DAFTAR ISI
1.
RENCANA KERJA INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2009.
2.
PROGRAM KERJA TAHUN 2009.
3.
JADWAL PENGAWASAN TAHUN 2009.
4.
RENCANA KERJA TAHUN 2010.
RENCANA KERJA INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2009
TUJUAN
T l k
k bij k d
D
t
P i d t i
i
Terlaksananya kebijakan dan program Departemen Perindustrian sesuai
dengan yang ditetapkan dan terwujudnya
Good Governance
di lingkungan
Depertemen Perindustrian
SASARAN
Meningkatnya pelaksanaan kebijakan program dan anggaran di lingkungan
Meningkatnya pelaksanaan kebijakan, program dan anggaran di lingkungan
Departemen Perindustrian sesuai dengan yang telah ditetapkan.
Meningkatnya efektifitas, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas dalam
pelaksanaan kebijakan, program dan anggaran di lingkungan Departemen
Perindustrian.
Meningkatnya kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
g
y
p
p p
p
g
g
Meningkatnya kinerja untuk mewujudkan Good Governance di lingkungan
Departemen Perindustrian.
RENCANA KERJA INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2009 (Lanjutan)
KEBIJAKAN
KEBIJAKAN
Melaksanakan pengawasan berbasis pembinaan, pendampingan dan
konsultasi dalam peningkatan kinerja dan dalam rangka terciptanya
konsultasi dalam peningkatan kinerja dan dalam rangka terciptanya
Good Governance
di lingkungan Departemen Perindustrian.
PROGRAM
P g
P i gk t P g
d Ak t bilit A
t N g
Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara
.
RENCANA KERJA INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2009 (Lanjutan)
FOKUS KEGIATAN PENGAWASAN ITJEN
1.
Meningkatkan efektifitas pelaksanaan pengawasan melalui pengawasan
kinerja, pendampingan, investigasi dan Reviu Laporan Keuangan/ BMN.
2.
Meningkatkan pemantauan pelaksanaan tindak lanjut temuan hasil
pemeriksaan.
3
Meningkatkan koordinasi pengawasan dengan APIP (BPKP/ BAWASDA)
3.
Meningkatkan koordinasi pengawasan dengan APIP (BPKP/ BAWASDA).
4.
Meningkatkan jumlah dan kompetensi aparat pengawasan.
5.
Meningkatkan jumlah dan kualitas sarana dan prasarana pengawasan serta
sistem/ prosedur pengawasan.
6.
Monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan tertentu dari program Departemen
Perindustrian
Perindustrian.
LINGKUP PENGAWASAN
Satuan Kerja Vertikal;
1 Eselon I
= 7
1. Eselon I
= 7
2. Pusat – Pusat
= 3
3 Balai Besar Industri
= 11
3. Balai Besar Industri
11
4. Baristand
= 11
5. Balai Diklat Industri
= 7
5. Balai Diklat Industri
7
6. Sekolah
= 17
Satuan Kerja Provinsi, Kabupaten/ Kota
1 Dinas Perindustrian Provinsi
= 33
1. Dinas Perindustrian Provinsi
= 33
2. Dinas Perindustrian Kab/ Kota = 80
PROGRAM KERJA TAHUN 2009
NO
URAIAN KEGIATAN
OUTPUT
I PROGRAM UTAMA
1 Pengawasan kinerja unit-unit vertikal
56 satker
2 Pengawasan dekonsentrasi dan tugas pembantuan IKM
73 satker
3 Pemantauan pelaksanaan tindak lanjut
129 satker
4 Reviu atas Laporan Keuangan/ BMN
56 satker
5 Pendampingan dalam perencanaan dan pelaksanaan program unit kerja
129 satker
6 Fasilitasi Klinik Itjen
1 kegiatan
7 Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program Perindustrian
1 kegiatan
7 Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program Perindustrian
1 kegiatan
8 Pengawasan khusus:
- Pemeriksaan khusus kegiatan tertentu
g
1 kegiatan
g
- Evaluasi kinerja Atase Perindustrian
1 kegiatan
PROGRAM KERJA TAHUN 2009 (lanjutan)
NO
URAIAN KEGIATAN
OUTPUT
II PROGRAM PENUNJANG
1 Peningkatan profesionalisme dan kompetensi aparat pengawas (auditor)
3 kegiatan
2 Peningkatan kualitas sarana/ prasarana pengawasan
2 kegiatan
3 Koordinasi pengawasan
1 kegiatan
4 Pengumpulan dan pengolahan informasi/ data untuk pengawasan
g
p
p g
/
p g
1 kegiatan
g
5 Peningkatan sistem dan prosedur teknis pengawasan
1 kegiatan
PROGRAM KERJA TAHUN 2009 (lanjutan)
III.
LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PENGAWASAN:
1.
Menetapkan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Tahun 2009 di
lingkungan unit kerja Departemen Perindustrian.
2
Menyusun rencana pelaksanaan audit (PKA dan KKA)
2.
Menyusun rencana pelaksanaan audit (PKA dan KKA).
3.
Melaksanakan pemeriksaan setiap satker.
4.
Pelaporan:
a.
Menyusun Laporan Hasil Audit (LHA) satker.
b.
Menyusun Laporan Hasil Pengawasan kepada Menteri.
M
t
l k
ti d k l j t h il
6.
Memantau pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan.
7.
Melaksanakan pemeriksaan khusus berdasarkan aduan masyarakat dan temuan
material dari hasil pengawasan.
JADWAL PENGAWASAN
JADWAL PENGAWASAN
TAHUN 2009
TAHUN 2009
PKPT INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN TAHUN 2009
WAKTU DAN SASARAN PENGAWASAN
Ket.
NO
NAMA OBYEK PENGAWASAN
WAKTU DAN SASARAN PENGAWASAN
Ket.
Jan Feb Mrt Apr Mei Jun
Jul Ags Sep Okt Nov Des
a. Unit Kerja di Pusat
1 Sekretariat Jenderal
b
a
2 Ditjen Ind. Agro dan Kimia
b
a
3 Ditjen Ind. Logam Mesin Tekstil dan
Aneka
b
a
4 Ditjen Ind. Alat Tranportasi dan
Telematika
b
a
5 Ditjen Ind. Ind. Kecil dan Menengah b
a
5 Ditjen Ind. Ind. Kecil dan Menengah b
a
6 Inspektorat Jenderal
b
a
7 Badan Penelitian dan
Pengembangan Industri
b
a
8 Pusat Pendidikan dan Pelatihan
b
a
9 Pusat Administrasi Kerjasama
Internasional
b
a
10 Pusat Data dan informasi
b
a
10 Pusat Data dan informasi
b
a
Keterangan :
a. Untuk Audit Kinerja; b. Untuk Reviu;
PKPT INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN TAHUN 2009 (LANJUTAN)
NO
NAMA OBYEK PENGAWASAN
WAKTU DAN SASARAN PENGAWASAN
Ket.
Jan Feb Mrt Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
p
g
p
Unit Kerja di Daerah
b. Balai Besar Industri
1 BB Bahan dan Barang Teknik
B d g
b
Bandung
a
b
2 BB Tekstil Bandung
a
b
3 BB Pulp dan Kertas Bandung
a
b
4 BB Keramik Bandung
g
a
b
5 BB Logam dan Mesin Bandung
a
b
6 BB Industri Agro Bogor
a
b
7 BB Kulit dan Plastik Yogyakarta
a
b
8 BB K
ji
d B tik Y
k t
b
8 BB Kerajinan dan Batik Yogyakarta
a
b
9 BB. Tekh. Pencegahan Pencemaran
Ind. Semarang
a
b
10 BB. Industri Hasil Perkebunan
10 BB. Industri Hasil Perkebunan
Makassar
a
b
11 BB Kimia dan Kemasan Jakarta
a
b
PKPT INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN TAHUN 2009 (LANJUTAN)
NO NAMA OBYEK PENGAWASAN
WAKTU DAN SASARAN PENGAWASAN
Ket.
