• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas Welding 10 11

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tugas Welding 10 11"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

DEWI LESTARI NATALIA

DEWI LESTARI NATALIA

1006704530

(2)

1.

1. Jelaskan mekanisme terjadinya tegangan sisa pada pengelasan dan apa resiko dari adanyaJelaskan mekanisme terjadinya tegangan sisa pada pengelasan dan apa resiko dari adanya tegangan sisa tersebut.

tegangan sisa tersebut. Jawab:

Jawab:

Tegangan sisa merupakan tegangan yang tetap hadir dalamsuatu struktur sebagai Tegangan sisa merupakan tegangan yang tetap hadir dalamsuatu struktur sebagai akibat adanya perlakuan termal atau perlakuan mekanik atau keduanya. Tegangan yang akibat adanya perlakuan termal atau perlakuan mekanik atau keduanya. Tegangan yang ditimbulkan

ditimbulkan pada pada material yang material yang mengalami mengalami pengelasan pengelasan disebabkan disebabkan utamanya utamanya oleholeh kontraksi dari logam cair yang membeku. Pemanasan yang tidak merata menyebabkan kontraksi dari logam cair yang membeku. Pemanasan yang tidak merata menyebabkan ekspansi panas yang terbatas.

ekspansi panas yang terbatas.

Mekanisme terjadinya tegangan sisa adalah pemanasan yang tidak merata Mekanisme terjadinya tegangan sisa adalah pemanasan yang tidak merata menyebabkan terjadinya ekspansi panas yang terbatas. Pada akhir siklus panas, akan menyebabkan terjadinya ekspansi panas yang terbatas. Pada akhir siklus panas, akan terjadi distorsi atau terjadi restrain yang menyebabkan munculnya tegangan sisa pada terjadi distorsi atau terjadi restrain yang menyebabkan munculnya tegangan sisa pada daerah tersebut. Medan tegangan sisa (

daerah tersebut. Medan tegangan sisa (residual stress fieldsresidual stress fields) sangat kompleks, tetapi) sangat kompleks, tetapi  besarnya hampir

 besarnya hampir mendekati mendekati tegangan luluh tegangan luluh (( yield  yield stressstress). Tegangan tersebut perlu untuk ). Tegangan tersebut perlu untuk  dihilangkan atau

dihilangkan atau dieliminir melalui “dieliminir melalui “ stress relief heat treatment  stress relief heat treatment ”” PWHT.PWHT. Efek Utama Tegangan sisa pada dearah lasan;

Efek Utama Tegangan sisa pada dearah lasan;

 DistorsiDistorsi 

 Kegagalan prematur dari daerah lasan.Kegagalan prematur dari daerah lasan.

Tegangan yang ditimbulkan oleh regangan menghasilkan gaya internal yang Tegangan yang ditimbulkan oleh regangan menghasilkan gaya internal yang menyebabkan penciutan material sehingga terjadinya perubahan dimensi yang disebut menyebabkan penciutan material sehingga terjadinya perubahan dimensi yang disebut distorsi.

(3)

2.

2. Jelaskan beberapa metoda untuk mengurangi tegangan sisa pada pengelasan.Jelaskan beberapa metoda untuk mengurangi tegangan sisa pada pengelasan. Jawab:

Jawab: a.

a. PereganganPeregangan

Sambungan ditarik sampai terjadi perubahan bentuk plastic Sambungan ditarik sampai terjadi perubahan bentuk plastic b.

b. Anil suhu tinggiAnil suhu tinggi

Lasan dari jenis baja konstruksi umum dipanaskan sampai 900 atau 9500C. Setelah Lasan dari jenis baja konstruksi umum dipanaskan sampai 900 atau 9500C. Setelah ditahan beberapa lama pada

ditahan beberapa lama pada suhu ini kemudian didinginkan pelansuhu ini kemudian didinginkan pelan –  – pelan.pelan. c.

c. Pembebasan tegangan pada suhu rendahPembebasan tegangan pada suhu rendah

Kedua permukaan daerah lasan selebar 60 sampai 130 mm dipanaskan sampai 150 atau Kedua permukaan daerah lasan selebar 60 sampai 130 mm dipanaskan sampai 150 atau 2000C, yang diikuti dengan pendinginan dengan air.

