• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nama Mahasiswa : Hutomo Dwiki Adiguna NRP : Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Sri Gunani Partiwi, M.T.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Nama Mahasiswa : Hutomo Dwiki Adiguna NRP : Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Sri Gunani Partiwi, M.T."

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

PENGGUNAAN INTELLIGENCE ALGORITHM UNTUK PENILAIAN

OPERATOR TERHADAP KONDISI KEAMANAN KERJA (JOB

SECURITY) DENGAN MEMPERTIMBANGKAN INDIKATOR HSEE

(HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT, ERGONOMICS)

STUDI KASUS : PT. DEMPO LASER METALINDO INDONESIA

Nama Mahasiswa

: Hutomo Dwiki Adiguna

NRP

: 2510100050

(2)

Outline Presentasi

1

• PENDAHULUAN

2

• TINJAUAN PUSTAKA

3

• METODOLOGI PENELITIAN

4

• PENGUMPULAN dan PENGOLAHAN DATA

5

• ANALISIS DATA

6

(3)

Latar Belakang (1)

• Konsep HSE (health, safety, environment) telah dipahami sebagai satu entitas dan digunakan di banyak perusahaan (Deng, 1999)

• Tujuan penerapan konsep HSE : mengurangi tingkat kecelakaan kerja, menanggulangi masalah

kesehatan dan menekan dampak negatif terhadap lingkungan

• Penerapan faktor ergonomi yang efektif di tempat kerja dapat menciptakan keseimbangan antara

human operators dengan job design (Azadeh, Rouzahman, Saberi, & Valianpour, 2014)

• Manfaat penerapan faktor ergonomi : mampu meningkatkan produktifitas kerja, perbaikan aspek keselamatan kerja (fisik dan mental) serta menjamin keamanan kerja atau job security

(4)

Latar Belakang (2)

• Job security merupakan probabilitas dimana seorang individu dapat mempertahankan

pekerjaannya (Azadeh, Rouzahman, Saberi, & Valianpour, 2014)

• Level job security yang tinggi jika hanya terdapat sedikit kemungkinan atau peluang untuk seorang

individu kehilangan pekerjaannya karena kecelakaan kerja

• Metode Adaptive Network Based Fuzzy Inference System (ANFIS) digunakan untuk pengukuran keamanan kerja operator dengan indikator HSEE (health, safety, environment, ergonomics)

(5)

Latar Belakang (3)

• Profil PT DEMPO LASER METALINDO

• Mulai beroperasi pada tahun 2003 • Kompetensi : sheet metal processing • Didukung dengan 52 karyawan

• Proses produksi : laser cutting, punching,

(6)

Perumusan Masalah

• Melakukan penilaian mengenai kondisi keamanan kerja atau job security yang

berhubungan dengan indikator HSEE (health, safety, environment, ergonomics)

berdasarkan input atau masukan dari operator

(7)

Tujuan Penelitian

1. Merancang instrumen penilaian terhadap operator mengenai

kondisi

keamanan

kerja

atau

job

security

dengan

mempertimbangkan indikator HSEE (health, safety, environment,

ergonomics)

2. Melakukan penilaian kondisi keamanan kerja atau job security

dengan menggunakan metode ANFIS (Adaptive Network Based

(8)

Manfaat Penelitian

1. Manfaat untuk Perusahaan (Objek Penelitian)

• Dapat mengetahui penilaian dari operator mengenai faktor keamanan kerja atau job security berdasarkan indikator HSEE pada kondisi existing

• Dapat mengetahui perbaikan yang diperlukan sehingga tercipta kondisi kerja yang lebih aman

2. Manfaat untuk Penulis

• Dapat mempelajari dan menerapkan metode penelitian untuk digunakan pada studi kasus industri atau kondisi kerja yang sebenarnya

(9)

Ruang Lingkup Penelitian (1)

1. Batasan

• Input variabel yang digunakan dalam penelitian yaitu health, safety,

environment dan ergonomics (HSEE)

