BAB II. KAJIAN PUSTAKA
A. Fuzzy quantification theory
Secara umum metode kuantifikasi menggunakan data kasar seperti hasil evaluasi dan pendapat orang yang mana kuantitas dan pemahanan tentang
data-data tersebut tidak secara normal diekspresikan secara numeris. Biasanya, suatu pendapat atau evaluasi terhadap suatu aktivitas akan direpresentasikan dalam bentuk kualitatif secara linguistik, seperti: baik, cukup, buruk, puas, dll. Padahal
sebenarnya, untuk membandingkan pendapat atau evaluasi akan lebih mudah apabila ekspresi yang berbentuk kualitatif tersebut diganti dengan bentuk numeris. Untuk keperluan tersebut, maka dibutuhkan metode kuantifikasi. Fuzzy quantification theory adalah metode untuk mengendalikan data kualitatif dengan
menggunakan teori himpunan fuzzy. Pengendalian disini lebih dimaksudkan untuk menjelaskan kejadian-kejadian fuzzy menggunakan nilai dalam rentang [0, 1] yang mengekspresikan pendapat-pendapat secara kualitatif (Kusumadewi dan Purnomo, 2004).
Apabila terdapat sampel data xk (k=1,2,...,n), dengan derajat keanggotaan
pada fuzzy group B adalah μB[xk], dan terdapat S fuzzy group, maka dapat dicari
total mean m dan mean mBi (i=1,2,...,S) pada (persamaan 1 dan 2).
S
i n
k
Bi
k
x
x
N
m
1 1
1
………...(persamaan 1)
Dengan (persamaan 3 dan 4)
n
k i
k B
x
B
N
(
)
...……….(persamaan3)
S ii
B
N
N
1
.….………....(persamaan4)
Total variansi T, variansi antar fuzzy group B, dan variansi dalam suatu fuzzy group E dapat ditentukan pada (persamaan 5, 6 dan 7).
Bi
kn
k S
i
k
m
x
x
T
2
1 1
………...(persamaan5)
Bi
kn
k S
i
Bi
m
x
m
B
2
1 1
………...(persamaan6)
Bi
kn
k S
i
Bi
k
m
x
x
E
2
1 1
.………....(persamaan 7)dalam hal ini, T = B +E
Tujuan dari Fuzzy Quantification Theory I (analisis regresi kualitatif) adalah menentukan hubungan antara variabel kualitatif yang diberikan dengan nilai antara 0 sampai 1, dan variabel-variabel numeris dalam fuzzy group yang diberikan dalam
Tabel 1. Karakteristik Fuzzy Quantification Theory I.
No. (k) Ekstenal Data (y)
Kategori A1… Ai… Ap
Fuzzy Group (B)
1 2 3 k N
y1
y2
y3
yk
yN
μ1(1) ... μi(1) ... μP(1)
μ1(2) ... μi(2) ... μP(2)
μ1(3) ... μi(3) ... μP(3)
μ1(k) ... μi(k) ... μP(k)
μ1(n) ... μi(n) ... μP(n)
μB(1)
μB(2)
μB(3)
μB(k)
μB(n)
Pada Tabel 1. menunjukkan karakteristik Fuzzy Quantification Theory I. Pada tabel tersebut terdapat n buah sampel. External Standard (y) menunjukkan fungsi tujuan. yk adalah fungsi tujuan dari sampel ke-k. μi(k) adalah derajat suatu
tanggapan terhadap kategori kulitatif ke-i (i=1,2, ..., P) pada sampel ke-k yang diberi nilai [0, 1] (Terano, 1992).
Fuzzy Quantification Theory I sama halnya menentukan suatu fungsi liner dari
beberapa kategori (persamaan 8).
pi
i i
k
a
k
y
1
)
(
)
(
………...(persamaan8)Persamaan 1, tentu saja diharapkan variasi tujuan memberikan nilai error yang sangat kecil. Untuk keperluan tersebut, dapat disusun bentuk matriks (persamaan 9, 10, 11 dan 12):
y
y
y
n
y
'
1,
2,...,
………...(persamaan 9)
0
)
1
(
G
B
Dengan demikian, error variance
B2 untuk fuzzy group B adalah (persamaan13 dan 14).
Bobot kategori a yang meminimumkan error variance diberikan dengan persamaan sebagai berikut (persamaan 15).
X
GX
X
Gy
a
'
1'
………...(persamaan 15)Untuk mendapatkan pengaruh setiap kategori pada variabel y, apabila perubahan pada kategori-kategori yang lain bersifat tetap dapat dilihat melalui koefisien korelasi parsial.
yy
korelasi fuzzy rij dan riy dapat dicari sebagai berikut (persamaan 18, 19, 20, 21 dan
22).
Dari sini dapat dibentuk metriks R dengan elemen-elemen sebagai berikut (persamaan 23 dan 24).
invers dari matrik R adalah :
Kemudian variabel y dan koefisien korelasi parsialnya, riy dengan i=1, 2, ...,i-1,
i+1, ..., K (persamaan 25).