2000C, yang diikuti dengan pendinginan dengan air. d.

d. PenempaanPenempaan

Logam las dan daerah disekitarnya ditempa atau dipukul selama atau setelah pengelasan Logam las dan daerah disekitarnya ditempa atau dipukul selama atau setelah pengelasan e.

e. AnilAnil

Lasan dari jenis baja ferit dipanaskan samapai 600 atau 7000C dan yang dari jenis Lasan dari jenis baja ferit dipanaskan samapai 600 atau 7000C dan yang dari jenis austenit sampai 9000C. Setelah ditahan beberapa waktu pada suhu ini kemudian austenit sampai 9000C. Setelah ditahan beberapa waktu pada suhu ini kemudian didinginkan pelan

didinginkan pelan –  – pelan.pelan. f.

f. GetaranGetaran

Kepada konstruksi diberikan getaran yang dapat memberikan resonansi frekuensi rendah. Kepada konstruksi diberikan getaran yang dapat memberikan resonansi frekuensi rendah. Karena getaran ini, akan terjadi perubahan bentuk plastik setempat

Karena getaran ini, akan terjadi perubahan bentuk plastik setempat

3.

3. Jelaskan mekanisme terjadinya Hydrogen Induced Cracking (HIC) pada pengelasan danJelaskan mekanisme terjadinya Hydrogen Induced Cracking (HIC) pada pengelasan dan  persyaratan apa saja untuk terjadinya HIC.

 persyaratan apa saja untuk terjadinya HIC. Jawab:

Jawab:

Saat logam las masih cair, logam ini menyerap hidrogen dalam jumlah yang besar  Saat logam las masih cair, logam ini menyerap hidrogen dalam jumlah yang besar  yang dilepaskan dengan cara difusi pada suhu rendah karena pada suhu tersebut yang dilepaskan dengan cara difusi pada suhu rendah karena pada suhu tersebut kelarutan hidrogen menurun. Hidrogen yang didifusikan ini menyebabkan terjadinya kelarutan hidrogen menurun. Hidrogen yang didifusikan ini menyebabkan terjadinya retak di daerah pengaruh panas.

retak di daerah pengaruh panas.

Persyaratan terjadinya HIC adalah : Persyaratan terjadinya HIC adalah :

•• Hadirnya hidrogen dalam baja yang dapat berdifusiHadirnya hidrogen dalam baja yang dapat berdifusi •• Terciptanya tegangan sisa yang tinggiTerciptanya tegangan sisa yang tinggi

(4)

4.

4. Jelaskan beberapa sumber Hydrogen & metoda untuk mengurangi larutnya HJelaskan beberapa sumber Hydrogen & metoda untuk mengurangi larutnya H22 padapada

 pengelasan.  pengelasan.

Jawab: Jawab:

Sumber hidrogen antara lain: Sumber hidrogen antara lain:

 Air dan zat organik yang terkandung di dalam fluksAir dan zat organik yang terkandung di dalam fluks 

 Kelembaban udara atmosfer Kelembaban udara atmosfer  

 Minyak, zat organik, dan air yang melekat pada ronggaMinyak, zat organik, dan air yang melekat pada rongga  –  – rongga dan permukaanrongga dan permukaan

 pelat atau kawat las  pelat atau kawat las

Metoda untuk mengurangi larutnya H

Metoda untuk mengurangi larutnya H22 pada pengelasan:pada pengelasan:

 Menggunakan fluks yang mengandung banyak karbonat. Dengan fluks ini akanMenggunakan fluks yang mengandung banyak karbonat. Dengan fluks ini akan

dihasilkan gas karbon dioksida yang dapat menurunkan tekanan parsial hidrogen dihasilkan gas karbon dioksida yang dapat menurunkan tekanan parsial hidrogen didalam busur listrik dengan sendirinya akan mengurangi difusi hidrogen.

didalam busur listrik dengan sendirinya akan mengurangi difusi hidrogen.

