• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN NERACA KONSOLIDASI PER 31 DESEMBER 2008, 2007 DAN 2006

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN NERACA KONSOLIDASI PER 31 DESEMBER 2008, 2007 DAN 2006"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

SURAT PERNYATAAN DIREKSI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN i

NERACA KONSOLIDASI PER 31 DESEMBER 2008, 2007 DAN 2006 iii

LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2008, 2007 DAN 2006 v

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN YANG

BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2008, 2007 DAN 2006 vi

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2008, 2007 DAN 2006 vii

(3)
(4)
(5)
(6)

Catatan 2 0 0 8 2 0 0 7 2 0 0 6

ASET LANCAR

Kas dan Setara Kas 2c,2l,3&17 3.985.661.152 12.367.095.368 11.027.072.358 Investasi Jangka Pendek :

- Deposito Berjangka 2d,2l,4&17 22.287.000.000 8.883.800.000 9.332.642.275 - Surat Berharga 2d,2l,5&17 59.833.727.928 82.869.177.351 71.896.844.315

Piutang Usaha 2e

- Pihak yang Mempunyai Hubungan

Istimewa 2f & 15 229.048.881 299.702.418 222.303.516 - Pihak Ketiga 631.811.883 355.080.206 163.134.538 Piutang Lain-lain 2e & 16b 376.498.709 290.144.058 198.935.227 P e r s e d i a a n 2g 34.396.750 32.701.350 40.032.000 Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka 2i 15.743.435 19.000.293 16.116.152 Jumlah Aset Lancar 87.393.888.738 105.116.701.044 92.897.080.381 ASET TIDAK LANCAR

Piutang Lain-lain - Hubungan Istimewa 2e,2f&15 474.849.304 544.954.611 603.717.661 Investasi dalam Saham - Jangka Panjang 2d & 6 31.470.567.548 25.789.132.948 28.445.091.062 Aset Tetap : 2h,2p&7

Biaya Perolehan 9.072.617.671 8.961.069.671 8.814.793.181 Akumulasi Penyusutan (5.353.263.879) (4.969.517.855) (4.563.272.047)

Jumlah Tercatat 3.719.353.792 3.991.551.816 4.251.521.134 Pajak Dibayar Dimuka 2m & 8 315.338.812 282.759.476 460.508.402 Aset Pajak Tangguhan 2m & 8 378.448.419 336.974.742 242.536.542 Aset Lain-lain 2h 692.515.536 699.414.505 559.452.867 Jumlah Aset Tidak Lancar 37.051.073.411 31.644.788.098 34.562.827.668

JUMLAH ASET 124.444.962.149 136.761.489.142 127.459.908.049 A S E T

(7)

Catatan 2 0 0 8 2 0 0 7 2 0 0 6

KEWAJIBAN LANCAR

Hutang Usaha 126.677.271 126.677.271 126.677.271 Hutang Pajak 2m & 8 331.091.302 194.972.604 65.758.134 Beban Masih Harus Dibayar 294.280.814 196.988.158 128.666.747 Hutang Lain-lain 11 7.827.616.470 5.851.697.044 4.813.943.303 Pendapatan Diterima Dimuka 19 62.254.545 666.566.613 548.965.981 Jumlah Kewajiban Lancar 8.641.920.402 7.036.901.690 5.684.011.436 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR

Estimasi Kewajiban Imbalan Pasca Kerja 2r,2s&18 1.375.854.563 1.339.446.813 969.201.920 SELISIH LEBIH ASET BERSIH ATAS

BIAYA PEROLEHAN ANAK

PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI 2j 6.293.255 7.342.130 8.391.005

HAK PEMEGANG SAHAM MINORITAS ATAS ANAK PERUSAHAAN YANG

DIKONSOLIDASI 2b 139.618.981 44.533.266 (31.907.649)

E K U I TA S

Modal Saham - nilai nominal Rp 500 per saham

Modal Dasar - 200.000.000 saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh

- 50.000.000 saham 9 25.000.000.000 25.000.000.000 25.000.000.000 Tambahan Modal Disetor 10 4.400.000.000 4.400.000.000 4.400.000.000 Kerugian yang Belum Direalisasi atas

Efek Tersedia untuk Dijual 2d & 5 (11.368.906.079) - Saldo Laba :

Telah Ditentukan Penggunaannya 11 550.000.000 550.000.000 500.000.000 Belum Ditentukan Penggunaannya 95.700.181.027 98.383.265.243 90.930.211.337 Jumlah Ekuitas 114.281.274.948 128.333.265.243 120.830.211.337

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 124.444.962.149 136.761.489.142 127.459.908.049 KEWAJIBAN DAN EKUITAS

(8)

Catatan 2 0 0 8 2 0 0 7 2 0 0 6

PENDAPATAN USAHA 2k,5,13,15&19 12.612.733.288 17.477.461.684 21.391.808.460 BEBAN USAHA 2k,14&18 (4.568.148.302) (4.023.409.087) (4.085.853.705) LABA USAHA 8.044.584.986 13.454.052.597 17.305.954.755 PENGHASILAN LAIN-LAIN 2k & 2l

Laba Selisih Kurs 1.097.777.049 733.325.974 (1.184.973.044) Penghapusan Hutang 297.628.313 - Jasa Giro 9.954.171 12.178.014 8.265.084 Pendapatan Bunga Pinjaman 15b 3.654.310 9.065.758 30.217.661 Laba Penjualan Aset Tetap 1.500.000 - 49.999.999 Beban Pajak (6.250.000) (77.250.000) (226.050.000) Penyisihan Piutang Lain-lain (5.575.000) - Denda Pajak (1.102.989) (160.375.161) (426.149) Lain-lain - Bersih 211.498.201 27.820.897 89.892.342

Jumlah Penghasilan (Beban)

Lain-lain - Bersih 1.609.084.055 544.765.482 (1.233.074.107) LABA SEBELUM TAKSIRAN PAJAK

PENGHASILAN 9.653.669.041 13.998.818.079 16.072.880.648 TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN 2m & 8

Pajak Kini (258.278.300) (109.046.800) Pajak Tangguhan 41.473.677 94.438.200 4.872.287

Jumlah Manfaat (Beban) Pajak

Penghasilan - Bersih (216.804.623) (14.608.600) 4.872.287 LABA SEBELUM HAK MINORITAS

ATAS RUGI (RUGI) BERSIH ANAK

PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI 9.436.864.418 13.984.209.479 16.077.752.935 HAK MINORITAS ATAS RUGI (LABA)

BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG 2b

DIKONSOLIDASI (11.227.151) 23.559.085 25.605.313

LABA BERSIH 9.425.637.267 14.007.768.564 16.103.358.248 LABA BERSIH PER SAHAM 2n & 20 189 280 322

(9)

Keuntungan (Kerugian)

Tambahan Belum Direalisasi Telah Belum

Modal atas Efek Tersedia Ditentukan Ditentukan Jumlah

Catatan Modal Saham Disetor untuk Dijual Penggunaannya Penggunaannya Ekuitas

SALDO PER 31 DESEMBER 2005 25.000.000.000 4.400.000.000 (1.304.803.045) 450.000.000 77.276.853.089 105.822.050.044

LABA BERSIH - - - - 16.103.358.248 16.103.358.248

DIVIDEN TUNAI 11 - - - - (2.400.000.000) (2.400.000.000)

PENAMBAHAN CADANGAN UMUM 11 - - - 50.000.000 (50.000.000)

-PENGARUH ATAS PERUBAHAN KEBIJAKAN

PENGELOMPOKKAN INVESTASI 2d - - 1.304.803.045 - - 1.304.803.045

SALDO PER 31 DESEMBER 2006 25.000.000.000 4.400.000.000 - 500.000.000 90.930.211.337 120.830.211.337

LABA BERSIH - - - - 14.007.768.564 14.007.768.564

PENYESUAIAN SALDO LABA TAHUN LALU 6 - - - - (504.714.658) (504.714.658)

DIVIDEN TUNAI 11 - - - - (6.000.000.000) (6.000.000.000)

PENAMBAHAN CADANGAN UMUM 11 - - - 50.000.000 (50.000.000)

-SALDO PER 31 DESEMBER 2007 25.000.000.000 4.400.000.000 - 550.000.000 98.383.265.243 128.333.265.243

LABA BERSIH - - - - 9.425.637.267 9.425.637.267

DIVIDEN TUNAI 11 - - - - (12.000.000.000) (12.000.000.000)

SELISIH TRANSAKSI PERUBAHAN EKUITAS

ANAK PERUSAHAAN 2q - - - - (108.721.483) (108.721.483)

PENGARUH ATAS PERUBAHAN KEBIJAKAN

PENGELOMPOKKAN INVESTASI 2d & 5 - - (11.368.906.079) - - (11.368.906.079)

SALDO PER 31 DESEMBER 2008 25.000.000.000 4.400.000.000 (11.368.906.079) 550.000.000 95.700.181.027 114.281.274.948

(10)

