• Tidak ada hasil yang ditemukan

Infeksi Kel Saliva

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Infeksi Kel Saliva"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

Penyebab Gangguan Kelenjar Ludah Penyebab Gangguan Kelenjar Ludah DEFINISI

DEFINISI

Terdapat tiga pasang besar kelenjar ludah di dalam mulut. Sepasang kelenjar ludah yang

Terdapat tiga pasang besar kelenjar ludah di dalam mulut. Sepasang kelenjar ludah yang

 paling besar, disebut

 paling besar, disebut kelenjar parotid, kelenjar parotid, terletak persterletak persis di is di belakang sudut belakang sudut pada mulut, di pada mulut, di bawahbawah

da

dan n di di dedepapan n mamata. ta. DuDua a papasansang g yayang ng lelebibih h kekecilcil, , kelkelenenjar jar susublbliningugual al dadan n kekelelenjnjar ar 

subma

submandibundibular, terletak di lar, terletak di dalam lantai mulut. dalam lantai mulut. SebagSebagai ai tambahtambahan an kelenkelenjar jar besar ini, besar ini, banybanyak ak 

ke

kelelenjnjar ar luludadah h kekecicil l yayang ng teterbrbagagiibabagi gi sesepapanjnjanang g mumululut. t. SeSemumua a kekelelenjnjar ar tetersrsebebutut

menghasilkan ludah, yang membantu mencerna makanan sebagai bagian proses pencernaan.

menghasilkan ludah, yang membantu mencerna makanan sebagai bagian proses pencernaan.

!erbeda dibandingkan kanker, dua jenis besar gangguan yang mempengaruhi kelenjar

!erbeda dibandingkan kanker, dua jenis besar gangguan yang mempengaruhi kelenjar ludah "ludah "

satu yang mengakibatkan kerusakan kelenjar ludah, dimana tidak cukup ludah dihasilkan, dan

satu yang mengakibatkan kerusakan kelenjar ludah, dimana tidak cukup ludah dihasilkan, dan

satu lagi mengakibatkan pembengkakan kelenjar ludah. #etika aliran ludah tidak mencukupi

satu lagi mengakibatkan pembengkakan kelenjar ludah. #etika aliran ludah tidak mencukupi

atau hampir tidak ada, mulut terasa kering. #eadaan ini disebut mulut kering $%erostomia&.

atau hampir tidak ada, mulut terasa kering. #eadaan ini disebut mulut kering $%erostomia&.

'EN(E!)!

'EN(E!)!

#erusakan kelenjar ludah " penyakit dan gangguan tertentu, sama seperti obatobatan tertentu,

#erusakan kelenjar ludah " penyakit dan gangguan tertentu, sama seperti obatobatan tertentu,

 bisa

 bisa menyebabkan kelenjamenyebabkan kelenjar r ludah ludah menjadi menjadi rusak rusak dan dan dengan dengan demikian demikian mengurangi produksimengurangi produksi

ludah.

ludah.

'enyakitpenyakit termasuk penyakit 'arkinson, in*eksi +irus penurunan kekebalan tubuh

'enyakitpenyakit termasuk penyakit 'arkinson, in*eksi +irus penurunan kekebalan tubuh

manusia $I-&, sindrom sjogren, depresi, dan nyeri kronis. batobatan yang menurunkan

manusia $I-&, sindrom sjogren, depresi, dan nyeri kronis. batobatan yang menurunkan

 produksi ludah

 produksi ludah termasuk termasuk antidepresan antidepresan tertentu, tertentu, antihistamin, antihistamin, antipsikotis, santipsikotis, sedati+, metildopa,edati+, metildopa,

d

daann ddiiuurreettiikk..

#elenjar ludah seringkali rusak setelah seseorang menjalani kemoterapi atau radiasi kepala

#elenjar ludah seringkali rusak setelah seseorang menjalani kemoterapi atau radiasi kepala

dan leher untuk pengobatan kanker. /ulut kering biasanya disebabkan radiasi sementara,

dan leher untuk pengobatan kanker. /ulut kering biasanya disebabkan radiasi sementara,

khu

khususnsusnya ya jikjika a radradiasi iasi terstersebuebut t berberdodosis sis tintinggiggi, , yanyang g biabiasanysanya a disdisebaebabkabkan n kemkemoteroterapiapi

sementara.

sementara.

/eskip

/eskipun begitu, tidak un begitu, tidak semua kasus pada semua kasus pada mulumulut t kerinkering g disebadisebabkan oleh bkan oleh keruskerusakan kelenjar akan kelenjar 

ludah. Te

ludah. Terlalu sedikit minum dan perna*arlalu sedikit minum dan perna*asan melalui mulut bisa san melalui mulut bisa mengeringkan mulut. 0elisahmengeringkan mulut. 0elisah

atau stress bisa juga mengakibatkan mulut kering. /ulut bisa juga kering mengikuti usia

atau stress bisa juga mengakibatkan mulut kering. /ulut bisa juga kering mengikuti usia

seseorang, meskipun hal ini kemungkinan lebih beasr disebabkan penggunaan obat yang

seseorang, meskipun hal ini kemungkinan lebih beasr disebabkan penggunaan obat yang

m

meennyyeebbaabbkkaan n mmuulluut t kkeerriinng g ddiibbaannddiinnggkkaan n pprroossees s ppeennuuaaaan n iittu u sseennddiirrii..

#arena ludah memberikan perlindu

#arena ludah memberikan perlindungan alami ngan alami melawamelawan n kerusakerusakan gigi, kan gigi, jumlah ludah yangjumlah ludah yang

tidak mencukupi menyebabkan pelubangan lebihkhususnya pada akar gigi. /ulut kering,

tidak mencukupi menyebabkan pelubangan lebihkhususnya pada akar gigi. /ulut kering,

 jika berat,

 jika berat, bisa juga bisa juga menyebabkan kesulitan menyebabkan kesulitan berbicara dan berbicara dan menelan. 'ada menelan. 'ada kasus yang kasus yang langka,langka,

kelenja

kelenjar r ludah menghasiludah menghasilkan terlalu lkan terlalu banybanyak ak ludahludah. . 'enin'eningkatan kelenjar ludah gkatan kelenjar ludah biasanybiasanyaa

san

sangat gat cepcepat at dan dan terjterjadi adi daldalam am reakreaksi si makmakan an makmakanaanan n terttertententu, u, sepseperterti i makmakanaanan n asamasam..

#adangkala bahkan memikirkan mengenai makan makanan ini bisa meningkatkan produksi

#adangkala bahkan memikirkan mengenai makan makanan ini bisa meningkatkan produksi

ludah.

(2)
(3)

'embengkakan kelenjar ludah " pembengkakan kelenjar ludah bisa terjadi pada pembuluh

'embengkakan kelenjar ludah " pembengkakan kelenjar ludah bisa terjadi pada pembuluh

yan

yang g memmembawbawa a ludludah ah dardari i kelkelenjenjar ar ludludah ah menmenuju uju mulmulut ut terhterhalanalang. g. NyeNyeri ri bisbisa a terjterjadiadi,,

khususnya selama makan. 'enyebab yang paling umum penyumbatan adalah batu. !atu

khususnya selama makan. 'enyebab yang paling umum penyumbatan adalah batu. !atu

kelenjar ludah paling umum pada orang dewasa1 23 4 batubatuan tersebut lebih dari satu.

kelenjar ludah paling umum pada orang dewasa1 23 4 batubatuan tersebut lebih dari satu.

!atu bisa terbentuk dari garam yang terkandung di dalam ludah. 'enyumbatan membuat

!atu bisa terbentuk dari garam yang terkandung di dalam ludah. 'enyumbatan membuat

ludah kembali ke dalam empedu, menyebabkan kelenjar ludah membengkak. 'enyumbatan

ludah kembali ke dalam empedu, menyebabkan kelenjar ludah membengkak. 'enyumbatan

 pembuluh

 pembuluh dan dan kelenjar kelenjar terisi terisi dengan dengan ludah ludah yang yang mandek mandek bisa bisa terin*eksi terin*eksi dengan dengan bakteri.bakteri.

0eja

0ejalalagejagejala la khakhas s padpada a pempembulbuluh uh ludludah ah yanyang g terstersumbumbat at adaladalah ah pempembenbengkagkakan kan yanyangg

memburuk hanya sebelum waktu makan atau terutama sekali ketika seseorang makan acar 

memburuk hanya sebelum waktu makan atau terutama sekali ketika seseorang makan acar 

$rasa acar asam merangsang aliran ludah, tetapi jika pembuluh tersumbat, ludah tersebut tidak 

$rasa acar asam merangsang aliran ludah, tetapi jika pembuluh tersumbat, ludah tersebut tidak 

m

meemmppuunnyyaai i tteemmppaat t ddaan n kkeelleennjjaar r tteerrsseebbuut t bbeennggkkaakk&&

'enya

'enyakit kit gondgondok, ok, in*ekin*eksi si bakterbakteri i tertenttertentu, u, dan dan penypenyakitpeakitpenyakinyakit t lainnylainnya a $sepert$seperti i )ID)IDS,S,

si

sindndrorom m sjsjororggreren, n, didiababetetes es memellllititusus, , dadan n sasarcrcoioidodosisis& s& kekemumungngkikinanan n didisesertrtai ai ololeheh

 pembengkakan

 pembengkakan pada pada kelenjar kelenjar ludah ludah besar. 'ebesar. 'embengkakan mbengkakan bisa bisa juga juga terjadi terjadi dari dari kanker kanker atauatau

tu

tumomor r papada da kelkelenenjar jar luludahdah. . 'e'embmbenengkgkakakan an teterjarjadi di dadari ri tutumomor r bibiasaasanynya a lelebibih h kukuatat

dibandingkan dengan in*eksi. 5ika tumor tersebut adalah kanker, kelenjar tersebut bisa terasa

dibandingkan dengan in*eksi. 5ika tumor tersebut adalah kanker, kelenjar tersebut bisa terasa

seperti batu keras dan kemungkinan tetap kuat mengelilingi jaringan. #ebanyakan tumor 

seperti batu keras dan kemungkinan tetap kuat mengelilingi jaringan. #ebanyakan tumor 

t

tiiddaak k bbeerrssii**aat t kkaannkkeer r bbiissa a ddiiaannggkkaatt..