 Dilakukan penurunan kecepatan pendinginan dengan memberikan pemanasanDilakukan penurunan kecepatan pendinginan dengan memberikan pemanasan

mula pada temperatur antara 50-300

mula pada temperatur antara 50-300ooC atau memberikan pemanasan kemudianC atau memberikan pemanasan kemudian  pada temperatur antara 200

 pada temperatur antara 200ooC sampai 300C sampai 300ooC.C. 5.

5. Jelaskan mekanisme terjadinya Lamelar Tearing pada pengelasan.Jelaskan mekanisme terjadinya Lamelar Tearing pada pengelasan. Jawab:

Jawab:

Lamellar tearing pada material dapat diartikan sebagai keretakan material akibat Lamellar tearing pada material dapat diartikan sebagai keretakan material akibat  pengelasan

 pengelasan yang berbetuk yang berbetuk lapisan lapisan yang terletak yang terletak di di dalam dalam material material dan sdan searah earah permukaanpermukaan material pelat tersebut. Lamellar tearing ini pada umumnya terjadi pada material pelat material pelat tersebut. Lamellar tearing ini pada umumnya terjadi pada material pelat  baja

 baja rolled, rolled, dimana dimana ini ini adalah adalah kondisi kondisi berbahaya berbahaya yang terjayang terjadi di ketika ketika material material pelat pelat yangyang mempunyai sifat kelenturan yang rendah (low ductility) yang dilas secara tegak lurus mempunyai sifat kelenturan yang rendah (low ductility) yang dilas secara tegak lurus terhadap arah ketebalan pelat tersebut.

(5)

6.

6. Jelaskan penyebab utama Lamelar Tearing & metoda untuk menguranginya padaJelaskan penyebab utama Lamelar Tearing & metoda untuk menguranginya pada  pengelasan.

 pengelasan. Jawab: Jawab:

Keretakan ini dapat terjadi disebabkan oleh: Keretakan ini dapat terjadi disebabkan oleh:

 Regangan (strain) karena kontraksi akibat perubahan suhu terjadi pada arahRegangan (strain) karena kontraksi akibat perubahan suhu terjadi pada arah

ketebalan pelat (through thickness direction of plates) ketebalan pelat (through thickness direction of plates)

 Adanya inklusi/sisipan material non-metal yang berupa bidang lapisan tipisAdanya inklusi/sisipan material non-metal yang berupa bidang lapisan tipis

dimana bentuk utama dari sisipan (planar) tersebut searah dengan permukaan dimana bentuk utama dari sisipan (planar) tersebut searah dengan permukaan  pipa.

 pipa. Sehingga Sehingga regangan regangan (strain) (strain) akibat akibat kontraksi kontraksi tersebut tersebut akan akan memaksa memaksa inklusiinklusi non-metal tadi sebagai pemicu untuk membentuk bukaan planar pada arah pararel non-metal tadi sebagai pemicu untuk membentuk bukaan planar pada arah pararel terhadap permukaan pelat.

terhadap permukaan pelat.

Metode untuk mengurangi lamelar tearing pada pengelasan : Metode untuk mengurangi lamelar tearing pada pengelasan :

 Pengurangan kadar sulfur Pengurangan kadar sulfur  

 Penambahan Ce dan Ca yang menghasilkan butir bukan logam yang berbentuk Penambahan Ce dan Ca yang menghasilkan butir bukan logam yang berbentuk 

 bulat sehingga mengurangi kepekaan

(6)

7.

7. Jelaskan faktor apa saja yang harus saudara perhatikan bila terjadi kekerasan yang tinggiJelaskan faktor apa saja yang harus saudara perhatikan bila terjadi kekerasan yang tinggi di HAZ.

di HAZ. Jawab: Jawab:

Faktor yang harus diperhatikan yaitu: Faktor yang harus diperhatikan yaitu:

 Ketangguhan batas lasKetangguhan batas las 

 Komposisi kimia logam induk Komposisi kimia logam induk  

 Kecepatan pendinginanKecepatan pendinginan

8.

