BAB III. METODE PENELITIAN. Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian

Teks penuh

(1)

BAB III. METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan dengan melakukan penggambaran atau pemaparan tentang variabel-variabel yang diteliti yang selanjutnya mencoba untuk menarik kesimpulan.

3.2 Populasi dan Sampel 3.2.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang

memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya(Sugiyono, 2008). Populasi dalam

penelitian ini adalah pengguna komunitas IM3 di kota Bandar Lampung yang jumlahnya 9068 anggota.

3.2.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2008). Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel

(2)

adalah metode non-probability sampling dengan teknik Purposive Sampling (Judgement Sampling) yaitu sampel yang dipilih dengan cermat sehingga relevan dengan rancangan penelitian. Teknik ini merupakan teknik pemilihan sampel berdasarkan ciri-ciri khusus yang dimiliki sampel tersebut yang dipertimbangkan memiliki hubungan yang sangat erat dengan ciri-ciri populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Teknik ini dipilih oleh peneliti karena peneliti juga memiliki

keterbatasan dana dan waktu. Sampel yang diajukan sebagai berikut : Tabel 3.1 Jumlah Sampel Komunitas IM3 di Bandar Lampung

Komunitas Anggota

SMA N 1 Bandar Lampung 353

SMA N 2 Bandar Lampung 388

SMA N 3 Bandar Lampung 137

SMA N 4 Bandar Lampung 337

SMA N 5 Bandar Lampung 159

SMA N 7 Bandar Lampung 122

SMA N 14 Bandar Lampung 102

SMA N 17 Bandar Lampung 90

SMA Al-Kautsar Bandar Lampung 284

SMA Al-Azhar Bandar Lampung 424

SMA Arjuna Bandar Lampung 121

SMA YP UNILA Bandar Lampung 175

SMK Gajah Mada Bandar Lampung 101

SMK Trisakti Bandar Lampung 118

IBI DHARMAJAYA Bandar Lampung 1513

Cyber IM3 Community Lampung 556

Komunitas Online IM13 Lampung 4088

Jumlah 9068

Sumber : Hasil survey pada Komunitas Indosat IM3 di Bandar Lampung

Hair (2006:112) menyarankan bahwa jumlah sampel penelitian yang tidak diketahui jumlah populasi pastinya, minimal berjumlah lima kali variabel yang dianalisa atau

(3)

indikator. Indikator dari penelitian ini berjumlah 21, maka diperoleh hasil perhitungan sampel sebagai berikut:

Jumlah Sampel = 5 x 21

= 105 sampel

Berdasarkan uraian di atas, maka jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 105 responden yang dapat mewakili konsumen pengguna Indosat IM3 di Bandar Lampung. Penentuan sampel ini dilakukan dengan cara proportioned stratified random sampling yaitu sebagai berikut :

SMA N 1 Bandar Lampung x 105 = 4,08

SMA N 2 Bandar Lampung x 105 = 4,49

SMA N 3 Bandar Lampung x 105 = 1,58

SMA N 4 Bandar Lampung x 105 = 3,90

SMA N 5 Bandar Lampung x 105 = 1,84

SMA N 7 Bandar Lampung x 105 = 1,41

SMA N 14 Bandar Lampung x 105 = 1,18

(4)

SMA Al-Kautsar Bandar Lampung x 105 = 3,28

SMA Al-Azhar Bandar Lampung x 105 = 4,90

SMA Arjuna Bandar Lampung x 105 = 1,40

SMA YP UNILA x 105 = 2,02

SMK Gajah Mada x 105 = 1,16

SMK Trisakti x 105 = 1,36

IBI DHARMAJAYA Bandar Lampung x 105 = 17,51

Cyber IM3 Community Lampung x 105 = 6,43

Komunitas Online IM3 Lampung x 105 = 47,33 Hasil diatas tersebut jika dijumlahkan :

4,08 + 4,49 + 1,58 + 3,90 + 1,84 + 1,41 + 1,18 + 1,04 + 3,28 +4,90 + 1,40 + 2,02 + 1,16 + 1,36 + 17,51 + 6,43 + 47,33 = 104,91 dibulatkan menjadi 150.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan Purposive Sampling, pengambilan sampel dalam hal ini terbatas pada jenis orang tertentu yang dapat memberikan informasi yang diinginkan, atau karena mereka adalah satu-satunya yang memilikinya atau memenuhi beberapa kriteria yang ditentukan oleh penulis (Sekaran, 2006:136).