Jan Feb Mrt Apr Mei Jun
p
Jul Ags Sep Okt Nov Des
g
p
c. Balai Riset dan Standardisasi
1 Baristand Aceh
a
b
2 Baristand Medan
a
b
3 Baristand Padang
a
b
4 Baristand Palembang
a
b
5 Baristand Tanjung Karang
a
b
6 Baristand Surabaya
a
b
7 Baristand Samarinda
a
b
8 B i t d B j b
b
8 Baristand Banjarbaru
a
b
9 Baristand Pontianak
a
b
10 Baristand Manado
a
b
11 Baristand Ambon
a
b
11 Baristand Ambon
a
b
13PKPT INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN TAHUN 2009 (LANJUTAN)
NO NAMA OBYEK PENGAWASAN
WAKTU DAN SASARAN PENGAWASAN
Ket.
Jan Feb Mrt Apr Mei Jun
Jul Ags Sep Okt Nov Des
d. Balai Diklat
1 Balai Diklat Medan
a
b
2 Balai Diklat Padang
a
b
3
Balai Diklat Indag
DKI
a b
4 Balai Diklat Yogya
a
b
5 B l i Dikl S
b
b
5 Balai Diklat Surabaya
a
b
6 Balai Diklat Denpasar
a
b
7 Balai Diklat Makasar
a
b
WAKTU DAN SASARAN PENGAWASAN
PKPT INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN TAHUN 2009 (LANJUTAN)
NO NAMA
OBYEK
PENGAWASAN
WAKTU DAN SASARAN PENGAWASAN
Ket.
Jan Feb Mrt Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
e. Sekolah-sekolah
1 SMTI Aceh
a
b
1 SMTI Aceh
a
b
2 PTKI Medan
a
b
3 SMTI Padang
a
b
4 ATI Padang
g
a
b
5 SMAK Padang
a
b
6 SMTI Tanjung Karang
a
b
7 APP Jakarta
a
b
8 STMI J k t
b
8 STMI Jakarta
a
b
9 AKA Bogor
a
b
10 SMAK Bogor
a
b
11 STTT Bandung
g
a
b
12 ATK Yogyakarta
a
b
13 SMTI Yogyakarta
a
b
14 SMTI Pontianak
a
b
15 ATI M k
b
15 ATI Makasar
a
b
16 SMTI Makassar
a
b
17 SMAK Makasar
a
b
15NO NAMA OBYEK PENGAWASAN
WAKTU DAN SASARAN PENGAWASAN
Ket
PKPT INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN TAHUN 2009 (LANJUTAN)
NO NAMA OBYEK PENGAWASAN
Ket.
Jan Feb Mrt Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
f. Tugas Dekonsentrasi
1 Disperindag Prov. D.I. Aceh
a
2
S
2 Disperindag Prov. Sumatera Utara
a
3 Disperindag Prov. Sumatera Barat
a
4 Disperindag Prov. Riau
a
5 Disperindag Prov. Kep. Riau
a
5 Disperindag Prov. Kep. Riau
a
6 Disperindag Prov. Jambi
a
7 Disperindag Prov. Sumatera
Selatan
a
8 Disperindag Prov. Bengkulu
a
9 Disperindag Prov. Bangka Belitung
a
10 Disperindag Prov. Lampung
a
11 Disperindag Prov. DKI Jakarta
a
11 Disperindag Prov. DKI Jakarta
a
12 Disperindag Prov. Banten
a
13 Disperindag Prov. Jawa Barat
a
14 Disperindag Prov. Jawa Tengah
a
15 Disperindag Prov. D.I. Yogya
a
16 Disperindag Prov. Jawa Timur
a
NO
WAKTU DAN SASARAN PENGAWASAN
PKPT INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN TAHUN 2009 (LANJUTAN)
NO
NAMA OBYEK PENGAWASAN
WAKTU DAN SASARAN PENGAWASAN
Ket.
