• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Eksternal Risiko Jatuh Lansia: Studi Empiris

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Faktor Eksternal Risiko Jatuh Lansia: Studi Empiris"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2015 | D 007

Faktor Eksternal Risiko Jatuh Lansia: Studi Empiris

Stefani Natalia Sabatini(1), Hanson E. Kusuma(2), Lily Tambunan(2)

(1) Program Studi Magister Arsitektur, SAPPK, ITB.

(2) Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan, ITB.

Abstrak

Sebagian besar studi mengenai risiko jatuh pada lansia hanya membahas faktor internal saja. Studi ini adalah studi pendahuluan untuk mengetahui faktor eksternal risiko jatuh pada lansia di Indonesia. Metode yang dilakukan adalah analisis data teks yang disarikan dari jurnal dan guide-line terkait. Faktor eksternal pada risiko jatuh dapat dikelompokkan menjadi elemen yang terkait langsung terhadap risiko jatuh; terpeleset, tersandung, dan jatuh karena kehilangan keseimbangan; serta yang tidak terkait langsung; terkait kemudahan penglihatan dan perlengkapan keselamatan. Selanjutnya, elemen dari faktor eksternal dikelompokan berdasarkan permanen-tidaknya elemen untuk melihat peran dari desain bangunan terhadap risiko jatuh pada lansia.

Kata-kunci : faktor eksternal, lansia, risiko jatuh, rumah tinggal

Pengantar

Jatuh adalah salah satu ancaman bagi lansia. Di luar negeri, satu dari tiga lansia mengalami jatuh setiap tahunnya.1 Lebih jauh lagi, terdapat studi yang menemukan bahwa risiko jatuh adalah bahaya lansia yang paling mungkin terjadi dan cedera akibat jatuh sebagai kondisi nomor dua yang memberi dampak terburuk. 2 Meskipun begitu, data yang sama menunjukkan bahwa risiko jatuh jugalah yang menjadi ancaman yang paling mungkin diantisipasi. Oleh karena itu, penelitian tentang jatuh pada lansia memiliki potensi baik untuk dikembangkan dalam rangka antisipasi.

Jatuh pada lansia dipengaruhi oleh beberapa faktor. Ada yang mengelompokkannya menjadi mobilitas (mobility), perilaku pengambilan risiko (risk taking behavior), serta kondisi lingkungan (physical environtment).3 Terdapat pula yang mengelompokkannya menjadi faktor internal, dari diri lansia, dan eksternal, dari luar diri lansia.

1 Northdge, Mary E., et all. 1995: 509 2 Smerz, Andrew G. 2003: 59-63 3 Feldman & Chaudhury. 2008: 92

Faktor eksternal ini erat kaitannya dengan kondisi bahaya pada rumah (home hazard). Jatuh pada lansia telah menjadi pembahasan yang luas di luar negeri. Meski begitu, ke-banyakan studi tentang jatuhnya lansia di Indonesia didominasi bidang keperawatan dan membentuk pengetahuan mengenai faktor internal. Pembahasan mengenai faktor eksternal di Indonesia masih belum baik. Kondisi budaya di Indonesia yang berbeda dengan negara di luar negeri diduga akan memunculkan kekhasan kondisi rumah, termasuk pada elemen faktor eksternal risiko jatuh. Untuk itu, diperlukan studi lebih dalam mengenai faktor eksternal dari risiko jatuh. Tujuan besar dari studi ini adalah untuk menemukan kriteria bangunan yang dapat mengurangi risiko dan dampak jatuh pada lansia. Studi ini adalah pendahuluan dari studi tersebut yaitu mengidentifikasi elemen-elemen dari faktor eksternal risiko jatuh lansia. Secara lebih spesifik, bagian studi ini dapat difokuskan pada elemen-elemen dalam rumah lansia. Studi ini bertujuan menyusun hipotesis mengenai elemen-elemen seperti apa sajakah yang berpotensi

(2)

menyebab-kan jatuh pada lansia sebut sehingga siap diujicobakan di lapangan.

