• Tidak ada hasil yang ditemukan

LP TUMOR MAMAE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LP TUMOR MAMAE"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENDAHULUAN LAPORAN PENDAHULUAN TUMOR MAMMAE TUMOR MAMMAE DI RUANG BOUGENVILE DI RUANG BOUGENVILE I.

I. KONKONSEP SEP DASDASAR AR  A.

A. DEFINDEFINISIISI

Tumor payudara adalah sekelompok sel tidak normal pada payudara yang Tumor payudara adalah sekelompok sel tidak normal pada payudara yang terus tumbuh. Pada akhirnya sel-sel ini menjadi bentuk benjolan di payudara. terus tumbuh. Pada akhirnya sel-sel ini menjadi bentuk benjolan di payudara. Jik

Jika a benbenjoljolan an kankanker ker itu itu tidtidak ak dibdibuanuang g atau terkonatau terkontrotrol, l, selsel-sel -sel kankanker ker bisbisaa menyebar (metastase) pada bagian-bagian tubuh lain. Metastase bisa terjadi pada menyebar (metastase) pada bagian-bagian tubuh lain. Metastase bisa terjadi pada kelenjar getah bening (limfe) ketiak ataupun diatas tulang belikat. Selain itu kelenjar getah bening (limfe) ketiak ataupun diatas tulang belikat. Selain itu sel-sel kanker bisa bersarang di tulang, paru-paru, hati, kulit, danbaah kulit.

sel kanker bisa bersarang di tulang, paru-paru, hati, kulit, danbaah kulit.

B.

B. ANATANATOMI OMI FISOLOGIFISOLOGI C.

C. ETIOLETIOLOGIOGI

!el

!elum um ada ada penpenyebyebab ab spesspesifiifik k TuTumor mor paypayudaudara ra yayang ng dikdiketahetahui, ui, parparaa  peneliti

 peneliti telahmengidentifikasi telahmengidentifikasi sekelompok sekelompok faktor faktor resiko. resiko. "iset "iset lebih lebih lanjutlanjut tentan

tentang g faktorfaktor-fakto-faktor r resiko akan resiko akan membmembantu antu dalam dalam mengmengembanembangkan gkan strategstrategii yang efektif

yang efektif untuk men#egah Tumor payudara.untuk men#egah Tumor payudara. $aktor-faktor resiko men#akup %

$aktor-faktor resiko men#akup % &)

&) TiTinggnggi i melemelebihbihi i &' #m&' #maanitnita a yanyang g tintinggigginya &' #m nya &' #m memmempunpunyai resikyai resikoo terkena kanker payudara karenapertumbuhan lebih #epat saat usia anak dan terkena kanker payudara karenapertumbuhan lebih #epat saat usia anak dan remaja membuat adanya perubahan strukturgenetik (*+) pada sel tubuh remaja membuat adanya perubahan strukturgenetik (*+) pada sel tubuh yang diantaranya berubah ke arah sel ganas.

yang diantaranya berubah ke arah sel ganas. )

) nak pnak perempuerempuan daran dari ibu di ibu dengan engan kankekanker payr payudara (hudara (herediteerediter)r) )

) MeMenanarkrke e didinini. . "e"esisiko ko TTuumomor r papayyududarara a memeniningngkakat t papada da aaninita ta yyanangg mengalamimenstruasi sebelum usia & tahun.

mengalamimenstruasi sebelum usia & tahun. /)

/) +ulip+ulipara dan usiara dan usia maternala maternal. 0anjut sa. 0anjut saat kelahiat kelahiran anak peran anak pertama. rtama. ananita yangita yang melahirkansetelah usia 

melahirkansetelah usia  tahun lebih berisiko mengalami Tumor payudara.tahun lebih berisiko mengalami Tumor payudara. 1)

1) MenopMenopause pause pada usia ada usia lanjutlanjut. Meno. Menopause spause setelah uetelah usia 1 tsia 1 tahun.ahun. 2)

2) 3o3ormrmonon, , dididuduga ga titidadak k adadanyanya a kekeseiseimbmbanangagan n estestrorogegen n sesehihingngga ga dadapapatt menyebabkanTumor mammae. 4leh sebab itu Tumor mammae lebih banyak  menyebabkanTumor mammae. 4leh sebab itu Tumor mammae lebih banyak   perempuan dibandingkandengan

 perempuan dibandingkandengan laki-laki.laki-laki. ')

') perpernah mnah mengengalamalami radii radiasi didasi didaeraaerah dadah dada..

