• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Komunikasi merupakan sebuah hal yang sangat penting dalam segala aspek kehidupan manusia. Berawal dari kehidupan manusia, komunikasi berkembang menjadi kebutuhan bisnis terutama dalam menjalin kerja sama antara perusahaan dengan perusahaan lain ataupun dengan konsumen. Dalam hubungannya dengan konsumen, perusahaan perlu memiliki stimulus-stimulus untuk dapat memancing respon dari masyarakat. Beberapa respon yang menjadi target perusahaan adalah minat pasar untuk datang, membeli atau menikmati produk yang disediakan oleh sebuah perusahaan.

Melihat dari kebutuhan perusahaan untuk dapat menciptakan stimulus yang diharapkan mendapatkan feedback dari konsumen, Public relations menjadi sebuah hal yang penting untuk dapat mendukung tujuan tersebut. Tugas public relations tentu tidak mudah dikarenakan selain harus dapat membuat suatu hal yang menarik perhatian pasar, citra perusahaan dan citra brand juga menjadi tanggung jawab public relations. Walaupun pada dasarnya brand merupakan cakupan dalam ilmu pemasaran, namun menurut Lattimore et al. (2010:288), dijelaskan bahwa public relations memang memiliki keterkaitan dengan pemasaran terutama dalam memperkokoh posisi sebuah merek dagang dan menghidupkan kembali merek lama. Melihat dari teori di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dalam meningkat

Seluruh perusahaan membutuhkan strategi public relations yang tepat karena menurut Carla Cross (2012, P.R. Strategies To Increase Your Brand Awareness), dengan adanya strategi public relations yang tepat, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan sebuah merek dagang. Apabila strategi public relations yang diterapkan sudah tepat, bukan hal yang tidak mungkin apabila seluruh merek dagang yang dinaungi oleh sebuah perusahaan akan mudah dikenal oleh masyarakat dan membuat merek dagang tersebut mendapatkan posisi di benak masyarakat. Apabila pasar sudah memiliki persepsi tentang sebuah merek, maka kesadaran akan sebuah merek (brand awareness) pun pasti akan meningkat. Brand awareness itu sendiri menurut Aaker dalam Handayani, dkk (2010:62), mendefinisikan kesadaran merek

(2)

adalah kemampuan dari konsumen potensial untuk mengenali atau mengingat bahwa suatu merek termasuk ke dalam kategori produk tertentu.

Beberapa perusahaan di Indonesia berhasil menjalankan strategi Public Relations dengan tepat dan membuat pasar memiliki kesadaran tinggi atas produk mereka, salah satunya adalah PT. Mitra Adiperkasa. PT. Mitra Adiperkasa adalah sebuah perusahaan ritel dengan merek-merek kelas menengah atas di Indonesia. Berdiri pada tanggal 23 Januari 1995, PT. Mitra Adiperkasa pertama kali mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta pada 10 November 2004. Perusahaan ini memiliki jaringan ritel dengan total luas ruangan lebih dari 200.000m², dengan 1779 gerai di lokasi ritel utama pada 57 kota besar di Indonesia dengan lebih dari 18.000 karyawan. Awalnya pembentukan Mitra Adiperkasa berawal dari pembukaan department store Sogo pertama di Indonesia, di Jakarta pada tahun 1990, yang hak waralabanya dipegang oleh Sogo Jepang. Mitra Adiperkasa didirikan pada tanggal 23 Januari 1995 dan langsung memegang hak waralaba Sogo di Indonesia. Produk-produk PT. Mitra Adiperkasa terbagi dalam bidang sport, fashion, department stores, kids, food & beverage dan lifestyle. PT. Mitra Adiperkasa dikelola oleh para profesional dalam bidang ritel dengan pengalaman yang luas dan dari berbagai macam latar belakang. (www.map-indonesia.com)

