berintegritas tinggi dan melakukan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip kehati-hatian, diharapkan manajemen bank Islam memiliki kewenangan dan diberi fungsi yang tegas dan pasti, agar dapat menjamin terselenggaranya kinerja perbankan Islam yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, transparan dan memberikan pendidikan kepada masyarakat, menjaga kehati-hatian dan profesionalitas.2

Untuk menunjang kinerja tersebut, berikut ini merupakan gambaran struktur organisasi dari Bank Nasional Indonesia (BNI) Syari’ah Cabang Pekalongan.3

2

Widyaningsih, Bank dan Asuransi Islam di Indonesia, Jakarta: Prenada Media, 2005, hlm. 91

3

(6)

Gambar 3.1

Struktur Organisasi BNI Syari’ah Pekalongan

Sumber: www.bni.co.id (2008) BQA KCPS Pemimpin Cabang Penyelia Pemasaran PBO Penyelia Pelayanan Nasabah Penyelia Operasional Penyelia Keuangan dan Umum

(7)

Struktur organisasi BNI Syari’ah dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Pimpinan Cabang

Seorang yang bertanggungjawab atas aktivitas yang dilaksanakan di kantor cabang.

Tugas:

a. Memimpin kantor cabang sesuai dengan tugas pokok yang telah ditetapkan, membina dan mengatur usaha di kantor cabang.

b. Menyimpan seluruh prioritas serta tujuan kantor cabang.

c. Mengembangkan dan merekomendasikan rencana kerja dan anggaran bagi kantor cabang.

d. Memantau dan memeriksa ulang serta mengevaluasi keberhasilan kantor cabang.

e. Memberikan persetujuan kredit dalam batas-batas kewenangan sesuai dengan pedoman kerja.

f. Memberikan penilaian dan pembinaan bagi keberhasilan pegawai kantor cabang dalam melaksanakan tugas-tugasnya demi pencapaian tujuan kantor cabang.

2. Branch Quality Assuranc (BQA)

a. Berfungsi mengamati kegiatan di bidang operasional kemudian melaporkan kepada pusat.

b. Tugas – tugas pokok.

1) Pencatatan kasus-kasus yang terjadi di bidang operasional kantor cabang

(8)

2) Memberikan laporan kepada pusat

3) Memberikan masukan opini, maupun pendapat serta cara pemecahannya.

3. Penyelia Pemasaran

Orang yang bertanggungjawab pada pemimpin cabang dalam mengelola merencanakan dan mengawasi aktivitas–aktivitas kantor cabang serta kualitas portofolio kredit untuk memaksimalkan pendapatan kantor cabang.

4. Pimpinan Bidang Operasional (PBO)

Orang yang bertanggungjawab kepada pemimpin cabang untuk mengelola merencanakan mengkoordinasikan dan mengawasi aktivitas operasional kantor cabang.

5. Penyelia Pelayanan Nasabah

Orang yang bertanggungjawab kepada manajer operasional dalam mengelola dan mengkoordinasikan secara efektif dan efisien, proses pelayanan atau uang tunai, pembukaan rekening dan jasa kepada nasabah termasuk membantu menyelesaikan masalah-masalah mereka dan meningkatkan mutu pelayanan

6. Penyelia unit operasional

Orang yang bertanggung jawab kepada manajer operasional Tugas

a. Mengelola dan mengkoordinasikan proses pelayanan nasabah pembiayaan di kantor cabang secara efektif dan efisien

(9)

b. Mengawasi seluruh proses kegiatan administrasi pembiayaan

c. Mengelola dan mengkoordinasikan penggunaan dan usaha mobilisasi dan dari masyarakat secara profesional

d. Mengelola atau menjamin keamanan dokumen dan jaminan pembiayaan

7. Penyelia Keuangan dan Umum

Orang yang bertanggung jawab kepada manajer operasional dalam menyusun anggaran untuk setiap tahun periode berikutnya, serta menyusun laporan hasil kinerja kantor cabang dan mengelola sistem kepegawaian serta logistik di kantor cabang.

