• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUN 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUN 2015"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

16

BAB II

PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUN 2015

A. Urusan Desentralisasi

1. Urusan Pertanian

1) Realisasi Fisik dan Keuangan

Pada tahun 2015 , Program dan Kegiatan Urusan Pertanian yang

dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan berjumlah 7 program yang

terbagi menjadi 25 kegiatan. Realisasi fisik dan keuangan untuk

masing-masing kegiatan selengkapnya disajikan pada tabel 2.1.

Tabel 2.1

Realisasi Fisik dan Keuangan Kegiatan Urusan Pertanian

Dinas Pertanian dan Kehutanan Tahun 2015

URUSAN, PROGRAM,

KEGIATAN

INDIKATOR KINERJA

TARGET DAN REALISASI TAHUN 2015

TARGET REALISASI FISIK (%) KEUANGAN FISIK (%) KEUANGAN (Rp.) (%) (Rp.) (%)

Urusan Pertanian dan Kehutanan Non Program Non Kegiatan (Gaji dan Tunjangan) Masukan (Input) Dana Rp. 4,573,416,488 SDM 6 orang 100 4,573,416,488 100 100 4,535,072,541 99.16 Keluaran(Outputs) Gaji dan tunjangan

pegawai (12 bulan) Hasil(Outcomes) Kebutuhan gaji pegawai

(12 bulan)

Manfaat(Benefits) Meningkatnya kinerja pelaksanaan tugas Dampak(Impacts) Terwujudnya pelayanan

kinerja perkantoran

Non Kegiatan (Belanja Pemungutan Pajak/Retribusi)

Masukan (Input) SDM 8 orang Dana Rp. 1,550,000

100 1,550,000 100 100 1,550,000 100 Keluaran(Outputs)

Insentif bagi aparatur dan aparatur pendukung pemungutan

pajak/retribusi (12 bulan) Hasil(Outcomes)

Hak aparatur dan aparatur pendukung pemungutan pajak/retribusi Manfaat(Benefits) Meningkatnya kinerja pelaksanaan tugas

(2)

17

Dampak(Impacts)

Terwujudnya peningkatan kualitas kinerja

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Penyediaan Jasa dan Peralatan Perkantoran

Masukan (Input) Dana Rp. 24,282,450 SDM 7 orang

100 24,282,450 100 100 22,756,650 93.72 Keluaran(Outputs)

Jasa persuratan, jasa pegawai tidak tetap,alat tulis kantor, cetak, penggandaan dan bahan pustaka ( 12 Bulan)

Hasil(Outcomes)

Kebutuhan jasa, bahan dan peralatan kantor terpenuhi (12 bulan) Manfaat(Benefits) Meningkatnya kelancaran tugas-tugas kantor Dampak(Impacts) Meningkatnya kualitas pelayanan administrasi perkantoran Penyediaan Jasa Keuangan Masukan (Input) Dana Rp. 24,000,000 SDM 12 orang 100 24,000,000 100 100 24,000,000 100 Keluaran(Outputs) Honorarium petugas penatausahaan keuangan dan barang (12 orang) 12 Bulan

Hasil(Outcomes)

Pengelolaan penataausahaan keuangan dan barang (12 bulan)

Manfaat(Benefits)

Meningkatnya

kelancaran pelaksanaan tugas dan tertib administrasi keuangan dan asset Dampak(Impacts) Meningkatnya kualitas pelayanan administrasi perkantoran Penyediaan Rapat-rapat, Konsultasi dan Koordinasi

Masukan (Input) Dana Rp. 78,000,000 SDM 7 orang

100 78,000,000 100 100 70,584,125 90.49 Keluaran(Outputs)

Makanan dan minuman rapat serta biaya koordinasi dan konsultasi ( 12 Bulan) Hasil(Outcomes) Koordinasi dan konsultasi pelaksanaan tugas-tugas SKPD (12 bulan) Manfaat(Benefits) Meningkatnya kelancaran kinerja pelaksanaan tugas Dampak(Impacts) Meningkatnya kualitas

kinerja perkantoran Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Perkantoran

(3)

18

Pengadaan Sarana dan Prasarana Perkantoran

Masukan (Input) Dana Rp. 608,307,400 SDM 2 orang

100 608,307,400 100 100 577,465,850 94.93 Keluaran(Outputs)

Sepeda motor 12 unit, sepeda motor roda tiga 3 unit, brankas 1 unit, white board 1 unit, LCD proyektor 2 unit, LED 1 unit, layar LCD 1 unit, rak buku 6 unit, meja rapat 20 unit, meja kerja biro 6 unit, kursi rapat 68 unit, kursi kerja 6 unit, suond system 1 unit, komputer/PC + software OS1 unit, PC 4 unit, laptop + software 2 unit, laptop perencanaan 1 unit, kamera digital DSLR 1 unit dan printer 6 unit (Jumlah 143 Unit) Sarana pengamanan hutan (DAK Hut) berupa sepeda motor

pengamanan hutan 3 unit, kamera digital pengamanan hutan 1 unit (Jumlah 4 unit) Hasil(Outcomes) Pemenuhan kebutuhan sarana prasarana perkantoran (147 unit) Manfaat(Benefits) Meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana kerja Dampak(Impacts) Meningkatnya kelancaran operasional kerja Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perkantoran

Masukan (Input) Dana Rp. 145,467,550 SDM 2 orang

100 145,467,550 100 100 131,476,921 90.38 Keluaran(Outputs)

Pemeliharaan 4 unit aset gedung , 4 unit kendaraan roda 4 , 45 unit kendaraan roda 2, 3 unit CPU, 4 unit laptop, 3 unit printer, 2 unit mesin ketik, 3 unit wireless, 3 unit meja kursi tamu, 5 unit meja kerja, 10 unit kursi kerja, 8 unit AC, 6 unit kipas angin (Jumlah 100 unit)

Hasil(Outcomes) Sarana prasarana perkantoran 100 unit

Manfaat(Benefits)

Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana kerja

Dampak(Impacts)

Meningkatnya kelancaran operasional kerja

(4)

19

Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Manusia SKPD

Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Fungsional lewat Angka Kredit

Masukan (Input) Dana Rp. 2,749,875 SDM 7 orang

100 2,749,875 100 100 2,511,925 91.35 Keluaran(Outputs) DUPAK Pegawai

fungsional 7 orang

Hasil(Outcomes)

Data angka kredit bagi pegawai fungsional 7 orang

Manfaat(Benefits) Meningkatnya kinerja pegawai fungsional

Dampak(Impacts)

Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan dan kinerja perkantoran

Pendidikan dan Pelatihan Non Formal

Masukan (Input) Dana Rp. 3,000,000 SDM 2 orang 100 3,000,000 100 100 1,500,000 50 Keluaran(Outputs) Pengiriman aparatur untuk mengikuti lokakarya, seminar, kursus, diklat ,bintek dsb (2 orang)

Hasil(Outcomes)

Kemampuan dan ketrampilan aparatur ( 2 orang)

Manfaat(Benefits) Meningkatnya kapasitas kinerja pegawai

Dampak(Impacts) Meningkatnya kinerja pelayanan perkantoran

Pengadaan Pakaian Dinas Harian (PDH)

Masukan (Input) Dana Rp. 15,385,500 SDM 2 orang

100 15,385,500 100 100 14,996,500 97.47 Keluaran(Outputs) Pakaian PDH batik PNS

85 Unit

Hasil(Outcomes) Penggunaan PDH Batik oleh PNS 85 unit

Manfaat(Benefits) Meningkatnya kedisiplinan pegawai Dampak(Impacts) Meningkatnya kinerja

perkantoran Program Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Kinerja

Penyusunan Perencanaan Kinerja SKPD

Masukan (Input) Dana Rp. 2,500,000 SDM 5 orang

100 2,500,000 100 100 2,212,000 88.48 Keluaran(Outputs) Rencana kerja SKPD

(5)

20

Hasil(Outcomes) Perencanaan tahunan SKPD 1 dokumen Manfaat(Benefits) Meningkatnya kualitas perencanaan kinerja SKPD Dampak(Impacts) Meningkatnya akuntabilitas kinerja SKPD Penyusunan Laporan Keuangan

Masukan (Input) Dana Rp. 5,000,000 SDM 11 orang

100 5,000,000 100 100 4,909,700 98.19 Keluaran(Outputs) Laporan keuangan dan

asset 4 Dokumen

Hasil(Outcomes) Laporan kinerja keuangan 4 dokumen Manfaat(Benefits) Meningkatnya kualitas pelaporan keuangan SKPD Dampak(Impacts) Meningkatnya akuntabilitas keuangan SKPD Pengendalian, Evaluasi dan Pelaporan Kinerja

Masukan (Input) Dana Rp. 13,500,000 SDM 8 orang

100 13,500,000 100 100 12,569,150 93.1 Keluaran(Outputs)

Laporan pengendalian dan evaluasi kinerja bulanan; LAKIP,Laporan Tahunan, profil kinerja SKPD dan penerapan SPIP SKPD

(19 Dokumen) Hasil(Outcomes) Laporan kinerja SKPD

19 dokumen Manfaat(Benefits) Meningkatnya kualitas pengendalian dan evaluasi kinerja SKPD Dampak(Impacts) Meningkatnya akuntabilitas kinerja SKPD Pengumpulan dan penyusunan Data Statistik Pertanian dan Kehutanan

Masukan (Input) Dana Rp. 17,500,000 SDM 5 orang

100 17,500,000 100 100 16,737,250 95.64 Keluaran(Outputs)

Data statistik pertanian dan kehutanan 1 Dokumen

Hasil(Outcomes) Dokumen data statistik 1 dokumen

Manfaat(Benefits) Meningkatnya kualitas evaluasi kinerja SKPD Dampak(Impacts)

Meningkatnya akuntabilitas kinerja SKPD

(6)

21

Program Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan

Peningkatan Produksi Buah-buahan dan Tanaman Hias Masukan (Input) Dana Rp. 107,829,800 SDM 13 orang 100 107,829,800 100 100 106,483,780 98.75 Keluaran(Outputs) Sarana Produksi Budidaya Krisan dan kelengkeng 3 Unit Gerakan Pengendalian OPT Tanaman Buah-Buahan 24 kali Registrasi kebun usaha (komoditas salak) 1 lokasi Pembinaan Kawasan Buah-Buahan 2 lokasi Pemberdayaan penangkar durian 1 kelompok Hasil(Outcomes) Kawasan buah (kelengkeng 2 lokasi; salak 1 lokasi; Durian 1 lokasi) dan Kawasan Tanman Hias (Krisan 1 lokasi) Manfaat(Benefits) Meningkatnya produktivitas pertanian/perkebunan Dampak(Impacts) Meningkatnya kinerja ekonomi dan pendapatan masyarakat Peningkatan Produksi Tanaman Perkebunan

Masukan (Input) SDM 13 orang Dana Rp. 83,300,000

100 83,300,000 100 100 66,590,650 79.94 Keluaran(Outputs)

Pelatihan pengendalian hama terpadu tanaman teh 2 kelompok Peremajaan tanaman Kelapa 3 ha Peremajaan tanaman Kakao 7 Ha Intensifikasi tanaman Gebang 5 Ha Intensifikasi tanaman tebu 1 Ha Hasil(Outcomes) Kawasan Tanaman Perkebunan (Teh 2 kelompok, Kelapa 1 kelompok, Kakao 2 kelompok, Tebu 1 kelompok, Gebang 1 Kelompok) Manfaat(Benefits) Meningkatnya produktivitas pertanian/perkebunan Dampak(Impacts) Meningkatnya kinerja ekonomi dan pendapatan masyarakat Penyelengga-raan Pembibitan Tanaman

Masukan (Input) Dana Rp. 22,000,000 SDM 4 orang

100 22,000,000 100 90,92 21,986,900 99.94 Keluaran(Outputs) Bibit tanaman hortikultura di UPTD

(7)

22

Pangan dan Hortikultura (7.300 Bibit) Hasil(Outcomes) Ketersediaan bibit tanaman hortikultura di UPTD Manfaat(Benefits) Meningkatnya produktivitas pertanian/perkebunan Dampak(Impacts) Meningkatnya kinerja ekonomi dan pendapatan masyarakat Penyelenggar aan Pembibitan Tanaman Perkebunan dan Kehutanan

Masukan (Input) Dana Rp. 15,000,000 SDM 3 orang

100 15,000,000 100 100 14,957,100 99.71 Keluaran(Outputs) Bibit tanaman perkebunan dan kehutanan di UPTD (12.000 Bibit) Hasil(Outcomes) Ketersediaan bibit tanaman perkebunan dan kehutanan di UPTD Manfaat(Benefits) Meningkatnya produktivitas pertanian/perkebunan Dampak(Impacts) Meningkatnya kinerja ekonomi dan pendapatan masyarakat Peningkatan Produksi Tanaman Serealia

Masukan (Input) Dana Rp. 231,543,500 SDM 9 orang

100 231,543,500 100 100 213,345,325 92.14 Keluaran(Outputs)

