• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN KEPUSTAKAAN A. Kajian Teori

1. Pembelajaran Fisika (Hakekat IPA)

Pada hakikatnya IPA dibangun atas dasar produk ilmiah, proses ilmiah, dan sikap ilmiah. Selain itu, IPA dipandang sebagai proses, sebagai produk, dan sebagai prosedur. Sebagai proses diartikan semua kegiatan ilmiah untuk menyempurnakan pengetahuan tentang alam maupun untuk menemukan pengetahuan baru. Sebagai produk diartikan sebagai hasil proses, berupa pengetahuan yang diajarkan dalam sekolah atau di luar sekolah ataupun bahan bacaan untuk penyebaran atau dissiminasi pengetahuan. Sebagai prosedur dimaksudkan adalah metodologi atau cara yang dipakai untuk mengetahui sesuatu (riset pada umumnya) yang lazim disebut metode ilmiah (scientific method).

Secara umum IPA meliputi tiga bidang ilmu dasar, yaitu biologi, fisika, dan kimia. Fisika merupakan salah satu cabang dari IPA, dan merupakan ilmu yang lahir dan berkembang lewat langkah-langkah observasi, perumusan masalah, penyusunan hipotesis, pengujian hipotesis melalui eksperimen, penarikan kesimpulan, serta penemuan teori dan konsep. Dapat dikatakan bahwa hakikat fisika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala melalui serangkaian proses yang dikenal dengan proses ilmiah yang dibangun atas dasar sikap ilmiah dan hasilnya terwujud sebagai produk ilmiah yang tersusun atas tiga komponen

(2)

terpenting berupa konsep, prinsip, dan teori yang berlaku secara universal (Trianto, 2014).

2. Media Pembelajaran

a. Pengertian Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti „tengah‟, ‟perantara‟ atau „pengantar‟. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara (ﻞﺋﺎﺳ ) atau pengantar pesan dari و pengirim kepada penerima pesan. Gerlach & Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat peserta didik mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. (Arsyad, 2007)

Rossi dan Breidle (dalam Sanjaya: 2012) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk tujuan pendidikan seperti radio, televisi, buku, koran, majalah dan sebagainya. Gerlach, Gagne (dalam Sanjaya: 2012) juga mengatakan bahwa media pembelajaran adalah pelbagai komponen yang ada dalam lingkungan peserta didik yang dapat merangsangnya untuk belajar.

(3)

b. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran

Pendidik dapat mempergunakan film, televisi, atau gambar yang memberikan informasi yang lebih baik kepada peserta didik. Melalui media pembelajaran hal yang bersifat abstrak bisa lebih menjadi konkret. Memerhatikan penjelasan di atas, maka secara khusus media pembelajaran bermanfaat untuk :

1) Menangkap suatu objek atau peristiwa-peristiwa tertentu.

Peristiwa-peristiwa penting atau objek yang langka dapat diabadikan dengan foto, film, atau direkam melalui video atau audio, kemudian peristiwa itu dapat disimpan dan dapat digunakan manakala diperlukan.

2) Memanipulasi keadaan, peristiwa atau objek tertentu.

Melalui media pembelajaran, pendidik dapat menyajikan bahan pelajaran yang bersifat abstrak menjadi konkret sehingga mudah dipahami dan dapat menghilangkan verbalisme.

3) Menambah gairah dan motivasi belajar peserta didik.

Penggunaan media dapat menambah motivasi belajar peserta didik sehingga perhatian peserta didik terhadap materi pembelajaran dapat lebih meningkat. (Sanjaya, 2014)

Sedangkan menurut Hamalik (dalam Sanjaya: 2014) fungsi media pembelajaran, yaitu:

(4)

2. Penggunaan media merupakan bagian integral dalam sistem pembelajaran

3. Media pembelajaran penting dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran

4. Penggunaan media dalam rangka pembelajaran adalah untuk mempercepat proses pembelajaran dan membantu peserta didik dalam upaya memahami materi yang disajikan oleh pendidik dalam kelas

5. Penggunaan media dalam pembelajaran dimaksudkan untuk mempertinggi mutu pendidikan.

c. Pemilihan Media Pembelajaran

Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendapatkan pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah sebagai berikut:

1) Motivasi. Harus ada kebutuhan, minat, keinginan, untuk belajar dari peserta didik sebelum meminta perhatiannya untuk mengerjakan tugas dan latihan.