3.5. Produk-Produk BNI Syari’ah

1. Produk Tabungan

a. Tabungan IB Prima Hasanah

Simpanan transaksional yang ditujukan bagi nasabah prima BNI syariah

Syarat pembukaan rekening

1) Memiliki dana minimal 10 R 250.000.000 2) Mengisi formulir pembukuan Rekening 3) Fotocopy identitas diri (KTP/SIM/Paspor) 4) Melakukan setoran awal

(10)

b. Tabungan IB Bisnis Hasanah

Simpanan transaksional untuk para pengusaha dengan detail mutasi debit dan kredit pada buku tabungan

Syarat pembukan rekening:

1) Mengisi formulir pembukaan rekening 2) Fotocopy identitas diri (KTP/SIM/Pasport) 3) Melakukan setoran awal

c. Tabungan IB Tapenas Hasanah

Tabungan berjangka bagi nasabah perorangan untuk investasi dana pendidikan ataupun perencanaan lainnya dengan manfaat asuransi Syarat pembukaan rekening :

1) Mengisi formulir pembukan rekening 2) Fotocopy identitas diri (KTP/SIM/Paspor)

3) Menyerahkan forocopy identitas penerima manfaat langsung wali apabila penerima manfaat masih di bawah umur

4) Melakukan setoran awal d. Tabungan IB THI Hasanah

Tabungan yang digunakan sebagai sarana penghimpunan dan pembayaran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH)

Syarat pembukaan rekening:

1) Mengisi formulir pembukaan rekening 2) Fotocopy identitas diri(KTP/SIM/Paspor) 3) Melakukan setoran awal

(11)

e. Tabungan IB

Produk simpnanan genetik Bank Indonesia untuk meningkatkan kesadaran menabung.

Syarat pembukaan rekening:

1) Mengisi formulir pembukaan rekening 2) Fotocopy identitas diri (KTP/SIM/Paspor) 3) Melakukan setoran awal

f. Tabungan IB Hasanah untuk mahasiswa

Tabungan yang diberikan kepada para mahasiswa perguruan tinggi negeri/swasta yang bekerjasama dengan BNI Syariah.

Persyaratan PTN/PTS yang dapat melakukan kerjasama: 1) Minimal memiliki 1.500 mahasiswa (dapat bertahap)

2) Memiliki rekening di BNI Syariah setenpat dengan total saldo rata-rata terakhir minimal 3 Milyar atau merupakan nasabah inti BNI Syariah setempat..

g. Tabungan IB Hasanah (KTA) untuk anggota institusi

Tabungan yang diberikan kepada para anggota institusi yang bekerjasama dengan BNI Syariah.

Persyaratan institusi yang dapat melakukan kerjasama: 1) Minimal memiliki 1.500 anggota (dapat bertahap)

2) Memiliki rekening di BNI Syariah setempat dengan total saldo rata-rata terakhir minimal 3 M atau merupakan nasabah inti BNI Syariah setempat.

(12)

h. Giro IB Hasanah Giro rupiah (IDR)

Simpanan transaksional dalam mata uang rupiah (IDR) yang penarikannya dilakukan dengan cek atau bilyet giro (BG).

Syarat pembukaan rekening perseorangan: 1) Mengisi formulir pembukaan rekening 2) Fotocopy identitas diri(KTP/SIM/Paspor)

3) Melakukan setoran awal minimal DR Rp 500.000,- Syarat pembukan rekening perusahaan:

1) Mengisi formulir pembukaan rekening

2) Fotocopy identitas pengurus (KTP/SIM/Paspor) 3) NPWP dan SIUP perusahaan

4) Tidak termasuk dalam daftar hitam BI 5) Menyertakan surat referensi dari :

- Pejabat Bank Syariah berwenang

- Bank/Bank Syariah lain bahwa yang bersangkutan telah memiiki rekening.

