• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar 2.2 Bentuk motor DC (Innovative Electronics)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Gambar 2.2 Bentuk motor DC (Innovative Electronics)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGENDALI WAKTU PENYIRAMAN PADA TANAMANHIDROPONIK

MENGGUNAKAN IC 555

Tri Watiningsih

Kholistianingsih

Dodi Wahjudi

Universitas Wijayakusuma Purwokerto

[email protected]

[email protected]

[email protected]

Abstrack

Ketersediaan lahan tanaman menjadi alasan kenapa mereka tidak mau menanam tanaman terutama buah-buahan seperti jambu, kedondong dan lain-lain, sebagai akademisi berkeinginan untuk menerapkan dan mengenalkan tanaman Tabulapot sehingga kebutuhan akan buah-buahan yang higinis dapat terwujud. Sejalan dengan dimaksud, maka perlu peningkatan partisipasi masyarakat untuk pengenalan dalam pemenuhan kebutuhan akan buah-buahan

dilahan sendiri yang lebih higinis melalui Penelitian Dosen Pemula“Pengendali Waktu Penyiraman Pada Tanaman

Hidroponok“ dan memanfaatkan bekas kaleng atau ember bekas sebagai media tanamnya sehingga dapat

menerapkan prinsip 3R dalam menangani sampah dikehidupan keseharian di lingkup terkecil, yakni:

 Reduce (mengurangi):Meminimalisasi barang/ material yang digunakan.

 Reuse (memakaikembali):Hindari pemakaian barang sekali pakai (disposable)

 Recycle (mendaur ulang) : Sebisa mungkin, mendaur ulang barang yang tidak berguna lagi dan beralih fungsi

menjadi barang lain

Teknologi adalah salah satu terobosan yang semakin banyak dikembangkan oleh para

perancang alat otomatis sebagai pengganti bekerjanya sistem manual ke sistem otomatis, semua pekerjaan

akan bekerja secara otomatis dengan tingkat kesalahan yang dapat ditekan sekecil mungkin. Disamping

itu teknologi alat otomatis diharapkan dapat memggantikan fungsi manusia sebagai obyek atau pelaku

pada setiap mesin. Diperumahan rata-rata berusaha memanfaatkan lahan yang sempit dihalaman

rumahnya untuk ditanami tumbuhan yang bermanfaat, diantaranya tanaman Tabulapot, untuk mengatasi

masalah lahan yang sempit dan pemberian air, yang pada prinsip kerja dari air bak dipompa ke pot

tanaman secara otomatis dengan menggunakan IC 555, dengan adanya penyiram tanaman tabulapot

otomatis diharapkan mampu mengatasi masalah diatas dari penyiraman manual menjadi otomatis.

Kata kunci: kolam, tabulapot, pompa air, ic 555, sevensegmen,

PENDAHULUAN

Tanaman Hidroponik biasa disebut tanaman tanpa media tanah.Hidroponik membutuhkan tempat yang tidak terlalu besar dan juga hanya sedikit berbeda cara perawatannya dengan tanaman sayur yang ditanam di tanah pada umumnya.

Hidroponik selain dapat digunakan untuk menghasilkan keuntungan juga dapat digunakan

sebagaihiasan rumah. Karena ukuran hidroponik

biasanya tidak melebihi ukuran rumah maka dapat ditaruh di depan atau halaman rumah yang kecil

sekalipun. Teknik NFT (Nutrient Film Technic),

merupakan salah satu teknik yang paling berhasil dan banyak digunakan karena memiliki efisiensi tinggi pada saat digunakan pada penanaman, budidaya Tabulapot. Selain itu lahan tanam untuk teknik NFT tidak mudah rusak, mudah dibersihkan (terbuat dari plastik PVC) dan dapat dikonfigurasikan sebagai sistem penyiraman yang tidak memungut kembali

kelebihan aliran larutan hara (drain to wash) maupun

sistem penyiraman yang mensirkulasikan kembali

kelebihan larutan hara (aquaponic)..Berdasar

pengujian yang telah dilakukan, kondisi ini lebih banyak disebabkan spesifikasi teknik talang PVC khusus untuk NFT tidak dipublikasikan secara luas dan tidak dijual secara bebas. Selain itu, hal penting

yang mempengaruhi hasil teknik ini adalah

penggunaaan timer standarst (sebagai pengatur

metode penyiraman otomatis), sehingga proses penyiraman tanaman tidak dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman itu sendiri (terjadi pemborosan air dan nutrisi).

