• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penanganan Hewan Percobaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penanganan Hewan Percobaan"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

I.

I. Tanggal PraktikumTanggal Praktikum : : Senin, Senin, 1 1 September September 20142014

II.

II. Tujuan PercobaanTujuan Percobaan : Untuk meng: Untuk mengetahui cara penanganan etahui cara penanganan hewan percobaan,hewan percobaan, sehingga dapat memperlakukan dan menangani hewan percobaan seperti mencit, sehingga dapat memperlakukan dan menangani hewan percobaan seperti mencit, tikus, dan kelinci untuk percobaan farmakologi dengan baik.

tikus, dan kelinci untuk percobaan farmakologi dengan baik.

III.

III. Dasar TeoriDasar Teori :: Hewan coba

Hewan coba atau hewan atau hewan uji uji atau sering atau sering disebut hewan disebut hewan laboratorium adalahlaboratorium adalah hewan yang khusus diternakan untuk keperluan penelitian

hewan yang khusus diternakan untuk keperluan penelitian biologik. Hewan percobaanbiologik. Hewan percobaan digunakan untuk penelitian pengaruh bahan kimia atau obat pada manusia. Peranan digunakan untuk penelitian pengaruh bahan kimia atau obat pada manusia. Peranan hewan percobaan dalam kegiatan penelitian ilmiah telah berjalan sejak puluhan tahun hewan percobaan dalam kegiatan penelitian ilmiah telah berjalan sejak puluhan tahun yang lalu. Penanganan hewan percobaan hendaklah dilakukan dengan penuh rasa yang lalu. Penanganan hewan percobaan hendaklah dilakukan dengan penuh rasa kasih sayang dan berprikemanusiaan. Di dalam menilai efek farmakologis suatu kasih sayang dan berprikemanusiaan. Di dalam menilai efek farmakologis suatu senyawa bioaktif

senyawa bioaktif dengan dengan hewan percobaan hewan percobaan dapat dipengaruhi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor,oleh berbagai faktor, antara lain :

antara lain :

o

o Faktor internal pada hewan percobaan sendiri : umur, jenis kelamin, bobot badan,Faktor internal pada hewan percobaan sendiri : umur, jenis kelamin, bobot badan, keadaan kesehatan, nutrisi, dan sifat genetik.

keadaan kesehatan, nutrisi, dan sifat genetik. o

o Faktor Faktor 

 – 

 – 

faktor lain yaitu faktor lingkungan, keadaan kandang, suasana kandang,faktor lain yaitu faktor lingkungan, keadaan kandang, suasana kandang,  populasi dalam kandang,

 populasi dalam kandang, keadaan ruang tempat keadaan ruang tempat pemeliharaan, pengalaman pemeliharaan, pengalaman hewanhewan  percobaan

 percobaan sebelumnya, sebelumnya, suplai suplai oksigen oksigen dalam dalam ruang ruang pemeliharaan, pemeliharaan, dan dan caracara  pemeliharaan.

 pemeliharaan. o

o Keadaan faktor Keadaan faktor 

 – 

 – 

faktor ini dapat merubah atau mempengaruhi respon hewanfaktor ini dapat merubah atau mempengaruhi respon hewan  percobaan terhadap senyawa

 percobaan terhadap senyawa bioaktif yang diujikan. Penanganan bioaktif yang diujikan. Penanganan yang tidak wajaryang tidak wajar terhadap hewan percobaan dapat mempengaruhi hasil percobaan, memberikan terhadap hewan percobaan dapat mempengaruhi hasil percobaan, memberikan  penyimpangan