D.

(2)

Tumor5neoplasma merupakan kelompok sel yang berubah dengan #iri-#iri  proliferasi selyang berlebihan dan tidak berguna yang tidak mengikuti pengaruh struktur jaringan sekitarnya. +eoplasma yang maligna terdiri dari sel-sel kanker  yang menunjukkan proliferasi yangtidak terkendali yang mengganggu fungsi  jaringan normal dengan menginfiltrasi danmemasukinya dengan #ara

menyebarkan anak sebar ke organ-organ yang jauh. *i dalam seltersebut terjadi  perubahan se#ara biokimia terutama dalam intinya. 3ampir semua tumor 

ganastumbuh dari suatu sel di mana telah terjadi transformasi maligna dan  berubah menjadisekelompok sel-sel ganas di antar sel-sel normal.

Proses jangka panjang terjadinya kanker ada / fase % &) $ase induksi% &1- tahun

Sampai saat ini belum dipastikan sebab terjadinya kanker, tapi bourgeois lingkunganmungkin memegang peranan besar dalam terjadinya kanker pada manusia.6ontak dengan karsinogen membutuhkan aktu bertahun-tahun samapi bisa merubah jaringan displasi menjadi tumor ganas. 3al ini

tergantung dari sifat, jumlah, dan konsentrasi 7atkarsinogen tersebut, tempat yang dikenai karsinogen, lamanya terkena, adanya 7at-7atkarsinogen atau ko-karsinogen lain, kerentanan jaringan dan indi8idu.

) $ase in situ% &-1 tahun

Pada fase ini perubahan jaringan mun#ul menjadi suatu lesi pre-#an#erous yang bisaditemukan di ser8iks uteri, rongga mulut, paru-paru, saluran #erna, kandung kemih, kulit danakhirnya ditemukan di payudara

) $ase in8asi

Sel-sel menjadi ganas, berkembang biak dan menginfiltrasi meleui membrane sel ke jaringan sekitarnya ke pembuluh darah serta limfe.aktu antara fase ke  dan ke / berlangsung antara beberpa minggu sampai beberapatahun.

/) $ase diseminasi% &-1 tahun

!ila tumor makin membesar maka kemungkinan penyebaran ke tempat-tempat lain bertambah.

E. MANIFESTASI KLINIS

Pasien biasanya datang dengan benjolan5massa di payuidara, rasa sakit, keluar #airan dari puting susu, kulit sekung (lesung), retraksi atau de8iasi putting susu, nyeri tekan atau, dari putting. 6ulit tebal dengan pori-pori yangmenonjol

(3)

sama dengan kulit jeruk, dan atau ulserasi pada payudara keduanya merupakan tandalanjut dari penyakit.

Tanda dan gejala metastasis yang luas meliputi pembesaran kelenjar getah  bening, nyeri pada daerah bahu, pinggang, punggung bagian baah, atau pel8is,  batuk menetap, anoreksi atauberat badan yang turun, gangguan pen#ernaan,  pusing, penglihatan yang kabur dan sakit kepala.

Tumor payudara dapat terjadi dibagian mana saja dalam payudara tetapi mayoritas terjadipada kuadran atas terluar dimana sebagian besar jaringan  payudara terdapat. Tumor payudaraumumnya terjadi pda payudara sebelah kiri. 9mumnya lesi tidak terasa nyeri, terfiksasi dankeras dengan batas yang tidak  teratur. 6eluhan nyeri yang menyebar pada payudara dan nyeritekan yang terjadi  pada saat menstruasi biasanya berhubungan dengan penyakit payudara  jinak.Metastasis ke kulit dapat dimanifestasikan adanya Tumor payudara pada

tahap lanjut

F.PEMERIKSAAN PENUNJANG

&. 0aboratorium meliputi % a. Morfologi sel darah  b. 0aju endap darah

#. Tes faal hati

d. Tes tumor marker (#arsino :mbrionyk ntigen5;:) dalam serum atau  plasma

e. Pemeriksaan sitologik 

Pemeriksaan ini memegang peranan penting pada penilaian #airan yang keluarspontan dari putting payudar, #airan kista atau #airan yang keluar  dari ekskoriasi

. Mammagrafi

Pengujian mammae dengan menggunakan sinar untuk mendeteksi se#ara dini.Memperlihatkan struktur internal mammae untuk mendeteksi kanker  yang tidak terabaatau tumor yang terjadi pada tahap aal. Mammografi pada masa menopause kurangbermanfaat karean gambaran kanker diantara  jaringan kelenjar kurang tampak 

. 9ltrasonografi

!iasanya digunakan untuk mndeteksi luka-luka pada daerah padat pada mammaeultrasonography berguna untuk membedakan tumor sulit dengan kista. kadang-kadangtampak kista sebesar sampai  #m.