TI NJAUAN PUSTAKA

(2)

secara terus menerus (24 jam per hari) terhadap status kelembaban media tanam yang dipakai. Adapun data perubahan kelembaban media tanam akibat proses fotosintesis tanaman dan penguapan dikonversi ke bentuk sinyal listrik menggunakan sensor kelembaban yang digunakan juga sebagai data eksekusi pengaturan pompa sirkulasi penyiraman. Sebagai bentuk uji coba sistem secara lengkap, desain alat digunakan bersama teknik Tabulapot NFT yang telah dimodifikasi dan disesuaikan sehingga kemampuan dan efisiensi teknik tersebut dapat ditingkatkan secara signifikan.

Sistem ini menerapkan pengamatan secara terus menerus (24 jam per hari) terhadap status kelembaban

media tanam yang dipakai. Data perubahan

kelembaban media tanam akibat proses fotosintesis tanaman dan penguapan yang telah dikonversi ke bentuk sinyal digunakan sebagai data eksekusi pengaturan pompa sirkulasi penyiraman. Sebagai bentuk uji coba sistem secara lengkap, desain alat

menjalani reset yang telah dimodifikasi dan

disesuaikan agar kemampuan dan efisiensi teknik tersebut dapat ditingkatkan secara signifikan.

Gambar 2.2 Bentuk motor DC (Innovative Electronics)

Metode Pulsa with modulation atau PWM dapat

digunakan untuk mengatur kecepatan motor dan untuk

menghindarkan rangkaian mengkomsumsi daya

berlebih. PWM dapat mengatur kecepatan motor karena tegangan yang diberikan dalam selang waktu tertentu saja. PWM ini dapat dibangkitkan melalui

software.Lebar pulsa PWM dinyatakan dalam Duty Cycle.Misalnya duty cycle 10 %, berarti lebar pulsa adalah 1/10 bagian dari satu perioda penuh (Pitowarno, 2006).

Berikut adalah rumusan frekuensi sinyal keluaran pin output compareOC1A/OC1B dengan menggunakan timer/counter1 (.Bejo, 2008):

a. Mode Phase Correct PWM

fOC1A_PCP =fOSC …….(2.1)

2 * N * (1+TOP)

fOC1B_PCP =fOSC …….(2.2)

2 * N * (1+TOP)

D=OCR1A+OCR1B* 100 %…….(2.3)

TOP

Keterangan:

fOC1A_PCP = frekuensi output OC1A mode PCP fOC1B_PCP = frekuensi output OC1B mode PCP

fOSC = frekuensi kristal/ osilator

fOC1A_CTC = frekuensi output OC1A mode CTC

fOC1B_CTC = frekuensi output OC1B mode CTC

fOSC = frekuensi Kristal/ osilator N = skala clock (Tabel 2.1)

OCR1A = isi register OCR1A OCR1B = isi register OCR1B c. Mode Fast PWM

fOC1A_FastPWM =fOS ….(2.6)

N* (1 +TOP)

fOC1B_FastPWM =fOSC .(2.7)

N* (1 +TOP)

Keterangan:

fOC1A_PCP = frekuensi output OC1A mode PCP fOC1B_PCP = frekuensi output OC1B mode PCP fOSC = frekuensi kristal/ osilator

D =duty cycle

N = skala clock (Tabel 2.1) TOP = nilai maksimum counter

(TCNT1

)