 penyimpangan hasil. hasil. Di Di samping samping itu itu cara cara pemberian pemberian senyawa senyawa bioaktif bioaktif terhadapterhadap hewan percobaan tentu mempengaruhi respon hewan terhadap senyawa bioaktif hewan percobaan tentu mempengaruhi respon hewan terhadap senyawa bioaktif yang bersangkutan terutama segi kemunculan efeknya. Cara pemberian yang yang bersangkutan terutama segi kemunculan efeknya. Cara pemberian yang digunakan tentu tergantung pula kepada bahan atau bentuk sediaan yang akan digunakan tentu tergantung pula kepada bahan atau bentuk sediaan yang akan digunakan serta hewan percobaan yang akan digunakan. Sebelum senyawa digunakan serta hewan percobaan yang akan digunakan. Sebelum senyawa  bioaktif

 bioaktif dapat dapat mencapai mencapai tempat tempat kerjanya, kerjanya, senyawa senyawa bioaktif bioaktif harus harus melalui melalui prosesproses absorpsi terlebih dahulu.

(2)

Dengan mengetahui sifat-sifat dan karakteristik hewan yang akan diuji Dengan mengetahui sifat-sifat dan karakteristik hewan yang akan diuji diharapkan penanganan hewan percobaan lebih menyesuaikan dan tidak diperlakukan diharapkan penanganan hewan percobaan lebih menyesuaikan dan tidak diperlakukan dengan tidak wajar.

dengan tidak wajar.

IV.

IV. Alat dan BahanAlat dan Bahan 

 AlatAlat

 Kawat ramKawat ram 

 ToplesToples 

 Sarung tanganSarung tangan

 Bahan / HewanBahan / Hewan

  MencitMencit   TikusTikus V. V. ProsedurProsedur 

 Cara Penanganan MencitCara Penanganan Mencit

Mencit diangkat dengan memegang

Mencit diangkat dengan memegang ujung ekornyaujung ekornya dengan tangan kanan dan biarkan menjangkau kawat dengan tangan kanan dan biarkan menjangkau kawat

dengan kaki depannya dengan kaki depannya

Dengan tangan kiri, jepit kulit

Dengan tangan kiri, jepit kulit tengkuknytengkuknya diantaraa diantara telunjuk dan ibu jari

telunjuk dan ibu jari

Pindahkan ekorny

Pindahkan ekornya dari a dari tangan kanan ke antara jaritangan kanan ke antara jari manis dan jari kelingking kiri,

manis dan jari kelingking kiri, hingga mencit cukuphingga mencit cukup erat dipegang

(3)

 Cara Penanganan TikusCara Penanganan Tikus

VI.

VI. PembahasanPembahasan

Percobaan yang dilakukan pada praktikum ini adalah mengenai cara penanganan Percobaan yang dilakukan pada praktikum ini adalah mengenai cara penanganan hewan percobaan mencit dan tikus. Hewan percobaan adalah setiap hewan yang hewan percobaan mencit dan tikus. Hewan percobaan adalah setiap hewan yang dipergunakan pada sebuah penelitian biologis dan biomedis yang dipilih berdasarkan dipergunakan pada sebuah penelitian biologis dan biomedis yang dipilih berdasarkan syarat atau standar dasar yang diperlukan dalam penelitian tersebut.

syarat atau standar dasar yang diperlukan dalam penelitian tersebut. Mencit atau nama latinnya

Mencit atau nama latinnya Mus musculus Mus musculus adalah tikus rumah biasa yang termasuk adalah tikus rumah biasa yang termasuk ke dalam ordo rodentia dan family Muridae. Mencit dewasa biasa memiliki berat antara ke dalam ordo rodentia dan family Muridae. Mencit dewasa biasa memiliki berat antara 25-40 gram dan mempunyai berbagai macam warna. Mayoritas mencit yang digunakan di 25-40 gram dan mempunyai berbagai macam warna. Mayoritas mencit yang digunakan di laboratorium adalah strain albino yang mempunyai warna bulu putih dan mata merah laboratorium adalah strain albino yang mempunyai warna bulu putih dan mata merah muda. Tikus putih (