6uka pada bibir bagian atasmisal, tidak sengaja tergigitbisa membahayakan kelenjar ludah

6uka pada bibir bagian atasmisal, tidak sengaja tergigitbisa membahayakan kelenjar ludah

kecil yang ditemukan di sana dan menyumbat aliran ludah. )kibatnya, kelenjar yang terkena

kecil yang ditemukan di sana dan menyumbat aliran ludah. )kibatnya, kelenjar yang terkena

 bisa

 bisa bengkak bengkak dan dan membentuk membentuk kecil, kecil, gumpalan gumpalan lembek lembek $mucocele& $mucocele& yang yang tampak tampak kebiruan.kebiruan.

0u

0umpmpalalan an tetersrsebebut ut bibiasasananyya a mumuncncul ul dedengngan an sesendndiririninyya a dadalalam m bebebeberarapa pa mimingnggugu..

DI)0NS)

DI)0NS)

Tidak ada tes kuantitati* yang baik untuk mendiagnosa kerusakan kelenjar ludah. /eskipun

Tidak ada tes kuantitati* yang baik untuk mendiagnosa kerusakan kelenjar ludah. /eskipun

 begitu,

 begitu, kelenjar kelenjar ludah ludah tersebut tersebut bisa bisa diperas diperas $7milked8& $7milked8& dan dan pembuluh pembuluh diamati diamati untuk untuk aliranaliran

lud

ludah. ah. 'em'embenbengkagkakan kan menmenyebyebabkabkan an tertersumsumbatbatnya nya pempembulbuluh uh ludludah ah diddidiagiagnosnosa a karkarenaena

 berhubungan

 berhubungan dengan dengan nyeri nyeri di di waktu waktu makan. makan. 9ntuk 9ntuk mendiagnosa mendiagnosa penyebab penyebab lainlain

 pembengkakan,

 pembengkakan, seorang seorang dokter dokter gigi gigi atau atau dokter dokter bisa bisa melakukan melakukan biopsi biopsi untuk untuk memperolehmemperoleh

c

coonnttooh h jjaarriinnggaan n kkeelleennjjaar r lluuddaah h ddaan n mmeenneelliitti i ddi i bbaawwaah h mmiikkrroosskkoopp..

'EN0!)T)N

'EN0!)T)N

5ika pembuluh ludah tersumbat oleh batu, seorang dokter gigi bisa kadangkala mendorong

5ika pembuluh ludah tersumbat oleh batu, seorang dokter gigi bisa kadangkala mendorong

 batu

 batu tersebut tersebut keluar keluar dengan dengan menekan menekan kedua kedua sisi sisi pembuluh. pembuluh. 5ika 5ika hal hal itu itu gagal, gagal, alat alat sepertiseperti

kaw

kawat at yanyang g halhalus us bisbisa a digdigunaunakan kan untuntuk uk menmendordorong ong kelkeluar uar batbatu u tertersebusebut. t. SebSebagaagai i jalajalann

t

teerraakkhhiirr, , bbaattu u tteerrsseebbuur r bbiissa a ddiiaannggkkaat t sseeccaarra a ooppeerraassii..

/u

(4)

mengganggu. Dengan cara yang sama, baik tumor kelenjar ludah yang bersi*at kanker dan

mengganggu. Dengan cara yang sama, baik tumor kelenjar ludah yang bersi*at kanker dan

 bukan

 bukan kanker kanker biasanya biasanya bisa bisa diangkat diangkat secara secara operasi. operasi. 'engobatan 'engobatan pada pada kasus kasus yang yang lainnyalainnya

 pada

 pada pembengkakan pembengkakan kelenjar kelenjar ludah ludah ber+ariasi ber+ariasi berdasarkan berdasarkan kasusnya.kasusnya.

Siapap

Siapapun un yang mengalami gangguan atau yang mengalami gangguan atau menggmenggunakaunakan n obat yang obat yang mengemengeringkringkan an mulutmulut

har

harus us melamelakukkukan an keskesehaehatan tan mulmulut ut rutrutin in dendengan gan teliteliti ti $me$menggnggosoosok, k, *lo*lossinssing, g, dan dan dibdibilasilas

den

dengan gan *lu*luorioride&1 de&1 menmenghighindandari ri gulgula1 a1 dan dan menmenjalajalani ni pempemerikeriksaan saan giggigi, i, pempemberbersihsihan, an, dandan

 pengobatan

 pengobatan *luoride *luoride setiap setiap : : sampai sampai ; ; bulan bulan sekali.sekali.

#e

#etitika ka pepengngobobataatan n khkhususus us titidadak k tertersedsediaia, , pepengnggagantnti i luludadah h secsecara ara gagaris ris bebesasar r sansangagatt

membantu, salah satu obat yang dapat membantu beberapa orang adalah pilocarpine, tetapi

membantu, salah satu obat yang dapat membantu beberapa orang adalah pilocarpine, tetapi

obat tersebut seringkali tidak e*ekti* jika kelenjar ludah telah mengalami kerusakan karena

obat tersebut seringkali tidak e*ekti* jika kelenjar ludah telah mengalami kerusakan karena

radiasi.

radiasi.

/anusia memiliki

/anusia memiliki kelenjar salivakelenjar saliva yang terbagi menjadi yang terbagi menjadi kelenjar salivakelenjar saliva mayor dan mayor dan minor. #elenjar sali+a mayor terdiri dari sepasang kelenjar parotis, submandibula

minor. #elenjar sali+a mayor terdiri dari sepasang kelenjar parotis, submandibula dan

dan subsublinlinguagual.l. KelKelenenjar jar salsalivaivammininor or jujummlalahnhnyya a raratutusasan n ddan an teterlrletetak ak ddi i rorongnggaga mulut.

mulut. Kelenjar salivaKelenjar saliva mayor berkembang pada minggu ke< sampai ke= kehidupan embrio mayor berkembang pada minggu ke< sampai ke= kehidupan embrio dan berasal dari jaringan ektoderm.

dan berasal dari jaringan ektoderm. Kelenjar salivaKelenjar saliva minor berasal dari jaringan ektoderm minor berasal dari jaringan ektoderm oral

oral serta endoderm naso*aring dan serta endoderm naso*aring dan membenmembentuk sistem tuk sistem tubutubuloasineloasiner r sederhsederhana. ana. #elenj#elenjar ar  sal

sali+i+a a beber*ur*ungngsi si memmemproproduduksksi i salsali+i+a a yayang ng bebermrmanan*aa*aat t ununtutuk k memembmbanantu tu pepencncernernaanaan,, mencegah mukosa dari kekeringan, memberikan perlindungan pada gigi terhadap karies serta mencegah mukosa dari kekeringan, memberikan perlindungan pada gigi terhadap karies serta mempertahankan homeostasis.

mempertahankan homeostasis. #el

#elenjenjar ar ini ini jugjuga a tidtidak ak terterlepalepas s dardari i penpenyayakitkit. . 'eny'enyakiakit t yanyang g banybanyak ak menmengengenaiai kelenjar ludah disebabkan oleh in*eksi, in*lamasi, trauma, kondisi imun, serta tumor. 9ntuk  kelenjar ludah disebabkan oleh in*eksi, in*lamasi, trauma, kondisi imun, serta tumor. 9ntuk  me

menenegagakkkkan an didiagagnonosa sa pepenynyakakit it papada da kekelenlenjar jar aiair r luludadah, h, peperlrlu u didilalakukukan kan ananamamnenesa,sa,  pemeriksaan

 pemeriksaan obyekti*, obyekti*, serta serta pemeriksaan pemeriksaan penunjang penunjang yang yang dapat dapat membantu membantu penegakanpenegakan diagnosa. Selain itu, perlu diketahui tindakan apa yang paling sesuai untuk penanganan diagnosa. Selain itu, perlu diketahui tindakan apa yang paling sesuai untuk penanganan  penyakit pada glandula sali+arius.

 penyakit pada glandula sali+arius. >.

>. ANATOMI KELENJAR SALIAANATOMI KELENJAR SALIA Kelenjar saliva

Kelenjar saliva merupmerupakan akan suatu suatu kelenkelenjar jar eksokeksokrin rin yang yang berperberperan an pentipenting ng dalamdalam mempertahankan kesehatan jaringan mulut.

mempertahankan kesehatan jaringan mulut. Kelenjar salivaKelenjar saliva merupakan organ yang terbentuk  merupakan organ yang terbentuk  dari selsel khusus yang mensekresi sali+a ke

dari selsel khusus yang mensekresi sali+a ke dalam rongga mulutdalam rongga mulut. . Sali+a terdiri dari cairanSali+a terdiri dari cairan encer yang mengandung en?im dan cairan kental yang mengandung mukus. /enurut struktur  encer yang mengandung en?im dan cairan kental yang mengandung mukus. /enurut struktur  an

anatoatomimis s dadan n letletakaknynya,a, kelkelenjenjar ar salsalivaivaddapapat at didibbagagi i dadalalam m ddua ua kkelelomompopok k bebesasar r  yairu

yairu kelenjar salivakelenjar salivammayayoor r ddaann kekelelenjnjar ar sasalilivava minor.minor. KeKelelenjnjar ar sasalilivava mmayayoor r ddaann min

minor or menmenghaghasilsilkan kan salisali+a +a yanyang g berberbedbedababeda eda menmenuruurut t ranrangsagsangangan n yanyang g ditditerimerimanyanya.a. @angsangan ini dapat berupa rangsangan mekanis $mastikasi&, kimiawi $manis,asam, asin dan @angsangan ini dapat berupa rangsangan mekanis $mastikasi&, kimiawi $manis,asam, asin dan  pahit&, neural, psikis $emosi dan stress&, dan rangsangan sakit. /acammacam kelenjar ludah"  pahit&, neural, psikis $emosi dan stress&, dan rangsangan sakit. /acammacam kelenjar ludah" ii.. ##eelleennjjaar sr saallii++a ua uttaammaaAAmmaayyoor  r  

(5)

#elenjarkelenjar sali+a mayor terletak agak jauh dari rongga mulut dan sekretnya disalurkan #elenjarkelenjar sali+a mayor terletak agak jauh dari rongga mulut dan sekretnya disalurkan melalui duktusnya kedalam rongga mulut.