2) Perbedaan individual. Peserta didik belajar dengan cara dan tingkat kecepatan yang berbeda-beda. Faktor-faktor seperti kemampuan intelejensi, tingkat pendidikan, kepribadian, dan gaya belajar mempengaruhi kemampuan dan kesiapan peserta didik untuk belajar.

(5)

3) Tujuan Pembelajaran. Jika peserta didik diberitahukan apa yang diharapkan mereka pelajari melalui media pembelajaran itu, kesempatan untuk berhasil dalam pembelajaran semakin besar. 4) Organisasi isi. Pembelajaran akan lebih mudah jika isi dan prosedur

atau keterampilan fisik yang akan dipelajari diatur dan diorganisasikan ke dalam urutan-urutan yang bermakna.

5) Persiapan sebelum belajar. Peserta didik sebaiknya telah menguasai secara baik pelajaran dasar dan memiliki pengalaman yang diperlukan secara memadai yang mungkin merupakan prasyarat unttuk menggunakan media dengan sukses.

6) Emosi. Pembelajaran yang melibatkan emosi dan perasaan pribadi serta kecakapan amat berpengaruh dan bertahan.

7) Partisipasi. Agar pembelajaran berlangsung dengan baik, seorang peserta didik menginternalisasikan informasi, tidak sekedar diberitahukan kepadanya.

8) Umpan balik. Hasil belajar dapat meningkat apabila secara berkala peserta didik diinformasikan kemajuan belajarnya.

9) Penerapan. Hasil belajar yang diinginkan adalah meningkatkan kemampuan seseorang untuk menerapkan atau mentransfer hasil belajar pada masalah atau situasi baru.

Seperti uraian tersebut, kriteria pemilihan media bersumber dari konsep bahwa media merupakan bagian dari sistem pembelajaran secara keseluruhan.

(6)

Kriteria pemiliha media pembelaharan yaitu: a) Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

b) Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi.

c) Praktis, luwes, dan bertahan.

d) Peserta didik harus terampil menggunakannya. e) Mutu Teknis

3. Pembelajaran Berbasis Multimedia Presentasi a. Konsep Multimedia

Multimedia adalah media presentasi dengan menggunakan teks, audio, dan visual sekaligus. Menurut Hofstteter, (dalam Sanjaya: 2014) multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerk (video dan animasi) dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai untuk melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi.

Multimedia presentasi digunakan untuk menjelaskan materi-materi yang sifatnya teoretis, media ini cukup efektif sebab menggunakan multimedia projector yang memiliki jangkauan pancar cukup besar. Kelebihan media ini adalah menggabungkan semua unsur media seperti teks, video, animasi, image, grafik, dan sound menjadi satu kesatuan penyajian, sehingga mengakomodasi sesuai dengan modalitas belajar peserta didik.

(7)

b. Pembelajaran Berbasis Multimedia Presentasi

Pembelajaran berasal dari kata belajar, kata pembelajaran merupakan perpaduan dari dua aktivitas belajar dan mengajar. Kata pembelajaran mulai populer semenjak lahirnya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 yang mengartikan pembelajaran sebagai proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Hal ini sejalan dengan pengertian pembelajaran yang diungkapkan Mulyasa (2009) yang menyatakan, “pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik”. Dengan kata lain pembelajaran merupakan suatu upaya pendidik untuk menciptakan kondisi peserta didik untuk belajar dan merubah perilaku ke arah yang lebih baik.

Pembelajaran berbasis multimedia presentasi dapat meningkatkan minat belajar peserta didik karena multimedia presentasi dapat digunakan untuk menjelaskan materi-materi yang bersifat teoritis, digunakan dalam pembelajaran klasikal dengan group belajar yang cukup banyak. Media ini cukup efektif sebab menggunakan multimedia presentasi yang memiliki jangkauan pancar cukup besar.

(8)

4. Media Prezi

a. Pengertian Prezi

Prezi adalah sebuah perangkat lunak untuk presentasi berbasis internet (SaaS). Selain untuk presentasi, prezi juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengeksplorasi dan berbagi ide di atas kanvas virtual. Prezi menjadi uggul karena program ini menggunakan en:Zooming User Interface (ZUI), yang memungkinkan pengguna prezi untuk memperbesar dan memperkecil tampilan media presentasi mereka.