muda. Tikus putih ( Rattus norvegicus Rattus norvegicus) yang memiliki nama lain) yang memiliki nama lain Norway rat  Norway rat , termasuk ke, termasuk ke dalam hewan mamalia yang memiliki ekor panjang. Ciri-ciri dari tikus ini yaitu bertubuh dalam hewan mamalia yang memiliki ekor panjang. Ciri-ciri dari tikus ini yaitu bertubuh  panjang

 panjang dengan dengan kepala kepala lebih lebih sempit. sempit. Telinga Telinga tikus tikus ini ini tebal tebal dan dan pendek pendek dengan dengan rambutrambut halus. Mata tikus putih berwarna merah. Ciri yang paling terlihat adalah ekornya yang halus. Mata tikus putih berwarna merah. Ciri yang paling terlihat adalah ekornya yang  panjang.

 panjang.

Angkat tikus dengan memegang tubuh atau ekornya dari

Angkat tikus dengan memegang tubuh atau ekornya dari bejana,bejana, kemudian letakkan di atas permukaan kasar

kemudian letakkan di atas permukaan kasar

T

Tangan kiri diluncurkan dari angan kiri diluncurkan dari belakang tubuhnya menuju kepala belakang tubuhnya menuju kepala dan ibudan ibu  jari diselipkan ke depan dan kaki kanan dep

 jari diselipkan ke depan dan kaki kanan depan dijepit diantara kedua jarian dijepit diantara kedua jari tersebut

(4)

Pada umumnya hewan percobaan yang akan diuji memiliki karakteristik yang Pada umumnya hewan percobaan yang akan diuji memiliki karakteristik yang  berbeda,

 berbeda, seperti seperti mencit mencit yang yang lebih lebih penakut penakut dan dan fotofobik, fotofobik, cenderung cenderung sembunyi sembunyi dandan  berkumpul

 berkumpul dengan dengan sesama, sesama, mudah mudah ditangani, ditangani, lebih lebih aktif aktif pada pada malam malam hari hari ((nocturnal nocturnal ),), aktivitas terganggu dengan adanya manusia, suhu normal 37,4

aktivitas terganggu dengan adanya manusia, suhu normal 37,4⁰⁰C, laju respirasi 163/menitC, laju respirasi 163/menit

sedangkan hewan tikus sangat cerdas, mudah ditangani, tidak bersifat fotofobik, lebih sedangkan hewan tikus sangat cerdas, mudah ditangani, tidak bersifat fotofobik, lebih resisten terhadap infeksi, kecenderungan berkumpul dengan sesama sangat kurang, jika resisten terhadap infeksi, kecenderungan berkumpul dengan sesama sangat kurang, jika makanan kurang atau diperlakukan secara kasar tikus akan menjadi liar dan galak, suhu makanan kurang atau diperlakukan secara kasar tikus akan menjadi liar dan galak, suhu normal 37,5

normal 37,5⁰⁰ C, laju respirasi 210/menit. Persamaan dari mencit dan tikus adalah gigi seri C, laju respirasi 210/menit. Persamaan dari mencit dan tikus adalah gigi seri

 pada keduanya sering digunakan

 pada keduanya sering digunakan untuk mengerat atau menggigit benda-benda yuntuk mengerat atau menggigit benda-benda yang keras.ang keras. Berbagai hewan kecil memiliki karakteristik tertentu yang relatif serupa dengan Berbagai hewan kecil memiliki karakteristik tertentu yang relatif serupa dengan manusia, sementara hewan lainnya mempunyai kesamaan dengan aspek fisiologis manusia, sementara hewan lainnya mempunyai kesamaan dengan aspek fisiologis metabolis manusia. Tikus putih sering digunakan dalam menilai mutu protein, toksisitas, metabolis manusia. Tikus putih sering digunakan dalam menilai mutu protein, toksisitas, karsinogenik, dan kandungan pestisida dari suatu