melalui duktusnya kedalam rongga mulut. Kelenjar salivaKelenjar saliva mayor sangat memegang peranan mayor sangat memegang peranan  penting dalam proses mengolah makanan. #elenjar sali+a mayor terdiri dari "

 penting dalam proses mengolah makanan. #elenjar sali+a mayor terdiri dari " •

#elenjar parotis#elenjar parotis

Terletak dibagian bawah telinga dibelakang ramus mandibula $antara prossesus mastoideus Terletak dibagian bawah telinga dibelakang ramus mandibula $antara prossesus mastoideus dan ramus mandibula&

dan ramus mandibula& •

sekresi encer. 'ada anakanak masih mengandung kelenjar mucous. Sali+a terdiri darisekresi encer. 'ada anakanak masih mengandung kelenjar mucous. Sali+a terdiri dari 234 sekresi kelenjar parotis

234 sekresi kelenjar parotis◊◊/engandung sejumlah besar en?im antara lain amilase liso?im,/engandung sejumlah besar en?im antara lain amilase liso?im, *os*atase asam, aldolase, dan kolinesterase. /erupakan kelenjar serous pada manusia dewasa, *os*atase asam, aldolase, dan kolinesterase. /erupakan kelenjar serous pada manusia dewasa, kaya akan air

kaya akan air •

/erup/erupakan akan kelenkelenjar jar terbesar dibandinterbesar dibandingkan dengan gkan dengan kelenkelenjar jar sali+a lainnya sali+a lainnya dengdenganan  berat 2B:B gram, panjang duktus :

 berat 2B:B gram, panjang duktus :3;B mm, dengan diameter : mm3;B mm, dengan diameter : mm •

Terletak dibagian bawah telinga dibelakang ramus mandibula meluas ke lengkungTerletak dibagian bawah telinga dibelakang ramus mandibula meluas ke lengkung ?ygomaticum di depan telinga dan mencapai dasar dari musculus masseter 

?ygomaticum di depan telinga dan mencapai dasar dari musculus masseter  •

DukDuktus tus parparotiotis s yakyakni ni dukduktus tus SteStensensen n yanyang g berberjalajalan n menmenyilyilang ang permpermukaukaan an otootott masseter. Duktus kelenjar ini berjalan menembus pipi dan bermuara pada +estibulum oris masseter. Duktus kelenjar ini berjalan menembus pipi dan bermuara pada +estibulum oris  pada lipatan antara mukosa pipi dan gusi dihadapan m

 pada lipatan antara mukosa pipi dan gusi dihadapan molar 2 atasolar 2 atas •

#elenjar Submandibularis#elenjar Submandibularis Te

Terletak di rletak di bawah ramus mandibulabawah ramus mandibula •

/erupakan/erupakan kelenjar salivakelenjar saliva terbesar ke dua berat =>B gram terbesar ke dua berat =>B gram

!entuk o+al seperti kacang, terletak di trigonum submandibular !entuk o+al seperti kacang, terletak di trigonum submandibular 

Duktus submandibular disebut duktus ChartonDuktus submandibular disebut duktus Charton

Duktus muncul dari permukaan bagian dalam kelenjar dan berjalan sampai mencapaiDuktus muncul dari permukaan bagian dalam kelenjar dan berjalan sampai mencapai dasar mulut, kemudian bermuara pada caruncula sublingualis di dekat *renulum lidah

dasar mulut, kemudian bermuara pada caruncula sublingualis di dekat *renulum lidah •

'anjang duktus ;B3B mm, diameter lebih kecil dari kelenjar parotis'anjang duktus ;B3B mm, diameter lebih kecil dari kelenjar parotis

#elenjar submandibula 34 bersi*at serous dan 234 mucous#elenjar submandibula 34 bersi*at serous dan 234 mucous

#elenjar Sublingualis#elenjar Sublingualis Te

Terletak dibawah lidah rletak dibawah lidah dan dibawah membran mukosa mulutdan dibawah membran mukosa mulut •

/erupakan kelenjar terkecil dari kelenjar sali+a mayor /erupakan kelenjar terkecil dari kelenjar sali+a mayor 

#elenjar ini bentuknya memanjang dengan berat 2: gram#elenjar ini bentuknya memanjang dengan berat 2: gram

Duktus kelenjar ini yaitu duktus !artholinDuktus kelenjar ini yaitu duktus !artholin

(6)

Ga!bar "# 0landula sali+arius mayor1 $>& glandula parotis1 $2& glandula submandibula1 $:& glandula sublingual

(7)
(8)

ii. #elenjar ludah tambahanA minor  

#ebanyakan kelenjar ludah merupakan kelenjar kecilkecil yang terletak di dalam mukosa atau submukosa $hanya menyumbangkan 34 dari pengeluaran ludah dalam 2; jam& yang diberi nama lokasinya atau nama pakar yang menemukannya. Semua kelenjar ludah mengeluarkan sekretnya kedalam rongga mulut. #elenjar sali+a minor tediri dari"

#elenjar labial $glandula labialis& terdapat pada bibir atas dan bibir bawah dengan asinusasinus seromukus

#elenjar bukal $glandula bukalis& terdapat pada mukosa pipi, dengan asinusasinus seromukus

#elenjar !ladinNuhn $0landula lingualis anterior& terletak pada bagian bawah ujung lidah disebelah menyebelah garis, median, dengan asinusasinus seromukus

#elenjar -on Ebner $0ustatory 0land  albuminous gland& terletak pada pangkal lidah, dnegan asinusasinus murni serus. #elenjar Ceber yang juga terdapat pada pangkal lidah dengan asinusasinus mucus. #elenjar -on Ebner dan Ceber disebut juga glandula lingualis posterior 

#elenjarkelenjar pada pallatum dengan asinus mukus

2. JENIS%JENIS PEN&AKIT GLAN'(LA SALIA ). N)n Ne)*las+ik 'is)rder

>. In*eksi a. In*eksi akut

/ani*estasi in*eksi akut yang biasa terjadi pada kelenjar ludah biasanya berupa parotitis akut. !eberapa kelompok +irus dan bakteri merupakan penyebab umum terjadinya ketidaknormalan produksi kelenjar ludah. Sebagian besar in*eksi bakteri kemungkinan  berasal dari ka+itas oral dan berhubungan dengan penurunan aliran ludah. Selain itu beberapa  pasien dengan kondisi lemah dan imunosupresan memiliki resiko untuk terkena sialedenitis

akut.

>. In*eksi !akteri

a.  Acute suppurative Sialedenitis  merupakan suatu kondisi akut dan nyeri di*us pada keadaan awal penyakit glandula parotis. #elenjar mengalami pembesaran, terasa sakit, dan terdapat eksudat purulen yang terlihat pada ori*ice bukal duktus Stensen. 'enyakit ini  biasanya terjadi pada pasien dengan kondisi kesehatan lemah, dehidrasi, dengan oral hygiene yang buruk. 'enyakit ini biasanya disebabkan oleh in*eksi bakteri Staphylococcus aureus, Streptococcus viridans, S . pneumoniae, Haemophilus influenzae, Streptococcus  pyogenes, and Escherichia coli. 6im*onodi parotis dan intraparotis biasanya akan terlibat sebagai reaksi in*lamasi. Treatment o* choice penyakit ini adalah dengan terapi antibiotik. Selain pada glandula parotis, acute suppurative sialedenitis juga dapat menyerang pada region submandibula.

(9)

 b. Suppurative parotitis. 'enyakit ini dapat terjadi pada bayi yang baru lahir, biasanya  pada bayi yang lahir prematur $:3;B4& dengan dehidrasi sebagai *aktor predisposisi. nset  biasanya terjadi sekitar >; hari dan terdapat eritema pada kulit di sekitar kelenjar   parotis. 'enyebab umum in*eksi antara lain Staphylococcus, Pseudomonas,

Streptococcus, Pneumococcus, and Escherichia. Terapi hidrasi dan antibiotic biasanya digunakan untuk merawat in*eksi. 'asien yang salah terdiagnosis atau yang tidak terobati sempurna terkadang dapat berkembang menjadi abses intraglandular.

c. Sialodochitis merupakan in*lamasi yang terjadi baik pada duktus Carthon maupun Stensen. !iasanya terjadi dilatasi pada obstruksi distal. 'embesaran duktus dapat berbentuk  *usi*orm atau berantai menghasilkan area ductal stenosis.

2. In*eksi -irus

#asus paling umum yaitu +iral parotitis $mumps& yang disebabkan oleh @N) +irus dari kelompok paramy%o+irus. 'ada tahap awal in*eksi melibatkan kelenjar parotis namun juga dapat berkembang di kelenjar submandibula maupun sublingual. Diagnosis biasanya  berdasarkan pada penyakit epidemik dan ditegakkan dengan uji titer antibody. 'eriode inkubasi diantara 2: minggu, dengan keterlibatan kelenjar parotis secara unilateral pada 2B ::,:4 kasus. )gen +irus lain yang dapat menyebabkan parotitis antara lainco%sackie +iruses,  parain*luen?a +iruses $types I and III&, in*luen?a +irus type ), herpes +irus, echo +irus, and

choriomeningitis +irus.

 b. In*eksi #ronis

In*lamasi kronis merupakan penyakit umum kelenjar ludah yang disebabkan oleh rekurensi in*eksi bakteri atau in*eksi dari agen lain. #ondisi non in*eksi disebabkan oleh iradiasi, penyakit autoimun, dan kasus idiopatik.

>.  Mycobacteria

Epidemiologi menyatakan bahwa in*eksi mycobacteria dapat menyerang kelenjar parotis $B4 kasus&, kelenjar submandibula $24&, dan kelenjar sublingualis $:4&. Sebagian besar   penyakit yang disebabkan in*eksi ini berkembang dari tonsi maupun gigi yang menjadi *okal

in*eksi kemudian menyebar ke kelenjar melalui lim*onodi. Sarcoidosis, merupakan penyakit sistemik in*eksius yang ditandai dengan pembentukan granuloma pada berbagai system organ dan biasanya disebabkan oleh in*eksi mycobacteria. Sekitar =:4 kasus pasien mengalami  pembesaran kelenjar parotis bilateral dan penurunan aliran sali+a. !eberapa pasien, juga

mengalami gejala %erostomia akibar kelenjar ludah minor ikut terin*eksi. Sebagian besar   pasien tidak mengalami rasa sakit, dan terjadi pembesaran kronis pada kelenjar yang terlibat

dengan penambakan multinodular dan terlihat seperti keganasan.

