• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal KomTekInfo Fakultas Ilmu Komputer, Volume 2, No. 2, Des 2015 ISSN :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal KomTekInfo Fakultas Ilmu Komputer, Volume 2, No. 2, Des 2015 ISSN :"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BARANG MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA DAN DATABASE MYSQL PADA TOKO KANSA ELPIJI

Ir.Zefriyenni, MM.Budi Santoso

Fakultas Ilmu computer Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

e-mail : [email protected]

Abstrak

Perkembangan teknologi saat ini hampir menggantikan sistem manual dengan sistem komputerisasi. Sehingga perkembangan teknologi tersebut bermanfaat dalam berbagai bidang salah satunya dalam bidang penjualan dan pengendalian barang. Toko kansa elpiji merupakan salah satu perusahaan jasa Gas LPG yang memiliki banyak pembeli setiap harinya. Karena pembelian terjadi setiap hari maka stok Gas LPG mengalami kekurangan persediaan. Kekurangan persediaan akan mengakibatkan adanya kendala – kendala pada proses selanjutnya, sedangkan kelebihan persediaan akan menimbulkan biaya ekstra, proses pengolahan data yang masih manual atau dengan kata lain belum ada satu program khusus yang dirancang untuk mengolah data penjualan dan pengendalian stock barang, sehingga pembuatan laporan penjualan yang sering mengalami keterlambatan. Jadi untuk mencegah hal tersebut digunakan metode EOQ yang merupakan sebuah metode untuk mengendalikan stock barang agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan pemesanan.

Untuk mempermudah menggunakan metode EOQ, maka digunakan aplikasi java yang berjalan pada program dekstop komputer. Dengan menggunakan metode EOQ ini dapat memberikan kemudahan terhadap bagian penjualan, bagian gudang dalam mencetak laporan yang dibutuhkan dan bagi pimpinan memudahkan dalam mengambil keputusan.. Dengan aplikasi java dapat memudahkan dalam melakukan penginputan transaksi dan pembuatan laporan.

Kata kunci :Java, , EOQ, Persediaandan MySql.

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi saat ini hampir menggantikan sistem manual dengan sistem komputerisasi. Perkembangan teknologi tersebut misalnya teknologi komputer baik hardware maupun software sebagian besar berperan dalam kehidupan manusia saat ini. Semakin cepatnya perkembangan teknologi tersebut, maka semakin meningkat pula kemudahan – kemudahan dan fasilitas untuk mendukung manusia dalam upaya menyelesaikan tugasnya dengan cepat dan tepat. Teknolohgi informasi dan komunikasi bermanfaat dalam berbagai bidang salah satunya dalam bidang penjualan dan pengendalian barang. Toko kansa elpiji merupakan salah satu perusahaan jasa Gas LPG yang memiliki banyak pembeli setiap harinya. Karena pembelian terjadi setiap hari maka stok Gas LPG mengalami kekurangan persediaan. Kekurangan persediaan akan mengakibatkan adanya kendala – kendala pada proses selanjutnya. Sedangkan kelebihan persediaan akan menimbulkan biaya ekstra. Jadi untuk mencegah hal tersebut, maka digunakan metode EOQ yang merupakan sebuah metode untuk mengendalikan stock barang agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan pemesanan. Untuk mempermudah menggunakan metode EOQ ini maka setidaknya memakai sebuah alat bantu yaitu aplikasi java yang berjalan pada program

dekstop komputer. Dengan aplikasi java dapat memudahkan dalam melakukan penginputan transaksi dan pembuatan laporan.

Keuntungan dalam melakukan

pengendalian persediaan dengan menggunakan metode EOQ yaitu:

1. Mencegah terjadinya kekurangan stock

atau kehabisan stock

2. Dapat menentukan waktu yang tepat dalam

melakukan pemesanan

3. Dapat mengurangi terjadinya biaya ekstra

1.2 Perumusan Masalah

Sehubungan dengan latar belakang diatas maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :

1. Apakah dengan program penjualan dan

pengendalian persediaan barang yang akan dibuat dapat memudahkan pimpinan dalam pengambilan keputusan?

2. Apakah dengan menggunakan metode

EOQ dapat mencegah terjadinya

kekurangan atau kelebihan pemesanan barang?

3. Apakah aplikasi bahasa pemrograman Java

(2)

pengaksesan data penjualan dan pengendalian persediaan barang?

1.3 Hipotesa

Berdasarkan perumusan masalah

tersebut dikemukan hipotesa sebagai berikut :

1. Dengan adanya sistem informasi ini

diharapkan dapat membantu pimpinan

khansa elpiji dalam pengambilan

keputusan.

2. Dengan metode EOQ dapat meminimalkan

terjadinya kekurangan atau kelebihan dalam pemesanan barang.

3. Dengan adanya program aplikasi akan

mampu menghasilkan informasi yang berkualitas.

1.4 Batasan Penelitian

Agar tidak merembet ke luar dari

permasalahan yang penulis bahas maka

dilakukan pembatasan masalah sebagai berikut :

1. Metode yang digunakan adalah Economic

Order Quantity (EOQ) untuk penentuan

pembelian persediaan barang yang

ekonomis dan penentuan order point.