• Output variabel yang dihasilkan dari penelitian ini adalah keamanan kerja

atau job security

• Pengisian kuisioner dilakukan oleh operator yang bekerja di lantai produksi

yang telah ditentukan sebelumnya

(10)

Ruang Lingkup Penelitian (2)

2. Asumsi

• Tidak terdapat perubahan kebijakan yang berhubungan dengan HSEE (health,

safety, environment, ergonomics) pada perusahaan sehingga berpengaruh

terhadap hasil penelitian

• Operator sebagai responden kuisioner mampu memahami dan menilai

kondisi keamanan kerja dengan faktor HSEE berdasarkan pengetahuan,

keterampilan dan pengalaman yang dimiliki

• Setiap kategori pertanyaan dalam kuisioner memiliki bobot / weight yang

sama

• Data efisiensi operator mengikuti pola distribusi normal

• Jumlah kuesioner memenuhi tingkat kecukupan data

(11)

Unsafe behaviour

• Definisi unsafe behaviour adalah berbagai perilaku yang dapat menyebabkan

kecelakaan (Miner, 1994)

• Unsafe behaviour dapat diminimalisasi melalui berbagai cara (Patria, 2007) :

a. Menghilangkan bahaya di tempat kerja dengan merekayasa faktor bahaya, dan mengenalkan kontrol fisik

b. Mengubah sikap pekerja untuk lebih peduli dengan keselamatan diri sendiri c. Memberikan punishment terhadap tindakan unsafe behaviour

(12)

Bahaya / hazard

• Hazard dapat disebut sebagai kondisi potensial yang menyebabkan injury

terhadap personil, atau mengurangi kemampuan untuk melakukan suatu fungsi

yang telah ditetapkan (Hammer, 1989)

• Beberapa kategori hazard dalam industri dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Bahaya fisik : kebisingan, radiasi, pencahayaan dan suhu panas

b. Bahaya kimia : bahan kimia berbahaya dan beracun, debu, uap kimia, dan larutan kimia c. Bahaya ergonomi : ruang sempit dan terbatas, pengangkatan barang, mendorong atau

(13)

ANFIS (Adaptive Neuro Fuzzy Inference System)

• ANFIS merupakan jaringan adaptif yang memiliki kesamaan fungsi dengan sistem

inferensi fuzzy (fuzzy inference system) (Jang, Sun, & Mizutani, 1997)

• ANFIS dapat disebut sebagai model jaringan syaraf tiruan yang tiap lapisannya

atau layer menerapkan aturan sistem inferensi fuzzy

• Pada dasarnya, ANFIS merupakan sistem inferensi fuzzy yang dilatih dengan

pasangan data input-output

(14)
(15)

METODOLOGI PENELITIAN

Tahap Persiapan START

IDENTIFIKASI DAN PERUMUSAN MASALAH

PENETAPAN TUJUAN PENELITIAN

OBSERVASI OBJEK PENELITIAN STUDI LITERATUR

- Unsafe behaviour - Bahaya / hazard

- ANFIS - Efisiensi operator

- Identifikasi proses bisnis - Identifikasi faktor HSEE (kondisi

eksisting)

(16)

• Digunakan metode Cronbach’s Alpha untuk melakukan uji reliabilitas pada kuisioner

• Uji validitas pada kuisioner dilakukan dengan metode factor analysis

Tahap Pengumpulan Data

• Pertanyaan pada kuisioner dibagi menjadi dua jenis, kategori input yaitu HSEE (Health, Safety,

Environment, Ergonomics) dan satu kategori output yaitu job security

• Masing – masing pertanyaan memiliki nilai bobot / weight antara 1 – 4 (nilai 4 menunjukkan evaluasi yang sangat baik)

• Data kuisioner dibagi menjadi dua bagian, yaitu

training data (S1) dan validation data (S2).

