• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

6

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar

Sistem saat ini dibutuhkan bagi perusahaan untuk menjalankan bisnisnya agar bisa memudahkan proses transaksi pembelian. Sistem juga mengatur kegiatan keuangan perusahaan bagi manajemen dalam mengambil keputusan dengan baik. Untuk mempelajari sistem itu sendiri maka penulis mendefinisikan tentang beberapa konsep dasar yang digunakan dalam penelitian.

2.1.1. Sistem

Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) yang artinya suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat (Zakky, 2018)

Sedangkan menurut pendapat lain mengutarakan bahwa “Suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variable- variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu” (Cahyono, 2015).

Hal ini biasa diartikan bahwa suatu sistem tidak akan bisa beroperasi dengan baik tanpa adanya keterikatan dari berbagai komponen. Sementara menurut definisi lainmengatakan bahwa sistem “suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan” (Mulyadi, 2016).

(2)

Pengertian sistem juga dapat diartikan sebagai “sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam transformasi yang teratur” (Min, 2017).

2.1.2. Pengertian Informasi

Pengertian informasi adalah “data yang telah diorganisasi dan telah memiliki kegunaan dan manfaat” (Krismaji, 2015). Data yang belum terorganisasi dengan baik akan membuat suatu informasi tersebut menjadi kurang bermanfaat dan tidak bisa digunakan dengan semestinya.

Sementara itu informasi juga dapat didefenisikan sebagai “data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, sedangkan data merupakan sumber informasi yang menggambarkan suatu kejadian yang nyata” (Mulyanto, 2015). Dari suatu kejadian yang nyata dapat dibuat suatu ata yang terbukti keasliannya yang akan menjadi informasi yang teruji kebenarannya.

Secara umum Informasi ialah data yang sudah di saring kebenarannya sehingga menjadi berharga dan mempunyai arti bagi yang menerima, sedangkan data ialah asal sumber Informasi yang memberi gambaran pada kejadian yang sebenarnya terjadi.

2.1.3. Sistem Informasi

Dalam pengertian sistem informasi dapat diketahui bahwa sistem informasi adalah “cara-cara yang diorganisasi untuk mengumpulkan, memasukkan, dan mengolah serta menyimpan data, dan cara-cara yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan, dan melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga sebuah organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan” (Abdullah, 2015).

(3)

kerjasama dengan ketentuan-ketentuan aturan yang sistematis dan terstruktur untuk membentuk satu kesatuan yang melaksanakan suatu fungsi untuk mencapai tujuan” (Anggraeni & Irviani, 2017).

2.1.4. Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi dapat didefinisikan sebagai “kumpulan (integrasi) dari sub-sub sistem atau komponen baik fisik maupun nonfisik yang saling berhubungan dan bekerja sama satu sama lain secara harmonis untuk mengolah data transaksi yang berkaitan dengan masalah keuangan menjadi informasi keuangan” (Susanto, 2017).

Sistem Informasi Akuntansi digunakan sebagai alat untuk melakukan analisis keputusan ataupun sebagai pembuat keputusan yang terkait dengan transaksi-transaksi perusahaan.

Secara umum Sistem Informasi Akuntansi dapat disimpulkan sebagai Gabungan dari seluruh langkah-langkah, formulir, dan penulisan serta perkakas yang digunakan dalam mengolah data keuangan menjadi suatu bentuk laporan yang digunakan dalam manajemen keuangan.

2.1.5. Akuntansi

Secara umum akuntansi dibutuhkan dalam mengetahui posisi keuangan perusahaan. Bisa dikatakan bahwa “suatu proses pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran suatu transaksi keuangan dan diakhiri dengan suatu pembuatan laporan keuangan” (Hanum, 2017).

Akuntansi juga dapat didefinisikan sebagai “Pengertian Akuntansi dapat didefinisikan sebagai sebuah sistem informasi yang memberikan laporan keuangan kepada para pengguna informasi akuntansi atau kepada pihak-pihak yang memiliki

(4)

kepentingan (stakeholders) terhadap hasil kinerja dan kondisi perusahaan” (Hery, 2019).

Hal ini bisa disimpulkan bahwa akuntansi secara umum ialah kegiatan yang berkaitan dengan dunia keuangan dari pencatatan, penggolongan, dan laporan pun mempunyai suatu sistem yang terpadu.

2.1.6. Pembelian

Pengertian Pembelian dapat di defenisikan sebagai “suatu penyedia barang yang dapat dipakai untuk bahan pokok dalam perusahaan serta dapat dijual kembali oleh perusahaan kepada pihak lain yang membutuhkan” (Dana N.P, 2017).

Pembelian dijadikan perusahaan sebagai bagian dari kegiatan bisnis, sehingga dalam transaksi pembelian juga terdapat etika bisnis, baik dalam pembelian produk maupun pembelian jasa.