2. Menggunakan bahasa pemrograman JAVA

dan MySQL sebagai databasenya.

1.5 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari

penelitian ini adalah :

1. Dapat membantu dalam melakukan

transaksi penjualan dan pemesanan

sehingga tidak terjadi kekurangan atau kelebihan dalam pemesanan barang.

2. Dapat merangkum laporan yang sangat

berguna dalam melihat jumlah penjualan dan pembelian barang yang dapat membuat pemilik toko untuk mengambil

sebuah keputusan dalam melakukan

transaksi ataupun pemesanan.

3. Dengan aplikasi java dan metode EOQ

dapat memudahkan dalam melakukan penginputan transaksi dan pembuatan laporan

II. LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem

Menurut Jugianto HM (2005:1) ,Sistem didefinisikan dari dua kelompok yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen.

1. Yang mengarah pada prosedurnya

Sistem adalah suatu jaringan kerja dari

prosedur-prosedur yang saling

berhubungan, berkumpul bersama-sama

untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu

2. Yang mengarah pada komponen

Sistem adalah suatu urut- urutan operasi

klerikal (tulis menulis), biasanya

melibatkan beberapa orang atau satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi yang terjadi

2.1.1 Karakteristik Sistem

Karakteristik Sistem Informasi

Menurut Tata Sutabri (2012:20), yaitu: 1. Komponen sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah

komponen yang saling berinteraksi, artinya artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.

2. Batasan sistem (Boundary)

Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya.

3. Lingkungan luar sistem (Environtment) Bentuk apapun yang ada di luar ruang

lingkup atau batasan sistem yang

mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem.

4. Penghubung sistem (Interface)

Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem lain disebut penghubung sistem atau interface.

5. Masukan sistem (input)

Energi yang dimasukan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input).

6. Keluaran sistem (output)

Hasil energi yang diolah dan diklarifikasi menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain seperti sistem informasi.

7. Pengolahan sistem (process)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi

keluaran , contohnya adalah sistem

akuntansi.

8. Sasaran sistem (objective)

Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministic.

2.1.2 Pengertian Informasi

Menurut Tata Sutabri (2012:29),

informasi adalah data yang telah diklasifikasi atau diinterpretasi untuk digunakan dalam

proses pengambilan keputusan. Sistem

pengolahan informasi mengolah data menjadi informasi atau tepatnya mengolah data dari

(3)

bentuk tak berguna menjadi berguna bagi penerimanya.

2.1.3 Kualitas Informasi

Menurut Tata Sutabri (2012:

41),kualitas suatu informasi tergantung dari 3 (tiga ) hal , yaitu:

1. Akurat (accurate)

Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan. Akurat

juga berarti informasi harus jelas

mencerminkan maksudnya. 2. Tepat waktu (timeline)

informasi yang datang pada sipenerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karna informasi merupakan landasaan dalam pengambilan keputusan.

3. Relevan (relevance)

Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.

2.1.4 Pengertian Sistem Informasi

Sistem Informasi menurut Kertahadi (1995) dalam buku Hanif Al Fatta (2007: 9) yaitu, suatu alat untuk menyajikan informasi

dengan cara sedemikian rupa sehingga

bermanfaat bagi penerimanya. Tujuannya

adalah untuk menyajikan informasi guna pengambilan keputusan pada perencanaan, pemrakarsaan, pengorganisasian, pengendalian kegiatan operasi subsistem suatu perusahaan, dan menyajikan sinergi organisasi pada proses.

2.1.5 Komponen Sistem Informasi

Menurut Stair (1992) dalam buku Hanif Al Fatta (2007:9), Sistem Informasi

berbasis komputer (CBIS) dalam suatu

organisasi terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut:

1. Perangkat keras (hardware)

Yaitu perangkat keras komponen untuk melengkapi kegiatan memasukkan data, memproses data, dan keluaran data

2. Perangkat Lunak (software)

Yaitu program dan instruksi yang

diberikan ke komputer.

3. Database

Yaitu kumpulan data dari informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mudah diakses pengguna sistem informasi.

4. Telekomunikasi

Yakni komunikasi yang menghubungkan antara pengguna sistem dengan sistem computer secara bersama – sama ke dalam suatu jaringan kerja yang efektif.

5. Manusia

Yaitu personel dari sistem informasi, meliputi manajer, analis, programmer, dan operator, serta bertanggung jawab terhadap perawatan sistem.

2.2 System Development Life Cycle (SDLC)

Menurut Rosa A. S dan M. Shalahuddin dalam jurnal R. Yadi Rakhman Alamsyah dan Andri Hardi Gunandi (2013), SDLC adalah proses mengembangkan atau mengubah suatu sistem perangkat lunak dengan menggunakan model-model dan metodologi yang digunakan orang untuk mengembangkan sistem-sistem perangkat lunak sebelumnya.

Berdasarkan pengertian tersebut dapat di simpulkan bahwa SDLC merupakan proses yang digunakan untuk mengembangkan suatu sistem atau perangkat lunak menggunakan metodologi tertentu.