8. Jelaskan metoda (cara-cara) untuk mengurangi kekerasan yang tinggi di HAZ.Jelaskan metoda (cara-cara) untuk mengurangi kekerasan yang tinggi di HAZ. Jawab:

Jawab:

Untuk mengurangi kekerasan yang tinggi di HAZ

Untuk mengurangi kekerasan yang tinggi di HAZ dapat menggunakan metode:dapat menggunakan metode:

 Penggunaan baja yang kurang peka terhadap penggetasan HAZPenggunaan baja yang kurang peka terhadap penggetasan HAZ

Bertujuan untuk mengurangi kadar paduan dan karbon dalam baja dan mempertinggi Bertujuan untuk mengurangi kadar paduan dan karbon dalam baja dan mempertinggi kadar nikel.

kadar nikel.

 Pembatasan masukan panasPembatasan masukan panas 

 Penurunan penggetasan melalui cara pengelasanPenurunan penggetasan melalui cara pengelasan

Bertujuan untuk memperbaiki struktur mikro yang terjadi dengan cara pemanasan Bertujuan untuk memperbaiki struktur mikro yang terjadi dengan cara pemanasan kembali melalui panas las, menghindari terjadinya retak dan distorsi , mengurangi kembali melalui panas las, menghindari terjadinya retak dan distorsi , mengurangi tegangan sisa dsb yang dapat diusahakan den

tegangan sisa dsb yang dapat diusahakan dengan caragan cara –  – cara pengelasan.cara pengelasan.

9.

9. Jelaskan tujuan pemanasan awal (preheating) dan pemanasan akhir (PWHT) pada prosesJelaskan tujuan pemanasan awal (preheating) dan pemanasan akhir (PWHT) pada proses  pengelasan.

 pengelasan. Jawab: Jawab:

Tujuan pemanasan awal

Tujuan pemanasan awal (preheat(preheating)ing)

 memperlambat laju pendinginan sehingga mencegah terjadinya retak tumit (toememperlambat laju pendinginan sehingga mencegah terjadinya retak tumit (toe crack) dan retak manik (underbead crack) pada baja yang memiliki hardenability yang crack) dan retak manik (underbead crack) pada baja yang memiliki hardenability yang tinggi (mengandung paduan).

tinggi (mengandung paduan).

Tujuan pemanasan akhir (PWHT) Tujuan pemanasan akhir (PWHT)

 menghilangkan tegangan sisa sehingga dapat mencegah terjadnya distorsi padamenghilangkan tegangan sisa sehingga dapat mencegah terjadnya distorsi pada logam las.

(7)

10.

10. Jelaskan cacat las (weld defect) di bawah ini serta sebutkan penyebabnya sertaJelaskan cacat las (weld defect) di bawah ini serta sebutkan penyebabnya serta  penanggulanganny

 penanggulangannya.a.

Jawab: Jawab:

a. Cacat karena tidak terisin

a. Cacat karena tidak terisinya kampuh las secara sempurna oleh kawat pengisi.ya kampuh las secara sempurna oleh kawat pengisi. Penyebab timbulnya cacat:

Penyebab timbulnya cacat:

 Penggunaan arus yang terlalu rendahPenggunaan arus yang terlalu rendah 

 Kecepatan pengelasan yang terlalu tinggiKecepatan pengelasan yang terlalu tinggi 

 Geometri sambungan yang kurang tepatGeometri sambungan yang kurang tepat 

 Diameter elektroda yang terlalu besar Diameter elektroda yang terlalu besar 

Cara penanggulangan: Cara penanggulangan:

 Arus ditingkatkanArus ditingkatkan 

 Diameter elektroda diperkecilDiameter elektroda diperkecil 

 Sudut kawat las 45Sudut kawat las 45ooCC 

 Membersihkan permukaan sebelum mengelasMembersihkan permukaan sebelum mengelas

 b.

 b. Cacat Cacat berupa berupa lubang lubang halus halus yang yang terjadi terjadi akibat akibat adanya adanya udara udara atau atau gas gas yangyang terperangkap dalam deposit las. Penyebab porositas antara lain adalah elemen terperangkap dalam deposit las. Penyebab porositas antara lain adalah elemen  pengotor,

 pengotor, kelembaban kelembaban atmosfir atmosfir dan dan kontaminasi kontaminasi bahan bahan lain lain seperti seperti minyak, minyak, pelumaspelumas atau kotoran lain.

atau kotoran lain.

