• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KECUKUPAN RUANG TERBUKA HIJAU SEBAGAI PENYERAP EMISI CO 2 DI PERKOTAAN MENGGUNAKAN PROGRAM STELLA (Studi Kasus : Surabaya Pusat dan Selatan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS KECUKUPAN RUANG TERBUKA HIJAU SEBAGAI PENYERAP EMISI CO 2 DI PERKOTAAN MENGGUNAKAN PROGRAM STELLA (Studi Kasus : Surabaya Pusat dan Selatan)"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

SEMINAR HASIL TUGAS AKHIR

“ANALISIS KECUKUPAN RUANG TERBUKA HIJAU

SEBAGAI PENYERAP EMISI CO

2

DI PERKOTAAN

MENGGUNAKAN PROGRAM STELLA

(Studi Kasus : Surabaya Pusat dan Selatan)”

Oleh :

Soegih Ratri Widyanadiari

3307 100 033

Dosen Pembimbing :

Abdu Fadli Assomadi, SSi., MT.

19751018200501103

JURUSAN TEKNIK LINGUNGAN

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

SURABAYA

2011

(2)

LATAR BELAKANG

Pembangunan Kota Surabaya

di sektor TRANSPORTASI,

PERMUKIMAN, dan INDUSTRI

Pemakaian bahan bakar fosil meningkat

(Kepala BLH Surabaya, 2008)

Tingginya emisi CO

2

(Kepala BLH Surabaya, 2008

dan

Bapedalda ,1999)

Penyebab utama

Pemanasan Global

(IPCC, 2001)

Penanggulangan :

penambahan

Ruang Terbuka Hijau (RTH)

(3)

Latar Belakang

UU no. 26 tahun 2007 pasal 29 (2) & (3)

tentang Penataan Ruang

“Ruang Terbuka Hijau (RTH) minimal harus memiliki

luasan 30% dari luas total wilayah dengan porsi 20%

sebagai RTH publik”

Komposisi

20% RTH publik jika dibandingkan dengan

Koefisien Dasar Bangunan (KDB) ini meliputi taman

sebesar 12,5%, jalan 6%, dan lain-lain seperti pemakaman,

lapangan olahraga, lahan pertanian perkotaan,

dan lain-lain

(

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 5 Tahun 2008

tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan

Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan).

(4)

RUMUSAN MASALAH

1.

Bagaimanakah kemampuan RTH eksisting dalam

menyerap emisi CO

2

dari kegiatan transportasi,

industri, dan permukiman di wilayah Surabaya

Pusat dan Selatan?

2.

Bagaimanakah persebaran kemampuan daya

serap CO

2

oleh RTH eksisting di wilayah

Surabaya Pusat dan Selatan dibandingkan dengan

emisi CO

2

yang dihasilkan dari kegiatan

transportasi, industri, dan permukiman?

3.

Apa langkah optimalisasi yang diperlukan untuk

mencukupi kebutuhan RTH dalam menyerap

emisi CO

2

yang dihasilkan dari transportasi,

industri, dan permukiman di wilayah Surabaya

Pusat dan Selatan?

(5)

RUANG LINGKUP

1.

Data survey untuk perhitungan ulang emisi CO

2

dari

penelitian terdahulu yang akan dianalisis hanya dari

sektor transportasi, industri dan permukiman di

Surabaya Pusat dan Selatan.

2.

Emisi CO

2

dari kegiatan permukiman dan industri yang

dihitung hanyalah emisi CO

2

primer saja

3.

Emisi CO

2

yang dihitung tidak memperhitungkan

pengaruh arah angin sehingga dianggap beban emisi

maksimum (tidak terdispersi)

4.

Data RTH eksisting di wilayah Surabaya Pusat &

Selatan dari DKP Kota Surabaya yang dimaksud dalam

penelitian ini hanyalah mengenai

taman kota dan

jalur hijau meliputi lokasi eksisting serta luasnya

5.

Daya serap CO

2

oleh RTH yang dihitung dalam

(6)

RUANG LINGKUP (lanjutan)

6.

