Teknik Mesin
Universitas Mercu Buana
6 Tugas Akhir
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Garis Besar Chasis Dan Suspensi
Pada sebuah kendaraan terbagi ke dalam beberapa sistem yang
merupakan point utama dari adanya sebuah kendaraan, salah satunya sistem
chasis meliputi suspensi yang menopang axle, kemudi untuk mengatur arah
kendaraan, roda, ban dan rem untuk menghentikan laju kendaraan.
Sistem-sistem berpengaruh langsung terhadap kenikmatan berkendara, stabilitas dan
sebagainya. Sistem rem digunakan untuk mengurangi atau menghentikan
kendaraan dan mempertahankan posisi kendaraan pada saat parkir.
Gambar 2.1 Chasis Range Rover (www.rangerovers.net)
Teknik Mesin
Universitas Mercu Buana
7 Tugas Akhir
2.2 Suspensi
Sistem suspensi terletak diantara bodi kendaraan dan roda-roda, dan
dirancang untuk menyerap kejutan dari permukaan jalan sehingga menambah
kenikmatan dan stabilitas berkendara serta memperbaiki kemampuan daya
cengkram roda terhadap permukaan jalan. Suspensi terdiri dari pegas, shock
absorber, stabilizer, dan sebagainya. Pada umumnya suspensi dapat
digolongkan menjadi suspensi tipe rigid (rigid axle) dan tipe bebas
(independent suspension).
Suspensi menghubungkan bodi kendaraan dengan roda-roda dan
berfungsi sebagai berikut:
a) Selama berjalan kendaraaan secara bersama-sama dengan roda, menyerap
getaran, oskilasi dan kejutan dari permukaan jalan, hal ini untuk
melindungi penumpang dan barang agar aman, serta menambah
kenyamanan dan stabilitas
b) Memindahkan gaya pengereman dan gaya gerak ke bodi melalui gesekan
antara jalan dengan permukaan roda.
c) Menopang bodi pada axle dan memelihara letak geometris antara bodi dan
Teknik Mes 2.3 Komp komp semua sistem komp a) Peg b) Sh c) Su d) Ba e) Bu sin
Univer Gambar 2.2 ponen Utam Sistem su ponen-komp a sistem su m tertentu s ponen utama gas hock Absorb uspension A all Joint ushing Kare rsitas Mercu 2 Perbandin (www.Ch ma Suspen uspensi terd ponen ini, p spensi, seda saja yang m a dari sistem ber rm t Buana ngan mobil asisbus air si
diri dari kom
pegas-pegas angkan kom menggunak m suspensi a f) Bum g) Stru h) Stab i) Late j) Con yang meng suspension mponen-kom s dan shock mponen lain kan sistem adalah : mper ut Bar bilizer Bar eral Rod ntrol Arm ggunakan su .com) mponen beri k absorber nnya hanya tambahan Tugas A uspensi
ikut ini. Dan
digunakan digunakan khusus. Ad 8 Akhir n dari pada pada dapun
Teknik Mes 2.3.1 sin
Univer Gam Pegas Pe dan getara beberapa j 1) Pegas baja. mema besar semak berkur rsitas Mercu mbar 2.3 Ko (Wahy egas berfung an dari rod jenis pegas Daun Disusun d Suspensi i anfaatkan el kelenturann kin berat be rang. Buana omponen sis yu Triyono, gsi untuk m da-roda agar yang digun dari beberap ini membe lastisitas ba nya. Denga ban yang d stem suspen “Buku siste menyerap ke r tidak diter nakan pada s pa lembar p rikan efek aja. Semaki an menamba dapat ditopa
nsi pada saa em suspensi ejutan dari p ruskan ke k sistem susp egas daun y peredama in panjang ah jumlah ang, meskip Tugas A at terpasang i”) permukaan kendaraaan ensi yaitu: yang terbua an kejut de pegas, sem lembaran p pun elastisita 9 Akhir g jalan . Ada at dari engan makin pegas, asnya
Teknik Mesin
Universitas Mercu Buana
10 Tugas Akhir
Gambar 2.4 Suspensi dengan pegas daun (Wahyu Triyono, “Buku sistem suspensi”)
2) Pegas Koil
Pegas koil (coil spring) terdiri dari batang baja bulat yang
digulung membentuk spiral dan memanfaatkan elastisitas puntiran
batang baja.
