commit to user
32
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif karena data yang diteliti berupa tuturan, yaitu terjemahan tuturan yang mengandung pelanggaran maksim pada subtitle film The Queen. Menurut Bogdan dan Taylor (di Moleong, 2010:4), penetian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskripsi berupa data tertulis atau lisan dari orang dan kegiatan yang diteliti. Kemudian, penelitian ini juga disebut penelitian deskriptif karena peneliti mendeskripsikan fenomena pelanggaran maksim pada subtitle film The Queen. Seperti yang dinyatakan Bogdan dan Biklen (di Creswell, 2003:171) bahwa metode deskriptif adalah mengumpulkan data kualitatif, menganalisanya, dan menulis hasilnya. Hal ini berarti bahwa peneliti hanya mendeskripsikan fenomena dengan mengumpulkan, memilih, membandingkan, menganalisa, dan menarik kesimpulan berdasarkan karakteristik data. Oleh sebab itu, jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian jenis ini bertujuan untuk menunjukkan fakta terkait dengan obyek penelitian. Obyek penelitian yang diteliti adalah terjemahan tuturan yang mengandung pelanggaran maksim pada subtitle film The Queen.
Selanjutnya, dalam mengumpulkan data dari informan, peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mendapatkan data yang dirasa masih belum tercukupi dari sumber data utama. Data yang dikumpulkan peneliti dari lapangan berupa kuesioner dan interview. Kuesioner yang diberikan berisi pertanyaan-pertanyaan yang mengukur tingkat keakuratan dan keberterimaan penerjemahan tuturan yang mengandung pelanggaran maksim pada subtitle film The Queen dan terjemahannya. Selanjutnya peneliti melakukan interview yang mendalam kepada para informan jika terdapat pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab dari kuesioner selama proses analisa data. Dengan kata lain, penelitian ini juga menerapkan Metode ethnography. Selain itu, Penelitian ini juga menggunakan kajian pragmatik dengan memfokuskan kajian pada tuturan yang dikaitkan dengan penerjemahan dalam menganalisis datanya.
commit to user B. Lokasi
Lincoln dan Guba (dalam Santosa, 2012: 40) mendefinisikan Lokasi penelitian sebagai “focus determined boundary” yaitu batas yang ditentukan oleh fokus atau objek penelitian. Kemudian Santosa (2012:40) memaparkan bahwa lokasi penelitian tidak hanya berupa geografis dan demografis, tetapi juga media. Dalam hal ini, peneliti menggunakan media sebagai lokasi penelitian. Media yang dimaksud adalah dokumen yang berisi terjemahan kalimat yang merepresentasikan tuturan pelanggaran maksim yang terdapat padafilm The Queen.
C. Sumber Data dan Data
Sumber data mengacu pada data penelitian yang telah dikumpulkan. Sumber data dalam penelitian deskriptif kualitatif dapat berupa informan, peristiwa, tempat, dan dokumen (Sutopo, 2006: 56-62).
Data yang diteliti pada penelitian ini berupa jenis pelanggaran maksim, teknik, dan kualitas penerjemahan. Data terkait teknik penerjemahan diperoleh dari dokumen, yaitu tuturan yang merepresentasikan pelanggaran maksim pada film The Queen dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Sedangkan, data yang berhubungan dengan kualitas terjemahan didapatkan dari informan.
1. Dokumen
Dokumen adalah sumber data tertulis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah terjemahan tuturan yang merepresentasikan pelanggaran maksim pada subtitle film The Queen.
2. Informan
Menurut Bungin (2010: 108), “Informan adalah orang yang dipercaya menguasai dan memahami data, informasi, atau fakta mengenai obyek penelitian.” Selama informan memberikan informasi sebagai bentuk kontribusi pada penelitian, para informan tersebut juga dapat disebut dengan sumber data (Sutopo, 2006:58).
Dalam penelitian yang telah dilakukan, peneliti meminta enam rater untuk menilai tingkat keakuratan dan keberterimaan terjemahan kalimat yang merepresentasikan pelanggaran maksim dalam subtitle film The Queen.
commit to user
Ketiga rater yang menilai tingkat keakuratan harus menguasai bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan baik, memahami pengetahuan tentang teori penerjemahan, dan mempunyai latar belakang pendidikan bahasa.
Ketiga rater yang menilai tingkat keberterimaan harus menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan mempunyai latar belakang pendidikan bahasa.