Metode

Metode Pengumpulan Data

Studi ini menggunakan metode pengumpulan data kualitatif (Creswell, 2008). Data dikumpul-kan dari lima jurnal yang dianggap paling relevan. Jurnal tersebut adalah jurnal oleh Northridge, Nevitt, Kelsey, & Link (1995), Carter, Cambell, Sanson-Fisher, Redman, & Gillespie (1997), Gill, Williams, & Tinneti (2000), Robert, DeVito, Stevens, Branche, Virnig, Wingo, & Sattin (2005), serta Wyman, Croghan, Nach-reiner, Gross, Stock, Talley, & Monigold (2007). Hal serupa pernah dilakukan oleh jurnal lain yakni oleh Feldman & Chaudhury (2008). Jurnal tersebut juga memuat tulisan Northridge dkk. (1995) dan Carter dkk. (1997). Meski begitu, jurnal tersebut bertujuan membentuk teori umum mengenai resiko jatuh dan hanya membahas sedikit mengenai elemen faktor eksternal resiko jatuh. Di dalam studi ini, jurnal Northridge dkk. (1995) oleh Carter dkk. (1997) tetap diacu karena dianggap sebagai jurnal yang penting.

Selain jurnal, empat guide-line ditilik untuk melihat hal-hal dari kondisi rumah yang dianggap berpengaruh terhadap resiko jatuh. Keempat guide-line tersebut adalah A Home Fall Prevention Checklist for Older Adult (2005) dari CDC Foundation, Safety for Older Customers- Home Safety Checklist (2009) dari Amerika, Don’t Fall For it (2011) dari Australia dan Falling Less in Kansas (2013) dari Amerika. Guideline dianggap sebagai representasi aplikatif yang telah melalui proses studi.

Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data teks. Hal yang pertama dilakukan adalah tabulasi data dari hal-hal yang terkait elemen dari faktor eksternal, baik pada kelima jurnal maupun keempat guide-line. Kemudian, hasil tabel keduanya digabungkan dan dilakukan sorting atau pengelompokan. Hal ini bertujuan

menemukan label yang sesuai untuk setiap kelompok elemen. Hasilnya didiagramkan. Analisis dan Interpretasi

Pengelompokan

Pengelompokan elemen faktor eksternal risiko jatuh sebelumnya telah dilakukan. Kelima jurnal melakukan pengelompokan elemen faktor eksternal risiko jatuh berdasarkan ruang. Namun begitu, beberapa di antaranya menyebutkan elemen faktor tersebut sebagai sebuah kelom-pok berdasarkan jenis elemennya juga. Northridge dkk. (1995) mengelompokkannya menjadi tetang keberadaan dan kestabilan grab bars serta ketinggian dan material furnitur. Carter dkk. (1997) mengelompokkannya men-jadi tentang hal yang meningkatkan resiko jatuh, terpeleset, atau tersandung serta keabsenan perlengkapan keselamatan yang dapat meng-antisipasi jatuh. 4 Gill dkk. (2000) memfokuskan studinya pada risiko jatuh akibat tersandung dan terpeleset namun juga tetap menyertakan faktor keberadaan grab bars. Robert dkk. (2005) me-nemukan bahwa kondisi tersandung dan kondisi kehilangan keseimbangan adalah dua kondisi yang paling menyebabkan jatuh.5 Jurnal lain oleh Huang dkk. (2005) mengelompokkannya menjadi tentang pencahayaan, lantai, area penyimpanan, furnitur, karpet, pelengkapan listrik dan saklar, grab bars dan handrail, serta gerbang masuk.

Pada guide-line juga terdapat pengelompokkan. A Home Fall Prevention Checklist for Older Adult (2005) mengelompokkannya menjadi tentang lantai, tangga dan anak tangga, serta ruang-ruang. Safety for Older Customers -Home Safety Checklist (2009) mengelompokkannya menjadi tentang permukaan area jalan, tangga dan anak tangga, pencahayaan, kabel listrik, serta ruang-ruang. Don’t Fall For it (2011) mengelompok-kannya menjadi tentang pencahayaan, terpeleset, tersandung, dan bahaya struktural. Falling Less in Kansas (2013) mengelompok-kannya menjadi tentang lantai, pencahayaan, tangga dan anak tangga, serta ruang-ruang. 4Carter dkk. 1997: 197

(3)

Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2015| D 09

Tabel 1. Elemen Faktor Eksternal Terkait Resiko Jatuh

NO ELEMEN

SUMBER

STA-TUS

JURNAL GUIDE-LINE

1 2 3 4 5 a b c d p s n

I ANTISIPASI JATUH

A Terkait dengan terpeleset (slipping) A.1 Kelicinan

A.1.1 Potensi ketergenangan air 2 3 4 5 a b c d n A.1.2 Jenis material lantai 2 3 c d p A.1.3 Keberadaan material di atas lantai (karpet, keset,

permadani) 2 3 4 a b c d n

A.2 Kecuraman 2

B Terkait dengan tersandung (tripping) B.1 Gangguan pada area jalan

B.1.1 Keberantakan (clutter) 1 3 4 5 a b c d n

B.1.2 Kabel 2 4 a b c d n

B.1.3 Elemen interior (karpet, keset, seprei, gorden, dan lainnya) 2 3 b c n

B.1.4 Furnitur 2 n

B.2 Perubahan ketinggian

B.2.1 Lantai (kerataan) 2 a b c d p

B.2.2 Tangga (kecuraman) d p

C Terkait dengan jatuh karena kondisi kehilangan keseimbangan C.1 Terkait keterjangkauan

C.1.1 Pengelompokan (kedekatan peletakan) barang 1 5 b c d s n

C.1.2 Ketinggian barang 2 4 5 c d s

C.1.3 Pemendekan jarak tempuh antar ruang yang penting 2 c d p C.1.4 Perluasan area untuk memudahkan pergerakan c p C.2 Terkait perubahan dari tidur dan duduk ke berdiri dan sebaliknya

C.2.1 Ketinggian kursi, tempat tidur, dan closet duduk 1 2 4 5 c d s

C.2.2 Kestabilan furnitur 2 4 d s

D Kemudahan penglihatan D.1 Penambahan pencahayaan

D.1.1 Keberadaan dan kemerataan 2 a c d s D.1.2 Keberadaan saat malam 4 5 a b c d s D.2 Kemudahkan menambah pencahayaan

D.2.1 Keterjangkauan saklar 2 4 5 a b c d s D.2.2 Sensor untuk menyalakan lampu d s

D.3 Pengurangan glare c d s n

(dengan bantuan tirai dan penggantian cat dinding) D.4 Peningkatan kontras antara lantai dengan lantai yang

berbeda ketinggian atau objek lain di atasnya c d p n E Peningkatan perlengkapan keselamatan

E.1 Grab bars dan Handrail 1 2 3 4 5 a c d s E.2 Alat bantu lainnya (commode chair dan lainnya) c d s

II MENGURANGI AKIBAT JATUH

A Meminimalisir terluka 2 c p s

Menumpulkan interior dan pemilihan kaca B Memudahkan bantuan datang

B.1 Alarm a c d s

B.2 Pintu membuka ke luar 2 c p

KETERANGAN 1: Northridge dkk. (1995) 2: S. E. Carter dkk. (1997) 3: Gill dkk. (2000) 4: Robert dkk. (2005) 5: Wyman dkk. (2007)

a: A Home Fall Prevention Checklist for Older Adult (2005) b: Home Safety Checklist (2009) c: Don’t Fall For it (2011) d: Falling Less in Kansas (2013)

p: permanen s: semi-permanen n: non-permanen

(4)

Dalam lima jurnal dan empat guide-line, ditemukan bahwa terdapat dua kelompok besar, yaitu tentang antisipasi jatuh dan pengurangan akibat jatuh bila tetap terjadi jatuh. Yang termasuk elemen faktor eksternal risiko jatuh adalah kelompok yang pertama. Kelompok anti-sipasi jatuh sendiri dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu yang berpengaruh secara langsung terhadap jatuh; terpeleset, tersandung, dan kehilangan keseimbangan; serta yang tidak berpengarung langsung; perlengkapan ke-selamatan dan penglihatan. Secara lebih rinci, pendataan elemen-elemen tersebut, sumbernya, dan pengelompokkannya dapat dilihat pada Tabel 1.

Dari pengelompokkan tersebut, dapat dibuat bagan seperti pada Gambar 1. Besaran lingkar-an menggambarklingkar-an jumlah sumber ylingkar-ang mengatakan tentang elemen tersebut. Jika kesembilan sumber menyebutkan elemen terse-but maka lingkarannya akan sangat besar. Jika

hanya satu dari sembulan sumber yang menyebutkan elemen tersebut maka lingkarannya akan sangat kecil. ‘Tersandung’ dan elemen di dalamnya menjadi faktor yang selalu disebutkan pada kesembilan sumber. Dengan penggambaran tersebut, dapat dilihat bahwa terdapat faktor yang lebih sering disebut dibanding faktor yang lain pada masing-masing kelompok. Faktor tersebut yaitu ‘kelicinan’ pada ‘terpeleset’, ‘gangguan pada area jalan’ pada ‘tersandung’, ‘keterjangkauan’ pada ‘terkait jatuh karena kondisi kehilangan keseimbangan’, ‘grab bars dan handrail’ pada perlengkapan keselamatan’, serta ‘menambah pencahayaan’ dan ‘memudahkan menambah pencahayaan’ pada ‘penglihatan’.

