• Tidak ada hasil yang ditemukan

teori organismik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "teori organismik"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

TEORI ORGANISMIK  TEORI ORGANISMIK  Sej

Sejak ak DesDescarcartes tes padpada a abaabad d XVIXVII I memmembagi bagi indindiviividu du daldalam am dua dua bagbagian ian yanyangg terpisah namun saling mempengaruhi, yaitu badan dan jiwa, dan Wundt dalam abad XIX, terpisah namun saling mempengaruhi, yaitu badan dan jiwa, dan Wundt dalam abad XIX, mengikuti tradisi asosialisme Inggris, membagi jiwa ke dalam partikel-partikel elementer  mengikuti tradisi asosialisme Inggris, membagi jiwa ke dalam partikel-partikel elementer   berupa pendirian, perasaan, dan khayalan, berulang kali telah dicoba untuk menyatuhkan  berupa pendirian, perasaan, dan khayalan, berulang kali telah dicoba untuk menyatuhkan kembali jiwa dan badan serta memperlakukan organisme sebagai keseluruhan yang padu kembali jiwa dan badan serta memperlakukan organisme sebagai keseluruhan yang padu dan

dan teterororgrganianisisir. r. SaSalalah h sasatu tu sesegi gi papandndang ang teterkrkenenal al yayang ng tetelalah h memenanaririk k babanynyak ak    pengik

  pengikutnya dalam utnya dalam tahun-tahun-tahun belakangan ini tahun belakangan ini adalah segi adalah segi pandang organispandang organismik ataumik atau holistic. Segi pandang ini bias ditemukan dalam psikologi Adolf Meyer (Meyer, 1948, holistic. Segi pandang ini bias ditemukan dalam psikologi Adolf Meyer (Meyer, 1948, Re

Rennnnieie, , 19194343), ), dadalalam m sasalalah h sasatu tu ororieientntasasi i didibibidadang ng kekedodoktktereran an yayang ng didisesebubutt  psikosomantik (Dunbar, 1954), dan dalam karya pokok Coghill tentang perkembangan  psikosomantik (Dunbar, 1954), dan dalam karya pokok Coghill tentang perkembangan

sist

sistem em saraf dalam hubungannya dengan saraf dalam hubungannya dengan tingktingkah ah laku (1929). Tokoh-tokoh penting darilaku (1929). Tokoh-tokoh penting dari kalangan kedokteran yang mempelopori konsep organismik adalah Hughlings Jackson, kalangan kedokteran yang mempelopori konsep organismik adalah Hughlings Jackson, neorolog termasyur dari Inggris (1931) dan Claude Bernard, fisilog Prancis yang terkenal neorolog termasyur dari Inggris (1931) dan Claude Bernard, fisilog Prancis yang terkenal (18

(1866)66). . Jan Jan SmuSmuts ts tententartara a dan dan negnegaraarawan wan AfAfrikrika a SelSelataatan, n, diadiakui kui sebsebagai agai pelpelopor opor   pendukung Teori Organismik dari segi filsafat dan bukunya yang penting, Holism and  pendukung Teori Organismik dari segi filsafat dan bukunya yang penting, Holism and

evolution (1926), sangat berpengaruh. evolution (1926), sangat berpengaruh.

Cir

Ciri-ci-ciri iri utautama ma teoteori ri orgorganianismismik k sejsejauh auh menmenyanyangkut gkut psipsikolkologi ogi tententantang g sansangg  pribadi dapat diringkaskan sebagai berikut :

 pribadi dapat diringkaskan sebagai berikut : 1.

1. TeTeorori i ororgaganinismsmik menik menekekanankakan n kekesasatutuanan, , inintetegrgrititasas, , kokonsnsisistetensnsi i dadan n kokohehererensnsii   pad

  pada a keprkepribaibadiadian n yanyang g nornormalmal. . OrgOrganianisassasi i adaadalah lah keakeadaan daan orgorganianisme sme yanyang g nornormalmal;; disor

disorganisaganisasi si adalaadalah h patolpatologis dan ogis dan biasabiasanya nya disebadisebabkan bkan oleh pengaruh oleh pengaruh lingklingkungan yangungan yang  bersifat opresif atau mengancam atau oleh kelainan-kelainan dalam organ-organ tertentu.  bersifat opresif atau mengancam atau oleh kelainan-kelainan dalam organ-organ tertentu.

2.

2. TeTeorori orgi organanisismimik berk bertotolalak dark dari ori organganisisme sme sebaebagagai sii siststem yem yanang teg terororgrgananisisasasi, bai, baruru kemudian dilanjutkan dengan analisis mengenai bagian yang membentuk keseluruhan itu. kemudian dilanjutkan dengan analisis mengenai bagian yang membentuk keseluruhan itu. Set

Setiap iap bagibagian an tidtidak ak perpernah nah dipdipisaisahkan hkan dardari i keskeselueluruhruhannannya ya dan dan dipdipelaelajarjari i sebsebagaagaii kesatuan yang terpisah; tetapi selalu dilihat sebagai anggota dalam organisme secara kesatuan yang terpisah; tetapi selalu dilihat sebagai anggota dalam organisme secara kes

keselelururuhuhanan. . PaPararah h ahlahli i teteorori i ororgaganinismsmik ik yayakikin n babahwa hwa titidadak k mumungngkikin n mememamahahamimi kes

keselueluruhruhan an dendengan gan memmempelpelajaajari ri secsecara ara lanlangsugsung ng bagbagianian-ba-bagiagian n dan dan potpotongongan an yanyangg terpisah karena keseluruhan berfungsi menurut hokum-hukum yang tidak terdapat dalam terpisah karena keseluruhan berfungsi menurut hokum-hukum yang tidak terdapat dalam  bagian-bagian.

 bagian-bagian. 3.