2. Syphilis

Syphilis biasanya jarang terjadi pada kelenjar parotis, namun ketika penyakit ini muncul, distribusi dan penampakannya sama seperti pada in*eksi T! dengan gambaran yang hamper  mirip dengan sarcoidosis.

:. Cat-Scratch isease disebabkan oleh in*eksi bakteri gram negati*, riketsia dan menyebabkan lim*adenitis regional. 'enyakit ini biasa menyerang pada anakanak dan

(10)

remaja. @adiogra*ik menunjukkan adanya pembesaran lim*onodi intraparotid yang meluas dan tidak spesi*ik dan hal ini mirip pada in*eksi sarcoidosis dan in*eksi T! sehingga sering terjadi kesalahan diagnosis.

;. To%oplasmosis merupakan in*eksi proto?oa yang disebabkan oleh !o"oplasma gondii. 'enyakit ini merupakan in*eksi yang umum terjadi yaitu sekitar 334 populasi tergantung dari lokasi geogra*is.

3. )ctinomycosis disebabkan oleh in*eksi bakteri gram positi* anaerob, Actinomyces iszraelli, mengakibatkan in*eksi oro*aring. 6im*onodi parois dan submandibular dapat menjadi lokasi in*eksi sekunder yang disebarkan melalui perluasan perluasan in*eksi kronis mandibula. 5aringan ikat sekitar mengalami in*iltrate in*lamasi dan terkadang in*eksi kelenjar   parotis dapat menyebar hingga masticator space# In*eksi bakteri ini pada kelenjar parotis

dapat akut, dengan gejala rasa sakit, pembengkakan, abses, dan pembentukan *istula. In*eksi kronik memiliki gambaran hamper mirip seperti in*eksi T! yang termani*estasi sebagai masa  parotid yang tidak sakit.

2. In*lamasi

a. Sialolithiasis, sebagian besar terjadi pada kelenjar submandibula $=BB4&, kelenjar parotis $>B2B4&, dan sekitar >4 terjadi di kelenjar ludah sublingual. #eterlibatan kelenjar ludah minor sangatlah jarang, meskipun juga bias terjadi pada mukosa bukal dan bibir atas. Sekitar  34 batu berbentuk solid dan tunggal, namun 234 diantaranya memiliki batu kelenjar  multiple. 'ada pasien dengan sialodenitis kronis, setidaknya terdapat kalkulus pada du pertiga kasus dan pada gambaran radiogra* batu tampak sebagai lesi radiopak. Sebanyak =34 batu kelenjar submandibula terjadi di dalam duktus Carthon, :B4 di dekat ostium duktus, dan 2B4 diantaranya pada pertengahan duktus.

Terapi Sialolithiasis"

a.Tanpa pembedahan

'engobatan klasik silolithiasis $medical treatment& adalah penggunaan antibiotik dan anti in*lamasi, dengan harapan batu keluar melalui caruncula secara spontan.'ada beberapa kasus dimana batu berada di wharton papillae, dapat dilakukan tindakan marsupiali?ation $sialodochoplasty&. Sering kali batu masih tersisa terutama bila berada di bagian posterior  Carton8s duct, sehingga pendekatan konser+ati* sering diterapkan.

 b. 'embedahan

Sebelum teknik endoskopi dan lithotripsi berkembang pesat, terapi untuk mengeluarkan batu  pada sialolithiasis submandibula delakukan dengan pembedahan, terutama pada kasus dengan diameter batu yang besar $ukuran terbesar sampai >B mm&, atau lokasi yang sulit. !ila lokasi  batu di belakang ostium duktus maka bisa dilakukan tindakan simple sphincterotomy dengan anestesia lokal untuk mengeluarkannya. 'ada batu yang berada di tengahtengah duktus harus dilakukan diseksi pada duktus dengan menghindari injury pada n. lingualis. al ini bisa dilakukan dengan anestesi lokal maupun general, tapi sering menimbulkan nyeri berat post operati+e. arus dilakukan dengan anestesi general, bila lokasi batu berada pada glandGs  pel+is. 'ada kasus ini harus dilalakukan subma%ilectomy dengan tingkat kesulitan yang

tinggi, karena harus menghindari cabangcabang dari n. *acialis.

(11)

 6ithotripsi E%tracorporeal Shock Ca+e 6ithotripsy $ESC6& merupakan terapi dengan pendekatan non in+asi+e yang cukup e*ekti* pada sialolithiasis. Setelah berhasil untuk penanganan batu di saluran kencing dan pankreas, ESC6 menjadi alternati* penanganan batu pada saluran sali+a, dimulai tahun >B an. Tujuan ESC6 untuk mengurangi ukuran calculi menjadi *ragmen yang kecil sehingga tidak mengganggu aliran seli+a dan mengurangi simptom. Diharapkan  juga *ragmen calculi bisa keluar spontan mengikuti aliran sali+a. Indikasi ESC6 bisa

dilakukan pada semua sialolithiasis baik dalam glandula maupun dalam duktus, kecuali posisi  batu yang dekat dengan struktur n. *acialis. In*lamasi akut merupakan kontra indikasi lokal dan in*lamasi kronis bukan merupakan kontra indikasi, sedangkan kelainan pembekuan darah $haemorrhagic diathesis&, kelainan kardiologi, dan pasien dengan pacemaker merupakan

kontraindikasi umum ESC6.

/etode ini tidak menimbulkan nyeri dan tidak membutuhkan anestesia, pasien duduk  setengah berbaring $semireclining position& seperti terlihat pada 0b.$a&. Shockwa+e benar  benar *okus dengan lebar 2,3 mm dan kedalaman 2Bmm sehingga lesi jaringan sekitarnya

sangat minimal. Energi yang digunakan disesuaikan dengan batu pada kelenjar sali+a, yaitu antara 3 H :B m'a. Tembakan dilakukan >2B impacts per menit, bisa dikurangi sampai B atau <B impacts per menit. Setiap sesion sekitar >3BB  A  3BB impacts dan antar sesion terpisah minimal satu bulan.

#eberhasilan ESC6 tergantung pada dimensi, lokasi, dan jumlah calculi. #etepatan  posisi $pinpointing& calculi bisa dipandu dengan ultrasonography, echography probe ,3 /h?.

Jalculi dengan ukuran K >B mm sulit dipecah menjadi *ragmen. !eberapa penelitian telah melakukan pengamatan dan *ollow up atas keberhasilan penggunaan ESC6, antara lain Escidier et al mengamati >22 kasus dimana <=4 pasien terbebas dari simptom setelah di*ollow up selama : tahun, Jappaccio et al dengan :22 kasus melaporkan =,<4 pasien terbebas dari simptom setelah diamati 3 tahun sejak pengoabatan menggunakan ESC6.

 Sialendoskopi

Sialendoskopi merupakan teknik endoskopi untuk memeriksa duktus kelenjar sali+a. Teknik  ini termasuk minimal in+asi+e terbaru yang dapat digunakan untuk diagnosis sekaligus manajemen terapi pada ductal pathologies seperti obstruksi, striktur, dan sialolith. 'rosedur  yang dapat dilakukan dengan Sialendoskopi merupakan complete e%ploration ductal system yang meliputi duktus utama, cabang sekunder dan tersier. Indikasi diagnostik dan inter+ensi dengan Sialendoskopi adalah semua pembengkakan intermitten pada kelenjar sali+a yang tidak jelas asalnya.

#och et al lebih khusus menjelaskan indikasinya, antara lain untuk >& deteksi sialolith yang samar, 2& deteksi dini pemebentukan sialolith $mucous or *ibrinous plugs& dan  pro*ilaksis pembentukan batu, :& pengobatan stenosis post in*lamasi dan obstruksi karena sebab lain, ;& deteksi dan terapi adanya +ariasi anatomi atau mal*ormasi, 3& diagnosis dan  pemahaman baru terhadap kelaianan autoimun yang melibatkan kelenjar sali+a, <& sebagai alat *ollow up dan kontrol keberhasilan terapi. Tidak ada kontra indikasi khusus, karena merupakan teknik minimal in+asi+e yang hanya membutuhkan enestesi lokal dan cukup rawat jalan saja, baik pada anakanak, dewasa maupun usia lanjut.

 Teknik Inter+ensi Sialendoskopi.

(12)

dengan bahan anestesi $%ylocaine >4 dengan epinephrine >"2BBBBB&. 'apila dilebarkan  bertahap dengan probe yang bertambah besar sampai sesuai dengan diameter sialendoskop. #emudian sialendoskop dimasukkan ke dalam duktus kelenjar sali+a diikuti pembilasan dengan cairan isotonik melalui probe. 'embilasan ini dimaksudkan untuk dilatasi duktus dan irigasi debris. Duktus kelenjar sali+a ini dioser+asi mulai dari duktus utama sampai cabang tersier hingga probe tidak bisa masuk lagi, dengan catatan menghindari trauma dan per*orasi dinding duktus.

!ila didapatkan obstruksi, kita bisa menggunakan beberapa teknik untuk  mengatasinya. 9ntuk pengambilan batu dengan diameter L ; mm pada kelenjar submandibula atau L :mm pada klenjar parotis, kita dekatkan sialendoskop ke sialolith kemudian kita masukkan ke dalam working chanel sebuah *orsep penghisap yang *leksibel dengan diameter  > mm atau stone e%tractor $wire basket *orcep&. !erikutnya batu dihisap dan sialendoskop ditarik dengan *orcep penghisapnya.