D. Teknik Cuplikan (Sampling)
Sutopo (2006:64) menyatakan bahwa sampel dalam penelitian kualitatif didapatkan secara selektif berdasarkan pokok permasalahan dan teori penelitian. Dalam penelitian yang telah dilakukan, peneliti menggunakan teknik „purposive sampling’. Hal ini berarti bahwa semua sampel yang digunakan diperoleh secara selektif. Oleh sebab itu, peneliti meneliti teknik terjemahan kalimat yang merepresentasikan tuturan pelanggaran maksim dalam subtitle film The Queen dan memilih enam informan berdasarkan kriteria tertentu untuk menilai kualitas keakuratan dan keberterimaan.
E. Teknik Pengumpulan Data
Sutopo (2006:67) menyatakan bahwa posisi dan peran peneliti dalam teknik pengumpulan data adalah sebagai alat pengumpulan data (human instrument). Sehingga, kualitas peneliti sangat mempengaruhi kualitas data yang diperoleh. Dalam penelitian yang telah dilakukan ini, teknik pengumpulan datanya dimulai dari teknik analisis dokumen (content analysis) atau teknik baca dan catat, hingga wawancara mendalam (in-depth interview). Selanjutnya, proses pencatatan dimulai dari data yang terdapat pada film The Queen sebagai sumber data, hasil proses kuesioner dan wawancara dengan para ahli.
1. Teknik analisis dokumen (content analysis)
Yin (dalam Sutopo, 2006:81) menyatakan bahwa Teknik analisis dokumen adalah cara untuk menemukan beragam hal sesuai dengan kebutuhan dan tujuan penelitiannya. Proses analisis dokumen dimulai dari:
a. Mengumpulkan dan menyeleksi film,
b. Membaca dan memahami kalimat yang merepresentasikan pelanggaran maksim yang terdapat dalam film The Queen,
commit to user
c. Mencatat kalimat yang merepresentasikan pelanggaran maksim dalam film The Queen,
d. Memasukkan data ke dalam tabel bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, e. Mengklasifikasikan data berdasarkan teknik yang digunakan oleh
penerjemah, 2. Kuesioner
Sutopo (2006:81-83) mendefinisikan kuesioner sebagai daftar pertanyaan bagi pengumpulan data dalam penelitian. Sedangkan fungsi kuesioner adalah sebagai penunjang untuk tahap awal pengumpulan data. Dalam penelitian yang telah dilakukan, peneliti menggunakan kuesioner yang bersifat tertutup (Informan hanya diminta untuk memilih jawaban yang tersedia) dan terbuka atau open-ended questionnaire (Informan dapat menulis pendapat mereka di kolom yang tersedia).
Peneliti membagikan kuesioner tersebut kepada para informan yang ahli dalam bahasa yaitu rater. Peneliti dalam hal ini memilih enam rater untuk menilai kualitas terjemahan kalimat yang merepresentasikan pelanggaran maksim dalam film The Queen dari segi keakuratan dan keberterimaan.
Skala dan definisi untuk menilai kualitas terjemahan tuturan pelanggaran maksim adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1
Skala Keakuratan
Kategori Terjemahan
Skor Parameter Kualitatif
Akurat 3 Makna kata, istilah teknis, frasa, klausa, kalimat atau teks bahasa sumber dialihkan secara akurat ke dalam bahasa sasaran; sama sekali tidak terjadi distorsi makna.
Kurang Akurat
2 Sebagian besar makna kata, istilah teknis, frasa, klausa, kalimat atau teks bahasa sumber sudah dialihkan secara akurat ke dalam bahasa sasaran. Namun masih terdapat distorsi makna atau terjemahan makna ganda (taksa) atau ada makna yang dihilangkan, yang mengganggu keutuhan pesan.
Tidak Akurat
1 Makna kata, istilah teknis, frasa, klausa, kalimat atau teks bahasa sumber dialihkan secara tidak akurat ke dalam bahasa sasaran atau dihilangkan (deleted).
commit to user Tabel 3.2
Skala Keberterimaan
Kategori Terjemahan
Skor Parameter Kualitatif
Berterima 3 Terjemahan terasa alamiah; istilah teknis yang digunakan lazim digunakan dan akrab bagi pembaca; frasa, klausa dan kalimat yang digunakan sudah sesuai dengan kaidah – kaidah bahasa Indonesia.
Kurang Berterima
2 Pada umumnya terjemahan sudah terasa alamiah; namun ada sedikit masalah pada penggunaan istilah teknis atau terjadi sedikit kesalahan gramatikal.
