ii Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019
PROSIDING
SEMINAR
NASIONAL
PG PAUD
UNTIRTA
2019
Penasihat: Dr. H. Aceng Hasani, M.Pd. Ketua: Atin Fatimah, M.Pd. Sekretaris:dr. Tricahyani E.Y., M.PH., Sp.EM. Bendara:
Laily Rosidah, M.Pd. Narasumber Seminar: Dr. Cepi Riyana, M.Pd.
(Universitas Pendidikan Indonesia) Dr. Hapidin, M.Pd.
(Universitas Negeri Jakarta) Tim Prosiding: Ratih Kusumawardani, M.Pd. Kristiana Maryani, M.Pd. Reviewer: Ila Rosmilawati, Ph.D Yuli Kurniawati, Ph.D Kesekretariatan: 1. Dr. Luluk Asmawati, M.Pd. 2. Rr. Dina Kusuma Wardani, M.Pd. Cover dan Tata Letak:
Desma Yuliadi Saputra, S.Pd.
JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
PERMAINAN
TRADISIONAL
VS
iii
Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019
Kata
Pengantar
S
alah satu misi pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi anak bangsa sejak usia dini. Misi ini memberikan pandangan bahwa pendidikan harus mampu membentuk manusia seutuhnya sebagai manusia yang berkarakteristik personal dan mampu memahami dinamika psikososial dan lingkungan kulturalnya. Maka proses pendidikan harus mencakup (1) Penumbuhkembangan keimanan dan ketakwaan, (2) Pengembangan wawasan kebangsaan, kenegaraan, demokrasi, dan kepribadian, (3)Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, (4) Pengem-bangan penghayatan, apresiasi, dan ekspresi seni, serta (5) Pembentukan manusia yang sehat jasmani dan rohani.Tujuan paling utama program PAUD adalah untuk meningkatkan kapasitas anak dalam berkembang dan belajar. Kegiatan PAUD, baik dalam program pengajaran, penelitian, maupun pengabdian diarahkan untuk mendukung dan memberikan layanan pada praktisi, akademisi, maupun anak-anak agar dapat mengembangkan kapasitasnya dan menggunakan komunikasi massa untuk meningkatkan penge-tahuan dan kemampuan praktikal.
Berdasarkan hasil curah pendapat dalam seminar nasional PGPAUD yang diselenggarakan kedua kalinya oleh Jurusan PGPAUD di Serang pada bulan Agustus 2019 dengan bertajuk “Permainan Tradisional Vs Digital” disepakati bahwa stimulasi untuk peningkatan kapasitas anak dalam berkembang dan belajar dapat ditempuh melalui multi metode dengan tidak menanggalkan identitas budaya setempat sebagai bagian dari upaya filtrasi budaya. Demi tujuan dan komitmen tersebut, maka Jurusan S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memandang perlu meng-adakan kegiatan seminar nasional di mana dalam momentum ini berkumpul semua pihak terkait pendidikan anak usia dini, mulai dari akademisi, praktisi (para penge-lola lembaga PAUD dan pendidik anak usia dini, baik guru, pengasuh, maupun orang tua) untuk mendapatkan hasil dari desiminasi penelitian guna menuju profesionalitas dalam pendidikan anak usia dini.
iv Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019
Seminar ini telah diikuti oleh berbagai unsur yang semuanya memiliki komitmen yang sama yakni profesionalisme dalam penyelenggaraan pendidikan bagi anak usia dini yang kelak akan tampil di masa yang akan datang sebagai generasi penerus pemimpin-pemimpin bangsa yang akan mengukir prestasi bagi Bangsa Indonesia.
Seminar nasional ini dapat berlangsung berkat dukungan dari berbagai pihak. Kami ucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan seluruh panitia yang telah mendukung acara ini. Terkhusus kepada seluruh penulis yang telah berkontribusi pada prosiding ini, kami ucapkan terima kasih. Semoga prosiding seminar nasional 2 PGPAUD 2019 dengan tajuk “Permainan Tradisional Vs Digital” ini dapat bermanfaat bagi penelitian dan pengembangan pendidikan anak usia dini di masa yang akan datang.