2.2.1 Prinsip Pengembangan Sistem

Menurut Jugianto HM (2005:38), ada beberapa prinsip-prinsip dalam pengembangan sistem, prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut :

2.3 Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.

Setelah sistem selesai dikembangkan, maka yang akan menggunakan informasi

dari sistem ini adalah menejemen,

sehingga sistem harus dapat mendukung

kebutuhan yang diperlukan oleh

manajemen.

2.4 Sistem yang dikembangkan adalah

investasi modal yang besar.

Sistem informasi yang akan dikembangkan membutuhkan dana modal yang tidak

sedikit, apalagi dengan digunakan

teknologi yang mutakhir. Sistem yang dikembangkan ini merupakan investasi modal yang besar.

2.5 Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik.

Menusia merupakan faktor utama yang

menentukan berhasil tidaknya suatu

sistem, baik dari proses

pengembangannya, penerapannya, maupun dalam proses operasinya.

2.6 Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.

Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahap kerja dan melibatkan beberapa personalia dalam bentuk suatu team untuk mengerjakan. 2.7 Proses pengambangan sistem tidak harus

urut.

Prinsip ini kelihatannya bertentang dengan

prinsip sebelumnya, tetapi tidaklah

demikian. Tahapan kerja dari

pengembangan sistem di prinsip

sebelumnya menunjukan langkah-langkah yang harus dilakukan dan langkah-langkah

(4)

ini dapat saja tidak harus diurut, tetapi dapat dilakukan secara bersama-sama. 2.8 Jangan takut membatalkan proyek.

Untuk kasus- kasus tertentu, dimana suatu proyek terpaksa harus dihentikan atau dibatalkan karena sudah tidak layak lagi, maka harus dilakukan dengan tegas. 2.9 Dokumentasi harus ada untuk pedoman

dalam pengembangan sistem.

Dokumentasi yang dibuat dan

dikumpulkan selama proses dari

pengembangan sistem dapat digunakan untuk bahan komunikasi antara analis sistem dengan pemakai sistem dan dapat

digunakan mendorong keterlibatan

pemakai sistem.

2.3 Model Prototype

Model prototipe dapat digunakan untuk menyambung ketidak pahaman pelanggan

mengenai hal teknis dan memperjelas

spesifikasi kebutuhan yang diinginkan

pelanggan kepada pengembang perangkat lunak.

Model prototipe (prototyping model) dimulai dari mengumpulkan kebutuhan pelanggan terhadap perangkat lunak yang akan dibuat. Lalu dibuatlah program prototype agar pelanggan lebih terbayang dengan apa yang sebenarnya diinginkan. Program prototype biasanya merupakan program yang belum jadi. Program ini biasanya menyediakan tampilan dengan simulasi alur perangkat lunak sehingga tampak seperti perangkat lunak yang sudah jadi.program prototype ini dievaluasi oleh pelanggan atau user sampai ditemukan spesifikasi yang sesuai dengan keinginan pelanggan atau user.

2.4 Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem

Pada perancangan sistem ini akan di jelaskan beberapa alat bantu perancangan sistem yang terbagi atas 3 bagian yaitu:

 ASI (Aliran Sistem Informasi)

 Context Diagram

 DFD (Data Flow Diagram)

2.4.1 Aliran Sistem Informasi (ASI)

Aliran sistem informasi sangat berguna untuk mengetahui permasalahan yang adda pada suatu sistem. Dari sini dapat diketahui apakah system informasi tersebut masih layak dipakai atau tidak, masih manual atau komputerisasi. Jika sistem informasinya tidak layak lagi maka perlu adanya perubahan dalam pengolahan datanya sehingga menghasilkan informasi yang cepat dan akurat serta keputusan yang lebih baik. Berikut simbol-simbol dari Aliran Sistem Informasi (ASI) :

Tabel 2.1 Simbol-Simbol Pada Aliran Sistem Informasi No Simbol Keterangan 1 Proses komputer 2 Proses manual 3 Dokumen. 4 arsip 5 Penghubung 6 Arus data

Sumber: Frantu Sandra (2014 ).

2.4.2 Context Diagram

Context Diagram adalah gambaran umum tentang suatu sistem yang terdapat didalam suatu organisasi yang memperlihatkan batasan (boundary) sistem, adanya interaksi antara eksternal entity dengan suatu sistem dan informasi secara umum mengalir diantara entity dan sistem. Context Diagram merupakan alat bantu yang digunakan dalam menganalisa sistem yang akan dikembangkan.

Simbol-simbol yang digunakan di dalam Context Diagram hampir sama dengan simbol-simbol yang ada pada DFD, hanya saja pada Context Diagram tidak terdapat simbol file. Berikut simbol-simbol dari Contex Diagram :

Tabel 2.2 simbol-simbol dari Context Diagram No Simbol Keterangan 1 Kesatuan Luar(EksternalEntity) = Merupakan kesatuan

luar sistem yang dapat

berupa orang,

organisasi atau sistem

lainya yang berada

diluar lingkungan

luarnya yang akan

(5)

menerima output sistem.

