• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jangan Takut Ikut Sertifikasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jangan Takut Ikut Sertifikasi"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Jangan Takut Ikut Sertifikasi

Sama dengan Ngumpulin DUPAK Kok

Hendro Asmoro, SST., M.Si*)

Apa kabar Penyuluh Kehutanan ... LUAR BIASA, itulah jawaban para Penyuluh Kehutanan yang selalu menggema dan kompak setiap kali disapa pada saat pertemuan.

Pertanyaan berikutnya kepada Penyuluh Kehutanan :

Siap ikut uji kompetensi ? Jawabannya kurang kompak hingga harus diulang beberapa kali. Kenapa demikian? Mungkin sebagian Penyuluh Kehutanan masih belum begitu jelas tentang uji kompetensi.

Pada kesempatan ini, penulis mencoba memberikan gambaran singkat bagaimana proses asesmen kompetensi dan apa saja yang perlu dipersiapkan oleh para Penyuluh Kehutanan dalam mengikuti asesmen kompetensi.

Apa yang menjadi dasar pelaksanaan Asesmen Kompetensi Penyuluh Kehutanan ?

Dalam pasal 32 ayat (3) Undang-undang 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, dinyatakan bahwa “ Pembiayaan penyuluhan yang berkaitan dengan tunjangan jabatan fungsional dan profesi, biaya operasional penyuluh PNS, serta sarana dan prasarana bersumber dari APBN, sedangkan pembiayaan penyelenggaraan penyuluhan di provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa bersumber dari APBD yang jumlah dan alokasinya disesuaikan dengan programa penyuluhan”. Selanjutnya, Pasal 10 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2009 tentang Pembiayaan, Pembinaan, dan Pengawasan Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan dinyatakan bahwa “Setiap penyuluh PNS yang telah mendapat sertifikat profesi sesuai standar kompetensi kerja dan jenjang jabatan profesinya, diberikan tunjangan profesi penyuluh”. Kedua peraturan perundang-undangan inilah yang menjadi dasar utama pelaksanaan uji kompetensi oleh pemerintah dan lembaga sertifikasi profesi. Artinya salah satu tujuan dari penyelenggaraan uji kompetensi adalah mendapat sertifikat profesi sebagai syarat bagi Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh tunjangan profesi.

Kemudian, pelaksanaan asesmen kompetensi bagi Penyuluh Kehutanan mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Kep.137/Men/V/2011 tentang Penetapan Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Kehutanan Bidang Penyuluhan Kehutanan Menjadi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.Penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) menggunakan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya.

Berdasarkan pada lingkup dan cakupan kegiatan penyuluhan kehutanan, dalam SKKNI Bidang Penyuluhan Kehutanan, kompetensi penyuluh kehutanan dipetakan dalam beberapa fungsi seperti disajikan pada Tabel 1 berikut :

(2)

Tabel 1 :Peta Fungsi Bidang Kerja Utama Penyuluh Kehutanan

Fungsi Kunci Fungsi Utama Fungsi Dasar / Unit kompetensi Melakukan

Interaksi sosial

Mengembangkan

interaksi sosial 1. Melakukan Komunikasi Dialogis2. Membangun Jejaring Kerja 3. Mengorganisasikan Masyarakat Menyelenggara kan penyuluhan kehutanan Melakukan persiapan penyuluhan kehutanan

1. Menyusun Data Potensi Wilayah,

Agroforestry Ekosistem, dan Kebutuhan Inovasi/Teknologi Kehutanan

2. Menganalisis Potensi Wilayah, Agroforestry Ekosistem, dan Kebutuhan

Inovasi/Teknologi Kehutanan 3. Menyusun Programa Penyuluhan

Kehutanan

4. Menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan

Melaksanakan

penyuluhan kehutanan 1. Menyusun Materi Penyuluhan Kehutanan2. Menetapkan Metode Penyuluhan Kehutanan

3. Mengembangkan Kemandirian Kelompok Sasaran Melakukan pemantauan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan

1. Melakukan Pemantauan Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan

2. Melakukan Evaluasi Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan

Melakukan pengembangan

penyuluhan kehutanan

1. Membuat Telaahan Pelaksanaan Strategi dan Kebijakan Penyuluhan Kehutanan 2. Melakukan Pengembangan Pedoman,

Juklak, Juknis, dan Prosedur Kerja Penyuluhan Kehutanan

3. Melakukan Pengembangan Aspek Teknik, Metodologi, Materi, Sarana, dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan

Melakukan

pengembangan profesi penyuluhan kehutanan

Membuat Karya Tulis/Karya Ilmiah di Bidang Pengembangan Profesi Penyuluhan

Kehutanan Mengembang-kan sektor kehutanan Melaksanakan pengembangan penyuluhan

Membuat Media Penyuluhan Dalam Bentuk Model

Melakukan pendampingan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan

1. Melakukan Pendampingan Kegiatan Pembibitan

2. Melakukan pendampingan Kegiatan Penanaman

3. Melakukan Pendampingan Kegiatan Sipil Teknis Konservasi Tanah dan Air

Melakukan pendampingan kegiatan pengelolaan hasil hutan

1. Melakukan Pendampingan Kegiatan Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu 2. Melakukan Pendampingan Kegiatan

Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu

3. Melakukan Pendampingan Penatausahaan Hasil Hutan Kayu Rakyat

Melakukan pendampingan kegiatan jasa

lingkungan dan TSL

1. Melakukan Pendampingan Pemanfaataan Jasa Lingkungan dan atau wisata alam 2. Melakukan Pendampingan Kegiatan

(3)

Fungsi Kunci Fungsi Utama Fungsi Dasar / Unit kompetensi Melakukan

pendampingan

kegiatan perlindungan hutan

1. Melakukan Pendampingan Pengendalian Kebakaran Hutan

2. Melakukan Pendampingan Pengamanan Hutan

Melakukan pendampingan kegiatan di bidang planologi

1. Melakukan Pendampingan Kegiatan

Inventarisasi Sosial, Ekonomi, dan Budaya Masyarakat di Dalam dan Sekitar Kawasan Hutan

2. Melakukan Pendampingan Kegiatan Tata Batas Kawasan Hutan

Melakukan pendampingan kemitrausahaan

Melakukan Pendampingan Akses Permodalan dan Kemitrausahaan

Sumber : Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor : Kep.137/Men/V/2011

Bagaimana Proses Asesmen Kompetensi Penyuluh Kehutanan?

Sebelum masuk pada proses asesmen kompetensi, ada baiknya kita mencoba mengenal beberapa istilah dalam asesmen kompetensi. Asesmen kompetensi mungkin secara sederhana dapat diartikan sebagai uji kompetensi. Namun, dalam tulisan ini uji kompetensi kita pahami sebagai asesmen kompetensi. Beberapa istilah yang perlu diketahui dalam asesmen kompetensi antara lain :

1. Asesmen Kompetensi adalah proses asesmen baik teknis maupun non teknis melalui pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan apakah seseorang kompeten atau belum kompeten pada suatu unit kompetensi atau kualifikasi tertentu.

2. Kompetensi Kerja adalah spesifikasi dari setiap sikap, pengetahuan, keterampilan dan atau keahlian serta penerapannya secara efektif dalam pekerjaan sesuai dengan standar kinerja yang dipersyaratkan.

3. Asesor Kompetensi adalah seseorang yang ditugaskan oleh suatu lembaga sertifikasi profesi untuk melakukan asesmen kompetensi terhadap asesi

4. Asesi Kompetensi adalah Pemohon atau peserta asesmen kompetensi yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk dapat ikut serta dalam proses sertifikasi melalui asesmen kompetensi.

5. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) adalah suatu lembaga sertifikasi profesi yang ditugaskan untuk melakukan proses asesmen.

6. Benchmark/Acuan Pembanding adalah Kriteria yang akan digunakan untuk mengases kemampuan asesi, bisa berupa : standar kompetensi/unit kompetensi; kriteria asesmen dari suatu kurikulum pelatihan; spesifikasi unjuk kerja; spesifikasi produk.