Upaya peningkatan daya serap CO

2

yang dimaksud dalam

penelitian ini adalah dengan dua skenario:

*

Mengoptimalkan luas pohon pelindung yang ditanam

pada RTH eksisting yang mengacu pada persyaratan luas

minimum tanaman hijau pada RTH yang tercantum dalam

Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 7 Tahun 2002.

*

Merekomendasikan RTH yang belum dikelola oleh

Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya dan

penambahan RTH baru di lahan yang masih tersedia

mengacu pada RTRW Kota Surabaya 2013

7.

Variabel:

* Jenis dan jumlah pohon pelindung

* Luas area dari pohon pelindung

8.

Analisis kemampuan RTH eksisting dalam menyerap emisi CO

2

dan analisis kemampuan penyerapan RTH terhadap emisi CO

2

setelah upaya peningkatan daya serap CO

2

dilakukan dengan

simulasi menggunakan Program Stella.

(7)

TUJUAN PENELITIAN

1.

Menganalisis kemampuan RTH eksisting dalam

menyerap emisi CO

2

dari kegiatan transportasi,

industri, dan permukiman di wilayah Surabaya

Pusat dan Selatan.

2.

Memetakan persebaran kemampuan penyerapan

CO

2

oleh RTH eksisting di wilayah Surabaya

Pusat dan Selatan dengan emisi CO

2

yang

dihasilkan dari kegiatan transportasi, industri,

dan permukiman.

3.

Menganalisis kemampuan RTH dalam menyerap

CO

2

setelah dilakukan upaya peningkatan daya

serap CO

2

di wilayah Surabaya Pusat dan

(8)

GAMBARAN UMUM

Kota Surabaya

Kedudukan geografis

07°21’ LS dan 112°36’ - 112°54’ BT

Batas-batas administrasi

Sebelah Utara : Selat Madura

Sebelah Timur : Selat Madura

Sebelah Selatan: Kabupaten Sidoarjo

Sebelah Barat : Kabupaten Gresik

Terdiri atas 5 wilayah (Surabaya Pusat, Utara,

(9)

SURABAYA PUSAT & SELATAN

Kependudukan

Perindustrian

⇒ Industri Karangpilang di

Kecamatan Karangpilang Surabaya

Selatan

RTH eksisting

Surabaya Pusat = 166,488.70 m

2

Surabaya Selatan = 123,497.37 m

2

Jumlah

KK

Tahun

2010

(rumah)

Tegalsari

24,705

Genteng

12,539

Bubutan

21,757

Simokerto

20,314

Sawahan

46,571

Wonokromo

35,673

Karang Pilang

20,848

Dukuh Pakis

22,522

Wiyung

18,525

Wonocolo

22,314

Gayungan

12,270

Jambangan

11,919

Wilayah

Kecamatan

Surabaya

Pusat

Surabaya

Selatan

(10)
(11)

Emisi CO

2

Emisi karbon dioksida (CO

2

) adalah

pemancaran atau pelepasan gas CO

2

ke

udara; berasal dari sisa pembakaran kegiatan

transportasi, permukiman, industri.

Emisi CO

2

⇒ terlepas ke atmosfer ⇒

menyelubungi atmosfer bumi ⇒ panas matahari

yang masuk ke bumi

terperangkap di

atmosfer ⇒

efek rumah kaca ⇒

pemanasan global

(12)

Ruang Terbuka Hijau (RTH)

UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang

“Area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang

penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh

tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang

sengaja ditanam.”

Perda Surabaya No.7 Tahun 2002

“Ruang Terbuka Hijau adalah ruang kota yang berfungsi

sebagai kawasan Hijau Pertamanan Kota, Kawasan Hijau

Hutan Kota, Kawasan Hijau Rekreasi Kota, Kawasan

Hijau Permakaman, Kawasan Hijau Pertanian, Kawasan

Hijau Jalur Hijau, dan Kawasan Hijau Pekarangan.”