2

Arus Data (Data

Flow) = Arus data

mengalir diantara

proses, simpanan data dan kesatuan. Arus data ini menunjukan arus data dari yang masuk ke dalam proses sistem

3

Proses(Process) =

Kegiatan atau kerja

yang dilakukan oleh, mesin atau komputer dari suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses Sumber: Jugianto HM (2005 : 701 ).

2.4.3 Data Flow Diagram (DFD)

DFD merupakan gambaran sistem secara logika yang tidak tergantung pada perangkat keras, lunak, struktur data dan organisasi file. Keuntungan dari DFD adalah untuk memudahkan pemakai yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti

system yang akan dikerjakan atau

dikembangkan.

Berikut simbol-simbol dari Data Flow Diagram (DFD) :

Tabel 2.3 simbol-simbol dari Data Flow Diagram (DFD) No Simbol Keterangan 1 Kesatuan Luar/External Entity merupakan sumber atau

tujuan data, dapat

berupa bagian

atau orang yang

berada diluar sistem tapi berhubungan dengan sistem tersebut. 2 Proses. Simbol ini digunakan untuk melakukan proses pengolahan data, yang menunjukkan suatu kegiatan yang mengubah aliran data yang

masuk menjadi keluaran. 3 Penyimpanan Data/Data Store merupakan tempat penyimpanan dokumen-dokumen atau file-file yang dibutuhkan. 4 Aliran Data. Menunjukkan arus data dalam proses.

Sumber: Frantu Sandra (2014 ).

2.5 Alat Bantu Perancangan Database

Adapun alat bantu dalam perancagan database yang terdiri dari 2 bagian yaitu :

 Entity Relationship Diagram (ERD)

 Normalisasi Database

2.5.1 Entity Relationship Diagram (ERD)

Model ERD berisi

komponen-komponen entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang mempresentasikan seluruh fakta

yang ditinjau sehingga dapat diketahui

hubungan antara entity-entity yang ada dengan

atribut-atributnya. Selain itu juga bisa

menggambarkan hubungan yang ada dalam pengolahan data, seperti hubungan many to many, one to many, one to one.

Berikut simbol-simbol dari ERD :

Tabel 2.4 Simbol-Simbol Pada ERD.

No Simbol Keterangan 1 Entity 2 Relasi atau aktifitas antar entity 3 Simple Atribut 4 Field atau primary key atribute 5 Hubungan antar entity dengan

(6)

derajat kardinalitas relasi optional many 6 Hubungan antar entity dengan derajat kardinalitas relasi optional one 7 Hubungan antar entity dengan derajat kardinalitas relasi mandatory mani 8 Hubungan antar entity dengan derajat kardinalitas relasi mandatory one Sumber: Frantu Sandra (2014 ).

2.6 Alat Bantu Perancangan Program

Adapun alat bantu dalam pernacngan logika program terdiri atas 2 bagian yaitu :

 Bagan Aliran (Flowchart)

Maka dapat di jelaskan melalui simbol-simbol dan keterangan sebagai berikut :

2.6.1 Bagan Aliran (Flowchart)

Menurut Jogiyanto HM (2005: 795), Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program. Flowchart menolong analis dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan

menolong dalam menganalisis

alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian. Flowchart biasanya mempermudah penyelesaian suatu

masalah khususnya masalah yang perlu

dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut. Dalam arti lain bagan alir (flowchart) adalah bagan (chart) yang menunjukan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika.

Berikut simbol-simbol dari Flowchart :

Tabel 2.5 Simbol-Simbol Pada Flowchart

No Simbol Keterangan 1 Simbol Input/Output. Digunakan untuk mewakili data input/output. 2 Simbol Proses. Digunakan untuk mewakili suatu proses. 3

Simbol Garis Alir. Digunakan untuk menunjukkan arus dari proses. 4 Simbol Penghubung. Digunakan untuk menunjukkan sambungan dari bagan alir yang terputus. Baik pada halaman yang sama maupun di halaman berikutnya. 5 Simbol Keputusan. Digunakan untuk suatu penyelesaian kondisi di dalam program. 6 Simbol Proses Terdefinisi. Digunakan untuk menunjukkan suatu operasi yang rinciannya ditunjukkan di tempat lain. 7 Simbol Persiapan. Digunakan untuk memberi/menset nilai awal suatu besaran. 8 Simbol Titik Terminal. Digunakan untuk menunjukkan awal dan akhir dari suatu proses

Sumber: Jugianto HM (2005 : 802).