Tidak Berterima
1 Terjemahan tidak alamiah atau terasa seperti karya terjemahan; istilah teknis yang digunakan tidak lazim digunakan dan tidak akrab bagi pembaca; frasa, klausa dan kalimat yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia.
Dikutip dari Nababan, dkk. (2012:51)
3. Wawancara mendalam (in-depth interview)
Fungsi dari wawancara mendalam adalah untuk menggali informasi lebih jauh mengenai data penelitian. Wawancara mendalam dengan informan juga sangat memungkinkan diperolehnya informasi yang lebih lengkap dari kuesioner. Dalam penelitian yang telah dilakukan, peneliti mewawancarai informan yang berasal dari para ahli di bidang bahasa khususnya akademisi. Proses wawancara yang dilakukan dimulai dari beberapa tahapan:
a. Menentukan informan yang diwawancarai.
Penelitian yang dilakukan adalah penelitian terkait terjemahan kalimat yang merepresentasikan pelanggaran maksim dalam film The Queen, sehingga informan yang tepat untuk diwawancarai adalah para ahli di bidang penerjemahan dengan latar belakang pendidikan bahasa.
b. Menghubungi informan untuk meminta kesediaannya diwawancarai, sekaligus menentukan waktu dan tempat dilangsungkannya proses wawancara.
c. Melaksanakan wawancara.
Dalam melangsungkan wawancara, peneliti membawa catatan kecil yang digunakan sebagai pedoman dalam wawancara. Hal ini dilakukan agar peneliti tidak lupa dengan pertanyaan yang akan ditanyakan. Selain itu,
commit to user
peneliti juga membuat catatan pendek berisi informasi yang diperoleh pada saat berlangsungnya wawancara.
d. Menganalisa hasil wawancara
Analisa hasil wawancara diperoleh dari hasil wawancara dengan para ahli di bidang penerjemahan.
F. Validitas Data
Dalam melakukan penelitian, peneliti dituntut untuk menggunakan reliable data atau data yang dapat diuji kebenarannya. Untuk menguji kebenaran data tersebut, peneliti menggunakan teknik keabsahan data yang merupakan teknik pengembangan dari validitas data. Dengan mendapatkan data yang valid atau benar, diharapkan peneliti mendapatkan tafsir makna dan simpulan yang tepat, lengkap, dan lebih bisa diterima keberadaanya.
Sutopo (2006:92) menegaskan bahwa dalam penelitian kualitatif, ada beberapa macam teknik yang dapat digunakan untuk mengembangkan validitas data penelitian, diantaranya triangulasi, reviuw informan kunci, dan member check. Kemudian, Patton (dalam Sutopo, 2006:92) menyatakan empat teknik triangulasi, yaitu triangulasi data, peneliti, metodologis, dan teoritis. Lebih jauh, Bungin (2007:252) menyatakan bahwa proses triangulasi dilakukan secara terus-menerus selama proses pengumpulan data dan analisis data sampai peneliti yakin tidak ada lagi perbedaan dan hal yang perlu dikonfirmasikan kepada informan.
Untuk meningkatkan validitas dari data yang diteliti, peneliti menggunakan teknik triangulasi metode.
1. Triangulasi Metode
Triangulasi metode adalah cara mengumpulkan data sejenis dengan teknik atau metode pengumpulan data yang berbeda (Sutopo, 2006:95). Patton (dalam Moleong, 2010:331) menyebutkan dua strategi dalam triangulasi metode, yaitu “pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data dan pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama.” Dalam penelitian yang telah dilakukannya, peneliti menggunakan strategi yang pertama yaitu pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data, yaitu analisis dokumen, kuesioner, dan wawancara.
commit to user Gambar 3.1.
Triangulasi Metode
G. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yang telah dilakukan adalah teknik analisis dokumen (content analysis) dengan menggunakan analisis kontrastif dan etnografis.
1. Analisis Kontrastif
James (1980:3) menjelaskan bahwa analisis kontrastif dilakukan dengan membandingkan suatu bahasa dengan bahasa lainnya. Dalam penelitian yang telah dilakukan, peneliti membandingkan bahasa Inggris sebagai bahasa sumber dan bahasa Indonesia sebagai bahasa sasaran.