Gambar 2.5 Sistem suspensi dengan pegas koil (Wahyu Triyono, “Buku sistem suspensi”)
Teknik Mesin
Universitas Mercu Buana
11 Tugas Akhir
3) Pegas Torsi
Pegas batang torsi juga memanfaatkan elastisitas yang
diperoleh dari puntiran batang baja, tetapi alat ini merupakan
batang lurus.
Gambar 2.6 Suspensi dengan pegas torsi (Wahyu Triyono, “Buku sistem suspensi”)
4) Pegas Udara (Air Spring)
Jenis ini memanfaatkan elastisitas udara, yang
dikompresikan dalam tabung karet. Mampu memberikan aksi
pemegasan yang lembut dan mampu menjaga tinggi kendaraan
secara konstan walaupun beban bervariasi. Dengan kekuatan pegas
yang dapat menyesuaikan dengan beban, tipe ini dapat
memberikan kenyamanan baik pada saat kendaraan berbeban
Teknik Mesin
Universitas Mercu Buana
12 Tugas Akhir
Gambar2.7 Sistem suspensi udara (www.wheels.com)
5) Shock Absorber
Shock absorber berfungsi untuk menyerap getaran yang
muncul pada saat pegas menerima kejutan saat kendaraan berjalan.
Sehingga getaran dapat segera diredam dan kenyamanan kendaraan
lebih baik. Shock absorber dapat berbentuk tabung maupun
silinder, tetapi keduanya memanfaatkan resistensi aliran oli. Saat
ini jenis silinder lebih banyak dipakai. Menurut cara kerjanyashock
absorber ada dua jenis yaitu single acting yang hanya memberikan
tahanan shock diperpanjang dengan double acting (tipe ganda)
yang berfungsi baik saat shock absorber diperpendek maupun
Teknik Mesin
Universitas Mercu Buana
13 Tugas Akhir
Apa bila pada suspensi hanya terdapat pegas, kendaraan
akan cendrung beroskilasi naik danturun pada waktu menerima
kejutan dari jalan sehingga menyebabkan ketidaknyamanan. Untuk
itu shock absorber dipasang untuk meredam oskilasi dengan cepat
agar memperoleh kenyamanan berkendara dan kemampuan
cengkram ban terhadap jalan.
Gambar 2.8 evektivitas shock absorber (Wahyu Triyono, “Buku sistem suspensi”)
Cara kerja didalam shock absorber teleskopic terdapat cairan
khusus yang disebut minyak shock absorber. Pada shock absorber tipe ini,
gaya redamnya dihasilkan oleh adanya lubang tahanan aliran minyak
Teknik Messin
Univer 5.1 J se 5. rsitas Mercu Gam (Wahy enis-jenis s ebagai beri .1.1 Shoc absor tidak Buana mbar 2.9 car yu Triyono, shock abso ikut: k absorber Efek mer
rber ber eks
terjadi efek ra kerja sho “Buku siste orber menu r kerja tung redam hany spansi. Seb k peredaman ock absorber em suspensi urut cara k ggal (single ya terjadi pa aliknya pad n Tugas A r i”) kerjanya ad e action) ada waktu s da saat kom 14 Akhir dalah shock mpresi
Teknik Mes sin
Univer 5. rsitas Mercu Gambar 2 (Wahy .1.2 Shoc absor kenda Gambar 2 (Wah Buana 2.10 shock a yu Triyono, k absorber Baik pa rber selalu araan sekara 2.11 shock a hyu Triyono, absorber tip “Buku siste r kerja gan ada saat ek bekerja m ang menggu absorber tip , “Buku sist pe single ac em suspensi da (multipl kspansi ma meredam. unakan tipe pe multiple a tem suspens Tugas A ction i”) le action) aupun kom Pada umu e ini action si) 15 Akhir mpresi mnya
Teknik Messin
Univer 5.2 M m 5 5 Gambar (W rsitas Mercu Menurut k menjadi be 5.2.1 Shoc presu cham (silin 5.2.2 Shoc silind 2.12 shock Wahyu Triy Buana konstruksi eberapa tip k absorber Didalam
ure tube dan
mber (silind
nder luar).