Berdasarkan kepemilikan dan pengelolaannya

(Permen PU No.5 Tahun 2008)

→ RTH Privat

→ RTH Publik

(13)

Fungsi dan Manfaat RTH

Sebagai peneduh; produsen oksigen;

penyerap air hujan; penyedia habitat satwa;

penyerap polutan media udara, air, dan

tanah; dan penahan angin

(PerMen PU No. 5 Tahun 2008)

RTH dapat menyerap emisi CO

2

melalui

reaksi fotosintesis

(14)

Daya Serap CO

2

oleh Pohon

No

Nama Lokal

Nama Ilmiah

Daya Serap CO

2

(Kg/pohon/tahun)

1

Trembesi

Samanea saman

28,448.39

2

Cassia

Cassia sp

5,295.47

3

Kenanga

Canangium odoratum

756.59

4

Pingku

Dysoxylum excelsum

720.49

5

Beringin

Ficus benyamina

535.90

6

Krey payung

Fellicium decipiens

404.83

7

Matoa

Pornetia pinnata

329.76

8

Mahoni

Swettiana mahagoni

295.73

9

Saga

Adenanthera pavoniana

221.18

10

Bungkur

Lagerstroema speciosa

160.14

11

Jati

Tectona grandis

135.27

12

Nangka

Arthocarpus heterophyllus

126.51

13

Johar

Cassia grandis

116.25

14

Sirsak

Annona muricata

75.29

15

Puspa

Schima wallichii

63.31

16

Akasia (auriculifor Acacia auriculiformis

48.68

17

Flamboyan

Delonix regia

42.20

18

Sawo kecik

Manilkara kauki

36.19

19

Tanjung

Mimusops elengi

34.29

20

Bunga merak

Caesalpinia pulcherrima

30.95

21

Sempur

Dilena retusa

24.24

22

Khaya

Khaya anthotheca

21.90

23

Merbau pantai

Intsia bijuga

19.25

24

Akasia (mangium) Acacia mangium

15.19

25

Angsana

Pterocarpus indicus

11.12

26

Asam kranji

Pithecelobium dulce

8.48

27

Saputangan

Maniltoa grandiflora

8.26

28

Dadap merah

Erythrina cristagalli

4.55

29

Rambutan

Nephelium lappaceum

2.19

30

Asam

Tamarindus indica

1.49

31

Kempas

Coompasia excelsa

0.20

Daya serap

Daya serap

gas CO

2

gas CO

2

(kg/ha/jam)

(ton/ha/th)

1 Pohon

129,92

569,07

2 Semak Belukar

12,56

55

3 Padang Rumput

2,74

12

4 Sawah

2,74

12

No.

Tipe Tutupan

Dahlan, 2008

(15)

Program Stella

Suatu perangkat lunak (software)

pemodelan yang berguna untuk

melakukan simulasi dengan

skenario-skenario kejadian dan memperkirakan

akibatnya

(16)

METODOLOGI PENELITIAN

LATAR BELAKANG

Kajian Pustaka

• IPCC 2006 mengenai CO2 sebagai

penyebab utama pemanasan global • Undang-undang No. 26 Tahun 2007

tentang Penataan Ruang

• Peraturan Menteri No. 5 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan

• Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 7 Tahun 2002 tentang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau

Realita

• Perkembangan pembangunan di segala bidang menyebabkan emisi CO2 dari

kegiatan transportasi, industri dan permukiman meningkat

• Berdasarkan data Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya, Ruang Terbuka Hijau publik yang dikelola oleh baru sekitar 4.61% dari luas wilayah Surabaya Pusat dan 1,35% dari luas wilayah Surabaya Selatan

RUMUSAN MASALAH DAN

TUJUAN

METODE

Analisis Data dan Pembahasan

• Data sekunder (jumlah KK, hasil survey jumlah kendaraan) dan referensi hasil penelitian terdahulu digunakan untuk perhitungan ulang emisi CO2.

• Hasil perhitungan ulang emisi CO2 dan data RTH eksisting digunakan dalam perhitungan statistika penentuan sampel RTH yang akan disurvey.

• Data primer dikumpulkan. • Perhitungan daya serap CO2 RTH

eksisting menggunakan program Stella. • Pemetaan daya serap CO2 dan emisi total

CO2 menggunakan Autocad. • Perhitungan daya serap CO2 setelah

upaya peningkatan daya serap CO2 oleh RTH menggunakan program Stella.

