Pengaruh Variasi Fraksi Volume, Temperatur Curing dan Post-Curing Terhadap Karakteristik Tekan Komposit Epoxy - Hollow Glass Microspheres IM30K
Teks penuh
Dokumen terkait
Tugas Akhir berjudul : ” PENGARUH VARIASI FRAKSI VOLUME PADA KOMPOSIT SERBUK KAYU JATI BERMATRIK EPOXY DENGAN VARIASI PERBANDINGAN 70%:30%, 60%:40% DAN 50%:50%
Berdasarkan uraian di atas, maka perumusan masalah dari penelitian ini adalah pengaruh variasi fraksi volume komposit serbuk kayu (limbah gergaji) dan lem epoxy
Dari tabel 4.1 dapat dilihat pada tipe struktur chopped, woven dan continue menunjukkan kekuatan tegangan tarik yang semakin meningkat seiring penambahan fraksi
Hasil yang didapatkan adalah dengan peningkatan temperature curing komposit hybrid maka kekuatan tariknya akan meningkat, hal ini terjadi karena komposit yang di-curing pada
Dari hasil pengujian komposit epoxy berpenguat serat tebu dengan variasi fraksi volume serat 10% yang sudah dilakukan dapat dilihat pada gambar 4.1 bahwa nilai rata-rata
Waktu penahanan 5 jam menghasilkan kekuatan tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan waktu penahanan 3 jam apabila sebelum melewati temperatur transisinya (Tg)..
Pembuatan komposit dilakukan dengan metode hand lay up, dengan fraksi volume tetap matriks epoxy : serat batang kecombrang yaitu 65% : 35%.. Serat batang
Dari hasil SEM pola patahan komposit dengan penambahan fraksi volume HGM 15% yang di post-curing pada temperatur 110°C selama 5 jam pada gambar 10, dapat dilihat pola