6) Fotocopy akta pendirian/anggaran dasar perusahaan dan akta perubahannya

7) Melakukan saldo awal minimal IDR Rp 1.000.000,- i. Giro Valas (USD)

Simpanan transaksional dalam mata uang asing yang penarikannya dengan slip penarikan khusus valas.

(13)

Syarat pembukaan rekening:

1) Giro USD Perorangan : cfm syarat pembukaan rekening giro IDR Perorangan.

2) Giro USD Perusahaan : cfm syarat pembukaan rekeing giro IDR Perusahaan

2. Produk Pembiayaan

a. BNI Griya Syariah (Griya IB Hasanah)

Fasilitas pembiayaan konsumtif yang diberikan kepada anggota masyarakat untuk membeli, membangun, merenovasi rumah( termasuk ruko, rusun, rukan, apartemen dan sejenisnya) dan membeli tanah kavling serta rumah indent, yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan dan kemampuan membayar kembali masing-masing calon nasabah. Minimal pembayaran Rp 25 juta dan maksimal 5 M. jangka waktu sampai 15 tahun kecuali untuk pembelian kavling max 10 tahun/ disesuaikan dengan kemampuan pembiayaan. Angsuran tetap tidak berubah sampai lunas. Akad musobakoh. Biaya administrasi : 1% dari max pembiayaan, asuransi jiwa dan kerugian, notaries, materai dll sesuai ketentuan yang berlaku

b. Oto IB Hasanah

Fasilitas pembiayaan konsumtif musobakoh yang diberikan kepada anggota masyarakat untuk pembelian kendaraan bermotor dengan agunan kendaraan bermotor dibiayai dengan pembiayaan ini.

(14)

Minimal pembiyaan : 5 juta dan maksimal 1 M, jangka waktu sampai 5 tahun., akad musobakoh.

c. Wirausaha IB Hasanah

Fasilitas pembiayaan produktif yang pembiayaan usaha-usaha produktif (modal kerja dan investasi) yang tidak bertentangan dengan syariah dan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Angka waktu pembiayaan sampai dengan 7 tahun. Plafond pembiayan minimal Rp 50 juta dan max 1 M.

Akad : musobakoh, musyarokah, mudhorobah dengan syarat :  WNI, perjalanan di bidang usaha minimal 1 tahun

 Identitas diri kartu keluarga (KK) dan KTP

 Legalitas usaha lengkap dan masih berlaku (SIUP, TDP, HO dan SITU) atau surat keterangan berusaha dari kelurahan/ kecamatan untuk pembiayaan sampai 150 juta.

 Bukti kepemilikan agunan yang sah dan masih berlaku  NPWP (perorangan/ perusahan)

 Tidak termasuk dalam daftar hitam BI dan tidak tercatat sebagi nasabah pembiayan macet

 Menyampaikan fotocopy rekening bank selama 6 bulan terakhir (bila ada)

 Administrasi sama, asuransi kerugian d. Gadai Emas IB Hasanah

(15)

Pembiayaan rahn akan jenis penyerahan hak penguasaan fisik atas barang berharga berupa emas (lantakan/ perhiasan berserta akesorisnya) dari nasabah kebada bank sebagai agunan atas pembiayaan yang diterima.

Angka waktu 3 bulan dan bias diperpanjang

Pembiayaan gadai diberikan sebesar 97% untuk emas lantakan dan 80% untuk perhiasan.

Akad :

Qard ~ untuk pembiayaan jyang diberikan Rahn ~ untuk pengikatan agunan

Ijasah ~ untuk pembayaran upah/ sewa Persyaratan:

Punya tabungan IB hasanah

Minimal nilai barang yang digadaikan Rp 1 juta Biaya materai : 6.000

Biaya Administrasi : 1. Taksiran kurang dari 10 juta : 10 ribu

2. Taksiran 10 Juta sampai dengan 25 juta : 25 ribu

3. Taksiran diatas 25 juta : 50 ribu setiap pelunasan Rahn juga kena biaya penutupan 15.000 e. Multijasa IB Hasanah (Ijasah Multijasa)

Fasilitas pembiayaan konsumtif yang diberikan kepada masyarakat untuk kebutuhan jasa dengan agunan berupa fixed asset atas kendaraan

(16)

bermotor selama jasa dimaksud tidak bertentangan dengan UU/ hokum yang berlaku dan tidak termasuk katagori yang diharamkan syariah islam.

