Ekspor lesu, harga CPO rontok lagi.
KRAS tersandera pabrik tua dan tidak efisien.
SMRA targetkan recurring income Rp 1 T tahun ini.
Moody's: 3 perusahaan menara semakin ekspansif.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
P
erdagangan saham kemarin
b e r l a n g s u n g
k u r a n g
bergairah dengan nilai transaksi
di Pasar Reguler hanya Rp4 triliun
dibawah rata-rata harian pekan
kemarin yang mencapai Rp5,1
triliun. Banyak pelaku pasar
menahan diri mengambil posisi
beli menyusul situasi ibukota
yang sedang dikepung banjir
yang
menghambat
banyak
aktivitas bisnis. Kondisi ibukota
yang kurang kondusif tersebut,
diperburuk dengan sentimen
negatif dari pasar Asia menyusul
inflasi China Januari lalu hanya
0,8% (mom), terendah dalam lima
t a h u n
t e r a k h i r ,
t u r u n
dibandingkan bulan sebelumnya
1,5% semakin menegaskan melambatnya ekonomi negara tersebut.
Kombinasi sentimen tersebut ditambah dengan harga saham
sektoral yang sudah relatif tinggi memicu pelaku pasar melakukan aksi
ambil untung. IHSG kemarin ditutup terkoreksi 26,996 poin (0,5%) di
5321,474. Koreksi IHSG kemarin terutama dipicu saham sektor konsumsi,
perkebunan, dan perbankan.
Sementara Wall Street tadi malam bergerak di teritori positif
menyusul optimisme kesepakatan bakal tercapai terkait penyelesaian
dana talangan Yunani. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat
0,8% dan 1% tutup di 17868,76 dan 2068,59. Selain isu Yunani, sentimen
positif turut dipicu sejumlah isu individual seperti rencana buy-back saham
Pfizer yang membuat harga sahamnya naik 3% dan laba kuartal empat
2014 Cocacola yang di atas estimasi membuat harga sahamnya naik 3%.
Sedangkan harga minyak mentah di AS tadi malam terkoreksi 3,4% di
USD51,05/barel menyebabkan saham sektor energi kembali terkoreksi.
Pada perdagangan hari ini, IHSG berpeluang rebound dalam
rentang konsolidasi terutama ditopang kondisi pasar saham global yang
kondusif dan masih kuatnya arus dana asing yang masuk. Pasar juga
tengah mengantisipasi rilis laba 2014 emiten sektoral menjelang akhir
Februari. IHSG akan bergerak dengan support di 5300 dan resisten di
5370.
IHSG : S1 5300 S2 5275 R1 5350 R2 5370
Index Last Chg % DJIA 17868.76 139.55 0.79 S&P 500 2068.59 21.85 1.07 FTSE 100 6829.12 (8.03) (0.12) CAC 40 4695.65 44.57 0.96 DAX 10753.83 90.32 0.85 NIKKEI 225 17652.68 59.75 0.34 HANGSENG 24528.10 7.10 0.03 STI 3434.24 16.22 0.47 SHENZHEN 1512.49 17.23 1.15 SHANGHAI 3141.59 46.47 1.50 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 50.70 (1.70) (3.24) CPO (RM/M.T) 2299.00 (18.00) (0.78) Gold (USD/T.oz) 1234.90 (3.80) (0.31) Nikel (USD/M.T 15140.00 140.00 0.93 Timah (USD/M.T) 18470.00 (360.00) (1.91) Coal (USD/M.T) 62.95 0.00 0.00 Exchange Rates Chg % IDR/USD 12737.05 62.80 0.50 USD/EUR 1.132 (0.00) (0.07) JPY/USD 119.43 0.96 0.81 IDR/SGD 9393.03 28.63 0.31 IDR/AUD 9912.68 17.25 0.17 TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 44.69 2846 (0.39) (0.87)Top Gainers IDR % Chg
BBLD 925 22.50 170 MREI 4,795 19.90 795
BRAU 86 16.20 12
TRAM 115 9.50 10
PUDP 435 8.80 35
Top Losers IDR % Chg
INVS‐W 60 (23.10) (18)
HDTX 500 (16.70) (100)
EPMT 2,855 (15.90) (540)
BFIN 2,400 (14.30) (400)
CMPP 118 (12.60) (17)
Top Value IDR % (miliar) BBRI 11,650 (0.20) 661 B BMRI 11,625 (0.60) 464 B ASII 7,625 0.70 417 B TLKM 2,845 (0.50) 401 B MPPA 3,930 1.00 309 B
Top Volume IDR % (juta)
BKSL 126 7.70 1,181.988 TRAM 115 9.50 710.611 BRAU 86 16.20 595.575 MTFN 205 1.50 523.289 NIRO 223 0.00 301.556 IHSG 5,321.47 Change (27.00) Change (%) (0.50) Change (%/ytd) 1.81
Total Value (IDR triliun) 5.091
Total Volume (miliar saham) 5.148
Net Foreign Buy (IDR miliar) 257.000
News Update
2