Kemudian James (1980:63) memaparkan bahwa analisis kontrastif terdiri dari dua jenis, yaitu analisis kontrastif makrolinguistik dan mikrolinguistik. Analisis kontrastif makrolingusitik merupakan perbandingan pada tataran teks. Sedangkan, Analisis kontrastif mikrolinguistik merupakan analisis kontrastif grammar, fonologis, dan lexis. Analisis kontrastif grammar dilakukan dengan cara membandingkan sistem kebahasaan kedua bahasa, analisis kontrastif fonologis dilakukan dengan cara membandingkan sistem fonologi kedua bahasa, dan analisis kontrastif lexis dilakukan dengan cara membandingkan penggunaan lexis kedua bahasa.
Dalam penelitian yang telah dilakukan, peneliti menggunakan analisis kontrastif mikrolinguistik, yaitu analisis kontrastif grammar dan lexis. Peneliti
Sumber data Kuesioner
Wawancara
Data Analisis
commit to user
membandingkan sistem kebahasaan dan penggunaan lexis antara bahasa Inggris sebagai bahasa sumber dan bahasa Indonesia sebagai bahasa sasaran.
Selain menggunakan analisis kontrastif, peneliti juga menggunakan analisis data dengan pendekatan etnografis. Spradley (dalam Sutopo, 2006:122) menyebutkan empat langkah analisis data dengan menggunakan pendekatan etnografis, yaitu analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema kultural. 1.1. Analisis Domain
Bungin (2010:204) menyatakan manfaat dari analisis domain yaitu untuk menganalisis gambaran objek penelitian secara umum atau ditingkat permukaan, tetapi cenderung utuh dengan objek penelitian tersebut. Data yang diperoleh dalam analisis ini adalah data berupa terjemahan kalimat yang merepresentasikan pelanggaran maksim dalam film The Queen. Berikut adalah beberapa contoh data yang digambarkan pada tabel 3.3 dan beberapa contoh bukan data yang digambarkan pada tabel 3.4.
Tabel 3.3
Analisis Domain
Data terjemahan yang mengandung pelanggaran maksim
No. BSu BSa
1. Elizabeth :
Have you voted yet, Mr. Crawford?
Mr.Crawford :
Yes, Ma'am. I was there when they opened.
First in line, seven o'clock.
Kamu sudah memberi suara, Tn. Crawford?
Sudah, Yang Mulia. disana saat mereka buka. Barisan pertama, jam 7.
(Data 01/Mr.C/A/00:00:57) 2. Mr.Crawford :
And I don't mind telling you, it wasn't for Mr. Blair.
Elizabeth :
Not a modernizer then? Mr.Crawford :
Certainly, not. We're in danger of losing too much. That‟s good about this country as it is.
Aku tak keberatan memberitahu Anda. Aku tak memilih Tn. Blair.
Kau bukan penganut paham modern?
Tidak. Kita bisa kehilangan banyak tradisi dan hal-hal yang baik dari negara ini.
(Data 03/ EL/A/00:01:07) 3. Elizabeth :
Not a modernizer then? Kau bukan penganut paham modern?
commit to user Mr.Crawford :
Certainly not. We're in danger of losing too much. That‟s good about this country as it is.
Elizabeth :
Hmmm…. I rather envy you being able to vote. Not the actual ticking of the box, although, I suppose, it would be nice to experience that once. But the sheer joy of being partial.
Mr.Crawford :
Yes. Of course, one forgets that as Sovereign, you're not entitled to vote.
Tidak. Kita bisa kehilangan banyak tradisi dan hal-hal yang baik dari negara ini.
Aku iri padamu, karena bisa memberikan suaramu. Tidak terlalu menggangguku tapi menyenangkan jika bisa melakukannya. Rasa senang karena bisa memilih.
Ya. Banyak yang lupa bahwa sebagai Ratu, Anda tidak boleh memberi suara.
(Data 04/EL/A/00:01:18) 4. Elizabeth :
And was it as expected? Dresser :
Yes, ma'am. Mr. Blair. By a landslide.
5. Elizabeth :
He's a hard one to read, isn't he?
Robin Janvrin:
Yes. On the one hand his background is quite establishment. Father a Conservative. A public school education at Fettes where he was tutored by the same man as the Prince of Wales. He had the same tutor.
Elizabeth : Yes.
Apa seperti yang diharapkan?
Ya, Yang Mulia. Tn. Blair. Menang mutlak.
(Data 07/DR/A/00:03:09)
Dia sulit diduga, ya?
Ya. Tapi latar belakangnya sangat mapan - Ayahnya seorang Konservatif, kuliah di Fettes. Dia dibimbing oleh guru yang sama seperti Pangeran Wales.
Ya
(Data 09/RJ/A/00:03:54) 6. Elizabeth :
Oh. Is he going to modernize us, do you think?