3. TeTeorori i ororgaganinissmimik k beberarasusummsi si babahwhwa a inindidivividu du didimmototiifafassikikan an hahanynya a ololeh eh ssatatuu dorongan utama, bukan oleh banyak dorongan, Goldstein menamakan motif utama ini dorongan utama, bukan oleh banyak dorongan, Goldstein menamakan motif utama ini akt

aktuaualilisasasisi-di-diri ri atatau au rerealalisisasasi i didiriri, , yayang ng beberarartrti i mamanunusisia a teterurus s memenernerus us berberususahahaa merealisasikan potensi-potensi yang ada pada diri dalam setiap kesempatan yang terbuka merealisasikan potensi-potensi yang ada pada diri dalam setiap kesempatan yang terbuka   bag

  bagianianya. ya. TujTujuan uan satsatu-su-satuatunya nya ini ini memmemberberikaikan n araarah h dan dan keskesatuatuan an pada pada kehikehidupadupann seseorang.

seseorang. 4.

4. MeMeskskipipun teun teorori i ororgaganinismsmik tiik tidadak k mememamandndanang g inindidivividu sebdu sebagagai siai siststem teem tertrtututupup,, namun

namun teori tersebut cenderung meminimasteori tersebut cenderung meminimasikan ikan pentipentingnya dan ngnya dan sifasifat t menentmenentukanyaukanya   pengaruh lingkungan eksternal terhadap perkembangan normal, sebaliknya menekankan   pengaruh lingkungan eksternal terhadap perkembangan normal, sebaliknya menekankan   potens

  potensi-potei-potensi nsi inherinheren en pada pada organiorganisme sme untuk tumbuh. untuk tumbuh. OrganOrganisme isme memimemilih lih segi-segi-segisegi lin

lingkungkungan gan yanyang g akaakan n dirdireakeaksinsinya ya dan dan keckecualuali i daldalam am sitsituasuasi-si-sitituasuasi i lanlangkah gkah dan dan tak tak  normal lingkungan tidak dapat memaksa individu untuk bertingkah laku dengan cara normal lingkungan tidak dapat memaksa individu untuk bertingkah laku dengan cara yang asing baginya.

(2)

5.

5. TeTeorori i ororgaganinismsmik ik seseriringngkakali li memengngununakakan an memengnggugunanakakan n prprininsisip-p-prprininsisip p gegeststalalt,t, tetapi menilai bahwa keasyikan para ahli Gestalt pada fungsi-fungsi khusus organisme tetapi menilai bahwa keasyikan para ahli Gestalt pada fungsi-fungsi khusus organisme seperti persepsi dan belajar, memberi dasar yang terlalu sempit untuk memahami seluruh seperti persepsi dan belajar, memberi dasar yang terlalu sempit untuk memahami seluruh org

organianismesme. . TeoTeori ri orgorganianismismik k memmemperperluas luas dasdasar ar itu itu dengdengan an memmemasuasukan kan ke ke daldalamam   jangka

  jangkauannya segala uannya segala sesuatsesuatu u yang dimiliki dan yang dimiliki dan dilakudilakukan kan oleh organisme. Meskipunoleh organisme. Meskipun   banyak hal dalam teori organismik mirip dengan teori Lewin, namun topologi Lewin   banyak hal dalam teori organismik mirip dengan teori Lewin, namun topologi Lewin

se

semamatata-m-matata a bebercrcororak ak pspsikikolologiogis s dan dan titidadak k memencncakakup up ororgaganinismsme e bibiolologogis is sesecarcaraa keseluruhan.

keseluruhan. 6.

6. TeTeorori i ororgaganinissmimik k beberprpenendadapapat t babahwhwa a llebebiih h babanynyak ak pepellajajararan an akakan an didipeperorolleheh  banyak dengan menyelidiki seorang peribadi secara komprehensif dari pada menyelidiki  banyak dengan menyelidiki seorang peribadi secara komprehensif dari pada menyelidiki

sec

secara ara eksekstentensif sif funfungsi gsi psipsikolkologiogis s khukhusus sus tertertententu tu yanyang g diadiabstbstrakraksiksikan an dardari i banybanyak ak  ind

indiviividu. du. AtaAtas s dasdasar ar iniini, , teoteori ri orgorganianismismik k cencenderderung ung leblebih ih popupopuler ler dikdikalaalangangan n parparaa  psikolog klinis yang perhatianya tertuju pada sang pribadi secara keseluruhan ketimbang  psikolog klinis yang perhatianya tertuju pada sang pribadi secara keseluruhan ketimbang dikalangan sang psikolog eksperimental yang terutama tertarik pada proses-proses atau dikalangan sang psikolog eksperimental yang terutama tertarik pada proses-proses atau fungsi khusus, seperti persepsi dan belajar.

fungsi khusus, seperti persepsi dan belajar.