2.6.2 Pengertian Bahasa Pemograman

Menurut Sariadin Siallagan (2009:5),

Bahasa pemrograman adalah suatualat

komunikasi standar untuk mengekspresikan instruksi kepada komputer . Layaknya bahasa manusia, bahasa itu juga memiliki tata tulis

(syntax) dan aturan tertentu. Bahasa

pemrograman memfasilitasi cara dan aturan yang dilakukan oleh oleh programmer untuk

(7)

menuliskan perintah menyimpan, mengkompilasi dan melihat hasil secara benar. Salah satu program yang di pakai yaitu :

2.6.3 Java

Java adalah nama sebuah bahasa pemrograman yang sangat terkenal. Sebagai bahasa pemrograman, java dapat digunakan

untuk menulis program. Bahasa java

dikembangkan di Sun Microsystem dan mulai diperkenalkan kepada public pada tahun 1995. Java merupakan bahasa yang berorientasi objek. Java mempunyai keunggulan yakni bersifat universal. Sebagai bahasa yang universal, java bias dijumpai di berbagai platform (Linux, UNIX, Windows, Mac, dan lain – lain). Hasil kompilasi java yang dinamakan bytecode dapat dijalankan di berbagai platform sepanjang di

system target memiliki Java Runtime

Environment (JRE).

2.6.4 Sifat-sifat pemograman java

Menurut Sariadin Siallagan (2009: 17), Sifat-sifat pemograman java antara lain :

1. Java berorientasi objek

Pemograman java merupakan

pemograman yang berorientasi objek. Artinya, penulisan program harus dibuat dalam bentuk

objek-obek, kemudian memodelkan sifat

masing–masing objek dalam program. Java menentukan dan mengatur interaksi antara objek.

2. Java bersifat terdistribusi

Program java sesuai dengan

perkembangan teknologi saat ini, yaitu

teknologi jaringan lokal seperti jaringan internet. Dalam hal ini, java dapat digunakan untuk menyebarkan/mendistribusikan data atau informasi dalam workstation client, e-mail server, database server, dan web server (dalam jaringan komputer lokal dan internet),

3. Java bersifat multiplatform

Program java yang sudah diterjemahkan (dikompilasi) dengan benar dan berhasil dapat di jalankan pada platform yang lain atau pada sistem operasi yang lain. Java merupakan

prinsip WORA (Write Once and Run

Anywhere). Sekali menuliskan program maka hasil programnya dapat dijalankan pada sistem operasi yang mana saja. Artinya, sekali menulis

program dalam bahasa java dan

mengkompilasinya maka program tersebut dapat dijalankan pada sebagian sistem operasi, seperti DOS, Windows, Linux, Macos, dan Solaris.

4. Java bersifat multithread

Thread merupakan unit dasar

penggunaan Central processing Unit (CPU) yang terdiri dari Thread_ID, program counter, register set, dan stack. Multithread adalah banyaknya pekerjaan yang dikerjakan dalam satuan waktu yang hampir besamaan. Sebagai contoh, suatu web servermempunyai ratusan client server – beberapa client yang mengakses web server client yang lain harus menunggu. Oleh karena itu, diperlukan multithread untuk dapat melayani client server.

Konsep basis data adalah salah satu jenis rancangan yang akan dibuat pada sebuah

sistem dalam segi perancangan gudang

penyimpanan data.

2.7 Database

Database didefinisikan sebagai kumpulan data yang terintegrasi dan di atur sedemikian rupa sehingga data tersebut dapat dimanipulasi, diambil, dan di cari secara cepat.

2.8 Pengenalan MySQL

MYSQL merupakan software RDBMS (server database) yang dapat mengelola database dengan cepat, dapat menampung data dengan jumlah yang besar, dapat diakses banyak user (multi-user) dan dapat melakukan suatu proses sikron atau bersamaan (multi-threaded).

2.9 Definisi Economic Order Quantity (EOQ)

Menurut Andy Wijaya, Muhammad Arifin, Tony Soebijono (2013), EOQ adalah jumlah unit ( kuantitas ) barang yang dapat di beli dengan biaya minimal. Tujuan metode persediaan ini adalah menentukan jumlah pemesanan yang dapat meminimumkan biaya penyimpanan dan biaya pemesanan persediaan. Dengan menggunakan EOQ, maka persediaan yang ada di dalam gudang tidak terlalu banyak, tetapi juga tidak akan terlalu sedikit, sehingga aktivitas perusahaan tidak akan terganggu karenanya.

Titik pemesanan kembali adalah suatu tingkatan persediaan yang tetap ada dalam stok yang jumlahnya sama dengan permintaan selama masa waktu yang di butuhkan untuk menerima pesanan (lead time).

2.9.1 Rumusan Metode EOQ

Rumus yang di gunakan metode EOQ ini sebagai berikut :

EOQ= Q*= 2𝐶𝑅

H

Keterangan:

(8)

C = Biaya pemesanan per pesan. R = pemintaan per periode (unit) H = Biaya Penyimpanan.

III. ANALISA DAN HASIL

3.1. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan

Analisis sistem sangat penting dilakukan untuk mengetahui dan memahami masalah yang dihadapi oleh Sistem Informasi Penjualan dan Pengendalian Barang pada toko kansa elpiji saat ini, sehingga dapat dilakukan perbandingan terhadap sistem baru yang akan dirancang.

Sistem Informasi Penjualan dan

Pengendalian Barang pada toko kansa elpiji masih mengalami permasalahan dalam proses pengolahan data laporan dan stock barang. Hal ini berkenaan dengan pembuatan laporan

penjualan dan laporan sisa stock atau

persediaan.