Cara penanggulangannya : Cara penanggulangannya :

 Menggunakan fluks yang mengandung banyak karbonat. Dengan fluks iniMenggunakan fluks yang mengandung banyak karbonat. Dengan fluks ini

akan dihasilkan gas karbondioksida yang dapat menurunkan tekanan parsial akan dihasilkan gas karbondioksida yang dapat menurunkan tekanan parsial hidrogen didalam busur listrik dengan sendirinya akan mengurangi difusi hidrogen didalam busur listrik dengan sendirinya akan mengurangi difusi hidrogen.

hidrogen.

(8)

 Dilakukan penurunan kecepatan pendinginan dengan memberikan pemanasanDilakukan penurunan kecepatan pendinginan dengan memberikan pemanasan

mula pada temperatur antara 50 sampai 300

mula pada temperatur antara 50 sampai 300ooC atau memberikan pemanasanC atau memberikan pemanasan kemudian pada temperatur antara 200

kemudian pada temperatur antara 200ooC sampai 300C sampai 300ooC.C.

 Sebelum mengelas, pada daerah di sekitar kampuh dibersihkan dari air, karat,Sebelum mengelas, pada daerah di sekitar kampuh dibersihkan dari air, karat,

debu, minyak dan zat organik yang dapat menj

debu, minyak dan zat organik yang dapat menjadi sumber hidrogen.adi sumber hidrogen.

 Menggunakan elektroda dengan fluks yang mempunyai kadar hidrogenMenggunakan elektroda dengan fluks yang mempunyai kadar hidrogen

rendah. rendah.

 Penggunaan CO2 sebagai gas pelindung.Penggunaan CO2 sebagai gas pelindung. 

 Menghindari pengelasan pada waktu hujan atau di tempat di mana daerah lasMenghindari pengelasan pada waktu hujan atau di tempat di mana daerah las

dapat kebasahan. dapat kebasahan.

11.

11. Jelaskan beberapa tahapan dalam melakukan inspeksi pada pengelasan dan sebutkanJelaskan beberapa tahapan dalam melakukan inspeksi pada pengelasan dan sebutkan tujuan masing-masing.

tujuan masing-masing. Jawab:

Jawab: a)

a) Kepastian Kepastian dari dari standar standar yang yang digunakandigunakan

Pemastian dari standar yang akan digunakan dalam pengujian, jika dalam standar  Pemastian dari standar yang akan digunakan dalam pengujian, jika dalam standar  yang dilpilih ada hal

yang dilpilih ada hal –  – hal yang kurang pasti, maka harus ditentukan terlebih dahuluhal yang kurang pasti, maka harus ditentukan terlebih dahulu b)

b) Kepastian Kepastian tentang tentang jadwal jadwal dan dan lingkungan lingkungan pemeriksaanyapemeriksaanya

Agar tidak menghambat seluruh pekerjaan, pemastian jadwal dan lingkungan Agar tidak menghambat seluruh pekerjaan, pemastian jadwal dan lingkungan  pemeriksaan

 pemeriksaan harus harus dilakukan. dilakukan. Dalam Dalam hal hal ini ini harus harus diperhitungkan diperhitungkan kemungkinankemungkinan adanya pekerjaan yang tidak memenuhi syarat yang akan memerlukan waktu adanya pekerjaan yang tidak memenuhi syarat yang akan memerlukan waktu tambahan untuk perbaikannya

tambahan untuk perbaikannya c)

c) Pemilihan Pemilihan pemeriksa pemeriksa dan dan alat alat yang yang digunakandigunakan

Pemeriksaan sangat tergantung pada pemeriksa dan alat yang digunakan, karena itu Pemeriksaan sangat tergantung pada pemeriksa dan alat yang digunakan, karena itu  pemilihannya harus sesuai dengan spesifikasi dan standard yang ad

 pemilihannya harus sesuai dengan spesifikasi dan standard yang adaa d)

d) Persiapan Persiapan pemeriksaan pemeriksaan konstruksi konstruksi las las dan dan hasil hasil laslas Harus ditentukan terlebih dahulu cara