SLPHT Padi dan Jagung 5 Kelompok

Stok pestisida dan perlengkapan pengendalian OPT 1 Unit

Gerakan pengendalian OPT Tanaman Serealia 24 Kali

Sarana prasarana untuk RPT 1 Kelompok RPT Percontohan

penanaman padi unggul lokal (Menor dan Serang) 10 ha

Lahan sawah baru 5 Ha Data dan peta

kepemilikan lahan sawah 1 dokumen

Hasil(Outcomes)

Kawasan Budidaya Padi (Menor dan Serang 2 Kelompok, SLPHT Padi 4 Kelompok, Cetak sawah 1 kelompok) dan kawasan budidaya Jagung (1 kelompok) Manfaat(Benefits) Meningkatnya produktivitas pertanian/perkebunan Dampak(Impacts) Meningkatnya kinerja ekonomi dan pendapatan masyarakat

(8)

23

Peningkatan Produksi Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian

Masukan (Input) Dana Rp. 50,000,000 SDM 10 orang 100 50,000,000 100 100 44,351,300 88.7 Keluaran(Outputs) SLPHT Kedelai 1 Kelompok Pengembangan tanaman kacang tanah 7 Ha

Pengembangan tanaman kacang hijau 3 Ha

Hasil(Outcomes)

Kawasan budidaya kacang-kacangan (kacang hijau 2 kelompok, kacang tanah 1 kelompok, kedelai 1 kelompok) Manfaat(Benefits) Meningkatnya produktivitas pertanian/perkebunan Dampak(Impacts) Meningkatnya kinerja ekonomi dan pendapatan masyarakat Peningkatan Produksi Sayur-sayuran dan Tanaman Obat

Masukan (Input) Dana Rp. 91,816,900 SDM 10 orang

100 91,816,900 100 100 88,137,150 95.99 Keluaran(Outputs)

Pengembangan tanaman koro benguk 4 Ha

Gerakan pengendalian OPT tanaman sayuran semusim 24 kali Sarana produksi pengembangan Jamur 1 Unit Hasil(Outcomes) Kawasan Sayur-sayuran (Koro benguk 4 kelompok, jamur 1 kelompok) Manfaat(Benefits) Meningkatnya produktivitas pertanian/perkebunan Dampak(Impacts) Meningkatnya kinerja ekonomi dan pendapatan masyarakat Program Penyediaan Sarana/Prasarana Pertanian/Perkebunan

Pengembangan Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan

Masukan (Input) Dana Rp. 6,247,741,950 SDM 16 orang

100 6,247,741,950 100 100 6,081,485,310 97.34 Keluaran(Outputs)

Jaringan Irigasi Air Tanah 24 unit Dam Parit 2 unit Jalan Usaha Tani (Non DAK)6 unit

Percontohan Penanaman Padi dengan Metoda SRI 20 Ha

(9)

24

Pelatihan dan fasilitasi WISMP II 30 P3A Sarana Pengendalian OPT dan sarana pendukungnya (Hand Drill 10 unit, Container Box 10 unit,

Handsprayer 35 unit, rak)

Data base jaringan irigasi tertier 1 Dok Penguatan Kelembagaan dan pelatihan GP3A (9 GP3A)

Fasilitasi GP3A (Sealer, timbangan duduk, kendaraan roda 3) sejumlah 7 unit

Hasil(Outcomes)

Dam Parit 2 kelompok, Irigasi Air Tanah 24 kelompok; percontohan SRI 1 kelompok, Fasilitasi WISM II 30 kelompok) dan Prasarana dan Sarana Lahan (JUT 6 kelompok) Manfaat(Benefits) Meningkatnya produktivitas pertanian/perkebunan Dampak(Impacts) Meningkatnya kinerja ekonomi dan pendapatan masyarakat Pengembanga n Sarana dan Prasarana Hortikultura

Masukan (Input) Dana Rp. 560,263,400 SDM 7 orang

100 560,263,400 100 100 557,229,500 99.46 Keluaran(Outputs) DED Embung 2 dokumen Jalan pertanian kawasan hortikultura 1 Unit Bangket waduk untuk Embung Banjaroya 1 Unit

Rehab Talud UPTD Perbibitan tanaman pangan dan hortikultura (DAK) 1 Unit

Hasil(Outcomes)

Prasarana dan sarana Kawasan Buah (embung Banjaroyo 1 unit, Jalan Pertanian 1 unit, UPTD Perbibitan TPH 1 unit), DED Embung 2 Dokumen Manfaat(Benefits) Meningkatnya produktivitas pertanian/perkebunan

(10)

25

Dampak(Impacts) Meningkatnya kinerja ekonomi dan pendapatan masyarakat Pengembangan Sarana dan Prasarana Perkebunan

Masukan (Input) Dana Rp. 1,239,863,730 SDM 14 orang 100 1,239,863,730 100 100 1,227,073,300 98.97 Keluaran(Outputs) Jalan produksi mendukung perkebunan 10 Unit

SID Pengelolaan Lahan dan Air 1 dokumen SID Pengelolaan Lahan dan Air 1 Dokumen

Hasil(Outcomes)

Prasarana dan Sarana Lahan Perkebunan (Jalan Produksi mendukung perkebunan) Manfaat(Benefits) Meningkatnya produktivitas pertanian/perkebunan Dampak(Impacts) Meningkatnya kinerja ekonomi dan pendapatan masyarakat Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

Masukan (Input) Dana Rp. 290,456,400 SDM 7 orang

100 290,456,400 100 100 251,175,400 86.48 Keluaran(Outputs)

Data kepemilikan lahan sawah 1 dokumen Data kepemilikan lahan sawah 1 dokumen Hasil(Outcomes) Peta lahan sawah Manfaat(Benefits) Melindungi lahan

pertanian dari alih fungsi Dampak(Impacts)

Meningkatnya kinerja ekonomi dan

pendapatan masyarakat

Program Peningkatan Mutu dan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ Perkebunan

Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Tanaman Pangan

Masukan (Input) Dana Rp. 115,140,000 SDM 3 orang

100 115,140,000 100 100 106,740,100 92.7 Keluaran(Outputs)

Koordinasi penanganan pasca panen padi 2 kali Pelatihan penanganan pasca panen padi 1 Kali Peralatan/bangunan pasca panen padi 15 Unit

Hasil(Outcomes)

Fasilitasi Penanganan pasca panen padi (thresher bermotor) Manfaat(Benefits)

Meningkatnya mutu dan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan Dampak(Impacts) Meningkatnya kinerja ekonomi dan pendapatan masyarakat

(11)