Studi Literatur

• Literatur mengenai emisi CO2 dari kegiatan

transportasi, industri, dan pemukiman • Literatur mengenai perhitungan statistika

penentuan sampel

• Literatur mengenai daya serap CO2

berdasarkan jenis pohon dan luas pohon • Literatur mengenai penggunaan program

Stella

• Penelitian terdahulu

Hasil yang Diharapkan Sesuai Dengan Tujuan Penelitian:

• Didapatkan kemampuan RTH eksisting dalam menyerap emisi CO2

• Didapatkan pemetaan kemampuan penyerapan CO2 RTH eksisting dan

total emisi CO2

• Didapatkan kemampuan RTH dalam menyerap CO2 setelah

upaya peningkatan daya serap CO2

><

Gap

Rumusan Masalah

• Bagaimanakah kemampuan RTH eksisting dalam menyerap emisi CO2

dari kegiatan transportasi, industri, dan pemukiman di Surabaya Pusat dan Selatan?

• Bagaimanakah kemampuan daya serap CO2 oleh RTH eksisting

dibandingkan dengan emisi CO2 di

wilayah Surabaya Pusat dan Selatan?

• Bagaimanakah kemampuan penyerapan CO2 setelah upaya

peningkatan daya serap CO2 oleh

RTH?

Tujuan Penelitian

• Menganalisis kemampuan RTH eksisting dalam menyerap emisi CO2

dari kegiatan transportasi, industri, dan permukiman di wilayah Surabaya Pusat dan Selatan • Memetakan kemampuan

penyerapan CO2 oleh RTH eksisting

dan total emisi CO2 yang dihasilkan

dari kegiatan transportasi, industri, dan permukiman di wilayah Surabaya Pusat dan Selatan • Menganalisis kemampuan

penyerapan CO2 setelah dilakukan

upaya peningkatan daya serap CO2

oleh RTH

HASIL PENELITIAN

Pengumpulan Data Primer

Survey sampel RTH eksisting di Surabaya Pusat dan Selatan, meliputi:

• Jenis pohon pelindung • Jumlah tiap jenis pohon

pelindung

• Diameter tajuk rata-rata tiap jenis pohoh pelindung

Pengumpulan Data

Sekunder

• Lokasi dan luas RTH eksisting di Surabaya Pusat dan Selatan • Peta Administrasi, Peta Jalan,

Peta RTRW Kota Surabaya • Jumlah KK per kecamatan di

Surabaya Pusat dan Selatan tahun 2010

• Data hasil survey jumlah kendaraan tiap jalan di Kota Surabaya tahun 2010

(17)

Skema Langkah Kerja

Pengumpulan Data Sekunder

Lokasi & luas RTH Eksisting di Surabaya Pusat & Selatan

Peta Administrasi, Peta Jalan, Peta RTRW Kota Surabaya

Jumlah KK per kecamatan di Surabaya Pusat & Selatan

tahun 2010

Data hasil survey jumlah kendaraan tiap jalan di Kota

Surabaya tahun 2010

Perhitungan Ulang Emisi CO

2

dari kegiatan :

Permukiman

Industri

Transportasi

Total

Ranking & Pengelompokan Emisi CO

2

Perhitungan Statistika Penentuan Sampel RTH

Pengumpulan Data Primer

Survey sampel RTH meliputi data:

Jenis pohon pelindung

Jumlah tiap jenis pohon pelindung

Diameter tajuk rata-rata tiap jenis

pohon pelindung

Analisis Data dan Pembahasan

Menganalisis kemampuan RTH eksisting dalam menyerap emisi CO

2

di wilayah Surabaya Pusat dan Selatan menggunakan Program Stella

Memetakan total emisi CO

2

dari kegiatan transportasi, industri, dan

permukiman serta kemampuan daya serap CO

2

RTH eksisting di

wilayah Surabaya Pusat dan Selatan

Menganalisis kemampuan RTH dalam menyerap emisi CO

2

setelah

upaya peningkatan daya serap CO

2

di wilayah Surabaya Pusat dan

Selatan menggunakan Program Stella

(18)
(19)