• Jumlah train data (S1) terdiri dari 70-90 % dari jumlah keseluruhan data, sedangkan sisanya sebesar 10-30 % data digunakan pada kategori data validation / test (S2) (Aznarte, et al., 2007)

B

PERANCANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PADA KUISIONER

UJI RELIABILITAS DAN VALIDITAS DATA KUISINONER PENGISIAN KUISIONER OLEH OPERATOR PADA OBJEK

PENELITIAN DATA KUISIONER RELIABEL DAN VALID? TIDAK TIDAK A

PENENTUAN TEST DATA (S2) PENENTUAN TRAIN DATA (S1)

(17)

• Digunakan beberapa model ANFIS yang berbeda untuk mendapatkan model yang paling optimum terhadap output

variabel keamanan kerja / job security

• Model ANFIS dengan nilai error (MAPE) terendah dipilih menjadi model ANFIS yang paling optimum

Tahap Pengolahan Data

PENENTUAN MODEL ANFIS BERDASARKAN NILAI MAPE YANG PALING MINIMUM

RUN MODEL (MIN MAPE) UNTUK SELURUH DATA (S1 DAN S2)

PENGGUNAAN BEBERAPA MODEL ANFIS YANG BERBEDA UNTUK MENGHITUNG NILAI ERROR (MAPE)

PERHITUNGAN SKOR EFISIENSI OPERATOR

PLOT DATA EFISIENSI OPERATOR DAN DILAKUKAN KOREKSI TERHADAP OUTLIER OPERATORS

C

D • Nilai efisiensi memiliki rentang antara 0-1, jika terdapat operator

dengan nilai efisiensi satu (1) maka perlu dilakukan langkah koreksi (Azadeh, Ghaderi, Anvari, & Saberi, 2007)

• Jika data konsisten dengan distribusi normal maka akan mengikuti garis lurus, semakin jauh posisi data atau titik dari garis tersebut maka semakin besar indikasi penyimpangan dari faktor normality (Azadeh, Rouzahman, Saberi, & Valianpour, 2014).

(18)

Tahap Analisis Data

END

KESIMPULAN DAN SARAN

ANALISIS DAN INTEPRETASI HASIL PENGUMPULAN DATA

D

Tahap Kesimpulan dan Saran

• Analisis perancangan kuesioner • Analisis model ANFIS

(19)

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

1. Perancangan kuesioner :

• Jumlah kuesioner yang dikumpulkan sebanyak 30 data

• Responden kuesioner adalah operator yang bekerja di lantai produksi PT Dempo Laser Metalindo • Masing-masing variabel input terdiri dari tiga pertanyaan

No Kategori Pertanyaan

1

Health

Apakah menurut anda durasi istirahat yang disediakan cukup memadai? 2 Apakah terdapat petugas kesehatan dan fasilitas medis di area kerja? 3 Apakah fasilitas kerja dilakukan perawatan kebersihan secara berkala?

(20)

2. Uji Validitas Data Kuesioner

• Uji validitas data dilakukan dengan metode analisis faktor.

• Hasil pegujian didapatkan nilai KMO (0,714) sedangkan nilai MSA untuk tiap variabel yaitu

health (0,719), safety (0,721), environment (0,662), ergonomics (0,816)

• Variabel penelitian dapat dilakukan analisis lanjutan jika memiliki nilai MSA (> 0,50) (Santoso, 2006)

(21)

3. Uji Reliabilitas Data Kuesioner

• Uji reliabilitas data dilakukan dengan metode Cronbach Alpha • Hasil pegujian didapatkan nilai Cronbach Alpha (0,725)

• Instrumen penelitian dengan nilai koefisien Cronbach Alpha (> 0,70) dapat dikatakan memiliki

(22)

3. Penentuan Train dan Test Data

• Data kuesioner yang telah dikumpulkan selanjutnya dibagi menjadi dua bagian,

training data (S1) dan test data (S2)

• Jumlah data yang digunakan sebagai

training data (S1) sebanyak 27 data

• Test / validation data (S2) dipilih secara acak dari seluruh responden dan dipilih sebanyak 3 data 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%

Training Data (S1) Test Data (S2)

P er ce n ta g e Data Responden

(23)