Prezi digunakan sebagai alat untuk membuat presentasi dalam bentuk linier maupun non-linier, yaitu presentasi terstruktur sebagai contoh dari presentasi linier, atau presentasi berbentuk peta pikiran (mind-map) sebagi contoh dari presentasi non-linier. Pada prezi, teks, gambar, video, dan media presentasi lainnya ditempatkan di atas kanvas presentasi, dan dapat dikelompokkan dalam bingkai-bingkai yang telah disediakan

b. Mengenal Tool Yang Ada Di Prezi

Untuk mengedit bisa memilih slide mana dulu yang ingin di edit, sesuai dengan list nomor yang ada di samping kiri. Contoh dari slide nomor satu ke nomor tiga dapat dilakukan dengan cara klik nomor satu, drag ke nomor tiga dan lepas.

(9)

Gambar 2.1 1. Zooming Around

Gambar 2.2

Digunakan untuk memperbesar layar, digunakan untuk memperkecil layar.

2. Panning (pergeseran)

Untuk menggeser layar ke kiri atau ke kanan cukup tahan kiri mouse lalu gerakkan ke arah yang diinginkan.

(10)

3. Insert

Gambar 2.4

Tool ini berguna untuk memasukkan gambar, menyisipkan symbol, video, menambah layout, menambah chart (grafik), menyisipkan musik dan lainnya.

Gambar 2.5

Layout berfungsi untuk menambah slide yang akan kita buat, karena jika materi yang dipresentasikan cukup banyak, maka perlu adanya tambahan slide yang dapat diambil pada bagian layout. 4. Customize

Gambar 2.6

Digunakan untuk mengganti background dari prezi yang dibuat, sesuai dengan warna yang kamu inginkan, atau kamu juga bisa mengambil gambar maupun file yang ada di PC kamu. Jika

(11)

menggunakan tema yang sudah ada di prezi, maka akan tampil seperti ini

Gambar 2.7

Jika kamu ingin mengambil background dari gambar yang ada di PC kamu, caranya :

 Klik choose file, pada box customize di sebelah kanan. Pilih gambar yang kamu suka, lalu klik “Open” atau double click pada gambar. Maka akan muncul seperti ini :

 Maka background-nya akan berubah seperti di gambar berikut :

Gambar 2.8 5. Present

(12)

Digunakan untuk melihat hasil kerja prezi yang telah di buat secara keseluruhan.

6. Share

Gambar 2.10

Tool ini digunakan untuk menshare prezi ke aplikasi prezi, yang bisa di-setting untuk dilihat secara public, hidden, dan private. Prezi juga bisa di share ke facebook. Dibagian ini, juga bisa digunakan untuk men-download hasil kerja kamu, baik dalam bentuk PDF maupun “Download As Portable Prezi”

7. Setting

Gambar 2.11

Tool ini digunakan untuk mengatur segala sesuatu yang berhubungan ratio dari kanvas atau layar prezi kamu.

8. Exit

Gambar 2.12

Tool ini berguna untuk keluar dari kanvas kerja dan otomatis menyimpan hasil kerja yang telah kamu kerjakan.

c. Mendaftar Prezi

(13)

a) Akses ke www.Prezi.com , Klik Log In.

Gambar 2.13

b) Dan selanjutnya pada bagian kanan atas, klik Sign Up.

Gambar 2.14 c) Choose your Prezi License.

Gambar 2.15

Di sini Prezi memiliki 3 tipe akun yang masing-masing memiliki harga dan fitur yang berbeda-beda. Tidak gratis ! Tetapi, jika menggunakan license Public setiap Prezi yang dibuat oleh

(14)

pengguna harus dipublikasikan di situs web Prezi agar bisa diakses oleh publik.

d) Pada bagian ini, pastikan email yang kamu punya benar password dan username-nya. Kamu harus mengisi data yang diminta. Maka nanti akan tampil layar seperti ini :

Gambar 2.16

e) Setelah data yang diminta diisi dan disetujui, maka akan keluar tampilan layar seperti dibawah ini. Lalu klik “Create a New Prezi”.

Gambar 2.17

f) Pilih template sesuai dengan apa yang kamu suka, lalu klik “Use Template”. Atau double click di template yang sudah dipilih

(15)

Gambar 2.18 2. Menginstal Prezi

a) Select bagian pojok kanan atas, pilih Product.

Gambar 2.19

b) Lalu akan muncul download now pada layar komputer kamu. Dan klik

Gambar 2.20

c) Setelah download selesai, cek di-folder download kamu Prezi dekstop yang logonya seperti berikut

(16)

Gambar 2.21

d) Double click pada Prezi dekstop, maka akan muncul box seperti ini lalu klik Install.