ck absorber
Di dalam
der (atau tan
absorber tip yono, “Buku nya shock e seperti ya r tipe twin t shock ab n outer tub der dalam r tipe mono m shock ab npa reservoi
ipe twin tub u sistem sus
k absorbe ang ada dib tube bsorber tip e yang mem ) dan res o tube bsorber han ir. e dan mono spensi”) Tugas A er digolon bawah ini: pe ini ter mbatasi wo servoir cha nya terdapat otype 16 Akhir ngkan rdapat orking amber t satu
Teknik Messin
Univer 5.3 P h 5 5 rsitas Mercu Penggolong hanya terb 5.3.1 Shock meng tempe 20-30 5.3.2 Shock biasa Gam (Wahy Buana gan shock a agi menjad k Absorber Untuk s ggunakan eratur renda 0 kg/cm2. k Absorber a disebut sho mbar 2.13 S yu Triyono, absorber m di dua jenis dengan me shock abs gas nitro ah 10-15 kg dengan me ock absorbe Shock absorb “Buku siste menurut me s yaitu : edium gas orber tipe gen, yang g/cm2 atau t edium minya er hidrolik
ber tipe gas em suspens Tugas A edium kerj e gas bia g dijaga temperatur t ak atau oli y s i”) 17 Akhir janya sanya pada tinggi yang
Teknik Messin
Univer 6) Ball J Disam pada s terdap setiap mobid lepask rsitas Mercu Joint Ball joint mping itu ba saat kendara (I So Untuk un pat gemuk interval denum disu kan screw pl Buana menerima
all joint juga
aan membel Gambar olihin Mulya ntuk peraw untuk melu tertentu g ulfade lithiu lug kemudi beban vert a berfungsi lok. r 2.14 Ball j adi “Perbai watan, pada umasi bagi gemuk har um base. an pasangka tikal maupu sebagai sum joint ikan Chasis a bagian d ian yang b rus digant Untuk men an fitting ge Tugas A un beban la mbu putaran s”) dalam ball ergesekan. ti dengan nambah ge emuk. 18 Akhir ateral. n roda joint Pada tipe emuk,
Teknik Mes sin
Univer Gamb 7) Stabil kendar Disam pada m lower di ikat berger jarak y rsitas Mercu bar 2.15 Bal (I So lizer Bar Stabilizer raaan akiba mping itu m mobil keci arm melalu t ke frame a Cara kerj rak keatas d yang sama, Buana ll joint biasa olihin Muly bar berfu at gaya sent meningkatka l, stabilizer ui bantalan k atau bodi pa a stabilizer dan ke baw stabilizer b a dengan ba yadi “Perba ungsi untuk tifugal pada an traksi ro r bar biasa
karet dan lin
ada dua temp
r bar adalah
wah secara b
bar harus be
all joint dud aikan Chasis k mengura a saat kenda oda. Untuk anya dipasa ngkage. Pad pat melalui h bila roda bersamaan d ebas dari pu Tugas A dukan dari r s”) angi kemir araan memb suspensi d ang pada k da bagian te bushing. a kanan dan dengan arah ntiran. 19 Akhir resin ingan belok. depan kedua engah n kiri h dan
Teknik Mes sin
Univer G bagian (inner) kaena berger puntira bodyro kemiri rsitas Mercu Gambar 2.1 (I Sol Umumnya n luar (oute r) mengemb salah satu rak ke bawa an tahanan oll dan m ingan yang Buana 16 Stabilizer lihin Mulyad a pada saa er spring) t bang. Akib u ujungnya ah. Batang n terhadap memelihara aman. r bar terpas di “Perbaik at kendaraa tertekan dan batnya stab a tertekan stabilizer c puntiran dan mem sang pada p kan Chasis” an membel n pegas rod bilizer bar keatas dan cendrung m ini berfun melihara bo Tugas A posisinya ”) lok, pegas da bagian d r akan terp n ujung la menahan terh ngsi mengu di dalam 20 Akhir roda dalam puntir innya hadap urangi batas
Teknik Messin
Univer 8) Strut ujung lainny karet. berger jalan y rsitas Mercu Gambar (I Solihin M Bar Seperti d strut bar d ya diikatkan Strut bar rak maju mu yang tidak r Buana r 2.17 kerja Mulyadi “Pe diperlihatkan dipasang p n ke bodi berfungsi undur pada
rata atau dor
a stabilizer b erbaikan Ch n pada gam ada lower atau cross untuk men saat meneri rongan akib bar hasis”) mbar dibaw suspension member m nahan lower ima kejutan bat terjadiny Tugas A wah, salah arm dan u melalui ban r arm agar n dari permu ya pengerem 21 Akhir satu ujung ntalan tidak ukaan man.