4. Estimasi Hubungan Input dengan Output

• Hubungan input dengan output pada model ANFIS berdasarkan aturan membership function dan inference

method

• Digunakan 24 model dengan aturan probabilitas yang berbeda untuk mendapatkan struktur model ANFIS terbaik (nilai MAPE paling minimum)

• Hasil perhitungan train data dengan ANFIS didapatkan nilai minimum MAPE yaitu 0,00096

Inference method Type

AND (T-norm, intersection) Min (minimum), Prod (Product)

OR (S-norm, Union) Max (maximum), Probor (Probabilistic OR)

Implication Prod, Min

(24)

5. Perhitungan Output Data ANFIS dan Efisiensi Operator

• Model ANFIS dengan kriteria nilai MAPE

paling minimum digunakan dalam

perhitungan output data (job security) masing-masing operator

• Tingkat efisiensi operator dihitung dengan menggunakan model ANFIS yang terpilih (nilai MAPE paling minimum)

0,0000 1,0000 2,0000 3,0000 4,0000 5,0000 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 O u tp u t Operator Code

Perbandingan Output Data ANFIS dan Output Data Kuesioner

Output ANFIS Output Kuisioner

0,9940 0,9950 0,9960 0,9970 0,9980 0,9990 1,0000 1,0010 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930 N il ai E fi si en si Operator

HASIL PERHITUNGAN EFISIENSI OPERATOR

(25)

6. Uji Normalitas Data dan Perbaikan Outlier Operator

• Hasil penilaian efisiensi operator selanjutnya dilakukan uji normalitas data dengan metode

Anderson-Darling

• Diketahui nilai p-value kurang dari 0,005 sehingga hipotesis normalitas data ditolak (tidak sesuai dengan pola distribusi normal) • Data outlier operators (OC 5, OC 6, OC 8, OC

26) tidak disertakan dalam uji normalitas lanjutan / perbaikan

• Diketahui nilai p-value yaitu 0,329 (> 0,05) sehingga hipotesis normalitas data diterima (sesuai dengan pola distribusi normal)

(26)

ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA

1. Analisis Perancangan Kuesioner

• Konsep HSEE akan mengoptimalkan efisiensi pekerjaan dan menghindari kecelakaan kerja (Changchit & Holsapple, 2001)

• Pengaturan struktur pertanyaan dan jawaban yang tertata rapi dapat mempermudah responden untuk memahami dan menjawab kuesioner

• Jenis pertanyaan tertutup digunakan dalam kuesioner job security dan penyusunan struktur kalimat menggunakan aturan yang baku untuk menghindari kesalahan pemahaman responden

• Masing-masing pilihan jawaban dilengkapi dengan deskripsi penilaian sehingga responden mampu memahami dasar penilaian yang diberikan

(27)

2. Analisis Hasil Kuesioner

• Terdapat 30 % responden menyatakan sangat puas, 50 % responden memberikan respon puas, dan 20 % responden memberikan jawaban tidak puas terhadap kondisi keamanan kerja (butuh

perbaikan)

• Kategori health, perbaikan dapat dilakukan dengan penambahan peralatan dan ruang kesehatan untuk perawatan ringan jika terjadi kecelakaan kerja

• Kategori safety, perbaikan dapat dilakukan dengan penyusunan prosedur evakuasi jika terjadi nyala api dan ledakan di area kerja

• Kategori environment, perbaikan dapat dilakukan dengan penyediaan alat pelindung telinga /

earplug kepada seluruh operator

• Kategori ergonomics, perbaikan dapat dilakukan dengan pengaturan layout area kerja untuk memudahkan akses perpindahan antar stasiun kerja

(28)

3. Analisis Model dan Output ANFIS

• Jumlah train data lebih sedikit daripada jumlah parameter yang mampu diubah oleh fungsi ANFIS dapat menghasilkan model ANFIS dengan nilai MAPE yang sama

• Berdasarkan hasil pengujian model ANFIS, jenis inference method yang berpengaruh terhadap

perubahan nilai MAPE adalah AND method

• Apabila dalam model ANFIS digunakan nilai epoch yang semakin besar maka hasil estimasi yang didapatkan memiliki nilai error (selisih dengan data aktual) yang lebih kecil