Tabel 2.4 Skala Clock Timer/Counter

CS12 CS11 CS10 Deskripsi

0 0 0 Tidak ada clock, timer/counter berhenti. 0 0 1 Skala clock = 1,

(clock timer = clock osilator) 0 1 0 Skala clock = 8,

(clock timer = 1/8 clock osilator) 0 1 1 Skala clock = 64,

(clock timer = 1/64 clock osilator) 1 0 0 Skala clock = 256,

(clock timer = 1/256 clock osilator) 1 0 1 Skala clock = 1024,

(clock timer = 1/1024 clock osilator) 1 1 0 Sumber clock eksternal pada pin T0,

clock pada transisi turun. 1 1 1 Sumber clock eksternal pada pin T0,

clock pada transisi naik. sumber : Data sheet ATmega8535

IC L298 sudah mencukupi digunakan sebagai rangkain

driver.Cukup dihubungkan ke mikrokontroler dan diberi tegangan sebesar 7 volt dengan arus minimal 2

ampere rangkaian driver berbasis L298 sudah dapat

digunakan.Selain itu, supply IC L298 dapat diberi

(3)

Gambar 2.3 Konfigurasi pin IC L298 (Data sheet L298)

Untuk menjalankan motor, pinenableA danenableB

pada IC L298 harus diberi logika 1. Current sensing A

dan current sensing B dihubungkan keground. Input 1

dan input 2 masing-masing berlogika 1 dan 0, output 1 dan output 2 dihubungkan ke motor.

2.1. Led Super Bright Merah dan Photo Dioda

Led super bright merah dan photo dioda dapat digunakan sebagai sensor halangan.Photo dioda bekerja jika mendapat cahaya. Prinsip kerjanya yaitu led super bright memancarkan cahaya ke photo dioda sehingga photo dioda menjadi aktif. Jika mendeteksi adanya halangan, maka photo dioda akan berlogika low dan jika tidak ada halangan maka photo dioda akan berlogika high. Logika high dan low inilah yang harus dibaca mikrokontroler untuk mengambil keputusan. Disamping itu, digunakan rangkaian op-amp IC LM 324 sebagai penguat keluaran photo dioda.

2.2 Rangkaian Sensor dan Komparator

Komparator berfungsi untuk membandingkan input yang

diterima dari sensor dengan tegangan referensi. Jika

input dari sensor lebih besar dari input tegangan

referensi, maka output akan berlogika high.

Sebaliknya, jika tegangan referensi lebih besar dari

input sensor, maka output akan berlogika low.

Komparator konvensional umumnya dapat

menggunakan IC LM 324 atau LM 339 yang

merupakan sebuah penguat operasional (op-amp) (W.

Budiharto, 2004). Perbedaan input positif dan input

negatif menyebabkan keluaran pada pin output.

Perbedaan ini diatur menggunakan potensiometer dimana pada penerapan pada robot dipasang sensor

Led super brightdanPhoto dioda.

Gambar 2.4 IC LM 324 (Data sheet LM324)

Sensor analog dalam aplikasi selalu berhadapan

dengan berbagai macam gangguan. Selain itu sensor

memiliki impedansi dan jangkauan tegangan output

yang tidak selalu kompatibel dengan perangkat data

yang digunakan. Sensor garis yangoutput-nya analog

perlu dikuatkan agar jangkauannya maksimal.Untuk itu diperlukan perlakuan penyelarasan sinyal antara sensor dengan IC 555 (Andrianto, 2008).

Gambar 2.5 Rangkaian sensor garis menggunakan IC LM 324

Hal-hal yang merugikan dalam bercocok tanam seperti kekeringan media tanam, terhambatnya proses pertumbuhan tanaman karena pupuk tidak merata, pemborosan pupuk dan air, serta pemakaian listrik yang berlebihan akibat pompa sirkulasi yang hidup terus-menerus ditiadakan. Tabulapot sendiri terdiri dari beberapa teknikyang mana setiap teknik memiliki keungulan masing-masing, adapun teknik Tabulapot itu diantaranya adalah : Tabulapot substrat dan tabulapot NFT.