karsinogenik, dan kandungan pestisida dari suatu produk bahan pangan hasil pertanian.produk bahan pangan hasil pertanian. Dalam penanganannya, perlakuan dalam menangani mencit dan tikus tidaklah Dalam penanganannya, perlakuan dalam menangani mencit dan tikus tidaklah terlalu berbeda. Pertama dengan memegang ekornya, kemudian diikuti dengan memegang terlalu berbeda. Pertama dengan memegang ekornya, kemudian diikuti dengan memegang tengkuk untuk mencit dan kepala untuk tikus, selanjutnya karena mencit berukuran kecil tengkuk untuk mencit dan kepala untuk tikus, selanjutnya karena mencit berukuran kecil maka ekornya dapat dijepit diantara jari manis dan kelingking, sedangkan tikus yang maka ekornya dapat dijepit diantara jari manis dan kelingking, sedangkan tikus yang  berukuran lebih besar

 berukuran lebih besar dengan cara dengan cara memegang leher memegang leher tepat di tepat di bawah kepalanya dengan bawah kepalanya dengan ibuibu  jari dan menjepit

 jari dan menjepit kaki depannya diantara kaki depannya diantara kedua jari. Meskedua jari. Meskipun mencit dan kipun mencit dan tikus memilikitikus memiliki karakteristik yang berbeda, namun sebagai hewan percobaan keduannya harus sama-sama karakteristik yang berbeda, namun sebagai hewan percobaan keduannya harus sama-sama diperlakukan dengan penuh kasih sayang dan cara yang wajar agar tidak menyebabkan diperlakukan dengan penuh kasih sayang dan cara yang wajar agar tidak menyebabkan hewan tersebut menjadi stress dan tidak lagi sesuai untuk uji farmakologi.

hewan tersebut menjadi stress dan tidak lagi sesuai untuk uji farmakologi.

Dalam menggunakan hewan percobaan untuk penelitian diperlukan pengetahuan Dalam menggunakan hewan percobaan untuk penelitian diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai berbagai aspek tentang sarana biologis dalam hal penggunaan yang cukup mengenai berbagai aspek tentang sarana biologis dalam hal penggunaan hewan percobaan laboratorium. Pengelolaan hewan percobaan diawali dengan pengadaan hewan percobaan laboratorium. Pengelolaan hewan percobaan diawali dengan pengadaan hewan, meliputi pemilihan dan seleksi jenis hewan yang cocok terhadap materi hewan, meliputi pemilihan dan seleksi jenis hewan yang cocok terhadap materi  penelitian.

 penelitian. Pengelolaan Pengelolaan dilanjutkan dilanjutkan dengan dengan perawatan perawatan dan dan pemeliharaan pemeliharaan hewan hewan selamaselama  penelitian

 penelitian berlangsung, berlangsung, pengumpulan pengumpulan data, data, sampai sampai akhirnya akhirnya dilakukan dilakukan terminasi terminasi hewanhewan  percobaan dalam penelitian.

 percobaan dalam penelitian.

Penelitian yang memanfaatkan hewan percobaan, harus menggunakan hewan Penelitian yang memanfaatkan hewan percobaan, harus menggunakan hewan  percobaan

(5)

dikembangbiakkan dan dipelihara secara khusus dalam lingkungan yang diawasi dan dikembangbiakkan dan dipelihara secara khusus dalam lingkungan yang diawasi dan dikontrol dengan ketat. Hal itu diperlukan agar penelitian bersifat

dikontrol dengan ketat. Hal itu diperlukan agar penelitian bersifat reproduciblereproducible, yaitu, yaitu memberikan hasil yang sama apabila diulangi pada waktu lain, bahkan oleh peneliti lain. memberikan hasil yang sama apabila diulangi pada waktu lain, bahkan oleh peneliti lain. Selain itu, penggunaan hewan yang berkualitas dapat mencegah pemborosan waktu, Selain itu, penggunaan hewan yang berkualitas dapat mencegah pemborosan waktu, kesalahan penelitian, dan meghemat biaya.

kesalahan penelitian, dan meghemat biaya.