Alasan dari pemilihan PT. Mitra Adiperkasa sebagai objek penelitian ini adalah skala PT. Mitra Adiperkasa yang sudah sangat besar dan memiliki rekanan merek dagan yang sangat banyak di Indonesia. Beberapa merek dagang dibawah perusahaan PT. Mitra Adiperkasa antara lain Sogo, Debenhams, Seibu and Galeries Lafayette, Zara, Marks & Spencer, Topman, Topshop, Next, Kipling, Lacoste, Nautica, Massimo Dutti, Pull&Bear, Dorothy Perkins, Miss Selfridge, Nine West, Stradivarius, Bershka, Samsonite, Linea, Steve Madden, Swatch, Loewe, BCBGMaxazria, MaxMara, Max & Co, Travelogue, Tumi, Sole Effect, Warehouse, New Look, Staccato, Diva, DKNY, Crabtree & Evelyn, Desigual, Brook Brothers, Penshoppe and Suite Blanco dan sebagainya. Selain dari perusahaan ritel, MAP adalah distributor utama lebih dari 120 merek dagang termasuk Airwalk, Batman, Converse, Diadora, Lotto, Reebok, Speedo, Superman, Thomas & Friends, dan banyak lagi. Dari banyaknya merek dagang yang merupakan rekanan kerja sama PT Mitra Adiperkasa dan merek-merek tersebut merupakan merek-merek yang sangat terkenal di Indonesia, maka dapat dipastikan, PT Mitra Adiperkasa memiliki strategi-strategi yang membuat merek dagang tersebut selanjutnya dikenal oleh masyarakat.

(3)

Ketertarikan dalam penelitian ini dilandasi karena adanya keinginan untuk mengetahui bagaimana strategi public relations dari PT. Mitra Adiperkasa sehingga dapat membuat brand-brand yang berada di bawah naungan PT. Mitra Adiperkasa dapat dikenal oleh publik dan masyarakat, salah satunya adalah merek dagang Genki Sushi yang bergerak pada industri pemenuhan kebutuhan makanan bernuansa Jepang.

Genki Sushi pertama di dirikan di lantai basement area Food Hall, tepatnya di bawah Sogo Plaza Senayan dan dibuka pada awal tahun 2014. Pastinya sebagai merek dagang yang baru saja diakuisisi oleh PT. Mitra Adiperkasa, Genki Sushi membutuhkan strategi dan kemampuan public relations dari PT. Mitra Adiperkasa untuk dapat meningkatkan brand awareness dari merek dagang Genki Sushi itu sendiri, terutama karena adanya perbedaan corak dan budaya antara budaya Amerika dan budaya Indonesia, komunikasi berbasis public relations menjadi fokus yang harus diutamakan oleh PT Mitra Adiperkasa.

Dan dari uraian latar belakang penelitian di atas, maka selanjutnya akan diteliti bagaimana penerapan strategi Public Relations yang telah dijalankan oleh PT. Mitra Adiperkasa dimana selanjutnya penelitian ini akan dilanjutkan dengan judul: “Strategi Public Relations Dalam Meningkatkan Brand Awareness Atas Merek Genki Sushi Pada PT. Mitra Adiperkasa (Studi kasus: Divisi Gift Voucher)”

1.2 Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi Public Relations dalam meningkatkan brand awareness atas merek Genki Sushi pada PT. Mitra Adiperkasa?

1.3 Ruang Lingkup

Ruang lingkup penelitian ini adalah strategi Public Relations pada PT. Mitra Adiperkasa yang pada akhirnya dapat meningkatkan brand awareness masyarakat. Penelitian ini tidak membahas mengenai penerapan-penerapan dari saran yang diberikan atas strategi public relations yang belum diterapkan oleh PT. Mitra Adiperkasa.

(4)

1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Berdasarkan bahasa penelitian yang dibuat, maka terdapat tujuan dan manfaat penelitian yang akan dijabarkan selanjutnya.

1.4.1 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi public relations PT. Mitra Adiperkasa Dalam Meningkatkan Brand Awareness dari merek dagang Genki Sushi yang berada di bawah naungan perusahaan itu sendiri.

1.4.2 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini dibagi menjadi 2 yaitu manfaat akademis dan manfaat praktis sebagai berikut:

1. Manfaat Akademis

a. Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi mahasiswa atau mahasiswi Universitas Bina Nusantara kelak khususnya jurusan Marketing Communication yang ingin melakukan penelitian ini.

b. Bagi Universitas Bina Nusantara, penelitian ini dapat digunakan sebagai hasil karya mahasiswa yang ditujukan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan mahasiswa lainnya.

2. Manfaat Praktis

a. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dalam membantu pihak PT. Mitra Adiperkasa terutama dalam mengetahui strategi Public Relations apa sajakah yang belum diterapkan oleh PT. Mitra Adiperkasa.

1.5 Metodologi Penelitian

Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan penelitian metode kualitatif, dengan cara melakukan wawancara untuk mengambil informasi yang ingin didapatkan. Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan orang-orang di tempat penelitian (McMillan & Schumacher, 2003). Penelitian kualitaif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh social yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitaif (Saryono, 2010: 1).