(5)

Adapun kriteria yang penulis terapkan yaitu responden telah mengikuti komunitas IM3 di Bandar Lampung.

3.3 Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan dua jenis metode penelitian yaitu:

1. Penelitian Pustaka (library reseach)

Penelitian pustaka adalah metode penelitian yang dilakukan dengan

mempelajari literatur-literatur, buku-buku dan tulisan-tulisan yang

mempunyai kaitan erat dengan permasalahan yang diajukan dalam penelitian

ini.

2. Penelitian Lapangan

Penelitian dilakukan penulis melalui wawancara, yaitu mengajukan

pertanyaan secara langsung kepada perusahaan mengenai berbagai hal yang

berkaitan dengan penelitian. Penelitian juga dilakukan untuk memperoleh data

primer dengan mengambil sampel dari suatu target atau objek dan

menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data pokok.

Kemudian jawaban dari setiap pertanyaan tersebut ditentukan skornya dengan

menggunakan Skala Likert yaitu : (1, 2, 3, 4, 5) dengan kriteria umum untuk skor

yang digunakan untuk jawaban adalah :

• Sangat setuju = 5

• Setuju = 4

(6)

• Tidak setuju = 2

• Sangat tidak setuju = 1

Untuk skala nominal kriteria untuk variabel keputusan pembelian (Y) adalah:

1 = Membeli

0 = Tidak Membeli

3.4 Operasional Variabel

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini secara garis besar di bagi menjadi dua

yaitu variabel terikat (dependent) dan variabel bebas (independent). Untuk lebih

memperjelas, beberapa variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Variabel Dependent (X)

Dalam menyusun sekripsi ini variabel dependent komunitas merekterdiri dari

legitimasi (X1), loyalitas merek oposisi (X2), merayakan sejarah merek (X3),

berbagi cerita merek (X4), integrasi dan mempertahankan anggota (X5), dan

membantu dalam penggunaan merek (X6)

2. Variabel Independent (Y)

Dalam skripsi ini variabel dependen nya yaitu word of mouth.

3.5 Definisi Operasional Variabel 3.5.1 Variabel Dependen

1. Legitimasi (Legitimacy)

Legitimasi adalah proses dimana anggota komunitas membedakan antara anggota komunitas dengan yang bukan anggota komunitas, atau memiliki hak

(7)

yang berbeda. (Muniz dan O’Guin 2001:413). Indikator yang digunakan untuk mengukur adalah :

a. Memiliki persepsi positif terhadap provider merek IM3 b. Memiliki ikatan emosional dengan merek IM3

c. Mengetahui gambar merek atau logo komunitas IM3 2. Loyalitas Merek Oposisi (Opposotional Brand Loyalty)

Komunitas merek oposisi adalah proses sosial yang terlibat selain kesadaran masyarakat atas suatu jenis produk (Conciousness of kind) (Muniz dan O’Guin 2001:413). Indikator yang digunakan untuk mengukur adalah :

a. Mengetahui jenis produk merek IM3 b. Percaya terhadap komunitas IM3

c. Tetap berpatisipasi dalam komunitas IM3

3. Merayakan Sejarah Merek (Celebrating The History Of The Brand)

Merayakan Sejarah Merek adalah Menanamkan sejarah dalam komunitas dan melestarikan budaya adalah penting. Hal ini ditunjukkan dengan suatu

keahlian, status keanggotaan, dan komitmen pada komunitas secara

keseluruhan (Muniz dan O’Guin 2001:413). Indikator yang digunakan untuk mengukur adalah :

a. Selalu mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh IM3 b. Bisa mengaktualisasi diri dalam komunitas IM3