• Faktor yang menyebabkan munculnya outlier operator sebagai berikut : • Operator kurang memahami standar keselamatan kerja

• Operator tidak menjawab pertanyaan dalam kuesioner dengan jujur karena takut akan mendapat sanksi dari perusahaan

(29)

4. Rekomendasi Perancangan Kuesioner dan Model ANFIS

• Dapat dilakukan penambahan variabel penilaian pada kuesioner yang meliputi faktor tingkat beban kerja (workload), kondisi mental operator, karakteristik pekerjaan, tingkat kepuasan kerja

(job satisfactions) dan hubungan antar operator dengan pihak manajemen perusahaan

• Perhitungan estimasi tingkat efisiensi operator dapat digunakan sebagai dasar penilaian kinerja operator

(30)

SIMPULAN DAN SARAN

• Simpulan

• Terdapat empat variabel input yang digunakan dalam kuesioner penilaian keamanan kerja, pada variabel health digunakan kriteria penilaian durasi waktu istirahat, ketersediaan peralatan medis, dan kebijakan perawatan kebersihan. Pada variabel safety digunakan kriteria penilaian potensi nyala api di area kerja, penggunaan APD, dan sosialisasi keselamatan kerja. Pada variabel environment digunakan kriteria penilaian kondisi intensitas cahaya, suhu udara dan tingkat kebisingan di area kerja. Pada variabel ergonomics digunakan kriteria penilaian pengaturan layout stasiun kerja, ketersediaan fasilitas yang dapat disesuaikan dengan postur tubuh, dan keluhan sakit / nyeri di bagian punggung setelah aktifitas kerja

• Berdasarkan data kuesioner maka dapat diketahui pencapaian nilai untuk masing-masing variabel, pada variabel health (2,74), variabel safety (2,72), variabel environment (2,81), variabel ergonomics (2,82)

(31)

Simpulan (lanjutan)

• Dengan menggunakan kriteria MAPE, maka nilai error paling kecil (0,00096) didapatkan pada model ANFIS dengan fungsi input GaussMF, empat MF, operator AND (min), dan fungsi output

Linear

• Berdasarkan hasil pengolahan data dengan metode ANFIS, terdapat 30 % responden yang menyatakan sangat puas terhadap kondisi keamanan kerja, 50 % responden memberikan respon puas, dan 20 % responden memberikan jawaban tidak puas kondisi keamanan kerja atau butuh perbaikan

(32)

Saran

• Untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas mengenai kondisi keamanan kerja maka dapat ditambahkan variabel input yang lain dan juga dapat digunakan variabel yang sama namun

dengan penambahan indikator atau kriteria penilaian di setiap variabel

• Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh tipe parameter fungsi keanggotaan terhadap akurasi ANFIS

(33)

Daftar Pustaka

Abou-Ali, M. & Khamis, M., 2003. An integrated intelligent defect diagnostic system for tire production and service. Expert Systems with Applications, pp. 247-259. • Annie, Y., 2000. Bising Bisa Timbulkan Tinnitus dan Tuli. Jakarta: Intisari.

Arikunto, S., 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.Asfahl, R., 1999. Industrial Safety and Health Management. New Jersey: Prentice-Hall Inc.

• Athanassopoulos, A. D. & Curram, S., 1996. A comparison of data envelopment analysis and artificial networks as tool for assessing the efficiency of decision-making units. Journal of the Operational Research Society, pp. 1000-1016.

Azadeh, A., Fam, I. M., Khosnoud, M. & Nikafrouz, M., 2008. Design and implementation of a fuzzy expert system for performance assessment of an integrated health safety environment (HSE) and ergonomic system : the case of gas refinery. Information Sciences, pp. 4280-4300.

Azadeh, A., Ghaderi, S., Anvari, M. & Saberi, M., 2007. Performance assessment of electric power generations using an adaptive neural network algorithm. Energy Policy, pp. 3155-3166.