Kurt Goldstein Kurt Goldstein

Kurt Goldste

Kurt Goldstein in mendapmendapatkan pendidikan dalam bidang atkan pendidikan dalam bidang neurolneurologi dan ogi dan psikipsikiatri diatri di Jerman dan termasyur sebagai seorang ilmuan dan profesor dibidang kedokteran sebelum Jerman dan termasyur sebagai seorang ilmuan dan profesor dibidang kedokteran sebelum  pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1935 sesudah Nazi berkuasa. Ia lahir di Upper   pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1935 sesudah Nazi berkuasa. Ia lahir di Upper 

Sil

Silesiesia a yanyang g wakwaktu tu itu itu mermerupakupakan an bagibagian an dardari i JerJerman man tettetapi api kemkemudiudian an bagbagian ian dardarii Pol

Polandiandia, a, pada pada tantanggal ggal 6 6 NoveNovembember r 18781878, , dan dan menmenggonggondol dol ijaijasah sah kedkedoktokteraeran n dardarii Universitas Breslau, Lower Silesia pada tahun 1903.

Universitas Breslau, Lower Silesia pada tahun 1903. Struktur Organisme

Struktur Organisme Org

Organianisme sme terterdirdiri i dardari i angganggotaota-an-anggoggota ta yanyang g salsaling ing berberhubuhubungangan; n; anganggotgota- a-anggota ini tidak terlepas dan terpisah satu sama lain kecuali dalam keadaan abnormal anggota ini tidak terlepas dan terpisah satu sama lain kecuali dalam keadaan abnormal atau artifisial, misalnya keadaan sangat cemas. Organisasi pokok dari fungsi organismik  atau artifisial, misalnya keadaan sangat cemas. Organisasi pokok dari fungsi organismik  adal

adalah ah fifigur gur dan dan latlatar ar belbelakaakang. ng. SuaSuatu tu figfigur ur adaladalah ah setsetiap iap proproses ses yanyang g munmuncul cul dandan menonjol dari suatu latar belakang. Di bidang persepsi, figur adalah apa yang menjadi menonjol dari suatu latar belakang. Di bidang persepsi, figur adalah apa yang menjadi  pusat kesadaran. Misalnya, kalau seseorang meilhat suatu objek dalam kamar, persepsi  pusat kesadaran. Misalnya, kalau seseorang meilhat suatu objek dalam kamar, persepsi terhadap objek itu adalah figur, sedangkan keadaan lain didalam kamar adalah latar  terhadap objek itu adalah figur, sedangkan keadaan lain didalam kamar adalah latar   belakangnya. Di bidang tindakan, figurnya adalah aktifitas pokok yang sedang dilakukan  belakangnya. Di bidang tindakan, figurnya adalah aktifitas pokok yang sedang dilakukan

oleh individu. oleh individu.

Apa

Apa yanyang g menmenyebyebabkaabkan n figfigur ur munmuncul cul dardari i latlatar ar belbelakanakang g orgorganianisme sme secsecaraara keselu

keseluruhan? Figur ditentukaruhan? Figur ditentukan n oleh tugas oleh tugas yang dituntut oleh yang dituntut oleh keadaan organiskeadaan organisme me padapada sesuat

sesuatu saat. u saat. Jadi, bila organismJadi, bila organisme e yang lapar dihadapkan pada yang lapar dihadapkan pada tugas untuk mendapatkatugas untuk mendapatkann mak

makanananan, , makmaka a setsetiap iap proproses ses yanyang g akaakan n memmembantbantu u melmelakuakukan kan tugtugas as tertersebsebut ut akaakann muncul sebagai figur.

muncul sebagai figur.

Goldstein membedakan antara figur-figur alamiah yang secara fungsional terletak  Goldstein membedakan antara figur-figur alamiah yang secara fungsional terletak   pada latar belakang keseluruhan organisme dan figur-figur tidak alamiah yang menjadi  pada latar belakang keseluruhan organisme dan figur-figur tidak alamiah yang menjadi terpisah dair seluruh organisme dan yang latar belakangnya juga merupakan bagian yang terpisah dair seluruh organisme dan yang latar belakangnya juga merupakan bagian yang terpi

terpisah sah dari organismedari organisme. . FigurFigur-fig-figur ur yang tak yang tak alamialamiah ah ini disebabkan oleh ini disebabkan oleh perisperistiwatiwa tarumatik dan oleh latihan-latihan dalam keadaan-keadaan yang tidak memilih makna tarumatik dan oleh latihan-latihan dalam keadaan-keadaan yang tidak memilih makna   bagi individu. Goldstein yakin

  bagi individu. Goldstein yakin bahwa banyak bahwa banyak ekspereksperimen psikologis yang imen psikologis yang dilakdilakukanukan untuk meneliti hubungan-hubungan stimulus respon yang terpisah mengandung sedikit untuk meneliti hubungan-hubungan stimulus respon yang terpisah mengandung sedikit ata

(3)

dengan demikian kurang memberikan pengetahuan yang berguna tentang hukum-hukum dengan demikian kurang memberikan pengetahuan yang berguna tentang hukum-hukum yang mengatur berfungsinya organisme.

yang mengatur berfungsinya organisme. Dengan kriter

Dengan kriteria ia manakamanakah h fifur yang alamiah, melekat dapat dibedakan dari fifur yang alamiah, melekat dapat dibedakan dari figur figur  yang tak alamiah, terpi

yang tak alamiah, terpisah? Goldstesah? Goldstein in menyamenyatakan bahwa suatu bentuk adalah alamitakan bahwa suatu bentuk adalah alamiahah kalau ia mencerminkan pilihan orang yang bersangkutan, dan jikah tingkah laku yang kalau ia mencerminkan pilihan orang yang bersangkutan, dan jikah tingkah laku yang ditimbulkan bersifat teratur, feklsibel dan sesuai dengan situasi.