'ada kasus dengan batu yang lebih besar, kita memasukkan probe laser helium ke dalam working chanel dan batu dipecah menjadi beberapa bagian kecilkecil. #emudian  bagian kecil tersebut ambil $remo+ed& dengan teknik yang sama. Sedangkan pada kasus mucus plug, sekret yang lengket dimobilisasi dengan pembilasan dan penghisapan. Setelah inter+ensi Sialendoskopi, dilakukan stenting pada duktus submandibula menggunakan stent plastik $sialostent& selama 2 sampai ; minggu dengan tujuan >& menghindari striktur, 2& mencegah obstruksi karena udema sekitar ori*isium, dan :& sebagai saluran irigasi partikelpartikel batu kecil oleh aliran sali+a. 'emberian hydrocortisone >BB mg injeksi intraductal atau langsung pada daerah striktur juga dapat mempercepat proses

 penyembuhan pasca sialoendokopi.

d. ecision !ree

'ada tindakan minimal in+asi+e terdapat beberapa pilihan diagnostik maupun terapi untuk  managemen sebuah kasus dengan gejala klinis adanya obstruksi pada saluran kelenjar sali+a. !ila didapatkan batu ukuran kecil $L ; mm submandibular atau L : mm parotis& maka dapat diinter+ensi dengan Cire !asket E%tra%ion. 'ada batu dengan ukuran K ; mm submandibula atau K : mm parotis, batu harus dipecah menjadi bagian yang lebih kecil menggunakan 6aser  6ithotripsy kemudian dikeluarkan dengan Cire !asket E%tra%ion. Sedangkan stenosis pada sistem duktus cukup dilakukan dilatasi menggunakan metalic dilator $main duct& atau dengan  balloon catheter bila stenosis terjadi pada cabang duktus.

#omplikasi"

Segala bentuk inter+ensi pada sialolithiasis, baik pembedahan terbuka maupun minimally in+asi+e dapat menimbulkan komplikasi antara lain" >& kerusakan sara*, terutama n. 6ingualis dan n. ipoglosus 2& perdarahan post operati+e, :& striktur sistem duktal, ;& pembengkakan kelenjar yang menimbulkan nyeri, 3& cutaneus hematoma sering dijumpai pada pasien post e%tracorporeal therapy, dan <& residual lithiasis terjadi pada sekitar ;B43B4 pasien. Teknik  minimal in+asi+e yang benar dengan Sialendoskopi, lebih memungkinkan untuk  meminimalisir terjadinya komplikasi tersebut di atas.

 b. Chronic $eccurent Sialodenitis, merupakan pembengakakan di*us maupun terlokalisasi pada kelenjar ludah, dan terasa sakit. 'enyakit ini biasanya diasosiasikan dengan obstruksi tidak  sempurna pada sistem duktus, walaupun biasanya terjadi +ariasi.

(13)

c. Sialodochitis Fibrinosa $#ussmaul8s Disease&, merupakan pembengkakan rekuren, akut, dan  bias terasa nyeri maupun tidak nyeri pada kelenjar parotis atau submandibula. 'enampakan klinis berupa penyumbatan pada pintu masuk duktus Stensen atau duktus Carthon. 'enyakit ini biasanya terjadi padan pasien dengan kondisi lemah dan dehidrasi perawatan dapat berupa  pemijatan pada glandulam penggunaan secretogogeus untuk menghilangkan sumbatan, dilatasi pintu masuk duktus untuk mencegah rekurensi, dan bila dimungkinkan dilakukan rehidrasi.

d. iperlipidemia, dikarakteristikkan sebagai peningkatan le+el trigliserid dan atau kolesterol total plasma. !eberapa pasien dengan hiperlipidemia mengalami pembesaran kelenjar parotis dengan in*iltrate lipid yang seragam yang terlihat pada /@I. 'eningkatan kadar trigliserid  plasma berkorelasi dengan pembengkakan parotis, dan berakibat pada penurunan aliran sali+a yang semakin parah. #elenjar submandibula juga dapat terlibat namun insidensinya lebih rendah.

e. Sialosis, merupakan pembesaran kelenjar parotis yang rekuren maupun kronik, nonneoplastik, non in*lamatori, dan tidak terasa sakit. #elenjar submandibula, sublingual, dan kelenjar ludah minor juga ada kemungkinan terlibat. 'embengkakan parotis biasanya bilateral dan simetrik  namun juga bias unilateral dan atau simetris. nset biasanya tidak terlalu terlihat, karena tidak ada simptom maupun in*lamasi.

Sialosis diasosiasikan dengan berbagai penyakit endokrin, status gi?i, dan medikasi. Sialosis ditemukan pada penderita diabetes, kelainan kelenjar tiroid, kelainan pankreas, dan akromegali. Sekitar 2<=<4 kasus ditemukan pada pecandu alkohol kronis dan sirosis hati akibat alkohol, juga pada penderita dengan status malnutrisi. #ondisi lain meliputi hipertensi, hiperlipidemia, kegemukan, kehamilan, brucellosis, disentri, penyakit Jhaga, karsinoma esophagealm ankylostomiasis, dan penyakit celiac. !eberapa medikasi yang dapat memacu terjadinya sialosis antara lain phenylbuta?one, o%yphenbuta?one, sul*iso%a?ole, iodide, isoproterenol, atropine, imipramine, chloramphenicol, o%ytetracycline, phenothia?ides,  ben?odia?epines, monoamine o%idase $/)& inhibitors, reserpine, guanethidine, logam  berat, methima?ole, dan thiocyanates.

:. Trauma

a. /ucoceles, merupakan istilah klinis yang mendeskripsikan pembengkakan yang disebabkan oleh akumulasi sali+a pada sisi yang terkena trauma maupun daerah yang mengalami  pemnyumbatan pada duktus glandula sali+a minor. /ucocele diklasi*ikasikan menjadi tipe

(14)

Ga!bar ,# /ucocele pada bibir bawah sebelah kanan

 b. @anula, merupakan mucocele yang terletak di dasar mulut. @anula kemungkinan merupakan *enomena ekstra+asasi mucus maupun retensi mucus dan sebagian besar terjadi pada duktus glandula sali+a sublingual. 'embentukan ranula biasanya terjadi karena trauma. 'enyebab lain yaitu penyumbatan pada kelenjar sali+a atau aneurism duktus.

Ga!bar -#@anula pada dasar mulut Pena+alaksanaan Ranula

Dalam kasus ranula, dokter spesialis bedah mulut dapat merekomendasikan marsupialisasi atau eksisi, dimana ranula diinsisi untuk membuat outlet pada kista retensi kelenjar ludah sehingga cairan dapat dikeluarkan. !erikut ini merupakan tahaptahap prosedur  marsupialisasi serta komplikasi yang ditimbulkan "

/enjelang operasi

a. 'enjelasan kepada penderita dan keluarganya mengenai tindakan operasi yang akan dijalani serta resiko komplikasi disertai dengan tandatangan persetujuan dan permohonan dari  penderita untuk dilakukan operasi. $In*ormed consent&.

 b. /emeriksa dan melengkapi persiapan alat dan kelengkapan operasi. c. 'enderita puasa minimal < jam sebelum operasi.

d. )ntibiotika pro*ilaksis, Je*a?olin atau Jlindamycin kombinasi dengan 0aramycin, dosis menyesuaikan untuk pro*ilaksis.

(15)

Tahapan operasi

a. Dilakukan dalam kamar operasi, penderita dalam narkose umum dengan intubasi nasotrakheal kontralateral dari lesi, atau kalau kesulitan bisa orotrakeal yang diletakkan pada sudut mulut serta *iksasinya kesisi kontralateral, sehingga lapangan operasi bisa bebas.

 b. 'osisi penderita telentang sedikit Mheadup $2B23B& dan kepala menoleh kearah

kontralateral, ekstensi $perubahan posisi kepala setelah didesin*eksi&.

c. Desin*ensi intraoral dengan ibicet setelah dipasang tampon steril di oro*aring. d. Desin*eksi lapangan operasi luar dengan ibitanealkohol B4 >">BBB

e. /ulut dibuka dengan menggunakan spreader mulut, untuk memudahkan mengeluarkan lidahA dijulurkan maka bisa dipasang teugel pada lidah dengan benang sutera BA>.

*. 6akukan eksisi bentuk elips pada mukosa dasar mulut yang membesar akibat kista tersebut dan pilih yang paling sedikit +askularisasinya, kemudian rawat perdarahan yang terjadi, lakukan sondase atau palpasi, sebab kadang ada sedimentasiA sialolithiasis, atau sebab lain sehingga menimbulkan sumbatan pada saluran kele njar liur sublingual. Tepi eksisi dijahit marsupialisasi dengan De%on BA: agar tidak menutup lagi.

(16)

g. )pabila masih teraba kista maka bisa dilakukan memecahkan septa yang ada sehingga isinya bisa terdrainase.'ada kista yang cukup besar setelah die+aluasi tidak ada kista lagi maka bisa dipasang tampon pita sampai keujungnya dipertahankan sampai 3 hari sebagai tuntunan epitelialisasi pada permukaan kista tadi dan tidak obliterasi lagi.

h. )pabila didapat sebagian ranula dibawah m. milohioid, maka memerlukan  pendekatan yang lebih bagus dari ekstra oral. Dan yang perlu diperhatikan adalah preser+asi ner+us hipoglossus, ner+us lingualis. 'asang redon drain apabila melakukan pendekatan ekstra oral.

i. E+aluasi ulang untuk perdarahan yang terjadi.

 j. 6apangan operasi dicuci dengan kasa'O steril, luka operasi yang diluar ditutup dengan kasa steril dan di hipa*iks.

k. Tampon oro*aring diambil, sebelum ekstubasi.

l. !uat laporan operasi dan surat pengantar untuk pemeriksaan ').

(17)

'erdarahan

#erusakan ner+us hipoglosus atau ner+us lingualis

In*eksi

Fistel orokutan pada operasi yang pendekatannya intra dan e%tra oral

@esidi* 

Pera.a+an Pas/a 0edah

In*us @inger 6actate dan De%trose 34 dengan perbandingan > " ; $sehari&

Setelah sadar betul bisa dicoba minum sedikitsedikit, setelah < jam tidak mual bisa diberi makan.

'ada penderita yang terpasang drain redon dilepas jika produksinya L >B ccA2; jam.6uka operasi dirawat dan ganti perban pada hari ke:.

'ada penderita yang dipasang kasa dengan tampon steril pada saat operasi pada bekas kista sublingual maka tampon dipertahankan sampai hari ke 3, dan kemudian dicabut sehingga mengurang kemungkinan tertutup lagi kista kelenjar liur tersebut.

'enderita dipulangkan sehari setelah angkat drain dan tampon, anjurkan dan angkat  jahitan pada hari ke setelah operasi.