Azadeh, A., Rouzahman, M., Saberi, M. & Valianpour, F., 2014. An Adaptive Algorithm for Assessment of Operator with Job Security and HSEE Indicators. Journal of Loss Prevention in the Process Industries, pp. 26-40.

Aznarte, J. et al., 2007. Forecasting airborne pollen concentration time series with neural and neuro-fuzzy models. Expert System, pp. 1218-1225.

Changchit, C. & Holsapple, C. W., 2001. Supporting manager's internal control evaluations : an expert systems and experimental results. Decision Support Systems, pp. 437-449.

Cooper, D. & Schindler, P., 2003. Business Research Methods. New York: McGraw Hill.

Deng, H., 1999. Multicriteria analysis with fuzzy pair wise comparison. International Journal of Approximate Reasoning, III(21), pp. 908-920.Gay, L. & Diehl, P., 1992. Research Methods for Business and Management. New York: McMillan Publishing Company.

(34)

Daftar Pustaka

Hammer, W., 1989. Occupational Safety Management and Engineering. New Jersey: Prentice-Hall Inc.

Jang, J.-S. R., 1993. ANFIS : Adaptive Network Based Fuzzy Inference System. IEEE Transaction on Systems, Man, and Cybernetics.

Jang, J.-S. R., Sun, C.-T. & Mizutani, E., 1997. Neuro Fuzzy and Soft Computing : A Computational Approach and Machine Intelligence. New Jersey USA: Prentice-Hall Inc.

Kusumadewi, S., 2002. Analisis & Desain Sistem Fuzzy Menggunakan Toolbox Matlab. Yogyakarta: Graha Ilmu.Kusumadewi, S. & Hartati, S., 2006. Neuro Fuzzy : Integrated Sistem Fuzzy & Jaringan Syaraf. Yogyakarta: Graha Ilmu.Makridakis, S., Wheelwright, S. & McGee, V., 1999. Metode dan Aplikasi Peramalan Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga.Miner, B., 1994. Industrial and Organizational Psychology. USA: McGraw Hill.

Muchinsky, P., 1987. Psychology Applied to Work. Chicago: Dorsey Press.Patria, B., 2007. bhinablog. [Online]

Available at: http://www.inparametric.com/bhinablog/

Santosa, B., 2007. Data Mining Terapan Dengan Matlab. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Santoso, S., 2006. Seri Solusi Bisnis Berbasis TI : Menggunakan SPSS untuk Statistik Multivariat. Jakarta: Elex Media Komputindo.Sasongko, D., 2000. Kebisingan Lingkungan. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Shikdar, A. & Sawaqed, M., 2004. Occupational health and safety in the oil industry : a manager's response. Computer and Industrial Engineering , pp. 223-232.Sugiyono, 2011. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Suma'mur, P., 2009. Hygiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: Sagung Seto.

(35)
(36)
(37)
(38)
(39)

Penyebab terjadinya Unsafe Behaviour

• Merasa telah ahli di bidangnya dan belum pernah mengalami kecelakaan • Pihak manager atau pengawas yang tidak peduli safety / keselamatan

• Pekerja ingin memenuhi kebutuhan keselamatan (safety need) namun ada faktor kebutuhan lain sehingga menimbulkan konflik dalam dirinya (Muchinsky, 1987). Faktor tersebut diantaranya adalah menghemat waktu dan usaha, merasa lebih nyaman, menarik perhatian, mendapat kebebasan, dan diterima dalam lingkungan.