Teknik substrat merupakan teknik dasar sistem bercocoktanam secara hidroponik. Teknik ini tidak menggunakan air sebagai media, tetapi menggunakan media padat selain tanah (batu apung, pasir, serbut gergaji atau gambut) untuk menyerap, menyediakan nutrisi air dan oksigen, serta untuk mendukung akar tanaman (sumber : Jean Baussingault, Budidaya Tanaman Dengan Pasir Dan Arang, Perancis). Hal penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan sistem ini adalah :

a) Ukuran partikel dan jenis substrat harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan dibudidaya. b) Sterilisasi substrat yang akan digunakan.

c) Sistem irigasi yang mendukungsubstrat (ebb and

flow atau dropper) dan harus memiliki saluran

drainaseyang baik.

Hidroponikt substrat juga dapat digunakan untuk penyemaian tahap 2 (dari kecambah sepanjang 2 cm sampai ke tunas sepanjang 5cm). Perhatikan gambar 2 dibawah ini:

Gambar 2. Teknik Tabulapot Substrat

Sumber : Imai, Non Circulating Hidroponic System, Tainan, TAIWAN AVRDC, 1986

Dalam pengujian ini disebutkan keuntungan yang didapat dalam penggunaan teknik ini meliputi : a) Ideal digunakan untuk lahan tidak rata Tanaman

dapat memperoleh air sesuai kebutuhan

(4)

c) Biaya operasional dan pemeliharaan relatif rendah karena otomatisasi penuh.

d) Pengelolaan lahan atau tanaman dapat terus berlangsung, karena sistem irigasi yang digunakan terfokus pada setiap tanaman.

e) Distribusi nutrisi dan air berlangsung disekitar zona

tanaman, sehingga penggunaannya sangat

effisien.

f) Tidak terjadi kehilangan air akibat aliran permukaan maupun pengaruh angin.

Teknik NFT (Nutrient Film Technique)

merupakan budidaya tanaman secara tabulapot yang meletakkan akar tanaman pada lapisan air yang

dangkal, tersirkulasi (drain to wash atau aquaponic)

dan mengandung nutrisi sesuai kebutuhan tanaman. Dengan demikian akar tanaman dapat berkembang dalam larutan nutrisi tersebut. Mengingat bahwa kelebihan air dan nutrisi dalam talang NFT dapat mengurangi jumlah oksigen diseliling akar tanaman, maka lapisan nutrisi dalam sistem NFT ditentukan maksimal setinggi 3-4 mm .

Hal penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan sistem ini adalah :

a). Kemiringan talang NFT disemua lajur tanam harus seragam (sumber acuan : 1-50).

b) Kecepatan aliran air dan nutrisi yang masuk melalui

saluraninlettidak boleh terlalu cepat karena harus

disesuaikan dengan kemiringan talang (sumber

acuan :emmiterdalamfaucet irrigatedapat diganti

dengan kran tipe ballvalve untuk inlet dan kran

tipebackwashuntukoutlet)

c) Styrofoam tempat tanaman cukup tebal dan harus mudah dibersihkan.

Adapun gambar teknik tabulapot dengan

menggunakan NFT dan Aquaponik seperti gambar 3

Gambar 3 Teknik Tabulapot NFT Dan Aquaponik

4.HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dalam penelitian ini, program yang digunakan adalah program yang dibuat dengan program aplikasi preteus dengan menggunakan bahasa pemrograman C. Bahasa C merupakan bahasa yang mendukung IC 555. Setting Waktu Pada tabulapot selama 2 menit,

Gbr 5.1. Skema Rangkaian IC 555 Dalam Skema rangkaian 555 terdiri dari :

a. Rangkaian Minimum Sistem, dimana pada rangkaian

ini berfungsi untuk membangkitkan tegangan dan menjalankan sebuah IC 555.

b. IC 555 berfungsi sebagai pengendali Output rangkaian

pasang surut tiga tingkat dengan pengatur waktu pada tanaman hydroponik, dimana pada bagian output ini sebagai indikator hasil dari program yang telah di input ke IC 555.