Ketua Jurusan PG PAUD FKIP Untirta
v
Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019
63
73
21
31
41
51
PELAKSANAAN PENDIDIKAN INKLUSI DI PAUD BINA BANGSA ISLAMIC SCHOOL KOTA SERANG
Aas Asmawati
PENGARUH MANAJEMEN SARANA PRASARANA PENDIDIKAN TERHADAP KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN
Amalia Sahara, Cucu Atikah, dan Reza Mauldy Raharja
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI MEDIA CERITA BERGAMBAR
Aninda Kusuma Wardhany
MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK MELALUI KEGIATAN SENAM IRAMA
Anisa Qurotul Aeni, Alis Triena Permanasari, dan Siti Khosiah
PERAN GURU DALAM MENGOPTIMALKAN KEDISIPLINAN ANAK USIA 4-5 TAHUN
Anna Karina
PENINGKATAN KREATIVITAS MELALUI KEGIATAN BERMAIN SAINS
Annisa Nabila
MENINGKATKAN KONSENTRASI ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI METODE BERCERITA DENGAN BERBAGAI MEDIA
Asry Pratiwi
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN OLAH TUBUH
Dea Elma Pavitta
MENGEMBANGKAN ALAT PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK UNTUK MENINGKATKAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 4-5 TAHUN DI PAUD MUTIARA HATI TAHUN AJARAN 2017/2018
Dwi Istati Rahayu, Nurhasanah, dan Baiq Nunike Resti Aulia
DAFTAR
ISI
1
9
vi Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019
PENERAPAN PEMBELAJARAN TERPADU MODEL WEBBED PADA ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK
Eem Khujaemah
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KREATIVITAS MELALUI MEDIA CLAY PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN
Elma Tresia
KREATIVITAS SENI RUPA ANAK DALAM KEGIATAN MOZAIK DI TK AL HUSNA BURING KOTA MALANG
Emmalia Marta Hapsari dan Wuri Astuti
MODEL BIMBINGAN MELALUI PERMAINAN SOSIODRAMA UNTUK MENGEMBANGKAN PERILAKU PROSOSIAL ANAK
Evi Afiati
EFEKTIVITAS PARENTING DALAM PENINGKATAN PROSES STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK DI PAUD/TK KOTA MATARAM TAHUN 2017
Fahruddin, Muazar Habibi, Nurhasanah, dan Ika Rahmayani
PENGARUH GIZI SEIMBANG TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 4-5 TAHUN
Fida Fitria Ahadiyani
MENINGKATKAN KEMAMPUAN EMOSIONAL
ANAK USIA 4-5 TAHUN ME-LALUI BERMAIN KONTUKTIF
Fitri Haryati
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN TERHADAP KEDISIPLINAN ANAK USIA 5-6 TAHUN
Gita Kurniawati
PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL PADA ANAK USIA DINI
Kristiana Maryani
MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI KARAKTER MELALUI UPACARA BENDERA
Kristina Uli
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KREATIVITAS
MELALUI KEGIATAN ME-WARNAI DENGAN TEKNIK GRADASI
Misshita Dwita
95
103
113
119
133
147
161
173
181
189
199
vii
Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019 MENINGKATKAN KREATIVITAS MELALUI METODE BERMAIN PERAN
PADA ANAK KELOMPOK B
Nani Yulia
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KECERDASAN EMOSI ANAK USIA 4-6 TAHUN
Nia Prasetyaningsih
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA MELALUI MEDIA CERITA BERGAMBAR PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN
Nina Rakhmawati, Luluk Asmawati, dan Laily Rosidah
PENINGKATAN KEMANDIRIAN MELALUI METODE BERCERITA
Nopiana
PENERAPAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN DI TAMAN PENITIPAN ANAK
Noviyana Furyanti
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI MEDIA KARTU GAMBAR PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD SMART KECAMATAN SERANG, KOTA SERANG-BANTEN
Nunu Astuti
MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI METODE PROYEK DI PAUD AL-HUDA KOTA SERANG
Nurul Ashila Tri Utami
PEMBELAJARAN ENTREPRENEURSHIP ANAK USIA DINI DI TK KHALIFAH 2 SERANG
Nurul Fathia
KREATIVITAS GURU DALAM MENCIPTAKAN PERMAINAN KREATIF UNTUK ANAK USIA DINI
Nuryati
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK KELOMPOK B MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL
Ridha Indah Fajarwati
MENINGKATKAN KOSAKATA MELALUI MEDIA GAMBAR
Rifkiyanti Azizah
219
229
239
251
263
275
283
293
305
315
207
viii Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019
SMARTPHONE: ANAK ATAU ORANGTUA YANG SESUNGGUHNYA TIDAK DAPAT
TERLEPAS DARINYA?