(40)

Kebisingan

• Kebisingan merupakan gangguan yang berpotensi mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan

terutama yang berasal dari kegiatan operasional

pabrik

• Operator merupakan komponen lingkungan yang terpengaruh akibat peningkatan kebisingan (Sasongko, 2000)

• Berdasarkan Kep Men Tenaga Kerja Nomor : KEP-51/MEN/1999, tentang Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan di tempat kerja telah ditetapkan sebesar 85 dBA

(41)

Suhu Ruangan

• Berdasarkan KepMen No. 51/MEN/1999 yang mengatur

mengenai nilai ambang batas Iklim

Kerja Indeks Suhu Basah dan Bola (ISBB)

Pengaturan waktu kerja setiap jam ISBB (°C)

Beban Kerja

Waktu Kerja Waktu Istirahat Ringan Sedang Berat

Bekerja terus menerus (8 jam per hari) - 30 26.7 25 75% Kerja 25% Istirahat 30.6 28 25.9 50% Kerja 50% Istirahat 31.4 29.4 27.9 25% Kerja 75% Istirahat 32.2 32.1 30 Keterangan :

1. Beban kerja ringan, dibutuhkan kalori sebesar 100-200 kkal/jam 2. Beban kerja sedang, dibutuhkan kalori sebesar 200-350 kkal/jam 3. Beban kerja berat, dibutuhkan kalori sebesar 350-500 kkal/jam

(42)

Pencahayaan

• Pencahayaan yang baik memungkinkan tenaga kerja dapat melihat objek yang dikerjakannya

secara jelas, tepat, dan tanpa usaha yang tidak

perlu (Suma'mur, 2009)

• Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 1405 Tahun 2002, tentang Persyaratan Lingkungan Kerja Industri, standar minimal pencahayaan di ruangan kerja sebesar 300 Lux • Tingkat penerangan berdasarkan jenis pekerjaan

dimana diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. 1405 Tahun 2002

Tingkat Pencahayaan

Minimal (Lux) Keterangan

Pekerjaan kasar dan tidak terus menerus

100

Ruang penyimpanan dan ruang peralatan / instalasi yang memerlukan

pekerjaan yang kontinyu

Pekerjaan kasar dan

terus menerus 200

Pekerjaan dengan mesin dan perakitan kasar

Pekerjaan rutin 300

Ruang administrasi, ruang kontrol, pekerjaan mesin dan perakitan / penyusunan

Pekerjaan agak halus 500

Pembuatan gambar atau bekerja dengan mesin, kantor, pekerja pemeriksaan atau pekerjaan dengan mesin Pekerjaan halus 1000 Pemilihan warna, pemrosesan tekstil, pekerjaan mesin halus dan perakitan halus

Pekerjaan amat halus

1500 (tidak menimbulkan

bayangan)

Mengukir dengan tangan, pemeriksaan pekerjaan mesin dan perakitan yang sangat halus Pekerjaan terinci 3000 (tidak menimbulkan bayangan) Pemeriksaan pekerjaan dan perakitan yang sangat halus

(43)

Soft Computing

• Soft computing merupakan suatu metode komputasi yang sejajar dengan kehebatan pikiran manusia dalam menalar dan belajar pada lingkungan yang penuh dengan ketidakpastian dan

ketidaktepatan (Jang, Sun, & Mizutani, 1997)

• Menurut Jang, Sun & Mizutani (1997) komponen utama dari soft computing adalah neural

networks (jaringan syaraf), fuzzy set theory (himpunan fuzzy) dan evolutionary computation

(komputasi evolusioner)

• Contoh penggabungan komponen tersebut diantaranya adalah Fuzzy Neural Networks (FNN), Neural Fuzzy System, Fuzzy Genetic Algorithm dan Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) (Kusumadewi & Hartati, Neuro Fuzzy : Integrated Sistem Fuzzy & Jaringan Syaraf, 2006)

(44)

Jaringan Adaptif (Adaptive Network)

• Jaringan adaptif merupakan suatu struktur jaringan yang terdiri dari beberapa node dan beberapa penghubung yang menghubungkan node satu dengan node yang lainnya

• Penggunaan lambang node yang berbentuk lingkaran dan persegi menunjukkan kemampuan adaptif yang berbeda

• Jaringan adaptif dapat dibedakan menjadi dua kategori berdasarkan jenis hubungan dan arsitekturnya yaitu feedforward dan recurrent

(45)

Sistem Inferensi Fuzzy (Fuzzy Inference System)