Ekspor lesu, harga CPO rontok lagi. Harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) rontok lagi. Pasar minyak sawit lesu, seiring ekspor Malaysia merosot. Harga CPO pengiriman April 2015 di Malaysia Derivative Exchange turun 0,70% menjadi RM 2.301 atau setara US$ 642,04 per metrik ton (MT). Ini koreksi hari kedua pasca minyak sawit bertengger di level tertinggi 28 bulan, yaitu RM 2.346 per MT. Malaysian Palm Oil Broad (MPOB) melaporkan, volume ekspor Januari lalu turun 22% menjadi 1,18 juta MT. Ini penurunan terbesar sejak Januari 2008. Lesunya ekspor berlanjut pada bulan ini. Intertek merilis, ekspor Malaysia periode 1-10 Februari melorot 16% dibanding bulan sebelumnya menjadi 1,16 juta MT. “Ekspor lesu lantaran permintaan untuk biodiesel turun seiring harga minyak mentah anjlok. Data ekspor tidak menguntungkan bagi harga CPO, ada potensi koreksi," kata Gnanasekar Thiagarajan, Kepala Perdagangan Kaleesuwari Intercontinental. Pasar minyak sawit tertopang kebijakan subsidi bahan bakar biodiesel di Indonesia. Mulai Maret nanti, Pemerintah Indonesia menaikkan besaran subsidi biodiesel dari semula Rp 1.500 menjadi Rp 4.000. Hal ini dinilai bisa mengerek permintaan CPO. Secara fundamental, pasar CPO masih cukup kuat untuk menjaga tren bullish. Seperti dilaporkan MPOB, volume produksi minyak sawit bulan Januari 2015 juga turun 15% menjadi 1,16 juta MT, dan stok menyusut 12% menjadi 1,77 juta MT.Jadi, meski pelaku pasar merespons data MPOB, penurunan harga bakal tipis, bahkan cenderung konsolidasi. (Kontan Online)
KRAS tersandera pabrik tua dan tidak efisien. Kinerja PT Krakatau Steel (Persero)Tbk (KRAS) dinilai masih akan berat pada tahun ini. Dianulirnya penyertaan modal negara (PMN) di KRAS, dikhawatirkan bakal membuat kinerja perusahaan ini kurang bagus. Saat ini, yang menjadi hambatan KRAS adalah pabrik yang sudah tua dan tidak efisien. KRAS juga dianggap gagal bersaing dengan produk lainnya sehingga pendapatannya anjlok dan makin menekan margin laba bersih. Salah satu jalan keluar yang bisa dilakukan KRAS untuk memulihkan pendapatan adalah dengan mendorong penyelesaian pabrik barunya. Jika operasional pabrik baru blast furnace tepat waktu, KRAS masih bisa memperbaiki pendapatannya, meski tipis. Pada tahun lalu, kinerja KRAS cukup berat. Margin KRAS turun drastis karena beban operasional yang tinggi. Kas perseroan saat ini tercatat US$ 219,21 juta. Sampai kuartal III-2014, KRAS merugi hingga US$ 117,47 juta. Nilai kerugian itu naik signifikan dari periode yang sama tahun 2013 sebesar US$ 10,09 juta. Kerugian ini makin diperparah oleh pendapatan KRAS yang ambruk dari US$ 1,57 miliar di Kuartal III-2013 menjadi US$ 1,36 miliar di Kuartal III-2014. Makanya, KRAS lebih memilih efisiensi dan menjaga dana kas internal. Perseroan pun tengah mengkaji untuk memangkas target belanja modal tahun ini yang awalnya diproyeksikan sebesar US$ 275 juta hingga US$ 350 juta. Setidaknya, ada dua proyek yang tengah digeber KRAS tahun ini. Pertama, proyek blast furnance yang akan memproduksi 1,2 juta metrik ton hot metal dan pig iron per tahun. Proyek ini menelan dana investasi sebesar Rp 6 triliun dan kini pembangunannya sudah mencapai 80%. Kedua, KRAS akan menyelesaikan pembangunan pabrik yang memproduksi baja lembaran panas atau hot rolled coil (HRC). Pabrik baru diharapkan bisa memproduksi HRC sebanyak 1,5 juta ton per tahun. Nilai investasi pabrik ini mencapai US$ 390 juta. (Kontan Online)
SMRA targetkan recurring income Rp 1 T tahun ini. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menargetkan pendapatan berulang atau recurring income sebesar Rp 1 triliun lebih di tahun 2015. Target tersebut tumbuh 15% dari pencapaian tahun lalu yang belum diaudit yang diperkirakan mencapai Rp 900 miliar. Sekretaris Perusahaan SMRA Michael Yong mengatakan, target recurring income meningkat lantaran hotel ketiga perseroan yakni Harris Hotel & Conventions di Summarecon Bekasi resmi beroperasi sejak awal Januari lalu. Michael bilang, kontribusi terbesar recurring income memang masih dari pusat perbelanjaan seperti mall sumarecon Kelapa Gading, Serpong dan Bekasi sekitar 90%. Namun, dengan bertambahnya koleksi hotel perseroan maka recurring income akan semakin besar. Saat ini SMRA sudah mengoperasikan tiga hotel. Hotel pertama, Harris Hotel Kelapa Gading berbintang empat, kemudian hotel Pop Hotel Kelapa Gading yang masik kategori hotel bujet dengan kapaisitas 266 kamar yang resmi beroperasi di akhir November lalu. Ketiga, Harris Hotel & Conventions Bekasi berbintang empat dengan 332 kamar. Selain itu, SMRA juga sedang menggarap pembangunan hotel keempatnya yakni hotel Samasta di Jimbaran, Bali. Pengelolaan hotel berbintang lima yang terdiri dari 300 kamar ini bakal diserahkan kepada operator hotel asal Swiss, Movenpick Hotels & Resorts. Proyek ini berada di lahan seluas 3,5 hektare (ha). Michael bilang, saat ini pembangunan hotel keempat ini sudah mencapai 50% dan ditargetkan akan mulai beroperasi mulai kuartal II tahun 2016. Michael menambahkan, pendapatan SMRA tahun 2014 mencapai target yang ditetapkan di awal tahun sekitar Rp 4,3 triliun. Sebagai tambahan, SMRA Summarecon membidik pertumbuhan kinerja antara 10% sampai 15% di atas target pendapatan sampai akhir 2014 yang dipatok sebesar Rp 4,1 triliun sampai Rp 4,3 triliun. (Kontan Online)