Analisis sistem bertujuan mencari

pemecahan masalah yang dihadapi di sistem tersebut agar masalah yang sama tidak terjadi lagi pada waktu yang akan datang. Dalam analisis dan perencanaan sistem ini, kegiatan yang akan dilakukan adalah menitik beratkan pada sistem yang sedang berjalan untuk mendapatkan suatu kebutuhan yang nyata secara detail sesuai dengan fakta-fakta yang ada . Perlunya sistem yang lama diganti, disebabkan oleh beberapa faktor yang terjadi didalam sistem :

1. Proses pengolahan datanya masih manual atau dengan kata lain belum ada satu program khusus yang dirancang untuk mengolah data penjualan dan pengendalian stock barang, sehingga pembuatan laporan-laporan penjualan dan pengendalian stock

barang yang sering mengalami

keterlambatan.

2. Keamanan data kurang terjamin karena data yang disimpan berupa kertas sehingga mudah rusak dan tidak dapat bertahan lama. 3. Penerapan teknologi informasi didalam

organisasi untuk penyediaan database agar cepat menghasilkan suatu informasi sangat mendukung dalam proses pengambilan keputusan.

Setelah kelemahan atau kekurangan sistem

yang lama teridentifikasi maka diambil

keputusan apakah diperlukan suatu sistem yang baru atau hanya memperbaiki kelemahan atau kekurangan dari sistem yang ada tersebut. Pada sistem baru ini diharapkan semua persoalan yang dihadapi dapat diatasi.

3.1.1. Aliran Sistem Informasi (Sistem Lama)

Dalam aliran sistem informasi penjualan dan pengendalian stock barang yang lama,

pengolahan data barang dilakukan dengan proses manual, hal ini menimbulkan masalah yaitu dalam persediaan barang.

Adapun aliran dari sistem yang lama adalah sebagai berikut:

1. Pada sistem informasi pengolahan data penjualan ini terdiri atas 5 komponen yaitu pelanggan, kasir, bagian gudang, suplier dan pimpinan.

2. Setelah pelanggan memilih tabung LPG, kemudian dihitung oleh kasir.

3. Setelah tabung LPG dihitung dan ditotalkan, kemudian pelanggan memberikan uang pembayaran sesuai dengan total belanja setelah itu barulah tabung LPG yg dibeli pelanggan diberikan kembali oleh kasir. 4. Setelah transaksi penjualan terjadi, pada

malam hari kasir melakukan penghitungan penjualan keseluruhan yang ditulis disebuah

catatan yang akan diberikan kepada

pimpinan atau pemilik toko.

5. Dari catatan yang dibuat oleh kasir,

pemilik atau pimpinan memindahkan catatan penjualan atau pendapatan tersebut kedalam sebuah buku besar yang dijadikan buku laporan.

6. Bagian gudang biasanya melakukan

pengecekan tabung LPG di gudang yang nantinya menghasilkan sebuah rincian stok tabung LPG yang ada di gudang yang akan diberikan kepada pimpinan untuk di acc. Setelah di acc oleh pimpinan, rincian tabung LPG tersebut dikembalikan kepada bagian gudang guna diberikan kepada suplier untuk pembelian tabung atau restock tabung baru.

7. Setelah supplier menerima rincian tabung

LPG yang akan dibeli, supplier melakukan penghitungan tabung LPG yang akan dibeli yang kemudian dibuat faktur sebanyak 2 rangkap yang diberikan kepada bagian gudang untuk diserahkan kepada pimpinan agar di acc oleh pimpinan atau pemilik toko, setelah di acc oleh pemilik, faktur tersebut diberikan kembali kepada supplier untuk di acc sebagai tanda serah terima barang yang telah dibeli, setelah di acc oleh supplier baru lah 1 rangkap faktur pembelian serta tabung LPG yang dibeli diserahkan kepada bagian gudang untuk di arsip.

8. Setelah tabung LPG dan faktur diterima

oleh bagian gudang, barulah tabung LPG yang tadi dibeli di susun ke gudang dan ke toko.

Untuk memperjelas aliran sistem informasi yang ada maka dapat dilihat di gambar 3.1 berikut ini:

(9)

Aliran Sistem Informasi (ASI) Lama

Pelanggan Kasir Bagian Gudang Suplier Pimpinan

Total belanja Tabung LPG yg di

beli Stok Tabung

LPG di gudang Hitung belanja Tabung LPG yg di beli Cek Tabung LPG Hitung Tabung LPG Hitung pembayaran Tabung LPG yg telah dibayar Catatan pendapatan A Total Tabung LPG Pembayaran Uang pembayaran Uang pembayaran Tabung LPG yg telah dibayar Rincian Pembelian tabung LPG Rincian Pembelian tabung LPG Hitung penjualan Catatan pendapatan Catat ke buku besar Laporan stock pesediaan tabung LPG yang telah di ACC ACC Rincian Pembelian tabung LPG yg diacc Rincian Pembelian tabung LPG yg diacc Rincian Pembelian tabung LPG yg diacc ACC Penghitugan uang Faktur belanja Tabung LPG yg di beli Faktur belanja Tabung LPG yg di beli A