Follow9p iiap minggu sampai luka operasi sembuh baik 

;. #ondisi Imun dan /edikasi yang /enginduksi Dis*ungsi #elenjar Sali+a a.  %enign &ymphoepithelial &esion $/ikulic?8s Disease&

Etiologi penyakit ini masih belum diketahui dan diperkirakan akibat kondisi auto imun, +irus, maupun *aktor genetik dengan predominan pada wanita di usia pertengahan. 0ejala umum yaitu pembengkakan kelenjar ludah unilateral atau bilateral akibat in*iltrate lim*oid  benigna, serta penurunan produksi sali+a bila terjadi in*eksi. Diagnosis banding penyakit ini yaitu Sjorgen syndrome, sarcoidosis, lim*oma, dan penyakit lain yang diasosiasikan dengan  pembesaran kelenjar ludah.

 b. Sjorgen Syndrome

Sjorgen Syndrome merupakan penyakit kronis autoimun yang dikarakteristikkan dengan kekeringan mukosa oral dan okular, in*iltrat lim*osit, dan dekstrusi eksokrin. /ani*estasi oral pasien ini sangat luas sebagai hasil dari penurunan *ungsi kelenjar ludah. ampir semua pasien mengeluhkan mulut kering dan membutuhkan asupan cairan. /ulut kering menyebabkan kesulitan dalam mengunyah, menelan, dan berbicara jika tidak diberi tambahan cairan. 'asien dengan SS dapat mengalami pembesaran kronis pada kelenjar ludah dan juga dapat terjadi in*eksi pada kelenjar.

!. Tu!)r Kelenjar Ludah

Sebagian besar tumor kelenjar ludah terjadi pada kelenjar parotis $=B4&, sekitar >B >34 terjadi pada kelenjar submandibula, dan sisanya pada sublingual maupun pada kelenjar 

(18)

ludah minor. Sekitar =B4 tumor parotis dan 3B4 tumor submandibula merupakan tumor   jinak. Sebaliknya lebih dari <B4 tumor yang terjadi pada kelenjar sublingual maupun kelenjar ludah minor merupakan tumor ganas. @esiko keganasan akan meningkat sesuai dengan bertambahnya ukuran tumor. Sekitar =B4 tumor terjadi pada usia dewasa. Tumor   pada anakanak biasanya terletak pada kelen jar parotis, dan sekitar <34 tumor anakanak   bersi*at jinak.

>. Tumor 5inak 

a. )denoma 'leomor*ik 

)denoma pleomor*ik merupakan tumor kelenjar liur yang paling banyak ditemukan,  berkisar <B4=B4 dari seluruh tumor jinak di kelenjar liur. Sekitar =34 terdapat di kelenjar   parotis. pada kedua lobus.

)denoma pleomor*ik paling sering ditemukan pada usia dekade keempat sampai keenam, jarang ditemukan pada anak, dengan *rekuensi lebih tinggi pada wanita dengan  perbandingan wanita dengan pria :"2.!angsa kulit putih lebih tinggi risiko mendapat

adenoma pleomor*ik dibanding dengan kulit berwarna.  b. /onomorphic )denoma

/onomorphic adenoma merupakan tumor dengan penampakan sel yang sama dan seragam.

c. 'apillary Jystadenoma 6ymphomatosum

'apillary Jystadenoma 6ymphomatosum juga dikenal dengan tunor Carthin, merupakan tumor kedua yang paling sering muncul di kelenjar parotis. 'redileksi tumor ini pada lakilaki  pada decade ke lima dan delapan. Tumor ini besi*at bilateral pada <>24 kasus. Secara klinis, tumor ini bersi*at lambat pertumbuhannya, berbatas tegas, tidak nyeri kecuali terjadi superin*eksi.

d. ncocytoma

ncocytoma merupakan tunor benigna yang jarang terjadi yaitu sekitar >4 neoplasma kelenjar sali+a. Tumor biasanya terjadi pada kelenjar ludah baik pada lakilaki maupun wanita pada dekade ke enam. ncocytoma merupaka tumor solid, bulat, yang terlihat pada kelenjar ludah mayor namun jarang di intraoral serta bersi*at bilateral.

e. !asal Jell )denoma

Tumor ini bers*at tumbuh lambat, berupa massa yang tidak sakit dan insidensinya hanya >24 dari keseluruhan kasus tumor kelenjar ludah. 'redileksi lesi pada lakilaki dengan  perbandingan 3 ">. Sekitar B4 lesi terjadi di kelenjar parotis, dan apabila terjadi pada

kelenjar ludah minor biasanya terjadi pada bibir atas. *. Janalicular )denoma

6esi ini bersi*at predominan pada usia lebih dari 3B tahun dan biasanya terjadi pada wanita. Sekitar =B4 terjadi pada bibir bawah dengan pertumbuhan lesi yang lambat, mobil, dan asimtomatik.

g. /yoepithelioma

6esi ini biasanya terjadi pada kelenjar parotis dan palatum merupakan lokasi yang sering terjadi. Tidak terdapat predileksi berdasarkan jenis kelamin, dan biasanya terjadi pada dewasa di usia sekitar 3: tahun. 6esi berbatas tegas, asimptomatik, dengan pertumbuhan lambat.

(19)

6esi jenis ini jarang terjadi dan muncul dari glandula sebasea yang terdapat di dalam  jaringan kelenjar ludah. #elenjar parotis merupakan lokasi yang sering kali terlibat.

i. Ductal 'apiloma

Ductal papiloma merupakan subset tumor jinak yang muncul dari duktus ekskretori,  predominan pada kelenjar ludah minor. Terdapat tiga bentuk dari tumor ini yaitu simple

ductal papiloma, in+erted ductal papiloma, dan sialadenoma papili*erum. 2. Tumor 0anas

a. /ucoepidermoid Jarcinoma

/ucoepidermoid carcinoma merupakan kondisi malignant yang biasan terjadi di kelenjar parotis, dan kedua pada kelenjar submandibula dengan palatum sebagai lokasi yang  paling umum terjadi. Insidensi tertinggi terjadi pada decade ketiga hingga kelima kehidupan.

6akilaki dan perempuan memiliki persentase yang sama untuk mengalami insidensi.

6esi terdiri atas sel mucus dan epidermal dan tingkat keparahannya didasarkan pada rasio sel epidermal terhadap sel mukus. 0ejala klinis yang biasanya terjadi adalah adanya rasa sakit dalam jangka waktu yang lama, ulserasi pada jaringan yang melapisi, dan jika ner+us *asialis terlibat, terdapat kemungkinan terjadi *acial palsy.

 b. )denoid Jystic Jarcinoma

6esi ini mencakup <4 dari seluruh kasus tumor kelenjar ludah dan merupakan lesi ganas yang sering terjadi padakelenjar submandibula maupun kelenjar ludah minor. 6esi dapat terjadi baik pada pria maupun wanita pada decade kelima kehidupan.

Secara klinik lesi merupakan massa unilobular, sakit, dan pada tumor parotis dapat menyebabkan paralisi ner+us *asialis pada sebagian kecil penderita. 6esi ini berkembang lambat yang menyebabkan tertundanya diagnosis hingga beberapa tahun. Secara radiogra*ik, lesi berkembang hingga merusak tulang sekitar. /etastase hingga ke paruparu sering terjadi dibandingkan ke lim*onodi regional.

c. )cinic Jell Jarcinoma

)cinic cell carcinoma biasanya terdapat pada jaringan parotis yaitu sekitar B34, dengan *rekuensi terjadi pada wanita di decade kelima kehidupan. 6esi ini merupakan karsinoma kelenjar ludah kedua terbanyak pada anakanak.

6esi bersi*at tumbuh lambat, dengan rasa nyeri. 6obus super*icial dan in*erior pole kelenjar parotis merupakan area yang paling sering terlibat. #eterlibatan kelenjar secara  bilateral dilaporkan hanya terjadi pada sekitar :4 kasus.

d. Jarcinoma E% 'leomorphic )denoma

Jarcinoma e% pleomorphic adenoma merupakan tumor maligna yang timbul di dalam  pleomorphic adenoma dan berasal dari epitel. 6esi bersi*at tumbuh lambat, dan biasanya

terjadi >32B tahun sebelum lesi mengalami pertumbuhan ukuran. 6esi biasa terjadi pada adenoma pleomor*ik yang tidak terawat dalam jangka waktu lama.

e. )denocarcinoma

)denocarcinoma terjadi pada epitel duktus sali+arious. #elompok neoplasma ini dibagi  berdasarkan struktur dan karakteristiknya. Tipe lesi ditegakkan dengan uji histologis untuk 

menunjang diagnosis dan perawatan yang tepat. *. 6im*oma

(20)

6im*oma primer dideskripsikan sebagai situasi dari mani*estasi suatu penyakit yang kemungkinan muncul dari jaringan lim*e di dalam kelenjar ludah. 'enyakit lim*oma yang  paling umum yaitu nonodgin8s lim*oma yang biasan terjadi pada pasien dengan autoimun. #elenjar parotis merupakan lokasi yang paling sering terlibat diikuti dengan kelenjar  submandibular, dan secara klinis dikarakteristikkan sebagai pembesaran kelenjar tanpa rasa nyeri atau adenopati.

:. PENEGAKAN 'IAGNOSA PEN&AKIT KELENJAR L('A1 a. Pe!eriksaan Radi)l)gis

Teknik radiogra*i yang banyak digunakan adalah teknik radiogra* oklusal dan panoramik  $'0&, namun tidak semua sialolith dapat terlihat melalui pemeriksaan radiogra*is kon+ensional karena sebagian kecil batu sali+a tersebut mengalami hipomineralisasi dan superimposisi dengan jaringan lain yang bersi*at radiodense.

 b.  Sialografi 

Sialogra*i merupakan pemeriksaan untuk melihat kondisi duktus dengan menggunakan kontras. Dengan pemeriksaan ini kita dapat mengidenti*ikasi adanya iregularitas pada dinding duktus, identi*ikasi adanya polip, mucous plug atau *ibrin, serta area granulomatosa. Selain itu dapat pula diidenti*ikasi adanya kemungkinan obstruksi duktus maupun stenosis. 'emeriksaan dimulai dengan melakukan identi*ikasi terhadap duktus Stensen dan Charton. 6angkah selanjutnya adalah dilakukan dilatasi duktus. Saat dilatasi duktus sudah maksimal, maka dapat dimasukkan kateter sialogra*i. 'ada pemeriksaan sialogra*i ini digunakan kontras, yang bisa berupa etiodol atau sinogra*in.