Teknik Messin
Univer Gam 9) Latera kendar beban antara rsitas Mercu mbar 2.18 S (I Solihi al Rod Con Lateral r raan. Tujua dari samp a axle denga Gamba (I Solihin M Buana Strut bar ter
in Mulyadi ntrol rod control annya untuk ping. Untuk an frame ata ar 2.19 later Mulyadi “Pe rpasang pad “Perbaikan l dipasang k menahan a k suspensi au chasis.
ral rod cont erbaikan Ch da cross me n Chasis”) diantara axle pada po udara late trol hasis”) Tugas A ember axle dan osisinya terh
eral rod ter
22 Akhir
bodi
hadap
Teknik Mes 2.4 Tipe d yaitu sin
Univer 10) Bump tonjola berleb lainny sebaga waktu maskim dan Karakt Menurut : rsitas Mercu per Pada saat an besar, bihan. Keada ya. Untuk i ai pelindung u pegas mumnya Ga (I Solihin M teristik Sus konstruksin Buana t kendaraan pegas m
aaan ini dap
itu boundin g frame, ax mengerut ambar 2.20 Mulyadi “Pe spensi nya suspens n melalui j mengerut d pat menyeb ng dan reb xle, shock a akan me 0 Bumper erbaikan Ch si dapat dig jalan yang dan meng abkan kerus bounding b absorber da engembang hasis”) golongkan m Tugas A berlubang gembang s sakan komp bumper dipa an lain-lain diluar menjadi dua 23 Akhir atau secara ponen asang pada batas a tipe,
Teknik Mesin
Universitas Mercu Buana
24 Tugas Akhir
2.4.2 Suspensi Rigid
Pada suspensi tipe rigid, roda kiri dan kanan dihubungkan
oleh axle tunggal, axle dihubungkan ke bodi dan rangka melalui
pegas (pegas daun atau pegas koil). Suspensi rigid banyak digunakan
pada roda depan dan belakang truk dan bus dan pada roda belakang
mobil penumpang (mini bus). Hal ini karena konstruksinya kuat dan
sederhana.
Gambar 2.21 Suspensi jenis Rigid (I Solihin Mulyadi “Perbaikan Chasis”)
2.4.2 Suspensi Model Bebas (Independent)
Pada suspensi model bebas (independent suspension),
roda-roda kiri dan kanan tidak dihubungkan secara langsung pada axle
tunggal. Kedua roda dapat bergerak secara bebas tanpa saling
mempengaruhi. Biasanya suspensi model bebas ini digunakan pada
Teknik Mes 2.5 Sistem depan tidak r berfun yang d kearah roda, h suspen adalah sin
Univer suspensi mobil pen m Suspensi Perbedaan dapat mem rata, roda-r ngsi menyer diinginkan. h depan, be
hal ini akan
nsi model b h tipe macpe rsitas Mercu model beb numpang (m Gambar 2 (I Solihin M Depan n besar anta mbelok. Ket rodanya me rap gaya-ga Disamping lakang, sam n mempeng bebas serin erson strut d Buana bas sekarang mini bus) 2.22 Suspens Mulyadi “Pe ara suspensi tika kendara enerima gay
aya ini agar
g itu untuk
mping, secar
garuhi kesta
ng digunak
dan tipe dou
g juga digu si jenis Inde erbaikan Ch i depan dan aan membe ya dari perm r kendaan b k mencegah ra berlebiha abilan kend an pada ro uble wishbo unakan pada ependent hasis”) n belakang lok atau me mukaan jal berjalan ses h roda berg anatau meru daraan. Kare oda depan. one. Tugas A a roda bela disebabkan elalui jalan lan. Suspen suai dengan goyang, ber ubah kemir ena faktor i Sebagai co 25 Akhir akang n roda yang nsi ini n arah rgerak ingan inilah ontoh
Teknik Mesin
Universitas Mercu Buana
26 Tugas Akhir
2.5.1 Tipe Macperson Strut
Suspensi ini banyak digunakan banyak digunakan pad roda
depan mobil ukuran kecil dan sedang. Konstruksinya terdiri dari lower
arm, strut bar, stabilizer bar dan strut assembly.