ditimbulkan bersifat teratur, feklsibel dan sesuai dengan situasi. Meski

Meskipun Goldsteipun Goldstein n menekamenekankan sifat fleksinkan sifat fleksibel dan platis proses-pbel dan platis proses-proses wajar roses wajar  yang berlawanan dengan sifat kaku proses-proses yang tak wajar, namun ia mengakui yang berlawanan dengan sifat kaku proses-proses yang tak wajar, namun ia mengakui  bahwa aktivitas-aktivitas yang disenangi bisa menjadi tetap konstan selama hidup tanpa  bahwa aktivitas-aktivitas yang disenangi bisa menjadi tetap konstan selama hidup tanpa kehilngan hubunganya yang erat dengan organisme seluruhnya. Sesungguhnya, Goldstein kehilngan hubunganya yang erat dengan organisme seluruhnya. Sesungguhnya, Goldstein men

menunjunjukan ukan banbanyak yak kontkontasi asi pada pada orgorganianismesme, , sepseperterti i ambambang ang keskesadaadaranran, , kegikegiataatann motorik, sifat intelektual, faktor emosional dan sebagainya.

motorik, sifat intelektual, faktor emosional dan sebagainya.

Pembedaan struktur lain yang dimanfaatkan oleh Goldstein adalah pembedaan Pembedaan struktur lain yang dimanfaatkan oleh Goldstein adalah pembedaan antara tingkah laku konkret dan tingkah laku abstrak. Perbedaan antara tingkah laku antara tingkah laku konkret dan tingkah laku abstrak. Perbedaan antara tingkah laku konkret dan tingka laku abstrak merupakan perbedaan antra reaksi langsung terhadap konkret dan tingka laku abstrak merupakan perbedaan antra reaksi langsung terhadap stimulus dan reaksi terhadap stimulus tersebut setelah dipikir.

stimulus dan reaksi terhadap stimulus tersebut setelah dipikir. Dinamika Organisme

Dinamika Organisme

Konsep-konsep dinamika pokok yang dikemukakan Goldtein adalah: (1) proses Konsep-konsep dinamika pokok yang dikemukakan Goldtein adalah: (1) proses ekua

ekualislisasi asi ataatau u pempemusausatan tan orgorganianismesme, , (2) (2) aktaktualualisaisasi-si-dirdiri i ataatau u rearealislisasi asi dirdiri, i, dan dan (3)(3) ”penyesuaian” dengan lingkungan.

”penyesuaian” dengan lingkungan. Ekualisasi

Ekualisasi Gol

Goldstdstein ein memmempospostultulasiasikan kan adaadanya nya suasuatu tu sumsumber ber enerenergi gi yanyang g agaagak k tettetap ap dandan cenderung terbagi merata dalam seluruh organisme. Energi yang tetap dan terbagi merata cenderung terbagi merata dalam seluruh organisme. Energi yang tetap dan terbagi merata ini memberi tegangan yang ”merata” dalam organisme, dan organisme selalu kembali ini memberi tegangan yang ”merata” dalam organisme, dan organisme selalu kembali atau berusaha kembali ke keadaaan rata –rata ini setiap kali suatu stimulus mengubah atau berusaha kembali ke keadaaan rata –rata ini setiap kali suatu stimulus mengubah tegangan. Kembali kepada keadaan ”rata – rata” inilah yang disebut

tegangan. Kembali kepada keadaan ”rata – rata” inilah yang disebut proses ikualisasi proses ikualisasi.. Mis

Misalnalnya, ya, oraorang ng menmendendengar gar suasuara ra yanyang g datdatang ang dardari i sebsebelaelah h kanakanan n dan dan menmenoleolehkahkann kepala ke arah itu.

kepala ke arah itu.

Tujuan dari orang yang normal dan sehat tidak hanya melepaskan tegangan tetapi Tujuan dari orang yang normal dan sehat tidak hanya melepaskan tegangan tetapi mem

membuabuatnytnya a seiseimbambang. ng. TarTaraf af dimdimana ana tegtegangangan an menmenjadjadi i seiseimbambang ng mermerupakupakan an suasuatutu  pemusatan organisme. Pemusatan yang penuh atau keseimbangan yang sempurna adalah  pemusatan organisme. Pemusatan yang penuh atau keseimbangan yang sempurna adalah

suatu keadaan holistik yang ideal yang mungkin jarang tercapai. suatu keadaan holistik yang ideal yang mungkin jarang tercapai.

Pri

Prinsinsip p ekuaekualilisassasi i menmeneraerangkangkan n ketketetaetapan, pan, ketketerperpaduaduan an (co(coherherencence), e), sersertata keteraturn tingkah laku ditengah gangguan stimulus – stimulus. Goldstein tidak yakin keteraturn tingkah laku ditengah gangguan stimulus – stimulus. Goldstein tidak yakin   bah

  bahwa wa sumsumber ber gangangguagguan n terterutautama ma terterletletak ak daldalam am fakfaktor tor intintraoraorgarganiknik, , keckecualuali i daldalamam keadaan tak normal dan keadaan katastrofik yang menyebabkan isolasi dan knflik batin. keadaan tak normal dan keadaan katastrofik yang menyebabkan isolasi dan knflik batin. Ekualisasi diri