Rina Windiarti
PENGARUH METODE BERNYANYI TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA 4 – 5 TAHUN
Riska Novianti
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN PENGOLAHAN BAHAN BEKAS
Siska Fahrunisa Aulia
PENGARUH PERMAINAN PUZZLE
TERHADAP KECERDASAN LOGIKA MATEMATIKA
Siti Maprudoh
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN BERMAIN BALOK
Siti Marifah
PENGARUH PENDEKATAN BCCT (BEYOND CENTRE AND CIRCLE TIME) TERHADAP KREATIVITAS GURU DI KECAMATAN CIBEBER
KOTA CILEGON BANTEN
Siti Nur Asiyah
MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN FUN COOKING
Siti Nuraeni dan Tricahyani Endah Yuniarti
PENGUASAAN BAHASA LISAN ANAK USIA 4 TAHUN
Siti Nurhayati
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP KECERDASAN LOGIKA MATEMATIKA ANAK
Siti Nurlaeli
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL INDONESIA
Siti Restu Utami Fatmawati
PENGARUH MODEL ACTIVE LEARNING TERHADAP PENGEMBANGAN ENTREPRENEURSHIP ANAK USIA DINI
Siti Rokimah dan Fadlullah
345
355
363
377
385
393
401
409
417
325
335
ix
Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019 PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK DI SENTRA BALOK
Sri Purwatih dan Fahmi
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN KLASIFIKASI
Sri Wahyuningsih dan Isti Rusdiyani
MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SAINS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN BERMAIN KREATIF
Sulastina dan Ratih Kusumawardani
MENINGKATKAN KREATIVITAS MELALUI BERMAIN LEGO PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK TUNAS MERAK PANDEGLANG
Upiah dan Atin Fatimah
PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 0-24 BULAN
Wiwin Supriatin
PENTINGNYA KETERAMPILAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS
Yonia Ilma Insyira
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN SOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PEMBIASAAN DI TK ISLAM TIRTAYASA
Yoyoh Khumaeroh
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI MEDIA LEGO HURUF
Zahrotul Uyun dan Tri Sayekti
453
459
467
477
485
427
435
443
417
Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019
PENGARUH MODEL ACTIVE LEARNING TERHADAP
PENGEMBANGAN ENTREPRENEURSHIP ANAK USIA DINI
Siti Rokimah
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa [email protected]
Fadlullah
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa [email protected]
ABSTRACT
This study aims to examine and obtain empirical data about the effect of active learning models on the development of early childhood entrepreneurship. This research was conducted at TK Khalifah 2 Ciracas Serang-Banten in February-May 2018. The method used in this study was quantitative research with Ex-post Facto research design. The population in this study were all students of Khalifah 2 Ciracas Serang-Banten Kindergarten, amounting to 25 children, with saturated sampling techniques so that the entire population was made as a sample, so the sample in this study amou nted to 25 chi ldren. D ata coll ecti on techniques using qu esti onnaires, observation and documentation instruments. Data were analyzed using Kolmogorov Smirnov normality data testing at a significance level α = 0.05, simple linear regression test using linear regression coefficient analysis, determination coefficient and research hypothesis test. Based on the results of the calculation of normality in the variable development of entrepreneurship obtained results for 0.112> α = 0.05, it can be concluded that entrepreneurship development variables are normally distributed. The results of simple linear regression calculation obtained Y = 61.667 + 0.833X, it can be concluded that the active learning model variable has positive influence on the development of early childhood entrepreneurship. And based on the coefficient of determination that the active learning model gives an influence of 76.1% on the development of early childhood entrepreneurship. Hypothesis testing is done by t test with the results of t count 2.321 and and t count = 1.714. Thus it can be concluded that there is an influence of active learning model on the development of early childhood entrepreneurship.
418 Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019 ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendapat data secara empiris tentang pengaruh model active learning terhadap pengembangan entrepreneurship anak usia dini. Penelitian ini dilaksanakan di TK Khalifah 2 Ciracas Serang-Banten pada bulan Februari-Mei 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Ex-post Facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak didik TK Khalifah 2 Ciracas Serang-Banten yang berjumlah 25 anak, dengan teknik pengambilan sampling jenuh maka seluruh populasi dijadikan sebagai sample. Jadi,sample dalam penelitian ini berjumlah 25 anak. Teknik pengambilan data gunakan angket, instrumen observasi dan dokumentasi. Data yang dianalisis meng-gunakan pengujian data normalitas Kolmogorov Smirnov pada tingkat signifikansi
α
= 0,05, uji regresi linier sederhana dengan menggunakan analisis koefisien regresi linier, koefisien determinasi dan uji hipotesis penelitian. Berdasarkan hasil perhitungan normalitas pada variabel pengembangan entrepreneurship didapat hasil sebesar 0,112 >
α
= 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel pengembanganentrepre-neurship berdistribusi normal. Hasil perhitungan regresi linier sederhana diperoleh Y=
61.667 + 0,833X, maka dapat disimpulkan bahwa variabel model active learning mempunyai pengaruh positif terhadap pengembangan entrepreneurship anak usia dini. Dan berdasarkan nilai koefisien determinasi bahwa model active learning memberikan pengaruh sebesar 76,1% terhadap pengembangan entrepreneurship anak usia dini. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t dengan hasil t hitung 2.321 dan dan t hitung = 1.714. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model active learning terhadap pengembangan entrepreneurship anak usia dini.
Kata Kunci: Model Active Learning, Entrepreneurship, Anak Usia Dini.
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Peluang untuk tumbuhnya wirausaha-wan atau entrepreneurship di negara ini se-benarnya cukup besar, hanya saja program pendidikan yang kurang terkait
entrepre-neurship. Pola asuh orang tua yang tidak
mengajarkan anaknya sejak dini tentang ke-cakapan hidup menjadi pendukung utama dalam kurangnya wirausahawan di negeri ini. Hal ini terjadi karena adanya pergeseran budaya yang terjadi dalam masyarakat Indo-nesia, di mana orang tua saat ini beranggap-an asal beranggap-anak cerdas pberanggap-andai menghafal dberanggap-an menulis anak tak harus dibekali kecakapan hidup atau life skill sehingga saat beranjak dewasa anak tidak mampu untuk hidup man-diri dan melakukan segala hal dengan baik karena anak tidak terlatih sejak dini.