Gbr 5.1. Skema Timer

Analisis rangkaian pasang surut tiga tingkat dengan pengatur waktu pada tanaman hydroponik pada dasarnya adalah sistem penyiraman tanaman secara otomatis, apabila alat dihidupkan maka akan bekerja sesuai dengan proses. Input dari tombol untuk memilih seting waktu dan kerja manual diproses oleh IC dengan menampilkan angka pada seven segmen, selanjutnya akan bekerja sesuai dengan waktu yang dipilih untuk menggerakkan relay yang dihubungkan ke motor AC (pompa air).

Tujuan pengujian yaitu :

1. Untuk mengetahui pemahaman mengenai alat yang

dibuat.

2. Untuk menambah pengetahuan tentang sistem dengan

aplikasi IC TTL

3. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sistem

dari alat yang dibuat.

4.1 Power Supply

a. Pengukuran Power Supply

Power supplay merupakan faktor terpenting dalam suatu sistem baik yang bersifat analog maupun digital. Suatu sistem tidak akan berfungsi atau berjalan dengan baik tanpa adanya power supplay atau sumber tegangan.

(5)

Tegangan yang dipakai oleh sistem 5V digunakan sebagai operasi dari IC. Tegangan 12 V digunakan sebagai penggerak relay dan motor.

b. Analisis power supply

Data yang diperoleh adalah :

Beban rangkaian : I = 285 x 10-3A

V = 4,8 Volt Jadi R tahanan yaitu :

R = V / I= 4,8 volt / 285.10-3A

Dalam rangkaian mesin pasang surut tiga tingkat dengan pengatur waktu pada tanaman hydroponik menggunakan dua timer, yaitu timer dengan setting waktu 3,4 dan 5 jam yang digunakan untuk mengoperasikan pompa penyiram.

Bentuk rangkaian Timer yang digunakan untuk lamanya proses bekerja dan berhenti pasang surut tiga tingkat dengan pengatur waktu pada tanaman hydroponik dapat dilihat pada gambar 3.3. Untuk mendapatkan timer dengan hasil yang sesuai dengan keinginan kita harus bisa memasang nilai Ra dan kapasitor yang sesuai dengan perhitungan waktu yang diinginkan. Pasang surut tiga tingkat dengan pengatur waktu pada tanaman hydroponik memakai nilai kapasitor sebesar 1000µF/6 Volt yang dihubung seri yang sesuai dengan kebutuhan waktu, kemudian

menentukan nilai Rb1 KΩ , maka besar Ra yang harus

dipasang dapat dihitung menggunakan rumus pada persamaan yang sudah dijelaskan di bab dua.

Tabel 4.2 Perhitungan timer dengan seting waktu 3,4 dan 5 jam

No IC C Ra Hasil Perhitungan Th Hasil Perhitungan Th Hasil Pengujian 1 NE55

Tabel 4.1 adalah hasil perhitungan dari persamaan rumus 2.5 yang dibahas pada BAB II, berikut ini adalah perhitungan dari timer dengan seting waktu 3 jam, 4 jam dan 5 jam.

1) Dengan dipasang kapasitor 3 x 1000 µF Th=0,693 x C (Ra + Rb)3 jam (1080 detik)

Ra=5.194.805,2–1000= 5.184.805,2Ω

Maka : Th=0,693 x C (Ra + Rb)

= 0,693 x 3000 µF (5.184.805,2Ω + 1 KΩ )

= 0,693 x 0,001 (5.184.805,2 + 1000) = 0,002079 (5.194.805,2)

= 10800 detik (3 jam)

2) Dengan dipasang kapasitor 4 x 1000 µF Th=0,693 x C (Ra + Rb)

= 0,693 x 4000 µF (5.184.805,2Ω + 1 KΩ )

=0,693 x 0,004 µF (5.184.805,2 + 1000) =0,002772 (5.194.805,2)

= 14400 detik (4 jam) 3) Dengan dipasang kapasitor 5 x 1000 µF

Th=0,693 x C (Ra + Rb)

= 0,693 x 5000 µF (5.184.805,2Ω + 1 KΩ )

=0,693 x 0,005 µF (5.184.805,2 + 1000) =0,003465 (5.194.805,2)

=18000 detik (5 jam)

Dari hasil perhitungan dan hasil pengukuran di atas dapat disimpulkan bahwa nilai kapasitor semakin besar maka Th yang didapat akan semakin besar. Timer dengan setting waktu di atas dibuat rangkap dua untuk timer kerja dan timer berhenti. Capasitor yang digunakan dengan nilai 1000µF yang digabung untuk mendapatkan nilai yang diinginkan,

pemasangan Ra dengan nilai 518.480,52Ω untuk

resistor dengan nilai tersebut tidak ada di pasaran

maka diganti dengan resistor dengan nilai 1 MegaΩ

4 buah yang digabung seri.