Jan Feb Mrt Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
f. Tugas Dekonsentrasi (lanjutan)
18 Disperindag Prov NTB
a
18 Disperindag Prov. NTB
a
19 Disperindag Prov. NTT
a
20 Disperindag Prov. Kalbar
a
21 Disperindag Prov. Kalteng
a
22 Disperindag Prov. Kalsel
a
23 Disperindag Prov. Kaltim
a
24 Disperindag Prov. Sulawesi Utara
a
25 Disperindag Prov Gorontalo
a
25 Disperindag Prov. Gorontalo
a
26 Disperindag Prov. Sulawesi Tengah
a
27 Disperindag Prov. Sulawesi Barat
a
Disperindag Prov. Sulawesi
28
p
g
Selatan
a
29 Disperindag Prov. Sultra
a
30 Disperindag Prov. Maluku
a
31 Disperindag Prov Maluku Utara
a
31 Disperindag Prov. Maluku Utara
a
32 Disperindag Prov. Papua
a
33 Disperindag Prov. Irian Jaya Barat
a
PKPT INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN TAHUN 2009 (LANJUTAN)
NO NAMA OBYEK PENGAWASAN
WAKTU DAN SASARAN PENGAWASAN
Ket.
NO NAMA OBYEK PENGAWASAN
Ket.
Jan Feb Mrt Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
g. Tugas Pembantuan
1 Kota Banda Aceh
/Aceh
a
1 Kota Banda Aceh
/Aceh
a
2 Kab. Fak Fak Barat
/Sumut
a
3 Kota Bukit Tinggi
/Sumbar
a
4 Kota Dumai
/Riau
a
4 Kota Dumai
/Riau
a
5 Kab. Lingga
/Kep.
Riau
a
6 Kota Jambi
/Jambi
a
6 Kota Jambi
/Jambi
a
7 Kab. Tj. Jabung Timur /Jambi
a
8 Kota Palembang
/Sumsel
a
9 Kab O K U
/Sumsel
a
9 Kab. O K U
/Sumsel
a
10 Kota Bengkulu
/Bengkul
u
a
18PKPT INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN TAHUN 2009 (LANJUTAN)
NO NAMA OBYEK PENGAWASAN
WAKTU DAN SASARAN PENGAWASAN
Ket.
De
Jan Feb Mrt Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov
De
s
g. Tugas Pembantuan (lanjutan)
Kab Lampung
11
Kab. Lampung
Barat
/Lampung
a
12 Kab. Lebak
/Banten
a
13 Kab Sumedang
/Jabar
a
13 Kab. Sumedang
/Jabar
a
14 Kota Bandung
/Jabar
a
15 Kab. Purbalingga /Jateng
a
16 Kab Pekalongan /Jateng
a
16 Kab. Pekalongan /Jateng
a
17 Kab. Bantul
/DIY
a
18 Kab. Pasuruan
/Jatim
a
19 Kab Sidoarjo
/Jatim
a
19 Kab. Sidoarjo
/Jatim
a
20 Kab. Bojonegoro /Jatim
a
PKPT INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN TAHUN 2009 (LANJUTAN)
NO NAMA OBYEK PENGAWASAN
WAKTU DAN SASARAN PENGAWASAN
Ket.
D
Jan Feb Mrt Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov
De
s
g. Tugas Pembantuan (lanjutan)
21 Kab. Gianyar
/Bali
a
22 Kab. Bima
/NTB
a
23 Kota Mataram
/NTB
a
24 Kab. Sumba Timur /NTT
a
25 Kab. Sanggau
/Kalbar
a
26 Kab. Sintang
/Kalbar
a
26 Kab. Sintang
/Kalbar
a
27 Kab. Katingan
/Kalteng
a
28 Kab. Banjarmasin /Kalsel
a
29 Kota Banjar
/Kalsel
a
29 Kota Banjar
/Kalsel
a
30 Kota Samarinda /Kaltim
a
PKPT INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN TAHUN 2009 (LANJUTAN)
NO NAMA OBYEK PENGAWASAN
WAKTU DAN SASARAN PENGAWASAN
Ket.