Gambar 2.22

e) Setelah penginstalan selesai klik “Launch”

(17)

f) Jika telah selesai, maka akan muncul tampilan seperti di bawah, kamu hanya tinggal mengisi email dan password yang telah kamu buat sebelumnya.

Gambar 2.24 3. Copy Crack File (PreziNext.Windows.Core.dll) 4. Instal CrackClock

d. Kelebihan dan Kekurangan Prezi 1. Kelebihan Prezi

a) Tampilan dari Template dan Tema yang lebih bervariasi dibandingkan dengan powerpoint

b) Banyak pilihan tema yang lucu dan menarik yang dapat dipilih secara online

c) Menggunakan metode ZUI (Zooming User Interface), metode ini membuat presentasi semakin menarik

d) Penggunaannya juga sangat mudah, karena toolbarnya yang tidak banyak

e) Di akun prezi kamu bisa berbagi hasil presentasi yang telah kamu buat.

(18)

2. Kekurangan Prezi

a) Prezi sulit untuk memasukkan symbol matematika

b) Proses instalasi prezi membutuhkan koneksi internet (secara Online)

c) Karena menggunakan ZUI (Zooming User Interface) mengakibatkan tampilan prezi terlihat lebih monoton

d) Untuk menggunakan prezi, User harus memiliki akun sendiri e) Prezi jika ingin digunakan dalam jangka waktu yang lama dan

fitur yang lebih lengkap akan dikenakan biaya. (Rusyfian 2016:10)

Keberadaan media pembelajaran yang mampu menampilkan proses pembentukan bayangan secara lebih konkrit dan jelas menjadi penting penggunaannya. Media prezi merupakan salah satu media yang dapat menjelaskan materi gerak yang bersifat abstrak ke konkrit karena dalam media prezi dapat dimasukkan animasi-animasi mengenai gerak dan pembentukannya.

5. Minat Belajar Peserta Didik a. Pengertian Minat Belajar

Menurut Sukardi (dalam Susanto: 2013), minat dapat diartikan sebagai suatu kesukaan, kegemmaran, atau kesenangan akan sesuatu. Adapun menurut Sardiman (dalam Susanto: 2013), minat adalah suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti

(19)

sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhan sendiri.

Menurut Bernard dalam Sardiman menyatakan bahwa minat timbul secara tiba-tiba atau spontan, melainkan timbul akibat dari partisipasi, pengalaman, kebiasaan pada waktu belajar atau bekerja. Jadi, jelas bahwa, minat akan selalu terkait dengan persoalan kebutuhan dan keinginan. Dalam kaitannya dengan belajar, (Hansen dalam Susanto: 2013) menyebutkan bahwa minat belajar peserta didik erat hubungannya dengan kepribadian, motivasi, ekspresi dan konsep diri atau identifikasi, faktor keturunan dan pengaruh eksternal atau lingkungan. Dalam praktiknya, minat atau dorongan dalam diri peserta didik terkait dengan apa dan bagaimana peserta didik dapat mengaktualisasikan dirinya melalui belajar.

Sedangkan menurut Elizabeth Hurlock (dalam Susanto: 2013) menyebutkan bahwa ciri-ciri minat meliputi :

1) Minat tumbuh bersamaan dengan perkembangan fisik dan mental 2) Minat tergantung pada kegiatan belajar

3) Minat tergantung pada kesempatan belajar 4) Perkembangan minat mungkin terbatas 5) Minat dipengaruhi budaya

b. Peranan Minat dalam Belajar

Dalam kehidupan sehari-hari sering tidak dibedakan antara minat dan perhatian, walaupun sebenarnya pengertian keduanya berbeda akan

(20)

tetapi antara minat dan perhatian mempunyai hubungan yang sangat erat. Sebagai contoh orang yang mempunyai minat kepada sesuatu dengan sendirinya perhatiannya menuju ke arah sesuatu itu.

Minat itu sendiri timbul bisa dari luar dirinya seperti akibat pengaruh dari pendidiknya, teman sekelas, dan anggota keluarganya.

Tugas seseorang pendidik adalah bagaimana memberikan daya tarik pada anak didik supaya timbul minat untuk belajar lebih giat lagi serta mengarahkan minat-minat anak didik agar membawa hasil yang baik dari belajarnya (Azhari, 2014).