Gambar 5.5 Rangkaiann Catu daya

Transformator

yang digunakan dalam pembuatan

catudaya alat merupakan transformator tanpa tap

tengah dengan tegangan keluaran 12Vac. Nilai

ini disebut sebagai VM yang merupakan

tegangan pada lilitan sekunder, oleh sebab itu

tegangan

reverse

pada dioda yang tidak konduksi

(tidak menghantar) adalah 2VM.

(6)

sendiri, selain itu menambah asri disekitar

halaman rumah dan terciptalah

go green.

Dalam penelitian ini pembuatanhidroponik dan

instalasi irigasi dengan penggunakan pipa paralon

seperti gambar dibawah ini :

Gbr. Irigasi penyiraman Tabulapot

PEMBAHASAN

Pada bab pembahasan ini berisi

perancangan-perancangan, baik perancangan software maupun

hardware.

Perancangan

Perangkat

Keras

(Hardware ).

Gambar 3.5 Blok Diagram

Automatic

Watering Plant

Minimum sistem IC 555 merupakan rangkaian

dalam konfigurasi paling sederhana. Sistem ini

hanya memerlukan osilator eksternal yang

disusun

menggunakan

ristal

11,059Mhz,

kapasitor C2 dan C3. Sedangkan untuk rangkaian

reset hanya memerlukan saklar S2, kondensator

C1 dan resistor R1. Dalam perancangan alat,

sistem ini digunakan untuk mengendalikan 1

buah pompa dan 1

display

LCD berdasarkan data

masukan dari1 buah sensor kelembaban dan 1

sensor di

water tank

. Dengan adanya kebutuhan

ini, maka bentuk inisialisasi port yang digunakan

dapat dilihat dalam Tabel 3.1.

Gambar 6 Rangkaian Sistem Minimum

IC 555

Kondensator C5 digunakan untuk pem

filter

an

tegangan catuan yang masuk ke pin 40 (Vcc) dan

pin 31 (EA). Sedangkan variabel resistor R4

digunakan untuk pengaturan level contras

tampilan LCD. Display LCD, alat menggunakan

LCD TM162ABC tipe 2 x 16 baris sebagai

tampilan utamanya. Konfigurasi yang diperlukan

dalam pengaturan LCD tersebut terdiri dari 8

jalur data (

DB0-DB7

), 1 jalur RS (

register

select

), 1 jalur R/W (

read/write

), dan 1 jalur E

(

enable

).Dengan demikian diperlukan 11 saluran

untuk berhubungan dengan mikrokontroller.

Perhatikan

konfigurasi

pemasangan

LCD

TM162ABC,dengan

mikrokontroller.Lihat

Gambar 3 Sensor kelembaban dan sensor

water

tank

digunakan sebagai rangkaian penghasil

pulsa kendali untuk port P2.0, P2.1, P2.2 dan

P2.3. Karena secara prinsip keempat rangkaian

identik, maka pembahasan langkah kerja sensor

cukup satu bagian saja. Pada saat

probe

sensor

mendeteksi keberadaan air di media tanam dan

watertank,

kondisi ini akan mengakibatkan probe

sensor

terhubung

singkat

secara

listrik

(memanfaatkan sifat menghantar air), sehingga

pin 2 U4 akan mendapat tegangan +. Perubahan

status tegangan ini akan dibaca oleh rangkaian

komparator

U4 sebagai bentuk trigger di pin 2

(kaki

inverting)

dan dibandingkan dengan

tegangan Vref di pin 3 (kaki non inverting).