Ekualisasi diri

Inilah motif pokok dalam pandangan Goldstein, malahan satu – satunya motif  Inilah motif pokok dalam pandangan Goldstein, malahan satu – satunya motif  yang dimiliki organisme. Apa yang tampak sebagai dorongan – dorongan yang berbeda yang dimiliki organisme. Apa yang tampak sebagai dorongan – dorongan yang berbeda sepert

seperti i laparlapar, , seks, kekuasaanseks, kekuasaan, , prestprestasi, dan asi, dan keingikeingintahuantahuan n sematsemata a –mata merupakan–mata merupakan manifestasi tujuan hidup pokok, yakni mengaktualisasikan diri sendiri. Aktualisasi diri manifestasi tujuan hidup pokok, yakni mengaktualisasikan diri sendiri. Aktualisasi diri adal

adalah ah kecekecendenderunrungan gan krekreatiatif f dardari i kodrkodrat at manmanusiusia, a, hal hal tertersebsebut ut mermerupakupakan an priprinsinsipp org

(4)

sempurna. Setiap kebutuhan adalah suatu keadaan kekurangan yang mendorong orang sempurna. Setiap kebutuhan adalah suatu keadaan kekurangan yang mendorong orang untuk menutup kekurangan itu. Goldstein dalam pandangannya, ketidaksadaran adalah untuk menutup kekurangan itu. Goldstein dalam pandangannya, ketidaksadaran adalah latar belakang tempat masuknya bahan sadar apabila tidak lagi berguna untuk realisasi –  latar belakang tempat masuknya bahan sadar apabila tidak lagi berguna untuk realisasi –  diri dalam situasi tertentu, dan tempat asal bahan itu muncul kembali bila pantas dan diri dalam situasi tertentu, dan tempat asal bahan itu muncul kembali bila pantas dan cocok lagi untuk realisasi-diri.

cocok lagi untuk realisasi-diri. Penyesuaian dengan lingkungan Penyesuaian dengan lingkungan

Meskipun sebagai seorang teoretikus organismik Goldstein menekankan faktor –  Meskipun sebagai seorang teoretikus organismik Goldstein menekankan faktor –  faktor tingkah laku yang berasal dari dalam dan prinsip bahwa organisme berusaha faktor tingkah laku yang berasal dari dalam dan prinsip bahwa organisme berusaha men

mendapadapatkatkan n linlingkungkungan gan yanyang g palpaling ing serserasi asi untuntuk uk aktaktualualisaisasi-si-dirdiri, i, namnamun un ia ia tidtidak ak   berpendirian ekstrem bahwa organisme imun terhadap peristiwa – peristiwa yang terjadi  berpendirian ekstrem bahwa organisme imun terhadap peristiwa – peristiwa yang terjadi

di

di dunidunia a lualuar. r. GolGoldstdstein ein menmengakugakui i pentpentingingnya nya dunidunia a objobjektektif, if, baibaik k sebsebagaagai i sumsumber ber  gangguan yang harus diatas oleh individu untuk memenuhi cita – citanya. Organisme gangguan yang harus diatas oleh individu untuk memenuhi cita – citanya. Organisme yang normal dan sehat adalah organisme dimana kecenderungannya kearah yang normal dan sehat adalah organisme dimana kecenderungannya kearah aktualisasi-diri timbuldari dalam dan mangatasi gangguan yang timbul dari pertentangan dengan diri timbuldari dalam dan mangatasi gangguan yang timbul dari pertentangan dengan dunia, bukan karena kecemasan melainkan karena kesenangan dan kemenangan, hal ini dunia, bukan karena kecemasan melainkan karena kesenangan dan kemenangan, hal ini   be

  berarartrti i bahbahwa wa pepenynyesesuauaiaian n dedengngan an lilingngkukungangan n ititu u teterurutatama ma didiwuwujujudkdkan an dendengagann menguasainya. Goldstein telah memberikan suatu ringkasan pendek dari pandangan –  menguasainya. Goldstein telah memberikan suatu ringkasan pendek dari pandangan –   pandangannya tentang organisasi dan dinamika organisme dalam kutipan berikut.

 pandangannya tentang organisasi dan dinamika organisme dalam kutipan berikut.

Terdapat suatu perubahan yang terus – menerus menyangkut ”bagian” mana dari Terdapat suatu perubahan yang terus – menerus menyangkut ”bagian” mana dari organisme yang akan berada dilatar depan...dan mana yang ada pada latar belakang. organisme yang akan berada dilatar depan...dan mana yang ada pada latar belakang. Bagian depan ditentukan oleh tugas yang harus dipenuhi organisme itu pada sesuatu saat Bagian depan ditentukan oleh tugas yang harus dipenuhi organisme itu pada sesuatu saat tertentu, yakni oleh situasi dimana organisme itu kebetulan berada, dan oleh tuntutan –  tertentu, yakni oleh situasi dimana organisme itu kebetulan berada, dan oleh tuntutan –  tuntutan yang harus dihadapinya.

tuntutan yang harus dihadapinya. Perkembangan organisme

Perkembangan organisme

Goldstein menyatakan bahwa apabila anak – anak dihadapkan pada situasi –  Goldstein menyatakan bahwa apabila anak – anak dihadapkan pada situasi –  si

situtuasasi i yayang ng dadapapat t didikuakuasasaininyaya, , mamaka ka ia ia akaakan n berberkekembmbanang g sesecacara ra nonormrmal al lelewatwat   pe

  pemamatatangngan an dadan n lalatitihahan. n. ApApababilila a mamasasalalah h – – mamasasalalah h barbaru u titimbmbulul, , mamaka ka ia ia akaakann mem

membenbentuk tuk polpola a – – polpola a barbaru u untuntuk uk menmenanganggulgulangianginyanya. . ReaReaksi ksi – – reareaksi ksi yanyang g tidtidak ak   ber

 berguna guna laglagi i untuntuk uk tujtujuan uan aktaktualualisisasiasi-di-diri ri akaakan n ditditingingggaggalkalkan. n. AkaAkan n tettetapi api kondkondisi isi – –  kon

kondidisi si lilingkngkungungan an teterlrlalalu u berberat at babagi gi kakapaspasititas as – – kapkapasasititas as anaanak, k, mamaka ka ia ia akaakann mengambangkan reaksi – reaksi yang tidak serasi dengan prinsip aktualisasi diri. Dalam mengambangkan reaksi – reaksi yang tidak serasi dengan prinsip aktualisasi diri. Dalam hal demikian, proses ini cenderung

hal demikian, proses ini cenderung menjadi terisolasi dari pola hidup orang tersebut.menjadi terisolasi dari pola hidup orang tersebut. Penelitian Khas dan Metode Penelitian