Dalam dunia pendidikan di sekolah, minat memegang peranan penting dalam belajar. Karena minat ini merupakan suatu kekuatan motivasi yang menyebabkan seseorang memusatkan perhatian terhadap seseorang, suatu benda, atau kegiatan tertentu. Dengan demikian, minat merupakan unsur yang menggerakkan motivasi seseorang sehingga orang tersebut dapat berkonsentrasi terhadap suatu benda atau kegiatan tertentu. Dengan adanya unsur minat belajar pada diri peserta didik , maka peserta didik akan memusatkan perhatiannya pada kegiatan belajar tersebut. Dengan demikian, minat merupakan faktor yang sangat penting untuk menunjang kegiatan belajar peserta didik.

6. Materi Gerak Pada Benda a. Pengertian Gerak

Suatu benda dikatakan bergerak apabila posisi atau kedudukannya berubah dibandingkan dengan sesuatu yang dianggap diam.

(21)

b. Jenis-Jenis Gerak

1) Gerak Menurut Keadaan Benda a) Gerak nyata

Gerak nyata adalah gerak suatu benda yang diakibatkan oleh perubahan jarak dan atau posisi benda terhadap titik acuannya. Contoh: gerak revolusi bumi mengitari gerak tahunan bumi b) Gerak semu

Gerak semu adalah gerakan suatu benda yang sebenarnya diam namun oleh pengamat teramati bahwa benda tersebut seolah-olah bergerak.

Contoh: orang yang berada didalam bus, seolah-olah melihat benda yang berada diluar bergerak.

2) Gerak Menurut Bentuk Lintasan a) Gerak Lurus

Gerak lurus adalah gerak yang lintasannya berbentuk garis lurus (tidak berbelok-belok)

Gerak lurus ada dua macam yaitu GLB dan GLBB.  Gerak Lurus Beraturan (GLB)

Gerak suatu benda dengan lintasan lurus dengan kelajuan tetap.

(22)

Pada gerak lurus beraturan (GLB), dalam waktu yang sama benda akan menempuh jarak yang sama.

 Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

Gerak benda yang membentuk lintasan lurus dengan kelajuan yang selalu berubah secara teratur.

Contoh: buah kelapa yang jatuh dari tangkainya, kelereng yang menggelinding dengan lintasan yang lurus, pesawat yang sedang terbang dengan lintasan lurus di udara.

b) Gerak Melingkar

Gerak melingkar adalah gerak yang lintasannya berbentuk lingkaran atau bagian dari lingkaran.

Contoh: ujung jarum jam yang melingkari pusat putarannya. c) Gerak Parabola

Gerak parabola adalah gerak benda dengan lintasan berbentuk parabola.

Contoh: bola yang ditendang melambung ke atas c. Hukum I Newton

Hukum I Newton menyatakan "Suatu benda tetap diam atau

bergerak lurus beraturan jika tidak ada gaya yang bekerja pada benda itu atau jika resultan gaya yang bekerja pada benda itu sama dengan nol."

(23)

d. Hukum II Newton

Hukum II Newton membahas hubungan antara gaya konstan yang bekerja pada benda terhadap percepatan yang timbul pada benda tersebut dan hubungan antara massa benda terhadap percepatan yang timbul pada benda akibat gaya konstan yang bekerja pada benda tersebut.

Hukum II Newton dapat dinyatakan dengan bentuk persamaan:

a =

𝐹

𝑚

F = m . a a = percepatan (m/s2) F = gaya (N)

m = massa benda (kg) e. Hukum III Newton

Hukum III Newton disebut juga dengan hukum aksi-reaksi. Artinya jika pada suatu benda diberikan gaya sebagai aksi maka benda tersebut akan melawan dengan gaya sebagai gaya reaksi.

Hukum III Newton menyatakan "Jika suatu benda I mengerjakan gaya terhadap benda II maka benda II mengerjakan gaya pada benda I yang besarnya sama, tetapi dengan arah yang berlawanan dengan arah gaya dari benda I".

Secara matematis hukum III Newton dapat dinyatakan : Faksi = -Freaksi

(24)

f. Penerapan Hukum Newton Dalam Kehidupan Sehari-Hari Dalam kehidupan sehari-hari hukum newton banyak diterapkan pada hal-hal sebagai berikut.