Jan Feb Mrt Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
g. Tugas Pembantuan (lanjutan)
31 Kota Bitung
/Sulut
a
32 Kab. Gorontalo
/Gorontalo
a
33 Kota Palu
/Sulteng
a
34
Kab.
Poliwalimandar
/Sulbar
a
35 Kab. Bone
/Sulsel
a
36 Kota Makassar
/Sulsel
a
37 Kab. Konawe
/Sultra
/
a
38 Kota Ambon
/Maluku
a
39 Kota Ternate
/Malut
a
40 Kab Sorong
/Papua Brt
a
40 Kab. Sorong
/Papua Brt
a
PKPT INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN TAHUN 2009 (LANJUTAN)
NO
NAMA OBYEK
PENGAWASAN
WAKTU DAN SASARAN PENGAWASAN
Ket.
Jan Feb
Mr
t
Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
t
h Luar Negeri / Atase
Perindustrian
C
E l
i L
H il
I
Evaluasi Lap.Hasil
Pengawasan
C
RENCANA KERJA
RENCANA KERJA
TAHUN 2010
TAHUN 2010
Visi : Terwujudnya pengawasan sebagai mitra kerja dan penjaminan mutu pencapaian sasaran pembangunan industri
Misi : 1. Terwujudnya Pengawasan Yang Efisien dan Efektif Untuk Mendukung Pencapaian Sasaran Pembangunan Sektor Industri dan Terciptanya Good Governance di Lingkungan Departemen Perindustrian 2. Mewujudkan pengawasan sebagai salah satu pilar untuk meminimalisir penyimpangan dalam pelaksanaan tugas
VISI DAN MISI INSPEKTORAT JENDERAL
STRATEGIC OBJECTIVE
PETA STRATEGI INSPEKTORAT JENDERAL
Meningkatnya Daya Dukung Kegiatan Pengawasan 4 E SPEKTIF MANGK U E NTIN GAN Terwujudnya Pengawasan, Pengendalian dan Evaluasi
Berbasis Pembinaan Terwujudnya Sistem Pengawasan Berbasis Pembinaan 1 2 3 PR E PE M KEP E PELAKSANAAN PENGAWASAN PERUMUSAN KEBIJAKAN Terwujudnya Evaluasi pengawasan sebagai bahan
pengambilan kebijakan
Terwujudnya Sistem Pengendalian Internal Yang
Kuat K TIF A KSANA AN D AN FUNGSI
PELAKSANAAN PENGAWASAN PENEGAKAN PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN
PERUMUSAN KEBIJAKAN
Melakukan kajian hasil Pengawasan, Pengendalian dan Evaluasi Melakukan kajian hasil Reviu Laporan
Keuangan / BMN
Mengoptimalkan Pemanfaatan Hasil Pengawasan dalam penetapan kebijakan Mengoptimalkan koordinasi dan sinkronisasi
program pengawasan dengan stakeholder Menetapkan Kebijakan
Pengawasan Menetapkan Pedoman Pengawasan
Meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan Mengoptimalkan bimbingan teknis dan
pendampingan PRESP E K PROSES PEL A U GAS POKOK D Meningkatkan Konsistensi Pelaksanaan Kebijakan Melakukan kajian tindak lanjut hasil
pengawasan
Melakukan kajian hasil monitoring efektifitas pelaksanaan kebijakan industri
Mengoptimalkan Penerapan Sistem penghargaan dan sanksi Menetapkan Pedoman Pengawasan
Menetapkan Sistem Penghargaan dan Sanksi
peraturan perundang undangan Meciptakan kemandirian pengawasan
Meningkatkan pengelolaan keuangan, BMN dan SDM
Meningkatkan pengelolaan pengelolaan keuangan, bmn dan sdm ANGGARAN T U K TIF A TA N T AS G AA N SDM ORGANISASI PERENCANAAN Meningkatkan Anggaran DATA
Mengoptimalisasi penerapan Sistem Pengendalian internal
Membangun Database Hasil
PRESPE K PENING K A K A PA SI T KELEMBA G Meningkatkan Kompetensi SDM Pengawasan
Meningkatkan Kualitas Perencanaan Pengawasan
Meningkatkan Anggaran yang Proporsional dengan lingkup tugas