Penelitian Khas dan Metode Penelitian

Menurut Goldstein simtom- simtom dan pola – pola tingkah laku bukan sebagai Menurut Goldstein simtom- simtom dan pola – pola tingkah laku bukan sebagai   peristiwa – peristiwa yang terpisah, tetapi sebagai reaksi – reaksi yang berakar dan   peristiwa – peristiwa yang terpisah, tetapi sebagai reaksi – reaksi yang berakar dan merupakan bentuk – bentuk pengungkapan dari seluruh organisme itu sendiri. Dalam merupakan bentuk – bentuk pengungkapan dari seluruh organisme itu sendiri. Dalam   pen

  penelielitiatiannynnya a tententantang g macmacam am – – macmacam am afaafasia sia ataatau u gangangguagguan n bahabahasa, sa, mismisalnalnya, ya, iaia menolak teori bahwa afasia adalah akibat dari cedera pada bagian tertentu dalam otak dan menolak teori bahwa afasia adalah akibat dari cedera pada bagian tertentu dalam otak dan sebaliknya ia menyatakan bahwa karena ” bahasa adalah sarana dari individu untuk  sebaliknya ia menyatakan bahwa karena ” bahasa adalah sarana dari individu untuk  menyes

menyesuaikan diri dengan uaikan diri dengan dunia luar dunia luar dan dan untuk merealiuntuk merealisasiksasikan an diridirinya”, ”maka nya”, ”maka dari itudari itu setiap cara berbicara individu hanya dapat dipahami dari aspek hubungan dengan fungsi setiap cara berbicara individu hanya dapat dipahami dari aspek hubungan dengan fungsi seluruh organisme dalam usaha untuk merealisasikan dirinya semaksimal mungkin dalam seluruh organisme dalam usaha untuk merealisasikan dirinya semaksimal mungkin dalam suatu situasi”

(5)

Penelitian tentang Kasus – kasus Cedera O Penelitian tentang Kasus – kasus Cedera Otak tak 

Berbicara tentang simtom – simtom neurologis dan psikologis dari pasien-pasien Berbicara tentang simtom – simtom neurologis dan psikologis dari pasien-pasien yang menderita cedera otak, metode – metode untuk mentes fungsi – fungsi psikologis yang menderita cedera otak, metode – metode untuk mentes fungsi – fungsi psikologis serta perawatan terhadap pasien semacam ini, dalam buku ini dan tulisan – tulisan lain serta perawatan terhadap pasien semacam ini, dalam buku ini dan tulisan – tulisan lain yang

yang diterditerbitkabitkan, n, GoldstGoldstein ein tetap mempertahatetap mempertahankan nkan segi pandangan segi pandangan organiorganismiksmik, , yangyang menjelaskan tingkah laku pasien – pasien yang mendapat luka otak. Misalnya, salah satu menjelaskan tingkah laku pasien – pasien yang mendapat luka otak. Misalnya, salah satu ciri yang mencolok dari pasien – pasien ini adalah kebiasaan mereka akan keteraturan ciri yang mencolok dari pasien – pasien ini adalah kebiasaan mereka akan keteraturan dan kebersihan. Mereka menghabiskan banyak waktu untuk mengatur barang – barang dan kebersihan. Mereka menghabiskan banyak waktu untuk mengatur barang – barang milik mereka dan menjaga supaya segala sesuatunya tetap rapi. Goldstein mengamati milik mereka dan menjaga supaya segala sesuatunya tetap rapi. Goldstein mengamati   bahwa organisme sangat tahan uji dan cepat menyesuaikan diri dengan cacat tertentu   bahwa organisme sangat tahan uji dan cepat menyesuaikan diri dengan cacat tertentu selama orang itu berpendapat bahwa ia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya selama orang itu berpendapat bahwa ia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan tidak kehilangan keseimbangan oleh tekanan – tekanan yang tidak semestinya dari dan tidak kehilangan keseimbangan oleh tekanan – tekanan yang tidak semestinya dari dunia luar. Segi pandangan organismik tentang simtom – simtom memiliki implikasi dunia luar. Segi pandangan organismik tentang simtom – simtom memiliki implikasi   pr

  praktaktis is dan dan teoteoretretis. is. DalDalam am menmentes tes paspasien ien yanyang g lukluka a otaotak, k, mismisalnalnya, ya, sansangat gat penpentintingg me

memamakai kai tetes s dan dan memenynyajajikikannannya ya sesededemimikikian an rurupa pa sesehihinggngga a mamampmpu u memenemnemukaukann   perubahan – perubahan dalam kemampuan – kemampuannya yang merupakan akibat   perubahan – perubahan dalam kemampuan – kemampuannya yang merupakan akibat langsung dari cedera tersebut dan mampu membedakan simtom – simtom ini dari simtom langsung dari cedera tersebut dan mampu membedakan simtom – simtom ini dari simtom  – simtom yang timbul sebagai reaksi sekunder terhadap cacat tersebut. Salah satu alasan  – simtom yang timbul sebagai reaksi sekunder terhadap cacat tersebut. Salah satu alasan  penti