Moody's: 3 perusahaan menara semakin ekspansif. Moody's Investors memperkirakan tiga perusahaan menara terbesar di Indonesia akan memperluas skala dan pangsa pasarnya ke depan. Ekspansi bisnis menara dilakukan seiring berlanjutnya konsolidasi yang akan dilakukan di industri telekomunikasi. Asisten wakil presiden dan analis Moody's, Nidhi Dhruv mengatakan, industri menara di Indonesia telah berkembang pesat didukung oleh lingkungan bisnis dan peraturan yang mendukung. Dhruv menambahkan, pertumbuhan organik dari perusahaan menara juga akan menguat. Pertumbuhan bisnis terangkat masih banyaknya pesanan pembangunan menara, seiring dengan upaya perusahaan telekomunikasi memperkuat dan memperluas jaringan 3G/LTE. Dalam laporan Moody's disebutkan, industri menara telekomunikasi di Indonesia berada pada titik perubahan. Sebab, operator telekomunikasi utama Indonesia cenderung melepas aset menara mereka selama 12-18 bulan ke depan. Delam konteks ini, Moody's memperkirakan tiga perusahaan menara terbesar Indonesia yaitu Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo, Ba2 stable), Solusi Tunas Pratama (STP, unrated) and Tower Bersama Infrastructure (TBI, Ba2 negative), akan secara aktif mengajukan penawaran untuk membeli portofolio menara yang dijual. Saat ini Moody's memperkirakan, jumlah menara telekomunikasi di Indonesia mencapai sekitar 72.000 unit. Dari jumlah itu sebanyak 45% dimiliki oleh Protelindo, STP and TBI. Jumlah menara akan terus bertambah dengan adanya akuisisi 3.500 menara XL Axiata (XL, Ba1 stable) oleh Solusi Tunas Pratama pada 2014. Selain itu juga ada akuisisi Mitratel oleh Tower Bersama dari PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom, Baa1 stable). Ke depan, Moody's menganggap bahwa Protelindo dalam posisi terbaik untuk melakukan utang guna membiayai akuisisi dan mempertahankan profil kredit. Sedangkan menurut Moody's akuisisi Solusi Tunas Pratama secara besar-besaran akan membebani profil keuangan perusahaan. Walaupun begitu diperkirakan, akuisisi yang dilakukan Solusi Tunas untuk menara XL akan meningkatkan tingkat sewa menara sebesar 10.000-11.000 menara dari 4.708 menara pada Desember 2013. (Kontan Online)
Perusahaan tambang Grup Saratoga akan IPO. Grup Saratoga kembali akan melepas kepemilikan saham di salah satu anak usaha melalui penawaran umum perdana saham alias IPO. Anak usaha yang dimaksud adalah PT Merdeka Copper Gold. Berbasis di Banyuwangi, Merdeka Copper merupakan perusahaan tambang emas dan tembaga yang belum berproduksi. Perseroan ingin memanfaatkan Peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor I-A.1 tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan di Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara. Namun, salah satu pentinggi Grup Saratoga, Sandiaga Salahuddin Uno belum mau berbicara banyak mengenai hal tersebut. Saratoga mempercayakan hajatan IPO ini kepada PT Indo Premier Securities sebagai underwriter. Setali tiga uang, Rayendra L Tobing, Head of Investment Banking Indo Premier Securities pun memilih tutup mulut. Menurut sumber KONTAN, perusahaan beraset hingga ratusan juta dollar ini akan menggunakan laporan keuangan Oktober 2014 sebagai dasar valuasi. Sehingga, April 2015 perseroan harus mendapat persetujuan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagai tahap awal, pekan ini, Merdeka Copper Gold akan menggelar mini expose di hadapan pejabat otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI). Jika lolos, maka Merdeka akan menjadi perusahaan tambang belum berproduksi pertama yang melenggang ke papan pencatatan BEI. (Kontan Online)Stock Picks
3GJTL 1470-1570.