Anak Usia Dini yang dikenal dengan masa golden age dirasa menjadi begitu penting, karena anak usia dini mampu menyerap berbagai informasi dan stimulus
yang diberikan dengan baik, untuk itu me-ngajarkan life skill sejak dini perlu dilakukan agar anak terbiasa. Pada penyelenggara pendidikan anak usia dini diharapkan tidak berfokus pada perkembangan kognitif anak saja, tetapi seluruh aspek perkembangan anak yang mampu menumbuhkan jiwa ke-mandirian dan mampu beradaptasi dengan masyarakat.
Berkaitan dengan pendidikan anak usia dini dan kemampuan life skill anak usia dini dibutuhkan sebuah program pendidikan yang dapat menumbuhkan jiwa yang man-diri dan mampu beradaptasi di luar ling-kungan keluarga atau masyarakat. Dalam hal ini pendidikan entrepreneurship dinilai sesuai untuk digunakan dalam program pendidikan sebagai cara untuk membangun generasi emas Indonesia yang memiliki karakter mandiri, berani dan pantang me-nyerah sesuai dengan karakteristik yang terdapat dalam pendidikan
419
Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019 Pendidikan entrepreneurship bukan
hanya mengajarkan tentang bagaimana cara berdagang atau cara memanajemen bisnis tapi dalam entrepreneurship terdapat bebe-rapa karakteristik yang dapat melatih anak menjadi kuat, berani, percaya diri, dan me-miliki sikap pantang menyerah. Hal ini sangat bagus jika diterapkan sedari dini karena akan menghasilkan generasi emas yang dapat mengubah dunia dengan karak-teristiknya, di samping itu untuk mencapai tujuan dengan maksimal dibutuhkan se-buah model pembelajaran yang sesuai dengan pendidikan entrepreneurship yaitu model pembelajaran yang bisa membuat anak ikut serta dan terlibat aktif selama proses pembelajaran.
Dalam hal ini model pembelajaran yang dinilai sesuai untuk menunjang pen-didikan tersebut adalah model Active Learning, di mana model Active Learning ini memungkin-kan anak berperan langsung dalam proses pembelajaran sehingga anak mendapatkan pembelajaran yang bermakna bukan hanya sekedar mendengar atau menulis.
Dengan perpaduan antara model active
Learning dan pendidikan entrepreneurship
ini akan menghasilkan karakter anak yang mandiri, mempunyai rasa ingin tahu lebih, kreatif, inovatif dan mempunyai rasa tang-gung jawab yang akan menjadi bekal ketika anak dewasa nanti, dan hal ini perlu diterap-kan di suatu lembaga terutama pendididiterap-kan anak usia dini. Namun, pada kenyataannya model pendidikan yang diterapkan di la-pangan masih belum optimal dalam pe-ngembangan model active learning dan
entrepreneurship.
Model active learning mungkin sudah berkembang luas di lembaga hanya saja pada praktiknya masih banyak guru yang hanya berceramah dan tidak memberikan kesempatan kepada anak dalam proses pembelajaran, padahal seharusnya anak dapat terlibat aktif dalam pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi bermakna.
Sedangkan untuk pendidikan
entrepreneur-ship sendiri dalam perkembangannya di
la-pangan masih belum optimal hanya bebe-rapa lembaga yang menerapkan pendidikan
entrepreneurship dalam pembelajaran.
Dalam pengamatan peneliti melalui observasi di beberapa TK (Taman Kanak-Kanak) masih jarang dijumpai sekolah yang memiliki design khusus untuk mengem-bangkan entrepreneurship anak usia dini. Pada observasi ini peneliti juga menemu-kan salah satu sekolah TK ( Taman Kanak-Kanak) yang berbasis entrepreneurship dan tauhid yakni TK Khalifah, peneliti men-dapati model pembelajaran yang sesuai dengan penelitian yang akan dilaksanakan oleh peneliti yakni model Active Learning. Program entrepreneurship dan proses pembelajaran yang menggunakan model
Active Learning sudah berjalan lama di TK
Khalifah ini, untuk itu peneliti ingin menge-tahui seberapa besar pengaruh dari model
Active Learning terhadap pengembangan entrepreneurship yang telah dilakasanakan
oleh TK Khalifah.
Berdasarkan hasil temuan peneliti pada observasi yang telah dilakukan dan berbagai masalah yang telah dipaparkan pada parag-raf sebelumnya, peneliti tertarik untuk me-lakukan penelitian di TK Khalifah dengan judul “Pengaruh Model Active Learning ter-hadap Pengembangan entrepreneurship Anak Usia dini”.
2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan pemaparan latar belakang masalah di atas peneliti dapat mengidenti-fikasi beberapa masalah yang dapat di-temukan, antara lain sebagai berikut: a. Pentingnya konsep pendidikan
entre-preneurship yang harus diterapkan
sejak usia dini.
b. Kurangnya implementasi program
en-trepreneurship pada anak usia dini atau
pada lembaga pendidikan anak usia dini.