pengawasan, pengendalian dan
evaluasi Meningkatkan ketatalaksanaan
Sistem Administrasi Menyediakan jasa konsultansi
Membangun Database Hasil Pengawasan Pemanfaatan Hasil Pengawasan
Untuk Pembinaan
RENCANA KERJA TAHUN 2010
No RENCANA PROGRAM KERJA SASARAN INDIKATOR KEBERHASILAN
1 Peningkatan pengawasan Terwujudnya Sistem Menurunnya tingkat operasional melalui kemitraan Pengawasan Berbasis
Pembinaan
penyimpangan/ penyelewengan 2 Penyusunan laporan hasil evaluasi
pengawasan dan kajian/ evaluasi
Terwujudnya evaluasi pengawasan sebagai
Tersedianya evaluasi hasil pengawasan sebagai bahan
p g j /
penerapan kebijakan industri
p g g
bahan pengambilan kebijakan
p g g
pengambilan kebijakan pimpinan 3 Pembinaan dan pendampingan
sistem pengendalian intern di
Terwujudnya Sistem Pengendalian Internal
Terbentuknya SPI P di masing-masing Satker
sistem pengendalian intern di setiap unit kerja
Pengendalian Internal Yang Kuat
masing Satker 4 Pembinaan dan peningkatan
sumber daya dan sarana
Meningkatnya Daya Dukung Kegiatan
Tersedianya sumber daya pengawasan yang sesuai y pengawasan g g Pengawasan p g y g kebutuhan 5 Penyempurnaan dan penyusunan
kebijakan pengawasan
Menetapkan Kebijakan Pengawasan
Ditetapkannya kebijakan pengawasan, pengendalian,
evaluasi dalam bentuk peraturan evaluasi, dalam bentuk peraturan
RENCANA KERJA TAHUN 2010 (LANJUTAN)
No RENCANA PROGRAM KERJA SASARAN INDIKATOR KEBERHASILAN
6 Penyempurnaan pedoman (j kl k/ j k i d Menetapkan Pedoman P Ditetapkannya pedoman ik d
pengawasan (juklak/ juknis dan implementasinya)
Pengawasan pemeriksaan, pedoman
pengendalian, pedoman evaluasi dan pemantauan, pedoman
pemeriksaan dengan tujuan t t t d d R i tertentu dan pedoman Reviu Laporan Keuangan/ BMN 7 Penyusunan kebijakan pemberian
h d k i
Menetapkan Sistem
P h d S k i
Ditetapkannya Sistem Pemberian P h d S k i d l
penghargaan dan sanksi Penghargaan dan Sanksi Penghargaan dan Sanksi dalam bentuk peraturan
8 Pengkajian hasil-hasil kegiatan pengawasan
Melakukan kajian hasil Pengawasan,
Laporan Kajian Hasil Audit Kinerja, Audit tertentu,
pengawasan Pengawasan,
Pengendalian dan Evaluasi
Kinerja, Audit tertentu, Pengendalian, dan Evaluasi 9 Pengkajian hasil reviu Laporan
Keuangan/ BMN unit unit kerja
Melakukan kajian hasil reviu laporan keuangan /
Tersedianya laporan kajian hasil reviu laporan keuangan / BMN Keuangan/ BMN unit-unit kerja reviu laporan keuangan /
BMN
reviu laporan keuangan / BMN
RENCANA KERJA TAHUN 2010 (LANJUTAN)
No RENCANA PROGRAM KERJA SASARAN INDIKATOR KEBERHASILAN
10 Pengkajian penerapan
pelaksanaan kebijakan industri
Melakukan kajian hasil
monitoring efektifitas Tersedianya laporan kajian hasil monitoring efektifitas kebijakan pelaksanaan kebijakan industri monitoring efektifitas
pelaksanaan kebijakan industri
monitoring efektifitas kebijakan industri
11 Pemantauan pelaksanaan tindak Melakukan kajian tindak Tersedianya laporan kajian tindak lanjut hasil pengawasan lanjut hasil pengawasan lanjut hasil pengawasan
12 Peningkatan penerapan sistem pengendalian intern
Mengoptimalisasi penerapan Sistem Pengendalian internal