Sialogra*i dapat memberikan pemandangan yang jelas pada duktus secara keseluruhan dan dapat memberikan in*ormasi mengenai area yang tidak dapat dijangkau dengan sialoendoskop, misalnya pada area di belakang lekukan yang tajam dan striktur. #ekurangan dari pemeriksaan sialogra*i adalah paparan radiasi dan hasil positi* palsu pada pemeriksaan  batu karena adanya air bubble $gelembung udara&.

c. Tomografi computer 

'emeriksaan ini merupakan salah satu pilihan untuk menge+aluasi sistem duktus dan  parenkim pada kelenjar sali+a. Identi*ikasi dapat dilakukan pada potongan aksial, koronal maupun sagital. Dengan pemeriksaan ini dapat diidenti*ikasi adanya iregularitas pada dinding duktus dengan melihat adanya penebalan dan penyangatan pada dinding duktus. 'ada obstruksi yang disebabkan karena batu, kalsi*ikasi dapat dilihat berupa masa hiperdens tanpa  penyangatan pada pemeriksaan tomogra*i komputer. )danya penyangatan dapat merupakan

indikasi adanya obstruksi sialodenitis akut. d.  Sialografi tomografi komputer 

'emeriksaan ini merupakan kombinasi antara pemeriksaan sialogra*i dengan menggunakan kontras dan pemeriksaan tomogra*i komputer. 'emeriksaan dilakukan dengan memasukkan kateter pada duktus, kemudian mengisinya dengan kontras, lalu dilakukan  pemeriksaan tomogra*i komputer. 'emeriksaan ini digunakan untuk menge+aluasi parenkim

(21)

e.  Magnetic resonance imaging dan magnetic resonance sialography

'emeriksaan dengan /@I juga dapat mengidenti*ikasi adanya kelainan pada kelenjar  sali+a. Dengan pemeriksaan ini akan tampak perbedaan antara struktur duktus dan parenkim. 'emeriksaan Magnetic $esonance Sialography dapat digunakan untuk mengidenti*ikasi struktur duktus pada kelenjar parotis dan submandibula dengan melakukan sialogra*i dengan menggunakan kontras Magnetic $esonance.

*. Ultrasonografi 

Dalam mendiagnosis kelainan pada kelenjar sali+a terkadang diperlukan pemeriksaan ultrasonogra*i dengan resolusi tinggi. 'emeriksaan dengan ultrasonogra*i berman*aat dalam mengidenti*ikasi massa dan membedakan konsistensi massa tersebut, apakah padat atau kistik. 9ltrasonogra*i yang digunakan pada pemeriksaan kelenjar sali+a adalah ultrasonogra*i dengan transduser beresolusi tinggi, yaitu ,3>B,B /?. 'ada kasus abses atau massa kistik  kelenjar sali+a terkadang dilakukan aspirasi jarum halus. 'ada kasus ini, ultrasonogra*i dapat diman*aatkan untuk menjadi panduan dalam aspirasi. 'emeriksaan ultrasonogra*i juga  penting dilakukan untuk melihat adanya kelokan atau cabangcabang duktus, yang bisa

menimbulkan komplikasi pada proses obstruksi.

#ekurangan pada pemeriksaan dengan ultrasonogra*i adalah, alat ini tidak dapat mem+isualisasi kelenjar sali+a secara keseluruhan. 'ada penegakan kelainan obstruksi kelenjar sali+a menggunakan ultrasonogra*i sering sulit untuk menentukan ukuran batu secara tiga dimensi begitu juga dengan struktur stenosisnya. Selain itu, pemeriksaan dengan alat ini tidak dapat memberikan in*ormasi yang cukup jelas mengenai diameter bagian distal obstruksi sehingga sulit memastikan apakah duktusnya cukup lebar dan lurus sehingga memungkinkan masuknya instrumen pada endoskopi terapeutik.

;. TREATMENT  PA'A PEN&AKIT GLAN'(LA SALIA

Selama *ase akut, terapi yang dibutuhkan adalah terapi suporti*. 'erawatan dasar pada kelainan glandula sali+a meliputi pemberian analgesik, antibiotik, dan antipiretik apabila dibutuhkan. Selain itu, terapi pada glandula sali+arius dapat dilakukan dengan cara"

>. Sialolith yang berada pada atau dekat dengan orifice duktus dapat dihilangkan dengan cara meminta pasien untuk minum air yang dicampur dengan tetesan jeruk nipis atau lemon sehingga terjadi peningkatan aliran sali+a, kemudian dokter gigi dapat memijat glandula sali+a dengan pelembab yang hangat dan mendorong batu agar keluar dari duktus $-or+ick, 2B>>&. Namun, apabila sialolith terletak lebih dalam dari orifice duktus, maka dapat dilakukan operasi untuk pengambilan sialolith. Sialolith yang terletak pada intraglandula, maka perawatan yang dianjurkan adalah dengan mengambil seluruh glandula sali+a yang terkena.

2. Eksisi

Tindakan ini merupakan terapi pilihan untuk mukokel. Namun, apabila hanya dilakukan aspirasi cairan, maka hasil yang diberikan tidak memberikan kesembuhan dalam waktu yang lama karena akan terjadi rekurensi, sehingga tindakan yang paling baik untuk mukokel adalah  pengambilan mukokel beserta glandula sali+a yang terlibat untuk mencegah rekurensi. Terapi

(22)

 pilihan untuk ranula juga berupa eksisi lesi beserta glandula yang terlibat, sehingga rekurensi tidak terjadi.

:. /arsupialisasi

/erupakan terapi yang paling tua yang digunakan untuk menangani ranula. @erata kegagalan terapi ini sebesar <>=4 dengan rekurensi setelah <>2 minggu setelah operasi. 'enekananAkompresi pada bagian bawah kista yang berasal dari lidah menyebabkan timbulnya penutupan kista secara prematur. al ini menyebabkan ranula terbentuk kembali dan terjadi rekurensi. /enutup ka+itas kista dengan gauzeAkassa selama >B hari dapat meningkatkan tingkat keberhasilan perawatan.

;. 'emberian antibiotik  

)pabila terdapat kelainan pada glandula sali+a yang diakibatkan oleh in*eksi bakteri yang menghasilkan pus atau demam, contohnya pada sialadenitis. )ntibiotik yang diberikan  pertamakali $ first line& harusnya antibiotik dengan spektrum yang luas $ broad spectrum& seperti golongan 'enicillin. )ntibiotik yang termasuk ke dalam golongan penicillin yaitu )mpicilin dan )moksisilin yang akti* melawan bakteri gram negati* dan positi*. 9ntuk   pemberian oral, amoksisilin merupakan obat pilihan karena diabsorbsi lebih baik daripada

ampisilin. Dosis yang umumnya digunakan adalah 3BB mg tiap = jam dengan waktu  pengobatan minimal 3 hari. )ntibiotik yang lain adalah golongan Jlindamycin yang e*ekti* 

terutama terhadap bakteri gram negati*. 'ada ;= jam pertama diberikan melalui intra+ena dengan dosis BB mgA= jam, kemudian dilanjutkan pemberian secara oral dengan dosis :BB mgA= jam. )pabila terapi antibiotik belum berhasil, dapat diberikan antibiotik golongan lain yaitu se*alosporin. Second line terapi antibiotik adalah dengan kultur sensiti*itas untuk  mengetahui nama bakteri spesi*ik penyebab in*eksi dan antibiotik yang sensiti* terhadap  bakteri tersebut.

3. @adioterapi

Terapi radiasi pada umumnya diberikan pada pembengkakan glandula sali+arius dan lesilesi maligna. 'ada pembengkakan glandula parotis yang disebabkan oleh in*eksi I- diberikan terapi radiasi eksternal dengan dosis 2; 0y.

<. 6aser J2

#euntungan dari perawatan ini adalah perdarahan dan jaringan parut minimal, +isualisasi selama prosedur baik, dan komplikasi postoperati* minimal. Terapi ini banyak dipilih untuk  menangani sialolithiasis dan mukokel $)ta)li dkk., 2B>B&.

.  E"tra-corporeal shoc' (ave lithotripsy $ESC6&

Terapi ini merupakan terapi dengan in+asi minimal untuk pengambilan sialolith dengan meman*aatkan gelombang dari alat yang disebut lithotripter yang memiliki sumber  elektromagnetik berbentuk silinder yang menghasilkan gelombang bertekanan, yang apabila di*okuskan pada sialolith dapat memecah sialolith menjadi berukuran L 2 mm sehingga memungkinkan keluarnya sialolith secara spontan $De!urgh Norman dan /c0urk, >3&. Setelah ESC6 dilakukan, dilanjutkan dengan ultrasound kontinyu $,3 /?& 3 kali seminggu selama :B menit. Setelah itu di follo(-up setelah > minggu dan >, :, <, dan >2 bulan $Japaccio dkk., 2BB2&. Selama proses ESC6, sialogouesdanAatau pemijatan glandula dapat dilakukan untuk membantu pengeluaran *ragmen sialolith dari duktus $SiddiPui, 2BB2&.

(23)

Ga!bar 2# /esin liptotripsi untuk sialolith

>. SIALOLIT1IASIS

'asien wanita berusia 33 tahun datang dengan keluhan nyeri dan pembengkakan ekstraoral  pada regio posterior kiri rahang bawah selama < hari $0ambar <&.

Ga!bar 3# Terlihat pembengkakan ekstraoral pada corpus mandibula sebelah kiri

'asien menceritakan bahwa pembengkakan telah terjadi selama < bulan dan terasa sakit, namun rasa sakit dapat hilang dengan sendirinya. 'embengkakan ini juga mengganggu  proses pengunyahan pasien, tidak terdapat cairan pada ekstraoral maupun intraoral. 'asien

(24)

diberikan& dan pembengkakannya mengecil. Namun, < hari belakangan pasien merasakan nyeri yang sama pada lokasi yang sama. 'emeriksaan obyekti* menunjukkan bahwa tidak  terdapat asimetri pada wajah bagian atas hingga tengah. 'embengkakannya berbentuk o+al dan meluas hingga symphisis mandibula pada bagian anterior dan angulus mandibula pada  bagian posterior. 'erluasan pada bagian superior tidak terlalu terlihat dan pada bagian

in*erior, pembengkakan tidak melewati midline. @egio submental terlihat normal. #ulit pada  permukaan pembengkakan terlihat normal dan tidak tertarik. 'ada palpasi, tidak didapatkan  peningkatan suhu dan tulangnya keras serta dapat digerakkan. 'embengkakan ini tidak 

melekat pada struktur dibawahnya dan tidak terdapat sensasi kesemutanAparestesia. !asis mandibula tampak intak dan tidak terdapat kliking pada T/5 atau de+iasi pada saat  bergerak,tidak terdapat pergerakan yang berlebihan atau pembengkakan sendi. 'embukaan mulut tidak terganggu, lim*onodi submandibula sebelah kiri membesar, teraba, dengan konsistensi yang agak keras. /uara duktus Stensen normal dengan aliran sali+a yang juga normal. Namun, ketika dilakukan pemeriksaan pada duktus Carthon tampak kering dengan aliran sali+a yang sedikit.