Faktur dan rincian pembelian Tabung LPG

Faktur dan rincian pembelian Tabung LPG

Faktur dan rincian pembelian Tabung LPG

Uang dan faktur rincian pembelian yg

diacc Uang dan faktur

rincian pembelian yg diacc

Uang dan faktur rincian pembelian yg

diacc Total Tabung

LPG

Gambar 3.1. Aliran Sistem Informasi (ASI) Lama

3.2. Desain Sistem Baru

Tujuan dari Desain sistem adalah untuk

mempercepat pengambilan keputusan,

perincian-perincian yang mudah dipahami

sehingga tidak terjadi kesalahan dalam

menjalankan sistem. Desain sistem pada hakekatnya bukanlah sekedar mempercepat atau mengoptimalisasikan kegiatan operasi tapi juga mencakup standarisasi dengan hasil dalam penghematan waktu dan biaya.

3.2.1. Desain Global

Desain Sistem secara global adalah suatu perancangan yang menerangkan elemen-elemen secara garis besar, dan apa saja yang akan mendukung untuk terwujudnya suatu sistem baru. Dari analisis yang dilakukan terhadap sistem yang lama yaitu dalam pengolahan datanya terjadi pengulangan dalam memasukkan data. Hal ini mengakibatkan laporan yang dibuat selesai dalam waktu yang lama, untuk itu di desain suatu sistem baru untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengunakan bahasa Pemrograman Java Net Beans 7.3 dan database MySQL.

Perancangan sistem yang dilakukan dalam tahap Desain global ini terdiri dari rancangan Aliran Sistem Informasi (ASI) baru, Normalisasi, Context Diagram, Data Flow Diagram (DFD) level 0, Struktur Program dan Entity Relationship Diagram (ERD). Adapun sasaran yang ingin dicapai pada tahap ini adalah Desain sistem harus dapat menyiapkan rancang bangun yang terinci, berguna, mudah dan harus efisien dan efektif sehingga dapat mendukung keputusan yang akan diambil oleh Pimpinan toko kansa elpiji.

3.2.2 Aliran Sistem Informasi ( Sistem Baru )

Adapun aliran sistem informasi yang baru adalah sebagai berikut :

1. Setelah pelanggan memilih tabung LPG yang akan dibeli, tabung LPG tersebut diberikan kepada kasir untuk dihitung. 2. Setelah semua tabung LPG dihitung makan

kasir menginputkan transaksi penjualan dan pelanggan memberikan uang pembayaran

lalu systemakan mengeluarkan faktur

penjualan sebagai tanda dari rincian tabung LPG yang telah dibeli.

3. Pada bagian penambahan stock tabung LPG,bagian gudang mengecek laporan eoq dan laporan stok tabung LPG yang tersedia dan dari laporan tersebut bagian gudang dapat mengambil keputusan tabung LPG apa yang perlu dibeli untuk ditambah stok nya yang dibuat dalam rincian tabung LPG yang harus di beli. Rincian tabung LPG yang dibeli tersebut di berikan kepada suplier dan apabila tabung LPG pesanan ada maka suplier memberikan tabung LPG beserta 2

rangkap faktur. Bagian gudang

menginputkan barang yang di beli ke dalam database serta menandatangani faktur beli setelah itu suplier mengembalikan 1 rangkap faktur pembelian.

4. Pada bagian pimpinan, pimpinan dapat melihat dan memberikan acc pada setiap laporan pembelian, stock tabung LPG dan

penjulanan tabung LPG kemudian

mengarsipnya.

Untuk memperjelas aliran sistem informasi yang baru maka dapat dilihat di gambar 3.2 berikut ini:

Aliran Sistem Informasi (ASI) Baru

Pelanggan Kasir Bagian Gudang Suplier Pimpinan

Total Tabung LPG Tabung LPG yg di beli Pemeriksaan pesanan Tabung LPG yg di beli Tabung LPG yg telah dibayar Faktur belanja A Total Tabung LPG Pembayaran Uang pembayaran Uang pembayaran Tabung LPG yg telah dibayar Rincian Pembelian tabung LPG ACC Rincian Pembelian tabung LPG Tabung LPG pesanan Laporan pembelian ACC Database Toko kansa elpiji Entri data penjualan

Entri pembayaran

Faktur belanja

Laporan eoq

Laporan stok Tabung LPG Pemeriksaan stok Faktur pembelian Tabung LPG pesanan Faktur pembelian acc Faktur pembelian yg diacc Faktur pembelian yg diacc acc Faktur pembelian yg diacc A Faktur pembelian yg diacc A

Entri data pembelian

Laporan pembelian yg diacc

Laporan penjualan

Laporan penjualan

Laporan stok baru

A Laporan pembelian Laporan pembelian Laporan pembelian yg diacc A A

Gambar 3.2. Aliran Sistem Informasi (ASI) Baru

(10)

IV. IMPLEMENTASI SISTEM 4.1.1 Form Menu Utama

Form ini merupakan interface utama yang menghubungkan user dengan aplikasi ini, dimana terdiri dari menu system (login dan logout),Master data (entri data karyawan, entri data suplier, entri data barang, entri data eoq), Transaksi (transaksi pembelian, transaksi penjualan), laporan (laporan pembelian perhari, laporan pembelian perbulan, laporan pembelian pertahun, laporan penjualan perhari, laporan penjualan perbulan, laporan penjualan pertahun), informasi (informasi analisa eoq, informasi stok), utilities (buat akun) dan menu keluar.