420 Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019 c. Pengaruh Model Active Learning
Terha-dap Pengembangan entrepreneurship Anak Usia Dini
3. Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah diatas peneliti membatasi dan merumuskan masa-lah untuk penelitian lebih lanjut yakni: Ada-kah Pengaruh model Active Learning ter-hadap pengembangan entrepreneurship Anak Usia Dini dan Seberapa besar pengaruh model Active Learning terhadap pengem-bangan entrepreneurship Anak Usia Dini? 4. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model active learning terhadap pengembangan entrepreneurship anak usia dini di TK Khalifah Ciracas Serang-Banten. Dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model active learning terhadap pengembangan entrepreneurship anak usia dini di TK Khalifah Ciracas Serang-Banten. KAJIAN TEORITIS
1. Pembelajaran Aktif (Active Learning)
Pendekatan belajar aktif dalam Siregar (2010:106-107) adalah pendekatan dalam pengelolaan sistem pembelajaran melalui cara-cara belajar yang aktif menuju belajar yang mandiri. Kemampuan belajar mandiri ini merupakan tujuan akhir dari belajar aktif (active learning). Pendekatan Active
learn-ing merupakan pembelajaran yang dapat
melatih anak menjadi mandiri dan aktif dalam proses belajar.
Pembelajaran aktif menurut Bonwell yang dikutip oleh Suyadi (2015:36) adalah segala bentuk pembelajaran yang me-mungkinkan peserta didik berperan secara aktif dalam proses pembelajaran, baik dalam bentuk interaksi antar peserta didik ataupun peserta didik dnegan guru dalam proses pembelajaran.
Strategi pembelajaran yang aktif dalam Hamzah (2011:77) proses pembelajaran adalah siswa diharapkan aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran untuk berpikir, berinteraksi, berbuat untuk mencoba, me-nemukan konsep baru atau menghasilkan suatu karya.
Pembelajaran aktif memiliki beberapa karakteristik dalam Suyadi (2015:36) seba-gai berikut: (1) Menekankan pada proses pembelajaran, (2) Peserta didik tidak boleh pasif, (3) Penekanan pada eksplorasi nilai-nilai dan sikap-sikap berkenaan dengan materi pembelajaran, (4) Peserta didik lebih banyak dituntut berpikir kritis, (5) Umpan balik dan proses dialektik yang lebih cepat akan terjadi pada proses pembel-ajaran.
2. Kewirausahaan (Entrepreneurship)
Istilah entrepreneur (Fadlullah, 2011: 75-77) yang berasal dari bahasa Perancis:
entreprendre, yang dalam bahasa indonesia
diartikan wirausaha atau kewirausahaan.
Entreprendre secara harfiah berarti
meng-ambil langkah memasuki suatu aktivitas tertentu, sebuah entreprise, atau menyam-but tantangan. Jadi pada makna kata
entre-preneur itu terdapat tiga hal penting, yaitu: creativity, innovation, opportunity creation,
dan calculated risk-taking. Jika entrepreneur itu dimengerti dalam tiga hal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa setiap manusia terlahir sebagai entrepreneur dengan potensi kreatif-inovatif, pencipta peluang yang andal, dan pengambil risiko yang berani. Wirausaha dalam Suparyanto (2010:5) merupakan orang yang dinamis senantiasa mencari peluang, dan memanfaatkannya untuk menghasilkan sesuatu yang mem-punyai nilai tambah. Sedangkan dalam Suherman (2010:6) menyebutkan bahwa kewirausahaan adalah sikap dan perilaku wirausaha. Wirausaha ialah orang yang inovatif, antisipatif, inisiatif, pengambil risiko, dan berorientasi laba.
421
Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019 Berdasarkan berbagai teori menurut
para ahli di atas dapat disimpulkan bahwasa-nya entrepreneurship merupakan sikap dari seseorang yang mampu hidup mandiri, memiliki potensi berpikir kreatif dan inova-tif, mempunyai jiwa kepemimpinan, peng-ambil risiko yang berani, penggagas inisiatif dalam bertindak dengan baik dan pantang menyerah dalam meraih kesuskesan. a. Ciri-ciri dan sifat-sifat Wirausaha
Sumber: Meredith, et.al., dalam Suherman (2010:10)
Ciri orang yang berjiwa
entrepreneur-ship Astamoen (2005: 53) yang dikutip oleh
(Maryani.2013), antara lain: (1) Mempunyai misi, (2) Kreatif dan inovatif, (3) Mampu me-lihat peluang, (4) Orientasi pada kepuasan konsumen atau pelanggan, (5) Orientasi pada laba dan pertumbuhan, (6) Berani me-nanggung risiko, (7) Berjiwa kompetisi, (8) Cepat tanggap dan gerak cepat, (9) Berjiwa sosial dengan menjadi dermawan
(phylan-trophis).
Sedangkan dalam Kuswantoro (2014: 36-38) nilai-nilai kewirausahaan yang akan diintegrasikan melalui pendidikan kewira-usahaan adalah sebagai berikut: 1) Mandiri,
2) Kreatif, 3) Berani mengambil risiko, 4) Berorientasi pada tindakan, 5) Kepemim-pinan, 6) Kerja keras. 7) Jujur, 8) Disiplin. 9) Inovatif, 10) Tanggung jawab.