Hasil Perhitungan Ulang Emisi CO

2

di Surabaya Pusat dan Selatan

Total Emisi CO

2

di

Surabaya Pusat = 320,522.80 ton CO

2

/tahun

Surabaya Selatan = 966,308.80 ton CO

2

/tahun

ton CO

2

/bulan ton CO

2

/tahun ton CO

2

/bulan ton CO

2

/tahun ton CO

2

/bulan ton CO

2

/tahun ton CO

2

/bulan ton CO

2

/tahun

1

Tegalsari

948.03

11,376.30

0.00

0.00

8,628.81

103,545.73

9,576.82

114,921.82

2

Genteng

494.00

5,928.01

0.00

0.00

4,257.65

51,091.76

4,751.20

57,014.37

3

Bubutan

649.37

7,792.39

0.00

0.00

6,395.21

76,742.49

7,045.43

84,545.13

4

Simokerto

1,091.34

13,096.03

0.00

0.00

4,244.79

50,937.44

5,336.79

64,041.48

5

Sawahan

1,682.72

20,192.63

0.00

0.00

12,410.04

148,920.45

14,092.42

169,109.04

6

Wonokromo

1,397.43

16,769.14

0.00

0.00

13,310.16

159,721.97

14,708.15

176,497.81

7

Karang Pilang

1,493.37

17,920.39

118.76

1,425.14

4,055.79

48,669.44

5,667.30

68,007.60

8

Dukuh Pakis

806.64

9,679.66

0.00

0.00

10,431.64

125,179.64

11,238.98

134,867.75

9

Wiyung

801.24

9,614.93

0.00

0.00

11,596.25

139,154.96

12,398.57

148,782.81

10

Wonocolo

932.39

11,188.64

0.00

0.00

8,501.03

102,012.32

9,431.09

113,173.09

11

Gayungan

781.17

9,374.00

0.00

0.00

7,439.27

89,271.21

8,221.81

98,661.74

12

Jambangan

486.94

5,843.31

0.00

0.00

4,279.48

51,353.71

4,767.41

57,208.96

No Wilayah

Kecamatan

Emisi CO

2

Permukiman

Industri

Transportasi

Total Emisi

Total Emisi

Surabaya

Pusat

Surabaya

Selatan

(20)

Ranking dan Pengelompokan

Total Emisi CO

2

Ranking

Kecamatan

Total Emisi

(ton

CO

2

/tahun)

Kelompok

Range Emisi

(ton

CO

2

/tahun)

1

Genteng

57,014.37

2

Jambangan

57,208.96

3

Simokerto

64,041.48

4

Karang Pilang

68,007.60

5

Bubutan

84,545.13

6

Gayungan

98,661.74

7

Wonocolo

113,173.09

8

Tegalsari

114,921.82

9

Dukuh Pakis

134,867.75

10

Wiyung

148,782.81

11

Sawahan

169,109.04

12

Wonokromo

176,497.81

50.000 -

100.000

Emisi B

100.001 -

150.000

Emisi C

150.001 -

200.000

Emisi A

(21)

Penentuan Sampel RTH

Dihitung standar deviasi dan varians dari masing-masing

kelompok emisi serta rata-rata seluruh emisi total

Dihitung

jumlah RTH tiap jenis (Taman Kota, Taman Rekreasi, dan

Jalur Hijau) yang ada

pada setiap kelompok emisi

Kelompok Emisi

Taman Kota

Taman Rekreasi

Jalur Hijau Total

A

6

8

39

53

B

2

3

14

19

C

3

3

21

27

99

Total Seluruh RTH

Kecamatan

Emisi A

(ton CO

2

/tahun)

Kecamatan

Emisi B

(ton CO

2

/tahun)

Kecamatan

Emisi C

(ton CO

2

/tahun)

Genteng

57,014.37

Wonocolo

113,173.09

Sawahan

169,109.04

Jambangan

57,208.96

Tegalsari

114,921.82

Wonokromo

176,497.81

Simokerto

64,041.48

Dukuh Pakis

134,867.75

Karang Pilang

68,007.60

Wiyung

148,782.81

Bubutan

84,545.13

Gayungan

98,661.74

varians

277,776,894.57

289,489,324.63

27,217,636.65

sd

16,666.64

17,014.39

5,217.05

(22)

Penentuan Sampel RTH

Rumus Sampling Acak Stratifikasi

(Susilaningrum, 2003)