Harga saham emiten Gajah Tunggal Tbk (GJTL) kemarin berhasil melanjutkan tren
penguatannya setelah break Rp1525. Kemarin harga sahamnya ditutup di Rp1530, tertahan di resisten
Rp1570. Secara sektoral kinerja industri ban sebagai pendukung industri otomotif Januari tahun ini
diperkirakan akan mencatatkan pertumbuhan lebih baik dari tahun lalu. Ini dikarenakan penjualan otomotif
tahun ini diperkirakan bisa tumbuh sekitar 5% seiring dengan membaiknya kondisi makro ekonomi
Indonesia. Hal ini misalnya mulai terlihat di penjualan mobil Januari 2015 lalu yang mencatatkan kenaikan
22% (mom) mencapai 96.149 unit dibandingkan bulan sebelumnya 78.802 unit. Tahun ini penjualan mobil
nasional diperkirakan bisa tumbuh 5% mencapai 1,26 juta unit setelah tahun lalu mengalami penurunan
1,8% mencapai 1,20 juta unit dibandingkan tahun sebelumnya 1,23 juta unit. Sedangkan penjualan sepeda
motor tahun ini juga diperkirakan tumbuh 5% mencapai 8,26 juta unit dibandingkan 2014 lalu mencapai 7,86
juta unit. Secara kinerja, penjualan bersih perseroan tahun lalu diperkirakan tumbuh 6,22% (yoy) menjadi
Rp13,12 triliun dari 2013 Rp12,35 triliun. Sedangkan di bottom line, diperkirakan laba bersih 2014 bisa
mencapai Rp301,78 miliar atau tumbuh 150% (yoy) dari 2013 lalu Rp120,33 miliar. EPS 2014 diperkirakan
Rp86,60. Tahun 2015 ini diperkirakan penjualan bersih tumbuh moderat 7,5% mencapai Rp14,10 triliun.
Sedangkan di bottom line, dengan marjin diasumsikan mencapai 4% membuat laba bersih tumbuh 87%
mencapai Rp564,21 miliar. EPS tahun ini diperkirakan Rp162. Pada harga saat ini di Rp1530 saham GJTL
ditransaksikan dengan PE 17,7x (E/14) dan PE 9,4x (E/15). Saham perseroan berpeluang ditransaksikan
dengan PE 14x atau mencapai Rp2268 atau punya ruang penguatan 48% dari harga saat ini. Secara technical
harga sahamnya berpeluang menuju resisten di kisaran Rp1550 hingga Rp1570. Sedangkan level support
saat ini di Rp1470. Maintain Buy, Sl 1450
Stock Picks
4
BBRI 11600-11800.
Harga saham Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) kemarin bergerak konsolidasi dengan
kisaran Rp11600 hingga Rp11800. Pasar yang kurang bergairah membuat peluang penguatan tertahan. Dari
sisi sentimen sektoral, saham perbankan mendapatkan momentum bullish tahun ini menyusul membaiknya
kondisi makro ekonomi Indonesia seperti pertumbuhan ekonomi tahun ini yang lebih tinggi dari tahun lalu
dimana diperkirakan bisa mencapai 5,5%, kemudian inflasi cenderung melandai seiring tren penurunan
harga minyak mentah dunia. Pasar juga berharap Bank Indonesia (BI) bisa menurunkan tingkat bunganya
sehingga mendorong belanja masyarakat. Pertumbuhan kredit perbankan tahun ini diperkirakan sekitar 15%
-17% naik dari tahun lalu yang diperkirakan hanya 12%. Selain ditopang pertumbuhan organik, kinerja
perbankan juga akan didorong pertumbuhan anorganik berupa langkah merger dan akuisisi dalam rangka
pelaksanaan konsolidasi perbankan nasional, terutama emiten bank BUMN. Sedangkan dari sentimen
individual, BBRI merupakan salah satu bank BUMN yang memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi
sebagaimana tercermin dari NIM mencapai 8,8% di atas rata-rata industri yang hanya 4% dan pertumbuhan
laba perseroan hingga 19% (yoy) mencapai Rp20,29 triliun hingga Oktober tahun lalu. Pertumbuhan laba ini
di atas industri perbankan periode yang sama yang hanya tumbuh sekitar 9%. Dari sisi valuasi pada harga
saat ini di Rp11650 saham BBRI ditransaksikan dengan PE 10,1x dan PBV 2,5x dengan asumsi pertumbuhan
laba dan ekuitas masing-masing 15% tahun ini. Harga saham tersebut masih lebih murah ketimbang
rata-rata sektornya dengan aset di atas Rp500 triliun yang saat ini ditransaksikan dengan PBV 2,8x dan PE 13,2x
(E/15). Berdasarkan historisnya, harga saham BBRI berpeluang ditransaksikan dengan PBV 3x (E/15) atau
mencapai Rp13150 atau punya ruang penguatan 12,8% dari harga saat ini. Secara technical peluang
penguatan akan kembali menguji resisten di kisaran Rp11800. Sedangkan level support saat ini di Rp11600.