Dari pengertian asesmen kompetensi di atas, dapat kita ketahui bahwa hasil akhir dari proses asesmen adalah rekomendasi asesor kepada asesi untuk mendapat pengakuan kompeten atau belum kompeten pada suatu unit kompetensi atau kualifikasi yang diasesmen. Proses asesmen kompetensi secara sederhana dilakukan terhadap bukti-bukti pendukung atas pekerjaan atau unit kompetensi asesi yang akan diasesmen dengan menggunakan acuan pembanding. Acuan pembanding yang digunakan pada proses asesmen kompetensi Penyuluh

(4)

pembuktian terhadap unit kompetensi yang asesmen, asesor dapat menggunakan perangkat asesmen seperti :

1. Daftar cek verifikasi bukti portofolio untuk mengecek bukti-bukti yang disertakan oleh asesi termasuk : valid (sahih), authenticity (asli), currency (terkini), dan sufficiency (cukup).

2. Daftar Pertanyaan Tertulis atau Lisan untuk mengetahui tingkat pengetahuan asesi

3. Lembar instruksi atau tugas praktek/demonstrasi untuk mengetahui tingkat keterampilan asesi

DUPAK dan Bukti Pendukung Asesmen Kompetensi

Bukti pendukung dalam proses asesmen kompetensi dikelompokkan atas :

1. Bukti langsung yaitu informasi yang diperoleh melalui observasi unjuk kerja secara langsung di lapangan atau di tempat kerja.

2. Bukti tidak langsung yaitu informasi yang diperoleh dari observasi unjuk kerja di tempat yang menyerupai tempat kerja atau ruang simulasi.

3. Bukti tambahan yaitu informasi yang diperoleh dari tempat lain karena kondisi dan situasi tidak memungkinkan untuk melakukan observasi langsung ataupun tidak langsung/simulasi.

Dalam pelaksanaan asesmen kompetensi Penyuluh Kehutanan, bukti pendukung yang digunakan adalah bukti fisik dari lampiran Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK). Mengapa demikian? Jawabannya adalah Penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) menggunakan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang dilengkapi dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 272/KPTS.II/2003 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Jika ditinjau dari pengelompokkan bukti pendukung dalam proses asesmen kompetensi, maka bukti fisik yang merupakan lampiran yang tak terpisahkan dari DUPAK dapat dimasukkan dalam kategori bukti tidak langsung. Bukti tidak langsung tersebut harus dipersiapkan oleh Penyuluh Kehutanan sebelum mengikuti asesmen kompetensi. Untuk memudahkan Penyuluh Kehutanan dalam mempersiapkan bukti pendukung pelaksanaan tugas pada saat asesmen kompetensi nanti, penulis mencoba membuat tabel bukti tidak langsung dari masing-masing unit kompetensi yang disesuaikan dengan bukti fisik dari lampiran DUPAK, seperti disajikan pada Tabel 2 berikut :

(5)

Tabel 2 : Bukti Tidak Langsung Untuk Setiap Unit Kompetensi Penyuluh Kehutanan.

I. KOMPETENSI UMUM

Unit Komptensi Bukti Tidak Langsung

KHT.PK01.001.01 Melakukan Komunikasi Dialogis

Surat Keterangan/Laporan Kegiatan melakukan Komunikasi Dialogis

KHT.PK01.002.01

Mengembangkan Kemandirian Kelompok Sasaran

Surat Keterangan/Laporan Kegiatan Mengembangkan Kemandirian Kelompok/Surat Kerjasama Kemitraan (MoU)

KHT.PK01.003.01 Mengorganisasikan Masyarakat

Surat Keterangan /Laporan KegiatanMengorganisasikan Masyarakat/ Kerjasama/Kemitraan/Kesepakatan Bersama (MoU)