Ga!bar 4#)liran sali+a tampak sedikit pada pemeriksaan muara duktus Carthon

'alpasi bimanual pada glandula submandibula kiri menimbulkan rasa nyeri tekan pada intraoral. #emudian dilakukan *oto rontgen oklusal pada rahang bawah dan memperlihatkan adanya lesi radiopaPue dengan dinding berbatas tegas, diameter > mm dan terletak pada anterior dasar mulut.

(25)

Ga!bar 5# @ontgen oklusal memperlihatkan adanya sialolith pada rahang bawah sebelah kiri Sialolith diambil dengan eksisi dari intraoral dengan anestesi lokal dan tampak berwarna  putih kekuningan. Tidak dilaporkan adanya kontraindikasi postoperati*.

(26)

Ga!bar "7# Sialolith yang telah diambil

2. RAN(LA

Seorang wanita usia >< tahun datang ke #linik San 'aolo, !ra?il dengan keluhan adanya pembengkakan pada dasar mulut selama 2= hari yang mengganggu proses bicara dan mengunyah. Sebelumnya, pasien pernah menjalani insisi dan drainase pada lesi yang sama >; hari sebelumnya. Tidak terdapat perubahan pada kondisi sitemik. 'ada pemeriksaan intraoral didapatkan pembengkakan pada dasar mulut sebelah kiri yang meluas dari midline mandibula hingga regio molar pertama, konsistensi kunak, permukaan halus, kebiruan dengan diameter  :,3 cm. )da riwayat trauma yang menyebabkan retensi glandula sali+a, sehingga dokter  mendiagnosa lesi tersebut sebagai ranula $0ambar >>&.

Terapi yang dipilih adalah marsupialisasi dengan anestesi lokal. /embrana yang menutupi pembengkakan di eksisi dan semua cairan mukus yang ada diekstra+asasi $0ambar  >2&, kemudian dijahit menggunakan benang 'oligalaktina >B dengan ukuran ;B $-icryl& $0ambar >: dan >;&. 5aringan yang diambil dikirim ke bagian patologi anatomi dan dipastikan bahwa lesi tersebut adalah ranula. Daerah yang dijahit dirawat hingga mengalami resorbsi benang yang komplit. Tidak dikeluhkan adanya komplikasi postoperasi dan tidak  ada rekurensi setelah > tahun operasi dilakukan.

(27)
(28)

Ga!bar "". @anula pada dasar mulut sebelah kiri8 Ga!bar "$. Drainase cairan mukus Ga!bar ",. Diseksi pada area yang terlibat menggunakan shears rhomb

(29)
(30)

Ga!bar "-. )rea yang telah mengalami marsupialisasi Ga!bar "2# Empat belas hari setelah postoperati* 

:. A'ENOMA PLEOMOR9IK PAROTIS

Seorang wanita umur 33 tahun, datang ke poliklinik TT @S.Dr./.Djamil 'adang tanggal 22 5uli 2BB $No./@.<3 :; B& kiriman dokter spesialis TT#6 dengan diagnosis tumor  campur parotis dan hasil !)5) terlampir. Dari anamnesis didapatkan keluhan utama  benjolan di bawah telinga kiri yang makin lama makin besar sejak >< tahun yang lalu. !enjolan tidak nyeri dan tidak merah, tidak panas, tidak disertai demam. Telinga kiri kadang kadang berdengung. Tidak ada kesulitan membuka mulut, mulut tidak terasa kering. Tidak  dikeluhkan wajah mencong atau kesulitan menutup mata. @iwayat penyakit asam urat tidak  ada. @iwayat hidung tersumbat, hidung berdarah, dan penglihatan ganda tidak ada. !enjolan lain di leher tidak ada. Tidak terdapat penurunan berat badan. 'ada pemeriksaan *isik  didapatkan keadaan umum baik, kesadaran komposmentis kooperati*. 'ada pemeriksaan telinga, hidung dan tenggorok tidak didapatkan kelainan. 'emeriksaan pendengaran dengan  penala dalam batas normal. @egio parotis sinistra didapatkan benjolan ukuran >2%>B%= cm, kenyal padat, tidak ada bagian yang *luktuati*, tidak nyeri tekan, tidak terdapat tandatanda radang, permukaan licin, ter*iksir pada jaringan disekitarnya $gambar ><&.

Ga!bar "3. 'asien sebelum operasi

Tidak ditemukan pembesaran kelenjar getah bening leher. 'ada pemeriksaan wajah tanda tanda kelumpuhan sara* *asialis tidak ditemukan. asil !)5) tanggal 2> 5uli 2BB dengan

(31)

register no S.=3:.B, kesannya adalah tumor campur kelenjar liur dan tidak tampak selsel ganas $gambar >&.

Ga!bar "4# Sitologi tumor campur kelenjar liur 

Saat itu ditegakkan diagnosis tumor campur )mi"ed tumor* parotis sinistra. @encana dilakukan pemeriksaan JT Scan, pemeriksaan darah rutin, kimia darah, *ungsi hati, dan ginjal, @ontgen torak '), E#0, untuk persiapan parotidektomi dalam narkose umum. 'ada tanggal 23 5uli 2BB didapatkan hasil pemeriksaan laboratorium darah didapatkan hasil yang normal yaitu1 haemoglobin >;,=gr4, leukosit =.:BBAmm:, trombosit 2>B.BBB, hematokrit ;34, 'T >B,3 )'TT ::,3, 0ula darah random >3:mgAdl, S0TAS0'T 2=A2< uAl, alkali *os*atase 2>:, ureum :< mgAdl, kreatinin B, mgAdl, natrium $Na& >;:nmolA6, kalium $#& ;,: nmolA6, chlorida $Jl& >B> nmolA6. Dari JT Scan parotis terlihat massa isoden inhomogen dengan batas tegas, tepi irreguler disertai kalsi*ikasi, massa meluas ke daerah para*aring dan subkutis. Tidak nampak pembesaran kelenjar lim*a leher. #esan adalah tumor parotis $0ambar >=&.

(32)

Ga!bar "5# JT Scan parotis potongan koronal

Direncanakan untuk dilakukan parotidektomi. !erdasarkan konsul dengan bagian 'enyakit Dalam saat ini dapat dilakukan tindakan operasi dalam narkose dengan risiko rendah. Tanggal 23 )gustus 2BB dilakukan operasi pengangkatan tumor parotis dalam narkose.

6aporan operasi"

'asien tidur telentang di meja operasi dalam narkoseDilakukan aseptik antiseptik pada daerah operasi.

Dibuat insisi kulit pada daerah preaurikuler setinggi tragus dari kranial ke kaudal melingkari ujung kaudal daun telinga sampai pada tip mastoid dan dilanjutkan ke kaudal mengikuti kerutan kulit angulus mandibula sepanjang >A: panjang angulus mandibula, irisan dilanjutkan kearah kaudal sepanjang otot sternokleimomastoideus.

#ulit dipisahkan secara tumpul dari jaringan di bawahnya.

Terlihat massa tumor dengan ukuran yang cukup besar melengket pada parotis pada  bagian posteroin*erior sehingga mendorong kelenjar parotis kearah anterosuperior. Tumor 

terlihat berkapsul.

Dilakukan pembebasan massa tumor dari daerah sekitarnya seperti dari otot sternokleidomastoideus, dan daerah angulus mandibula.

/assa tumor dibebaskan secara tumpul dari kelenjar parotis. Sara* *asialis tidak dapat diidenti*ikasi karena kelenjar parotis telah terdorong ke anterosuperior sehingga menyulitkan mencari landmar' sara* *asialis.

Dilakukan pembebasan massa tumor dari otototot digastrik, maseter dan stilohioideus. /assa tumor dapat diangkat secara komplit. Didapatkan massa tumor berkapsul  permukaan berlobuslobus, konsistensi kenyal padat, ukuran >Bcm%=cm%cm $gambar >&. • 'erdarahan diatasi, dilakukan penjahitan lapis demi lapis, dipasang salir.

Referensi

Dokumen terkait

Transgressing Institutional Boundaries: An ethnographic study of a liminoid intercultural space at a Japanese university i Yuki Imoto Sachiko Horiguchi Abstract This paper is

Perbai kan pada unsur sist em produks i ini s el ain dapat mencegah terj adi n ya kecel akaan/i nsiden yang m erugikan, j uga dapat meningkatkan produkt ifit as

Pendapatan merupakan arus kas masuk yang diperoleh atau arus kas masuk yang akan diperoleh yang berasal dari aktivitas usaha perusahaan yang masih

Sesuai dengan ketentuan pasat 19 Peraturan Menteri Daiam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bansos yang bersumber.. dari APBD, sebagaimana

Perbedaan tampang lintang hamburan nU238 untuk semua file data nuklir terevaluasi (ENDF/B- V1.8, JENDL-3.2, JEF-2.2 dan JEF-3.1) pada daerah energi termal rata-rata 3% lebih

Fungsi Slogan adalah memungkinkan dan menguatkan peringatan yang terus-menerus akan sebuah produk, sebuah merk atau sebuah perusahaan dan dengan demikian membentuk citra

Berdasarkan data yang diperoleh dari guru kelas, terdapat 9 dari 32 siswa yang tuntas KKM sebesar 70. Selain itu, aktivitas belajar siswa kategori baik juga rendah, terdapat

Aspek internal adalah analisis terhadap kekuatan dan kelemahan yang ada dalam organisasi pelaksanaan program yaitu : kekuatan (Peran pihak yang terlibat dalam pengembangan