38 BAB IV
METODE PENELITIAN
4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian mengenai “Analisis Pengaruh Kupedes Terhadap Performance Business Debitur dalam Sektor Perdagangan, Industri dan Pertanian” dilaksanakan di Bank Rakyat Indonesia (BRI). Bank ini dipilih karena merupakan salah satu Bank yang menyalurkan kredit mikro terbesar di Indonesia dan selain itu, BRI juga satu-satunya bank yang mengeluarkan layanan Kupedes dan memiliki jaringan yang cukup luas hingga ke pelosok pedesaan.
Dalam penelitian ini, lokasi BRI yang dipilih adalah BRI Unit Parung. Pemilihan lokasi ini dilakukan sengaja yaitu berdasarkan pertimbangan bahwa di BRI Unit Parung dekat dengan sentra pertanian dan lengkap dengan usaha-usaha yang ingin diteliti, semua usaha yang akan diteliti tersedia dengan lengkap di lokasi tersebut. Pengumpulan data akan dilaksanakan pada akhir bulan April sampai dengan awal bulan Juni 2008.
4.2 Jenis dan Sumber Data
Pengumpulan data dan informasi dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara, yaitu data primer berupa informasi yang didapat secara langsung oleh responden, baik pihak yang menerima Kupedes maupun pihak yang memberi (BRI). Data yang diperoleh dari responden (penerima Kupedes) meliputi kegiatan usaha dan hubungan yang terjalin dengan BRI, yang berhubungan dengan pemberian Kupedes. Data tersebut didapatkan dengan cara pengisian kuesioner,
wawancara langsung, dan obervasi langsung ke lapang. Data primer lainnya adalah berupa informasi mengenai responden serta Kupedes yang didapatkan dari pihak BRI Unit Parung. Data Sekunder berupa data-data internal dan eksternal BRI yang diperoleh dari perusahaan tersebut. Pengumpulan data dan bahan acuan yang terkait dengan kredit secara umum, Kupedes, dan rasio keuangan. Data sekunder juga diperoleh dari BPS, jurnal-jurnal penelitian, buku-buku perbankan, internet, dan sumber-sumber lain yang berkaitan dengan penelitian ini.
4.3 Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan melalui tiga metode yaitu wawancara langsung, kuesioner, dan kepustakaan. Wawancara dilakukan kepada pihak BRI dan penerima kredit. Metode penarikan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling), karena sesuai dengan keinginan pihak bank dan terkait dengan waktu. Wawancara yang dilakukan dengan pihak BRI dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai gambaran umum perusahaan dan kinerja Kupedes setiap bulannya. Wawancara dilakukan ke responden (debitur) untuk mendapatkan informasi mengenai karakteristik responden, profil usaha, serta kinerja debitur yang bersangkutan.
Metode wawancara dibantu dengan kuesioner, kuesioner tersebut berisi daftar pertanyaan kepada responden tentang karakteristik yang berisi tentang usia, pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, biaya rumah tangga, serta pengalaman usaha, dan karakteristik usaha yang berisi tentang biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan usaha, dan pendapatan yang diterima.
Kepustakaan merupakan pengumpulan data dan bahan acuan yang terkait dengan masalah yang akan diteliti, yaitu referensi mengenai Kupedes, rasio keuangan, dan perkembangan kredit di Indonesia. Responden dalam penelitian ini adalah petani, pedagang, dan pegusaha industri yang sudah menerima Kupedes. Jumlah responden yang menjadi sampel sebanyak 30 orang dari setiap sektor, sehingga jumlah keseluruhan responden berjumlah 90 orang. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis Kupedes terhadap performance business debitur dalam sektor pertanian, perdagangan, dan industri.
4.4 Metode Pengolahan dan Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan yaitu, analisis deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis deskriptif dilakukan untuk menjelaskan gambaran umum BRI, Kupedes, dan interpretasi rasio kinerja.