Kebaruan pada Guide-Line

Jika diperhatikan pada Tabel 1, terdapat beberapa elemen antisipasi jatuh yang tidak

(5)

Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2015| D 011 disebutkan pada sumber jurnal namun muncul

pada guide-line. Elemen-elemen tersebut antara lain adalah: kecuraman tangga, perluasan area untuk memudahkan pergerakan, adanya sensor untuk meyalakan lampu, pengurangan glare, peningkatan kontras antara lantai dengan lantai yang berbeda ketinggian atau objek lain di atasnya, serta peningkatan perlengkapan kese-lamatan dari alat bantu selain grab bars dan handrail. Kebaruan ini dimungkinkan karena adanya jarak waktu yang cukup jauh dari jurnal terbahas terakhir, yakni 2007, hingga guide-line terbaru, yakni 2013. Kemajuan teknologi dan distribusinya nampaknya memengaruhi ide dalam menyelesaikan masalah pemudahan pe-nambahan pencahayaan seperti dengan meng-gunakan sensor untuk menyalakan lampu. Peran guide-line yang lebih luwes juga memungkinnya mengeluarkan anjuran yang aplikatif seperti memasang plester berwarna terang atau bahkan fluorescence pada perbedaan ketinggian lantai dan tangga agar lebih mudah dikenali.

Desain Bangunan Rumah terhadap Risiko Jatuh Tak semua elemen eksternal yang berpengaruh pada risiko jatuh merupakan bagian dari desain bangunan rumah. Elemen yang termasuk pada desain diasumsikan sebagai elemen yang semi-permanen dan semi-permanen. Penggolongan pada kolom ‘status’ Tabel 1 menunjukkan apakah elemen tersebut termasuk elemen yang permanen, semi-permanen, atau non-permanen. Elemen yang termasuk semi-permanen adalah tata dan desain furnitur, perlengkapan ke-selamatan, pencahayaan, dan cat dinding. Elemen yang termasuk permanen adalah ten-tang desain dan material lantai, desain ten-tangga, tata ruang untuk memperpendek jarak, serta dimensi ruang yang memudahkan pergerakan. Kesimpulan

Elemen faktor eksternal yang secara langsung mempengaruhi risiko jatuh yang sering dibahas yaitu elemen yang terkait dengan terpeleset, tersandung, terjatuh karena kehilangan kese-imbangan. Sedangkan yang secara tidak langsung mempengaruhi risiko jatuh, elemen

yang terkait penglihatan serta perlengkapan keselamatan.

Kebaruan pada studi ini adalah pendataan kembali elemen-elemen faktor eksternal risiko jatuh yang ternyata mengalami penambahan terutama dari sumber guide-line dengan tahun yang lebih kekinian. Pengelompokkan elemen berdasarkan kedekatan jenis dilakukan kembali hingga memunculkan diagram yang dianggap mampu memudahkan pemahaman.

Kekurangan pada studi ini adalah semua jurnal dan guide-line bersumber dari negara Barat yang memiliki budaya berbeda dengan Indo-nesia sebagai wilayah rencana studi. Tambahan jurnal terbaru yang berasal dari Asia dapat memperkaya jenis elemen faktor eksternal risiko jatuh.

Selanjutnya, studi dapat dikembangkan di Indonesia untuk melihat jika terdapat bentuk elemen yang berbeda yang menjadi faktor eksternal risiko jatuh pada lansia. Pengembang-an selPengembang-anjutnya adalah menemukPengembang-an bentuk antisipasi dan pengurangan dampak risiko jatuh lansia melalui faktor eksternal yang paling sesuai dengan konteks di Indonesia.

Daftar Pustaka

Creswell, J.W. (2008). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. California: Sage Publications, Inc.

Carter, S. E., Elizabeth M. Cambell, Rob W. Sanson-Fisher, Selina Redman, William Gillespie. (1997). Environmental Hazard in the Homes of Older People. Age and Ageing 1997; 26: 195-202.

Center for Disease Control (CDC) Foundation. MetLife Foundation. (2005). Check for Safety. A Home Fall Prevention Checklist for Older Adults. USA: Departement of Health and Human Services Centers for Disease Control and Prevention.