2 0 0 8 2 0 0 7 2 0 0 6

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan Kas dari Pelanggan 6.964.983.140 10.125.928.997 13.819.222.105 Pembayaran Kas kepada :

Pemasok (1.893.257.868) (1.275.494.822) (877.104.069) Direksi dan Karyawan (2.961.571.263) (2.332.241.548) (2.902.545.382) Kas Diperoleh dari Aktivitas Operasi 2.110.154.009 6.518.192.627 10.039.572.654 Penerimaan dari Penghasilan Bunga 9.954.171 12.178.014 8.265.084 Penerimaan (Pengeluaran) Lain-lain - Bersih 247.013.882 (307.939.699) 37.937.414 Pembayaran Pajak (191.736.142) (67.934.146) (328.147.834) Penerimaan Kembali Pajak Penghasilan - 17.373.765

-Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 2.175.385.920 6.171.870.561 9.757.627.318 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Pencairan Reksa Dana 36.510.167.076 51.989.123.212 4.883.473.914 Penjualan Aset Tetap 1.500.000 - 50.000.000 Penempatan Deposito Berjangka (41.613.076.255) (232.710.522.287) (157.592.869.579) Penempatan Reksa Dana (23.762.001.247) (51.174.738.593) (47.332.919.813) Pencairan Deposito Berjangka 28.209.876.255 231.980.601.693 189.463.701.698 Perolehan Aset Tetap (115.548.000) (146.276.490) (1.958.778.587) Uang Jaminan (247.000) -

-Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (769.329.171) (61.812.465) (12.487.392.367) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Penyetoran Modal Saham Anak Perusahaan

oleh Pemegang Saham Minoritas - 100.000.000 Pembayaran Dividen Tunai (9.857.596.272) (4.928.798.136) (1.971.519.255) Penurunan (Peningkatan) Piutang Hubungan

Istimewa 70.105.307 58.763.050 (424.024.661) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (9.787.490.965) (4.770.035.086) (2.395.543.916) PENINGKATAN (PENURUNAN) BERSIH KAS

DAN SETARA KAS (8.381.434.216) 1.340.023.010 (5.125.308.965)

KAS DAN SETARA KAS, AWAL TAHUN 12.367.095.368 11.027.072.358 16.152.381.323

(11)

1. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN a. Pendirian Perusahaan

PT Pool Advista Indonesia Tbk (d/h PT Pool Asuransi Indonesia Tbk) didirikan pada tanggal 26 Agustus 1958 berdasarkan Akta Notaris Meester Liem Hie Thaij No. 86, pengganti Notaris Anwar Mahajudin. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. J.A5/104/10 tanggal 1 Desember 1958, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 55, Tambahan No. 322 tanggal 11 Juli 1961. Perusahaan telah memperoleh Surat Ijin Operasi dari Departemen Keuangan, terakhir berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Moneter Dalam Negeri No. Kep-6649/MD/1986 tanggal 13 Oktober 1986 yang berlaku sejak tanggal 11 Nopember 1986. Akta Pendirian Perusahaan tersebut telah mengalami perubahan beberapa kali terakhir dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 41 dari Notaris Veronica Lily Dharma, SH tanggal 30 Juni 2003. Dalam Rapat tersebut telah diputuskan untuk :

1. Mengubah nama Perusahaan menjadi PT Pool Advista Indonesia Tbk.

2. Mengubah kegiatan usaha utama Perusahaan menjadi Perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa konsultasi dan pengembangan investasi.

Atas perubahan Anggaran Dasar tersebut, Perusahaan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. C-6244.HT.01.04. TH.2003 pada tanggal 3 Nopember 2003. Selain itu, Perusahaan telah menerima pembaharuan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Pembaharuan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) No. 09.01.74.02327 tanggal 2 April 2004 yang berlaku sampai dengan 6 April 2009.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Perusahaan telah mengajukan surat permohonan kepada Departemen Keuangan untuk mengembalikan ijin usaha asuransi kerugiannya. Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP-346/KM.6/2004 tanggal 19 Agustus 2004, pengajuan pengembalian ijin usaha dibidang asuransi kerugian Perusahaan telah dikabulkan.

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Perusahaan telah melakukan pengumuman dan pelaporan yang diperlukan.

Berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 30 Juni 2008 No. 239 dari Notaris Eliwaty Tjitra, SH, Anggaran Dasar Perusahaan telah disesuaikan dengan Undang-undang No. 40 tahun 2007. Penyesuaian atas Anggaran Dasar Perusahaan tersebut masih dalam proses mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan serta kegiatan usaha saat ini adalah bergerak dalam bidang jasa konsultasi dan pengembangan investasi. Sebelumnya perusahaan bergerak dalam bidang asuransi kerugian. Perusahaan berkedudukan di Jakarta dengan lokasi kantor di Jl. Kali Besar Timur No. 28A.

(12)

1. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN (Lanjutan)

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan

Pada tanggal 5 April 1991, Perusahaan melakukan emisi saham sejumlah 1.800.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham dan harga perdana Rp 9.000 per saham melalui bursa efek di Indonesia. Sebelum dilakukan penawaran umum saham kepada masyarakat, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh adalah 4.200.000 saham, sehingga sesudah penawaran umum tersebut, jumlah saham adalah 6.000.000 saham.

Pada tanggal 31 Juli 1992, Perusahaan menerbitkan saham bonus dengan ketentuan setiap pemegang saham akan mendapatkan 7 (tujuh) saham baru untuk setiap 3 (tiga) saham lama yang dimiliki sehingga jumlah saham beredar menjadi 20.000.000 saham.

Pada tanggal 1 Juli 1994, Perusahaan melakukan penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu sejumlah 5.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham dimana setiap pemegang 4 (empat) saham mempunyai hak untuk memesan 1 (satu) saham dengan harga Rp 1.800 per saham.

Pada tanggal 28 Juli 1997, Perusahaan melakukan pemecahan nilai nominal saham dari Rp 1.000 menjadi Rp 500 per saham sehingga jumlah saham beredar menjadi 50.000.000 saham. Pemecahan nilai nominal saham tersebut telah efektif diberlakukan di Bursa Efek sejak tanggal 5 Desember 2003.

Saham Perusahaan telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia sejak tanggal 20 Mei 1991.

c. Struktur Perusahaan dan Anak Perusahaan

Pada tanggal 31 Desember 2008, 2007 dan 2006, Perusahaan mempunyai anak perusahaan sebagai berikut :

Persentase Tahun

Nama Anak Perusahaan Domisili Kepemilikan Jumlah Aset Beroperasi Aktivitas Utama

2 0 0 8

PT Meganindo Intisakti Jakarta 95,56% 1.370.377.354 1994

PT Widya Dharma Artha Jakarta 80% 770.110.250 2007 Jasa pendidikan

2 0 0 7

PT Meganindo Intisakti Jakarta 90% 1.739.007.180 1994

PT Widya Dharma Artha Jakarta 80% 625.041.028 2007 Jasa pendidikan

2 0 0 6

PT Meganindo Intisakti Jakarta 90% 874.201.672 1994

Jasa reparasi dan perawatan kendaraan bermotor

Jasa reparasi dan perawatan kendaraan bermotor

Jasa reparasi dan perawatan kendaraan bermotor

(13)

1. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN (Lanjutan) d. Karyawan, Direksi dan Komisaris

Susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai berikut :

2 0 0 8 2007 dan 2006

Komisaris Utama : Tn. Bambang Gunawan Tanudjaja Tn. Bambang Gunawan Tanudjaja Wakil Komisaris Utama : Tn. Sugiharto Tandjung Tn. Sugiharto Tandjung

Komisaris Independen : Tn. Muda Markus Dolopoto Tn. Yas Budiman K o m i s a r i s : Tn. Sukamto Tandjung Tn. Sukamto Tandjung

Direktur Utama : Ny. Endang Pratomo Sulaksono Ny. Endang Pratomo Sulaksono D i r e k t u r : Ny. Fony Tanjung Ny. Fony Tanjung

Kompensasi yang diterima Komisaris dan Direksi Perusahaan dan Anak Perusahaan masing-masing sebesar Rp 1.358.867.888, Rp 1.082.557.640 dan Rp 1.988.642.226 untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008, 2007 dan 2006.

Perusahaan dan Anak Perusahaan memiliki 40, 37 dan 34 karyawan masing-masing pada tanggal 31 Desember 2008, 2007 dan 2006.

e. Komite Audit

Susunan Komite Audit pada tanggal 31 Desember adalah sebagai berikut :

2 0 0 8 2007 dan 2006

Ketua Komite Audit : Tn. Muda Markus Dolopoto Tn. Yas Budiman

A n g g o t a : Tn. Benny Haryono Tn. Benny Haryono

(14)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN

Kebijakan akuntansi yang signifikan yang diterapkan secara konsisten dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, 2007 dan 2006 adalah sebagai berikut :

a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir disusun sesuai dengan prinsip akuntansi dan praktek yang berlaku umum di Indonesia dan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No. VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang terdapat dalam Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No. KEP-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000. Laporan Keuangan Konsolidasi disusun berdasarkan konsep biaya historis, kecuali untuk investasi tertentu berupa saham yang dimaksudkan untuk diperdagangkan atau tersedia untuk dijual yang dicatat berdasarkan nilai pasar, reksadana yang dicatat berdasarkan nilai aset bersih, penyertaan saham tertentu yang dicatat dengan metode Ekuitas (Equity method), dan persediaan PT Meganindo Intisakti (MI), Anak Perusahaan, yang dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (nilai pasar). Laporan Keuangan Konsolidasi disajikan dengan dasar Akrual (accrual basis).