Sementara itu, analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyaluran kredit terhadap petani, pedagang, dan pengusaha industri dijelaskan secara kuantitatif. Dalam hal ini digunakan pendekatan langsung, sedangkan data kuatitatif diolah dengan menggunakan alat bantu berupa Microsoft Excel 2003. 4.4.1 Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif atau deduktif adalah bagian dari statistik yang mempelajari cara pengumpulan dan penyajian data sehingga mudah dipahami. Analisis deskriptif hanya berhubungan dengan hal menguraikan atau memberikan keterangan-keterangan mengenai suatu data atau keadaan atau fenomena. Dengan kata lain, analisis deskriptif hanya berfungsi menerangkan keadaan, gejala, atau persoalan. Dalam analisis tersebut dilakukan tahapan berikut :
a. Deskriptif Evaluatif
Analisis deskriptif evaluatif digunakan untuk data-data kualitatif yang berasal dari hasil wawancara dengan pihak manajemen dan informasi kualitatif lainnya yang diperoleh. Analisis ini digunakan karena tidak semua data yang diperoleh berupa data kuantitatif, selain itu juga untuk menggambarkan secara deskriptif tentang gambaran umum perusahaan, perbandingan keterkaitan Kupedes terhadap performance business serta karakteristik reponden dalam penelitian ini.
b. Tabulasi Deskriptif
Data karakteristik responden dan hasil analisis rasio keuangan yang disusun dalam bentuk tabulasi lalu diuraikan secara deskriptif. Alat analisis ini digunakan untuk menginterpretasikan data hasil kuesioner dengan memindahkan ke lembar kerja untuk dianalisis dengan menggunakan alat bantu Microsoft excel 2003.
4.4.2 Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio digunakan untuk menilai kinerja debitur terhadap Kupedes. Rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio aktivitas dan rasio profitabilitas. Secara sistematis, rasio keuangan tidak lebih dari rasio pembilang dan penyebut yang didapatkan dari data keuangan yang diperoleh. Tujuan dari penggunaan suatu rasio saat menganalisis informasi keuangan secara sederhana dilakukan dengan membuat standar tolak ukur atas informasi yang dianalisis agar rasio dari dua atau lebih responden dapat dibandingkan, perbandingan disesuaikan dengan norma industri atau dasar ukuran lain.
4.4.2.1 Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas digunakan untuk mengetahui kecepatan beberapa perkiraan menjadi penjualan atau kas. Dengan melihat pada perkiraan lancar saja, likuiditas pada umumnya tidak memadai.
Perputaran persediaan, digunakan untuk melihat kinerja responden dalam memanfaatkan persediaan untuk dijadikan pendapatan penjualan
Keterangan :
PPi = Perputaran persediaan setiap sektor
HPPi = Biaya yang digunakan untuk menghasilkan produk yang akan dijual setiap sektor
STi = Persediaan produk setiap sektor i = 1. Perdagangan
2. Industri 3. Pertanian
Perputaran piutang, digunakan untuk melihat kinerja debitur setiap sektor dalam cara penagihan piutang.
Keterangan :
PPTi = Perputaran piutang setiap sektor HPPi PPi = STi PJi PPTi = PTi
PJi = Penjualan per bulan setiap sektor PTi = Piutang usaha setiap sektor i = 1. Perdagangan
2. Industri 3. Pertanian
Perputaran total aktiva, digunakan untuk mengukur keefisiensian debitur tiap sektor dalam memanfaatkan aktiva untuk menghasilkan penjualan.
Keterangan :
PTAi = Perputaran total aktiva setiap sektor PJi = Penjualan per bulan setiap sektor TAi = Total aktiva setiap sektor
i = 1. Perdagangan 2. Industri 3. Pertanian
4.4.2.2. Rasio Profitabilittas
Banyak ukuran profitabilitas, masing-masing hasil perusahaan dihubungkan terhadap penjualan, aktiva, modal atau nilai saham. Alat umum yang digunakan untuk mengevaluasi profitabilitas dihubungkan dengan penjualan, yaitu laporan laba rugi dimana setiap posnya dinyatakan dalam persentase penjualan.
PJi PTAi =
Marjin laba kotor, digunakan untuk mengukur kemampuan debitur tiap sektor untuk menghasilkan laba kotor dari penerimaan penjualannya .
Keterangan :
GPMi = Gross profit margin setiap sektor PJi = Penjualan per bulan setiap sektor
HPPi = Biaya yang digunakan untuk menghasilkan produk yang akan dijual setiap sektor
i = 1. Perdagangan 2. Industri 3. Pertanian
Marjin laba bersih, digunakan untuk mengukur kemampunan debitur tiap sektor dalm mengahsilkn laba bersih dari penerimaan penjualannya.
Keterangan :
NPMi = Net profit margin setiap sektor
LBSPi = Laba bersih setelah pajak setiap sektor PJi = Penjualan per bulan setiap sektor
PJi – HPPi GPMi = PJi LBSPi NPMi = PJi
i = 1. Perdagangan 2. Industri 3. Pertanian
Hasil atas total asset, digunakan untuk mengukur keefisienan debitur tiap sektor dalam menggunakan aktivanya untuk mendapatkan laba bersih.