Minimal pembiayaan 5 juta dan maximal 500 juta. Jangka waktu 3 tahun

Biaya administrasi : 1% dari max pembiayaan, asuransi jiwa dan kerugian, notaries, materai dll sesuai ketentuan yang berlaku

f. Multiguna IB Hasanah

Fasilitas pembiayaan konsumtif yang diberikan kepada kalangan professional pegawai aktif yang memiliki sumber pembayaran kembali dari penghasilan tetap vdan tidak bertentangan dengan UU/ hokum yang berlaku serta tidak termasuk katagori yang diharamkan syariah islam.

Minimal pembayaran 25 juta dan maximal 2 M Jangka waktu pembayaran sampai 8 tahun Akad : musobakoh

WNI, usia min 21 tahun dan maximal sampai dengan saat pension pembayaran harus lunas.

Penghasilan tetap, masa kerja min 2 tahun g. Flexi IB Hasanah

Pembiayaan konsumtif bagi pegawai/ karyawan satu perusahan/ lembaga/ instansi untuk pembelian barang dan penggunan jasa yang

(17)

tidak bertentangan dengan UU/ Hukum yang berlaku serta tidak termasuk katagori yang diharamkan syariah islam.

Min : 5 juta, max : 100 Juta

Jangka waktu maximal sampai dengan 5 tahun disesuaikan dengan masa aktif pegawai, tanpa uang muka.

Akad:

- Pembelian barang dengan akad murobah - Penggunaan asa dengan akad ijasah multiguna. Pola kerjasama dengan isntansi/ kantor calon nasabah Biaya administrasi : 1% dari max pembiayaan, asuransi jiwa h. Tabungan Haji IB Hasanah

Fasilitas pembiayaan konsumtif yang ditujukan kepada nasabah untuk memenuhi kebutuhanbiaya setoran awal. Biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) yang ditentukan oleh Depag untuk mendapatkan nomor seat porsi haji dengan menggunakan akad ijasah

Keunggulan : max 5 tahun sampai dengan usia pemohon 60 tahun. Max sebesar 95% dari biaya setoran awal BPIH untuk mendapatkan nomor seat porsi haji

Mempunyai rekening tabungan Haji IB Hasanah, melampirkan copy identitas diri yang masih berlaku (KTP suami/istri), calon haji yang ditanggung

(18)

Melampirkan surat kuasa untuk membatalkan keberangkatan haji jika nasabah menunggak pembayaran

Biaya administrasi dan pengelolaan : 100.00

Biaya pemeliharaan Rekening pembayaran Rp 2.500/ bulan Biaya denda dan biaya ;penutupan rekening yang berlaku i. CCF IB Hasanah

Cash Collateral Financing IB Hasanah

Pembayaran yang dijamin dengan cash yaitu dijamin dengan simpanan dalam bentuk deposito giro dan tabungan yang diterbitkan BNI syariah Keunggulan

1) Kemudahan kepada nasabah yang mempunyai simpanan rupiah/ ataupun valas USD untuk memperoleh pembayaran dengan cara cepat

2) Max pembayaran sebesar 90% untuk simpanan rupah dan 60% untuk simpanan valas USD dari jumlah nominal deposito/ tabungan/ Giro atas nama yang dijaminkan.