Dengan menggunakan data tabel hasil pengujian

free running LM741 dibawah, maka tegangan

disaluran keluaran U4 dapat digunakan untuk

mengendalikan transistor Q1 dan Q2.

Gambar 7 Rangkaian Koneksi

Display

LCD

Gambar 8 Rangkaian Sensor Kelembaban

Dan

Sensor Water Tank

(7)

maupun

resistif

secara

langsung.Dalam

perancangan

alat,

U3

digunakan

untuk

mengendalikan relay 1 sampai dengan relay 4

berdasar tegangan kontrol keluaran port P3.1,

P3.2, P3.3 dan P3.4.

Gambar 9 Rangkaian

Driver Relay

Pada saat port kontrol berstatus clear (logika low), tegangan VOL sebesar 0,45v dengan arus IOL sebesar 1,6mA disaluran tersebut tidak akan mencukupi untuk

mengendalikan basis transistor internal U4. Kondisi

ini akan menyebabkan transistor kehilangan tegangan acuan basis dan berada dalam kondisi cutoff. Dengan demikian tegangan tembus kumparan relay yang terdapat disaluran keluaran U4 akan tetap berada dalam level tinggi atau sesuai Vcc, sehingga relay terkontrol diposisi tersebut berada dalam keadaan mati

(status saklar NC=Normaly Close). Berdasarkan

proses ini, pompa tidak akan mendapatkan hubungan ke saluran tegangan 220VAC (pompa mati).

Pada saat port kontrol berstatus set (logika high),

tegangan VOH sebesar 2,4V disaluran tersebut akan

disalurkan ke basis transistorinternalU4 melalui R12.

Tegangan tersebut akan mengakibatkan transistor internal berada dalam keadaan saturasi, sehingga

tegangan tembus relay yang terdapat disaluran

keluaran U4 disalurakan sepenuhnya ke saluran Vss. Kondisi ini mengakibatkan relay terkontrol berada

dalam keadaaan hidup (status saklar NO=Normaly

Open).

Berdasarkan proses ini, pompa akan mendapatkan hubungan ke saluran tegangan 220VAC (pompa

hidup). Catudaya, tegangan AC keluaran

transformator T1 disearahkan menggunakan D1 dan D2 untuk menghasilkan tegangan DC disaluran

keluaran penyearah. Untuk proses pemfilteran

tegangan DC keluaran penyearah dilakukan dengan memasang kondensator C7. Tegangan DC yang sudah dihaluskan ini digunakan sebagai sumber catuan 12

Vdc dan sumber tegangan masukan regulator

7805.Adapun kondensator C6 yang terpasang

disaluran keluaran U2, berfungsi sebagai filter

tegangan DC 5V.

Gambar 10 Rangkaiann Catudaya

Transformator yang digunakan dalam pembuatan catudaya alat merupakan transformator tanpa tap tengah dengan tegangan keluaran 12Vac. Nilai ini disebut sebagai VM yang merupakan tegangan pada

lilitan sekunder, oleh sebab itu teganganreversepada

dioda yang tidak konduksi (tidak menghantar) adalah 2VM.Perangkat Lunak, penentuan program aplikasi dan flowchart sistem dapat ditentukan menggunakan prosedur inisialisasi kebutuhan sistem yang telah dibuat dan dicantumkan dalam tabel 1di bab II, dengan tetap memperhatikan status aktif saluran IC 555

KESIMPULAN

Berdasar hasil pengujian dan analisis alat secara parsial maupun secara lengkap, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

a)Teknik Tabulapot NFT terbukti dapat digabung dengan teknik Ebb and Flow sehingga dapat ditanami anak semai mulai umur 2 minggu keatas meskipun harus

dilengkapi dengan teknik aquaponik untuk

penyempurnaan sirkulasi penyiramannya.

b) Teknik hidroponik NFT model baru yang merupakan modifikasi penuh, terbukti dapat diintegrasikan kedalam sistem penyiraman IC555.

c) Metode pengaturan penyiraman otomatis yang diatur berdasar kebutuhan tanaman, terbukti lebih efektif dan hemat (listrik maupun pupuk) dibandingkan metode penyiraman lainya.

d) Berdasarkan desain rangkaian, alat dapat digunakan dalam sistem penyiraman otomatis non hidroponik (media tanah) maupun hidroponik (media air) yang memerlukan penggunaan pompa air standart.