26

Penanganan Pasca Panen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan

Masukan (Input) Dana Rp. 84,820,000 SDM 8 orang

100 84,820,000 100 100 81,282,400 95.83 Keluaran(Outputs) Pelatihan pengolahan dan pengemasan komoditas perkebunan 2 Komoditas Fasilitasi Pengolahan dan pengemasan komoditas perkebunan 2 Komoditas Hasil(Outcomes) Fasilitasi kelompok pengolah hasil perkebunan (Teh 1 Kelompok, Kelapa 1 Kelompok) Manfaat(Benefits)

Meningkatnya mutu dan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan Dampak(Impacts) Meningkatnya kinerja ekonomi dan pendapatan masyarakat Penanganan Pasca Panen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura

Masukan (Input) Dana Rp. 46,444,900 SDM 8 orang

100 46,444,900 100 100 43,575,200 93.82 Keluaran(Outputs)

SOP Cabe Rawit 2 Dokumen

SOP Caisin 3 Dokumen SOP Tomat 1 Dokumen SOP Terong 1 Dokumen Hasil(Outcomes) Dokumen Panduan Budidaya Komoditas Sayuran Semusim Manfaat(Benefits)

Meningkatnya mutu dan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan Dampak(Impacts) Meningkatnya kinerja ekonomi dan pendapatan masyarakat

Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan, 2015

2) Realisasi Program

Realisasi pelaksanaan program urusan pertanian Dinas Pertanian dan

Kehutanan Tahun 2015 selengkapnya disajikan pada Tabel 2.2

(12)

27

Tabel 2.2

Realisasi Pelaksanaan Program Urusan Pertanian

Dinas Pertanian dan Kehutanan Tahun 2015

Urusan/Program/ Kegiatan Indikator Kinerja Program (Outcome)/Indikator Kinerja Kegiatan (Output)

Target Kinerja dan Anggaran RKPD 2015

Realisasi Kinerja dan Anggaran RKPD 2015 Tingkat Capaian Kinerja dan Anggaran RKPD 2015 (%) K Rp K Rp K Rp 1 2 3 4 5 6 7 8

Urusan Pertanian dan Kehutanan Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Cakupan pelayanan administrasi perkantoran (%) 80 126.282.450 80 117.340.775 100 92,92 Penyediaan Jasa dan Peralatan Perkantoran

Jasa persuratan, jasa pegawai tidak tetap,alat tulis kantor, cetak, penggandaan dan bahan pustaka (Bulan)

12 24.282.450 12 22.756.650 100 93,72

Penyediaan Jasa Keuangan

Honorarium petugas penatausahaan keuangan dan barang (12 orang) (Bulan)

12 24.000.000 12 24.000.000 100 100,00

Penyediaan Rapat-rapat, Konsultasi dan Koordinasi

Makanan dan minuman rapat serta biaya koordinasi dan konsultasi (Bulan) 12 78.000.000 12 70.584.125 100 90,49 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Perkantoran Capaian ketersediaan sarana dan prasarana kondisi baik (%)

(13)

28

Pengadaan Sarana dan Prasarana Perkantoran

Sepeda motor 12 unit, sepeda motor roda tiga 3 unit, brankas 1 unit, white board 1 unit, LCD proyektor 2 unit, LED 1 unit, layar LCD 1 unit, rak buku 6 unit, meja rapat 20 unit, meja kerja biro 6 unit, kursi rapat 68 unit, kursi kerja 6 unit, suond system 1 unit, komputer/PC + software OS1 unit, PC 4 unit, laptop + software 2 unit, laptop perencanaan 1 unit, kamera digital DSLR 1 unit dan printer 6 unit (Unit)

143 608.307.400 143 577.465.850 100 94,93

Sarana pengamanan hutan (DAK Hut) berupa sepeda motor

pengamanan hutan 3 unit, kamera digital pengamanan hutan 1 unit (unit) 4 4 100 Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perkantoran Pemeliharaan 4 unit aset gedung , 4 unit kendaraan roda 4 , 45 unit kendaraan roda 2, 3 unit CPU, 4 unit laptop, 3 unit printer, 2 unit mesin ketik, 3 unit wireless, 3 unit meja kursi tamu, 5 unit meja kerja, 10 unit kursi kerja, 8 unit AC, 6 unit kipas angin (unit) 100 145.467.550 100 131.476.921 100 90,38 Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Manusia SKPD Capaian peningkatan kapasitas pegawai di SKPD (%) 100 21.135.375 100 19.008.425 100 89,94 Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Fungsional lewat Angka Kredit DUPAK Pegawai fungsional (orang) 7 2.749.875 7 2.511.925 100 91,35 Pendidikan dan Pelatihan Non Formal Pengiriman aparatur untuk mengikuti lokakarya, seminar, kursus, diklat ,bintek dsb (orang) 2 3.000.000 2 1.500.000 100 50,00 Pengadaan Pakaian Dinas Harian (PDH) Pakaian PDH batik PNS (Unit) 85 15.385.500 85 14.996.500 100 97,47 Program Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Kinerja Capaian perencanaan, pengendalian dan evaluasi kinerja (%) 80,15 38.500.000 80,15 36.428.100 100 94,62 Penyusunan Perencanaan Kinerja SKPD Rencana kerja SKPD (Dokumen) 1 2.500.000 1 2.212.000 100 88,48

(14)

29

Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan dan

asset (Dokumen) 4 5.000.000 4 4.909.700 100 98,19

Pengendalian, Evaluasi dan Pelaporan Kinerja

Laporan pengendalian dan evaluasi kinerja bulanan; LAKIP,Laporan Tahunan, profil kinerja SKPD dan penerapan SPIP SKPD (Dokumen) 19 13.500.000 19 12.569.150 100 93,10 Pengumpulan dan penyusunan Data Statistik Pertanian dan Kehutanan

Data statistik pertanian dan kehutanan (Dokumen) 1 17.500.000 1 16.737.250 100 95,64 Program Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan Cakupan peningkatan produktivitas pertanian/perkebunan (%) 100 601.490.200 95,24 555.852.205 95,24 92,41 Peningkatan Produksi Buah-buahan dan Tanaman Hias Sarana Produksi Budidaya Krisan dan kelengkeng (Unit)

3 107.829.800 3 106.483.780 100 98,75

Gerakan Pengendalian OPT Tanaman Buah-Buahan (kali)

24 24 100

Registrasi kebun usaha (komoditas salak) (lokasi) 1 1 100 Pemberdayaan penangkar durian (kelompok) 1 1 100 Peningkatan Produksi Tanaman Perkebunan Pelatihan pengendalian hama terpadu tanaman teh (kelompok)