3) Pembayaran max jangka waktu selama 12 bulan untuk rupiah dan 3 bulan untuk valas USD

Syarat :

Mengisi form CCF IB Hasanah, menyerahkan agunan atas nama berupa Deposito, Giro/ Tabungan BNI Syariah

(19)

1) Pembiayaan < 100 Juta = 0,5 % eenmalig, disebutkan dengan nominal

2) Pembiayaan > 100 Juta

- Jangka waktu < 6 bulan = 0,5 % eenmalig, disebutkan dengan nominal

- Jangka waktu > 6 bulan = 1 % eenmalig, disebutkan dengan nominal

3.6. Penerapan Pembiayaan Qardhul Hasan di BNI Syariah Cabang Pekalongan

3.6.1. Perkembangan Pembiayaan Qardhul Hasan di BNI Syariah Cabang Pekalongan

Qardhul Hasan di BNI Syariah tidak terlepas dari bantuan BAMUIS (Baitul Maal Umat Islam BNI Syariah) pusat. Pada awal tahun 2000 BAMUIS pusat memberikan amanat kepada BNI Syariah cabang Pekalongan berupa kucuran dana sebesar Rp. 210.000.000,- yang hanya boleh digunakan oleh BNI Syariah cabang Pekalongan untuk modal pemberian Qardhul Hasan.

Sumber dana Qardhul Hasan selain dari BAMUIS pusat juga bersumber dari zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS). Dana zakat yang diperoleh BNI Syariah cabang Pekalongan sebagian besar didapat dari hasil potongan gaji pokok karyawan sebesar 2,5%. Dana infaq didapat dari nasabah penerima pembiayaan Qardhul Hasan sebesar Rp 50.000,- per

(20)

nasabah dan shodaqoh diperoleh BNI Syariah dari para Aghnia (orang-orang kaya). BNI Syariah memberikan kemudahan kepada para Aghnia yang ingin menambah sumber dana Qardhul Hasan yang menambah fitur infaq di ATM (Automatic Technical Machine) dan menyediakan slip infaq. Awal droping dana (tanggal 29 April 2000) dari BAMUIS pusat sebesar Rp 200.000.000,-. Terbagi menjadi 2 alokasi (penempatan) yakni:

1. Untuk pembiayaan produktif (wirausaha) dengan prosentase sekitar 85%. Realisasinya sejak 9 (sembilan) tahun berjalan dari tanggal 29 April 2000, telah disalurkan sebesar 70% digunakan untuk pembiayaan produktif (usaha kecil, pedagang kaki lima, dan pedagang asongan).

2. Untuk bantuan tunai (hibah) dengan prosentase sekitar 15%. Realisasinya sejak 9 (sembilan) tahun berjalan dari tanggal 26 April 2000, telah disalurkan sebesar 30% digunakan untuk membantu dana pendidikan atau bantuan anak sekolah (BAS), bantuan bencana alam, kesehatan dan misi sosial lainnya yang termasuk dalam kategori 8 (delapan) Asnaf.

Adapun data dana pinjaman Qardhul Hasan yang telah disalurkan adalah sebagai berikut:4

4

Hasil wawancara dengan bapak farid (operasional pembiayaan Qardhul Hasan ), pada tanggal 6 oktober 2011 pukul 03.00

(21)

Tabel 3.1

Data dana pinjaman Qardhul Hasan yang telah disalurkan

Tahun Jumlah nasabah/ tahun Total nasabah Jumlah pinjaman yang disalurkan Rp/ thn Total pinjaman yang telah disalurkan 2000 5 5 4.250.000 4.250.000 2001 3 8 5.300.000 9.550.000 2002 1 9 1.000.000 10.550.000 2003 1 10 5.000.000 15.550.000 2004 4 14 4.500.000 20.050.000 2005 4 18 8.800.000 28.850.000 2006 1 19 2.000.000 30.850.000 2007 1 20 3.000.000 33.850.000 2008 8 28 24.000.000 57.850.000 2009 28 56 90.000.000 147.850.000 2010 39 95 119.000.000 209.000.000 2011 19 114 28.050.000 237.050.000

Sumber : Wawancara Dengan Farid (Bagian Operasional Pembiayaan Qardhul Hasan di BNI Syariah cabang Pekalongan)

Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa jumlah nasabah Pembiayaan Qardhul Hasan di BNI Syariah Cabang Pekalongan tidak selalu ada peningkatan setiap tahunnya, tergantung persediaan dana yang tersedia dari pembiayaan Qardhul Hasan di BNI Syariah Cabang Pekalongan. Karena sumber dana berasal dari zakat/infaq/shadaqah yang setiap tahun jumlahnya tidak sama, bisa banyak bisa sedikit.