Laporan Arus Kas Konsolidasi menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dan disajikan dengan metode Langsung.

Dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, dibutuhkan estimasi dan asumsi yang mempengaruhi :

- Jumlah aset dan kewajiban yang dilaporkan, dan pengungkapan atas aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal Laporan Keuangan Konsolidasi.

- Jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan.

Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil aktual mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam Laporan Keuangan Konsolidasi adalah Rupiah.

(15)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan) b. Prinsip Konsolidasi

Laporan Keuangan Konsolidasi meliputi Laporan Keuangan Perusahaan, PT Meganindo Intisakti (MI) dan PT Widya Dharma Artha (WDA) yang sahamnya dimiliki oleh Perusahaan masing-masing sebesar 95,56 % dan 80 % pada tahun 2008, 90 % dan 80 % pada tahun 2007 dan 90 % (MI) pada tahun 2006.

Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antar perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan Anak Perusahaan sebagai satu kesatuan usaha.

Bagian pemegang saham minoritas atas ekuitas anak perusahaan disajikan dalam “Hak Minoritas atas Aset Bersih Anak Perusahaan yang Dikonsolidasikan” dalam Neraca Konsolidasi.

Laporan Keuangan PT Meganindo Intisakti dan PT Widya Dharma Arta, Anak Perusahaan, diaudit oleh auditor independen lain.

c. Kas dan Setara Kas

Kas dan Setara Kas terdiri dari Kas, Bank dan Deposito Berjangka dengan jangka waktu tidak lebih dari 3 bulan yang tidak dibatasi penggunaannya, serta tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima.

d. Investasi Efek

Deposito disajikan sebesar nilai nominal.

Investasi dalam Saham yang terdaftar di Bursa Efek dan Reksa Dana diklasifikasikan atas dasar tujuan investasi sebagai berikut :

1. Dimiliki hingga Jatuh Tempo

Efek dalam kategori ini dinyatakan berdasarkan biaya perolehan yang disesuaikan dengan jumlah amortisasi premi atau diskonto sampai tanggal jatuh tempo.

2. D i p e r d a g a n g k a n

Efek dengan tujuan untuk diperdagangkan dinyatakan berdasarkan nilai pasar. Laba atau rugi yang terjadi akibat kenaikan atau penurunan nilai pasar dibukukan dalam Laporan Laba Rugi tahun yang bersangkutan.

3. Tersedia untuk Dijual

Efek yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual dinyatakan berdasarkan nilai pasar. Laba atau rugi yang terjadi akibat kenaikan atau penurunan nilai pasar

(16)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan) d. Investasi Efek (Lanjutan)

Saham yang diperdagangkan di bursa efek disajikan berdasarkan harga pasar efek tersebut. Keuntungan (kerugian) yang berasal dari kenaikan (penurunan) harga pasar saham dibukukan dalam Laporan Laba Rugi tahun berjalan.

Reksa Dana disajikan sebesar nilai aset bersih. Keuntungan (Kerugian) yang berasal dari kenaikan (penurunan) nilai aset bersih reksadana dibukukan dalam Laporan Laba Rugi Konsolidasi tahun berjalan.

Pada tahun 2008, manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan mengubah kelompok investasi dalam Reksa Dana yang sebelumnya diklasifikasikan dalam kelompok “Diperdagangkan” menjadi kelompok “Tersedia untuk Dijual” karena tidak untuk diperdagangkan dalam waktu dekat kecuali untuk Reksa Dana Manulife Dana Kas dan Manulife Pendapatan Bulanan. Perubahan tersebut diterapkan secara prospektif. Oleh karena itu, keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai aset bersih Reksa Dana disajikan sebagai komponen Ekuitas pada tahun 2008.

Pada tahun 2006, manajemen Perusahaan mengubah kelompok investasi dalam Reksa Dana yang sebelumnya diklasifikasikan dalam kelompok “Tersedia untuk Dijual” menjadi kelompok “Diperdagangkan”. Perubahan tersebut diterapkan secara prospektif. Oleh karena itu, keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai aktiva bersih Reksa Dana disajikan dalam komponen Pendapatan Usaha di Laporan Laba Rugi Konsolidasi pada tahun 2006.

Investasi jangka panjang dalam bentuk penyertaan saham dimana Perusahaan memiliki saham kurang dari 20 % dicatat sebesar biaya perolehan. Apabila terjadi penurunan permanen atas nilai investasi, biaya perolehan investasi dikurangkan untuk mengakui penurunan tersebut.

Investasi jangka panjang dalam bentuk penyertaan saham dimana Perusahaan memiliki saham paling sedikit 20 % tetapi tidak lebih dari 50 % dicatat dengan metode Ekuitas (Equity method), dimana biaya perolehan penyertaan ditambah atau dikurangi dengan bagian atas laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi sejak tanggal perolehan. Dividen tunai dicatat mengurangi nilai penyertaan. Bagian atas laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi disesuaikan dengan jumlah amortisasi atas selisih lebih aset bersih atas biaya perolehan investasi perusahaan asosiasi.

Bunga dan dividen yang berkaitan dengan investasi diakui dan disajikan sebagai bagian dari hasil usaha.

(17)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

f. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 7, mengenai “Pengungkapan atas Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”, yang dimaksud dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut :

(i) Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries), mengendalikan

atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan perusahaan pelapor (temasuk holding companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries);

(ii) Perusahaan asosiasi (associated company);

(iii) Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor);

(iv) Karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab

untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan

(v) Perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik

secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir (iii) dan (iv), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor.

Semua transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat harga dan persyaratan yang normal seperti pada pihak ketiga, diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi.

g. P e r s e d i a a n

Persediaan milik Anak Perusahaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode “Masuk Pertama, Keluar Pertama (FIFO)”.

(18)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan) h. Aset Tetap

Aset tetap, kecuali tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.

Biaya perolehan mencakup semua pengeluaran yang terkait secara langsung dengan perolehan aset tetap. Setelah pengakuan awal, aset tetap diukur dengan model biaya. Aset tetap, Perusahaan dan Anak Perusahaan (PT Meganindo Intisakti - MI) kecuali bangunan, disusutkan dengan menggunakan metode Saldo Menurun Ganda (Double-Declining Balance method) sedangkan aset tetap Anak Perusahaan (PT Widya Dharma Artha - WDA) disusutkan dengan menggunakan metode Garis Lurus masing-masing dengan persentase sebagai berikut :

Perusahaan MI WDA

Kendaraan Bermotor 50 % 50 %

-Peralatan Kantor 25 % - 25 %

P e r a b o t 25 % - 50 % 50 % 25 %

Mesin dan Instalasi - 25 % 12,5 %

Anak Perusahaan

Bangunan disusutkan dengan menggunakan metode Garis Lurus (Straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis selama 20 tahun.

Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada Laporan Laba Rugi Konsolidasi pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, biaya perolehan serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok Aset Tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dilaporkan dalam Laporan Laba Rugi Konsolidasi tahun yang bersangkutan.

Biaya perpanjangan ijin hak atas tanah dibukukan sebagai “Beban Ditangguhkan – Hak atas Tanah”, dalam akun Aset Lain-lain pada Neraca Konsolidasi dan diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah.

i. Biaya Dibayar Dimuka

Biaya dibayar dimuka dibebankan selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode Garis Lurus (Straight-line method).

(19)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan) k. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan bunga diakui atas dasar waktu, pokok dan tingkat bunga yang berlaku. Pendapatan dividen atas investasi jangka pendek dalam saham diakui pada saat diumumkan.

Pendapatan dari jasa manajemen, jasa pembukuan, jasa reparasi dan perbaikan, jasa kursus dan seminar dan sewa bangunan/ruangan diakui pada saat jasa diserahkan dan manfaat jasa tersebut telah dinikmati oleh pelanggan.

Beban diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (Accrual basis).

l. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal Neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi selisih kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada Laporan Laba Rugi tahun berjalan.