VII.

VII. KesimpulanKesimpulan

Penelitian dengan menggunakan hewan percobaan harus memperhatikan aspek Penelitian dengan menggunakan hewan percobaan harus memperhatikan aspek  perlakuan

 perlakuan terhadap terhadap hewan hewan tersebut. tersebut. Hewan Hewan percobaan percobaan harus harus diperlakukan diperlakukan dengan dengan penuhpenuh kasih sayang serta harus dirawat dan dipelihara dengan baik dan benar selama penelitian kasih sayang serta harus dirawat dan dipelihara dengan baik dan benar selama penelitian  berlangsung untuk mendap

 berlangsung untuk mendapatkan hasil penelitian yang tepat dan representatif.atkan hasil penelitian yang tepat dan representatif.

VIII.

VIII. Daftar PustakaDaftar Pustaka Ridwan, Endi. 2013.

Ridwan, Endi. 2013. Etika Etika Pemanfaatan Hewa Pemanfaatan Hewan Percobaan dalam Penelitian Kesehan Percobaan dalam Penelitian Kesehatantan.. J Indon Med Assoc. Volume: 63, Nomor: 3. Tersedia :

J Indon Med Assoc. Volume: 63, Nomor: 3. Tersedia :

http://indonesia.digitaljournals.org/index.php/idnmed/article/viewFile/1237/1210

http://indonesia.digitaljournals.org/index.php/idnmed/article/viewFile/1237/1210.. [Diakses tanggal 6 September 2014].

[Diakses tanggal 6 September 2014]. Sulaksono, M.E., 1987.

Sulaksono, M.E., 1987. Pera Perannaann, , Pengelolaan dan PPengelolaan dan Pengembangan Heengembangan Hewan Percobaanwan Percobaan .. Jakarta. Tersedia :

Jakarta. Tersedia :

http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/16_PerkembangbiakanHewanPercobaan.pdf 

http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/16_PerkembangbiakanHewanPercobaan.pdf 

/16

/16 _PerkembangbiakanHewanPercob_PerkembangbiakanHewanPercobaan.htmlaan.html.. [Diakses tanggal 6 September [Diakses tanggal 6 September 2014].

2014]. ..

Referensi

Dokumen terkait

Hewan makanannya berupa tumbu- han atau hewan lainnya, karena he- wan tidak memiliki ... Hewan makanannya berbeda-beda karena

Pada tikus percobaan yang diberi ransum standar, adanya intervensi EPEC menyebabkan tikus percobaan mengalami diare, meskipun total konsumsi ransumnya tidak berbeda dengan

Konsep percobaan ( poging ) yang diatur dalam Pasal 53 KUHP dan Pasal 54 KUHP 7 memiliki suatu karakteristik yang berbeda dengan percobaan melakukan tindak pidana

Karena terdapat responden yang melakukan lebih dari satu jenis kegiatan dan memerlukan hewan percobaan, maka angka yang tertulis pada jumlah respon- den yang

Materi penelitian adalah hewan coba di Instalasi Kandang Hewan Percobaan (IKHP) BBVet Wates Yogyakarta yaitu: ayam layer, mencit, marmut, kelinci, domba dan sapi. Dokumen

Andika adalah seorang yang membeli tikus putih di pasar hewan Bratang Surabaya, dia membeli tikus putih jenis mencit sebanyak seratus ekor dengan harga lima

30 BAB III BAHAN, ALAT, DAN HEWAN PERCOBAAN 3.1 Bahan Percobaan Bahan-bahan yang akan digunakan selama penelitian adalah Umbi wortel diperoleh dari desa Cisarua, Cimahi,

5 Pemberian Secara Oral 2.6 kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan dengan memberikan lorazepam pada mencit dan tikus dengan berat badan yang berbeda, dapat disimpulkan bahwa