(22)

3.6.2. Kriteria Pembiayaan Qardhul Hasan di BNI Syariah Cabang Pekalongan

Besarnya pembiayaan ditetapkan atas dasar kebutuhan atau usaha yang akan dibiayai dengan jangka waktu maksimal 3 tahun dan maksimal pembiayaannya adalah sebagai berikut:5

a. Pembelian/pengadaan/investasi peralatan produksi/usaha maksimal pengajuan Rp 3.000.000,-

b. Biaya pendidikan keterampilan kerja Rp 2.500.000,-

c. Modal kerja/bahan baku/barang dagangan Rp 2.500.000,-. Pengembalian atas pembiayaan ini ditentukan dalam jangka waktu tertentu dan dapat dikembalikan sekaligus atau diangsur.

Berikut juga diterangkan jenis dan jangka waktu pembiayaan Qardhul Hasan di BNI Syariah Cabang Pekalongan:

a. Jenis pembiayaan

Pembiayaan Qardhul Hasan dapat diberikan dalam bentuk modal kerja atas suatu usaha tertentu dengan menggunakan prinsip Qardh.

b. Jangka waktu pembiayaan

Jangka waktu pembiayaan sesuai hasil analisa dengan maksimal pembiayaan 3 tahun.

Sedangkan kriteria nasabah pembiayaan Qardhul Hasan bagi wirausaha sebagai berikut 6: 5 ibid 6 Ibid

(23)

1) Berpenghasilan rata-rata 2 Juta per bulan dibuktikan dengan adanya laporan penjualan

2) Adanya referensi dari orang sekitar BNI Syariah Cabang Pekalongan.

3.6.3. Persyaratan Pengajuan Pembiayaan Qardhul Hasan di BNI Syariah Cabang Pekalongan7

a. Calon nasabah adalah perorangan yang beragama Islam.

b. Mengajukan dan mengisi permohonan dengan melampirkan fotokopi identitas diri, akta nikah (bagi yang kawin), dan kartu keluarga.

c. Umur pemohon minimal 23 tahun.

d. Mempunyai usaha dengan skala kecil, dibuktikan dengan surat keterangan usaha dari desa/kelurahan.

e. Dhuafa yang berpotensi mandiri dan mendapat rekomendasi serta pembinaan dari pihak BNI Syariah.

f. Pensiunan BNI dan anak-anak dari orang tua yang berstatus pensiunan BNI.

g. Tidak diperlukan uang muka.

h. Tidak ada persyaratan penyerahan jaminan.

i. Cara pengembalian dana Qardhul Hasan dikembalikan secara angsuran atau sekaligus oleh nasabah sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati.

j. Penyaluran aktivitas keuangan diharuskan melalui rekening tabungan/giro di BNI Syariah.

7

(24)

k. Pemantauan pembiayaan dilakukan dengan menggunakan formulir pemantauan kelayakan usaha.

l. Larangan pembiayaan yang berlaku dalam pembiayaan ini adalah meliputi:

1. Pembiayaan kepada perorangan atau perusahaan yang mana pengurus/pemilik/pemegang kuasa/penjamin/penanggung jawab tercantum dalam daftar kredit macet.