II. KOMPETENSI INTI

Unit Komptensi Bukti Tidak Langsung

KHT.PK02.001.01 Menyusun Data Potensi Wilayah,

AgroforestryEkosistem, dan Kebutuhan Inovasi/Teknologi Kehutanan

Surat Keterangan/Laporan Melakukan Kegiatan

Menyusun Data Potensi Wilayah, Agroforestry Ekosistem, dan Kebutuhan Inovasi/Teknologi Kehutanan

Buku Monografi Wilayah Kerja Penyuluh Kehutanan dan/atau Profil Wilayah Kerja Penyuluh Kehutanan Buku Programa Penyuluhan Kehutanan

Buku Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan Kehutanan KHT.PK02.002.01

Menganalisis Potensi Wilayah, Agroforestry Ekosistem, dan Kebutuhan Inovasi/Teknologi Kehutanan

Surat Keterangan /Laporan Melakukan

KegiatanMenganalisis Potensi Wilayah, Agroforestry Ekosistem, dan Kebutuhan Inovasi/Teknologi Kehutanan Buku Monografi Wilayah Kerja Penyuluh

Kehutanan/Profil Wilayah Kerja Penyuluh Kehutanan Buku Programa Penyuluhan Kehutanan

Buku Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan Kehutanan KHT.PK02.003.01

Menyusun Programa Penyuluhan Kehutanan

Buku Programa Penyuluhan Kehutanan

Surat Keterangan Melakukan Kegiatan Menyusun Programa Penyuluhan Kehutanan

KHT.PK02.004.01 Menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan

Buku Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan Kehutanan Surat KeteranganMelakukan Kegiatan Menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan Kehutanan KHT.PK02.005.01

Menyusun Materi Penyuluhan Kehutanan

Surat Keterangan Melakukan Kegiatan Menyusun Materi Penyuluhan Kehutanan

Materi Penyuluhan berupa : Media Cetak/Elektronik : Leaflet, Brosur/Booklet, Powerpoint, Poster, Naskah Siaran Radio, Film

KHT.PK02.006.01 Menetapkan Metode Penyuluhan Kehutanan

Buku Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan Kehutanan Surat Keterangan Melakukan Kegiatan Menetapkan Metode Penyuluhan Kehutanan

KHT.PK02.007.01

Mengembangkan Kemandirian Kelompok Sasaran

Surat Keterangan melaksanakan kegiatan Penyuluhan Buku Administrasi Kelompok Tani Binaan :

Buku Anggota, AD/ART, Potensi Kelompok, Buku Hasil Pertemuan/kegiatan, Buku Tamu, dll, Buku Rencana Kerja Kelompok

(6)

Unit Komptensi Bukti Tidak Langsung KHT.PK02.008.01

Melakukan Pemantauan Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan

Surat Keterangan dan Laporan melakukan kegiatan pemantauan pelaksanaan penyuluhan kehutanan KHT.PK02.009.01

Melakukan Evaluasi Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan

Surat Keterangan dan LaporanMelakukan kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan(Laporan Bulanan/Triwulan/Tahunan Penyuluh Kehutanan) KHT.PK02.010.01

Membuat Telaahan Pelaksanaan Strategi dan Kebijakan Penyuluhan Kehutanan

Surat Keterangan/Surat Keputusan Tim dan Laporan Kegiatan Membuat Telaahan Pelaksanaan Strategi dan Kebijakan Penyuluhan Kehutanan

Rumusan Hasil Telaahan Pelaksanaan Strategi dan Kebijakan Penyuluhan Kehutanan

KHT.PK02.011.01

Melakukan Pengembangan Pedoman, Juklak, Juknis, Dan Prosedur Kerja Penyuluhan Kehutanan

Surat Keterangan/Surat Keputusan Tim dan Laporan Kegiatan Melakukan Pengembangan Pedoman, Juklak, Juknis, Dan Prosedur Kerja Penyuluhan Kehutanan Rumusan Hasil TelaahanPengembangan Pedoman, Juklak, Juknis, Dan Prosedur Kerja Penyuluhan Kehutanan

KHT.PK02.012.01

Melakukan Pengembangan Aspek Teknik, Metodologi, Materi, Sarana, dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan

Surat Keterangan/Surat Keputusan Tim dan Laporan Kegiatan Melakukan Pengembangan Aspek Teknik, Metodologi, Materi, Sarana, dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan

Rumusan Hasil Telaahan Pengembangan Aspek Teknik, Metodologi, Materi, Sarana, dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan

KHT.PK02.013.01

Membuat Karya Tulis/Karya Ilmiah di Bidang

Pengembangan Profesi Penyuluhan Kehutanan

Surat Keterangan dan Hasil Karya Tulis, antara lain : Makalah, artikel, terjemahan/saduran (baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan) III. KOMPETENSI PILIHAN

Unit Komptensi Bukti Tidak Langsung

KHT.PK03.001.01

Membuat Media Penyuluhan Dalam Bentuk Model

Surat Keterangan /Laporan Kegiatan Membuat Media Penyuluhan Dalam Bentuk Model

KHT.PK03.002.01

Melakukan Pendampingan Kegiatan Pembibitan

Surat Keterangan /Laporan Kegiatan Melakukan Pendampingan Kegiatan Pembibitan

KHT.PK03.003.01

Melakukan Pendampingan Kegiatan Penanaman

Surat Keterangan / Laporan Melakukan Kegiatan Pendampingan Kegiatan Penanaman

KHT.PK03.004.01 Melakukan Kegiatan

Pendampingan Kegiatan Sipil Teknis Konservasi Tanah dan Air

Surat Keterangan / Laporan Melakukan Kegiatan Pendampingan Kegiatan Sipil Teknis Konservasi Tanah dan Air

(7)

Unit Komptensi Bukti Tidak Langsung KHT.PK03.005.01

Melakukan Kegiatan Melakukan Pendampingan Kegiatan Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu

Surat Keterangan / Laporan Melakukan Kegiatan Melakukan Pendampingan Kegiatan Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu

KHT.PK03.006.01 Melakukan Kegiatan Melakukan Pendampingan Kegiatan Pengelolaan Hasil Hutan Kayu

Surat Keterangan / Laporan Melakukan Kegiatan Melakukan Pendampingan Kegiatan Pengelolaan Hasil Hutan Kayu

KHT.PK03.007.01 Melakukan Kegiatan

Pendampingan Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Rakyat

Surat Keterangan / Laporan Melakukan Kegiatan Pendampingan Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Rakyat KHT.PK03.008.01

Melakukan Pendampingan Kegiatan Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Satwa Liar

Surat Keterangan / Laporan Kegiatan Melakukan Pendampingan Kegiatan Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Satwa Liar

KHT.PK03.009.01

Melakukan Pendampingan Kegiatan Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar

Surat Keterangan / Laporan Kegiatan Melakukan Pendampingan Kegiatan Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar

KHT.PK03.010.01

Melakukan Pendampingan Pengendalian Kebakaran Hutan

Surat Keterangan / Laporan Kegiatan Melakukan Pendampingan Pengendalian Kebakaran Hutan KHT.PK03.011.01

Melakukan Pendampingan Pengamanan Hutan

Surat Keterangan / Laporan Kegiatan Melakukan Pendampingan Pengamanan Hutan

KHT.PK03.011.01

Melakukan Pendampingan Pengamanan Hutan

Surat Keterangan / Laporan Kegiatan Melakukan Pendampingan Pengamanan Hutan

KHT.PK03.012.01

Melakukan Pendampingan Kegiatan Inventarisasi Sosial, Budaya, Ekonomi Masyarakat di Dalam dan Sekitar Kawasan Hutan

Surat Keterangan / Laporan Melakukan

KegiatanPendampingan Kegiatan Inventarisasi Sosial, Budaya, Ekonomi Masyarakat di Dalam dan Sekitar Kawasan Hutan

KHT.PK03.013.01 Melakukan Kegiatan

Pendampingan Kegiatan Tata Batas Kawasan Hutan

Surat Keterangan / Laporan Melakukan Kegiatan Pendampingan Kegiatan Tata Batas Kawasan Hutan KHT.PK03.014.01

Melakukan Kegiatan Pendampingan Akses Permodalaan dan Kemitrausahaan

Surat Keterangan / Laporan Melakukan Kegiatan

Pendampingan Akses Permodalaan dan Kemitrausahaan Surat Keputusan Kerjasama/Kemitraan/Kesepakatan Bersama (MoU)

Sumber :

Diolah dari Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor : Kep.137/Men/V/2011 dan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 272/KPTS.II/2003.