D = Bias : 1.96 = 5% x rata-rata total emisi : 1.96

= 14.667.114,08

n

= (2,07478 x10

12

) : {(99

2

x 14.667.114,08)

+ 2,096 x10

10

)

= 14,6 RTH sampel ≈

15 RTH sampel

Kelompok

Emisi

Nh

var

Nh*var

Wh

Nh^2*var

(Nh^2*var)/Wh

A

53

277,776,894.57

14722175412 0.535

7.80275E+11

1.4575E+12

B

19

289,489,324.63

5500297168 0.192

1.04506E+11

5.44529E+11

C

27

27,217,636.65

734876189.4 0.273

19841657115

72752742753

(23)

Survey RTH

Dipilih tiap jenis RTH yang akan disurvey pada tiap kelompok emisi

berdasarkan lokasi RTH yang potensial terpapar emisi CO

2

Data yang diambil meliputi :

* Jenis pohon

* Jumlah tiap jenis pohon

* Diameter rata-rata tajuk atas tiap jenis pohon

Kecamatan

Taman Kota

1. Bambu Runcing

1. Prestasi

2. Apsari

1. Jaksa Agung Suprapto

2. Injoko

3. Bubutan

4. Anggrek

5. Simolawang Baru

Wilayah Kategori Emisi A

Genteng,

Jambangan,

Simokerto,

Karangpilang,

Bubutan,

Gayungan

Taman

Rekreasi

Jalur Hijau

Kecamatan

Taman Kota

1. Cendana

Taman

Rekreasi

1. Dolog

Jalur Hijau

1. A. Yani

Wilayah Kategori Emisi B

Wiyung,

Wonocolo,

Tegalsari,

Dukuh Pakis

Kecamatan

Taman Kota

1. Mayangkara

Taman

Rekreasi

1. Bungkul

1. Adityawarman

2. Arjuno

Wilayah Kategori Emisi C

Sawahan,

Wonokromo

(24)

Daya Serap CO

2

RTH

Dihitung Daya Serap CO

2

tiap

RTH yang disurvey

dengan

2 cara, menggunakan

referensi

:

(1) kemampuan penyerapan CO

2

per jenis pohon

(kg/pohon/tahun) (Dahlan, 2008)

→ jika jenis pohon tidak

ada pada daftar, digunakan

kombinasi perhitungan

berdasarkan kemampuan penyerapan CO

2

per luasan

area

(2) kemampuan penyerapan CO

2

per luasan area

pepohonan (= 569,07 ton CO

2

/ha/tahun) (Prasetyo et al.,

2002 dalam Adiastari, 2010)

Untuk RTH yang

tidak disurvey, daya serap CO

2

-nya

dilakukan pendekatan dengan mengalikan luas RTH

dengan sesuai jenis RTH di tiap kelompok emisi

rata-rata daya serap CO

2

Struktur

Model Stella

(25)

%Penyerapan RTH Eksisting

%Penyerapan RTH

= Daya Serap CO

2

x 100 %

Emisi Total CO

2

(26)

Pemetaan Daya Serap CO

2

oleh RTH

(27)

Peningkatan Daya Serap CO

2

Direncanakan dengan 2 skenario;

1.

Mengoptimalkan luas pohon pelindung

pada RTH eksisting (sesuai luas minimum

tanaman hijau pada PerDa Kota Surabaya

No.7 Tahun 2002)

2.

Merekomendasikan RTH yang belum

dikelola & menambah RTH baru

(sesuai RTRW Surabaya 2013)

(28)

Skenario 1

Mengoptimalkan Luas Pohon Pelindung

pada RTH Eksisting

Untuk mengoptimalkan luas pohon pelindung pada setiap

jenis RTH, sesuai dengan persyaratan minimum luas lahan

tertanami tumbuhan hijau pada

Peraturan Daerah Kota

Surabaya no. 7 tahun 2002

Sehingga, dihitung kekurangan luas pohon pelindung pada

tiap

RTH yang disurvey.

RTH yang tidak disurvey perhitungannya dilakukan

dengan pendekatan rata-rata kekurangan luas pohon

pelindung RTH yang disurvey, dikalikan dengan luas

eksisting.