2 83.300.000 2 66.590.650 100 79,94

Peremajaan tanaman Kelapa (ha) 3 3 100

Peremajaan tanaman Kakao (Ha) 7 7 100 Intensifikasi tanaman tebu (Ha) 1 1 100 Penyelenggaraan Pembibitan Tanaman Pangan dan Hortikultura Bibit tanaman hortikultura di UPTD (Bibit) 7.300 22.000.000 6.637 21.986.900 90,92 99,94 Penyelenggaraan Pembibitan Tanaman Perkebunan dan Kehutanan Bibit tanaman perkebunan dan kehutanan di UPTD (Bibit) 12.000 15.000.000 12.100 14.957.100 100,83 99,71 Peningkatan Produksi Tanaman Serealia

SLPHT Padi dan Jagung

(Kelompok) 5 231.543.500 5 213.345.325 100 92,14

Stok pestisida dan perlengkapan pengendalian OPT (Unit) 1 1 100 Gerakan pengendalian OPT Tanaman Serealia (Kali)

24 24 100

Sarana prasarana untuk

(15)

30

Peningkatan Produksi Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian SLPHT Kedelai (Kelompok) 1 50.000.000 1 44.351.300 100 88,70 Pengembangan tanaman kacang tanah (Ha)

7 7 100

Pengembangan tanaman kacang hijau (Ha) 3 3 100 Peningkatan Produksi Sayur-sayuran dan Tanaman Obat Pengembangan tanaman koro benguk (Ha)

4 91.816.900 4 88.137.150 100 95,99

Gerakan pengendalian OPT tanaman sayuran semusim (kali) 24 24 100 Sarana produksi pengembangan Jamur (Unit) 1 1 100 Program Penyediaan Sarana/Prasarana Pertanian/Perkebu nan Capaian peningkatan ketersediaan sarana dan prasarana pertanian (%) 93,15 8.338.325.480 113,64 8.116.963.510 122,00 97,35 Pengembangan Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan

Dam Parit (2 unit), JIAT (24 unit), JUT (6 unit) (Unit) 32 6.247.741.9 50 32 6.081.485.310 100,00 97,34 Percontohan penanaman padi dengan Metode SRI (ha)

20 20 100,00

Pelatihan dan fasilitasi

WISMP II (P3A) 30 30 100,00

Fasilitasi GP3A untuk

kelompok (Unit) 7 7 100,00

Pengembangan Sarana dan Prasarana Hortikultura

DED Embung (Unit) 2 560.263.400 2 557.229.500 100 97.31

Jalan pertanian kawasan hortikultura (Unit) 1 1 100

Bangket waduk untuk Embung Banjaroya (Unit)

1 1 100

Rehab Talud UPTD Perbibitan tanaman pangan dan hortikultura (DAK) (Unit) 1 1 100 Pengembangan Sarana dan Prasarana Perkebunan Jalan produksi mendukung perkebunan (Unit) 10 1.239.863.7 30 10 1.227.073.300 100 98,97

SID Pengelolaan Lahan

dan Air (dokumen) 1 1 100

Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

Data dan peta kepemilikan lahan sawah (dokumen) 1 290.456.400 1 251.175.400 100 86,48 Program Peningkatan Mutu dan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ Perkebunan Capaian peningkatan kualitas hasil pertanian (%) 86,02 266.404.900 133,08 231.597.700 154,71 86,93

(16)

31

Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Tanaman Pangan Koordinasi penanganan

pasca panen padi (kali) 2 115.140.000 2 106.740.100 100 92,70

Pelatihan penanganan

pasca panen padi (Kali) 1 1 100

Peralatan/bangunan

pasca panen padi (Unit) 15 15 100

Penanganan Pasca Panen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Pelatihan pengolahan dan pengemasan komoditas perkebunan (Komoditas) 2 84.820.000 2 81.282.400 100 95,83 Fasilitasi Pengolahan dan pengemasan komoditas perkebunan (Komoditas) 2 2 100 Penanganan Pasca Panen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura

SOP Cabe Rawit

(Dokumen) 2 46.444.900 2 43.575.200 100 93,82

SOP Caisin (Dokumen) 3 3 100

SOP Tomat (Dokumen) 1 1 100

SOP Terong (Dokumen) 1 1 100

Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan, 2015

3) Realisasi Urusan

a. Capaian sasaran urusan yang ditargetkan Tahun 2015 pada RPJMD

Perubahan tahun 2011-2016

1. Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Pertanian dan Kehutanan

Indikator Kinerja Utama Dinas Pertanian dan Kehutanan Urusan

pertanian terdiri dari Produktivitas 11 (Sebelas) komoditas pertanian

dari sub sektor tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan. Capaian

indikator kinerja urusan pertanian disajikan pada Tabel 2.3.

Tabel 2.3

Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Pertanian dan Kehutanan

(Urusan Pertanian) Tahun 2015

No

Indikator

Satuan

Capaian Kinerja

2014

2015

Target

Realisasi

1. Produktivitas Padi

Ku/Ha

63,62

63,23

64,69

2. Produktivitas Jagung

Ku/Ha

59,40

60,42

60,56

3. Produktivitas Kedelai

Ku/Ha

14,64

14,49

14,51

(17)

32

5. Produktivitas

Bawang Merah

Ku/Ha

92,43

81,88

95,14

6. Produktivitas Melon

Ku/Ha

204,07

204,19

210,74

7. Produktivitas Durian

Kg/Pohon

64,59

64,60

64,61

8. Produktivitas Jahe

Kg/m

2

2,10

2,10

2,11

9.

Produktivitas Cengkeh

Ku/Ha

3,29

2,51

3,30

10. Produktivitas Kakao

Ku/Ha

5,21

4,49

5,22

11. Produktivitas Tebu

Ku/Ha

606,42

612,58

612,59

Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan, 2015 (Angka Sementara)

Dilihat dari target kinerja yang telah ditetapkan dalam Perubahan

RPJMD Tahun 2011-2016, semua atau 11 (sebelas) indikator kinerja

utama urusan pertanian dapat mencapai target. Capaian dari

masing-masing Indikator kinerja utama tersebut adalah produktivitas padi

102,31% , produktivitas jagung 100,23%, produktivitas kedelai 100,14%,

produktivitas cabe 101,17%, produktivitas bawang merah 116,21%,

produktivitas melon 103,21%, produktivitas durian 100,01%, produktivitas

jahe 100,48%, produktivitas cengkeh 131,56%, produktivitas kakao

116,28% dan produktivitas tebu 100,00%.