Berdasarkan beberapa ciri-ciri yang di-kemukakan oleh para pakar dapat disimpul-kan secara garis besar ciri-ciri dan sifat dari seorang entrepreneurship di antaranya: (1) Mandiri, (2) Kreatif dan inovatif, (3) berani mengambil risiko, (4) mempunyai jiwa ke-pemimpinan, (5) berorientasi pada tindak-an, (6) dan pekerja keras.
METODOLOGI PENELITIAN
Dalam penelitian ini, peneliti meng-gunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian Ex-Post Facto. Penelitian ini di-laksanakan di lembaga Taman Kanak-Kanak TK Khalifah 2 Ciracas Serang-Banten. Pene-litian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2018. TK Khalifah merupakan salah satu TK yang mengedepankan nilai
entrepreneur-ship dan tauhid. TK Khalifah sendiri memiliki
cabang di beberapa pulau yang ada di Indo-nesia salah satunya ada di pulau jawa pro-vinsi Banten tepat di Ibukota propro-vinsi yaitu Kota Serang, di kota Serang sendiri terdapat 2 (dua) cabang di antaranya TK Khalifah 1 yang beralamat di Jl.Raya Pandeglang KM.4 Komplek Tembong Indah Blok C No.1 Sem-pu, Serang-Banten, kemudian TK Khalifah 2 beralamat di JL. TB Suwandi Link. Kelunjukan Lingkar Selatan Ciracas Serang-Banten.
Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik sampling jenuh Dalam Sugi-yono (2014:85) sampling jenuh merupakan teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan ke-salahan yang sangat kecil. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus di mana semua anggota populasi dijadikan sampel, dalam penelitian ini sampel berjumlah 25.
Ciri-ciri Watak Percaya diri Berorientasi tugas dan hasil Pengambil resiko Kepemimpinan Keorisinilan Orientasi masa depan Keyakinan, ketidak ketergantungan, individualistas, optimisme Kebutuhan akan prestasi, berorientasi laba, ketekunan, ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat,
energetic, dan inisiatif
Kemampuan mengambil risiko, suka pada tantangan.
Bertingkah laku sebagai pemimpin. Dapat bergaul dengan orang lain.
Inovatif dan kreatif, fleksibel. Punya banyak sumber, serba bisa, mengetahui banyak. Pandangan jauh
422 Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019 Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner (angket), Obser-vasi dan Dokumentasi. Angket ditujukan ke-pada orang tua siswa sedangkan Observasi ditujukan kepada guru dan siswa. Angket berisi tentang variabel Y yakni
entrepre-neurship dan observasi kepada guru berisi
tentang active learning, sedangkan obser-vasi anak sebagai objeknya berisi tentang karakteristik atau jiwa entrepreneurship.
Skor yang diperoleh dari masing-masing butir pernyataan tiap tabel variabel ditabulasikan dan dihitung menggunakan SPSS 22 dan MS.Excel.
Statistics
entrepreneurship active learning
N Valid 25 3 Missing 0 22 Mean 43,56 24,00 Std. Error of Mean 1,545 1,000 Median 42,00 23,00 Mode 38a 23 Std. Deviation 7,725 1,732 Variance 59,673 3,000 Range 27 3 Minimum 32 23 Maximum 59 26 Sum 1089 72 a. Multiple modes exist. The smallest value is shown
Teknik pengolahan data dan analisis data yaitu menggunakan Program SPSS 22. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah uji validitas menggunakan Pearson
Product Moment, uji realibilitas data
meng-gunakan rumus Cronbach’s Alpha, uji nor-malitas menggunakan rumus statistik
Kol-mogorov Smirnov yang dihitung
mengguna-kan SPSS 22.
Kemudian analisis data menggunakan uji korelasi dan uji regresi linier sederhana. Uji korelasi yang digunakan adalah korelasi
Pearson Product Moment.
Selanjutnya ketika menguji instrumen
entrepreneurship dengan butir soal 25
per-nyataan dan pertanyaan di TK Khalifah Ciracas-Serang Banten menghasilkan 16 soal valid untuk instrumen entrepreneurship. Data hasil penelitian ketika dilakukan uji normalitas dan reliabilitas memberikan hasil data yang normal dan reliabel untuk digunakan dalam penelitian.
Berdasarkan hasil perhitungan norma-litas data pada variabel pengembangan
en-trepreneurship didapat hasil sebesar 0,112
> α= 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel pengembangan entrepreneurship berdistribusi normal.
Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Data
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Angket entrepreneur N 25 Normal Parametersa,b Mean 43,56 Std. Deviation 7,725 Most Extreme Differences Absolute ,157 Positive ,157 Negative -,116 Test Statistic ,157 Asymp. Sig. (2-tailed) ,112c a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Tabel 1. Perhitungan Statistik Dasar Variabel X dan Y
Sumber: Output SPSS 22, data penelitian diolah tahun 2018.