Pengertian pembelian secara umum bisa disimpulkan sebagai suatu tindakan atau peristiwa yang dilakukan oleh kedua belah pihak dengan tujuan dan maksud menukarkan jasa atau barang dengan menggunakan alat transaksi yang sah dan sama- sama mempunyai kesepakatan dalam melakukan transaksinya dan kegiatan tawar menawar yang dilakukan penjual dan pembeli sampai mendapat kesepakatan harga.

2.1.7. Jasa

Jasa dapat didefenisikan yaitu “semua aktifitas ekonomi yang dapat menghasilkan nilai tambah dalam pekerjaan seperti kenyamanan, hiburan, dan kepuasan dalam hasil bukan berdasarkan produk atau konstruksi” (Sudarso, 2016). Jasa juga menjadi kinerja atau tindakan yang ditawarkan perusahaan kepada satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan dan tidak berwujud.

(5)

bersifat nonfisik tetapi bias pula berkaitan dengan produk fisik.yang dimana hasil dari jasa inilah yang menjadi tolak ukurnya.

2.2. Peralatan Pendukung (Tool System)

Penulis membutuhkan peralatan pendukung untuk menggambarkan alur kerjapada sistem yang dibuat agar lebih terstruktur. Berikut peralatan pendukung yang digunakan adalah:

2.2.1. Unified Modelling Languange (UML)

Pengertian UML dapat didefenisikan sebagai “UML adalah salah standar bahasa

yang banyak digunakan didunia industri untuk mendefinisikan requirement, membuat analisis & desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasiobjek” (A.S & Shalahuddin 2015).

Alat bantu yang digunakan dalam penyusunan laporan ini berbasiskan UML sebagai berikut:

1. Activity Diagram

Activity diagram ialah “activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja)

atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak” (Rosa AS, 2014). Secara umum activity diagram adalah diagram yang memberi gambaran tentang aliran kerja (workflow) dari seluruh aktivitas sebuah sistem atau dalam proses bisnis.

2. Use Case Diagram

use case mengandung arti yaitu “Use Case merupakan sebuah teknik yang

digunakan dalam pengembangan sebuah software atau sistem informasi untuk menangkap kebutuhan fungsional dari sistem yang bersangkutan, Use Case

(6)

menjelaskan interaksi yang terjadi antara ‘aktor’ — inisiator dari interaksi sistem itu sendiri dengan sistem yang ada, sebuah Use Case direpresentasikan dengan urutan langkah yang sederhana” (Arif Wicaksanaa (2016). Sedangkan pendapat lain berkata bahwa “merupakan pemodelan untuk kelakukan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat” (Rouse, 2015). use

case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem

informasi yang akan dibuat. 3. Deployment Diagram

Deployment diagram adalah “diagram yang yang berfungsi untuk memberi

pertunjukan konfigurasi komponen dalam proses eksekusi aplikasi” (Sukamto & Shalahuddin, 2015).

4. Sequence Diagram

Sequence diagram adalah diagram yang menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan menjelaskan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan

dan diterima antar objek” (Sukamto & Shalahuddin, 2015). 5. Class Diagram

Class Diagram adalah diagram yang menggambarkan struktur sistem dari segi

penjelasan kelas yang akan diciptakan dalam pembangunan sistem. Class diagram juga menjelaskan berbagai jenis objek dalam sistem dan berbagai hubungan statis yang terdapat diantara mereka" (Lano, 2016). Diagram class secara umum merupakan hubungan antar kelas dan penjelasan detail setiap proses kelas dalam model rancangan dari suatu sistem dan menentukan prilaku sistem.

(7)

2.2.2. Entity Relationship Diagram

Rancangan ERD digunakan untuk pemodelan basis data relasional. Karena “ERD berfungsi untuk menggambarkan hubungan antara satu entitas yang memiliki sejumlah atribut dengan entitas yang lain dalam suatu perancang sistem untuk memodelkan data yang nantinya akan dikembangkan menjadi basis data” (Pendidikanku, 2016).

ERD juga didefenisikan sebagai “alat bantu (tools) yang digunakan untuk memberi model struktur data dengan memberi gambaran entitas dan hubungan antara entitas secara konseptual” (Rusmawan, 2019).

2.2.3. Logical Record Structure

Logical relationship structure atau yang disingkat dengan LRS merupakan

representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil relasi antar himpunan entitas pada diagram” (Fridayanthie & Mahdiati, 2016).

Ada yang berpendapat bahwa Logical record structure (LRS) “Diciptakan menggunakan nomor dari tipe record digambarkan oleh kotak persegi panjang dengan menggunakan nama yang unik” (Mulyanto & Khasanah, 2018).

2.2.4. Blackbox Testing

Blackbox testing didefenisikan Menurut Rosa dan Salahuddin (2015:275)

mengatakan bahwa “Blackbox Testing yaitu menguji perangkat lunak dari segispesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program”.