 penting ng untuk mengadakauntuk mengadakan n pembedpembedaan ini aan ini adalah bahwa macam adalah bahwa macam latilatihan dan han dan terapterapi i yangyang digunakan tergantung pada pengetahuan tentang simtom – simtom manakah yang sedikit digunakan tergantung pada pengetahuan tentang simtom – simtom manakah yang sedikit  banyak langsung dapat diobati dan simtom – simtom manakah yang perlu diubah dengan  banyak langsung dapat diobati dan simtom – simtom manakah yang perlu diubah dengan

mempengaruhi itu sebagai suatu keseluruhan. mempengaruhi itu sebagai suatu keseluruhan. Penelitian – penelitian Kasus Tunggal

Penelitian – penelitian Kasus Tunggal

Salah satu contoh penelitian intensif tentang satu individu adalah pengamatan atas Salah satu contoh penelitian intensif tentang satu individu adalah pengamatan atas kasus seorang laki –laki

kasus seorang laki –laki setensetengah baya gah baya yang menderiyang menderita ta cedercedera a otak yang otak yang dilakdilakukan olehukan oleh Goldstein dan kawan – kawannya (Hanfmann, Rickers-Ovsianka dan Goldstein, 1944) Goldstein dan kawan – kawannya (Hanfmann, Rickers-Ovsianka dan Goldstein, 1944) dalam jangka waktu bertahu

dalam jangka waktu bertahun – n – tahun. Laki – tahun. Laki – laki ini dirawat di sebuah rumah sakit danlaki ini dirawat di sebuah rumah sakit dan tingkah lakunya sehari – hari ditempat ini, juga performansnya dalam situasi – situasi tes tingkah lakunya sehari – hari ditempat ini, juga performansnya dalam situasi – situasi tes  baku dan interviu diamati dan cacat. Ia dapat menemukan dengan mudah jalan di sekitar   baku dan interviu diamati dan cacat. Ia dapat menemukan dengan mudah jalan di sekitar  rumah sakit tetapi kemampuannya ini tergantung pada pengenalan atas benda – benda rumah sakit tetapi kemampuannya ini tergantung pada pengenalan atas benda – benda yang agak konkret, bukan pada suatu ”frame of reference” yang umum. Misalnya, ia yang agak konkret, bukan pada suatu ”frame of reference” yang umum. Misalnya, ia mnegenal kamar testing karena kamar itu mempunyai tiga jendela tidak seperti kamar –  mnegenal kamar testing karena kamar itu mempunyai tiga jendela tidak seperti kamar –  kamar lainnya. Kasus lain yang diteliti secara intensif dengan metode teori organismik  kamar lainnya. Kasus lain yang diteliti secara intensif dengan metode teori organismik  adalah kasus anak laki – laki berusia 11 tahun, yang disebut ”idiotsavant” (cendekiawan adalah kasus anak laki – laki berusia 11 tahun, yang disebut ”idiotsavant” (cendekiawan yang idiot) (Shreerer, Rothman dan Goldstein, 1945). Walaupun dalam beberapa hal anak  yang idiot) (Shreerer, Rothman dan Goldstein, 1945). Walaupun dalam beberapa hal anak  ini nyata – nyata lemah secara intelektual, namun ia dapat mengerjakan soal – soal ini nyata – nyata lemah secara intelektual, namun ia dapat mengerjakan soal – soal hitungan secara menakjubkan. Tak ada sesuatu yang kreatif disana, berbekal kemampuan hitungan secara menakjubkan. Tak ada sesuatu yang kreatif disana, berbekal kemampuan menghitung dan bermain dengan telinga yang merupakan bawaan sejak lahir, maka ia menghitung dan bermain dengan telinga yang merupakan bawaan sejak lahir, maka ia akan memusatkan seluruh energinya untuk mengaktualisasikan kedua potensi ini. Semua akan memusatkan seluruh energinya untuk mengaktualisasikan kedua potensi ini. Semua kek

kekururanangagannynnya a inini i bebersrsumumbeber r papada da cacacacat t daldalam am sisikap kap ababststraraknyknya. a. PaPara ra pepenunuliliss menyimpulkan bahwa ”konsep tentang sikap abstrak merupakan ”frame of reference” menyimpulkan bahwa ”konsep tentang sikap abstrak merupakan ”frame of reference” metodologis,..untuk memahami simtom – simtom inin dari segi pandangan yang utuh” metodologis,..untuk memahami simtom – simtom inin dari segi pandangan yang utuh”

(6)

Tingkah laku Abstrak versus tingkah laku Konkret Tingkah laku Abstrak versus tingkah laku Konkret

Analisa terinci tentang kerusakan sikap abstrak yang disebabkan oleh suka pada Analisa terinci tentang kerusakan sikap abstrak yang disebabkan oleh suka pada ”fr