Keterangan :
ROIi = Return On Invesment setiap sektor LBSPi = Laba bersih setelah pajak setiap sektor TAi = Total aktiva setiap sektor
i = 1. Perdagangan 2. Industri 3. Pertanian
4.5 Tahapan Analisis Penelitian
Proses analisis dalam penelitian ini ada beberapa tahap yaitu (1) memasukan data yang telah diperoleh dari hasil wawancara, penyebaran kuesioner, dan data sekunder ke dalam microsoft excel 2003; (2) membuat tabulasi deskriptif untuk mengelompokan karakteristik responden tiap sektor; (3) menentukan nilai maksimum dan minimum dari data keuangan yang diperoleh dan digunakan untuk penetuan skala keuangan di setiap sektor penelitian; (4)
LBSPi ROIi =
mengubah data yang diperoleh ke dalam bentuk grafik dan digunakan untuk mengukur perbandingan antara Kupedes dengan kinerja responden; (5) menginterpretasikan hasil yang diperoleh dari grafik yang dibuat.
4.6 Hipotesa
Dalam penelitian ini akan di lakukan hipotesis sebagai berikut dan semua dianggap cateris paribus :
1. Pinjaman Kupedes yang semakin meningkat maka laba yang diterima akan meningkat.
2. Pinjaman Kupedes yang semakin meningkat maka nilai asset yang dimiliki akan meningkat.
3. Pinjaman Kupedes yang semakin meningkat maka jumlah persediaan yang dimiliki akan meningkat.
4. Pinjaman Kupedes yang semakin meningkat maka penjualan yang diterima akan meningkat.
5. Pinjaman Kupedes yang semakin meningkat maka biaya operasi yang dikeluarkan akan meningkat.
6. Pinjaman Kupedes yang semakin meningkat maka biaya rumah tangga yang dikeluarkan akan meningkat.
7. Debitur Kupedes memiliki rasio keuangan (aktivitas dan profitabilitas) yang baik.
4.7 Definisi Operasional
Definisi operaional ini berfungsi untuk menetukan batasan-batasan dalam penelitian ini, hal ini diperlukan untuk menghindari pengertian yang berbeda. Istilah-istilah yang dipakai dalam penelitian ini antara lain :
1. Laba bersih setiap sektor adalah Nilai penerimaan pendapatan yang diterima dikurangi seluruh biaya yang dikeluarkan oleh responden pada saat penelitian.
2. Nilai asset usaha adalah Jumlah asset yang berupa total aktiva yang digunakan untuk mendukung jalannya kegiatan usaha pada saat penelitian. 3. Persediaan adalah Jumlah barang atau produk dalam kegiatan usaha yang
disimpan atau belum dapat terjual pada saat penelitian.
4. Penjualan adalah Penerimaan penjualan sebelum dikurangi biaya yang didapatkan oleh responden dalam jangka satu bulan.
5. Biaya operasi adalah Besarnya biaya yang dikeluarkan untuk mendukung kegiatan usaha dalam satu bulan.
6. Biaya rumah tangga adalah Besarnya biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan rumah tangga dalam satu bulan.
7. Harga pokok penjualan adalah Total biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan produksi dan dibebankan kepada produk yang akan dijual.
8. Performance business adalah Penilaian kinerja disetiap sektor yang dipengaruhi oleh Kupedes dengan membendingkan Kupedes dengan laba, nilai asset, persediaan, penjualan, biaya operasi, biaya rumah tangga dan menggunakan analisis rasio keuangan.
9. Rasio keuangan adalah Alat analisis untuk mengukur kinerja keuangan yang meliputi, nilai perputaran persediaan, perputaran piutang, perputaran total aktiva, NPM, GPM, dan ROI.
10. Umur adalah angka yang menunjukkan usia responden sejak dilahirkan hingga tahun dilakukannya penelitian, satuannya menggunakan tahun. 11. Pengalaman usaha adalah lamanya responden berkecimpung secara aktif
di dunia usaha hingga tahun dilakukannya penelitian, satuannya menggunakan tahun.
12. Jumlah tanggungan keluarga adalah jumlah anggota keluarga yang masih ditanggung oleh responden.
13. Tingkat pendidikan adalah tingkat pendidikan yang pernah diterima oleh responden.