(4)

/. Thermography

Mengukur dan men#atat emisi panas yang berasal< dari mammae ataumengidentifikasi pertumbuhan #epat tumor sebagai titik panas karena  peningkatan suplaydarah dan penyesuaian suhu kulit yang lebih tinggi.

1. =erodiography

Memberikan dan memasukkan kontras yang lebih tajam antara pembuluh- pembuluh darah dan jaringan yang padat. Menyatakan peningkatan sirkulasi

sekitar sisi tumor 2. !iopsi

9ntuk menentukan se#ara menyakinkan apakah tumor jinak atau ganas, dengan#ara pengambilan massa. Memberikan diagnosa definitif terhadap massa dan bergunaklasifikasi histogi, pentahapan dan seleksi terapi

'. ;T. S#an

*ipergunakan untuk diagnosis metastasis #arsinoma payudara pada organ lain

>. Pemeriksaan hematologi

?aitu dengan #ara isolasi dan menentukan sel-sel tumor pada peredaran darah dengan sendimental dan sentrifugis darah.

G. KOMPLIKASI

H. PENATALKASANAAN

da  ma#am yaitu kuratif (pembedahan) dan poliatif (non pembedahan). Penanganan kuratif dengan pembedahan yang dilakukan se#ara mastektomi  parsial, mastektomi total, mastektomi radikal, tergantung dari luas, besar dan  penyebaran knker. Penanganan non pembedahan dengan penyinaran,

kemoterapi dan terapi hormonal. &. Terapi kuratif %

a. 9ntuk kanker mamma stadium ,@,@@ dan @@@

- Terapi utama adalah mastektomi radikal modifikasi, alternati8e tomoorektomi A diseksi aksila

- Terapi aju8an, %

 "adioterapi paska bedah /-2 rads

 6emoterapi untuk pra menopause dengan ;M$ (;y#lophosphamide & mg5m dd po hari ke &-&/, methotreBate / mg5m @C hari ke -& siklus diulangi tiap / minggu dan flourora#il 2 mg5m @C hari ke-& atau ;P (;y#lophosphamide 1 mg5m hari ke &, adriamy#in 1

(5)

mg5m hari ke-& dan flourora#il 1 mg5m @C hari ke-& dan > untuk  2 siklus.

 3ormon terapi untuk pas#a menopause dengan tamoksifen untuk &- tahun

- Terapi bantuan, roboransia, - Terapi sekunder bila perlu

- Terapi komplikasi pas#a bedah misalnya gangguan gerak lengan (fisioterapi)

. Terapi paliatif 

9ntuk kanker mamae stadium @@@ ! dan @C % a. Terapi utama

- pramenopause, bilateral o8ariedektomi

- pas#a menopause < &) hormone resptor positif (takmosifen) dan ) hormone resptor negati8e (kemoterapu dengan ;M$ atau ;$)

 b. Terapi aju8an - operable (mastektomi simple) - inoperable (radioterapi)

kanker mamae inoperati8e %

 tumor melekat pada dinding thoraks

 odema lengan

 nodul satelit yang luas

 mastitis karsionamtosa

#. Terapi bantuan < roboransia d. Terapi komplikasi , bila ada %

- patah, reposisi-fiksasi-imobilisasi dan radioterapi pada tempat patah - odema lengan % &) deuretik, ) pneumati# slee8e, ) operasi tranposisi

omentum atau kondoleon,

- :fusion pleura, &) aspirasi #airan atau drainase bullae, ) bleomisin  mg dan teramisin & mg, intra pleura

- 3iperkalsemia % &) deuretika dan rehidrasi, ) kortikosteroid, ) mitramisin D-&5 mg5kg !! @C

(6)

- !orok,peraatan borok

I. PENCEGAHAN

Perlu untuk diketahui, baha E di antara & anita menemukan adanya benjolan di payudaranya. 9ntuk pen#egahan aal, dapat dilakukan sendiri. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan sehabis selesai masa menstruasi. Sebelum menstruasi, payudara agak membengkak sehingga menyulitkan  pemeriksaan. ;ara pemeriksaan adalah sebagai berikut %

&. !erdirilah di depan #ermin dan perhatikan apakah ada kelainan pada  payudara. !iasanya kedua payudara tidak sama, putingnya juga tidak 

terletak pada ketinggian yang sama. Perhatikan apakah terdapat keriput, lekukan, atau puting susu tertarik ke dalam. !ila terdapat kelainan itu atau keluar #airan atau darah dari puting susu, segeralah pergi ke dokter.