Pada tahun 2015, 10 (sepuluh) indikator kinerja utama

mengalami peningkatan capaian dan 1 (satu) indikator kinerja utama

capaiannya menurun dibandingkankan tahun 2014. Peningkatan capaian

dari sepuluh Indikator kinerja utama tersebut adalah produktivitas padi

1,68%, , produktivitas jagung 1,96%, produktivitas cabe 0,43%,

produktivitas bawang merah 2,93%, produktivitas melon 3,27%,

produktivitas durian 0,02%, produktivitas jahe 0,72%, produktivitas

cengkeh 0,42%, produktivitas kakao 0,30% dan produktivitas tebu

1,02%. Indikator kinerja utama yang mengalami penurunan capaian

adalah Produktivitas Komoditas Kedelai dengan penurunan capaian

sebesar 0,87%

Tercapainya target indikator kinerja utama pada tahun 2015 untuk

11(sebelas) komoditas dan peningkatan produktivitas dari tahun 2014

untuk 10 (sepuluh) komoditas tersebut di atas disebabkan oleh adanya

(18)

33

peningkatan penerapan teknologi sesuai rekomendasi teknis secara

intensif, terkendalinya serangan OPT, penanganan Dampak Perubahan

Iklim dan Bencana Alam serta adanya peningkatan kuantitas dan

kualitas sarana produksi . Di samping itu peningkatan ketersediaan

infrastruktur pertanian/perkebunan relatif memberikan kontribusi terhadap

pencapaian target tahun 2015 dan peningkatan capaian dari tahun 2014.

Penurunan produktivitas Komoditas Kedelai dibandingkan Tahun 2014

dikarenakan musim kemarau yang relatif panjang dan penggunaan

sebagian benih yang kurang bagus.

2. Indikator Kinerja Program

Indikator kinerja program urusan pertanian terdiri dari 3 (tiga)

indikator

yaitu

Cakupan

peningkatan

produktivitas

pertanian/perkebunan yang merupakan indikator dari program

Peningkatan Produksi Pertanian/perkebunan, Capaian peningkatan

ketersediaan sarana dan prasarana pertanian yang merupakan indikator

dari Program Penyediaan Sarana/Prasarana Pertanian/Perkebunan dan

Capaian peningkatan kualitas hasil pertanian yang merupakan indikator

dari Program Peningkatan Mutu dan Pemasaran Hasil Produksi

Pertanian/Perkebunan. Capaian indikator kinerja program urusan

pertanian tahun 2015 selengkapnya disajikan pada Tabel 2.4.

Tabel 2.4 menunjukkan bahwa Indikator program Peningkatan

Produksi

Pertanian/perkebunan

yaitu

cakupan

peningkatan

produktivitas pertanian/perkebunan tidak dapat mencapai target yaitu

dengan capaian 95,24% dari terget yang ditetapkan sebesar 100%

(tingkat capaian 95,24% dari target). Apabila dibandingkan dengan

pencapaian pada Tahun 2014, indikator cakupan peningkatan

produktivitas pertanian/perkebunan capaiannya tetap.

(19)

34

Tabel 2.4

Capaian Indikator Kinerja Program Dinas Pertanian dan Kehutanan

(Urusan Pertanian) Tahun 2015

No

Indikator

Satuan

Capaian Kinerja

2014

2015

Target

Realisasi

1

Cakupan

peningkatan

produktivitas

pertanian/

perkebunan

%

95,24

100,00

95,24

2

Capaian

peningkatan

ketersediaan

sarana dan

prasarana

pertanian

%

94,65

93,15

105,86

3

Capaian

peningkatan

kualitas hasil

pertanian

%

79,89

85,02

113,08

Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan, 2015

Indikator cakupan peningkatan produktivitas pertanian/perkebunan

diperhitungkan melalui peningkatan produktivitas 21 komoditas

pertanian yaitu Padi, Jagung, Kedelai, Kacang Tanah, Ubi Kayu, Cabe,

Melon, Semangka, Bawang Merah, Durian, Rambutan, Mangga,

Pisang, Manggis, Kakao, Kopi, Kelapa, Tebu, Cengkeh, Jahe dan

Kunyit. Pada Tahun 2015 ditergetkan semua atau 21 (dua puluh satu)

komoditas mengalami peningkatan produktivitas. Realisasi pada tahun

2015

terdapat

20

(dua

puluh)

komoditas

yang

meningkat

produktivitasnya sehingga indikator program tidak dapat tercapai

sesuai target yang ditetapkan (capaian 95,24%). Produktivitas

11(sebelas) komoditas seperti tersebut pada pembahasan Indikator

Kinerja Utama (Tabel 2.3) sedangkan produktivitas 10 (sepuluh)

komoditas lainnya disajikan pada Tabel 2.5.

(20)

35

Tabel 2.5

Produktivitas Komoditas Pertanian/Perkebunan Tahun 2014-2015

No

Indikator

Satuan

Capaian Kinerja

2014

2015

Target

Realisasi

1.

Produktivitas Kacang Tanah

Ku/Ha

9,33

8,60

9,35

2. Produktivitas Ubi Kayu

Ku/Ha

190,99

156,80

191,21

3.

Produktivitas Semangka

Ku/Ha

190,46

189,80

192,78

4. Produktivitas Rambutan Kg/Pohon

68,57

69,11

69,11

5. Produktivitas Mangga

Kg/Pohon

66,72

66,71

66,77

6. Produktivitas Pisang

Kg/Pohon

55,51

55,55

55,56

7. Produktivitas Manggis

Kg/Pohon

60,33

59,02

60,34

8. Produktivitas Kopi

Ku/Ha

5,17

4,6

5,18

9. Produktivitas Kelapa

Ku/Ha

18,63

18,80

18,81

10. Produktivitas Kunyit

Kg/m

2

2,85

2,81

2,86

Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan, 2015 (Angka Sementara)

Indikator

Program

Penyediaan

Sarana/

Prasarana

Pertanian/Perkebunan yaitu Capaian peningkatan ketersediaan sarana

dan prasarana pertanian dapat mencapai target yaitu dengan capaian

105,86% dari target yang ditetapkan sebesar 93,15% (tingkat capaian

113,64% dari target). Apabila dibandingkan dengan pencapaian pada

tahun 2013, indikator program ini mengalami peningkatan sebesar

11,84%.

Indikator Capaian peningkatan ketersediaan sarana dan prasarana

pertanian diperhitungkan melalui perhitungan jumlah alat dan mesin

pertanian budidaya, panjang jalan pertanian dan panjang jaringan irigasi

tertier. Kondisi sarana prasarana pertanian tersebut selengkapnya

disajikan pada Tabel 2.6.

(21)

36

Tabel 2.6

Kondisi Sarana Prasarana Pertanian Tahun 2014-2015

No

Jenis Sarana

Prasarana

Satuan

Capaian

2014

2015

Target

Realisasi

1.

Alat dan Mesin

Pertanian

Budidaya

Unit

9.158

8.443

9.729

2.

Panjang Jalan

Pertanian

Meter

96.780,25 105.753,68

106.167,40

3.