Efektifitas Sistem Pengendalian Internal di Satuan Kerja
Pengendalian internal 13 Penyusunan konsep kebijakan
dari hasil pengawasan dan kajian/ evaluasi penerapan
Mengoptimalkan Pemanfaatan Hasil Pengawasan dalam
Pemanfaatan laporan evaluasi hasil pengawasan dalam
penetapan kebijakan kebijakan industri penetapan kebijakan
14 Penyelenggaraan koordinasi dan penyusunan pelaksanaan
program pengawasan
Mengoptimalkan Koordinasi dan
sinkronisasi program
Tersedianya Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) program pengawasan sinkronisasi program
pengawasan dengan stakeholder
RENCANA KERJA TAHUN 2010 (LANJUTAN)
No RENCANA PROGRAM KERJA SASARAN INDIKATOR KEBERHASILAN
15 Pembinaan dan penilaian produkttifitas kinerja aparat
Mengoptimalkan
Penerapan Sistem Pemberian Piagam penghargaan dan sanksi produkttifitas kinerja aparat
pengawasan dan penunjang pengawasan
Penerapan Sistem
penghargaan dan sanksi
dan sanksi
16 Pembinaan penerapan kode Menciptakan kemandirian Terselenggaranya pelaksanaan etik pengawasan pengawasan pengawasan yang independen 17 Pembinaan dan pengelolaan
kepegawaian, keuangan dan BMN
Meningkatkan pengelolaan keuangan, BMN dan SDM
Terselenggaranya tertib
administrasi anggaran, BMN dan SDM
18 Pembinaan/ konsultasi pengawasan (sosialisasi peraturan/ kebijakan/ forum konsultasi pengawasan)
Meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan
Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan
konsultasi pengawasan) 19 Pengendalian sistem dan
prosedur pengawasan
Meningkatkan Konsistensi Pelaksanaan Kebijakan
Pelaksanaan kebijkan yang konsisten
20 Pendidikan dan pelatihan Meningkatkan Kompetensi Tersedianya SDM aparat 20 Pendidikan dan pelatihan
fungsional pengawasan dan penunjang pengawasan
Meningkatkan Kompetensi SDM Pengawasan
Tersedianya SDM aparat
pengawas yang telah mengikuti diklat
RENCANA KERJA TAHUN 2010 (LANJUTAN)
No RENCANA PROGRAM KERJA SASARAN INDIKATOR KEBERHASILAN
21 Pembinaan administrasi dan pengelolaan keuangan dan
Meningkatkan
ketatalaksanaan Sistem Terlselenggaranya tertibadministrasi pengelolaan keuangan dan
BMN ketatalaksanaan Sistem Administrasi administrasi 22 Pembinaan pengawalan pelaksanaan kegiatan
Menyediakan jasa konsultansi Efektifitas pemberian jasa
konsultasi melalui klinik ITJEN dengan satuan kerja
23 Peningkatan sistem informasi pengawasan
Membangun Database Hasil Pengawasan
Tersedianya database pengawasan
24 Pemantauan hasil Pemanfaatan Hasil Meningkatnya tata kelola 24 Pemantauan hasil
pengawasan dalam rangka peningkatan pemanfaatan sumber daya
Pemanfaatan Hasil Pengawasan Untuk Pembinaan
Meningkatnya tata kelola sumber daya
25 Koordinasi penyusunan rencana kerja pengawasan
Meningkatkan Kualitas Perencanaan Pengawasan
Berkurangnya tumpang tindih kegiatan pengawasan
26 Penyusunan pengembangan rencana kerja
Meningkatkan Anggaran yang Proporsional dengan lingkup
Tersedianya jumlah anggaran yang proporsional dengan rencana kerja Proporsional dengan lingkup
tugas pengawasan,
pengendalian dan evaluasi
yang proporsional dengan lingkup tugas pengawasan