Sepanjang harganya bertahan di atas Rp11600 maka tren penguatan akan kembali berlanjut. Maintain Buy,
SL Rp11550
5
Stock Picks
UNTR 18000-19000.
Pergerakan harga saham United Tractors Tbk (UNTR) sejak awal tahun ini cenderung
positif seiring dengan ekspektasi membaiknya kinerja sektornya dan dukungan dari proyeksi pertumbuhan
ekonomi nasional tahun ini yang mencapai 5,5%-5,7% dengan motornya investasi di bidang infrastruktur.
Belanja pemerintah yang meningkat untuk menopang sejumlah proyek infrastruktur hingga Rp200 triliun
lebih akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan penjualan alat berat tahun ini, setelah tahun lalu
lesuh akibat melambatnya belanja proyek pemerintah dan lesuhnya harga komoditas. Sedangkan dari
individual sentimen positif ditopang ekspansi bisnisnya di bidang jasa konstruksi setelah mengakuisisi
perusahaan Acset Indonusa Tbk (ACST) awal tahun ini. Saat ini pelaku pasar tengah menanti rilis laba 2014
perseroan. Pendapatan bersih tahun lalu diperkirakan mencapai Rp55,67 triliun atau menguat 9% dari 2013
sebesar Rp51 triliun. Sedangkan pencapaian laba bersih tahun lalu diperkirakan mencapai Rp6,12 triliun atau
tumbuh 26,71% dari 2013 lalu sebesar Rp4,83 triliun. EPS proyeksi 2014 diperkirakan sebesar Rp1642. Tahun
ini proyeksi pertumbuhan pendapatan bersih diperkirakan tumbuh 30% atau mencapai Rp72,37 triliun.
Sedangkan laba bersih diproyeksikan mencapai Rp7,24 triliun atau tumbuh 18,3% dari 2014. EPS 2015
diproyeksikan mencapai Rp1941. Kemarin harga sahamnya ditutup di Rp18450. Pada harga Rp18450 saham
UNTR ditransaksikan dengan PE 9,5x (E/15). Harga saham UNTR berpeluang ditransaksikan dengan PE 12,5x
(E/15) atau mencapai harga Rp24262, punya ruang penguatan 31,5% dari harga saat ini. Secara technical
peluang penguatan akan menguji resisten di kisaran Rp18700 hingga Rp19000. Sedangkan level support di
Rp18000. Trading Buy, SL Rp17900
Rabu, 11 Februari 2015
Saham Pilihan
AKRA 4675-4750 TB, SL 4630
ADRO 975-1025 TB, SL 970
BKSL 122-137 Buy, SL 115
BRAU 83-95 TB, SL 81
BHIT 285-300 Buy, SL 280
ASII 7600-7800 TB, SL 7450
PTBA 11000-11600 BoW, SL 10900
Stock View
6
Rabu, 11 Februari 2015
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE
IHSG
5321.47 5352.67 5383.86 5300.18 5278.88
PERKEBUNAN AALI 24725 25,200.00 25,675.00 24,475.00 24,225.00 3,725,866.00 36.80 485.51 114.55 12.73 BWPT 369 376.33 383.67 364.33 359.67 LSIP 1885 1,908.33 1,931.67 1,873.33 1,861.67 1,279,973.00 40.33 32.78 122.48 14.38 SGRO 2020 2,038.33 2,056.67 2,008.33 1,996.67 649,627.93 10.94 29.32 141.04 17.22 SIMP 700 710.00 720.00 695.00 690.00 3,171,052.00 2.40 12.14 92.44 14.41 UNSP 50 50.00 50.00 50.00 50.00 659,213.38 36.97 21.64 ‐571.51 0.58PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 995 1,006.67 1,018.33 981.67 968.33 9,632,947.40 33.83 45.68 269.20 5.45 BORN 52 54.67 57.33 49.67 47.33 BRAU 86 95.00 104.00 76.00 66.00 BUMI 101 103.33 105.67 99.33 97.67 9,572,406.53 4.50 191.78 ‐751.57 0.13 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 631,292.51 8.52 ‐0.52 ‐77.95 ‐23.93 HRUM 1640 1,655.00 1,670.00 1,615.00 1,590.00 1,460,386.97 ‐32.82 45.54 81.61 9.00 ITMG 16800 16,891.67 16,983.33 16,616.67 16,433.33 5,742,974.57 5.02 968.54 ‐299.21 4.34 PTBA 11175 11,350.00 11,525.00 11,050.00 10,925.00 3,093,648.00 11.39 232.76 8.74 12.00 PTRO 870 873.33 876.67 868.33 866.67 929,699.70 5.15 23.76 ‐67.39 9.16