• Sistem Inferensi Fuzzy Mamdani

• Pada sistem inferensi fuzzy Mamdani, himpunan fuzzy input (antesenden) dan himpunan fuzzy output (konsekuen) merupakan himpunan fuzzy (Kusumadewi, 2002)

• Sistem Inferensi Fuzzy Sugeno (TSK, Takagi-Sugeno-Kang)

• Pada sistem inferensi fuzzy Sugeno, himpunan fuzzy berupa konstanta atau persamaan linier

• Sistem Inferensi Fuzzy Tsukamoto

• Himpunan fuzzy pada daerah konsekuen harus bersifat monoton baik monoton naik maupun monoton turun (Kusumadewi & Hartati, 2006)

(46)

Logika Fuzzy (Fuzzy Logic)

• Himpunan Fuzzy (Fuzzy Set)

• Himpunan fuzzy merupakan suatu grup yang mewakili suatu kondisi tertentu dalam suatu variabel fuzzy

• Fungsi Keanggotaan (Membership Function)

• Fungsi keanggotaan adalah suatu kurva yang memetakan titik-titik input data ke dalam derajat keanggotaan yang mempunyai rentang nol hingga satu

• Operator – Operator Fuzzy

• Hasil operasi yang terdiri dari dua atau lebih himpunan fuzzy input disebut dengan fire strength atau α-predikat (α) atau bobot (w)

(47)

Perhitungan Efisiensi Data

• Perhitungan efisiensi dilakukan untuk mengetahui perbedaan nilai error yang dihasilkan dari

output aktual (𝑃𝑟𝑒𝑎𝑙(𝑖)) dan error yang berasal dari output optimum (𝑃𝐴𝑁𝐹𝐼𝑆𝑖 ) selama periode

penilaian yang dilakukan terhadap objek amatan (Azadeh, Rouzahman, Saberi, & Valianpour,

2014)

• Skor efisiensi dari operator yang berhubungan dengan faktor HSEE dan job security bernilai antara 0 hingga 1 dan selanjutnya hasil penilaian diurutkan untuk mendapatkan peringkat dari keseluruhan operator

(48)

Anderson-Darling Test

• Metode Anderson-Darling digunakan untuk melakukan pengujian terhadap sampel data yang berasal dari suatu populasi dengan distribusi tertentu (Azadeh, Rouzahman, Saberi, & Valianpour,

2014)

• Kelebihan yang dimiliki metode Anderson-Darling adalah proses uji data dapat lebih sensitif namun nilai kritisnya harus dihitung untuk setiap distribusi

Referensi

Dokumen terkait

(1) Penghitungan dasar pengenaan PKB dan BBNKB untuk Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) huruf b, ditetapkan

S w a s t a/P r i v a t e Jenis/Kinds Sekolah/ Kelas/ Murid Seluruhnya/ Ruang Belajar Milik Sendiri/ Ruang Belajar Seluruhnya/ Seluruhnya/ Guru Pegawai

Metode Scan Statistic adalah suatu metode statistika untuk mendeteksi gerombol (hotspot) dalam suatu wilayah yang signifikan secara statistik terhadap resiko kasus

Data yang telah diperoleh kemudian di analisis dan dilakukan pengujian hipotesis dari penelitian yang telah dilakukan, yaitu : Terdapat pengaruh latihan arm curl

Dan terakhir sistem pencernaan pada mamalia dalam sampel yaitu mencit makanan di kunyah kemudian masuk ke dalam mulut, kemudian menuju kerongkongan dari

Dari sembilan sektor perekonomian pembentuk PDRB, diketahui bahwa sektor pertanian, sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, dan sektor

Universitas Kristen Maranatha (Koasisten) akan memperkirakan bahwa dirinya akan mendapatkan keuntungan berupa pujian dari tindakan menolong dilakukannya dan, hal tersebut

LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 129/KMK.04/2003 TENTANG PEMBEBASAN DAN/ATAU PENGEMBALIAN BEA MASUK DAN/ATAU CUKAI SERTA PAJAK PERTAMBAHAN