(8)

4. Berbagi Cerita Merek (Sharing Brand Stories)

Berbagi Cerita Merek adalah Berbagi cerita pengalaman menggunakan produk merek adalah hal yang penting untuk menciptakan dan menjaga komunitas. Hal ini akan menimbulkan hubungan kedekatan dan rasa solidaritas antar anggota. (Muniz dan O’Guin 2001:413). Indikator yang digunakan untuk mengukur adalah :

a. Paham dengan nilai-nilai merek IM3 dengan baik

b. Berbagai cerita dengan anggota lain mengenai pengalaman menggunakan IM3

c. Memberikan kontribusi yang positif kepada sesama anggota

5. Integrasi dan Mempertahankan Anggota (Integrating and Retaining Members) Integrasi dan Mempertahankan Anggota adalah Tanggapan yang sebagai dasar dari tanggungjawab keanggotaan komunitas. (Muniz dan O’Guin, 2001). Indikator yang digunakan untuk mengukur adalah :

a. Bangga dengan produk IM3

b. Bangga menjadi anggota komunitas IM3

c. Setiap anggota harus memiliki tanda keanggotaan komunitas IM3 6. Membantu dan Penggunaan Merek (Assisting in the Use of the Brand)

Membantu dalam Penggunaan Merek adalah Bentuk tanggungjawab moral terhadap anggota komunitas, dengan membantu sesama anggota dalam menggunakan merek untuk memecahkan masalah, khususnya yang

(9)

menggunakan merek. (Muniz dan O’Guin, 2001). Indikator yang digunakan untuk mengukur adalah :

a. Membantu sesama anggota komunitas dalam memecahkan masalah terkait dengan produk IM3

b. Bersedia membantu anggota lain dalam penggunaan kartu IM3 c. Setiap masalah tentang produk IM3 selalu direspon dengan baik oleh

anggota komunitas lain 3.5.2 Variabel Independen

1. Word of Mouth

Word of Mouth adalah pembicaraan yang secara alami terjadi antar orang-orang (pembicaraan konsumen asli). Indikator yang digunakan untuk mengukur adalah :

a. Merekomendasikan kartu IM3 kepada orang lain.

b. Memiliki hal-hal yang positif untuk diceritakan saat berbicara tentang kartu IM3

(10)