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 111 111.67 112.33 110.67 110.33 999,850.63 1,185.87 4.39 5,114.26 6.32 ELSA 600 608.33 616.67 593.33 586.67 918,296.00 ‐12.25 7.42 56.06 20.21 ENRG 100 101.67 103.33 98.67 97.33 2,210,590.04 27.13 4.86 2,610.69 5.14 ESSA 2700 2,700.00 2,700.00 2,700.00 2,700.00 126,590.83 22.89 42.71 28.12 15.80 MEDC 3140 3,208.33 3,276.67 3,083.33 3,026.67 2,303,371.50 7.08 122.83 131.12 6.39
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 1035 1,043.33 1,051.67 1,028.33 1,021.67 INCO 3550 3,605.00 3,660.00 3,510.00 3,470.00 2,430,306.44 ‐3.23 20.62 ‐33.11 43.05 TINS 1125 1,131.67 1,138.33 1,116.67 1,108.33 SEMEN INTP 23900 24,066.67 24,233.33 23,666.67 23,433.33 4,499,774.00 6.65 289.47 ‐7.03 20.64 SMCB 1975 1,993.33 2,011.67 1,958.33 1,941.67 2,356,126.00 9.11 42.23 75.57 11.69 SMGR 14725 14,825.00 14,925.00 14,675.00 14,625.00 6,177,992.74 11.44 219.66 5.39 16.76
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 92 96.67 101.33 86.67 81.33 333,609.60 28.88 2.97 59.01 7.74 JPRS 238 238.67 239.33 236.67 235.33 158,603.63 98.78 6.50 ‐0.37 9.15 KRAS 465 467.00 469.00 464.00 463.00 5,240,035.36 ‐12.47 ‐33.57 ‐698.77 ‐3.46 PAKAN TERNAK CPIN 3855 3,893.33 3,931.67 3,823.33 3,791.67 6,719,521.00 19.02 40.34 ‐7.84 23.89 JPFA 860 870.00 880.00 855.00 850.00 5,674,518.00 14.33 4.97 ‐72.07 43.29
OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 7625 7,683.33 7,741.67 7,583.33 7,541.67 49,821,000.00 6.73 116.76 9.68 16.33 GJTL 1530 1,571.67 1,613.33 1,486.67 1,443.33 3,199,668.00 5.32 96.23 ‐2.66 3.97
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 14175 14,433.33 14,691.67 14,033.33 13,891.67 7,355,089.00 21.44 0.12 6.96 24.94 INDF 7350 7,433.33 7,516.67 7,308.33 7,266.67 16,365,578.00 27.30 156.42 90.13 11.75 MYOR 24425 24,450.00 24,475.00 24,400.00 24,375.00 3,498,158.85 30.25 133.69 ‐45.72 45.68 ROTI 1300 1,310.00 1,320.00 1,295.00 1,290.00 464,595.48 27.03 12.10 9.45 26.86 GGRM 55875 56,833.34 57,791.67 55,358.34 54,841.67 15,670,252.00 23.99 736.58 35.34 18.96 INAF 279 282.00 285.00 276.00 273.00 155,073.95 25.62 ‐12.39 250.04 ‐5.63 KAEF 1275 1,283.33 1,291.67 1,263.33 1,251.67 867,027.74 8.45 4.21 ‐4.38 75.76 KLBF 1840 1,848.33 1,856.67 1,833.33 1,826.67 4,066,502.64 16.52 10.52 11.04 43.73
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 461 471.33 481.67 454.33 447.67 1,165,134.03 1.99 14.43 20.67 7.99 ASRI 630 638.33 646.67 623.33 616.67 871,134.65 ‐3.40 15.77 ‐23.45 9.99 BKSL 126 129.67 133.33 119.67 113.33 BSDE 2100 2,121.67 2,143.33 2,071.67 2,043.33 1,254,119.10 ‐39.62 27.93 ‐60.73 18.80 COWL 630 635.00 640.00 625.00 620.00 64,709.78 ‐6.38 1.59 ‐30.99 98.79 CTRA 1480 1,490.00 1,500.00 1,470.00 1,460.00 1,202,303.51 ‐10.35 15.01 5.45 24.65 CTRP 800 811.67 823.33 791.67 783.33 251,211.60 ‐58.80 4.89 ‐84.29 40.89 CTRS 2925 2,956.67 2,988.33 2,906.67 2,888.33 347,893.21 27.73 66.20 25.74 11.05 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 325 329.67 334.33 320.67 316.33 725,835.40 ‐3.64 15.03 51.33 5.40 MDLN 530 531.67 533.33 526.67 523.33 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 3470 3,501.67 3,533.33 3,441.67 3,413.33 1,439,602.33 5.83 9.01 40.67 96.24 DGIK 179 181.00 183.00 178.00 177.00 480,924.22 52.77 1.81 ‐44.42 24.73 PTPP 3920 3,960.00 4,000.00 3,890.00 3,860.00 1,999,368.48 55.72 12.69 44.39 77.25 SSIA 1290 1,323.33 1,356.67 1,258.33 1,226.67 918,070.21 ‐17.06 2.64 ‐93.80 122.24 TOTL 1085 1,090.00 1,095.00 1,080.00 1,075.00 547,807.36 ‐6.30 11.12 ‐20.80 24.39 WIKA 3560 3,615.00 3,670.00 3,530.00 3,500.00 2,791,666.54 6.24 27.28 6.78 32.62
INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 5250 5,291.67 5,333.33 5,216.67 5,183.33 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 3150 3,193.33 3,236.67 3,113.33 3,076.67 262,850.17 17.13 53.83 8.63 14.63 JSMR 7075 7,158.33 7,241.67 7,033.33 6,991.67 2,079,705.80 ‐13.14 55.30 16.71 31.98 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 471,133.26 ‐31.12 6.89 ‐316.19 1.81 EXCL 5025 5,143.33 5,261.67 4,938.33 4,851.67 5,512,751.00 9.78 44.41 20.12 28.29 ISAT 3920 3,980.00 4,040.00 3,880.00 3,840.00 5,773,177.00 ‐0.26 147.24 ‐1,224.62 6.66 TLKM 2845 2,868.33 2,891.67 2,828.33 2,811.67 21,250,000.00 8.71 36.20 4.95 19.65 TRANSPORTASI GIAA 535 550.00 565.00 515.00 495.00 9,206,681.81 17.35 ‐82.55 469.78 ‐1.62 MBSS 825 836.67 848.33 811.67 798.33 435,871.55 21.78 59.94 3.87 3.44 WINS 620 648.33 676.67 593.33 566.67 518,942.64 36.32 23.63 53.05 6.56
KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 481 485.33 489.67 478.33 475.67 2,753,426.38 52.84 17.64 3.30 6.82 BANK BBCA 13750 13,883.33 14,016.67 13,633.33 13,516.67 10,261,849.00 32.93 148.65 26.73 23.13 BBKP 790 793.33 796.67 783.33 776.67 1,641,517.00 15.99 27.33 9.08 7.23 BBNI 6800 6,933.33 7,066.67 6,733.33 6,666.67 7,526,634.00 26.65 128.30 15.63 13.25 BBRI 11650 11,758.33 11,866.67 11,583.33 11,516.67 17,099,293.00 28.06 240.57 16.71 12.11 BBTN 1045 1,058.33 1,071.67 1,033.33 1,021.67 3,123,112.00 28.06 32.29 2.24 8.09 BDMN 4620 4,811.67 5,003.33 4,506.67 4,393.33 5,612,922.00 17.40 91.25 ‐13.01 12.66 BJBR 885 895.00 905.00 875.00 865.00 2,124,681.00 12.48 33.55 ‐12.29 6.59 BMRI 11625 11,700.00 11,775.00 11,550.00 11,475.00 14,313,290.00 25.54 211.05 10.27 13.77 BNGA 800 806.67 813.33 791.67 783.33 4,883,839.00 15.02 43.71 4.22 4.58
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 4700 4,721.67 4,743.33 4,676.67 4,653.33 5,630,170.96 3.52 46.44 14.36 25.30 INTA 260 262.67 265.33 254.67 249.33 398,931.00 ‐48.89 37.27 87.86 1.74 UNTR 18450 18,600.00 18,750.00 18,200.00 17,950.00 13,901,385.00 11.66 42.26 39.66 109.14 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 5800 5,908.33 6,016.67 5,733.33 5,666.67 2,675,101.00 26.32 27.42 ‐27.88 52.88 RALS 805 815.00 825.00 795.00 785.00 1,184,904.00 9.45 5.73 ‐2.88 35.15
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 3030 3,076.67 3,123.33 2,981.67 2,933.33 1,496,466.00 9.55 27.61 ‐7.99 27.44 PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 255 262.00 269.00 249.00 243.00 55,860.54 ‐9.06 ‐5.88 94.31 ‐10.85 BNBR 50 50.00 50.00 50.00 50.00 2,503,679.10 190.79 7.10 1,526.00 1.76
Corporate Action
8
RUPS
EMITEN
JENIS
TANGGAL
TEMPAT
BBNI
Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk.
AGM
06/03/2014
The Ballroom ‐ Four Season Hotel Jakarta
MTFN
Capitalinc Investment Tbk.
EGM
10/03/2014
SRIL
Sri Rejeki Isman Tbk
EGM
10/03/2014
Gd. Serbaguna ‐ Diamond Hotel, Jl. Slamet Riyadi No. 392
Solo
BNII
Bank Internasional Indonesia
Tbk.
EGM
12/03/2014
Function Room ‐ Sentral Senayan III Lt. 28, Jl. Asia Afrika No.
8 Senayan Gelora Bung Karno Jakarta 10270
ADHI
Adhi Karya (Persero) Tbk.
AGM
14/03/2014
Ruang Rapat PT. Adhi Karya Tbk, Jl. Raya Pasar Minggu Km.
18, Jakarta selatan
ARNA
Arwana Citramulia Tbk.
AGM
14/03/2014
Plant 2 ‐ PT Arwana Citramulia Tbk., Jl. Raya Gorda RT 004
RW 003 Kibin ‐ Cikande, Serang 42186
WSKT
Waskita Karya (Persero) Tbk
AGM
18/03/2014
Ruang Serbaguna Gd. Waskita Lt. 11, Jl. MT Haryono Kav. 10
Jakarta
CNKO
Exploitasi Energi Indonesia
Tbk
EGM
19/03/2014
Hotel Redtop ‐ Pecenongan
BLTA
Berlian Laju Tanker Tbk
AGM
19/03/2014
Ruang Seminar I‐II, Gedung BEI Tower II Lantai I, Jl. Jend.
Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta
BTPN
Bank Tabungan Pensiunan
Nasional Tbk.