1) Lower arm, ujungnya dipasang pada suspension member melalui
bushing karet dan dapat bergerak naik turun. Ujung lainnya
dipasang ke steering knuckle arm melalui ball joint.
2) Strut bar berfungsi menahan gaya yang bekerja pada roda pada
arah depan dan belakang. Salah satu ujung strut bar dipasang pada
lower arm dan ujung yang lainnya diikat pada cross member
melalui bracket bantalan.
3) Stabilizer bar berfungsi mengurangi kemiringan kendaraan ketika
membelok dan menambah kemampuan cengkram roda terhadap
jalan agar kendaraan stabil. Stabilizer bar dipasang pada lower
arm melalui bushing karet dan ring, dan pada bodi melalui bushing
karet.
4) Pegas koil dipasang pada rakitan strut, dan shock absorber
ditempatkan didalam rakitan strut.
5) Sebagai bagian dari suspension linkage, shock absorber berfungsi
menyerap kejutan dari jalan dan menopang berat kendaraan.
Teknik Mes 2.5.2 sin
Univer dan be knuckl G Tipe Wisb Sus digunakan Konstruksi lengan susp dipasang d frame. Sala dan ujung shock abso lower arm. rsitas Mercu earing. Bag le. Gambar 2.2 (I Solihin M one Denga spensi mod pada rod inya terdiri pensi (uppe diantara ke ah satu ujun lainnya pa orber diikat . Pegas koil Buana gian bawah 23 Suspensi Mulyadi “Pe n Pegas Ko del wishbo da depan m dari roda y er dan lowe edua arm t ng arm dipa ada steering t pada bodi terletak dia strut diika tipe macper erbaikan Ch oil one dengan mobil penu yang dipasa r arm). Sho tersebut dia asang pada b g knuckle atau frame antara lower t dengan ba rson strut hasis”) n pegas k umpang da ang pada b ock absorbe atas, steerin bodi frame m melalui ba e, dan bagia r arm dan b Tugas A
aut pad ste
koil ini ba an truck k bodi melalu er dan pegas ng knuckle melalui bus all joint. Ba an bawahny bodi frame. 27 Akhir ering anyak kecil. i dua s koil e dan shing, agian ya ke
Teknik Mesin
Universitas Mercu Buana
28 Tugas Akhir
Gambar 2.24 Suspensi tipe Wisbone Dengan Pegas Koil (I Solihin Mulyadi “Perbaikan Chasis”)
2.5.3 Tipe Double Wishbone Dengan Batang Torsi
Suspensi tipe in banyak digunakan pada truk kecil yang
menggunakan suspensi dengan pegas koil. Batang torsi dipasang pada
lower dan upper arm. Konstruksinya tampak seperti pada gambar
dibawah ini, batang torsi dipasang pada upper arm. Lower dihubungkan
pada suspension member melalui bushing karet. Upper arm
dihubungkan ke poros upper arm dengan bushing karet. Torsi arm
diikatkan pada upper arm belakang dengan dua baut dan batang torsi.
Bagian depan dari setiap batang torsi dimasukan ke torque arm
pada upper arm, dan pada bagian belakang dari batang torsi dipasang
kedalam achor arm yang diikatkan ke cross member dengan baut
penyetel anchor arm. Sehingga penyetelan tinggi kendaraan menjadi
Teknik Mes 2.5.4 sin
Univer masing-ma menjaga da Gamba Tipe Pegas Sus yang biasan suspensi de tengah peg Bolt. Ga rsitas Mercu asing batan ari kotoran-ar 2.25 Susp (I Solihin M s daun Par spensi tipe i nya menerim epan truk a gas daun di ambar 2.26 (I Solihin M Buana ng torsi di -kotoran. pensi tipe W Mulyadi “Pe ralel
ini biasa dig
ma beban b
tau bus den
iikatkan pa Suspensi de Mulyadi “Pe ilengkapi d Wisbone Den erbaikan Ch gunakan pa berat. Gamb ngan pengge ada axle hu epan tipe pe erbaikan Ch dengan tutu ngan Pegas hasis”)
ada roda dep
bar dibawah erak roda b ub dengan m egas daun hasis”) Tugas A up debu u s Torsi
pan truk dan
h ini menunj belakang. Ba menggunak 29 Akhir untuk n bus jukan agian kan U
Teknik Mesin
Universitas Mercu Buana
30 Tugas Akhir
2.6 Sistem Suspensi Belakang
Pada umumnya suspensi belakang menerima berat yang berlebihan
dari penumpang dan barang. Keadaan ini yang menimbulkan kesukaran
dalam menentukan kekerasan pegasnya. Apabila pegas dibuat cukup keras
untuk beban berat, akan menjadi terlalu keras bila kendaraan berjalan dalam
keadaan kosong, pegas menjadi terlalu lamah sewaktu mendapat beban berat,
demikian pula dengan keadaan shock absorber. Keadaaan ini dapat diatasi
dengan menggunakan pegas daun tipe pegas lain yang mempunyai konstanta
yang variabel, shock absorber yang diisi gas dan lain-lain.