. 0etakkan kedua lengan di atas kepala dan perhatikan kembali kedua  payudara.

. !ungkukkan badan hingga payudara tergantung ke baah, dan periksa lagi.

/. !erbaringlah di tempat tidur dan letakkan tangan kiri di belakang kepala, dan sebuah bantal di baah bahu kiri. "abalah payudara kiri dengan telapak jari-jari kanan. Periksalah apakah ada benjolan pada payudara. 6emudian periksa juga apakah ada benjolan atau pembengkakan pada ketiak kiri.

Periksa dan rabalah puting susu dan sekitarnya. Pada umumnya kelenjar susu bila diraba dengan telapak jari-jari tangan akan terasa kenyal dan mudah digerakkan. !ila ada tumor, maka akan terasa keras dan tidak dapat digerakkan (tidak dapat dipindahkan dari tempatnya). !ila terasa ada sebuah benjolan sebesar & #m atau lebih, segeralah pergi ke dokter. Makin dini penanganan, semakin besar  kemungkinan untuk sembuh se#ara sempurna. 0akukan hal yang sama untuk   payudara dan ketiak kanan

(7)

II. ASUHAN KEPERAWATAN

A. PENGKAJIAN

&. "iayat 6esehatan

Sekarang !iasanya klien masuk ke rumah sakit karena merasakan adanya  benjolan yang menekan payudara, adanya ulkus, kulit berarna merah dan

mengeras, bengkak dan nyeri. . "iayat 6esehatan

*ahulu danya riayat kelainan pada mammae, kebiasaan makan tinggi lemak, pernah mengalami sakit pada bagian dada sehingga pernah mendapatkan penyinaran pada bagian dada, ataupun mengidap penyakit kanker  lainnya, seperti kanker o8arium atau kanker ser8iks.

. "iayat 6esehatan 6eluarga

danya keluarga yang mengalami tumor mammae berpengaruh pada kemungkinan klien mengalami tumor mammae atau pun keluarga klien pernah mengidap penyakit kanker lainnya, seperti kanker o8arium atau kanker ser8iks.

B. PEMERKSAAN FISIK  

Men#ari benjolan 6arena organ payudara dipengaruhi oleh faktor hormone antara lain estrogen dan progesterone, makas ebaiknya pemeriksaan ini dilakukan saat pengaruh hormonal ini seminimal mungkin5setelah menstruasi A & minggi dari hari akhir menstruasi. 6lien duduk dengan tangan jatuh ke samping dan pemeriksa berdiri didepan dalam posisi yag lebih kurang sama tinggi.

$okus pengkajian pada daerah payudara % &) @nspeksi

− Simetri mamma kiri-kanan

(8)

tanda radang, peaue dF orange, dimpling, ulserasi dan lain-lain. @nspeksi ini juga dilakukan dalam keadaan kedua lengan diangkat ke atas untuk  melihat apakah ada bayangan tumor di baah kulit yang ikut bergerak  atau adakah bagian yang tertinggal, dimpling dan lain-lain.

) Palpasi

− 6lien berbaring dan diusahakan agar payudara tersebar rata atas lapangan dada, jika perlu punggung diganjal bantal ke#il.

−6onsistensi, banyak, lokasi, infiltasi, besar, batas dan operabilitas. −Pemebesaran kelenjar gerah bening (kelenjar aksila)

−dakah metastase +udus (regional) atau organ jauh)

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN

&. +yeri berhubungan dengan adanya penekanan massa tumor.

. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan imobilisasi lengan5bahu. . nsietas berhubungan dengan diagnosa, pengobatan, dan prognosanya /. Gangguan #itra tubuh berhubungan dengan kehilangan bagian dan fungsi tubuh

1. "esiko infeksi berhubungan dengan luka operasi.

2. 6urangnya pengetahuan tentang kondisi, prognosis, dan serta pengobatan  penyakitnya berhubungan dengan kurangnya informasi.

'. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi berhubungan dengan intake tidak  adekuat D. INTERVENSI KEPERAWATAN . *@G+4S 6:P. +4; +@; nsietas berhubungan dengan diagnosa,  pengobatan, dan  prognosanya .  +4; % 8 nBiety #ontrol 8 ;oping 6riteria 3asil % 8 6lien mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan gejala #emas 8 Mengidentifikasi, mengungkapkan dan menunjukkan tehnik untuk mengontol #emas

 +@; %

nBiety "edu#tion (penurunan ke#emasan)

H Gunakan pendekatan yang menenangkan

H +yatakan dengan jelas harapan terhadap pelaku pasien H Jelaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan selama  prosedur 

H Temani pasien untuk memberikan keamanan dan

(9)

8 Cital sign dalam batas normal

8 Postur tubuh, ekspresi ajah, bahasa tubuh dan tingkat akti8itas

menunjukkan berkurangnya ke#emasan

mengurangi takut

H !erikan informasi faktual mengenai diagnosis, tindakan  prognosis

H *orong keluarga untuk menemani anak 

H 0akukan ba#k 5 ne#k rub H *engarkan dengan penuh  perhatian

H @dentifikasi tingkat ke#emasan

H !antu pasien mengenal situasi yang menimbulkan ke#emasan

H *orong pasien untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan, persepsi

H @nstruksikan pasien menggunakan teknik relaksasi H !arikan obat untuk mengurangi ke#emasan Gangguan rasa nyaman

nyeri berhubungan dengan adanya penekanan massa tumor   +4; % 8 Pain 0e8el, 8 Pain #ontrol, 8 ;omfort le8el 6riteria 3asil %

8 Mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab nyeri,

mampu menggunakan tehnik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri, men#ari bantuan)

8 Melaporkan baha nyeri  berkurang dengan

menggunakan manajemen nyeri

 +@; %

Pain Management

I 0akukan pengkajian nyeri se#ara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor  presipitasi

I 4bser8asi reaksi non8erbal dari ketidaknyamanan

I Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui  pengalaman nyeri pasien

I 6aji kultur yang

mempengaruhi respon nyeri I :8aluasi pengalaman nyeri

(10)

8 Mampu mengenali nyeri (skala, intensitas, frekuensi dan tanda nyeri)

8 Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang 8 Tanda 8ital dalam

rentang normal

masa lampau

I :8aluasi bersama pasien dan tim kesehatan lain tentang ketidakefektifan kontrol nyeri masa lampau

I !antu pasien dan keluarga untuk men#ari dan menemukan dukungan

I 6ontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, pen#ahayaan dan

kebisingan

I 6urangi faktor presipitasi nyeri I Pilih dan lakukan penanganan nyeri (farmakologi, non

farmakologi dan inter personal) I 6aji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan inter8ensi I jarkan tentang teknik non farmakologi

I !erikan analgetik untuk mengurangi nyeri

I :8aluasi keefektifan kontrol nyeri

I Tingkatkan istirahat

I 6olaborasikan dengan dokter  jika ada keluhan dan tindakan

nyeri tidak berhasil

I Monitor penerimaan pasien tentang manajemen nyeri

nalgesi# dministration

I Tentukan lokasi, karakteristik, kualitas, dan derajat nyeri

(11)

I ;ek instruksi dokter tentang  jenis obat, dosis, dan frekuensi

I ;ek riayat alergi

I Pilih analgesik yang diperlukan atau kombinasi dari analgesik ketika pemberian lebih dari satu I Tentukan pilihan analgesik tergantung tipe dan beratnya nyeri I Tentukan analgesik pilihan, rute pemberian, dan dosis optimal I Pilih rute pemberian se#ara @C, @M untuk pengobatan nyeri se#ara teratur 

I Monitor 8ital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesik  pertama kali

I !erikan analgesik tepat aktu terutama saat nyeri hebat

I :8aluasi efekti8itas analgesik, tanda dan gejala (efek samping) 6erusakan integritas kulit

 berhubungan dengan  pengangkatan bedah  jaringan

 +4; % Tissue @ntegrity % Skin and Mu#ous

Membranes 6riteria 3asil %

8 @ntegritas kulit yang baik  bisa dipertahankan (sensasi,

elastisitas, temperatur, hidrasi, pigmentasi)

8 Tidak ada luka5lesi pada kulit

8 Perfusi jaringan baik  8 Menunjukkan

 pemahaman dalam proses  perbaikan kulit dan

men#egah terjadinya sedera  berulang

 +@; % Pressure Management

♣ njurkan pasien untuk

menggunakan pakaian yang longgar 

♣ 3indari kerutan padaa tempat

tidur 

♣ Jaga kebersihan kulit agar tetap

 bersih dan kering

♣ Mobilisasi pasien (ubah posisi

 pasien) setiap dua jam sekali

♣ Monitor kulit akan adanya

kemerahan

♣ 4leskan lotion atau minyak5baby

oil pada derah yang tertekan

(12)