Jenis RTH

Minimum Luas

Tanaman Hijau

Rencana Luas

Pohon Pelindung

Taman Kota

90%

50%

Taman Rekreasi

60%

30%

Jalur Hijau

90%

70%

(29)

Struktur

Model Stella Skenario 1

Mengoptimalkan Luas Pohon Pelindung

pada RTH Eksisting

(30)

Skenario 1

Mengoptimalkan Luas Pohon Pelindung

pada RTH Eksisting

(31)

Skenario 2

*Rekomendasi RTH yang belum dikelola

Wilayah

Kecamatan

RTH yang belum dikelola DKP

Luas RTH yang

belum dikelola

DKP (ha)

Surabaya Pusat

Tegalsari

1. JH Polisi Istimewa

0.19

Genteng

1. JH Peneleh

0.40

2. JH Achmad Jais

0.12

3. JH Ambengan

0.19

4. JH Walikota Mustajab

0.07

Bubutan

1. JH Dupak Raya

0.23

Simokerto

1. JH Kenjeran

0.24

2. JH Pecindilan - Gembong

0.68

Total Surabaya Pusat

Total Surabaya Pusat

2.12

Surabaya

Selatan

Sawahan

-

0.00

Wonokromo

1. JH Jagir Wonokromo

0.15

3. JH Wonokromo

0.15

Karang Pilang

1. JH Karang Klumprik

0.34

2. JH Kebraon

0.38

3. JH Kedurus

0.12

Dukuh Pakis

1. JH HR Muhammad

0.48

2. JH Dukuh Kupang Barat

0.64

Wiyung

1. JH Wiyung

0.45

2. JH Lingkar Dalam

0.79

Wonocolo

1. JH Siwalan Kerto

0.05

2. JH A Yani Dalam

0.04

Gayungan

1. JH Wisma Menanggal

0.20

2. JH TamanIndah-DukuhMenanggal

0.33

Jambangan

1. JH Tol Sby-Gempol

1.64

2. JH Karah Agung 5

0.12

3. JH Ketintang Selatan

0.18

4. JH Jambangan LVK

0.05

(32)

Skenario 2

(33)

Skenario 2

*RTH Baru sesuai RTRW Surabaya 2013

Tegalsari

-

0.00

Genteng

-

0.00

Bubutan

-

0.00

Simokerto

-

0.00

Total Surabaya Pusat

0.00

Sawahan

-

0.00

1. Bonbin Surabaya

4.90

2. Taman Kota Jagir Wonokromo

1.08

Karang Pilang

-

0.00

Dukuh Pakis

1. JH Barat Tol Sby-Gempol

0.59

Wiyung

1. Hutan Kota Bahu Tol Sby Gempol

3.92

Wonocolo

-

0.00

Gayungan

1. Hutan Kota Bundaran Waru

1.77

Jambangan

-

0.00

Total Surabaya Selatan

12.26

Wilayah

Kecamatan

RTH Baru sesuai RTRW 2013

Luas RTH

Baru (ha)

Surabaya

Pusat

Total Surabaya Pusat

Surabaya

Selatan

Total Surabaya Selatan

Wonokromo

(34)

Perhitungan Daya Serap CO

2

Skenario 2

Perhitungan luas

→ aplikasi ruller pada Google Earth

Perhitungan daya serap CO

2

→ berdasarkan rata-rata daya serap CO

2

per m

2

untuk tiap

jenis RTH di tiap kelompok emisi yang tercantum pada

Tabe l 5.17 di halaman 86-87

menggunakan program

Stella

→ jenis RTH baru (Hutan Kota) dilakukan berdasarkan

kemampuan penyerapan CO

2

per luasan pohon yang

tercantum pada Tabe l 2.2 di Bab 2, yakni 569.07 ton

CO

2

/ha/tahun dengan asumsi proporsi luas pohon

pelindung pada Hutan Kota adalah 100%

(35)

Peningkatan Daya Serap CO

2

oleh RTH

Skenario 2

(36)

KESIMPULAN

1.