AGM
20/03/2014
GIAA
Garuda Indonesia (Persero)
Tbk
EGM
24/03/2014
MITI
Mitra Investindo Tbk.
EGM
24/03/2014
Ruang Serbaguna BEI
BBRM
Pelayarang Nasional Bina
Buana Raya Tbk
AGM
25/03/2014
BBRM
Pelayarang Nasional Bina
Buana Raya Tbk
EGM
25/03/2014
BJBR
Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan B
AGM
26/03/2014
Ballroom Hotel Hilton, Jl. HOS Tjokroaminoto No. 41‐43
Bandung
BJBR
Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan B
EGM
26/03/2014
Ballroom Hotel Hilton, Jl. HOS Tjokroaminoto No. 41‐43
Bandung
BJTM
Bank Pembangunan Daerah
Jawa Timur Tbk
AGM
26/03/2014
Isyana Ballroom Hotel Bumi Surabaya
BBRI
Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk.
AGM
26/03/2014
INAF
Indofarma Tbk.
AGM
26/03/2014
ITMA
Sumber Energi Andalan Tbk
EGM
27/03/2014
WIKA
Wijaya Karya (Persero) Tbk.
AGM
27/03/2014
Gd. WIKA ‐ Ruang Serbaguna Lt. 11, Jl. DI Panjaitan Kav. 9
Jakarta Timur
BNGA
Bank CIMB Niaga Tbk
AGM
27/03/2014
Soehanna Hall ‐ The Energy Building Lt. 2, Jl. Jend Sudirman
Kav. 52‐53 SCBD Lot 11 A, Jakarta
AGRO
Bank Rakyat Indonesia
Agroniaga Tbk
AGM
27/03/2014
DEWA
Darma Henwa Tbk
AGM
28/03/2014
Ballroom 2 Lt. 1 ‐ JS Luwansa Hotel, Jl. HR Rasuna Said Kav. C
‐22 Jakarta 12940
DEWA
Darma Henwa Tbk
EGM
28/03/2014
Ballroom 2 Lt. 1 ‐ JS Luwansa Hotel, Jl. HR Rasuna Said Kav. C
‐22 Jakarta 12940
IGAR
Champion Pacific Indonesia
Tbk
AGM
28/03/2014
Gd. Pasadenia, Jl. Pacuan Kuda Raya No. 27 Jakarta
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH
DIVIDEN
CUM DIVIDEN RECORDING DATE
PEMBAYARAN
DIVIDEN
KETERANGAN
NELLY 4 01/09/2014 02/09/2014 18/09/2014 ACST 40 29/08/2014 01/09/2014 17/09/2014 JAWA 2 29/08/2014 01/09/2014 17/09/2014 RDTX 105 22/08/2014 25/08/2014 10/09/2014 DGIK 3 12/08/2014 15/08/2014 22/08/2014 RUIS 8 12/08/2014 13/08/2014 29/08/2014 KIAS 2 12/08/2014 13/08/2014 29/08/2014 SMAR 5 08/08/2014 11/08/2014 27/08/2014 TPMA 11 07/08/2014 08/08/2014 26/08/2014 GGRM 800 06/08/2014 07/08/2014 25/08/2014 LMSH 200 06/08/2014 07/08/2014 25/08/2014 LION 400 06/08/2014 07/08/2014 25/08/2014 DART 28 06/08/2014 07/08/2014 25/08/2014 MDRN 2 04/08/2014 05/08/2014 21/08/2014 ETWA 2 04/08/2014 05/08/2014 21/08/2014 GEMA 7 04/08/2014 05/08/2014 21/08/2014 DPNS 20 04/08/2014 05/08/2014 21/08/2014 PANR 8 04/08/2014 05/08/2014 21/08/2014 MASA 1 25/07/2014 04/08/2014 20/08/2014 BFIN 0 02/07/2014 02/07/2014 02/07/2014 1(satu) saham akan memperoleh Rp.122.21 Rasio Final akan di informa‐ sikan pada saat Recording Date TSPC 75 24/07/2014 25/07/2014 19/08/2014 ASBI 25 23/07/2014 24/07/2014 19/08/2014 PEGE 10 22/07/2014 23/07/2014 15/08/2014 ASDM 57 18/07/2014 21/07/2014 12/08/2014 ULTJ 12 18/07/2014 02/07/2014 02/07/2014 ALDO 2 17/07/2014 18/07/2014 12/08/2014 FORU 10 17/07/2014 18/07/2014 12/08/2014 PWON 5 17/08/2014 18/07/2014 22/08/2014 CLPI 0 17/07/2014 18/07/2014 12/08/2014 USD0.0018 GPRA 2 17/07/2014 18/07/2014 12/08/2014 FAST 30 15/07/2014 16/07/2014 05/08/2014 INDF 142 14/07/2014 15/07/2014 07/08/2014 MFIN 20 14/07/2014 15/07/2014 07/08/2014 DYAN 3 14/07/2014 15/07/2014 06/08/2014 AMFG 80 11/07/2014 14/07/2014 24/07/2014 KBLI 4 10/07/2014 11/07/2014 25/07/2014Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.