Panjang Jaringan

Irigasi Tertier

Meter

94.722,01

91.092,55

113.626,01

Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan, 2015

Alat dan mesin pertanian budidaya dapat melampaui target yang

ditetapkan yaitu dengan capaian 9.729 unit pada tahun 2015. Kondisi ini

melebihi dari target sebesar 8.443 unit (capaian 115,23%).

Dibandingkan kondisi tahun 2014, dalam hal ini terjadi penambahan

alsin budidaya sejumlah 571 unit pada tahun 2015. Jenis alat mesin

pertanian untuk budidaya antara lain Traktor roda-2, Traktor roda -4,

alsin budidaya krisan, pompa air, handsprayer, transplanter, hand drill

gunting pangkas, angkong, cangkul, sabit dan pisau okulasi. Realisasi

alat dan mesin pertanian budidaya jauh melampaui target dikarenakan

adanya bantuan dengan sumber dana APBN.

Panjang jalan pertanian dapat melampaui target yang ditetapkan

yaitu dengan capaian 106.167,40 meter pada tahun 2015. Kondisi ini

melebihi dari target sepanjang 105.753,68 meter (capaian 100,39%).

Dibandingkan kondisi tahun 2014, dalam hal ini terjadi penambahan

jalan pertanian sepanjang 9.387,15 meter.

Panjang jaringan irigasi tertier dapat melampaui target yang

ditetapkan yaitu dengan capaian 113.626,01 meter pada tahun 2015.

Kondisi ini melebihi dari target sepanjang 91.092,55 meter (capaian

124,74%). Dibandingkan kondisi tahun 2014, dalam hal ini terjadi

penambahan jaringan irigasi tertier sepanjang 18.904 meter.

(22)

37

Pembangunan jaringan irigasi tertier sebagian besar bersumber dana

dari APBN yaitu Program Pengembangan Sarana dan Prasarana

Pertanian.

Tercapainya target dan terjadinya peningkatan capaian untuk

3(tiga) komponen tersebut berkontribusi terhadap tercapainya target

indikator kinerja program tahun 2015 dan peningkatan capaian kinerja

program dibanding tahun 2014.

Indikator Program Peningkatan Mutu dan Pemasaran Hasil

Produksi Pertanian/Perkebunan yaitu

Capaian peningkatan kualitas hasil

pertanian dapat men

capai target yaitu dengan capaian 113,08% dari

terget yang ditetapkan sebesar 85,02% (tingkat capaian 133,00% dari

target). Apabila dibandingkan dengan pencapaian pada Tahun 2014,

indikator program ini mengalami peningkatan sebesar 41,54%.

Indikator

Capaian

peningkatan

kualitas

hasil

pertanian

diperhitungkan melalui perhitungan jumlah alat dan mesin pengolahan,

jumlah kemitraan dan jumlah SOP/GAP. Kondisi alsin pengolahan,

jumlah kemitraan dan jumlah SOP/GAP tersebut selengkapnya

disajikan pada Tabel 2.7.

Tabel 2.7

Kondisi Alsin Pengolahan, Jumlah kemitraan dan SOP/GAP

Tahun 2014-2015

No

Komponen

Satuan

Capaian

2013

2014

Target

Realisasi

1.

Alat dan Mesin

Pengolahan

Unit

10.311

10.029

10.574

2.

Jumlah Kemitraan

Paket

5

5

7

3.

Jumlah SOP/GAP

Buah

6

8

13

Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan, 2015

Alat dan mesin pengolahan dapat melampaui target yang

ditetapkan yaitu dengan capaian 10.574 unit pada tahun 2015. Kondisi

(23)

38

ini melebihi dari target sebesar 10.029 unit (capaian 105,43%).

Dibandingkan kondisi tahun 2014, dalam hal ini terjadi penambahan

alsin pengolahan sejumlah 263 unit pada tahun 2015. Jenis alat mesin

pertanian pengolahan antara lain : Combine harvester, tresher

bermotor, power tresher multiguna, corn seller, RMU, alat ubinan,

kendaraan roda-3, timbangan, seller, alsin pengolahan minyak kelapa,

alsin pengolahan teh, alsin pasca panen dan pengolahan biofarmaka

(jahe, kencur), alsin pasca panen krisan. Realisasi alat dan mesin

pengolahan sebagian besar bersumber dana APBN baik untuk sub

sektor tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan.

Jumlah kemitraan dapat melampaui target yang ditetapkan

yaitu dengan capaian 7 paket pada tahun 2015. Kondisi ini melebihi dari

target sebesar 5 paket (capaian 140,00%). Dibandingkan kondisi tahun

2014, dalam hal ini terjadi penambahan jumlah kemitraan sejumlah 2 paket

pada tahun 2015. Kemitraan tersebut adalah kemitraan antara PT Sang

Hyang Sri (SHS) dengan Kelompok Penangkar benih padi di Desa

Sukoreno Kecamatan Sentolo dan dengan Kelompok Penangkar benih

padi di Desa Kedundang Kecamatan Temon.

Jumlah SOP/GAP dapat melampaui target yang ditetapkan yaitu

dengan capaian 13 buah pada tahun 2015. Kondisi ini melebihi dari

target sebanyak 8 buah (capaian 162,5%). Dibandingkan kondisi tahun

2014, dalam hal ini terjadi penambahan SOP/GAP sebanyak 7 buah

yaitu SOP Tomat, SOP Terong, SOP Cabe rawit lahan sawah, SOP

Cabe rawit lahan pantai, SOP Caisin lahan pantai, SOP Caisin dataran

rendah dan SOP Caisin dataran tinggi. Tercapainya target dan

terjadinya peningkatan capaian untuk 3 (tiga) komponen tersebut

berkontribusi terhadap pencapaian target indikator kinerja program

Tahun 2015 dan peningkatan capaian kinerja program dibanding Tahun

2014.

b. Prestasi Penyelenggaraan Urusan

Prestasi yang diperoleh dalam penyelenggaraan urusan pertanian adalah

sebagai berikut:

(24)

39

1) Juara I Tingkat Propinsi dalam Lomba P3A/GP3A Tingkat DIY, diraih oleh

GP3A Pemasa Raharja, Pengasih

2) Juara I Tingkat Propinsi dalam Lomba GP-PTT Kedelai Tingkat DIY,

diraih oleh KT Tani Harapan, Ds II, Pandowan, Galur

3) Juara II Tingkat Propinsi dalam Lomba GP-PTT Jagung Tingkat DIY,

diraih oleh KT Suka Tani, Kalisoko, Margosari Pengasih

4) Juara I Tingkat Propinsi dalam Lomba Asosiasi Pasar Tani (Aspartan)

Tingkat DIY, diraih oleh Aspartan Karya Manunggal, Garongan Panjatan

5) Juara III Tingkat Nasional dalam Lomba Asosiasi Pasar Tani (Aspartan)

Tingkat Nasional, diraih oleh Aspartan Karya Manunggal, Garongan,

Panjatan

c. Permasalahan dan Solusi

Permasalahan

1) Terjadinya alih fungsi lahan pertanian

/

Alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian (pemukiman,

industri, jasa) menyebabkan berkurangnya luas lahan pertanian. Hal ini

berpotensi menurunkan luas tanam dan luas panen sehingga

berpotensi juga menurunkan produksi pertanian.

