Pengaruh Variasi Fraksi Volume, Temperatur dan Waktu Terhadap Karakteristik Bending Komposit Polyester - Partikel Hollow Glass Microspheres
Teks penuh
Dokumen terkait
Pada komposit 20% dapat dilihat pada tabel 16, bahwa kegagalan pada penampang patahan di dominasi oleh fiber breaking , fiber breaking terjadi karena matrik
Pada fraksi volume 30% diperoleh kekuatan impak sebesar 0,144 J/mm 2 , lebih kuat dari komposit dengan fraksi volume 20% hal ini terjadi karena jumlah serat yang digunakan
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu komposit dengan penambahan fraksi volume HGM sebanyak 15%-16% dan di- curing pada temperatur 90°C selama 24 jam
Hasil yang didapatkan adalah dengan peningkatan temperature curing komposit hybrid maka kekuatan tariknya akan meningkat, hal ini terjadi karena komposit yang di-curing pada
Pada gambar 5 dilihat pola patahan untuk sampel uji bending komposit serat tunggal ampas empulur sagu, dimana bentuk serat ampas empulur sagu berbentuk pendek dan acak, sehingga
dalam hal perbandingan volume komposit akan ada nilai batas dimana volume resinnya maksimal, setelah melewati titik maksimal tersebut jika volume ditambahkan maka
Pada fraksi volume 30% diperoleh kekuatan impak sebesar 0,144 J/mm 2 , lebih kuat dari komposit dengan fraksi volume 20% hal ini terjadi karena jumlah serat yang digunakan
Dari data hasil pengujian bending dan pengujian tarik menunjukkan bahwa komposit dengan fraksi volume partikel 30% memiliki kekuatan bending dan tarik lebih