Daya serap pohon pelindung pada RTH eksisting

masih belum cukup kemampuannya dalam menyerap

emisi CO

2

yang dihasilkan dari kegiatan

permukiman, industri, dan transportasi di wilayah

Surabaya Pusat dan Selatan. Hal ini disebabkan oleh

perbandingan daya serap CO

2

tersebut masih sangat

kecil jika dibandingkan dengan emisi CO

2

yang ada.

Adapun total daya serap emisi CO

2

oleh RTH

eksisting

di Surabaya Pusat adalah sebesar

5,405.28 ton CO

2

/tahun (1.69%) dan di

Surabaya Selatan sebesar 5,719.20 ton

CO

2

/tahun (0.59%)

2.

Hasil pemetaan daya serap emisi CO

2

oleh RTH

eksisting jika dibandingkan dengan total emisi CO

2

yang dihasilkan di wilayah Surabaya Pusat dan

Selatan di tiap kecamatan menunjukkan masih

kurangnya RTH eksisting tersebut

(37)

KESIMPULAN

3.

Peningkatan Daya Serap CO

2

yang

dilakukan dengan 2 skenario

a.

Mengoptimalkan luas pohon pelindung

mampu meningkatkan daya serap CO

2

menjadi

5,671.44 ton/tahun (1.77%) di wilayah

Surabaya Pusat dan 5,840.52 ton/tahun

(0.60%) di wilayah Surabaya Selatan

b.

Penambahan RTH baru (sesuai peta RTRW

Surabaya 2013)

mampu meningkatkan daya serap CO

2

menjadi

6,407.18 ton/tahun (2.00%) di

wilayah

Surabaya Pusat dan 13,638.72

ton/tahun (1.41%) di wilayah

Surabaya Selatan

(38)

Saran

1.

Sebaiknya dilakukan penelitian lanjutan dengan

titik sampling RTH lebih banyak atau bahkan

survey pada keseluruhan RTH yang ada untuk

studi analisis kecukupan RTH sebagai penyerap

emisi CO

2

di masa mendatang, sehingga upaya

peningkatan daya serap CO

2

oleh RTH dapat lebih

terperinci.

2.

RTH publik yang belum dikelola oleh Dinas

Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya

sebaiknya segera dikelola, agar pemanfaatannya

maksimal dan bisa meningkatkan daya serap

terhadap emisi CO

2

yang ada.

3.

Proporsi pohon pelindung pada RTH sebaiknya

dioptimalkan, dengan tidak mengurangi nilai

estetika, sebab penyerapan emisi CO

2

oleh pohon

(39)

Gambar

Tabe l 5.17 di halaman 86-87  menggunakan program  Stella

Referensi

Dokumen terkait

total emisi CO 2 di masing area/wilayah di Kota Surabaya, sehingga didapatkan nilai total emisi CO 2 di Kota Surabaya dari sektor transportasi dan industri sebesar

Menentukan luas taman/jalur hijau dan jumlah pohon yang dibutuhkan untuk menyerap emisi karbon dioksida dari kendaraan bermotor di Kota Surabaya. Menentukan jumlah

Zona 1 direncanakan untuk menambah vegetasi baru pada taman alumni untuk memperbesar daya serapnya. Vegetasi yang akan ditambah adalah Angsana dengan jumlah pohon

2018, ‘Analisis Kecukupan Ruang Terbuka Hijau dalam Menyerap Emisi Karbon Monoksida (CO) Kendaraan Bermotor di Kecamatan Magelang Utara’, Skripsi, Fakultas

Perlu adanya penambahan luas RTH lagi di Kota Probolinggo untuk mengotimalkan penyediaan RTH dari segi penyerapan emisi CO 2 dan pemenuhan kebutuhan oksigen. Perlu adanya

Jika dilihat dari jenis RTH eksisting dan jenis tutupan vegetasi yang ada di Kecamatan Mandau, nilai kemampuan daya serap karbon dioksida tertinggi juga terdapat pada Kelurahan

Setelah dilakukan perhitungan emisi total dari kendaraan bermotor dan analisa jumlah, jenis dan tipe vegetasi RTH jalur hijau eksisting tahun 2014, maka dapat diketahui

Menurut penelitian terdahulu setiap spesies pohon mempunyai daya serap karbon dioksida yang berbeda.Penelitian untuk menghitung emisi kendaraan bermotor disini dengan