Pada tanggal 31 Desember 2008, 2007 dan 2006, kurs yang digunakan adalah masing-masing sebesar Rp 10.950, Rp 9.419 dan Rp 9.020 untuk 1 Dolar AS dan Rp 8.260,48 dan Rp 7.381,65 untuk Dolar CHF pada tahun 2007 dan 2006 berdasarkan kurs tengah yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia masing-masing pada tanggal 31 Desember 2008, 2007 dan 2006.

m. P e r p a j a k a n

Perusahaan dan Anak Perusahaan menerapkan metode aset dan kewajiban dalam menghitung beban pajaknya. Dengan metode ini, aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui setiap tanggal pelaporan sebesar perbedaan temporer aset dan kewajiban untuk tujuan akuntansi dan tujuan pajak. Metode ini juga mengharuskan pengakuan manfaat pajak di masa akan datang, seperti kompensasi rugi fiskal, jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa mendatang cukup besar (probable). Tarif pajak yang berlaku atau yang secara substansial telah berlaku digunakan dalam menentukan pajak penghasilan tangguhan.

Aset pajak tangguhan diakui apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba fiskal pada masa datang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang menimbulkan aset pajak tangguhan tersebut.

Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak diterima atau jika mengajukan keberatan/banding, pada saat keputusan atas keberatan/banding tersebut ditetapkan.

(20)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan) n. Laba per Saham

Laba per Saham (LPS) dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi bersih pada tahun yang bersangkutan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun tersebut. LPS dilusian dihitung dengan menyesuaikan LPS dasar atas dampak dari semua potensial saham yang dilutif.

Jumlah saham yang beredar pada tahun 2008, 2007 dan 2006 masing-masing 50.000.000 saham.

Pada tanggal 31 Desember 2008, 2007 dan 2006, Perusahaan tidak mempunyai efek yang berpotensi menjadi saham biasa. Oleh karena itu, laba per saham dilusian sama dengan laba per saham biasa.

o. Informasi Segmen

Informasi segmen Perusahaan dan Anak Perusahaan disajikan menurut pengelompokan (segmen) usaha dan geografis.

Segmen usaha adalah komponen Perusahaan dan Anak Perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda.

Segmen geografis adalah komponen Perusahaan dan Anak Perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan lingkungan (wilayah) ekonomi lain.

p. Penurunan Nilai Aset

Pada setiap tanggal Neraca, manajemen melakukan penelaahan untuk menentukan apakah terdapat indikasi penurunan nilai aset. Perusahaan akan mengakui rugi penurunan nilai aset apabila taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount) dari suatu aset lebih rendah dari nilai tercatatnya. Pemulihan penurunan nilai diakui sebagai laba pada periode terjadinya pemulihan.

q. Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan

Transaksi perubahan ekuitas Anak Perusahaan yang mempengaruhi persentase pemilikan saham Perusahaan dan/atau bagian atas aset bersih Anak Perusahaan dicatat sebagai selisih transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan dalam kelompok Ekuitas.

(21)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan) r. Imbalan Kerja

Imbalan Kerja Jangka Pendek

Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan berdasarkan metode Akrual.

Imbalan Kerja Jangka Panjang dan Imbalan Pasca-Kerja

Imbalan kerja jangka panjang dan imbalan pasca-kerja, seperti pensiun, uang pesagon, uang penghargaan dan imbalan lainnya, dhitung berdasarkan “Peraturan Perseroan“ yang telah sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 (“UU 13/2003“).

Kewajiban imbalan pasca-kerja yang diakui di neraca dihitung berdasarkan nilai kini dari estimasi kewajiban imbalan pasca-kerja di masa depan yang timbul dari jasa yang telah diberikan oleh karyawan pada masa kini dan masa lalu. Perhitungan dilakukan oleh aktuaris independen dengan metode Projected Unit Credit.

Ketika imbalan pasca-kerja berubah, porsi kenaikan atau penurunan imbalan sehubungan dengan jasa yang telah diberikan oleh karyawan pada masa lalu dibebankan atau dikreditkan ke dalam Laporan Laba Rugi Konsolidasi dengan menggunakan metode Garis Lurus (Straight-line method) selama rata-rata sisa masa kerja karyawan hingga imbalan pasca-kerja menjadi hak karyawan (vested). Imbalan pasca-kerja yang telah menjadi hak karyawan diakui segera sebagai beban dalam Laporan Laba Rugi Konsolidasi.

Keuntungan atau kerugian aktuaria diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuaria bersih yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi 10 % dari nilai kini imbalan pasca-kerja pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian diakui dengan menggunakan metode Garis Lurus (Straight-line method) selama sisa masa kerja rata-rata karyawan hingga imbalan pasca-kerja menjadi hak karyawan (vested).

s. Kewajiban Diestimasi

Kewajiban diestimasi diakui apabila Perusahaan mempunyai kewajiban hukum kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu dan besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya dan kewajiban tersebut dapat diestimasi dengan andal.

(22)

3. KAS DAN SETARA KAS

Rincian per 31 Desember sebagai berikut :

2 0 0 8 2 0 0 7 2 0 0 6 K a s

Kas Kecil 50.035.328 83.921.965 36.709.826 B a n k

PT Bank Central Asia Tbk :

Rekening Rupiah 110.125.512 258.280.237 91.319.639 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk :

Rekening Rupiah 48.856.473 168.400.472 62.610.082 Rekening Dolar AS (USD 9.171.57 pada tahun

2008, USD 9.128,94 pada tahun 2007 dan

USD 9.082.65 pada tahun 2006) 100.428.698 85.985.585 81.925.503 Standard Chartered Bank :

Rekening Rupiah 35.886.601 130.995.176 31.723.105 PT Bank DBS Indonesia :

Rekening Rupiah 270.945.132 232.691.056 2.195.851 Rekening Dollar AS (USD 12.640,76 pada

tahun 2008, USD 6.004,41 pada tahun 2007

dan USD 2.889,84 pada tahun 2006) 138.416.340 56.555.556 26.066.355 PT Bank Commonwealth :

Rekening Rupiah 72.748 50.804.823 13.797.192 Rekening Dollar AS (USD 314,05 pada tahun

2008) 3.438.847 - -Jumlah Bank 708.170.351 983.712.905 309.637.727 Deposito Berjangka

Rekening Dolar AS

PT Bank DBS Indonesia (USD 22.728,12 pada tahun 2008, USD 202.114,53 pada tahun 2007

dan USD 71.053,15 pada tahun 2006) 248.872.914 1.903.716.758 640.899.414 Rekening Rupiah

PT Bank DBS Indonesia 1.002.706.525 8.500.000.000 9.681.589.804 PT Bank Central Asia Tbk 876.514.211 492.260.026 85.618.329 PT Bank Commonwealth :

Rekening Dollar AS (USD 100.398,34 pada

tahun 2008) 1.099.361.823 - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 403.483.714 272.617.258 Jumlah Deposito Berjangka 3.227.455.473 11.299.460.498 10.680.724.805 Jumlah Kas dan Setara Kas 3.985.661.152 12.367.095.368 11.027.072.358

(23)

4. DEPOSITO BERJANGKA

Rincian per 31 Desember sebagai berikut :

2 0 0 8 2 0 0 7 2 0 0 6

Rekening Rupiah

PT Bank DBS Indonesia 21.732.000.000 7.000.000.000 3.000.000.000 PT Bank Commonwealth 555.000.000 - -Jumlah dalam Rekening Rupiah 22.287.000.000 7.000.000.000 3.000.000.000 Rekening Mata Uang Asing

PT Bank DBS Indonesia (USD 200.000 pada

tahun 2007 dan 2006) - 1.883.800.000 1.804.000.000 PT Bank DBS Indonesia (CHF 613.500 pada

tahun 2006) - - 4.528.642.275 Jumlah dalam Rekening Mata Uang Asing - 1.883.800.000 6.332.642.275 J u m l a h 22.287.000.000 8.883.800.000 9.332.642.275

Deposito berjangka waktu antara 6 bulan sampai dengan 1 tahun dalam mata uang Rupiah menghasilkan pendapatan bunga tahunan dengan tingkat suku bunga berkisar antara 8,5 % - 17 % per tahun pada tahun 2008, 14 % - 20 % per tahun pada tahun 2007 dan 15 % - 15,5 % per tahun pada tahun 2006 dan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat berkisar antara 5 % - 5,5 % per tahun pada tahun 2008, 5 % - 5,25 % per tahun pada tahun 2007 dan 3,50 % - 5 % per tahun pada tahun 2006 dan dalam mata uang Swiss dengan tingkat suku bunga sebesar 4 % per tahun pada tahun 2007 dan 2006.

5. INVESTASI DALAM SURAT BERHARGA

Rincian per 31 Desember sebagai berikut :

2 0 0 8 2 0 0 7 2 0 0 6 Saham yang Diperdagangkan

PT International Nickel Indonesia Tbk 169.840.000 847.000.000 272.800.000 PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk 7.107.286 18.594.644 7.437.858 J u m l a h 176.947.286 865.594.644 280.237.858

(24)

5. INVESTASI DALAM SURAT BERHARGA (Lanjutan)

2 0 0 8 2 0 0 7 2 0 0 6

Reksa Dana yang Tersedia untuk Dijual

Bahan Optima Protected Fund 10 10.010.809.327 - Manulife Obligasi Negara Indonesia 7.472.313.718 - Si Dana Proteksi Batavia Dividen VII 7.192.990.000 - Danareksa Proteksi Melati Optima III 4.903.050.000 - Bahana Optima Protected Fund 4 4.345.979.938 - 3 years First to Default Non - PPN Tranche 2

(USD 366.500 pada tahun 2008) 4.013.175.000 - Schroder Dana Kombinasi 3.778.079.511 - Allianz Primavest 3.433.923.207 - Manulife Dana Saham 2.831.735.128 - First State Indoequity Sectoral Fund 2.183.707.180 - First State Indonesian Bond Fund 2.087.105.437 - Fortis Ekuitas 1.549.242.135 - Schroder Dana Prestasi Plus 1.512.718.236 - Manulife Dana Tumbuh Berimbang 925.828.087 - Manulife Dana Stabil Berimbang 856.264.841 - Si Dana Proteksi Batavia Dividen III 399.904.000 - Manulife Saham Andalan 156.716.957 - Mandiri Capital Protected Fund I 38.276.500 - -J u m l a h 57.691.819.202 - -Reksa Dana yang Diperdagangan

Manulife Dana Kas 1.685.984.933 2.179.092.521 2.065.346.238 Manulife Pendapatan Bulanan 278.976.507

Reksadana Terproteksi Premium Protected Fund - 22.333.512.000 25.677.622.000 Bahan Optima Protected Fund 10 - 10.441.110.000 Reksadana Terproteksi Premium Protected Fund 6 - 8.226.287.488 Manulife Obligasi Negara Indonesia - 7.162.272.870 Manulife Dana Saham - 5.577.244.728 6.099.604.266 Bahana Optima Protected Fund 4 - 4.634.361.266 First State Indoequity Sectoral Fund - 4.233.332.431 5.767.037.822 Schroder Dana Kombinasi - 4.114.897.386 Fortis Ekuitas - 3.395.934.099 Nikkei Upside Principal Protected Note Tranche 6 & 8

(USD 350.000 pada tahun 2007) - 3.285.709.420 2.953.328.400 Schroder Dana Prestasi Plus - 2.601.600.498 First State Indonesian Bond Fund - 2.040.631.959 2.648.290.270 Euro Stoxx 50 P Upside Principal Protected Note

(USD 100.000 pada tahun 2007) - 937.941.920 991.478.400 Manulife Saham Andalan - 309.654.121 Danareksa Proteksi Dinamis - 530.000.000 533.252.422 DAA Balance Fund - - 16.552.932.000

(25)

5. INVESTASI DALAM SURAT BERHARGA (Lanjutan)

Keuntungan (rugi) belum direalisasi atas kenaikan (penurunan) harga pasar saham adalah sebesar (Rp 688.647.357), Rp 585.356.786 dan Rp 153.361.072 pada tahun 2008, 2007 dan 2006.

Kenaikan nilai aset bersih Reksa Dana Perusahaan yang Diperdagangkan yang belum terealisasi sebesar Rp 77.547.412, Rp 6.966.473.190 dan Rp 8.643.945.082 pada tahun 2008, 2007 dan 2006 disajikan dalam akun Pendapatan Usaha pada Laporan Laba Rugi.

Kenaikan nilai aset bersih Reksa Dana Anak Perusahaan yang Diperdagangkan yang belum terealisasi sebesar Rp 45.607.536, Rp 8.136.597 dan Rp 38.705.947 pada tahun 2008, 2007 dan 2006 disajikan dalam akun Pendapatan Lain-lain pada Laporan Laba Rugi.

Pada tahun 2008, manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan (MI) mengubah kelompok investasi dalam Reksa Dana yang sebelumnya diklasifikasikan dalam kelompok “Diperdagangkan” menjadi kelompok “Tersedia untuk Dijual” kecuali untuk Reksa Dana Manulife Dana Kas dan Manulife Pendapatan Bulanan. Perubahan tersebut diterapkan secara prospektif. Oleh karena itu, keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai aset bersih Reksa Dana disajikan sebagai Ekuitas pada tahun 2008.

Penurunan nilai aset bersih Reksa Dana yang Tersedia untuk Dijual yang belum terealisasi sebesar Rp 11.368.906.079 disajikan dalam akun “Kerugian yang Belum Direalisasi atas Efek Tersedia untuk Dijual” sebagai bagian dari Ekuitas pada tahun 2008.

6. INVESTASI DALAM SAHAM – JANGKA PANJANG

Rincian per 31 Desember sebagai berikut :

Bagian atas Laba Bersih

Persentase Nilai Tercatat Perusahaan Pendapatan Nilai Tercatat

Pemilikan Awal Asosiasi Dividen Akhir

Metode Ekuitas

PT Asuransi QBE Pool

Indonesia 40% 25.689.132.948 5.681.434.600 - 31.370.567.548

Metode Biaya Perolehan

PT Menara Proteksi Indonesia 2,5 % 100.000.000 - - 100.000.000

J u m l a h 25.789.132.948 5.681.434.600 - 31.470.567.548 2 0 0 8

(26)

6. INVESTASI DALAM SAHAM – JANGKA PANJANG (Lanjutan)

Bagian atas Penyesuaian

Laba Bersih atas

Persentase Nilai Tercatat Perusahaan Pendapatan Saldo Laba Nilai Tercatat

Pemilikan Awal Asosiasi Dividen Tahun Lalu Akhir

Metode Ekuitas

PT Asuransi QBE Pool

Indonesia 40% 28.345.091.062 1.848.756.544 (4.000.000.000) (504.714.658) 25.689.132.948

Metode Biaya Perolehan

PT Menara Proteksi Indonesia 2,5 % 100.000.000 - - - 100.000.000

J u m l a h 28.445.091.062 1.848.756.544 (4.000.000.000) (504.714.658) 25.789.132.948 2 0 0 7

Bagian atas Laba Bersih

Persentase Nilai Tercatat Perusahaan Pendapatan Nilai Tercatat

Pemilikan Awal Asosiasi Dividen Akhir

Metode Ekuitas

PT Asuransi QBE Pool

Indonesia 40 % 25.643.332.614 5.701.758.448 (3.000.000.000) 28.345.091.062

Metode Biaya Perolehan

PT Menara Proteksi Indonesia 2,5 % 100.000.000 - - 100.000.000

J u m l a h 25.743.332.614 5.701.758.448 (3.000.000.000) 28.445.091.062 2 0 0 6

Sejak tahun 1994, Perusahaan melakukan penyertaan pada PT Asuransi QBE Pool Indonesia (QBE Pool) sebanyak 45 saham yang merupakan 30 % hak kepemilikan. Pada tahun 1998, Perusahaan menambah penyertaan pada QBE Pool sebanyak 15 saham sehingga jumlah kepemilikan Perusahaan meningkat menjadi sebanyak 60 saham atau 40 %.

QBE Pool menerapkan PSAK No. 24 “Imbalan Kerja” dalam menentukan besarnya estimasi kewajiban imbalan pasca kerja. Sehubungan dengan hal tersebut, nilai investasi dalam saham QBE Pool disesuaikan sebesar Rp 504.714.658.

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham Luar Biasa PT Asuransi QBE Pool Indonesia No. 15 tanggal 20 Juni 2005 dari Notaris Veronica Lily Dharma, SH, disetujui

peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor perusahaan asosiasi menjadi

Rp 30.000.000.000 dengan cara mengkapitalisasi saldo laba perusahaan asosiasi, sehingga jumlah saham milik Perusahaan meningkat menjadi 120 saham dengan persentase kepemilikan perusahaan tetap sebesar 40%. Pendapatan dividen saham yang diterima Perusahaan disajikan dengan menggunakan metode Ekuitas sehingga tidak mempengaruhi nilai tercatat atas investasi. Berdasarkan Akta Notulen Umum Pemegang Saham PT QBE Pool Indonesia tanggal 8 Agustus

2006 No. 11 dari Notaris Veronica Lily Dharma, SH, disetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 7.500.000.000 dimana Perusahaan memperoleh dividen sebesar Rp 3.000.000.000.

(27)

6. INVESTASI DALAM SAHAM – JANGKA PANJANG (Lanjutan)

PT Asuransi QBE Pool Indonesia berdomisili di Jakarta dan aktivitas utamanya adalah penyediaan jasa asuransi kerugian.

7. ASET TETAP

Rincian per 31 Desember sebagai berikut :

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir Biaya Perolehan T a n a h 101.600.000 - - 101.600.000 B a n g u n a n 6.683.278.227 10.000.000 - 6.693.278.227 Kendaraan Bermotor 573.082.395 27.108.000 4.000.000 596.190.395 Peralatan Kantor 1.217.605.159 53.710.000 - 1.271.315.159 P e r a b o t 211.624.090 12.500.000 - 224.124.090 Mesin dan Instalasi 173.879.800 12.230.000 - 186.109.800 J u m l a h 8.961.069.671 115.548.000 4.000.000 9.072.617.671 Akumulasi Penyusutan B a n g u n a n 3.128.009.805 276.440.393 - 3.404.450.198 Kendaraan Bermotor 568.519.938 13.247.384 4.000.000 577.767.322 Peralatan Kantor 919.997.752 85.512.906 - 1.005.510.658 P e r a b o t 191.543.895 7.782.010 - 199.325.905 Mesin dan Instalasi 161.446.465 4.763.331 - 166.209.796 J u m l a h 4.969.517.855 387.746.024 4.000.000 5.353.263.879

Jumlah Tercatat 3.991.551.816 3.719.353.792

2 0 0 8

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir Biaya Perolehan T a n a h 101.600.000 - - 101.600.000 B a n g u n a n 6.622.188.227 61.090.000 - 6.683.278.227 Kendaraan Bermotor 573.082.395 - - 573.082.395 Peralatan Kantor 1.143.318.669 74.286.490 - 1.217.605.159 P e r a b o t 202.274.090 9.350.000 - 211.624.090 Mesin dan Instalasi 172.329.800 1.550.000 - 173.879.800 J u m l a h 8.814.793.181 146.276.490 - 8.961.069.671 Akumulasi Penyusutan B a n g u n a n 2.835.144.097 292.865.708 - 3.128.009.805 Kendaraan Bermotor 563.957.499 4.562.439 - 568.519.938 Peralatan Kantor 822.245.578 97.752.174 - 919.997.752 2 0 0 7

(28)

7. ASET TETAP (Lanjutan)

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir Biaya Perolehan T a n a h 101.600.000 - - 101.600.000 B a n g u n a n 4.931.495.140 1.690.693.087 - 6.622.188.227 Kendaraan Bermotor 648.232.395 - 75.150.000 573.082.395 Peralatan Kantor 876.709.169 266.609.500 - 1.143.318.669 P e r a b o t 200.798.090 1.476.000 - 202.274.090 Mesin dan Instalasi 172.329.800 - - 172.329.800 J u m l a h 6.931.164.594 1.958.778.587 75.150.000 8.814.793.181 Akumulasi Penyusutan B a n g u n a n 2.590.795.604 244.348.493 - 2.835.144.097 Kendaraan Bermotor 629.680.684 9.426.815 75.150.000 563.957.499 Peralatan Kantor 727.468.250 94.777.328 - 822.245.578 P e r a b o t 170.670.814 13.681.205 - 184.352.019 Mesin dan Instalasi 152.653.873 4.918.981 - 157.572.854 J u m l a h 4.271.269.225 367.152.822 75.150.000 4.563.272.047

Jumlah Tercatat 2.659.895.369 4.251.521.134

2 0 0 6

Beban penyusutan yang dibebankan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, 2007 dan 2006 masing-masing sebesar Rp 387.746.024, Rp 406.245.808 dan Rp 367.152.822. Aset tetap, kecuali tanah, diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan jumlah nilai pertanggungan sebesar Rp 10.526.480.000 pada tahun 2008, Rp 10.292.500.000 pada tahun 2007 dan Rp 14.949.882.500 pada tahun 2006. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah dengan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Milik (HM) sebagai berikut :

Nomor HGB dan HM Tanggal Berakhir HGB

HGB No. 1249/Medan, Sumatera Utara 26 Mei 2022

HGB No. 186/Pekanbaru, Riau 18 Juli 2010

HGB No. 1250/Medan, Sumatera Utara 17 Juni 2022

HGB No. 798/Kebon Sirih, Jakarta Pusat 27 Oktober 2032

HGB No. 4417/Pluit, Jakarta Utara 10 September 2011

HGB No. 9653/Pluit, Jakarta Utara 4 Juni 2027

(29)

7. ASET TETAP (Lanjutan)

Manajemen berkeyakinan bahwa sertifikat HGB tersebut di atas dapat diperpanjang pada saat masa berlakunya berakhir.

Sertifikat HM No. 59 adalah atas nama Sambas Atmadina dan pada saat ini sedang dalam proses pengurusan balik nama menjadi atas nama Perusahaan.

Pada tanggal 31 Desember 2008, 2007 dan 2006, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa tidak terdapat peristiwa atau perubahan yang mengindikasikan terjadinya penurunan nilai dalam nilai tercatat aset tetap.

8. P E R P A J A K A N Pajak Dibayar Dimuka

Rincian per 31 Desember sebagai berikut :

2 0 0 8 2 0 0 7 2 0 0 6

P e r u s a h a a n

Pajak Penghasilan Pasal 23 - 2006 76.926.655 76.926.655 76.926.655

Pajak Penghasilan Pasal 25 - 2006 205.832.821 205.832.821 205.832.821

Pajak Penghasilan Pasal 29 - SKPKB

tahun 2006 32.579.336 -

Pajak Penghasilan Pasal 28A - 2005 - - 177.748.926

J u m l a h 315.338.812 282.759.476 460.508.402

Hutang Pajak

Rincian per 31 Desember sebagai berikut :

2 0 0 8 2 0 0 7 2 0 0 6 P e r u s a h a a n Pasal 21 100.686.800 113.649.650 43.675.247 Pasal 23 60.287 2.047.713 34.939 Pasal 25 2.158.263 - Pasal 29 136.745.235 25.899.154

Pajak Pertambahan Nilai 27.979.249 23.605.646 13.220.358

J u m l a h 267.629.834 165.202.163 56.930.544

Anak Perusahaan

Pasal 21 59.520.918 13.309.941 6.430.561

Pasal 23 2.609.900 747.000

(30)

-8. P E R P A J A K A N (Lanjutan) Pajak Penghasilan Badan

Rincian beban pajak penghasilan badan adalah sebagai berikut :

2 0 0 8 2 0 0 7 2 0 0 6 P e r u s a h a a n K i n i 242.654.300 93.833.300 T a n g g u h a n (12.171.340) (18.842.400) 6.214.500 J u m l a h 230.482.960 74.990.900 6.214.500 Anak Perusahaan K i n i 15.624.000 15.213.500 T a n g g u h a n (29.302.337) (75.595.800) (11.086.787) J u m l a h (13.678.337) (60.382.300) (11.086.787) K o n s o l i d a s i K i n i 258.278.300 109.046.800 T a n g g u h a n (41.473.677) (94.438.200) (4.872.287) J u m l a h 216.804.623 14.608.600 (4.872.287)

Rekonsiliasi antara laba sebelum taksiran pajak penghasilan, seperti yang disajikan dalam Laporan Laba Rugi Konsolidasi, dengan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008, 2007 dan 2006 adalah sebagai berikut :

2 0 0 8 2 0 0 7 2 0 0 6 Laba sebelum Taksiran Pajak Penghasilan

menurut Laporan Laba Rugi Konsolidasi 9.653.669.041 13.998.818.079 16.072.880.648 Rugi sebelum Taksiran Pajak Penghasilan dari

Anak Perusahaan yang Dikonsolidasi 15.966.127 377.908.508 267.139.913 Laba Perusahaan sebelum Taksiran Beban Pajak 9.669.635.168 14.376.726.587 16.340.020.561 Beda Waktu :

Estimasi Imbalan Pasca Kerja 158.826.372 118.775.910 77.589.222 Penyusutan Aset Tetap (37.912.217) (55.987.913) 15.151.448 Amortisasi Biaya Ditangguhkan - 20.000 -Jumlah Beda Waktu 120.914.155 62.807.997 92.740.670

(31)

8. P E R P A J A K A N (Lanjutan)

2 0 0 8 2 0 0 7 2 0 0 6

Beda Tetap :

Bagian Laba Bersih Perusahaan Asosiasi (5.681.434.600) (1.848.756.544) (5.701.758.448) Amortisasi Selisih Lebih Aset Bersih atas

Biaya Perolehan Anak Perusahaan yang

Dikonsolidasi (1.048.875) (1.048.875) (1.048.875) Penurunan (Kenaikan) Harga Pasar Saham 688.647.357 (585.356.786) (153.361.072) Pendapatan Reksadana (2.929.695.279) (11.021.810.869) (8.921.114.944) Penyisihan Piutang Lain-lain 5.575.000 - Pendapatan Bunga dan Sewa Gedung

yang Pajaknya Bersifat Final (2.171.858.173) (1.880.843.423) (5.262.078.663) Pajak Penghasilan Pasal 21 74.552.650 95.249.650 Beban atas Pendapatan Sewa yang

Pajaknya Bersifat Final 401.433.805 369.324.480 167.164.889 Denda Pajak 1.102.989 160.375.161 426.149 Beban Pajak 3.250.000 77.250.000 226.050.000 Lain-lain 686.107.332 567.193.666 203.010.868 Jumlah Beda Tetap (8.923.367.794) (14.068.423.540) (19.442.710.096) Taksiran Penghasilan Kena Pajak (Rugi Fiskal) 867.181.529 371.111.044 (3.009.948.865) D i b u l a t k a n 867.181.000 371.111.000 -Perhitungan Pajak Penghasilan Kini Perusahaan :

10 % x Rp 50.000.000 5.000.000 5.000.000 15 % x Rp 50.000.000 7.500.000 7.500.000 30 % x Rp 767.181.000 230.154.300 - 30 % x Rp 271.111.000 - 81.333.300

-Jumlah Pajak Penghasilan Kini

Perusahaan 242.654.300 93.833.300 -Pajak Dibayar di Muka :

Pajak Penghasilan Pasal 23 (84.326.435) (67.934.146) Pajak Penghasilan Pasal 25 (21.582.630) - -Pajak Penghasilan Pasal 29 136.745.235 25.899.154

(32)

-8. P E R P A J A K A N (Lanjutan)

Perhitungan taksiran beban pajak kini dan hutang pajak penghasilan Perusahaan dan Anak Perusahaan adalah sebagai berikut :

2 0 0 8 2 0 0 7 2 0 0 6

Taksiran Penghasilan Kena Pajak (Rugi Fiskal) :

P e r u s a h a a n 867.181.529 371.111.044 (3.009.948.861)

Anak Perusahaan 129.642.909 (84.386.276) (235.585.272)

Taksiran Pajak Penghasilan Kini :

P e r u s a h a a n 242.654.300 93.833.300

Anak Perusahaan 15.624.000 15.213.500

-Taksiran Pajak Penghasilan Kini

dalam Laporan Laba Rugi Konsolidasi 258.278.300 109.046.800

-Pajak Penghasilan Dibayar Dimuka :

P e r u s a h a a n 105.909.065 67.934.146 282.759.476

Anak Perusahaan 15.561.150 -

-J u m l a h 121.470.215 67.934.146 282.759.476

Pajak Penghasilan Pasal 29 :

P e r u s a h a a n 136.745.235 25.899.154 (282.759.476)

Anak Perusahaan 62.850 15.213.500

-J u m l a h 136.808.085 41.112.654 (282.759.476)

Perhitungan pajak penghasilan badan untuk tahun 2008 adalah suatu perhitungan sementara yang dibuat untuk tujuan akuntansi dan dapat berubah pada saat Perusahaan dan Anak Perusahaan menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajaknya. Perhitungan pajak penghasilan untuk tahun 2007 dan 2006 sesuai dengan SPT Perusahaan dan Anak Perusahaan. Manfaat pajak tangguhan atas perbedaan waktu untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008, 2007 dan 2006, dengan tarif pajak maksimum sebesar 30 %, adalah sebagai berikut :

2 0 0 8 2 0 0 7 2 0 0 6

P e r u s a h a a n

Penyusutan Aset Tetap (11.373.600) (16.796.373) 4.545.400

Amortisasi Biaya Ditangguhkan - 6.000

Estimasi Imbalan Pasca Kerja 47.647.800 35.632.773 23.276.700

Penyesuaian atas Perubahan Tarif Pajak (24.102.860) - Penyesuaian atas Saldo Tahun

(33)

8. P E R P A J A K A N (Lanjutan)

2 0 0 8 2 0 0 7 2 0 0 6

Anak Perusahaan

Estimasi Imbalan Pasca Kerja 31.840.880 75.440.695 10.822.794

Aset Tetap (2.538.543) 155.105 263.993

Manfaat Pajak Tangguhan - Anak Perusahaan 29.302.337 75.595.800 11.086.787

Jumlah Taksiran Manfaat Pajak Tangguhan

- Konsolidasi 41.473.677 94.438.200 4.872.287

Rincian Aset Pajak Tangguhan – Bersih adalah sebagai berikut :

2 0 0 8 2 0 0 7 2 0 0 6

P e r u s a h a a n Aset Pajak Tangguhan

Estimasi Kewajiban Imbalan Pasca Kerja 214.520.000 209.775.900 174.143.663

Penyisihan Piutang Tak Tertagih 5.731.250 6.877.500 6.877.500

Beban Ditangguhkan - Hak atas Tanah 5.250 6.000

-J u m l a h 220.256.500 216.659.400 181.021.163

Kewajiban Pajak Tangguhan

Aset Tetap (69.993.660) (78.567.900) (27.735.563)

Penyesuaian atas Saldo Tahun Sebelumnya - - (34.036.500)

J u m l a h (69.993.660) (78.567.900) (61.772.063)

Aset Pajak Tangguhan - Perusahaan (Bersih) 150.262.840 138.091.500 119.249.100

Aset Pajak Tangguhan - Anak Perusahaan 228.185.579 198.883.242 123.287.442

(34)

8. P E R P A J A K A N (Lanjutan)

Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba sebelum taksiran pajak penghasilan dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :

2 0 0 8 2 0 0 7 2 0 0 6 Laba sebelum Taksiran Pajak Penghasilan

Konsolidasi 9.653.669.041 13.998.818.079 16.072.880.648 Rugi sebelum Taksiran Pajak Penghasilan Anak

Perusahaan 15.966.127 377.908.508 267.139.913 Laba sebelum Taksiran Pajak Penghasilan

Perusahaan 9.669.635.168 14.376.726.587 16.340.020.561 Pajak dihitung pada Tarif Pajak yang Berlaku 2.883.390.500 4.295.517.800 4.902.006.000 Pengaruh Pajak atas :

Beda Tetap (2.677.010.400) (4.220.526.900) (5.832.813.000) Penyesuaian atas Saldo Tahun Sebelumnya - - 34.036.600 Rugi Fiskal yang Belum Ditentukan Manfaatnya - - 902.984.900 Beban Pajak Penghasilan Perusahaan 206.380.100 74.990.900 6.214.500 Penyesuaian atas Perubahan Tarif Pajak 24.102.860 - -Manfaat Pajak Penghasilan Anak Perusahaan (13.678.337) (60.382.300) (11.086.787) Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan Konsolidasi

- Bersih 216.804.623 14.608.600 (4.872.287)

Pada bulan September 2008, Undang-undang No. 7 Tahun 1983 mengenai “Pajak Penghasilan” diubah untuk keempat kalinya dengan Undang-undang No. 36 Tahun 2008. Perubahan tersebut juga mencakup perubahan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya menggunakan tarif pajak bertingkat menjadi tarif tunggal yaitu 28% untuk tahun fiskal 2009 dan 25% untuk tahun fiskal 2010 dan seterusnya. Perusahaan mencatat dampak perubahan tarif pajak tersebut sebesar Rp 24.102.860 sebagai bagian dari beban pajak pada tahun berjalan.

Manajemen berpendapat bahwa aset pajak tangguhan yang timbul dari perbedaan temporer dapat direalisasikan pada periode mendatang.

Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) No. 00090/406/01/054/03 tanggal 14 Mei 2003, rugi fiskal Perusahaan tahun 2001 sebesar Rp 2.100.662.586 dikoreksi oleh kantor pajak menjadi sebesar Rp 1.296.805.740. Pada tanggal 6 Agustus 2003, Perusahaan telah mengajukan Surat Keberatan atas Surat Ketetapan Pajak tersebut.

Berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pajak No. Kep-231/Wpj.07/Kp.0809/2004 tanggal 5 Agustus 2004, keberatan Perusahaan atas SKPLB di atas telah ditolak. Perusahaan kemudian mengajukan banding melalui Surat No. 153/D.Adm/Ltr/1004 tanggal 29 Oktober 2004 ke Pengadilan Pajak atas Surat Keputusan Dirjen Pajak tersebut dan banding Perusahaan di atas juga telah ditolak. Selanjutnya, Perusahaan mengajukan permohonan peninjauan kembali melalui

(35)

8. P E R P A J A K A N (Lanjutan)

Sampai dengan tanggal penerbitan Laporan Keuangan ini, hasil dari permohonan peninjauan kembali belum dapat ditentukan.

Pada tanggal 15 Januari 2008, Perusahaan mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar dari Direktorat Jenderal Pajak dengan rincian sebagai berikut :

Tahun Jumlah Denda

No. Hasil Ketetapan Jenis Pajak Pajak Pokok Bunga J u m l a h

1 Kurang Bayar Pajak Penghasilan Pasal 21 2006 2.932.246 1.348.879 4.281.125 2 Kurang Bayar Pajak Penghasilan Badan 2006 22.013.065 10.566.271 32.579.336 3 Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai 2006 513.000 246.241 759.241

Perusahaan telah mengajukan Surat Keberatan atas Surat Ketetapan Pajak yang telah diterima tersebut di atas dan telah mendapatkan hasil sebagai berikut :

1. Untuk SKPKB Pajak Penghasilan Pasal 21 dengan jumlah Rp 4.281.225, telah diterima keputusannya dimana keberatan tersebut diterima sebagian, sehingga pajak yang kurang bayar untuk Pajak Penghasilan Pasal 21 turun menjadi sebesar Rp 886.848.

Atas keputusan tersebut, kelebihan pembayaran telah diterima kembali oleh Perusahaan pada tanggal 19 Desember 2008.

2. Untuk SKPKB Pajak Penghasilan Badan dengan jumlah sebesar Rp 32.579.336 telah ditolak

pada tanggal 23 Desember 2008. Perusahaan telah mengajukan permohonan banding pada tanggal 20 Maret 2009.

3. Untuk SKPKB PPN dengan jumlah sebesar Rp 759.241 telah ditolak dan Perusahaan tidak mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Berdasarkan Surat Ketetapan Lebih Bayar (SKPLB) dari Direktorat Jenderal Pajak No. 00107/406/05/054/07 tanggal 29 Maret 2007, Lebih Bayar Pajak Penghasilan Badan

Perusahaan tahun 2005 adalah sebesar Rp 109.530.426. Selisih antara nilai SKPLB dengan nilai pajak dibayar di muka dalam pembukuan sebesar Rp 68.218.500 dibebankan ke dalam Laba Rugi tahun 2007.

Selain itu, Perusahaan menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak dari Direktorat Jenderal Pajak dengan rincian sebagai berikut :

Tahun Jumlah Denda

No. Hasil Ketetapan Jenis Pajak Pajak Pokok Bunga J u m l a h

1 Kurang Bayar Pajak Penghasilan Pasal 21 2005 312.456 93.737 406.193 2 Kurang Bayar Pajak Penghasilan Pasal 23 2005 724.695 217.409 942.104 3 Kurang Bayar Pajak Penghasilan Badan 2004 59.677.800 28.645.344 88.323.144 4 Kurang Bayar Pajak Penghasilan Pasal 21 2004 839.094 402.765 1.241.859 5 Kurang Bayar Pajak Penghasilan Pasal 23 2004 840.109 403.252 1.243.361

(36)

9. MODAL SAHAM

Susunan pemegang saham Perusahaan per 31 Desember 2008, 2007 dan 2006 sebagai berikut : Persentase

Jumlah Saham Pemilikan J u m l a h

%

PT Titanusa Setiyoso 34.950.000 69,900 17.475.000.000

M a s y a r a k a t

Fujinomiya Nominees Ltd., Hongkong 7.350.000 14,700 3.675.000.000

PT Buanamas Investindo 3.572.666 7,145 1.786.333.000

Endang Pratomo Sulaksono, Direktur

Utama 5.000 0,010 2.500.000

Fony Tanjung, Direktur 1.000 0,002 500.000

Lain-lain (Masing-masing di bawah 5 %) 4.121.334 8,243 2.060.667.000

J u m l a h 50.000.000 100,000 25.000.000.000

Nama Pemegang Saham

10. TAMBAHAN MODAL DISETOR

Akun ini merupakan selisih lebih harga saham pada saat penawaran umum dan harga saham pada saat penawaran saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu yang diterbitkan di atas nilai nominal saham setelah diperhitungkan dengan pembagian saham bonus yang berasal dari agio saham.

Rincian per 31 Desember 2008, 2007 dan 2006 sebagai berikut :

Jumlah Agio per

Saham Saham J u m l a h

Penjualan Saham Perdana pada tahun 1991 1.800.000 8.000 14.400.000.000

Pembagian Saham Bonus pada tahun 1992 14.000.000 1.000 (14.000.000.000)

Penjualan Saham (Right Issue) pada tahun 1994 5.000.000 800 4.000.000.000

(37)

11. DIVIDEN TUNAI DAN SALDO LABA YANG DITENTUKAN PENGGUNAANNYA

Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diadakan pada tanggal

24 Juni 2008, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 12.000.000.000 atau Rp 240 per saham.

Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diadakan pada tanggal 26 Juni 2007, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 6.000.000.000 atau Rp 120 per saham dan penambahan dana cadangan umum sebesar Rp 50.000.000.

Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diadakan pada tanggal

28 Juni 2006, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 2.400.000.000 atau Rp 48 per saham dan penambahan dana cadangan umum sebesar Rp 50.000.000.

Pada tanggal 31 Desember 2008, 2007 dan 2006, dividen yang belum diambil oleh pemegang saham sebesar Rp 7.447.022.950, Rp 5.304.619.222 dan Rp 4.233.417.358 disajikan sebagai bagian dari akun “Hutang Lain-lain” pada Neraca Konsolidasi.

12. INFORMASI SEGMEN

Perusahaan dan Anak Perusahaan mengklasifikasikan lini bisnisnya atas pengembangan investasi, bengkel dan kursus untuk pelaporan informasi segmen primernya.

Untuk pelaporan informasi segmen geografis sebagai segmen sekunder, Perusahaan dan Anak Perusahaan berdomisili dan beroperasi di Jakarta.

Informasi segmen usaha Perusahaan dan Anak Perusahaan adalah sebagai berikut :

Induk Perusahaan

(Pengembangan Anak Perusahaan Anak Perusahaan

Investasi) (Bengkel) (Kursus) J u m l a h

Pendapatan Usaha 12.031.892.955 356.043.567 1.127.667.056 13.515.603.578 Beban Usaha (3.469.950.632) (615.322.603) (545.428.408) (4.630.701.643) Beban Pokok Penjualan - (331.329.403) (522.502.487) (853.831.890)

Laba (Rugi) Usaha 8.561.942.323 (590.608.439) 59.736.161 8.031.070.045

Penghasilan Lain-lain - Bersih 1.094.177.904 488.475.342 26.430.809 1.609.084.055 Pajak Penghasilan (230.482.960) 23.106.937 (9.428.600) (216.804.623)

Laba (Rugi) sebelum Hak Minoritas atas Rugi (Laba) Anak Perusahaan

yang Dikonsolidasikan 9.425.637.267 (79.026.160) 76.738.370 9.423.349.477 Hak Minoritas atas Laba Anak Perusahaan

yang Dikonsolidasikan - - - (11.227.151) 2 0 0 8

(38)

12. INFORMASI SEGMEN (Lanjutan)

Segmen Usaha (Primer) (Lanjutan)

Induk Perusahaan

(Pengembangan Anak Perusahaan Anak Perusahaan

Investasi) (Bengkel) (Kursus) J u m l a h

Aset dan Kewajiban

A s e t 122.994.808.909 1.374.175.354 800.656.025 125.169.640.288 E l i m i n a s i (724.678.139) B e r s i h 122.994.808.909 1.374.175.354 800.656.025 124.444.962.149 K e w a j i b a n 8.713.533.961 1.196.602.485 141.982.294 10.052.118.740 E l i m i n a s i (34.343.775) B e r s i h 8.713.533.961 1.196.602.485 141.982.294 10.017.774.965

Informasi Segmen Lainnya

Pengeluaran Modal 96.818.000 4.750.000 13.980.000 115.548.000 P e n y u s u t a n 372.262.734 13.036.102 2.447.188 387.746.024

2 0 0 8

Induk Perusahaan

(Pengembangan Anak Perusahaan Anak Perusahaan

Investasi) (Bengkel) (Kursus) J u m l a h

Pendapatan Usaha 16.771.397.514 457.234.654 479.507.875 17.708.140.043 Beban Usaha (3.139.429.779) (695.459.385) (188.519.923) (4.023.409.087) Beban Pokok Penjualan - (324.677.515) (199.967.967) (524.645.482)

Laba (Rugi) Usaha 13.631.967.735 (562.902.246) 91.019.985 13.160.085.474

Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih 450.791.729 87.844.877 6.128.876 544.765.482 Pajak Penghasilan (74.990.900) 75.595.800 (15.213.500) (14.608.600)

Laba (Rugi) sebelum Hak Minoritas atas Rugi Anak Perusahaan yang

Dikonsolidasikan 14.007.768.564 (399.461.569) 81.935.361 13.690.242.356 Hak Minoritas atas Rugi Anak Perusahaan

yang Dikonsolidasikan - - - 23.559.085

Laba Bersih 14.007.768.564 13.713.801.441

E l i m i n a s i - - - 293.967.123

B e r s i h 14.007.768.564 14.007.768.564

Aset dan Kewajiban

A s e t 135.862.989.224 1.742.805.180 625.041.028 138.230.835.432 E l i m i n a s i - - - (1.469.346.290)

B e r s i h 135.862.989.224 1.742.805.180 625.041.028 136.761.489.142 2 0 0 7

Referensi

Dokumen terkait

Bagian perusahaan atas kerugian perusahaan asosiasi yang melebihi nilai tercatat dari investasi tidak diakui kecuali jika perusahaan mempunyai kewajiban atau melakukan pembayaran

Bagian atas laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi disesuaikan dengan jumlah amortisasi secara garis lurus selama 10 tahun atas selisih antara biaya perolehan penyertaan

Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi akibat kenaikan (penurunan) harga pasar efek hutang dan saham yang tersedia untuk dijual tidak diakui dalam laporan laba rugi tahun

• Pada tanggal 1 Agustus 2008, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus Kantor Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk Bursa, mengeluarkan Surat Ketetapan Kurang Bayar

Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi akibat kenaikan (penurunan) harga pasar efek hutang dan saham yang tersedia untuk dijual tidak diakui dalam laporan laba rugi tahun

Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar atas aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual diakui secara langsung dalam laporan

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi disajikan dalam laporan posisi keuangan pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai

Laporan keuangan Reksa Dana untuk periode sejak 8 April 2008 (tanggal efektif) sampai dengan 31 Desember 2008 ini disajikan berdasarkan posisi aset bersih Reksa Dana pada tanggal