Robin Janvrin :
I wouldn't put it past him. He‟s married to a woman with known anti monarchist sympathies you may remember her curtsey the
Maksudmu dia ingin memodernisasi kita?
Semoga tidak. Dia menikah dengan wanita bersimpati pada golongan anti-monarki. Anda mungkin ingat cara dia member hormat saat pertama
commit to user first time you met. It could
best be described as shallow.
bertemu. Digambarkan sebagai „dangkal‟.
(Data 13/RJ/A/00:04:15) 7. Elizabeth:
Well, you are my tenth Prime Minister, Mr. Blair. I‟d like to think there were not too many surprises left. My first was Winston Churchill. He sat in your chair, in frock coat and top hat, and was kind enough to give a shy young girl like me quite an education.
Tony Blair:
I can imagine. Elizabeth:
Fifth time, one has hopefully added experience to that education, and a little wisdom – better enabling us to execute our constitutional responsibility. To advise, guide and warn the government of the day.
Tony Blair:
Advice which I look forward
to receiving. Elizabeth:
Well, we will save that for our weekly meetings. Now, if there‟s nothing else, I believe we have some business to attend to.
8. Servant :
Ma‟am? Ma‟am?
Ratu Elizabeth: Hmmm…? Servant :
Ma‟am, Mr.Janvrin is here to see you.
Robin Janvrin:
Good evening ma'am. I'm
Kau perdana menteriku yang ke-10, Tn.Blair. Perdana Menteri pertamaku Winston Churchill. Dia duduk di kursi itu pakai mantel dan topi. Dia memberi gadis
muda sepertiku
pendidikan yang berguna.
Bisa kubayangkan.
Dengan berjalannya waktu, kita berharap menambahkan
pengalaman pada pendidikan itu dan sedikit kebijaksanaan. Membuat kita lebih baik menerapkan tanggung jawab konstitusi. Untuk menasihati, membimbing dan memperingatkan pemerintah saat itu.
Aku menunggu nasehat Anda.
Ya. Nanti saja saat rapat mingguan. Jika tidak ada lagi, kita punya urusan masing-masing.
(Data 17/EL/A/00:07:34)
commit to user sorry to disturb, but I've just
had a call from our embassy in Paris. It's… the Princess of Wales.
Prince Phillip:
Why? What's she done now?
Mulia. Maaf mengganggu, tapi aku baru terima telepon dari kedutaan kita di Paris.
Mengenai Putri Wales.
Kenapa? Apalagi yang dilakukannya?
(Data 09/RJ/A/12:49)
Tabel 3.4
Terjemahan yang tidak mengandung pelanggaran maksim
No. BSu BSa
1. Prince Charles : Want me to drive?
Elizabeth :
No. Certainly not.
Aku yang mengemudikan?
Tidak.
Selamat pagi.
Selamat pagi, Perdana Menteri. Pangeran Wales memintaku berterima kasih sekali lagi untuk kata-katamu kemarin.
2. Tony Blair : Good morning.
Stephen Lamport : Good morning, Prime Minister. The Prince of Wales wanted me to thank you again for your kind words yesterday.
Dari kedua tabel di atas, terlihat bahwa tabel 3.3 berisi tuturan yang mengandung pelanggaran maksim dalam film The Queen. Sedangkan tabel 3.4 menunjukkan pernyataan secara langsung tanpa ada makna implisit. Sehingga terlihat jelas bahwa tabel 3.3 menunjukkan data penelitian, sedangkan tabel 3.4 bukan termasuk dalam data penelitian. 1.2. Analisis Taksonomi
Tahap kedua setelah analisis domain adalah melakukan analisis taksonomi. Tujuan dari analisis taksonomi, yaitu “untuk mereduksi data yang besar tersebut ke dalam kelompok-kelompok yang didasarkan atas kategori ilmiah realitas objek penelitiannya” (Santosa, 2012:60). Dalam penelitian yang telah dilakukan, peneliti mengkategorikan data berupa terjemahan kalimat yang merepresentasikan pelanggaran maksim
commit to user
tersebut berdasarkan teknik dan kualitas terjemahan. Peneliti juga melakukan pengkodean untuk memudahkan dalam analisis data.