Secara umum blackbox testing adalah proses uji coba perangkat lunak yang telah dibuat, yang berguna untuk mengtahui sudah sesuai apa tidaknya spesifikasi yang dibutuhkan.

(8)

2.2.5. Basis Data

Basis data didefenisikan sebagai “kumpulan data yang menjadi informasi yang disimpan di dalam komputer secara terstruktur, tersistematis dan rapih sehingga dapat diperiksa dengan menggunakan suatu program komputer untuk mendapatkan informasi dari basis data tersebut” (Andaru, 2018).

Sistem basis data digunakan dengan berharap pemakai mampu menyusun semua abstraksi data. Hal ini bermaksud untuk memberi kemudahan dalam interaksi antara user dengan sistemnya dan basis data bertujuan untuk memberi pandangan yang tersendiri kepada para pengguna, programmer, dan administratornya. Lain hal yang mengungkapkan bahwa basis data adalah “gabungan data yang mempunyai relasi dan disimpan secara bersama secara terkonsep tanpapengulangan untuk memenuhi kebutuhan” (Lubis, 2016).

Basis data secara umum adalah kumpulan atau gabungan dari informasi yang disimpan di dalam komputer secara terstruktur secara rapih sehingga dapat di cek atau diperiksa dengan menggunakan suatu program komputer untuk mendapatkan informasi dari basis data tersebut.

2.2.6. Neatbeans

Neatbens didefenisikan dan dapat diartikan sebagai “sebuah aplikasi

integrated development environment (IDE) yang berbasiskan Java dari Sun Microsystems yang berjalan di atas swing dan banyak digunakan sekarang sebagai

editor untuk berbagai bahasa pemrograman” (Nofriadi, 2018).

Saat ini Netbeans sudah sampai ke versi 8.0.Saat ini kita bisa membuat bahasa pemrograman Java, JavaScript, PHP, Python, Ruby, Groovy, C, C++, Scala,

(9)

yang bisa dijalankan di berbagai sistem operasi, seperti windows, linux, MacOSX, dan Solaris.

2.2.7. XAMPP

XAMPP dapat didefenisikan sebagai “perangkat lunak bebas (free software)

yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari bebrapa program.

XAMPP berfungsi sebagai server yang berdiri sendiri, yang terdiri dari beberapa

program, antara lain: Apache HTTP Server, Mysql database, dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemograman PHP dan Perl “ (Ratnasari, 2018).

XAMPP juga mengandung pengertian sebagai “XAMPP adalah sebuah

aplikasi perangkat lunak pemograman dan database yang didalamnya terdapat berbagai macam aplikasi pemograman seperti Appache HTTP server, database

MySQL, bahasa pemograman PHP serta perl (Aryanto, 2016) .

2.2.8. Mysql

MySQL dapat di defenisikan sebagai “sistem manajemen database yang

mempunyai sifat relational (berhubung) yang dimana data dikelola dalam database diletakkan pada beberapa tabel yang terpisah sehingga menimbulkan manipulasi data yang lebih tepat” (Achmad Yusron Arif, 2019).

MySQL (my structure query language) dapat didefenisikan sebagai salah satu

bahasa pemograman khusus yang dipergunakan dan dibutuhkan untuk kepentingan manajemen data dalam RDBMS” (Yasin, 2019). Secara umum MySQL adalah perangkat software sistem manajemen basis data SQL yang disebut dengan DBMS (database management system).

2.2.9. User Interface

(10)

mengemukakan bahwa “user interface adalah mekanisme penerimaan gabungan informasi dari pengguna atau yang disebut user dan memberikan sebuah informasi kembali kepada user atau pengguna yang bertujuan untuk membantu dalam mengarahkan alur penelusuran masalah sampai mendapat solusi penyelesaian”.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam menentukan pencapaian dalam sesuatu mata pelajaran, antara faktor yang telah dikenal pasti adalah peluang belajar dan keterlibatan murid semasa aktiviti pembelajaran di

Bunga yang rendah tersebut dikarenakan pembiayaan yang dikhususkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, selain itu marjin yang rendah ini ada dikarenakan

• Fasilitasi dan stimulasi pembangunan perumahan swadaya di Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Besar, Banda Aceh, dan Sabang (masing-masing 100 unit) dan peningkatan kualitas

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Untuk menjelaskan fenomena pelanggaran Hak Cipta atas karya cipta Desain grafis di Indonesia menurut Undang-Undang No.28

Penelitian ini akan fokus pada kualitas audit yang dipengaruhi secara langsung oleh profesi akuntan publik dengan memperhatikan sistem pengendalian mutu sebagai acuan bagi

Dengan kondisi penduduk yang berada di pesisir pantai, seringkali mereka menggunakan pasir pantai sebagai campuran bahan bangunan seperti untuk campuran beton,

Hal ini dibuktikan dengan hasil statistic uji t untuk variabel komunitas merek diperoleh nilai P-value sebesar 0,3082 > 0,05, dan koefisien regresi sebesar