2. Pembiayaan yang bertentangan dengan syariat Islam, misalnya peternak babi, pabrik minuman alhokol

Aspek-aspek dalam prosedur penilaian permohonan pembiayaan Qardhul Hasan

a. Character (karakter), yakni untuk mengetahui sampai sejauh mana tingkat kejujuran dan kemauan nasabah untuk memenuhi kewajibannya. b. Capacity (kemampuan) adalah suatu penilaian kepada calon debitur/nasabah mengenai kemampuan melunasi kewajiban-kewajibannya dari kegiatan usaha yang dilakukannya yang akan dibiayai oleh bank.

c. Capital (modal) adalah penilaian terhadap kemampuan modal yang dimiliki oleh calon debitur.

d. Condition of Economic (kondisi ekonomi) adalah untuk mengetahui sejauh mana kondisi yang mempengaruhi perekonomian suatu negara

(25)

akan memberikan dampak negatif maupun positif terhadap usaha yang dijalankan.

e. Constraint (batasan/hambatan) adalah batasan-batasan atau hambata-hambatan yang tidak memungkinkan seseorang melakukan usaha di suatu tempat.8

Dalam penyaluran pembiayaan Qardhul Hasan yang produktif (Wirausaha), karena tidak ada persyaratan jaminan, maka pihak BNI Syariah cabang Pekalongan dalam mengantipasi pembiayaan yang berpotensi macet ada beberapa tahapan penagihan yang dilakukan: 9

1) Melakukan Penagihan Rutin 2) Pendekatan Personal

Pendekatan personal yang dilakukan divisi Qardhul Hasan BNI Syariah Cabang Pekalongan adalah sebagai berikut:10

a) Memberikan sedikit pengertian bahwa apabila nasabah yang bersangkutan tidak mengembalikan pinjamannya maka hal itu berarti ia mengurangi kesempatan yang lain untuk mendapatkan pinjaman yang sama sepertinya. Karena pengembalian pinjaman tersebut akan digulirkan lagi menjadi pinjaman Qardhul Hasan atau bantuan kepada yang lain.

b) Apabila nasabah yang berpotensi macet tersebut memang dinilai benar-benar tidak mampu mengembalikan sisa pokok pinjaman, maka BNI

8 Ibid 9 Ibid 10 Ibid

(26)

Syariah cabang Pekalongan mengubah akad pembiayaan menjadi Hibah atau bantuan dana.

Akan tetapi sejauh ini sampai (April 2009) pihak BNI Syariah dalam mengantisipasi masalah tersebut, bila 2 (dua) point tersebut telah dilakukan dan tidak ada tanggapan, maka pembiayaan tersebut dianggap sebagai loss financing (karena dari awal niat untuk membantu masyarakat yang kekurangan modal dan termasuk dalam pembiayaan dhuafa, serta dana yang digunakan berasal dari dana umat). Jadi pihak BNI syariah di sini tidak mengambil keuntungan kecuali biaya administrasi yang timbul dalam awal akad.

3.6.4. Analisis Penerapan Pembiayaan Qardhul Hasan di BNI Syariah Cabang Pekalongan

1. Proses Pengajuan Pembiayaan Qardhul Hasan di BNI Syariah Cabang Pekalongan

Berikut adalah proses pengajuan pembiayaan Qardhul Hasan di BNI Syariah Cabang Pekalongan:11

a. Nasabah debitur datang ke BNI Syariah untuk mengajukan pembiayaan Qardhul Hasan.

b. Bagian customer service pembiayaan Qardhul Hasan akan mewawancarai nasabah yang berkaitan dengan keputusan pembiayaan, kemudian nasabah mengisi formulir atau SPP (Surat Permohonan Pembiayaan) yang telah disediakan.

11

(27)

c. Tim survei dari BNI Syariah akan mensurvei tempat usaha dan tempat tinggal. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir penipuan dan mengetahui kelayakan pemberian pembiayaan.

d. Pihak BNI Syariah mengadakan rapat komite atas pembiayaan yang diajukan ke pimpinan. Apakah pengajuan pembiayaan layak atau tidak dengan memperhatikan beberapa pertimbangan.

e. Untuk pengajuan pembiayaan yang diterima dan di accept oleh pimpinan, maka pihak bank dan nasabah debitur membuat akad perjanjian yang kemudian melakukan administrasi dan realisasi. Setiap akad akan dimasukkan ke dalam buku induk dan yang direalisasi akan dimasukkan ke register realisasi.

f. Setiap nasabah debitur yang mempunyai perjanjian akad dengan BNI Syariah cabang Pekalongan, akan selalu dipantau dan dievaluasi atas kelancaran angsuran.