1. Orang yang sedang mendayung sampan

2. Mempercepat laju kendaraan bermotor dengan memperbesar gas 3. Memperlambat laju kendaraan bermotor dengan mengerem 4. Orang yang sedang berjalan di tempat yang kasar

7. Al-Qur’an dan Sains

Sains adalah pengetahuan yang sistematis. Sains adalah suatu eksplorasi kealam materi berdasarkan observasi dan mencari hubungan-hubungan alamiah yang teratur tidaklah berdiri sendiri, mereka saling terkait satu sama lain. Fenomena alam tidak muncul sia-sia tanpa pesan dan tujuan. Mengamati dan merenungkan alam berarti memahami kebijaksanaan Allah SWT. Sains Islam adalah sains yang sepenuhnya dibangun atas fondasi wahyu yaitu Al-Qur‟an dan Sunnah (Purwanto, 2015).

Keberadaan ilmu pengetahuan modern bisa menjadi sarana yang membantu pemahaman ayat-ayat kauniah berkaitan dengan alam semesta didalam Al-qur‟an. Menafsirkan ayat-ayat kauniah yang berkaitan dengan kejadian-kejadian pada penciptaan alam semesta adalah pekerjaan yang sulit, karena tidak ada seorang pun yang pernah melihat alam ini ketika diciptakan, penciptaan alam ini dapat kita lihat dalam firman Allah QS. Al-Qashash, 28: 71-72

(25)

                                           

Artinya: Katakanlah: "Terangkanlah kepadaKu, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka Apakah kamu tidak mendengar?", Katakanlah: "Terangkanlah kepadaKu, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka Apakah kamu tidak memperhatikan?" (Al-Qur‟an dan Terjemahan, 2005).

Makanya ada gerakan bumi mengelilingi matahari mengakibatkan lahirnya aneka musim, ada musim dingin, musim panas, musim semi, dan musim gugur. Tanpa adanya pergerakan itu manusia hanya akan mengalami musim panas dan musim dingin. Allah menciptakan bumi ini sangat mudah untuk diri-Nya, dimanapun manusia tinggal dapat hidup, begitu juga makhluk-makhluk lainnya.

Adapun jarak bumi dan matahari sekitar 150 juta km, jarak ini ditentukan oleh Allah sedemikian rupa sehingga mempunyai peranan yang cukup besar dalam taqdir yakni penentuan kadar “makanan” terhadap kehidupan makhluk hidup di alam ini. Sehingga kadar dari cahaya matahari yang menyebar ke planet-planet tata surya di alam ini sangat cocok dengan keadaan masing-masing planet dan penghuninya.

Bila seandainya bumi ini lebih dekat posisinya ke matahari, maka sudah barang tentu panas cahaya matahari yang sampai ke bumi ini akan

(26)

menghanguskan atau membakar semua bentuk kehidupan dan semua cairan akan menguap, demikian juga jika jarak matahari lebih jauh dari bumi, tentu saja semua cairan akan membeku dan akan mengganggu kondisi penghuninya.

Bumi diciptakan oleh Allah punya gravitasi (daya tarik) artinya segala benda yang jatuh dari atas akan jatuh ke bumi oleh karena itu segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah akan banyak hikmahnya dan sudah ditentukan dengan kekuasaan Allah dan cocok bagi kehidupan makhluk yang tinggal di atas bumi (Hasymi, 2012).

8. Validitas, Praktikalitas, dan Efektivitas a. Validitas

Agar suatu produk dapat digunakan sesuai dengan tujuannya, maka perlu dilihat validitas produk tersebut. Validitas merupakan penilaian terhadap rancangan suatu produk, apakah sudah tepat. Menurut Emzir (2013:273) validitas produk merupakan proses penilaian rancangan produk yang dilakukan dengan memberi penilaian berdasarkan pemikiran rasional, tanpa uji coba di lapangan. Menurut Sugiyono (2010:34) Validitas produk dapat dilakukan oleh beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai kelemahan dan kekuatan produk yang dihasilkan.

Pakar yang dimaksud adalah orang yang dianggap mengerti maksud dan substansi pemberian media pembelajaran atau dapat juga orang yang profesional dibidangnya seperti dosen dan pendidik.