Sumber: Output SPSS 22, data penelitian diolah
423
Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019 HASIL DAN PEMBAHASAN
Peneliti melakukan penelitian di TK Khalifah 2 Ciracas Serang-Banten. Pada TK Khalifah 2 ini jumlah keseluruhan murid dari TK A-B2 berjumlah 25 anak dengan tenaga pendidik berjumlah 3 (tiga) orang tenaga
pendidik yang masing-masing merupakan wali kelas. Data penelitian ini diperoleh dari orang tua, anak dan guru sebagai pen-didik. Deskripsi data ini di uraikan dari data variabel bebas yaitu tentang model active
learning (Variabel X) dan pengembangan entrepreneurship (Variabel Y).
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 61,667 62,462 ,987 ,504 Active Learning ,833 2,598 ,305 2,321 ,802
Tabel 3. Koefisien Regresi Sederhana
Sumber: Output SPSS 22, data penelitian diolah tahun 2018.
Hasil perhitungan regresi linier seder-hana diperoleh Y= 61.667 + 0,833X, maka dapat disimpulkan bahwa variabel model
active learning mempunyai pengaruh
positif terhadap pengembangan
entrepre-neurship anak usia dini.
Berdasarkan data yang diperoleh se-lanjutnya uji penelitian dilanjutkan dengan uji hipotesis dengan hasil nilai t hitung 2.321 > t tabel 1.714. Sehingga dapat di-simpulkan bahwa Ho ditolak Ha diterima yang berarti bahwa “ ada pengaruh model
active learning (X) terhadap pengembangan entrepreneurship anak usia dini di TK
Khalifah Ciracas Serang-Banten.
Model T Sig.
1 (Constant) ,987 ,504 Active Learning 2,321 ,802 a. Dependent Variable: Entrepreneurship
Sumber: Output SPSS 22, data penelitian
diolah tahun 2018.
Tabel 4. Uji Hipotesis
Selanjutnya untuk mengetahui besar-nya pengaruh model active learning (X) ter-hadap pengembangan entrepreneurship anak usia dini (Y) dalam analisis regresi linier sederhana dengan melihat nilai Koefisien Determinasi (R Square). Koefisien Determi-nasi (R Square) merupakan angka yang me-nunjukan besar kontribusi pengaruh yang diberikan variabel X terhadap variabel Y. Tabel 5. Koefisien Determinasi
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,872a ,761 ,522 4,224 Predictors: (Constant), ACTIVE LAERNING
Sumber: Output SPSS 22, data penelitian diolah tahun 2018.
Pada tabel 5 di atas terlihat nilai R Square yang diperoleh sebesar 0,761 atau 76,1% Hasil tersebut menunjukkan bahwa model
active learning (X) memberikan pengaruh
sebesar 76,1% terhadap pengembangan
entrepreneurship anak usia dini (Y).
sedang-kan sisanya sebesar 23,9% merupasedang-kan besar kontribusi yang diberikan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti.
424 Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019 PENUTUP
1. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh model active learning terhadap pengembangan entrepreneurship anak usia dini, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pengaruh model active learning terhadap pengem-bangan entrepreneurship anak usia dini di TK Khalifah Ciracas-Serang-Banten. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan nilai t hitung 2.321 > t tabel 1.714 dengan taraf signifikansi 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “ada pengaruh model active learning (X) ter-hadap pengembangan entrepreneurship anak usia dini (Y). Sedangkan presentase ke-berpengaruhannya sebesar 0,761 atau 76,1% Hasil tersebut menunjukan bahwa model
active learning (X) memberikan pengaruh
sebesar 76,1% terhadap pengembangan
en-trepreneurship anak usia dini (Y). sedangkan
sisanya sebesar 23,9% merupakan besar kontribusi yang diberikan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti.
2. Saran
Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh model active learning terhadap pengembangan entrepreneurship anak usia dini maka diperoleh beberapa saran seba-gai berikut:
1. Bagi Guru
Bagi guru diharapkan tidak bosan untuk meningkatkan penerapan model active
learning dengan mengikuti berbagai
pelatihan, seperti workshop atau pendi-dikan dan latihan (diklat), dan pelatihan lainnya tentang model active learning. 2. Bagi Peneliti
Bagi peneliti selanjutnya di harapkan dapat meneliti faktor lain yang juga mempengaruhi pengembangan
en-trepreneurship, sehingga dapat
me-nambah ilmu pengetahuan baru dalam proses pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Zainal.2014. Penelitian Pendidikan:
Metode dan Paradigma Baru. Bandung:
PT Remaja Rosda Karya
Bakhti, Wida.2015. Meningkatkan
Entrepre-neurship Anak Melalui Cooking Class.
Jurnal PG-PAUD Trunojoyo. Vol.2, (2), 76-149
Emzir.2010. Metodologi Penelitian
Pendidik-an: Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta:
Rajawali Press
Fadlullah.2011. Pendidikan
Entrepreneur-ship: Berbasis Islam Dan Kearifan Lokal.
Jakarta: Diadit Media Press
Hasnida.2014. Analisa Kebutuhan Anak Usia
Dini. Jakarta: PT. Luxima Metro Media
Hendrowo, Jali.2010. Anakku Calon
Entre-preneur Sukses. Yogyakarta: Citra Media
Kuswantoro, Agung.2014. Teaching Factory:
Rencana dan Nilai Entrepreneurship.