”frontontallallobesobes” ” menmenunjunjukaukan n kekkekuraurangangan n – – kekkekuraurangan ngan sebsebagai agai berberikuikut t : : (1) (1) paspasien ien – –   pasien tidak dapat memisahkan dunia luar dari dunia dalam (pengalaman batin). (2)  pasien tidak dapat memisahkan dunia luar dari dunia dalam (pengalaman batin). (2) mereka tidak dapat mengerjakan sesuatu dengan sengaja dan sadar. (3) mereka tidak  mereka tidak dapat mengerjakan sesuatu dengan sengaja dan sadar. (3) mereka tidak  mempunyai pengertian tentang hubungan – hubungan ruang. (4) mereka tidak dapat mempunyai pengertian tentang hubungan – hubungan ruang. (4) mereka tidak dapat  beralih dari satu tugas ke tugas lain. (5) mereka tidak dapat mengingat perbedaan. (6)  beralih dari satu tugas ke tugas lain. (5) mereka tidak dapat mengingat perbedaan. (6) mereka kurang mampu bereaksi terhadap suatu keseluruhan yang teratur, menguraikan mereka kurang mampu bereaksi terhadap suatu keseluruhan yang teratur, menguraikan keseluruhan ke dalam bagian – bagian, serta menyintesiskannya kembali. (7) mereka keseluruhan ke dalam bagian – bagian, serta menyintesiskannya kembali. (7) mereka tidak dapat mengabstraksikan sifat – sifat umum dari serangkaian benda – benda atau tidak dapat mengabstraksikan sifat – sifat umum dari serangkaian benda – benda atau menemukan hubungan – hubungan bagian keseluruhan. (8) orang yang luka otak tidak  menemukan hubungan – hubungan bagian keseluruhan. (8) orang yang luka otak tidak  dapat merencanaka

dapat merencanakan n sebelusebelumnya, memperhimnya, memperhitungkan sesuatu yang tungkan sesuatu yang mungkimungkin n terjterjadi adi padapada waktu yang akan datang, atau berpikir secara simbolis.

waktu yang akan datang, atau berpikir secara simbolis.

Penelitian – penelitian empiris Goldstein tentang tingkah laku abstrak dan konkret Penelitian – penelitian empiris Goldstein tentang tingkah laku abstrak dan konkret menjelaskan diktum atau semboyan teori organismik bahwa apa saja yang terjadi pada menjelaskan diktum atau semboyan teori organismik bahwa apa saja yang terjadi pada salah satu bagian dalam organisme mempengaruhi seluruh organisme. Dalam kasus luka salah satu bagian dalam organisme mempengaruhi seluruh organisme. Dalam kasus luka yang berat pada ”frontal lobes” akibat – akibatnya adalah besar sekali. Luka – luka pada yang berat pada ”frontal lobes” akibat – akibatnya adalah besar sekali. Luka – luka pada  jaringan – jaringan atau organ – organ lain mungkin menimbulkan akibat – akibat yang  jaringan – jaringan atau organ – organ lain mungkin menimbulkan akibat – akibat yang kurang dramatik dan kurang kentara pada seluruh orangnya, tetapi apapun yang terjadi, kurang dramatik dan kurang kentara pada seluruh orangnya, tetapi apapun yang terjadi, semua itu akan menimpa dan mempengaruhi seluruh orangnya ( sebuah analisis yang semua itu akan menimpa dan mempengaruhi seluruh orangnya ( sebuah analisis yang cermat dan kritis tentang konsep tingkah laku abstrak dan tingkah laku konkret dalam cermat dan kritis tentang konsep tingkah laku abstrak dan tingkah laku konkret dalam  pandangan Goldstein, bisa dilihat dalam Pikas, 1966).

 pandangan Goldstein, bisa dilihat dalam Pikas, 1966).

Seperti Goldstein, Angyal berpendapat bahwa kita sebenarnya membutuhkan ilmu Seperti Goldstein, Angyal berpendapat bahwa kita sebenarnya membutuhkan ilmu   pen

  pengetgetahuahuan an barbaru u bukabukan n yanyang g perpertamtama a – – tamtama a berbersifsifat at psipsikolkologiogis, s, sossosioliologiogis, s, ataatauu fisiologis, tetapi berbeda dengan Goldstein, Angyal menekankan bahwa tidak mungkin fisiologis, tetapi berbeda dengan Goldstein, Angyal menekankan bahwa tidak mungkin membedakan organisme dari lingkungannya karena keduanya saling meresapi dengan membedakan organisme dari lingkungannya karena keduanya saling meresapi dengan cara yang begitu kompleks sehinggga setiap usaha untuk menceraikan keduanya akan cara yang begitu kompleks sehinggga setiap usaha untuk menceraikan keduanya akan mer

merusausakkakkan n keskesatuatuan an yanyang g wajwajar ar dardari i keskeselueluruhruhannyannya a dan dan menmenimimbulbulkan kan perperbedbedaanaan artifisial antara organisme dan lingkungan.

Referensi

Dokumen terkait

Kondisi ini membuat proses inisiasi bonding menjadi lebih lambat, oleh karena bayi yang kurang responsif cenderung menginduksi ibu atau orangtua menjadi tidak responsif

yang dilihat dari kelompok peserta didik berkemampuan akademik tinggi,.. akademik sedang dan akademik rendah yang bertindak

Limbah cair dari industri tahu tidak banyak dimanfaatkan menjadi sebagai produk yang dapat dikonsumsi dikarenakan ketidakseriusan masyarakat dalam upaya pengolahan

Puji syukur Alhamdulilah kami panjatkat kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini yang

Analisis Penggunaan ~kiri, ~mama dan ~ppanashi dalam Kalimat Bahasa Jepang. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Memberitahukan kepada Otoritas Perbankan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak ditentukkan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang perbankan

Jenis penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian analisis korelasional untuk mengetahui hubungan antara tindakan mandiri personal hygiene oleh perawat

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor personal (pengetahuan K3, pelatihan K3, beban kerja, kelelahan) dan manajemen K3 memiliki pengaruh negatif yang signifikan