(27)

Menurut Arikunto (2012: 82) kriteria yang dinilai oleh pakar mencakup komponen isi dan kontruksi. Sedangkan kontruksi menurut kamus bahasa Indonesia (2008) adalah susunan (model) sutau bangunan atau hubungan kata dalam kalimat. Oleh sebab itu kontruksi dalam media ini adalah yang berhubungan dengan komponen tampilan (kelengkapan dan kegrafisan media), serta komponen kebahasaan. Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Rodi, M.Y., dkk (2014) bahwa kriteria kelayakan dilihat dari segi materi maupun dari segi format tampilan media.

b. Praktikalitas

Media pembelajaran harus memenuhi aspek praktikalitas yaitu pemahaman dan keterlaksanaan media pembelajaran tersebut. Menurut Mudjijo (1995:59) salah satu instrumen tersebut dapat dan mudah dilaksanakan serta ditafsirkan hasilnya. Selanjutnya ia juga berpendapat bahwa praktikalitas menunjukan pada tingkat kemudahan penggunaan dan pelaksanaannya yang meliputi biaya dan waktu dalam pelaksanaan, serta pengelolaan dan penafsiran hasilnya.

Oleh karena itu, tujuan uji praktikalitas dilakukan adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan tanggapan pendidik serta peserta didik tentang media pembelajaran fisika berbasis multimedia presentasi (prezi) pada materi gerak untuk peserta didik kelas VIII yang dikembangkan. Praktikalitas media pembelajaran fisika berbasis multimedia presentasi (prezi) pada materi gerak untuk peserta didik

(28)

kelas VIII dapat dilihat dari angket yang diisi oleh pendidik dan peserta didik.

c. Efektifitas

Suatu produk dikatakan efektif apabila adanya pengaruh suatu usaha atau tindakan, bisa diartikan sebagai kegiatan yang memberikan hasil memuaskan setelah diberi perlakuan. Menurut depdiknas (2001) “Efektivitas merupakan tingkatan keberhasilan suatu tindakan atau usaha”. Tahap efektivitas dapat dirasakan oleh peserta didik ketika menggunakan media pembelajaran prezi tersebut. Tujuannya untuk mengetahui minat belajar peserta didik terhadap media pembelajaran prezi tersebut. Menurut Slameto (2013: 180) indikator minat terdiri dari: rasa tertarik, perasaan senang, perhatian, partisipasi, dan keinginan/kesadaran.

B. Penelitian Yang Relevan

Beberapa penelitian telah dilakukan berkaitan dengan bagaimana mendesain, mengembangkan, dan mengevaluasi suatu produk media pembelajaran. Adapun relevansinya dengan penelitian ini akan dijelaskan dalam uraian berikut :

1. Anaz Sujarwo (2016) menyatakan bahwa pengembangan media pembelajaran menggunakan prezi pada mata pelajaran sistem komputer di SMK , medianya sudah dikategorikan valid dan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan belajar, namun hanya meneliti kevalidan media prezi, sehingga

(29)

hasil penelitian tidak diketahui pengaruh media terhadap proses belajar peserta didik.

2. Dini Melida (2014) menyatakan bahwa pengaruh media prezi the zooming presentations terhadap hasil belajar fisika peserta didik kelas XI SMA sudah valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini dilakukan pada konsep dan materi fisika. Hasil penelitian ini juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada ranah kognitif, afektif dan psikomotor yang ditandai dengan peningkatan hasil belajar peserta didik.

3. Indri Fitriyanti (2016) menyatakan bahwa pengaruh penggunaan media prezi terhadap hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran sejarah kelas XI IPS di SMA. Media yang dikembangkan sudah dikategorikan valid, namun media pembelajaran diharapkan agar lebih kreatif, inovatif dan menarik.

4. Nor Dianta (2016) penerapan Sfae berbantu prezi terhadap motivasi belajar dan keterampilan peserta didik dalam mengoperasikan software spreadsheet. Media yang dikembangkan sudah meningkatkan motivasi dan keterampilan belajar peserta didik.

5. Prayoga, dkk (2013) penggunaan media prezi dan metode pembelajaran snowball throwing untuk meningkatkan prestasi belajar akuntansi. Media yang dikembangkan sudah meningkatkan keaktifan belajar dan prestasi peserta didik.

(30)

6. Rodhi, dkk (2014) mengembangkan media pembelajaran berbasis Prezi untuk melihat kemampuan berpikir kritis peserta didik. Media pembelajaran berbasis prezi pada materi kalor yang memenuhi kriteria kelayakan baik dari segi materi maupun dari segi format tampilan media, namun media yang dikembangkan masih menggunakan waktu yang lama saat star up.

7. Setiawan, dkk (2016) mengembangkan sebuah media pembelajaran interaktif dilengkapi software prezi pada mata pelajaran instalasi penerangan listrik kelas XI di SMK. Produk media pembelajaran interaktif sudah dilengkapi software prezi didesain menggunakan software macromedia flash 8 dan digabung dengan software prezi, namun media pembelajaran diharapkan agar lebih kreatif, inovatif dan terbaru.