Pengkodean itu didasarkan pada nomor urut data penelitian, Inisial nama tokoh atau karakter yang tindak tuturnya mengandung pelanggaran maksim, Seri VCD, dan waktu tindak tutur yang mengandung pelanggaran maksim tersebut disampaikan. Nomor urut data penelitian ditulis dengan angka arab (1,2,3,…), Inisial nama tokoh atau karakter yang tindak tuturnya mengandung pelanggaran maksim dapat dikodekan Mr.C (untuk Mr.Crawford), EL (untuk Ratu Elizabeth), DR (untuk Dresser atau Pelayan Ratu Elizabeth), RJ (untuk Robin Janvrin), TB (untuk Tony Blair), PC (untuk Prince Charles), PP (untuk Prince Phillip), QM (untuk The Queen’s mother atau Ibu Ratu Elizabeth), AI (untuk Aide atau asisten Tuan Blair), dan SL (untuk
commit to user Tabel 3.5
Analisis Taksonomi
No.
Data BSu BSa
Jenis Pelanggaran
Maksim Teknik
1. Elizabeth:
Have you voted yet, Mr. Crawford?
Mr.Crawford :
Yes, Ma'am. I was there when they opened.
First in line, seven o'clock. (Data 01/Mr.C/A/00:00:57)
Kamu sudah memberi suara, Tn. Crawford?
Sudah, Yang Mulia. disana saat mereka buka. Barisan pertama, jam 7.
Maksim Kuantitas Teknik penerjemahan literal
Percakapan antara Ratu Elizabeth II dan Pelukis,Tuan Crawford di atas terjadi pada saat hari Pemilihan Perdana Menteri Inggris tahun 1997 di Ruang Perdana Menteri Istana. Di saat, Tuan Crawford sedang melukis Ratu Elizabeth II, Ratu Elizabeth II menanyakan kepada Tuan Crawford apakah ia telah menyalurkan suaranya ke pemilihan umum. Kemudian, Tuan Crawford menjawab bahwa ia telah menyalurkan suaranya.
2 2
Mr.Crawford :
And I don't mind telling you, it wasn't for Mr. Blair.
Elizabeth:
Not a modernizer then? Mr.Crawford:
Certainly, not. We're in danger of losing too much.
That‟s good about this country as it is.
(Data 03/ EL/A/00:01:07)
Aku tak keberatan memberitahu Anda. Aku tak memilih Tn. Blair.
Kau bukan penganut paham modern?
Tidak. Kita bisa kehilangan banyak tradisi dan hal-hal yang baik dari negara ini.
Maksim Relevan Teknik amplifikasi
commit to user
45
.
Percakapan antara Ratu Elizabeth II dengan Tuan Crawford di atas masih terjadi di dalam ruang Perdana Menteri. Tuan Crawford menceritakan kepada Ratu Elizabeth bahwa ia tidak memilih Tuan Blair. Kemudian, Ratu menanggapi dengan mengkonfirmasi bahwa orang yang dipilihnya bukanlah orang yang ingin memodernisasi Pemerintahan.
3 .
Elizabeth:
Not a modernizer then? Mr.Crawford:
Certainly not. We're in danger of losing too much.
That‟s good about this country as it is.
Elizabeth:
Hmmm…. I rather envy you being able to vote. Not the actual ticking of the box, although, I suppose, it would be nice to experience that once. But the sheer joy of being partial.
Mr.Crawford:
Yes. Of course, one forgets that as Sovereign, you're not entitled to vote.
(Data 04/ EL/ A/00:01:18)
Kau bukan penganut paham modern?
Tidak. Kita bisa kehilangan banyak tradisi dan hal-hal yang baik dari negara ini.
Aku iri padamu, karena bisa memberikan suaramu. Tidak terlalu menggangguku tapi menyenangkan jika bisa melakukannya. Rasa senang karena bisa memilih.
Ya. Banyak yang lupa bahwa sebagai Ratu, Anda tidak boleh memberi suara.
Maksim relevan Teknik penerjemahan literal
Percakapan di atas masih terjadi antara Ratu Elizabeth II dan Tuan Crawford tentang Perdana Menteri Ratu Elizabeth II. Dalam percakapan di atas diketahui bahwa Ratu Elizabeth merasa iri kepada Tuan Crawford. Ratu Elizabeth merasa iri ketika ia mengetahui bahwa Tuan Crawford dapat memberikan hak pilihnya.
commit to user
46
4 .
Elizabeth:
And was it as expected? Dresser:
Yes, ma'am. Mr. Blair. By a landslide.
(Data 07/DR/A/00:03:09)
Apa seperti yang diharapkan?
Ya, Yang Mulia. Tn. Blair. Menang mutlak.