Harus ditentukan terlebih dahulu cara –  – cara pengujian yang akan digunakan dengancara pengujian yang akan digunakan dengan memperhatikan perencanaan dan penggunaan konstruksi

memperhatikan perencanaan dan penggunaan konstruksi e)

e) PembicaraPembicaraan an yang yang mendalam mendalam antara antara pembeli pembeli dan dan pembuat pembuat atau atau wakilwakil

 – 

 – 

wakil yang berhubungan dengan konstruksi dan penggunaannya

(9)

Tujuannya untuk dapat mengambil kepastian lainnya seperti : pemeriksaan seluruhnya Tujuannya untuk dapat mengambil kepastian lainnya seperti : pemeriksaan seluruhnya atau sebagian, cara pengambilan contoh untuk pemeriksaan, arti dari tanda

atau sebagian, cara pengambilan contoh untuk pemeriksaan, arti dari tanda  –  –  tandatanda dan spesifikasi, bentuk dari laporan dan hal

dan spesifikasi, bentuk dari laporan dan hal  –  –  hal lainnya yang mungkin dapathal lainnya yang mungkin dapat menimbulkan perselisihan pendapat.

menimbulkan perselisihan pendapat.

12.

12. Jelaskan dengan skematis klasifikasi pengujian hasil lasan.Jelaskan dengan skematis klasifikasi pengujian hasil lasan. Jawab:

Jawab:

Pengujian Merusak Pengujian Merusak

Pengujian Tak Merusak Pengujian Tak Merusak

Uji Tarik Uji Tarik Uji Tekuk Uji Tekuk Uji kekerasan Uji kekerasan Uji Impak Uji Impak Uji mekanik Uji mekanik  Analisa  Analisa kimia kimia Metalografi Metalografi Uji Busur  Uji Busur  Uji amatan Uji amatan Uji Uji Ultasonik Ultasonik Uji Uji radiografi radiografi Uji serbuk Uji serbuk magnet magnet Uji cairan Uji cairan penembus penembus Pemancara Pemancara n suara n suara Pengukuran Pengukuran regangan regangan Pengujian makro Pengujian makro Pengujian mikro Pengujian mikro Getaran tegak Getaran tegak Getaran miring Getaran miring Getaran datar  Getaran datar  Getaranredam Getaranredam Getaran permukaan Getaran permukaan Radiografi langsung Radiografi langsung Fluoroskopi Fluoroskopi

Cara dengan garpu magnet Cara dengan garpu magnet Cara dengan magnet lurus Cara dengan magnet lurus

Cara aliran listrik Cara aliran listrik Cara lilitan kumparan Cara lilitan kumparan

Cara uliran fluks Cara uliran fluks Cairan fluorescense Cairan fluorescense Cairan berwarna Cairan berwarna Teremulsi sendiri Teremulsi sendiri Teremulsi kemudian Teremulsi kemudian Dengan pelarut Dengan pelarut 13.

13. Jelaskan tujuan pengujian merusak (DT) dan jenis pengujian apa saja yang dilakukanJelaskan tujuan pengujian merusak (DT) dan jenis pengujian apa saja yang dilakukan  pada produk lasan.

 pada produk lasan. Jawab:

Jawab:

Tujuan pengujian merusak ( DT ) adalah untuk melihat kesamaan logam induk dan Tujuan pengujian merusak ( DT ) adalah untuk melihat kesamaan logam induk dan logam pada daerah pengelasan.

(10)

Jenis

Jenis –  – jenis pengujian yang dilakukan:jenis pengujian yang dilakukan: 1.

1. Uji mekanik Uji mekanik 

 Uji tarik Uji tarik  

 Uji tekuk Uji tekuk  

 Uji kekerasanUji kekerasan 

 Uji retak Uji retak  

 Uji impak Uji impak  

 dlldll

2.

2. Uji metalografiUji metalografi

 Mikroskopik Mikroskopik  

 Makroskopik Makroskopik 

3.

3. Uji KimiaUji Kimia

 Uji kimiaUji kimia 

 Uji komposisiUji komposisi

14.