K o mu n ita s M er ek ( Bra n d C o m m u n ity ) (X) V ar ia b el I n te g ra si d an M emp er ta h an k an A n g g o ta ( X 5 ) M em b an tu d al am p en g g u n aan mere k ( X 6 ) R a sa T a n g g u n g J a w a b Mo ra l : M er ay ak an S ej ar ah M er ek ( X 3 ) B er b ag i C er ita M er ek ( X 4 ) R it u a l d a n T ra d is i Le g iti mas i ( X 1 ) L o y al ita s M er ek O p o si si ( X 2 ) Kesa d a ra n M er ek : S u b V ar ia b el B en tu k ta n g g u n g ja w ab m o ra l t er h ad ap a n g g o ta k o m u n ita s, d en g an mem b an tu ses ama a n g g o ta d al am men g g u n ak an m er ek u n tu k mem ec ah k an m asa la h , k h u su sn y a y an g me lib at k an p en g et ah u an y an g d ip er o le h mem la lu i p en g al ama n b eb er ap a ta h u n men g g u n ak an m er ek . (M un iz d an O ’G uin , 2 0 0 1 ) T an g g ap an y an g se b ag ai d as ar d ar i t an g g u n g ja w ab k ea n g g o ta an k o m u n ita s. (M un iz d an O ’G uin , 2 0 0 1 ) H al y an g p en tin g u n tu k me n ci p ta k an d an m en ja g a k o m u n ita s k ar en a p ro se s in i m en g u k u h k an k es ad ar an y an g b ai k a n ta r a n g g o ta d an m er ek y an g memb er ik an k o n tr ib u si p ad a k o m u n ita s (M u n iz da n O ’G uin , 2 0 0 1 ) M en an am k an sej ar ah d al am k o m u n ita s d an mel es te rik an su at u b u d ay a p ro d u k . (M u n iz d an O ’G uin , 2 0 0 1 ) P ro ses so si al y an g te rli b at se la in k esa d ar an masy ar ak at a ta s s u at u je n is p ro d u k (C o n ci o u sn ess o f k in d ). (M un iz d an O ’G uin , 2 0 0 1 ) Le g iti mas i m er u p ak an p ro ses y an g m emb ed ak an an g g o ta k o mu n ita s d en g an y an g b u k an a n g g o ta k o m u n ita s a ta u me mi lik i h ak y an g b er b ed a. (M un iz d an O ’G uin , 2 0 0 1 ) K et er an g an 1. M em b an tu sesa ma an g g o ta k o m u n ita s d al am meme ca h k an mas al ah te rk ai t d en g an p ro d u k In d o sa t IM 3 2. B er se d ia m emb an tu a n g g o ta la in d al am p en g g u n aa n k ar tu In d o sa t I M 3 3. S et ia p mas al ah te n ta n g p ro d u k In d o sa t I M 3 s el al u d ir es p o n d en g an b ai k o le h a n g g o ta la in 1. B an g g a d en g an p ro d u k I n d o sa t I M 3 2. B an g g a me n ja d i a n g g o ta k o m u n ita s I M 3 3. S et ia p a n g g o ta h ar u s me mi lik i t an d a k ea n g g o ta an k o m u n ita s i n i 1. P ah am d en g an n ila i-n ila i mer ek I n d o sa t I M 3 d en g an b ai k 2. B er b ag i c er ita d en g an a n g g o ta la in m en g en ai p en g al a ma n m en g g u n ak an I n d o sa t I M 3 3. M em b er ik an k o n tr ib u si y an g p o si tif k ep ad a ses ama an g g o ta 1. S el al u me n g ik u ti k eg ia ta n y an g d ise le n g g ar ak an o le h In d o sa t I M 3 2. B isa me n g ak tu al is asi d ir i d al am k o m u n ita s In d o sa t I M 3 3. M em ak ai k o st u m k lu b k et ik a h ad ir p ad a p er te m u an ru tin 1. M en g et ah u i j en is p ro d u k mere k In d o sa t I M 3 2. P er ca y a te rh ad ap k o mu n ita s In d o sat IM 3 3. Te ta p b er p at isi p as i d al am k o mu n ita s In d o sa t I M 3 1. M em ili k i p er se p si p o si tif te rh ad ap p ro v id er m er ek In d o sa t I M 3 2. M em ili k i i k at an e m o si o n al d en g an m er ek I n d o sa t I M 3 3. M en g et ah u i g am b ar m er ek a ta u lo g o k o m u n ita s In d o sa t I M 3 In d ik at o r Li k er t) Li k er t Li k er t Li k er t Li k er t Li k er t S k al a T ab el 3 .2 O p er asio n al Var iab el Pen elitian

(11)

Wo rd o f M o u th (Y) V ar ia b el S u b V ar ia b el p em b ic ar aa n y an g sec ar a al ami te rja d i a n ta r o ra n g -o ra n g ( p emb ic ar aa n k o n su me n a sl i) K et er an g an 1. M er ek o me n d asi k an k eb ai k an k ar tu I M 3 k ep ad a o ra n g la in 2. M em ili k i h al -h al y an g p o si tif u n tu k d ic er ita k an s aa t b er b ic ar a te n ta n g k ar tu I M 3 3. men d o ro n g /me n g aj ak o ra n g la in u n tu k m en g g u n ak an IM 3 In d ik at o r Li k er t S k al a