Suspensi belakang dirancang agar axle selalu pada posisi yang benar,
dan bila melalui jalan yang tidak rata roda-roda melambung pada saar kosong
tanpa mempengaruhi kestabilan arah roda depan.
2.6.1 Suspensi Belakang Tipe Pegas Daun Paralel
Suspensi rigid axle ini banyak digunakan pada suspensi belakang
kendaraan komersial. Tipe axle yang biasa menggunakan suspensi
dengan pegas daun paralel disebut Live-axle, yaitu satu unit yang terdiri
dari differential, axle shaft, dan wheel hub. Live axle dihubungkan ke
propeler shaft dan frame dan dapat bergerak naik turun bersama pegas.
Tipe ini tahan terhadap beban, gaya pengereman dan gaya penggerak.
Untuk konstruksi, pada umumnya ujung depan dari setiap pegas
daun diikatkan ke bracket pegas pada struktural member atau frame
Teknik Mes d b s d d a b b 2.6.2 S k sin
Univer diikatkan ke bushing kar saat pegas b dan shackle Bush dan menceg
agar pin sha
bentuk pega bolt. Gambar 2 Suspensi Be Dian kenikmatan rsitas Mercu e bracket p ret dengan berdefleksi dapat meng hing karet gah agar ge ackle dapat as. Bagian 2.27 suspen (I Solihin M elakang Ti ntara susp berkendara Buana pegas pada s shackel. S karena peru gimbangi pe mempunya etaran terseb t bergerak m tengah peg nsi belakang Mulyadi “Pe pe Pegas K pensi rigid a yang cuku structural m eperti pad ubahan beb erubahan te i dua fungs but diterusk maju dan m gas dihubun g dengan pe erbaikan Ch Koil 4 Link d, tipe in up baik. Kar member ata gambar dib an, pegas m ersebut. si yaitu : m kan ke bod mundur pada ngkan pada egas daun p hasis”) nilah yang rena penang Tugas A au frame me bawah ini, menjadi pan menahan ge di, disampin a saat perub a axle deng paralel g menghas ganan posisi 31 Akhir elalui pada njang, etaran ng itu bahan gan U silkan i axle
Teknik Mes d m c u G s g s u d sin
Univer dan beban menggunak Pada control arm untuk meno Gaya dari a sistem peng gaya disamp setiap contr ujung lainny dipasang dia Gamb rsitas Mercu suspensi di an pegas ko a konstruk m, dua uppe opang beban arah depan ggerak ditah ping ditaha
rol arm ata
ya pada rea antar lower bar 2.28 Sus (I Solihin M Buana ilakukan se oil. sinya posis er control a n dan meny belakang y
han oleh low
an oleh late au lateral r ar axle hous control arm spensi Belak Mulyadi “Pe cara terpisa si axle ad arm serta s yerap kejuta yang ditimb
wer dan upp eral control rod diikat p sing melalui m atau rear kang Tipe P erbaikan Ch ah. Dan su dalah memi atu lateral an hanya d bulkan oleh per control rod. Salah pada bodi i bushing ka housing da Pegas Koil 4 hasis”) Tugas A uspensi jen ikul dua l rod. Sedan digunakan p sistem rem arm. Sedan h satu ujung atau frame aret. Pegas an bodi. 4 Link 32 Akhir is ini lower ngkan pegas. m dan ngkan g dari , dan daun