2) Infrastruktur pertanian yang belum memadai

Kondisi infrastruktur (jalan pertanian/perkebunan dan jaringan irigasi)

yang belum memadai menyebabkan terjadinya peningkatan biaya

produksi. Hal tersebut menyebabkan inefisiensi usaha tani yang

dilaksanakan.

Dalam hal infrastruktur jalan tidak memadai, menyebabkan biaya angkut

sarana produksi dan produk pertanian menjadi mahal. Jaringan irigasi

yang tidak memadai menyebabkan biaya pengairan meningkat

disebabkan adanya alokasi biaya sewa pompa air dan BBM.

3) Sarana Prasarana yang belum memadai

Sarana prasarana (alat mesin pertanian, benih/bibit, pupuk) yang belum

memadai

menyebabkan

penerapan

teknologi

belum

sesuai

rekomendasi

(25)

40

4) Sumber Daya Manusia

a. Petani

Rendahnya tingkat pendidikan petani, umur yang relatif lanjut

menyebabkan rendahnya adopsi teknologi

b. Petugas

Sebagian Petugas teknis belum memenuhi formasi dan kualifikasi

yang dibutuhkan

5) Kelembagaan Tani

Kelembagaan tani yang ada (Kelompok Tani, Gapoktan, P3A dan GP3A

belum berfungsi optimal.

6) Penurunan kualitas sumberdaya lahan dan air

Penurunan kualitas sumber daya lahan yang disebabkan oleh erosi,

penggunaan pupuk kimia berlebihan dan pencemaran lingkungan

menyebabkan penurunan produksi dan mutu produk pertanian

7) Anomali iklim, bencana, serangan Organisme Pengganggu Tanaman

(OPT)

Anomali iklim, bencana (banjir, kekeringan) dan seranganOrganisme

Pengganggu Tanaman (OPT) mengakibatkan gagal panen dan

penurunan produksi serta mutu produk

8) Rendahnya posisi tawar (pemasaran)

Rendahnya posisi tawar petani menyebabkan harga di tingkat petani

dikendalikan oleh pedagang/tengkulak

9) Fluktuasi harga komoditas pertanian

Fluktuasi harga komoditas pertanian yang disebabkan adanya panen

raya dan sifat komoditas pertanian terutama hortikultura yang mudah

rusak.

10) Akses permodalan

Akses permodalan yang rendah menyebabkan kurangnya ketersediaan

modal usaha tani.

(26)

41

Solusi

1) Terjadinya alih fungsi lahan pertanian

a. Pembatasan alih fungsi lahan pertanian dengan regulasi

(Penerbitan Perda RTRW dan Peraturan Bupati tentang Pedoman

Teknis Penataan Ruang)

b. Cetak sawah baru

2) Infrastruktur pertanian yang belum memadai

Peningkatan infrastruktur dengan pembangunan jalan pertanian,

jaringan irigasi, embung dan dam parit baik secara swadaya, melalui

dana APBD dan APBN.

3) Sarana Prasarana yang belum memadai

Pemenuhan sarana prasarana pertanian (traktor, pompa air, alat

pasca panen dan pengolahan) baik secara swadaya, melalui dana

APBD dan APBN

4) Sumber Daya Manusia

a. Petani

1. Pembinaan dan Pendampingan Kelompok Tani

2. Pelatihan Kelompok Tani

3. Kaderisasi Kelompok Tani melalui penumbuhan Kelompok

Taruna Tani

b. Petugas

1. Optimasi dan penataan petugas yabg ada

2. Usulan rekruitmen pegawai

5) Kelembagaan

Pemberdayaan kelompk, pembinaan dan pendampingan

6) Penurunan kualitas sumberdaya lahan dan air

a. Pembuatan bangunan konservasi tanah dan air, penghijauan

lingkungan

b. Reklamasi lahan sawah dengan penambahan bahan organik

7) Anomali iklim, bencana, serangan Organisme Pengganggu Tanaman

(OPT)

Antisipasi, mitigasi bencana alam dan pengendalian OPT

8) Rendahnya posisi tawar (pemasaran)

(27)

42

Pembentukan koperasi tani, Kelompok Usaha Bersama (KUB),

menjalin kemitraan, promosi produk pertanian.

9) Fluktuasi harga komoditas pertanian

a. Pembuatan gudang untuk menyimpan hasil pertanian

b. Pelaksanaan tunda jual

c. Pengolahan hasil pertanian

10) Akses permodalan

a. Upaya peluncuran kredit program (tanpa agunan)

b. Sosialisasi kredit program

c. Kemitraan

Referensi

Dokumen terkait

7 14.00-16.00 B Skills Lab:Eversi kelopak mata, Pemeriksaan visus, Reflek pupil Refleks Cahaya Kornea (Hirschberg Test), Dan Gerak Bola Mata, Sensibilitas kornea,

Namun pada kenyataan yang terjadi, saat dilakukan observasi awal bagaimana kemampuan siswa menegah atas dalam memecahkan permasalahan geometri melalui pembuktian deduktif formal

Sistem informasi ini dilengkapi dengan data produk, semua info dan katalog dari percetakan terkait, sehingga konsumen bisa dengan leluasa melihat-lihat produknya secara digital,

Capaian indikator kinerja sasaran Dinas Pertanian Kabupaten Magetan merupakan tingkat pencapaian target dari indikator kinerja sasaran yang dicapai pada Tahun 2016,

Dalam metode ini setiap barang yang dibeli diberi tanda khusus pada kemasan barang yang bersangkutan (dapat berupa kartu atau label) yang berisi informasi antara lain

Kebijakan penyelenggaraan uji kompetensi ini sesuai dengan amanat Undang- Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 61 ayat 1,2 dan 3 tentang

Pada bahasan ini peserta diklat diajak untuk mempelajari dan mempraktikkan 3 kegiatan belajar yaitu kegiatan belajar 1, mempelajari bagaimana cara menghitung bahan dasar

Tanaman tomat yang diberi perlakuan kompos dengan penambahan asam humat dan bakteri aktivator menunujukkan pertumbuhan yang lebih baik dalam hal potensi tumbuh maksimum