(12)

3.6 Validitas dan Realibilitas Alat Ukur 3.6.1 Uji Validitas

Instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah daftar pertanyaan yang

disebarkan kepada responden. Instrumen yang dibuat sebelum disebarkan kepada

responden yang menjadi sampel penelitian harus diuji kevalidan dan kereliabelannya

melalui analisis faktor dengan bantuan SPSS, agar daftar pertanyaan yang dibuat

tersebut benar-benar mampu menguak data sehingga mampu menjawab permasalahan

hingga tujuan penelitian tercapai.

Uji validitas dimaksudkan untuk memastikan seberapa baik suatu instrumen

mengukur konsep yang seharusnya diukur. Instrumen yang valid berarti instrumen

tersebut dapat digunakan untuk mengukur secara tepat dan benar. Dengan

mempergunakan instrumen penelitian yang memiliki validitas yang tinggi, hasil

penelitian mampu menjelaskan masalah penelitian sesuai dengan keadaan atau

kejadian yang sebenarnya dengan signifikansi dibawah 0,05 dan Kaiser-Meyer-Olkin

(KMO) serta Measure of Sampling Adequacy (MSA) minimal 0.5 dinyatakan valid

dan sampel bisa di analisis lebih lanjut, Santoso (2002:101).

3.6.2 Uji Reliabilitas

Reliabilitas instrumen adalah kejituan atau ketepatan instrumen pengukur. Uji

reliabilitas dilakukan untuk mengetahui konsistensi dan ketepatan pengukuran,

apabila pengukuran dilakukan pada objek yang sama berulang kali dengan instrumen

(13)

Alpha Cronbach yang di hitung dengan bantuan SPSS 20.0, sebuah instrumen

dikatakan memiliki reabilitas yang tinggi jika nilai Cronbach’s Coefficient Alpha

>0,6 dan Cronbach’s Alpha If Item Deleted < Cronbach’s Coefficient Alpha, (Gozali

(2003:133).

3.7 Alat Analisis

3.7.1 Analisis Kualitatif

Menganalisis permasalahan dan mencari jalan pemecahan masalah dengan

menggunakan data yang terkumpul dari hasil kuesioner yang dihubungkan dengan

teori pemasaran atau pendekatan-pendekatan yang berkaitan dengan atribut produk

dan keputusan pembelian melalui penilaian menggunakan skor dengan rumus rentang

skor adalahj skor tertinggi dikurangi skor terendah dibagi jumlah kelas, Umar (2002).

RS = (m-n) b keterangan : RS = Rentang Skor m = Skor Tertinggi n = Skor Terendah b = Jumlah Kelas

Table 3.3 Penentuan Skor Variable Penelitian

Kriteria Skor

105 – 188 Sangat Tidak Baik

189 – 272 Tidak Baik

273 – 356 Cukup Baik

357 – 440 Baik

(14)

3.7.2 Analisis Kuantitatif

Dalam penelitian ini analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan analisis

regresi binary logistic. Analisis regresi logistik yaitu salah satu pendekatan model

matematis yang digunakan untuk menganalisis hubungan atau pengaruh satu atau

beberapa variabel independen dengan sebuah variabel yang bersifat dikotom

(Sotanto,2001:155) dan dengan bantuan program komputer SPSS 20.0.

3.8. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis menggunakan uji model logistik dengan melihat hasil uji wald

melaui nilai B dan nlai signifikansi. Dimana B menunjukkan seberapa besar pengaruh

masing-masing dimensi terhadap variabel Y, sedangkan nilai signifikansi

menunjukkan dimensi mana yang berpengaruh paling signifikan terhadap variabel Y.

Figur

Tabel 3.1 Jumlah Sampel Komunitas IM3 di Bandar Lampung

Tabel 3.1

Jumlah Sampel Komunitas IM3 di Bandar Lampung p.2

Referensi

Memperbarui...