Yogyakarta: Graha Ilmu
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 84 tentang Pendiri-an SatuPendiri-an PendidikPendiri-an Anak Usia Dini.
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kementerian Pendidikan Nasional Badan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kurikulum.2011. Pengembangan
Pen-didikan Kewirausahan. Jakarta:
Kemen-trian Pendidikan Nasional
Maryani, Kristiana.2013. Meningkatkan
Ke-cerdasan Interpesonal Melalui Entrepre-neurship Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal
Pendidikan Usia Dini.Volume 7 Edisi 2, November 2013
Mulyasa.2012. Manajemen Paud. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Nurani Sujiono, Yuliani.2009. Konsep Dasar
Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT.
Indeks
Priyatno, Duwi.2012. Cara Kiat Belajar
Ana-lisis Data dengan SPSS 20. Yogyakarta:
425
Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019 Riduwan.2006. Dasar-dasar Statistika.
Bandung: Alfabeta.
_________.2013. Belajar Mudah Penelitian:
untuk Guru-Karyawan dan Saya Pemula. Bandung: Alfabeta.
Rosyana, Dhian Farah.2014. Pembelajaran
Nilai-nilai Kewirausahaan Bagi Anak Usia Dini di TK Khalifah Sukonandi
Yogyakarta. Skripsi Fakultas Ilmu Pen-didikan Universitas Negeri Yogyakarta. Rusman.2014. Model-Model Pembelajaran
(Mengembangkan Profesionalisme Guru). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sanjaya, Wina.2013. Penelitian Pendidikan:
Jenis, Metode dan Prosedur. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group Siregar, Eveline, dan Hartini Nara.2010. Teori
Belajar Dan Pembelajaran. Bogor:
Ghalia Indonesia
Siregar, Syofian.2013. Statistik Parametrik
Untuk Penelitian Kuantitatif Dilengkapi Dengan Perhitungan Manual Dan Aplikasi SPSS Versi 17. Jakarta: Bumi
Aksara
Sudaryono.2017. Metodologi Penelitian. Jakarta: Rajawali Press
Sugiyono.2014. Metode Penelitian
Kuan-titatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta
_________.2012. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta
______.2015. Metode Penelitian Pendidikan:
Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
Suherman, Eman.2010. Desain
Pembelajar-an KewirausahaPembelajar-an. BPembelajar-andung: Alfabeta
Suharismi, Arikunto.2013. Prosedur
Peneliti-an Suatu PendekatPeneliti-an Praktik. Jakarta:
PT Rineka cipta
Suharsaputra, Uhar.2014. Metode Penelitian:
Kuantitatif, Kualitatif dan T indakan.
Bandung: PT Refika Aditama
Sukardi.2009. Metodologi Penelitian
Pen-didikan: Kompetensi Dan Praktiknya.
Jakarta: PT Bumi Aksara
Susetyo, Budi.2010. Statistika Untuk Analisis
Data Penelitian: Dilengkapi Cara Perhitungan Dengan SPSS Dan Ms Of-fice Excel. Bandung: Refika Aditama
Sutarman, Maman, dan Asih.2016.
Mana-jemen Pendidikan Anak Usia Dini: Filosofi Konsep dan Aplikasi. Bandung:
Cv Pustaka Setia
Suyadi dan Maulidya Ulfah.2013. Konsep
Dasar Paud. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya
Suyadi.2013. Strategi Pembelajaran
Pen-didikan Karakter. Bandung: PT Remaja
Rosda Karya
_______.2014. Teori Pembelajaran Anak
Usia Dini. Bandung: IKAPI
Syifauzakia.2016. Penanaman Nilai-Nilai
Kewirausahaan Pada Anak Usia Dini Melalui Metode Proyek pada kelas B RA
Miftahul Falah. Jurnal Pg Paud Univer-sitas Pendidikan Indonesia. Vol.2 No.1 Hal 92-113. April 2016
Triatno.2014. Mendesain Model
Pembel-ajaran Yang Inovatif, Progresif, dan Kontekstual: Konsep, Landasan, dan Implementasinya Pada Kurikulum 2013 (Kurikulum Tematik Integratif/ TKI).
Jakarta: PRENADA MEDIA GROUP Uno, Hamzah dan Nurdin Mohamad. 2011.
Belajar Dengan Pendekatan Paikem: Pembelajaran Aktif Inovatif Lingkung-an Kreatif Efektif Menarik. Jakarta: Bumi
Aksara
Warsono dan Hariyanto. 2012.
Pembelajar-an Aktif: Teori DPembelajar-an Asesmen. BPembelajar-andung:
PT Remaja Rosdakarya
Yuniati, Ratna. 2013. Program
Pengem-bangan Jiwa Kewirausahaan Pada Anak Usia Dini Melalui Pendekatan Active Learning (Penelitian Studi Kasus Pada
Kelompok B TK TSABITHA SEJAHTERA Kecamatan Balendah Kabupaten Ban-dung Tahun Pelajaran 2012-2013). Skripsi Pada Jurusan Pedagogik Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini Univer-sitas Pendidikan Indonesia Perpus-takaan.