(8)

Jika dilihat dari tabel tersebut di atas, maka bukti tidak langsung dari setiap unit kompetensi yang diasesmen merupakan bukti fisik dari pelaksanaan butir-butir kegiatan penyuluhan kehutanan sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 272/KPTS.II/2003.

Selain bukti pendukung tersebut, sebaiknya Penyuluh Kehutanan yang akan mengikuti asesmen kompetensi juga menyiapkan berkas administrasi lainnya seperti :

1) STPPL Diklat Pembentukan Penyuluh Kehutanan 2) STPPL Diklat Teknis Kehutanan

3) Sertifikat dan atau Piagam Penghargaan 4) SK Jabatan Fungsional Penyuluh

5) Referensi dari pimpinan/rekan sejawat Penutup

Jika saja setiap penyuluh kehutanan melaksanakan tugas pokok dengan baik dan rutin mengusulkan DUPAK yang dilengkapi bukti fisik sesuai petunjuk teknis, maka penyuluh kehutanan Insya Allah akan selalu siap setiap saat untuk mengikuti asesmen kompetensi. Secara sederhana, penulis mencoba mengasumsikan asesmen kompetensi Penyuluh Kehutanan saat ini hampir sama dengan penilaian DUPAK. Perbedaannya adalahpada pelaksanaan penilaian DUPAK, Penyuluh Kehutanan tidak bisa diklarifikasi langsung atas bukti fisik hasil kegiatannya. Sedangkan asesmen kompetensi, Penyuluh Kehutanan sebagai asesi dapat diklarifikasi secara langsung dengan menggunakan metode dan perangkat asesmen yang telah disiapkan oleh lembaga sertifikasi profesi sebagai pelaksana asesmen.

Harapannya, jika suatu saat Penyuluh Kehutanan ditanya kembali dengan pertanyaan : Siap ikut uji kompetensi ? akan dijawab dengan yakin dan kompak SIAP !!!. Semoga tulisan ini bermanfaat. (HA)

Sumber Bacaan :

Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2009 tentang Pembiayaan, Pembinaan, dan Pengawasan Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Kep.137/Men/V/2011 tentang Penetapan Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Kehutanan Bidang Penyuluhan Kehutanan Menjadi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 272/KPTS.II/2003 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya.

Gambar

Tabel  1 :Peta Fungsi Bidang Kerja Utama Penyuluh Kehutanan
Tabel 2 : Bukti Tidak Langsung Untuk Setiap Unit Kompetensi Penyuluh Kehutanan.

Referensi

Dokumen terkait

Mengapa ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 dan aturan pelaksanaannya yaitu Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Kep-100/Men/VI/2004 Tahun

Ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Kep- 100/Men/VI/2004 Tahun 2004 Tentang

Menunda pelaksanaan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP- 78/MEN/2001 tentang Perubahan atas beberapa pasal Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor

Sesuai dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 272 / Kpts.II / 2003 tanggal 12 Agustus 2003 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka

mengacu kepada SKKNI Bidang Manajemen Risiko yang ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP. 234 /MEN/ VI /2006 tanggal 7 Juni 2006, yang memiliki

Mengapa ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 dan aturan pelaksanaannya yaitu Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Kep-100/Men/VI/2004 Tahun

Perubahan yang terjadi dalam peraturan kehutanan bidang tata usaha kayu dari Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 126/Kpts-II/2003 menjadi Peraturan Menteri Kehutanan Nomor:

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: KEP.100/MEN/VI/2004 tentang Ketentuan Pelaksanaan