(5)

Peneliti juga melakukan observasi didalam metode melalui kualitatif yang dimana pengamatan alami merupakan jenis penelitian kualitatif dengan melakukan observasi menyeluruh pada sebuah latar tertentu tanpa sedikitpun mengubahnya. Tujuan utamanya ialah untuk mengamati dan memahami strategi public relations.

1.6 Sistermatika Penulisan

Penulisan skripsi ini dibagi menjadi lima bab dimana tiap bab terdiri dari beberapa sub bab yang digunakan untuk mempermudah pembahasan masalah, dengan sistematika sebagai berikut:

BAB 1 PENDAHULUAN

Dalam bab ini akan dijelaskan tentang latar belakang, identifikasi masalah, ruang lingkup, tujuan dan manfaat, metodologi penelitian, tinjauan pustaka dan sistematika penulisan dari penulisan skripsi. Latar belakang yang diambil adalah strategi public relations buat perusahaan untuk meningkatkan brand awareness atas merek dagang PT. Mitra Adiperkasa.

BAB 2 LANDASAN TEORI

Dalam bab ini berisi uraian tentang teori umum dan teori khusus yang dapat dijadikan acuan bagi penelitian ini, yang berasal dari berbagai sumber yang sesuai dengan pokok pembahasan mengenai strategi public relations. Teori – teori yang digunakan adalah teori komunikasi dan strategi public relations.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Dalam bab ini berisi tentang penjelasan mengenai metode yang digunakan dalam penelitian adapun metode yang dipakai adalah antara lain ; pendekatan penelitian kualitatif, metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan datanya yaitu primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara semi terstruktur dan observasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka, data perusahaan, dokumen perusahaan. Teknik analisis

(6)

data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber.

BAB 4 HASIL PENELITIAN

Bab ini berisi tentang gambaran umum PT. Mitra Adiperkasa dan menjelaskan hasil data – data dari hasil penelitian yang dilakukan di divisi Gift Voucher. Pada bab ini juga memaparkan dan hasil penelitian dimana peran Public Relations telah menjalankan perannya sesuai dengan teori yang digunakan dalam penelitian ini. Selain itu ditemukan juga proses dalam membangun brand awareness atas merek dagang pada PT. Mitra Adiperkasa.

BAB 5 PENUTUP

Bab ini akan membahas simpulan-simpulan yang diperoleh dari pembahasan bab-bab sebelumnya dan memberikan informasi kepada marketing communication di MAP Gift Voucher. Dibuat dalam poin-poin sesuai jumlah pertanyaan penelitian. Serta peneliti memberikan saran yang bisa digunakan untuk peneliti selanjutnya dalam penelitian ini maupun bagi praktis yan berkaitan dengan obyek yang diteliti.

Referensi

Dokumen terkait

Sekolah harus melakukan evaluasi secara berkala dengan menggunakan suatu instrumen khusus yang dapat menilai tingkat kerentanan dan kapasitas murid sekolah untuk

Namun kemudahan strategi penjualan ini ternyata masih belum dimanfaatkan oleh banyak pedagang kecil dan menengah, sehingga dibutuhkan pelatihan singkat untuk memahami strategi

BILLY TANG ENTERPRISE PT 15944, BATU 7, JALAN BESAR KEPONG 52100 KUALA LUMPUR WILAYAH PERSEKUTUAN CENTRAL EZ JET STATION LOT PT 6559, SECTOR C7/R13, BANDAR BARU WANGSA MAJU 51750

Menentukan bobot latihan setiap jenis keterampilan berdasarkan hasil analisis terhadap respons yang muncul dan tingkat kesulitan yang dialami mahasiswa dalam mempraktikkan

Penelitian ini difokuskan pada karakteristik berupa lirik, laras/ tangganada, lagu serta dongkari/ ornamentasi yang digunakan dalam pupuh Kinanti Kawali dengan pendekatan

Implementasi untuk sistem pengukuran demikian dapat dilakukan cukup dengan mempergunakan dua mikrokontroler, yaitu satu master I2C yang melakukan pengukuran dosis radiasi

Motivasi belajar siswa sangat penting dalam pembelajaran, sebab pengetahuan, keterampilan, dan sikap tidak dapat ditransfer begitu saja tetapi harus siswa sendiri

Dari hasil perhitungan back testing pada tabel tersebut tampak bahwa nilai LR lebih kecil dari critical value sehingga dapat disimpulkan bahwa model perhitungan OpVaR