Departement of Health and Ageing. Australian Government. (2011). Don’t Fall for It. Falls can be prevented! A guide to preventing falls for older people. Australia.

Feldman, Fabio dan Habib Chaudhury. (2008). Falls and Physical Environtment: A Review and A New Multifactoral Falls-Risk Conceptual Framework. Canadian Journal of Occupational Therapy, April 2008, Vol. 75, No 2: 82-95.

Gill, Thomas M., Christiannaa Williams, Marry E. Tinneti. (2000). Environtmental Hazard and the Risk

(6)

of Nonsycopal Falls in the Homes of Community-Living Older Persons. Medical Care Volume 38, Number 12, pp 1174-1183. Lippincott Williams & Wilkins, Inc

.

Huang, Tzu-Ting. (2005). Home Environmental Hazards Among Community-Dwelling Elderly in Taiwan. Journal of Nursing Research Vol. 13, No. 1, 2005.

Northdge, Mary E., Michael C. Nevitt, Jennifer L. Kelsey, Bruce Link. (1995). Home Hazard and Falls in the Elderly: The Role of Health and Functional Status. American Journal of Public Health, April 1995, Vol. 85, No 4: 509:515.

Robert, Morgan O., Carolee A. DeVito, Judy A. Stevens, Christine M. Branche, Beth A. Virnig, Phyllis A. Wingo, Richard W. Sattin. (2005). A self-assessment tool was reliable in identifying hazards in the homes of elders. Journal of Clinical Epidemiology 58 (2005) 1252–1259.

Radebaugh, Hale, M. Rogers, N. Rogers (Wichita State University); Ms. Kendrick and Mr. Riley (Envision). (2013). Falling Less in Kansas, Falls Awareness and Prevention Strategies for Adults, The Falling LinKS Toolkit. Kansas: Wichita State University Regional Institute on Aging.

Smerz, Andrew G. (2003). Fire and Life Safety Education for The Elderly: Leading Community Risk Reduction. An applied research project submitted to the National Fire Academy as part of the Executive Fire Officer Program.

U.S. Consumer Product Safety Commission Office of Information and Public Affairs. (2009). Consumer Product Safety Commission; Safety for Older Consumers –Home Safety Checklist. U.S. : U.S. Consumer Product Safety Commission Office of Information and Public Affairs

.

Wyman, PhD, Jean F., Catherine F. Croghan, MS, MPH, Nancy M. Nachreiner, PhD, Cynthia R. Gross, PhD, Holly Hatch Stock, MSc, MA, Kristine Talley, MS, and Melinda Monigold, MS. (2007). Effectiveness of Education and Individualized Counseling in Reducing Environmental Hazards in the Homes of Community-Dwelling Older Women. Journal compilation 2007, The American Geriatrics Society October 2007–VOL. 55, No. 10. hal 1548-1556.

Gambar

Gambar 1. Diagram Pengelompokan Elemen Faktor Eksternal Terkait Resiko Jatuh

Referensi

Dokumen terkait

Judul Skripsi :PENGARUH CORE STABILITY EXERSICE TERHADAP PENURUNAN RISIKO JATUH PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA NILASARI, KARTASURAA. Menyatakan bahwa skripsi tersebut

Dapat dijadikan sebagai bahan serta acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya tentang core stability exercise umtuk penurunan risiko jatuh pada lansia di

Pencegahan jatuh pada lansia dilakukan oleh keluarga berdasarkan faktor- faktor caring untuk mengurangi risiko jatuh yang memiliki akibat yang buruk bagi lansia dan

Hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Risiko Jatuh pada Lansia di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU) Yayasan Batara Sabintang

Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya audit eksternal disajikan oleh ukuran perusahaan, profitabilitas perusahaan, risiko perusahaan, kompleksits perusahaan, jenis industri

Faktor risiko eksternal dengan resiliensi berada pada kategori rendah atau kurang baik, hal ini disebabkan karena siswa tidak memiliki resiliensi yang tinggi sehingga factor

Dari hasil diatas, diperoleh nilai significancy 0,024 (p = < 0,05) yang menunjukkan bahwa korelasi antara kekuatan otot quadriceps femoris dengan risiko jatuh

Program Studi Fisioterapi Universitas Binawan viii PENGARUH LATIHAN KESEIMBANGAN UNTUK MENGURANGI RISIKO JATUH PADA LANSIA LITERATURE REVIEW ABSTRAK Latar Belakang : Jatuh