14. Jelaskan tujuan pengujian tidak merusak (NDT) dan jenis pengujian apa saja yangJelaskan tujuan pengujian tidak merusak (NDT) dan jenis pengujian apa saja yang dilakukan pada produk lasan.

dilakukan pada produk lasan. Jawab:

Jawab:

Tujuan pengujian tidak merusak adalah untuk mengetahui cacat baik cacat luar  Tujuan pengujian tidak merusak adalah untuk mengetahui cacat baik cacat luar  maupun cacat dalam

maupun cacat dalam Jenis

Jenis –  – jenis pengujian yang dilakukan adalah :jenis pengujian yang dilakukan adalah :

 Uji radiografiUji radiografi 

 Uji ultrasonik Uji ultrasonik  

 Uji serbuk magnetUji serbuk magnet 

 Uji cairan penembus (dye penetrant)Uji cairan penembus (dye penetrant) 

 Uji elektromagnetUji elektromagnet 

 Uji pemeriksaan amatanUji pemeriksaan amatan 

(11)

15.

15. Sebutkan beberapa metoda uji yang digunakan untuk melihat cacat pada bagian dalamSebutkan beberapa metoda uji yang digunakan untuk melihat cacat pada bagian dalam (internal defect).

(internal defect). Jawab:

Jawab:

Metoda uji yang digunakan untuk melihat cacat pada bagian dalam (internal defect Metoda uji yang digunakan untuk melihat cacat pada bagian dalam (internal defect ):):

 Uji radiografiUji radiografi 

 Uji ultrasonik Uji ultrasonik 

16.

16. Sebutkan beberapa metoda uji yang digunakan untuk melihat cacat pada bagianSebutkan beberapa metoda uji yang digunakan untuk melihat cacat pada bagian  permukaan (surface defects).

 permukaan (surface defects). Jawab:

Jawab:

 Pemeriksaan tampak Pemeriksaan tampak  

 Uji serbuk magnetUji serbuk magnet 

 Uji elektromagnetUji elektromagnet 

 Uji cairan penembus (dye penetrants)Uji cairan penembus (dye penetrants)

17.

17. Jelaskan prinsip pengujian penetrant test (PT) pada lasan.Jelaskan prinsip pengujian penetrant test (PT) pada lasan. Jawab:

Jawab:

Cairan berwarna ( dye yang berwarna merah ) disemprotkan pada permukaan Cairan berwarna ( dye yang berwarna merah ) disemprotkan pada permukaan hasil lasan. Cairan berwarna tersebut akan menembus cacat. Setelah didiamkan hasil lasan. Cairan berwarna tersebut akan menembus cacat. Setelah didiamkan  beberapa

 beberapa menit, menit, kemudian kemudian cairan cairan dibersihkan dibersihkan dengan dengan menggunakan menggunakan air. air. SetelahSetelah cairan dibersihkan, maka cacat akan kelihatan dengan jelas.

cairan dibersihkan, maka cacat akan kelihatan dengan jelas.

Agar cairan penetran dapat membahsahi permukaan hasil lasan, maka sudut Agar cairan penetran dapat membahsahi permukaan hasil lasan, maka sudut kontak harus lebih kecil dari 90

kontak harus lebih kecil dari 9000 sehingga penetran dapat membasahi permukaan dansehingga penetran dapat membasahi permukaan dan  berpenetrasi ke dalam cacat.

 berpenetrasi ke dalam cacat.

Solid Solid g gLV LV  Liquid Liquid g gsV sV  ggSLSL Vapour  Vapour 

(12)

18.

18. Jelaskan prinsip pengujian tekuk (bending) pada hasil lasan dan tujuannya.Jelaskan prinsip pengujian tekuk (bending) pada hasil lasan dan tujuannya. Jawab:

Jawab:

Metode pengujian tekuk bertujuan untuk melihat apakah hasil lasan mengalami retak  Metode pengujian tekuk bertujuan untuk melihat apakah hasil lasan mengalami retak  setelah uji tekuk (bending). Prosesnya dapat digambarkan pada gambar di bawah ini: setelah uji tekuk (bending). Prosesnya dapat digambarkan pada gambar di bawah ini:

Hasil pengujian tekuk dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Hasil pengujian tekuk dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

19.

19. Jelaskan standard apa saja Jelaskan standard apa saja yang sering dipakai untuk menetukan kualitas hasil lasan.yang sering dipakai untuk menetukan kualitas hasil lasan. Jawab:

(13)

20.