(28)

Gambar 3.2

Proses Pengajuan Pembiayaan Qardhul Hasan

Sumber : wawancara dengan Farid (Bagian Operasional pembiayaan Qadhul Hasan di BNI Syariah Cabang Pekalongan)

Wawancara CS pembiayaan Qardhul Hasan

Mengisi SPP

( Surat Permohonan Pembiayaan)

Uji kelayakan & survei

Rapat komite

Membuat akad perjanjian

Register

Realisasi Administrasi dan realisasi Buku induk Register

Monitoring/evaluasi Transaksi Nasabah datang Pembiayaan Penabung SELESA I TIDAK YA

(29)

2. Prosedur Penilaian Permohonan Pembiayaan Terhadap Debitur Adalah gambaran sifat atau metode untuk melaksanakan kegiatan pembiayaan. Seseorang yang berhubungan dengan pembiayaan harus menempuh prosedur pembiayaan yang sehat, meliputi prosedur persetujuan pembiayaan yang sehat, meliputi prosedur persetujuan pembiayaan, prosedur administrasi dan prosedur pengawasan pembiayaan. Persetujuan pembiayaan kepada setiap nasabah harus dilakukan melalui proses penilaian yang obyektif terhadap berbagai aspek yang berhubungan dengan obyek pembiayaan.

Karena pembiayaan Qardhul Hasan tidak mempersyaratkan adanya jaminan dan merupakan pinjaman murni (pokok saja), serta berasal dari dana ZIS (zakat, infaq, shadaqoh), maka penilaian untuk mengantisipasi angsuran macet berbeda dengan pembiayaan yang bersifat komersial (murabahah, mudharabah, musyarokah dan ijarah). Hal ini bertujuan untuk memberikan keyakinan kepada semua pihak yang terkait bahwa nasabah dapat memenuhi segala kewajibannya sesuai dengan persyaratan dan jangka waktu yang disepakati.

Untuk lebih jelasnya tentang prosedur penilaian permohonan pembiayaan akan digambarkan berikut ini:

(30)

Gambar 3.3

Prosedur Penilaian Permohonan Pembiayaan

Sumber: wawancara dengan Farid (Bagian Operasional Pembiayaan Qardhul Hasan di BNI Syariah cabang Pekalongan)

Aplikasi Pembiayaan

Analisis Pembiayaan : Evaluasi masing-masing Permohonan Evaluasi Kesesuaian dengan Kebijakan

Penyelesaian Pembiayaan Review pembiayaan Pemecahan Masalah Pembiayaan

Struktur Pembiayaan

Realisasi Pembiayaan

Pembinaan dan pengawasan (monitoring) Kesesuaian dengan peraturan dan kebijakan

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi ini akan disajikan dalam lima bab, dengan penjelasan sebagai berikut: Bab I berupa pendahuluan mengenai penelitian yang akan dibahas, yaitu latar belakang, rumusan

Komunikasi fatis yang digunakan oleh penutur jati bahasa Inggris untuk mengungkapkan kesantunan sesuai dengan empat strategi kesantunan Brown dan Levinson (1987),

Bapak/Ibu dosen Jurusan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah Fakultas keguruan dan Ilmu pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah membagi ilmu dan

Setelah menyelesaikan level 1 maka dilanjutkan level 2 perjalanan ke desa selanjutnya, namun dalam perjalanan bertemu seorang teman dan harus menjawab tantangan

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah persepsi guru terhadap perjuangan Batin

Teknik analisis data yang digunakan mencakup tiga langkah, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan

Hal ini tentunya menjadi tidak efektif apa- bila dilihat dari komponen-komponen dan indi- kator-indikator kinerja yang ada di dalam instru- men model faktual yang selama ini

Saran dari hasil yang didapat adalah :1) Bagi Responden Disarankan masyarakat terutama ibu hamil menjelang persalinan agar mengetahui berbagai tehnik atau metode untuk