Koefisien korelasi parsial ini menunjukkan pengaruh variabel ke-i pada variabel y apabila variabel lainnya tetap.
Menurut Mustafidah (2013) pada proses normalisasi merupakan penyekalan
ulang fungsi keanggotaan sehingga nilai maksimumnya adalah satu(persamaan 26).
u
SQL Server menggunakan objek yang bernama Database server yang berfungsi layaknya manajer untuk mengatur database yang ada. Hasilnya SQL Server dapat mengangani banyak pengguna (user) dalam satu waktu dengan kemungkinan crash yang minimal. Daya tampung databse SQL Server tidak terbatas
C. Disiplin
Disiplin adalah kepatuhan terhadap peraturan atau tunduk pada pengawasan atau pengendalian. Kedua disiplin yang bertujuan mengembangkan watak agar dapat mengendalikan diri, agar berprilaku tertib dan efisien (Kadir, 1994). Sedangkan disiplin menurut Djamarah(2002) adalah suatu tata tertib yang dapat mengatur tatanan kehidupan pridadi dan kelompok. Kedisiplinan mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Berkualitas atau tidaknya belajar siswa sangat dipengaruhi oleh faktor yang paling pokok yaitu kedispilan, disamping faktor lingkungan, baik keluarga, sekolah, kedisiplinan serta bakat siswa itu sendiri.
Keberhasilan siswa dalam studinya dipengaruhi oleh cara belajarnya. Siswa yang memiliki cara belajar yang efektif memungkinkan untuk mencapai hasil atau prestasi yang lebih tinggi dari pada siswa yang tidak mempunyai cara belajar yang efektif. Untuk belajar secara efektif dan efisien diperlukan kesadaran dan disiplin tinggi setiap siswa. Belajar secara efektif dan efisien dapat dilakukan oleh siswa yang berdisiplin. Siswa yang memiliki disiplin dalam belajarnya akan berusaha mengatur dan menggunakan strategi dan cara belajar yang tepat baginya. Jadi langkah pertama yang perlu dimiliki agar dapat belajar secara efektif dan efisien adalah kesadaran atas tanggung jawab pribadi dan keyakinan bahwa belajar adalah untuk kepentingan diri sendiri, dilakukan sendiri dan tidak menggantungkan nasib pada orang lain.
2. Cara belajar yang efisien. 3. Syarat-syarat yang diperlukan.
Selain memiliki strategi belajar siswa yang tepat, siswa juga perlu memperhatikan metode atau cara yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam belajarnya. Seperti yang kita ketahui belajar bertujuan untuk mendapat pengetahuan, sikap, kecakapan dan keterampilan. Cara yang demikian itu jika dilakukan dengan penuh kesadaran dan disiplin tinggi maka akan menjadi suatu kebiasaan, dan kebiasaan dalam belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar.
Uraian tersebut sejalan dengan pendapat Slameto (1995) yang mengatakan bahwa kebiasan belajar mempengaruhi belajar antara lain dalam hal pembuatan jadwal belajar dan pelaksanaannya, membaca dan membuat catatan, mengulangi pelajaran konsentrasi serta dalam mengerjakan tugas.
D. Object Pascal, Delphi 7
Object Pascal adalah bahasa yang digunakan dalam delphi, yang merupakan salah satu varian dari bahasa pascal dengan sejumlah penambahan, terutama terkait dengan konsep Object Oriented Programing (OOP).
Delphi 7 adalah perangkat pengembangan program yang sifatnya umum. Jadi
delphi dapat digunakan untuk membuat segala jenis program (Kusnassriyanto, 2011). Sistem ini akan menggunakan database server Ms Sql Server 2005.Database server adalah sebuah server yang melayani akses pemakai terhadap database
1. Penelitian Terdahulu yang Sejenis
a. Kusumadewi (2004) menyatakan bahwa penilaian mahasiswa terhadap
kinerja dosen yang diberikan secara kualitatif sangat mempengaruhi kehadiran dosen terhadap nilai kelulusan mahasiswa.
b. Wibowo (2012) menyatakan bahwa dapat mempertahankan pendapat
dengan nilai bobot kategori y = 3,8645µ(x) atau 0,3213x dan nilai tambahan kontribusinya sebesar2,7072µ(x) atau 0,2394x. Berarti bahwa indikator dapat mempertahankan pendapat memberikan kontribusi yang besar terhadap nilai akhir, dan merupakan indikator yang paling berpengaruh terhadap nilai
dengan kehadiran lebih dari 10.
c. Wakhidin (2010) menyatakan bahwa terdapat korelasi yang kuat antara minat belajar, yaitu rxy sebesar 0,817 dan termasuk dalam kategori sangat
tinggi.
d. Muktiadi (2012) menyatakan bahwa terdapat pengaruh minat belajar terhadap prestasi belajar, hal ini dapat dilihat dari sub indikator kerja keras belajar yang memiliki penambahan bobot kategori terbesar, yaitu sebesar