Tampilan menu utama dapat dilihat pada gambar 4.24 berikut ini:

V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan pada bab-bab sebelumnya maka pada bab ini penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Dengan menggunakan metode EOQ dapat

membantu meminimalkan terjadinya

pemesanan yang berlebihan atau

kekurangan.

2. Dengan sistem informasi penjualan dan pengendalian stock barang menggunakan

metode EOQ dapat memberikan

kemudahan terhadap bagian Penjualan, Pimpinan dan bagian gudang dalam mencetak laporan yang dibutuhkan oleh pihak toko kansa elpiji.

3. Dengan menggunakan program java dapat

memudahkan dalam proses transaksi

penjualan maupun pembelian. Karena data disimpan kedalam database yang mudah dicari apabila diperlukan tanpa membuang waktu yang lama.

5.2. Saran-Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas maka dapat diberikan saran-saran sebagai berikut : 1. Mengadakan pelatihan terhadap pihak terkait

yang akan mengoperasikan sistem yang baru.

2. Perlunya dilakukan pendekatan,

pemeliharaan (maintanace) dan

pengembangan sistem di masa akan datang

untuk menjaga kelangsungan hidup sistem tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Fatta,H.A.2007.Analisis dan Perancangan Sistem Informasi . Yogyakarta :ANDI. Jogiyanto. 2005. Analisis dan Desain Sistem

Informasi. Yogyakarta: ANDI.

Raharjo,Budi. 2011. Belajar Otodidak membuat

database menggunakan mysql.

Bandung: BI-OBSES.

Priyo Utomo,Eko.2014.Kolaborasi PHP 5 & MySQL 5 Untuk Pengembangan Website.Yogyakarta: ANDI. Sandra, Frantu.Sistem informasi

transaksipembayaran rekening listrikpasca bayar pra bayartoken dan jasa telkom pada loket onlineadinda solokyang bekerja sama denganpusat koperasi sum-bardengan menggunakan bahasa pemprograman java.

http://www.academia.edu/5234925/SIS TEM_INFORMASI_TRANSAKSI_PEM BAYARAN_REKENING_LISTRIK_PAS CA_BAYAR_PRA_BAYAR_TOKEN_D AN_JASA_TELKOM_PADA_LOKET_ ONLINE_ADINDA_SOLOK_YANG_B EKERJA_SAMA_DENGAN_PUSAT_K OPERASI_SUMBAR_DENGAN_MEN GGUNAKAN_BAHASA_PEMOGRAM AN_JAVA, 13 Oktober 2014. Siallagan,Sariadin. 2009. Dasar-dasar

Pengenalan dan pemahaman

pemrograman java. Yogyakarta

:ANDI.

Sutabri,Tata.2012.Konsep Sistem Informasi.Yogyakarta:ANDI Wijaya ,A., Arifin, M & Soebijono, T (

2013).Sistem Informasi Perencanaan Persediaan Barang. from

http://jurnal.stikom.edu/index.php/jsika /article/view/162 , 23 September 2014

Gambar

Tabel 2.1 Simbol-Simbol Pada Aliran Sistem  Informasi  No  Simbol  Keterangan  1   Proses  komputer  2   Proses  manual   3  Dokumen
Tabel 2.4 Simbol-Simbol Pada ERD.
Tabel 2.5 Simbol-Simbol Pada Flowchart
Gambar 3.1. Aliran Sistem Informasi (ASI)  Lama

Referensi

Dokumen terkait

Seorang faqir , dalam artian sebenarnya menurut pandangan ahli tasawuf, ialah mereka yang demikian menyadari bahwa manusia sebenarnya tidak memiliki apa-apa,

Berdasarkan analisa yang dilakukan, distribusi spasial kawasan terhadap rekonstruksi Kerajaan Mataram Islam di Pleret dapat dilihat dengan menggunakan pendekatan sistem

[r]

Untuk informasi kesehatan dan keselamatan untuk komponen masing-masing yang digunakan dalam proses manufaktur, mengacu ke lembar data keselamatan yang sesuai untuk

Untuk menilai kemampuan nasabah dapat dinilai dari dokumen yang dimiliki, hasil konfirmasi dengan pihak yang memiliki kewenangan mengeluarkan surat tertentu (misalnya penghasilan

Burhanuddin Harahap (Masyumi) sebagai formatur kabinet. Kejadian ini baru pertama kali di Indonesia, formatur kabinet ditunjuk oleh Wakil Presiden sebagai akibat

Menurut Suhardi tinggi tempat handuk dan baju dari lantai yang ideal adalah ±121cm, dilihat dari pernyataan “Mampu meletakkan pakaian pada gantungan dengan baik” menunjukkan bahwa

Pengaruh penambahan kulit manggis terhadap produk cake berbasis pewarna dan daya tahan simpan.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu