• Tidak ada hasil yang ditemukan

KINERJA PEGAWAI DIKANTOR IMIGRASI KELAS II NUNUKAN. Skripsi. Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar. Sarjana Ilmu Administrasi Negara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KINERJA PEGAWAI DIKANTOR IMIGRASI KELAS II NUNUKAN. Skripsi. Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar. Sarjana Ilmu Administrasi Negara"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

(1)

i

KINERJA PEGAWAI DIKANTOR IMIGRASI KELAS II NUNUKAN Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Administrasi Negara

Disusun dan diajukan oleh MUSDALIPAH

Nomor Stambuk : 105610513914

Kepada

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

(2)
(3)
(4)
(5)

v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH

Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Mahasiswa : Musdalipah Nomor Stambuk : 105610513914

Program Studi : Ilmu Administrasi Negara

Menyatakan bahwa benar karya ilmiah ini adalah penelitian saya sendiri tanpa bantuan dari pihak lain atau ditulis/dipublikasikan orang lain atau melakukan plagiat. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila di kemudian hari pernyataan ini tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik sesuai aturan yang berlaku, sekalipun itu pencabutan gelar akademik.

Makassar, 30 Agustus 2019 Yang Menyatakan,

(6)

vi

ABSTRAK

MUSDALIPAH. Kinerja Pegawai Di Kantor Imigrasi Kelas II

Nunukan (dibimbing oleh Muh.Isa Ansyari dan Burhanuddin).

Peningkatan kinerja pegawai adalah hal terpenting dalam suatu perusahaan karena pegawai tersebut memberikan tenaga, kreatifitas mereka kepada perusahaan. Jika kinerja pegawai dapat dikelolah dengan baik maka akan meningkatkan kinerja pegawai dan berdampak positif terhadap produktifitasnya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kinerja Pegawai Di Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif yakni suatu bentuk penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran umum sebagai macam data yang dikumpul dari lapangan secara objektif dengan tipe fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara terhadap sejumlah informan. Analisis data dengan menggunakan model analisa interaktif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja Pegawai Di Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan belum sepenuhnya terlaksana dengan optimal, hal ini dilihat dari indikator kinerja yaitu (1) Kualitas (2) Kuantitas dan (3) Ketetapan Waktu. Faktor lainnya dari indicator Strategi yakni (1) Motivasi dan (2) Training dan (3) Sarana dan Prasarana. dimana Sarana dan Prasarana sekaligus Sumber Daya Manusia Yang Masih kurang sehingga menyebabkan tidak optimalnya kinerja pegawai.

(7)

vii

KATA PENGANTAR Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Karena atas berkat Rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis hingga saat ini masih diberikan kesehatan dan dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ‘’ Kinerja Pegawai di kantor Imigrasi Kelas II Nunukan’’.

Skripsi ini disusun sebagai persyaratan akademik untuk mendapatkan gelar sarjana stara 1 (SI) di Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar. Shalawat serta salam tak lupa penulis junjungkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW panutan segala umat sepanjang zaman . dengan upaya memanfaatkan segala potensi yang dimiliki penulis seoptimal mungkin. Namun karna keterbatasan kemampuan dan pengetahuan penulis , maka skripsi ini masih jauh dari kata kesempurnaan. Oleh karna itu dengan segala kerendahan hati penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritik dari berbagai pihak. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini dapat terselesaikan tak lepas dari bimbingan, arahan serta bantuan berbagai pihak. Oleh karna itu, penulis mengucapkan banyak terimah kasih yang sedalam-dalamnya.

Ucapan terima kasih pertama-tama penulis persembahkan untuk kedua orang tua penulis, ayahanda Abdullah Dan Ibunda Ampeng. Terima kasih atas doa, cinta, kasih sayang, didikan, kepercayaan, dan pengorbanan ayah dan bunda untuk ananda. Semoga allah SWT Memberikan balasan yang berlipat ganda kepada beliau, tak lupa pula ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis

(8)

viii

ucapkan kepada semua saudara(i)ku yang tercinta Suhrina, Musfitamalah yang tak henti-hentinya memberikan dukungan moril maupun material kepada penulis dan juga seluruh keluarga besarku.

Banyak rintangan yang penulis hadapi dalam penyelesaian skripsi ini, untuk itu pada kesempatan ini izinkan penulis memberikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan kepada penulis dalam pembuatan skripsi ini, maka dari itu penulis juga mengucapkan terima kasih kepada :

Dr.Muh.Isa Ansyari, M.Si selaku pembimbing I dan bapak Dr.Burhanuddin, S.Sos, M.Si selaku pembimbing II yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. Bapak Prof.Dr.H. Abd. Rahman Rahim, SE., M.M Selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Ibu Dr. Hj. Ihlyani Malik, S.Sos.,M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Muhammadiyah Makassar. Bapak Dr. Burhanuddin, S.Sos., M.Si selaku Dekan I dan NasrulHaq, S.Sos., MPA selaku Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar. Segenap Dosen dan Seuruh Jajaran Staf Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah banyak memberikan pengetahuan dimulai dari semester awal hingga semester akhir. Saudara-saudara seperjuangan yang selalu memberikan semangat dan do‟a membantu peneliti sehingga semua proses penyusunan skripsi ini dapat berjalan lancar.

(9)

ix

Terima kasih kepada teman kelas H Ilmu Administrasi negara 2014 dan sahabat-sahabat, Miftahul Jannah, Nurwahdania, Mega Asma, Muh.Iqbal, Jumalia, Dwi Pratiwi, irwan,muh ammar muhammar, Nurikhsan, dan teman-teman lainnya yang tak bisa saya sebut satu persatu terimah kasih banyak atas semangat yang diberikan.

Terima kasih juga kepada teman-teman seasrama “asrama putri Nunukan‟‟ yang juga selalu memberikan semangat dan dukungan kepada peneliti.

Pihak kantor imigrasi kelas II Nunukan yang telah memberikan Izin dan bantuan untuk melakukan penelitian. Tentunya seperjuangan yang tak bisa penulis sebutkan satu persatu, terimah kasih karena selalu mendukung memberikan motivasi dalam proses penyelesaian skripsi. Demi kesempurnaan skripsi ini, saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. Semoga karya skripsi ini bermanfaat dan dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pihak yang membutuhkan.

Wassalamu‟alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Makassar, 30 Agustus 2019

(10)

x DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN... iii

HALAMAN PENERIMAAN TIM ... iv

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH... v

ABSTRAK ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... x BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... ... 1 B. Rumusan Masalah ... 4 C. Tujuan Penelitian ... 5 D. Manfaat Penelitian ... 5

BAB II.TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Strategi Peningkatan Kinerja ... 6

B. Tahap-Tahap Strategi ... ... 7

C. Prinsip-Prinsip Strategi ... 10

D. Konsep Kinerja ... 11

E. Indikator Kinerja ... 14

F. Upaya peningkatan strategi ... 18

G. Kerangka Pikir ... 23

H. Fokus Penelitian ... 25

I. Deskripsi Fokus Penelitian ... 25

BAB III. METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 28

B. Jenis dan Tipe Penelitian ... 28

C. Sumber Data ... 29

D. Informan Penelitian ... 29

E. Teknik Pengumpulan Data ... 30

F. Teknik Analisis Data ... 31

G. Keabsahan Data... 32

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Obyek Penelitian ... 34

(11)

xi

1. Gambaran Umum Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan ... 34

2. Visi dan Misi Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan ... 36

3. Motto Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan ... 37

4. Janji Layanan Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan ... 37

5. Syarat Permohonan Paspor Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan ... 37

6. Struktur Organisasi Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan ... 38

B. Hasil Penelitian ... 39

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 65

B. Saran ... 66 DAFTAR PUSTAKA

(12)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Kantor Imigrasi kelas II Nunukan adalah satuan kerja dilingkungan kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia yang menjalankan amanat undang-undang No. 6 tahun2011 tentang : 1) memberikan Izin masuk dan keluar orang di wilayah Republik Indoesia, 2) melakukan pengawasan dan perlindungan warga Negara asing yang berada di wilayah republik Indonesia, 3) memberikan Hak kepada warga Negara republik Indonesia untuk memperoleh dokuman keimigrasian yang sesuai dengan peraturan yang berlaku, 4) sebagai instansi pemerintah kami juga dituntut untuk menjalankan administrasi Negara yang baik, efesien, transparan dan sesuai prosedur.

Merujuk pada tugas dan fungsi di atas menunjukkan bahwa Kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan memiliki beban tugas cukup berat sementara tidak diikuti dengan jumlah pegawai yang memadai. Ada ketidakseimbangan antara jumlah pekerjaan dengan jumlah pegawai yang berimplikasi belum optimalnya kinerja yang dicapai. Namun demikian keterbatasan kuantitas kerja pegawai bisa diminimalkan jika ditunjang dengan arahan dan perintah pimpinan yang berfokus pada pekerjaan yang dikerjakan oleh pegawai atau bawahan. Hasil penelitian Aditya (2013:156) “menunjukkan bahwa kuntitas kerja pegawai negeri sipil di Kantor Camat Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara hanya sebesar 60%, sedangkan 40% masih bergantung dari arahan dan perintah pimpinan serta situasi dan kondisi yang ada”. Sangat berbeda dengan kondisi di Kantor Imigrasi

(13)

2

Kabupaten Nunukan yang sudah memiliki keterbatasan jumlah pegawai yang kemudian kurang disertai kemampuan atasan dalam mengarahkan bawahannya. Ada fenomena yang memperlihatkan kurang optimalnya upaya peningkatan kinerja di Kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan. Salah satu diantaranya adalah tidak seringnya pegawai diikutsertakan pendidikan dan latihan yang berkaitan dengan tugas dan fungsinya. Implikasi yang ditimbulkan adalah layanan yang diberikan belum mampu memuaskan harapan orang yang dilayani, untuk itu pegawai hendaknya dapat mengimbangi tuntutan masyarakat dengan menetapkan kepribadian yang berorientasi pada pelayanan, pegawai yang propesional memiliki kualitas dan integritas kepribadian yang mengacu pada moralitas. Pegawai yang propesional memiliki etos kerja dan disiplin kerja yang tinggi sehingga pada akhirnya bermuara pada peningkatan kinerja dan produktivitas kerja optimal dan mampu memenuhi harapan masyarakat yang dilayani.

Salah satu faktor penentu keberhasilan suatu instansi adalah kinerja dan produktivitas pegawai. Setiap organisasi atau instansi dalam melaksanakan program yang diarahkan selalu berdaya guna untuk mencapai tujuan instansi tersebut. Salah satu caranya adalah meningkatkan kinerja pegawai melalui pendidikan dan pelatihan. Strategi adalah kerangka acuan yang terintegrasi dan komprehensif yang mengarahkan pilihan-pilihan yang menentukan bentuk dan arah aktivitas-aktivitas organisasi menuju pencapaiaan tujuan-tujuan yng telah ditetapkan.

Strategi peningkatan kinerja merupakan cara instansi untuk meningkatkan kinerja pegawai agar tujuan instansi tersebut dapat tercapai. Agar strategi

(14)

3

peningkatan kinerja tersebut dapat berhasil maka instansi perlu mengetahui sasaran kinerja, sasaran kinerja menetapkan adalah individu secara sfesifik, dalam bidang proyek,proses,kegiatan rutin dan inti yang akan menjadi tanggung jawab pegawai. Jika sasaran kinerja ditimbulkan dari dalam diri pegawai, maka akan membentuk suatu kekuatan dari diri pegawai tersebut dan jika situasi lingkungan kerja turut menunjang maka pencapaiaan kinerja akan lebih mudah.

Peningkatan kinerja pegawai adalah hal terpenting dalam suatu perusahaan karena pegawai tersebut memberikan tenaga, kreatifitas mereka kepada perusahaan. Jika kinerja pegawai dapat dikelolah dengan baik maka akan meningkatkan kinerja pegawai dan berdampak positif terhadap produktifitasnya. Kalimantan Utara adalah provinsi di Indonesia yang terletak dibagian utara pulau Kalimantan. Provinsi ini berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Negara bagian sabah dan serawak. Provinsi Kalimantan utara sebagai provinsi ke 34 di Indonesia pada tanggal 22 April 2013 dalam Undang-Undang No.20 th 2012 maka resmi terbentuk provinsi Kalimantan utara. tujuan pembentukan ini adalah untuk mendorong peningkatan kinerja pegawai dibidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.

Salah satu masalah yang menarik untuk dikaji berkaitan dengan peningkatan kinerja pegawai belum optimal dalam hal ini bisa dilihat dalam proses pembuatan paspor yang dimana dalam pembuatan paspor tersebut masih kurang karena instansi tersebut masih sangat minim terhadap sumber daya manusia. Pegawai Kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan saat ini terbebani dua tanggung jawab atau bisa dikatakan memiliki dua sub pekerjasan. Sehingga fokus yang dimiliki

(15)

4

pegawai tersebut terbagi menjadi dua. Oleh sebab itu banyak pegawai yang mengeluh karna kewalahan menghadapi pekerjaannya. Menurut Jumhuri, „‟salah satu petugas Kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan, perpanjangan amnesti yang diberikan pemerintah Malaysia berdampak positif dia mengaku kewalahan menangani hal tersebut dikarenakan kekurangan personil.

Berdasarkan uraiaan latar belakang tersebut, maka penulis tertari untuk mengadakan penelitian dengan judul “Kinerja Pegawai Di Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan‟‟.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana kinerja pegawai di Kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan ?

2. Bagaimana upaya peningkatan kinerja pegawai di Kantor Imigrasi kabupaten Nunukan ?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui :

1. Untuk mengetahui kinerja kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan

2. Untuk mengetahui upaya dalam meningkatkan kinerja pegawai di kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan

D. Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan tersebut, maka manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

(16)

5

Untuk kajian ilmiah, hasil ini diharapkan dapat berguna bagi penelitian-penelitian dengan tema yang sama atau relevan sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu sosial pada umumnya.

2. Manfaat praktis

a. Bagi peneliti, memberi bekal pengalaman untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan selama di bangku kuliah ke dalam karya nyata

b. Bagi warga kabupaten Nunukan, dapat memberikan masukan kepada pegawai kantor imigrasi untuk meningkatkan strategi peningkatan kinerja pegawai di kantor imigrasi kabupaten Nunukan.

c. Bagi mahasiswa lain, dapat digunakan sebagai bahan referensi atau kajian untuk pengembangan penelitian selanjutnya.

(17)

6 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Strategi

Pengertian strategi ada beberapa macam sebagaimana dikemukakan oleh para ahli dalam buku karya mereka masing-masing. Istilah strategi berasal dari bahasa yunani yatu‟ starategos‟ (stratos = tentara atau militer, dan ag = memimpin) memiliki arti seni berperang , atau dengan defenisi yang lebih lengkap untuk orang yunani (dihubungkan dengan strategi militer), strategi adalah ilmu pengetahuan dan pengerahan sumber daya manusia untuk operasi besar-besaran, melansir kekuatan pada posisi siap yang paling menguntungkan sebelum melakukan penyerangan terhadap lawan.

Menurut Chandler (2008) strategi adalah penetapan tujuan jangka panjang dan sasaran perusahaan, dan penerapan serangkaian tindakan, serta alokasi sumber daya yang penting untuk melaksanakan sasaran ini. Menurut Gerry Jhonson & Kevan Scholes dalam (Ilham Anugrah B:2012) menyatakan bahwa strategi sebagai arah dan cakupan jangka panjang organisasi untuk mendapatkan keuntungan melalui konfigurasi sumber daya lingkungan yang berubah untuk mencapai kebutuhan pasar dan memenuhi harapan berbagai pihak.

Sedangkan menurut Glueck dan Jauch (dalam Sedaryamayanti:2014) startegi adalah rencana yang disatukan luas dan berintergrasi yang menghubungkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantanganlingkungan, dirancang untuk memastikan tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi.

(18)

7

Selanjutnya defenisi strategi menurut Hamel dan Prahalad ( Husain Umar:2001) adalah merupakan tindakan yang bersifat Incremental (Senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yan dapat terjadi da bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti ( core competencies)

Startegi adalah rencana yang disatukan luas dan berintergrasi yang menghubungkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan, dirancang untuk memastikan tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi. Sedangkan Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kopuasan konsumen, dan memberikan konstribusi pada ekonomi. Kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya. Jadi strategi peningkatan kinerja adalah cara atau rencana yang cermat untuk meningkatkan kemampuan penampilan dan hasil kerja sumber daya manusia di Kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan tersebut.

B. Tahap Tahap Strategi

Tahapan strategi merupakan penyelesaiaan masalah-masalah yang sedang dihadapi dalam pegambilan keputusan yang dibuat untuk menentukan langkah yang tepat dari masalah tersebut. Dalam hal ini agar dapat mencapai tujuan yang diinginka, Strategi yang dibuat bisa diimplementasikan dalam penyelesaiaan

(19)

8

masalah yang terjadi, sehingga tolak ukur strategi akan dapat diukur dari implementasinya.

Menurut Haryadi (2005-6) dalam buku strategi manajemen berpendapat bahwa ada dua tahap strategi , kedua tahap strategi tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Perumusan

Menjelaskan tahap pertama dari bagian yang meliputi analisis

lingkungan internal maupun eksternal adalah penetapan visi dan misi, perencanaan dan tujuan strategi. Perumusan strategi bagian dari proses dalam menyusun langkah-langkah yang akan datang agar bisa membangun visi dan misinya, dari perumusan tersebut dapat merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut agar tercapainya penyedian costumer value terbaik. Dari perumusan strategi tersebut meliputi beberapah langkah yang harus dilakukan dari diri seorang pemimpin yaitu :

1. Mengidentifikasi suatu lingkungan yang akan dimasuki oleh pemimpin yang dapat menentukan misi untuk mencapai visi dan dicita-citakan dalam lingkungan tersebut.

2. Melakukan analisis dari lingkungan internal dan eksternal agar dapat mengukur kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi dilingkungan tersebut.

3. Tentukan tujuan dan target.

4. Tindakan seorang pemimpin untuk melakukan tindakan dengan menggunakan tahap strategi di atas untuk menentukan visinya, untuk

(20)

9

melihat manfaaat dari strategi tersebut dilingkungan terpilih dan bagaimana misi tersebut dapat ditunaikan atau dilakukan sekarang untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.

b. Pelaksanaan

Setelah tahap perumusan astrategi dapat terselesaikan maka selanjutnya tahap krusial dalam strategi pemerintah adalah tentang pelaksanaan strategi. Pelaksanan strategi adalah proses dimana strategi dan kebijakan dijalankan melalui pembangunan struktur, pengembangan program, budget dan prosedur pelaksanaan. Pelaksanaan strategi merupakan tahap yang paling sulit dalam proses strategi mengingat banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan dilapangan dan mungkin tidak sesuai dengan perkiraan semula. Keberhasilan dalam strategi tentunya harus didukung perusahaan yang capable dengan seorang pemimpin yang solid,kebijaksanan yang tepat,alokasi sumber daya yang cukup,situasi, budaya dan kondisi terhadap keberhasilan dari pelaksanaan strategi. Berdasarkan pendapat diatas penulis menyimpulkan bahwa tahap strategi merupakan langkah untuk membuatan kebijakan yang tepat dengan merumuskan visi dan misi dari kebijakan yang diambil tersebut. Kemudian setelah merumuskan dibutuhkan pelaksanaan yang tepat agar strategi kebijakan tersebut dapat mencapai tujuan yang diinginkan tersebut.

Pendapat lain menurut Mulyadi (Hidayat,2008:23) bahwa tahap-tahap strategi terbagi dan difungsikan sebagai berikut:

(21)

10 a. Perumusan Strategi

Tahapan perumusan strategi berfungsi sebagai tool untuk trend watching, analisis SWOT,evisioning dan pemilihan strategi (strategy choice).

b. Perencanaan Strategi

Perencanaan strategi kini berfungsi sebagai penerjemaan visi,misi,tujuan,core beliefe,core value dan strategi organisasi untuk dapat menentukan sasaran dan inisiatif strategi dengan empat atribut: komprehensif,koheren,terukur dan berimbang.

c. Penyusunan Program

Tahap penyusunan program berfungsi untuk menganalisis inisiatif strategi kedalam program, mengevakuasi ketercapaian sasaran strategi, mengevaluasi ke efektifitasan

C. Prinsip-Prinsip Strategi

Menurut Joyce (2015) Dalam buku strategi Manajemensuatu organisasi para eksekutif perlu menjamin bahwa strategi yang mereka susun dapat berhasil dengan meyakinkan. Untuk itu Hatten dan Hatten memberi beberapa petunjuk bagaimana agar strategi yang mereka susun dapat berjalan sukses.

1. Strategi haruslah konsisten dengan lingkungannya. Jangan membuat strategi yang melawan arus. Ikutlah arus perkembangan dalam masyarakat, dalam lingkungan yang memberi peluang untuk bergerak maju.

2. Setiap organisasi tidak hanya membuat satu strategi, tergantung pada ruang lingkup kegiatannya. Apabila ada banyak strategi yang dibuat maka strategi

(22)

11

yang satu haruslah konsisten dengan starategi yang lain. Jangan betantangan atau bertolak belakang

3. Strategi yang efektif hendaknya memfokuskan dan menyatukan semua sumber daya dan tidak mencerai-beraikan satu degan yang lain.

4. Strategi hendaknya memusatkan perhatian pada apa yang merupakan kekuatannya dan tidak pada titik-titik kelemahannya.

5. Sumber daya adalah suatu yang kritis. Mengingat strategi adalah sesuatu yang mungkin, anda harus membuat sesuatu yang memang layak dan dapat dilaksanakan.

6. Strategi hendaknya memperhitungkan resiko yang tidak terlalu besar. Memang setiap strategi mengandung resiko, tetapi haruslah berhati-hati sehingga menjerumuskan organisasi ke dalam lobang yang besar.

7. Strategi hendaknya disususn di atas landasan keberhasilan yang telah dicapai. 8. Tanta-tanda dari suksesnya strategi dinampakkan dengan adanya dukungan dari pihak-pihak yang terkait dan terutama dari para eksekutif dan semua pemimpin unit kerja dalam organisasi.

D. Konsep Kinerja

Kinerja berasal dari pengertian performance ada pula yang memberikan pengertian perpormance sebagai hasl kerja atau prestasi kerja. Namun, sebenarnya kinerja mempunyai makna lebih luas, bukan hanya hasil kerja, tetapi termaksud bagaimana proses pekerjaan berlangsung. Manajemen kinerja adalah manajemen tentang menciptakan hubungan dan memastikan komunikasi yang efektif. Manajemen kinerja memfokuskan pada apa yang diperlakukan oleh organisasi,

(23)

12

manajer, dan pekerja untuk berhasil. Manajemen kinerja adalah tentang bagaimana kinerja dikelola untuk memperoleh sukses.

Konsep kinerja pada dasarnya dapat dilihat dari dua segi, yaitu kinerja pegawai (perindividu) dan kinerja organisasi. kinerja pegawai adalah hasil kerja perseorangan dalam suatu organisai. Sedangkan kinerja organisasi adalah totalitas hasil kerja yang dicapai suatu organisasi. Kinerja pegawai dan kinerja organisasi memiliki keterkaitan yang sangat erat. Tercapainya tujuan organisasi tidak bisa diletakkan dari sumber daya yang dimiliki oleh organisasi yang digerakkan atau dijalankan pegawau yang berperan aktif sebagai pelaku dalam upaya mencapai tujuan organisasi tersebut.

Menurut Rue dan Byars (Harbani Pasolong:2011) mengatakan bahwa kinerja adalah sebagai tingkat pencapaian hasil. Sedangkan menurut Murphy dan Cleveland (Harbani Pasolong:2011) mengatakan bahwa kinerja adalah kualitas prilaku yang berorientasi pada tugas atau pekerjaan.

Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kopuasan konsumen, dan memberikan konstribusi pada ekonomi. Kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya. Menurut Gibson, Ivancevich dan Donnelly (1997), mengatakan bahwa kineja adalah tingkat keberhasilan dalam melaksanakan tugas dan kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Batasan tersebut mengandung makna bahwa kinerja dinyatakan baik dan sukses jika tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik. Hal yang sama di ungkapkan oleh Rival dan Basri (2005)

(24)

13

bahwa kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama priode tertentu melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kreteria yang telah ditentukan terlebih dahulu yang disepakati bersama. Kreteria dan konsep mengevaluasi manajer dan organisasi oleh Peter Drucker dinyatakan dalam ukuran efesien dan efektifitas. Efisiensi mengandung makna doing things right, melakukan sesuatu dengan cara benar. Kemampuan melakukan sesuatu dengan baik dalah merupakan konsep input-output. Manajer yang efesien adalah yang mencapai outputatau hasil, yang diukur dari input ( tenaga, bahan, dan waktu) yang dipergunakan untuk mencapainya. Manajer yang mampu meminimalkan biaysa sumber daya yang dipergunakan untuk mencapai tujuan adalah bertindak secar efesien.

Kinerja organisasi merupakan produk dari banyak faktor, termaksud struktur organisasi, pengetahuan, sumber daya bukan manusia, posisi strategis, dan proses sumber daya manusia. Kinerja memerlukan strategi, tujuan, dan integrasi. Strategi merupakan integrasi rencana tidak yang sangat luas untuk mencapai tujaun organisasi. Sementara itu yang dimaksud dengan tujuan adalah memperbaiki produktifitas sumber daya manusia. Karena strategi bersifat terintegrasi, semua faktor atau variabel saling berhubungan dan memberikan kontribusi pada kinerja. Sementara itu, integrasi tidak hanya diperlukan untuk mennghadapi keadan saat ini, tetapi lebih penting lagi untuk proses perubahan yang perlu dilakukan umtuk menghadapi masa depan organisasi, ( hersey, Blanchard, dasn Johnson, 1996:383).

(25)

14 E. Indikator Kinerja

Menurut Hersey Blanchard dan Johson Terdapat tujuh indikator kinerja. Dua diantaranya mempunyai peran sangat penting ,yaitu tujuan yang hendak dicapai dan untuk melakukannya diperlukan adanya motif. Tanpa dorongan motif untuk mencapai tujuan, kinerja tidak akan berjalan. Dengan demikian tujuan dan motif menjadi indikator utama dari kinerja. Namun kinerja memerlukan adanya dukungan sarana, kompetensi ,peluang, standar , dan umpan balik.

1. Tujuan

Merupakan suatu keadaan yang lebih baik yang ingin dicapai dimasa yang akan datang. Dengan demikian, tujuan menunjukkan arah kemana kinerja harus dilakukan. Atas dasar arah tersebut, dlakukan kinerja untuk mencapai tujuan, diperlukan kinerja individu, kelompok, dan organisasi.

2. Standar

Merupakan suatu ukuran apakah tujuan yang diinginkan dapat dicapai. Tanpa standar, tidak dapat diketahui kapan suatu tujuan tercapai.

3. Umpan Balik

Merupakan masukan yang dipergunakan untuk mengukur kemajuan kinerja, standar kinerja, dan pencapaiaan tujuan. dengan umpan balik dilakukan evaluasi terhadap kinerja dan sebagian hasilnya dapat dilakukan perbaikan kerja.

4. alat dan sarana

Merupakan sumber daya yang dapat dipergunakan untuk membantu menyelesaikan tujuan dengan sukses. Alat atau sarana merupakan faktor

(26)

15

penunjang untuk pencapaiaan tujuan. tanpa alat atau sarana tugas pekerjaan spesifik tidak dapat dilakukan dan tujuan tidak dapat diselesaikan sebagaimana seharusnya.

5. Kompetensi

Merupakan persyaratan utama dalam kinerja kompetensi merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk menjalankan pekerjaan yang diberikan kepadanya dengan baik. Orang harus melakukan lebih dari sekedar belajar tentang sesuatu, oramg harus melakukan pekerjaannya dengan baik.

6. Motif

Merupakan alasan atau pendorong bagi seseorang untuk melakukan sesuatu. Manajer mmfasilitasi motivasi kepada karyawan dengan insentif berupa uang, memberikan pengakuan, menetapkan tujuan menantang, menetapkan standar terjangkau, meminta umpan balik, memberikan kebebasan melakukan pekerjaan termaksud waktu melakukan pekerjaan, menyediakan sumber daya yang diperlukan dan menghapuskan tindakan yang mengakibatkan diisintentif.

7. Peluang

Pekerja perlu mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan prestasi kerjanya. Terdapat dua faktor yang menyumbangkan pada adanya kekurangan kesempatan untuk berprestasi, yaitu ketersediaan waktu dan kemampuan untuk memenuhi syarat.

Tugas mendapatkan prioritas lebih tinggi, mendapat perhatian lebih banyak, dan mengambil waktu yang tersedia. Jika pekerja dihindari karena supervisor

(27)

16

tidak percaya terhadap kualitas atau kepuasan konsumen, mereka secara efektif akan dihambat dari kemampuan memenuhi syarat untuk berprestasi.

Adapun indikator dari kinerja menurut Barnadine 2004 adalah sebagai berikut : 1. Kualitas

Tingkat dimana hasil efektifitas yang dilakukan mendekati sempurna, dalam arti menyesuaikan beberapa cara ideal dari penampilan aktifitas ataupun memenuhi tujuan yang diharapkan dari suatu aktifitas.

2. Kuantitas

Jumlah yang dihasilkan dalam istilah jumlah unit, jumlah siklus aktifitas yang diselesaikan.

3. Ketepatan waktu

Tingkat suatu aktifitas diselesaikan pada waktu awal yang diinginkan, dilihat dari sudut kordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktifitas lain.

4. Efektifitas

Tingkat pengunaan sumber daya manusia organisasi dimaksimalkan dengan maksud menaikan keuntungan atau mengurangi dari setiap unit dalam penggunaan sumber daya.

5. Kemandirian

Tingkat dimana seorang karyawan dapat melakukan fungsi kerjanya tanpa diminta bantuan bimbingan dari pengawas atau meminta turut campurnya pengawas untuk menghindari hasil yang merugikan.

(28)

17

Sedangkan indikator menurut (sedarmayati 2010:377) dalam buku reformasi birokrasi adalah :

1. Prestasi Kerja

Yaitu hasil kerja pegawai dalam menjalankan tugas, baik secara kualitas maupun kuantitas kerja.

2. Keahlian

Yaitu tingkat kemampuan teknis yang dimiliki oleh pegawai dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepadanya. Keahlian ini bisa dalam bentuk pengetahuan, inisiatif, komunikasi dan kerja sama.

3. Perilaku

Yaitu sikap dan tingkah laku yang melekat pada dirinya dan dibawa dalam melaksanankan tugas-tugasnya. Perilaku pegawai meliputi kepribadian dalam hal ini disiplin dan tanggung jawab.

4. Kepemimpinan

Yaitu aspek kemampuan manajerial dan seni dalam memberikan pengaruh kepada orang lain untuk mengkordinasikan pekerjaan secara cepat dan tepat termaksud pengambilan keputusan dan penentuan prioritas.

F. Upaya Meningkatkan Kinerja

Menurut Uhar Upaya ( 2005: 185) untuk mengembangkan atau meningkatkan kinerja pegawai pada dasarnya mrupakan suatu kebutuhan organisasi yang tida pernah berakhir hal ini disebabkan pengembangan dan peningkatan kinerja tidak

(29)

18

hanya dilakukan jika terjadi kesenjangan antara kinerja aktual dengan kinerja yang diharapkan, tetapi juga pengembangan dan peningkatan tersebut harus tetap dilakukan meski tidak terjadi kesenjangan. Sebab perubahan lingkungan eksternal organisasi yang sangat cepat dewasa ini akan mendorong pada meningkatnya tuntutan yang lebih tinggi pada organisasi. Ada 2 strategi penting untuk meningkatkan kinerja pegawai yaitu, pelatihan dan motivasi kinerja. Pelatihan digunakan untuk menangani rendahnya kemampuan pegawai, sedangkan mtivsi kinerj digunkn untuk menngni rendahnya semangat dan gairah kerja. Intensitas penggunaan kedua strategi tersebut tergantung dari kondisi pegawai itu sendiri. Bahkan, jika memang diperlukan, keduanya dapat digunakan secara simultan. 1. Pelatihan

Program pelatihan harus diberikan berdasarkan kebutuhan, artinya, jenis pelatihan yang diprogramkan harus sesuai degan jenis kemampuan apa yang masih rendah. Pelatihan yang diberikan kepada pegawai untuk mempermudahkan pegawai dalam melakukan pembelajaran terkait dengan tugas pekerjaannya. Menurut Ransal S.Schuler, Susan E. dalam Sinambela (2012:213), sasaran pelatihan bagi pegawai adalah menguasai pengetahuan, keterampilan, dan prilaku yang diletakkan pada program-program pelatihan serta menerapkannya ke dalam aktivitas sehari-hari. Dengan kata lain, program pelatihan yang efektif ialah program pelatihan yang menyetuh tiga domain, yaitu kognitif, efektif dan psikomotorik. Selain itu hasil hasil pelatihn harus diterapkan dalam kegiatan pegawa, baik didalam maupun diluar kantor.

(30)

19

Fenomena pegawai berkualitas, tetapi memiliki kinerja rendah sering ditemui disejumlah organisasi. Tidak sedikit para pegawai bekerja dibawah standar kerja yang telah ditetapkan bukan karena tidak mampu, melainkan karena tidak mau. Kondisi seperti itu disebabkan oleh rendahnya gairahkerja yang berdampak pada penurunan kinerja.

Motivasi kinerja merupakan upaya untuk memberi dorongan kepada pegawai agar bekerja sesuai standar atau bahkan melebihi standar kinerja yang telah ditetapkan. Motivasi kinerja memiliki empat tahap, yaitu (1) penerapan standar kinerja (2) audit kinerja, (3) pemberian umpan balik secara langsung (4)motivasi kinerja.

1) Penetapan standar kinerja adalah tingkat minimum kinerja yang harus dicapai. Standar kinerja hendaknya menantang, tetapi dapat dicapai. Penentuan standar kinerja didasarkan atas pertimbangan akal yang sehat dan data yang seakurat mungkin. Proses penentuannya harus melibatkan para pegawai agar muncul rasa tanggung jawab untuk menjalankannnya.apabila pegawai tidak dilibatkan dalam penentuan standar kinerja, mereka akan bersikap acuh tak acuh terhadap standar tersebut. Untuk memudahkan dalam pengukurannya standar kinerja hendaknya dinyatakan dalam bentuk kuantitatif.

2) Audit kinerja dilaksanakan untuk mengetahui seberapa baik suatu pekerjaan telah dilaksanakan. Hasil audit akan menjadi dasar dalam memberikan umpan balik dan motivasi kinerja kepada pegawai. Oleh karena itu, audit kinerja

(31)

20

harus dilaksanakan se-objektif mungkinbila memungkinkan para pegawai dilibatkan dalam audit kinerja.

3) Pemberian umpan balik secara langsung. Umpan balik dilakukan untuk memberikan data-data pekerjaan pegawai kepada pegawai yang bersangkutan untuk memantau pekerjaan sendiri. Data-data pekerjaan pegawai tersebut diberikan kepada pegawai untuk dipeajari sehingga dapat diketahui perkembangan kinerjannya oleh karena itu, umpan balik hendaknya diberikan secara langsung dan terus menerus agar prosesnya tidak terhenti.

4) Motivasi kerja tahap yang terakhir ialah tahap motivasi kinerja. Istilah motivasi tidak dapat dipisahkan dari istilah kebutuhan (needs), baik yang bersifat fisikologis maupun yang bersifat praktis. Setiap orang yang ingin berhasil dalam memotivasi orang lain harus mengenal dan memahami kebutuhan orang yang akan dimotivasi. Demekian juga jika ingin memotivasi kinerja pegawai, pimpinan pegawai harus memahami apa yang menjadi kebutuhan pegawai dalam konteks fisik maupun psikis.

Adapun upaya peningkatan kinerja pegawai dalam artikel Uhar (2005) adalah

1) Motivasi

Menumbuhkan motivasi kerja para karyawan merupakan hal yang penting karena dengan meningkatkan motivasi kerja karyawan maka secara otomatis dapat membuat semangat dan optimis dalam diri untuk dapat bekerja lebih giat dan menghasilkan sesuatu yang bagus bagi perusahaan.

(32)

21

Untuk dapat meningkatkan performa dan kinerja seorang karyawan, meberikan bonus atau reward tidak boleh dilupakan debb itu merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada karyawan atas pencapaian targetnya.

3) Pendekatan personal

Pendekatan yang dilakukan oleh atasan kepada karyawan merupakan hal yang harus dilakukan agar dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan dalam suatu perusahaan. Dengan terjalinnya rasa kebersamaan dan kekeluargan dalam suatu perusahaan maka secara otomatis akan mendorong munculnya semanagat untuk bekerja leboh giat lagi. Selain itu juga akan membangun kinerja dan performa karyawan.

4) Training

Pemberian training kepada karyawan dapat menumbuhkan motivasi kerja dan keterampilan yang nantinya dapat diaplikasikan saat kembali pada pekerjaan. Selain itu juga pemberian training dapat membuat karyawan lebih sedikit merasa refresh akibat penatnya rutinitas pekerjaannya.

5) Pendidikan

Kinerja seseorang juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang dimiliki. Oleh karena itu apabila perusahaan-perusahaan menginginkan kinerja baik dari pada karyawan, maka faktor pendidikan juga harus diperlukan.

(33)

22

Memberikan fasilitas dan prasarana yang layak kepada karyawan berpengaruh juga layak kepada karyawan berpengaruh juga terhadap kinerja para karyawan. Contohnya apabila Ac di ruangan mati maka akan menyebabkan ruangan panas dan membuat karyawan meninggalkan ruangan, hal ini dapat menyebabkan menurunnya produktifitas kerja dari karyawan tersebut.

Sedangakan upaya peningkatan kinerja karyawan menurut Timpe (1993) adalah :

1) Diagnosis

Suatu diagnosis yang berguna dapat dilakukan secara informan oleh setiap individu yang tertarik untuk meningkatkan kemampuaannya dalam mengevaluasi dan memperbaki kinerja.

2) Pelatihan

Setelah gaya antribusional dikenai dan dipahami, pelatihan dapat membantu manajemen bahwa pengetahuan ini digunakan dengan tepat.

3) Tindakan

Tidak ada program dan pelatihan yang dapat mencapai hasil sepenuhnya tanpa dorongan untuk menggunakannya. Analisa kausal harus dilakukan secara rutin sebagai bagaian dari tahap-tahap penilaiaan kinerja.

(34)

23

Strategi merupakan salah satu seni yang menggunakan kecakapan dan sumber daya suatu organisasi untuk mencapai sasarana melalui hubungan yang efektif dalam suatu organisasi tersebut. Strategi peningkatan kinerja sangat berpegaruh besar terhadap suatu pekerjaan agar mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan dalam organisasi tersebut.

Untuk menghasilkan Peningkatan Kinerja Pegawai Kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan maka dalam penelitian ini penulis menggunakan indikator kinerja menurut Barnadine 2004 dan upaya peningkatan kinerja dalamUhar 2005, yaitu yaitu Kualitas, Kuantitas, Ketetapan waktu, sedangkan upaya peningkatan kinerja yaitu Motivasi, training, sarana dan Prasarana.

Berdasarkan hal tersebut, berikut digambarkan dalam bentuk skema krangka pikir :

Strategi Peningkatan Kinerja Pegawai Di kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan

Rumusan Srategi Peningkatan Kinerja Kinerja 1) Kualitas 2) Kuantitas 3) Ketepatan waktu Upaya-Upaya Penigkatan Kinerja 1. Motivasi 2. Training

(35)

24 H. Fokus Penelitian

Adapun yang menjadi fokus penelitian adalah kinerja pegawai di Kantor Imigrasi kelas II Nunukan dengan indikator kinerja diantaranya, Kualitas, Kuantitas ,Ketetapan waktu , Penulis menggunakan 3 Indikator kinerja Menurut Barnadine 2004 dan 3 upaya-upaya peningkatan kinerja menurut uhar diantaranya, Motivasi, Training , dan sarana dan prasarana. Hal ini dikarenakan Indikator tersebut masih kurang maksimal dalam mengimplementasikannya pada saat meningkatkan kinerja pegawai.

I. Deskripsi Fokus Penelitian

Berdasarkan dari penjelasan sebelumnya maka dalam penelitian ini yang menjadi fokus penelitian adalah :

1. Kualitas adalah kerja yang diukur dari persepsi karyawan kantor imigrasi terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan karyawan pada Kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan

2. Kuantitas adalah jumlah dokumen yang dikerjakan oleh setiap pegawai berdasarkan target yang ditentukan oleh pihak Imigrasi Kabupaten Nunukan. 3. Ketetapan waktu adalah jumlah ketepatan pegawai menyelesaikan tugasnya

sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh pihak Imigrasi Kabupaten Nunukan.

4. Motivasi adalah salah satu cara ampuh dalam memberikan dorongan atau meningkatkan suatu kinerja karyawan agar standar kerja agar karyawan tersebut dapat bekerja sesuai dengan.

(36)

25

5. Training yaitu memberikan suatu bentuk pelatihan kepada pegawai kantor Imigrasi agar dapat menumbuhkan motivasi kerja di kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan

6. Fasilitas dan sarana yaitu memberikan suatu fasilitas dan sarana kepada karyawan sangat berpengaruh terhadap suatu kinerja pegawai di kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan.

7. Rumusan strategi peningkatan kinerja pegawai adalah rumusan strategi pemerintah dalam peningkatan kinerja pegawai, dengan menggunakan upaya-upaya peningkatan kinerja dan indikator kinerja dengan tujuan bagaimana strategi pemerintah dalam meningkatkan kinerja pegawai.

(37)

26 BAB III

METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian penulis dalam melihat strategi peningkatan kinerja, yaitu di kantor imigrasi kabupaten Nunukan dengan pertimbangan bahwa sumber daya manusia di kantor imigrasi tergolong masih kurang memadai. Sehingga lokasi tersebut merupakan lokasi yang strategi untuk melihat kinerja pegawai dalam peningkatan kinerja pegawai.

Adapun waktu penelitian yang akan direncanakan oleh penulis dengan waktu selama ±2 bulan ( 56 hari) terhitung mulai 05 April Sampai 31 Mei 2019.

B. Jenis dan Tipe Penelitian 1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Hal ini dikarenakan penelitian ini berupaya untuk memahami bagaimana strategi peningkatan kinerja pegawai di Kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan.

Tipe penelitian ini adalah penelitian fenomonologi. Istilah fenomonologi sering digunakan sebagai anggapan umum untuk menunjukkan pada pengalaman subjektif dari berbagai jenis dan tipe yang ditemui. Desain ini sangat sesuai dengan studi atau penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan atau mengungkap makna konsep atau fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi beberapa individu. Dengan tujuan untuk mencari strategi peningkatan Kinerja Pegawai Di Kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan. dimaksud untuk mencari gambaran secara jelas mengenai fenomena-fenomena yang terjadi di

(38)

27

masyarakat dengan menggali informasi dari informan melalui pengalaman yang bersangkutan. Dasar penelitian ini adalah wawancara, yaitu melakukan dialog (wawancara) kepada informan yang berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai hal yang berhubungan dengan penelitian.

C. Sumber Data

Penelitian ini penulis menggunakan data yang menurut penulis sesuai dengan objek penelitian sehingga dapat memberikan gambaran langsung terhadap objek penelitian. Adapun jenis data yang digunakan, antara lain:

1. Data primer adalah data yang dihimpun secara langsung peneliti dari hasil observasi dilokasi penelitian, wawancara langsung dari informan, dan dokumentasi berupa gambar yang diambil dilokasi penelitian.

2. Data sekunder ialah data ini diperoleh secara tidak langsung dari subjek peneliti untuk mendukung penulisan pada penelitian ini melalui dokumen karya ilmiah atau catatan yang ada serta jurnal dari berbagai media, arsip-arsip resmi yang dapat menambah kelengkapan data primer yang senantiasa berkaitan dengan masalah.

D. Informan Penelitian

Informan merupakan sasaran objek peneliti yang akan menjadi sumber informasi dalam pengumpulan data-data primer melalui proses observasi dan wawancara lapangan. Target peneliti yang akan menjadi informan dalam penelitian ini adalah betul-betul orang yang terlibat dalam strategi peningkatan kinerja di kantor imigrasi kabupaten Nunukan. Dimana yang dimaksud disini

(39)

28

adalah orang yang diharapkan memberikan data secara objektif, netral dan dapat dipertanggung jawabkan.

Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Tabel 1.1

Informan penelitian

No Informan Inisial Pekerjaan Keterangan

1. Hanton Hazali, SH,MH HH Kepala Kantor Imigrasi Kabupaten

Nunukan 1

2. Devid Toya, S.Kom, MM DVT Kepala Urusan kepegawaian

1

3. Nanda ND Pegawai 1

4. Lenny LNY Pegawai 1

5. Arni AR Pegawai 1

6. Ainun AIN Pegawai 1

7. Imelda IM Pegawai 1

8. Lina LN Masyarakat 1

9. Indy INDY Masyarakat 1

10. Danan DNN Masyarakat 1

Jumlah 10

(40)

29 E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik penelitian merupakan salah satu unsur penting dalam melakukan suatu penelitian. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yang digunakan dalam meneliti adalah:

1. Observasi/ Pengamatan yaitu dengan melakukan pengamatan dilokasi penelitian. Teknik ini dipergunakan untuk memperoleh data tentang Strategi Peningkatan Kinerja Pegawai diKantor Imigrasi Kabupaten Nunukan. Observasi dilaksanakan dengan langsung dan pencatatan secra sistematis terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian.

2. Wawancara yang digunakan peneliti ialah wawancara bebas terpimpin, artinya peneliti mengadakan pertemuan langsung dan wawan cara bebas artinya peneliti bebas mengajukan pertanyaan kepada informan sesuai dengan jenis data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Wawancara digunakan untuk memperoleh data tentang Strategi Peningkatan Kinerja Pegawai. Wawancara dilakukan langsung oleh peneliti untuk mengungkapkan tentang strategi peningkatan kinerja dengan kepala kantor imigrasi, sekertaris kantor imigrasi dan pegawai kantor imigrasi.

3. Dokumentasi merupakan pencarian data mengenai hal-hal variabel berupa catatan, transkip, buku , surat kabar, majalah, notulen rapat, agenda, dan lain sebagainya. Adapum dokumen yang diperlukan dalam penelitian ini, berupa gambaran dan informasi yang berhubungan dengan strategi peningkatan kinerja pegawai di Kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan. Memperoleh data yang telah tersedia dalam bentuk arsip atau buku yang mendukung penelitian

(41)

30

dan kemudian dibandingkan dengan hasil wawancara. Dokumen-dokumen yang berkaitan dengan masalah penelitian ini diperoleh dari Kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan yang berupa informasi mengenai Strategi Peningkatan Kinerja Pegawai

F. Teknik Analisis Data

Data yang telah diperoleh dianalisis secara kualitatif yaitu jenis data yang berbentuk informasi baik lisan maupun tulisan yang tidak dinyatakan dalam bentuk angka. Data dikelompokkan dengan tujuan memudahkan peneliti dalam menyeleksi data yang dibutuhkan atau tidak. Setelah dikelompokkan data tersebut dijabarkan dalam bentuk wacana sehingga lebih dimengerti, setelah itu dari wacana tersebut maka peneliti akan menarik kesimpulan dari data tersebut sehingga dapat menjawab pokok masalah penelitian. Untuk menganalisis berbagai fenomena di lapangan dilakukan langkah-langkah berikut:

1. Reduksi data

Proses penggolongan, pengurangan serta penyederhanaan, perubahan data masih mentah diperoleh dari catatan peneliti dilapangan. Langkah ini bertujuan untuk memilah-milah data atau informasi yang sesuai dan tidak sesuai dengan masalah yang diteliti.

2. Penyajian data

Setelah data melalui proses reduksi, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah penyajian data. Pada tahap penyajian data dimaksudkan agar hasil reduksi tersusun secara relevan hingga menghasilkan data yang makin mudah dipahami.

(42)

31 3. Penarikan kesimpulan

Dari permulaan pengolahan data, peneliti mulai mencari makna dari data-data yang telah terkumpul. Selanjutnya mencari arti dan penjelasannya kemudian menyusun pola-pola hubungan tertentu yang mudah dipahami dan ditafsirkan. Data tersebut kemudian dihubungkan dan dibandingkan antara satu dengan lainnya sehingga mudah ditarik kesimpulan sebagai jawaban setiap permasalahan yang ada.

G. Teknik Pengabsahan Data

Salah satu cara paling penting dan mudah dalam uji keabsahan hasil penelitian ini adalah dengan melakukan triangulasi. Ada 3 macam triangulasi, yaitu: Penjelasan dari ketiga triangulasi akan dipaparkan sebagai berikut:

1. Triangulasi sumber berarti membandingkan dengan cara mengecek derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui sumber yang berbeda. Misalnya membandingkan hasil pengamatan dengan wawancara, membandingkan antara apa yang dilakukan dikatakan secara pribadi, membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada.

2. Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Misalnya data dapat diperoleh dengan wawancara, lalu dicek dengan observasi, dokumentasi atau kusioner.

3. Triangulasi waktu, waktu juga sering mempengaruhi kreadibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah, akan memberikan data yang

(43)

32

lebih sehingga lebih kredibel. Triangulasi dapat juga dilakukan dengan cara mengecek hasil penelitian, dai tim peneliti lain yang diberi tugas melakukan pengumpulan data.

(44)

33 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Obyek Penelitian

1. Gambaran Umum Kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan

Kabupaten Nunukan adalah sebuah kabupaten di provinsi kalimantan utara, indonesia. Kabupaten ini merupakan wilayah paling utara di provinsi kalimantan utara. Ibu kota kabupaten nunukan terletak di kota tanjung selor yang merupakan ibu kota nunukan sedangkan Kantor Imigrasi terletak di sebelah utara ibu kota kabupaten nunukan yang berjarak ±321,2 km, dengan luas wilayah ± 14.493 km2 dan berpenduduk sebanyak 140.842 jiwa. Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan adalah unit pelaksanaan teknis di bawah kantor wilayah kementrian hukum dan HAM kalimantan timur. Kantor ini di dirikan pada tahun 1967 dengan nama pos Imigrasi Nunukan dan pada awalnya berada dibawah wilayah kerja kantor imigrasi tarakan. Kemudian pada tahun 1977 berdasarkan surat keputusan mentri kehakiman republik indonesia Nomor J.S4/5/14 tahun 1977 tanggal 13 juli 1977 keberadaan pos imigrasi nunukan dinyatakan berdiri sendiri dan statusnya ditingkatkan menjadi kantor resort rektorat imigrasi nunukan, keberadaan pos imigrasi nunukan ditingkatkan menjadi kantor Resort Direktorat Jendral Imigrasi Nunukan. Seiring dengan perkembangan kabupaten Nunukan dan meningkatnya volume kerja dan terakhir pada tahun 1983 kantor Resort Direktorat Jendral Imigrasi Nunukan ditingkatkan menjadi imigrasi kelas II nunukan yang membawahi wilayah kerja kabupaten Nunukan. Untuk memberikan pelayanan imigrasi, penegakan hukum, keamanan negara serta fasilitator kesejehteraan

(45)

34

masyarakat kabupaten Nunukan menempati kantor baru dilahan seluas 1 Hektar pada tahun 2011 di daerah sedadap kecamatan nunukan selatan. Masyarakat di wilayah perbatasan perlu adanya perlakuan khusus yang menyangkut hukum internasional yang mengakibatkan perjanjian antara negara indonesia-malaysia baik itu yang mengatur tentang batas-batas negara maupun lalu lintas keluar masuknya orang diwilayah indonesia khususnya penduduk kota tawau dan penduduk kabupaten Nunukan. dengan batas-batas wilayah sebagai berikut : Sebelah Utara : Kec. Nunukan

Sebelah Selatan : Teluk Sebuku Sebelah Barat : Selat Sebuku Sebelah Timur : Laut Sulawesi

Wilayah kerja kanim Nunukan terdiri atas 16 kec. Dan terbagi dalam 3 pulau dengan luas wilayah ±14,247.50 km2 dan berbatasan langsung dengan serawak tawau malaysia, yaitu sebagai berikut: Pulau Nunukan: kecamatan nunukan, Nunukan selatan, Pulau sebatik: sebatik, sebatik timur, sebatik tengah, sebatik barat, sebatik utara, Pulau kalimantan (daratan): kerayan, kerayan selatan, lumbis, lumbis onggong, sembakung, sebukuh, seimenggaris, tulin ongsai, sembakung ataluai. Kantor imigrasi kelas II Nunukan saat ini membawahi satu unit pelayanan yang bekerja sama dengan BPT3TKI dan instansi terkait diwilayah kabupaten Nunukan, satu unit tempat pemeriksaan kantor imigrasi yakni tempat pemeriksaan pelabuhan tunon taka dan lima unit pos imigrasi yaitu pos imigrasi sungai pancang, pos imigrasi kerayan pos imigrasi lumbis, pos imigrasi semenggaris dan

(46)

35

PLBL lemijung .kantor imigrasi kelas II Nunukan memberikan pelayanan dengan didukung sarana dan prasarana yaitu ruang pelayanan baru dan moderen.

Jarak tempuh Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan kec/Pulau yang paling jauh yaitu di wilayah Kec/Pulau kalimantan (daratan) dengan jarak ± 89,0 km dan yang paling terdekat dengan Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan yaitu Kec/Pulau Kec.Nunukan selatan dengan waktu tempuhnya hanya sekitar 5-15 menit saja.Seperti data pegawai berikut ini :

Berdasarkan pada tabel 1.2 jumlah data keseluruhan pegawai Negri dan Honorer yang dimiliki kantor Imigrasi Kelas II Nunukan yaitu sebanyak 45orang. Jenis tenaga yang dimiliki jumlah sangat banyak yaitu Fungsional Umum yang berjumlah 31 orang dan jenis tenaga yang kurang itu ada beberapa yang tak terisi diantaranya: kasubsi lantaskim, kasubsi statuskim, kasubsi waskim,kasubsi informasi, kasubsi komunikasi dan petugas daratan.

2. Visi dan Misi Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan Visi :

Masyarakat memperoleh kepastian Hukum. Misi :

1. Mewujudkan peraturan perundang-undangan yang berkualitas 2. Mewujudkan pelayanan hukum yang berkualitas

3. Mewujudkan penegakan hukum yang berkualitas

4. Mewujudkan penghormatan,pemenuhan,dan perlindungan HAM

(47)

36

6. Mewujudkan aparatur kementrian hukum dan HAM yang profesional dan berintegritas.

3. Motto Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan

Motto :

Melayani dengan tulus 4. Janji Layanan

1) Perjanjian persyaratan 2) Kepastian biaya

3) Kepastian waktu penyelesaian

5. Syarat pemohon Kantor Imigrasi kelas II Nunukan 1) Kartu tanda penduduk (KTP)

2) Kartu keluarga (KK)

3) Akte kelahiran, ijazah (SD,SMP, SMA), Surat nikah atau surat babtis ( yang memuat nama, tempat dan tanggal lahir serta nama orang tua)

4) Surat bukti memperoleh WNI Bagi orang asing yang telah memperoleh kewarganegaraan indonesia

5) Surat penetapan ganti nama bagi yang telah mengganti nama 6) Paspor lama bagi yang perna memiliki paspor

Bagi anak usia 17 tahun kebawah atau belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP) :

1) KTP,KK, dan surat nikah orang tua 2) Akte kelahiran anak

(48)

37

3) Fotocopy paspor orang tua yang masih berlaku/yang mendampingi anak tersebut.

6. Struktur organisasi kantor imigrasi kelas II Nunukan

B. Hasil Penelitian

Kepala kantor imigrasi kelas II Nunukan Ka. TU Jonny Siswanto Kaur Umum Syuriansyah Kaur Keuangan Syahrul Kaur kepegawaian Devid Kasi wasdakim Bimo Mardi W Kasi Infokim Agus Heryanto Kasi lalintuskim Rudi Sari’ie Kasubsi lantaskim - Kasubsi dakim Awaluddin. Kasubsi waskim - Kasubsi statuskim - Kasubsi informasi - Kasubsi komunikasi -

(49)

38

Strategi adalah proses penentuan rencana pemimpin yang berfokus pada tujuan organisasi yang di sertai penyusunan upaya atau cara agar tujuan yang telah ditetapkan tersebut dapat tercapai dengan baik. Sedangkan peningkatan kinerja pegawai adalah usaha pemimpin untuk memperbaiki kinerja pegawai yang sekarang maupun yang akan datang sehingga kinerja pelaksanaan upaya peningkatan kinerja pegawai lebih efisien. Jadi strategi peningkatan kinerja pegawai adalah suatu proses yang dilakukan pemimpin untuk mewujudkan pegawai baik dari segi pegetahuan maupun kemampuan sehingga dapat mengubah kemampuan bekerja, berfikir dan lain-lainnya agar dapat meningkatkan kinerja pegawai itu senidiri.

Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan adalah suatu lembaga yang memiliki suatu target kerja yang ingin di selesaikan dengan waktu yang telah ditetapkan. Di lihat dari indikator kinerja pegawai (Barnandien 2004) dan upaya-upaya peningkatan kinerja pegawai (Uhar:2005). Yaitu Kualitas, Kuantitas, Ketepatan Waktu, Motivasi, Bonus, Traning, Fasilitas dan Sarana.Berikut data hasil penelitian strategi Peningkatan Kinerja Pegawai di kantor Imigrasi Kelas II Nunukan.

1. Kinerja Pegawai

Kinerja merupakan hasil kerja yang diperoleh seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya sesuai dengan kecakapan, pengalaman, serta waktu penyelesaiannya dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil kerja atau prestasi kerja baik kuantitas maupun kualitas yang telah dicapai SDM per satuan periode waktu tertentu dalam

(50)

39

melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan kepadanya.

Dalam mewujudkan visi misi perusahaan maka setiap pegawai atau karyawan sangat dituntut untuk memiliki kualitas kerja yang baik dalam menyelesaikan dan kesuaian pekerjaan serta tanggung jawabnya sehingga pekerjaan dapat mencapai target/sasaran yang telah ditetapkan. begitu pula dengan ketepatan waktu untuk melatih kedisplinan setiap pegawai yang ada dalam sebuah perusahaan, setiap pekerjaan yang dilakukan memliki standar waktu yang telah ditentukan. Visi dan misi perusahaan akan tercapai apabila pekerjaan yang dilakukan oleh para pegawai dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Serta tidak lepas pula dengan kemampuan setiap pegawai untuk memiliki keahlian yang diharapkan oleh perusahaan sehingga dalam menyelesaikan pekerjaannya dapat mencapai saasaran atau target perusahaan .

Kinerja pegawai adalah tingkat pencapaian atau hasil kerja seseorang dari sasaran yang harus dicapai atau tugas yang harus dilaksanakan sesuai dengan tanggung jawab masing-masing dalam kurun waktu tertentu.

Menurut Kusriyanto (2006:9) Mendefinisikan kinerja karyawan adalah perbandingan hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja persatuan waktu. Kinerja pegawai Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan dari tahun per tahun sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dari hasil observasi dan wawancara, dengan adanya indikator kinerja dan upaya peningkatan kinerja pegawai dapat dilihat sebagai berikut :

(51)

40

Kualitas merupakan suatu kerja yang diukur dari tingkat kemampuan pegawai dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh kantor Imigrasi Kelas II. Nunukan. Salah satu bentuk nyata yang dapat di lihat dalam kualitas kantor imigrasi Kelas II Nunukan adalah menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan.

2. Hasil Kerja Yang Baik

Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan dalam melaksanakan tugasnya mendapat respon positif dari masyarakat yang mendapat pelayanan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kualitas kerja pegawai. Oleh karena itu, kepala kantor imigrasi terus berupaya meminimalkan kekurangan yang bisa menghambat peningkatan kinerja pegawai. Berikut hasil wawancara dengan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan mengenai hasil kerja pegawai:

“Kualitas kerja pegawai disini menurut kami sudah cukup memuaskan, karna pegawai kantor imigrasi sudah menyelesaikan pekerjaanya sesuai dengan target walaupun di kantor imigrasi ini masih kekurangan pegawai tetapi kami masih bisa menyelesaikan dengan tepat waktu sesuai dengan permintaan masyarakat, hanya saja biasa terkendala oleh adanya pemadaman listrik disini dek, begitu..salah satu bentuk usaha kami dalam pelayanan yang maksimal dan komitmen kantor imigrasi kelas II Nunukan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang membutuhkan dokumen keimigrasian.(HH,06 Mei 2019).

Hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa apa yang dikerjakan oleh pegawai Imigrasi Kelas II Nunukan telah memberikan pelayanan yang baik terhadap pengguna layanan yang membutuhkan dokumen keimigrasian. Pihak imigrasi sudah seoptimal mungkin untuk bekerja maksimal agar pengguna layanan merasakan kebaikan layanan berupaya melaksanakan tugas-tugas sesuai target dan tepat waktu. Berikut adalah wawancara dengan masyarakat yang mendapat pelayanan dikantor imigrasi yaitu sebagai berikut:

(52)

41

“Pelayanan kantor imigrasi disini bagus sekali sudah de apalagi pelayanannya nda susah jadi enak kita mengurusnya paspor, apalagi kalau orang yang baru mau urus paspor gampang saja karna alurnya tertempel jelas sekali di dinding tempat orang mengantri jadi nda setengah mati mengurus‟‟ (LN, 08 Mei 2019).

Pernyataan di atas menunjukkan bahwa pelayanan di kantor imigrasi kelas II Nunukan sudah baik hal senada juga di ungkapkan oleh salah satu masyarakat lain terkait pelayanan kantor imigrasi yaitu sebagai berikut:

“Kalau yang aku rasakan waktu urus paspor yah mudah saja pelayanannya juga bagus sekali pegawainya juga ramah-ramah, baiklah pokoknya, cara kerjanya juga pegawai bagus cepat lincah yah walaupun kadang terhambat sama jaringan begitu kalau aku yah” ( DNN,01 Mei 2019).

Berdasarkan hasil observasi terkait dengan pelayanan sudah terlaksana dengan baik dan sesuai dengan alur pelayanan yang telah ditetapkan oleh pihak Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan. Pelayanan di Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan sudah lumayan baik namun masih ada saja masyarakat yang mengeluh terhadap jaringan yang tiba-tiba off line di sebabkan oleh adanya pemadaman listrik. Akan tetapi pihak kantor imigrasi kelas II Nunukan masih bisa mengatasi hal yang membuat masyarakat menjadi resa dengan menunjukan pelayanan yang baik untuk masyarakat dan menyelesaikan tanggung jawab mereka masing-masing sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

3. Proses Kerja Pegawai

Proses kerja yang ada di Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan didasarkan pada tahapan-tahapan tertentu sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) sebagai salah satu aspek yang menjadi rujukan para pegawai dalam melakukan pekerjaannya. Tahapan tersebut telah tersosialisasi dengan baik kepada para pengguna layanan. Hasil wawancara dengan kepala urusan kepegawaian yang

(53)

42

lebih menjelaskan secara detail mengenai proses kerja atau kualitas kerja pegawai kantor imigrasi kelas II Nunukan yaitu sebagai berikut:

“kalau kulitas kerja dikantor imigrasi kelas II Nunukan menurut saya de sudah baik, boleh dilihat bagaimana cara pegawai mengerjakan pekerjaannya sangat giat sekali, apalagi kami punya yang namanya jurnal harian yang setiap harinya di stor keatasan untuk dinilai apabila tidak sesuai target akan ada sangsi tersendiri yang kami dapatkan oleh atasan kami, memang kami masih kekurangan pegawai tetapi pegawai disini siap melayani masyarakat sesuai dengan permohon yang di ajukan‟‟. (DVT, 07 Mei 2019).

Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa proses kerja yang dilakukan oleh pegawai Imigrasi Nunukan adalah melakukan pelayanan kepada masyarakat dari pagi sampai sore, Kemudian hasil kerja tersebut dituangkan dalam jurnal harian sebagai bukti bahwa setiap pegawai memiliki hasil kerja dalam setiap hari. Kemudian jurnal menjadi bahan penilaian sekaligus pengawasan pimpinan atas pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai. Dengan demikain proses kerja yang ada di Kontor Imigrasi Kelas II Nunukan bukan hanya pegawai mengerjakan pekerjaan yang telah menjadi tanggung jawabnya tetapi juga pimpinan melakukan pengawasan dengan menilai hasil kerja bawahannya melalui laporan jurnal harian yang dibuat oleh para pegawai setiap hari kerja. Berikut adalah wawancara dengan masyarakat yang mendapat pelayanan dikantor imigrasi kelas II Nunukan yaitu sebagai berikut :

“Kualitas kinerja pegawai di kantor imigrasi ini sudah cukup baik dan sesuai dengan alur pemohon paspor, hanya saja terkadang yang bikin terkendala itu ketika adanya pemadaman listrik atau tiba-tiba off line nah itu yang kadang buat kualitas kerja pegawai terganggu de, pegawainya juga masih kurang jadi kadang ngantri lama sekali mengantri ” (LN,08 Mei 2019).

Berdasarkan apa yang telah dikemukakan oleh masyarakat adalah bentuk apa yang dirasakan sesuai dengan keadaan yang ada, masyarakat masih mengeluh dengan kinerjanya yang masih sering adanya pemadaman listrik atau off yang

(54)

43

tiba-tiba terjadi. Hal senada juga diungkapkan oleh masyarakat lain terkait kualitas pelayanan yaitu sebagi berikut :

“Kualitas kerja pegawai disini menurut kami sudah cukup memuaskan, karna pegawai kantor imigrasi sudah menyelesaikan pekerjaanya sesuai dengan target walaupun di kantor imigrasi ini masih kekurangan pegawai tetapi kami masih bisa menyelesaikan dengan tepat waktu sesuai dengan permintaan masyarakat, hanya saja biasa terkendala oleh adanya pemadaman listrik disini dek, begitu..salah satu bentuk usaha kami dalam pelayanan yang maksimal dan komitmen kantor imigrasi kelas II Nunukan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang membutuhkan dokumen keimigrasian.(DNN,01 Mei 2019).

Peneliti juga telah melakukan observasi terhadap proses kerja yang dilakukan oleh pegawai di Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan yang pelaksanaannya mengacu pada proses kerja yang harus dilakukan pada setiap hari kerja dalam melayani masyarakat yang membutuhkan layanan. Memang harus diakui proses ini sangat sederhana karena disesuaikan dengan kondisi dan kuantitas beban kerja yang menjadi tanggung jawab Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan. Adapun proses yang dimaksud dapat dilihat pada tabel berikut:

Ambil Nomor Antrian Loket 1 PEMERIKSAAN BERKAS Loket 2 PROSES FOTO DAN

WAWANCARA

Pemohonan melakukan pembayaran paspor di bank /

atm dan langsung pulang Pemohon datang kekantor

Gambar

Gambar 2. Alur Pemohon Pembuatan Paspor  4.  Kemampuan Pegawai dalam Bekerja
Tabel IV. 2. Jumlah Penyelesain Paspor Pertahun
Gambar Keadaan Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan

Referensi

Dokumen terkait

Pada halaman menu ini, terdapat 4 menu utama, yaitu : 1. Dashboard Form Username Form Password Tombol Login Icon Menu.. Selain itu, dimenu utama juga terdapat shortcut untuk ke menu

Kecamatan Pusako Dan untuk saat ini Kantor Imigrasi kelas II Siak, juga membawahi Tempat Pemeriksaan Imigrasi TPI pada Pelabuhan Internasional LASDP Siak berdasarkan surat

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tual sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bidang keimigrasian pada lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi

Dari keseluruhan hasil tangkapan yang diperoleh dapat dikatakan bahwa bagan rakit dapat dijadikan sebagai alat tangkap ikan hias karena mutu hasil tangkapannya masih dalam

Puji syukur peneliti panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkat, rahmat, dan karunia- Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Analisis

Pada makalah ini akan diuji performansi dari CSMA 802.15.4 dengan TMAC dengan parameter rasio konsumsi baterai terhadap nilai goodput.. Selain itu konsumsi baterai dari CSMA

Tahap persiapan dimulai saat penyusunan formulir kesepakatan area perubahan. Pada tahap ini telah dilakukan identifikasi kebutuhan customer terhadap kerja

Mikrokontroler untuk menentukan alamat dari memori program yang akan dibaca, dan proses membaca data dalam memori sesuai dengan perintah program yang akan membaca dalam