Maksim kuantitas Teknik penerjemahan literal
Percakapan di atas terjadi antara Ratu Elizabeth dan Pelayannya yang membawakannya teh dan koran ke kamar Ratu Elizabeth yang merupakan rutinitas sehari-hari. Ratu Elizabeth menanyakan tentang kepuasan hasil pemilihan Perdana Menteri.
5 .
Elizabeth:
He's a hard one to read, isn't he? Robin Janvrin:
Yes. On the one hand his background is quite establishment. Father a Conservative. A public school education at Fettes where he was tutored by the same man as the Prince of Wales. He had the same tutor.
Elizabeth: Yes.
(Data 09/RJ/A/00:03:54)
Dia sulit diduga, ya?
Ya. Tapi latar belakangnya sangat mapan - Ayahnya seorang Konservatif, kuliah di Fettes. Dia dibimbing oleh guru yang sama seperti Pangeran Wales.
Ya
Maksim kuantitas Teknik peminjaman
murni, Teknik
peminjaman yang telah dinaturalisasi, dan Teknik reduksi.
Percakapan di atas terjadi antara Ratu Elizabeth dan Robin Janvrin, sekretaris pribadinya. Ratu Elizabeth kembali membicarakan Perdana Menteri Inggris yang baru yaitu Tuan Blair. Ratu Elizabeth mengkonfirmasi mengenai pendapatnya kepada Janvrin bahwa Tuan Blair memiliki pribadi yang sulit ditebak.
7 .
Elizabeth:
Oh. Is he going to modernize us, do you think?
Robin Janvrin :
I wouldn't put it past him. He‟s
Maksudmu dia ingin
memodernisasi kita?
Semoga tidak. Dia menikah
Maksim kuantitas Teknik penerjemahan reduksi,
commit to user
47
married to a woman with known anti monarchist sympathies you may remember her curtsey the first time you met. It could best be described as shallow.
(Data 13/RJ/A/00:04:154)
dengan wanita bersimpati pada golongan anti-monarki. Anda mungkin ingat cara dia memberi hormat saat pertama bertemu. Digambarkan sebagai „dangkal‟.
Percakapan di atas masih terjadi antara Ratu Elizabeth dengan Janvrin, sekretaris pribadinya. Ratu kembali mengkonfirmasi kepada Janvrin apakah yang ia maksud yaitu Tuan Blair akan memodernisasi sistem Pemerintahan.
8 .
Elizabeth:
Well, you are my tenth Prime Minister, Mr. Blair. I‟d like to think there were not too many surprises left. My first was Winston Churchill. He sat in your chair, in frock coat and top hat, and was kind enough to give a shy young girl like me quite an education.
Tony Blair:
I can imagine.
Elizabeth:
Fifth time, one has hopefully added experience to that education, and a little wisdom – better enabling us to execute our constitutional responsibility. To advise, guide and warn the government of the day.
Kau perdana menteriku yang ke-10, Tn.Blair. Perdana Menteri pertamaku Winston Churchill. Dia duduk di kursi itu pakai mantel dan topi. Dia memberi gadis muda sepertiku pendidikan yang berguna.
Bisa kubayangkan.
Dengan berjalannya waktu, kita berharap menambahkan pengalaman pada pendidikan itu dan sedikit kebijaksanaan. Membuat kita lebih baik menerapkan tanggung jawab konstitusi. Untuk menasihati,
Maksim kuantitas
Teknik modulasi
commit to user
48
Tony Blair:
Advice which I look forward to receiving.
Elizabeth:
Well, we will save that for our weekly meetings. Now, if there‟s nothing else, I believe we have some business to attend to.
(Data 17/EL/A/00:07:34)
membimbing dan memperingatkan pemerintah saat itu.
Aku menunggu nasehat Anda.
Ya. Nanti saja saat rapat mingguan. Jika tidak ada lagi, kita punya urusan masing-masing.
Percakapan di atas terjadi antara Ratu Elizabeth dan Tuan Blair. Mereka sedang mendiskusikan Negaranya. Di akhir percakapan, Ratu mengakhiri dengan pernyataan Now, if there’s nothing else, I believe we have some business to attend to yang diterjemahkan Jika tidak ada lagi, kita punya urusan masing-masing.
9 . Servant: Ma‟am? Ma‟am? Ratu Elizabeth: Hmmm…? Servant:
Ma‟am, Mr.Janvrin is here to see you.
Robin Janvrin:
Good evening ma'am. I'm sorry to disturb, but I've just had a call from our embassy in Paris. It's… the Princess of Wales. Prince Phillip:
Why? What's she done now?
Selamat malam, Yang Mulia. Maaf mengganggu, tapi aku baru terima telepon dari kedutaan kita di Paris. Mengenai Putri Wales. Kenapa? Apalagi yang dilakukannya?
Maksim cara Teknik penerjemahan literal
commit to user
49
(Data 20RJ/A/00:13:12)
Percakapan di atas terjadi antara Robin Janvrin, sekretaris pribadi Ratu Elizabeth, Ratu Elizabeth dan Pangeran Phillip, suami Ratu Elizabeth di malam hari. Janvrin adalah orang yang pertama kali mendapat telefon dari Kedutaan Inggris yang berada di Paris mengenai Putri Diana. Selesai ia mendapat kabar itu, ia langsung menuju ke Istana untuk menyampaikan kabar kepada Ratu Elizabeth. Ia dibantu oleh pelayan Istana ketika hendak membangunkan Ratu Elizabeth.
1.3. Analisis Komponensial
Tahap ketiga setelah analisis domain dan taksonomi, yaitu analisis komponensial. Analisis komponensial bertujuan menghubungkan antar kategori yang telah dilakukan pada analisis taksonomi. Dalam hal ini, tahapan yang dilakukan meliputi hubungan antar kategori teknik penerjemahan serta dampaknya pada kualitas terjemahan tuturan yang mengandung pelanggaran maksim dalam film The Queen.
Tabel 3.6
Analisis komponensial
Pelanggaran
Maksim Teknik
Keakuratan Keberterimaan
Pergeseran Jumlah Presentase
A KA TA B KB TB
Kuantitas Amplifikasi 1 3 - 4 - - Tidak
bergeser
4 4 %
Transposisi 3 - - 3 - - Tidak
bergeser
3 3 %
Dari tabel di atas merupakan tabel analisis komponensial. Dalam tabel tersebut terdapat analisis yang menghubungkan antar kategori yang telah dilakukan pada analisis taksonom. Analisis tersebut meliputi jenis pelanggaran maksim, teknik terjemahan, kualitas terjemahan dan pergeseran pelanggaran maksim dalam bahasa sasaran. Angka yang terdapat pada tabel di
commit to user 1.4. Analisis tema kultural
Analisis tema kultural adalah analisis terakhir untuk mendapatkan simpulan penelitian. Dalam tahapan ini, peneliti dituntut untuk memikirkan kekhususan karakteristik lokasi atau konteksnya dari beragam perspektif teori yang dapat dikaitkan dalam pembahasan analisis dan didapatkan simpulan akhir yang merupakan makna dari konteks tersebut (Sutopo, 2006:125).
Analisis tema kultural didapatkan oleh peneliti setelah mengkaji analisis domain, taksonomi dan komponensial.
Gambar 3.2
Proses Analisis tema Budaya
H. Prosedur Penelitian
Proses kegiatan penelitian yang akan dilakukan dapat dideskripsikan sebagai berikut: 1. Persiapan
a. Menentukan objek penelitian
b. Melakukan konsultasi dengan pembimbing thesis. c. Menyusun proposal penelitian.
d. Melaksanakan seminar proposal.
e. Merevisi proposal berdasarkan hasil seminar. Konteks budaya Tuturan yang mengandung pelanggaran maksim: Tek nik & Kualitas Teori Kuesioner & wawancara 50
commit to user 2. Pengumpulan data
a. Mengumpulkan data dengan cara menonton film The Queen sekaligus membaca dan memahami tuturan yang mengandung pelanggaran maksim yang terdapat dalam film The Queen.
b. Mencatat data-data yang termasuk tuturan yang mengandung pelanggaran maksim. c. Menulis sampel penelitian.
d. Memberi kode-kode tertentu pada data yang telah direduksi. e. Menentukan informan (rater) dan responden.
f. Menghubungi rater terkait kesediaannya dalam mengisi kuesioner terkait kualitas terjemahan dan wawancara.
g. Membagikan kuesioner pada rater. h. Mewawancarai rater.
i. Mengembangkan teknik pengembangan validitas data. 3. Analisis data
a. Mengkategorikan data yang akan diteliti.
b. Menganalisis hubungan antara teknik dan kualitas terjemahan tuturan yang mengandung pelanggaran maksim dalam film The Queen.
c. Melakukan penarikan kesimpulan. 4. Penulisan laporan
a. Menyusun laporan.
b. Konsultasi dengan pembimbing thesis. c. Melaksanakan ujian.