8. Utari, dkk (2014) pengembangan media pembelajaran Fisika online prezi dalam pokok bahasan alat optik pada peserta didik kelas X IPA. Media pembelajaran online prezi layak digunakan sebagai media presentasi dalam pembelajaran fisika di kelas, namun media yang dikembangkan belum dilengkapi dengan fitur lain.

9. Wardani, dkk (2015) membandingkan hasil belajar peserta didik dengan dan tanpa menggunakan media prezi pada pembelajaran akutansi. Dimana hasil menunjukkan bahwa nilai pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan dukungan media prezi lebih tinggi dibandingkan nilai pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning tanpa media.

(31)

10. Yunanik Antika (2016) berupa media pembelajaran prezi yang disertai aplikasi rangkaian Op Amp mata pelajaran rangkaian elektronika di SMK, namun media pembelajaran diharapkan agar lebih kreatif, inovatif dan terbaru.

Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang penulis lakukan yaitu, dalam penelitian ini mengembangkan media pembelajaran fisika dalam multimedia presentasi (prezi) pada materi gerak. Peneliti mencoba mengembangkan multimedia presentasi (prezi) dengan melakukan pengujian pada materi gerak kelas VIII MTsN. Penggunaan multimedia presentasi (prezi) diharapkan dapat menghasilkan media pembelajaran yang valid, praktis dan efektif dan pengujian terhadap materi yang berbeda dengan yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya.

(32)

C. Kerangka Berfikir

Gambar 2.25 Kerangka Berfikir Media Pembelajaran Fisika Berbasis

Multimedia Presentasi (Prezi) pada materi gerak untuk peserta didik kelas VIII MTsN Koto Baru Solok

Penelitian dan Pengembangan

Memberikan perubahan dengan memanfaatkan software pendidikan untuk membuat media pembelajaran berbentuk media pembelajaran berbasis multimedia presentasi (prezi)

Menghasilkan produk media pembelajaran fisika berbasis berbasis multimedia presentasi (prezi) yang memiliki desain yang menarik, serta valid, praktis dan efektif.

Pembelajaran Berbasis Multimedia Presentasi (Prezi)

1. Pendidik fisika disekolah belum menggunakan media pembelajaran yang interaktif, menarik dan membosankan bagi peserta didik.

2. Media pembelajaran yang digunakan pendidik saat mengajar kurang bervariasi dan cenderung terpusat pada pendidik itu sendiri. Sehingga peserta didik banyak berperan sebagai penerima ilmu yang diberikan oleh pendidik.

Kondisi Pembelajaran Fisika

Gambar

Gambar 2.1  1.  Zooming Around
gambar yang kamu suka, lalu klik “Open” atau double click pada  gambar. Maka akan muncul seperti ini :
Gambar 2.24  3.  Copy Crack File (PreziNext.Windows.Core.dll)  4.  Instal CrackClock
Gambar  2.25  Kerangka  Berfikir  Media  Pembelajaran  Fisika  Berbasis  Multimedia  Presentasi  (Prezi)  pada  materi  gerak  untuk  peserta didik kelas VIII MTsN Koto Baru Solok

Referensi

Dokumen terkait

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak

Agar keseimbangan pada bagian struktur tersebut diperoleh untuk bagian struktur yang diperlihatkan, sekumpulan gaya internal pasti timbul pada struktur yang efek jaringnya

peserta didik untuk belajar tanpa tergantung pada kehadiran pendidik, modul juga berfungsi sebagai pengganti fungsi pendidik yang artinya modul sebagai bahan ajar

Seringkali sebuah pengalaman jasa timbul dalam sebuah lingkungan fisik organisasi, dan melibatkan kehadiran dari pelanggan lain salah satu contohnya adalah datang dan mendengarkan

Karena belajar itu adalah proses yang timbul dari dalam, maka faktor motivasi memegang peranan pula. Jika guru atau orang tua dapat memberikan motivasi yang baik pada anak-anak

maladaptasi dari penggunaan zat yang membawa kearah gangguan klinis yang bermakna sebagai akibat dari satu atau lebih dari hal dibawah ini yang timbul dalam periode 12 bulan,

Selain itu anak usia sekolah juga menganggap jika terjadi perbedaan pendapat antara anak dan orang dewasa maka orang dewasa yang benar, pada anak yang mengalami