8 Mampu melindungi kulit dan mempertahankan kelembaban kulit dan  peraatan alami

 pasien

♣ Monitor status nutrisi pasien

 +utrisi kurang dari kebutuhan tubuh  berhubungan dengan  pembedahan, mis<

anoreksia

 +4; %

8 +utritional Status % food and $luid @ntake

6riteria 3asil %

8 danya peningkatan berat  badan sesuai dengan tujuan

8 !erat badan ideal sesuai dengan tinggi badan

8 Mampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi

8 Tidak ada tanda tanda malnutrisi

8 Tidak terjadi penurunan  berat badan yang berarti

 +@; %

 +utrition Management

I 6aji adanya alergi makanan I 6olaborasi dengan ahli gi7i untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan  pasien.

I njurkan pasien untuk meningkatkan intake $e I njurkan pasien untuk

meningkatkan protein dan 8itamin ;

I !erikan substansi gula I ?akinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk men#egah konstipasi

I !erikan makanan yang terpilih ( sudah dikonsultasikan dengan ahli gi7i)

I jarkan pasien bagaimana membuat #atatan makanan harian. I Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori

I !erikan informasi tentang kebutuhan nutrisi

I 6aji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang

dibutuhkan

 +utrition Monitoring

I !! pasien dalam batas normal I Monitor adanya penurunan

(13)

 berat badan

I Monitor tipe dan jumlah akti8itas yang biasa dilakukan I Monitor interaksi anak atau orangtua selama makan

I Monitor lingkungan selama makan

I Jadalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan I Monitor kulit kering dan

 perubahan pigmentasi I Monitor turgor kulit

I Monitor kekeringan, rambut kusam, dan mudah patah I Monitor mual dan muntah I Monitor kadar albumin, total  protein, 3b, dan kadar 3t

I Monitor makanan kesukaan I Monitor pertumbuhan dan  perkembangan

I Monitor pu#at, kemerahan, dan kekeringan jaringan konjungti8a I Monitor kalori dan intake nuntrisi

I ;atat adanya edema,

hiperemik, hipertonik papila lidah dan #a8itas oral.

I ;atat jika lidah berarna magenta, s#arlet

6urang pengetahuan tentang penyakit,  peraatan,pengobatan

kurang paparan terhadap informasi  +4; % 8 6oldge % disease  pro#ess 8 6oledge % health !eha8ior  6riteria 3asil %

8 Pasien dan keluarga

Tea#hing % *issease Pro#ess

- 6aji tingkat pengetahuan klien dan keluarga tentang proses penyakit -Jelaskan tentang patofisiologi

 penyakit, tanda dan gejala serta  penyebabnya

(14)

menyatakan pemahaman tentang penyakit, kondisi,  prognosis dan program  pengobatan

8 Pasien dan keluarga mampu melaksanakan  prosedur yang dijelaskan

se#ara benar 

8 Pasien dan keluarga mampu menjelaskan

kembali apa yang dijelaskan  peraat5tim kesehatan

lainnya

klien

-!erikan informasi tentang  perkembangan klien

-*iskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin diperlukan untuk men#egah komplikasi di masa yang akan datang dan atau kontrol  proses penyakit

-Jelaskan alasan dilaksanakannya tindakan atau terapi

-Gambarkan komplikasi yang mungkin terjadi

-njurkan klien untuk men#egah efek samping dari penyakit

-Gali sumber-sumber atau dukungan yang ada

-njurkan klien untuk melaporkan tanda dan gejala yang mun#ul  pada petugas kesehatan

Gangguan #itra tubuh

 berhubungan dengan kehilangan bagian dan fungsi tubuh

&) 6lien tidak malu dengan keadaan dirinya. ) 6lien dapat menerima efek pembedahan.

*iskusikan dengan klien atau orang terdekat respon klien terhadap penyakitnya. "asional % membantu dalam memastikan masalah untuk memulai proses peme#ahan masalah

Tinjau ulang efek pembedahan "asional % bimbingan antisipasi dapat membantu pasien memulai  proses adaptasi.

!erikan dukungan emosi klien. "asional % klien bisa menerima keadaan dirinya.

njurkan keluarga klien untuk selalu mendampingi klien.

(15)

"asional % klien dapat merasa masih ada orang yang

Referensi

Dokumen terkait