20. Jelaskan jenis dokumen apa yang memuat seluruh hasil pengujian dan inspeksi hasilJelaskan jenis dokumen apa yang memuat seluruh hasil pengujian dan inspeksi hasil lasan. Jelaskan penggunaan dokumen tersebut.

lasan. Jelaskan penggunaan dokumen tersebut. Jawab:

Jawab:

WPS adalah dokumen tertulis yang menetapkan ketentuan bagi welder atau WPS adalah dokumen tertulis yang menetapkan ketentuan bagi welder atau welding operator untuk menghasilkan lasan yang sesuai dengan ”Code” yang berlaku. welding operator untuk menghasilkan lasan yang sesuai dengan ”Code” yang berlaku. WPS dibuat agar kualitas lasan yang dihasilkan oleh welder atau welding operator  WPS dibuat agar kualitas lasan yang dihasilkan oleh welder atau welding operator  sesuai dengan standard yang berlaku, dan agar operasi pengelasan reproducable.

sesuai dengan standard yang berlaku, dan agar operasi pengelasan reproducable. Isi ( contents ) yang diatur dalam WPS :

Isi ( contents ) yang diatur dalam WPS :

 Proses ( SMAW, FCAW,etc )Proses ( SMAW, FCAW,etc ) 

 Spesifikasi elektroda (AWS A5.1, A5.20,etc)Spesifikasi elektroda (AWS A5.1, A5.20,etc) 

 Klasifikasi elektroda (E7018, E71T-1, etc)Klasifikasi elektroda (E7018, E71T-1, etc) 

 Diameter elektroda (1/8 in, 5/32 in, etc)Diameter elektroda (1/8 in, 5/32 in, etc) 

 Karakteristik listrik ( elektrical ) (AC, DC+, DC- )Karakteristik listrik ( elektrical ) (AC, DC+, DC- ) 

 Spesifikasi logam dasar (A36, A572 Gr50, etc)Spesifikasi logam dasar (A36, A572 Gr50, etc) 

 Temperatur minimum preheat dan interpassTemperatur minimum preheat dan interpass 

 Arus welding ( amperage ) / kecepatan kawat pengisiArus welding ( amperage ) / kecepatan kawat pengisi 

 Tegangan busur Tegangan busur  

 Kecepatan travelKecepatan travel 

 Posisi las dan arah lasan (uphill atau downhill)Posisi las dan arah lasan (uphill atau downhill) 

 Post weld heat treatmentPost weld heat treatment 

 Jenis shielding gas dan laju aliranJenis shielding gas dan laju aliran

Joint design details Joint design details

Referensi

Dokumen terkait

Setelah 15 hari diinduksi, tikus diukur tekanan darahnya terlebih dahulu dan yang digunakan adalah tekanan darah diatas 150 mmHg (7). 3) Tikus putih jantan dibagi secara random

sumber digital yang dilayankan oleh perpustakaan IAIN Salatiga saat ini adalah jurnal elektronik diantaranya The MIT Press, JStor, dan Emerald Insight, sedangkan untuk

Seseorang tak perlu menunggu untuk mencapai kedudukan atau pendidikan yang tinggi baru memberi makna kehidupannya, dengan kata lain setiap orang berpeluang yang sama

Benar, pembersih tangan berbasis alkohol bukan merupakan agen pembersih yang baik dalam memberantas kotoran alasannya adalah pembersih tangan berbasis alkohol (dengan

Oleh karena manfaat yang bisa diperoleh dari penggunaan media audio-visual yang mengaktifkan dan melibatkan dua panca indra, pendengaran dan pengelihatan, dan

Algoritma klasifikasi seperti Naïve Bayes (NB), Decision Tree (DT), dan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) telah banyak digunakan untuk memprediksi penyakit jantung, di mana

Game puzzle adalah sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk mengasah kemampuan berpikir dan daya ingat dimana pengguna harus mencari jalan keluar dan mengumpulkan item khusus

Selanjutnya dengan fenomena yang terjadi ini, peneliti ingin melihat bagaimana proses pembentukan identitas diri pada mahasiswi yang menggunakan cadar di Universitas Bangka Belitung