Saran

Untuk mencapai kesempurnaan desain sisten

penyiraman otomatis, langkah pengembangan alat dapat dilakukan pada :

a) Keakuratan sensor kelembaban media tanam dapat ditingkatkan dengan mengganti jenis sensor yang telah

digunakan dengan piranti khusus pengukur

kelembaban (tensiometer).

b) Untuk membentuk sistem hidroponik terpadu yang lebih lengkap, variable pemrograman sistem penyiraman otomatis dapat ditambah dengan sensor suhu air di water tank, sensor peka cahaya

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1983 “bercocok tanamhidroponik”, femina, Anonim, 1982 “tanamansayur diatas spon”. Kompas, Anonim, 1983. “teknologihidroponikt untuk budidaya

sayur-sayuran diperumahan”, suara

karya

Anonim, 1983 Nicolls, Richard e, beginning hidroponikt, Rinsema, WT, pupuk dan cara pemupukan (Jakarta: bhratara karya aksara)

Anonim,1995 Teknik dasar elektronika, CV. Aneka Solo.

(8)

Sehari-hari Bagi Guru-guru SD di Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung,

Drs. M. Sutarman,2001, Kamua elektronik, CV. PuttakaGrafika, Bandung

Djumali Manguneidjaja dan Ani Suryani, 1994,

Teknologi Bioproses, Penebar Swadaya, Jakarta.

Elan Suherlan, 1994,Bioteknologi Bahan Pangan,

Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP Bandung

Frank D Petruzella, 2001, Elektronika Industri. Andi Offset, Jakarta

F.G. Winarno, dkk., 1980,Pengantar Teknologi

Pangan, Gramedia, jakarta

Hartman, T.H., and D.E Kester, 1968,Plant

Propagation, Prentice hall Inc., Englewood Cleffs, New Jersey.

Hendro Sunaryono, 1984,Pengantar Pengetahuan

Dasar Hortikultura, Penerbit Sinar Baru, Bandung.

Hieronymus B. Santoso, 1995, Menjernihkan Air Dengan Biji Kelor, Nova, No. 376/VIII, hal. XXII.

Malvino, Albert Paul, 2003. Prinsip-prinsip Elektronika, Buku satu. Salemba Teknika, Jakarta.

Sosro soedirdjo, R Soeroto dan BachtiarRifai, 2004.Ilmu Memupuk 1. Jakarta : CV yasa guna.

Soeseno, Slamet, 2000“Hydrophoniks” intisari, Untuk,

Gambar

Tabel 2.4 Skala Clock Timer/Counter
Gambar 2.3 Konfigurasi pin IC L298 (Data sheetL298)
gambar teknik
Gambar 5.5 Rangkaiann Catu daya
+3

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian yang dilakukan oleh Perwira adalah merancang alat saringan air menggunakan media pasir yang dapat dengan mudah dicuci balik, mengetahui waktu yang dibutuhkan

Media tanam yang dapat digunakan dalam becocok tanam secara vertikultur sebenarnya beragam. Namun pilihan yang paling baik adalah menggunakan tanah gambut. Dari

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

Jual Es Batu Kristal Di Bandung, Harga Mesin Es Batu Kristal Surabaya, Harga Serutan Es Listrik, Jual Es Tube Surabaya, Ice Tube Surabaya Mesin es kristal alat yang digunakan untuk memproduksi es dalam bentuk kristal yang jernih dan padat. Mesin ini bekerja dengan cara mengubah air menjadi es dengan proses pembekuan secara cepat, biasanya menggunakan sistem pendingin yang efisien * Cara penggunaanya - Persiapkan Mesin - Isi Tangki dengan Air - Nyalakan Mesin - Proses Pembekuan - Ambil Es - Matikan Mesin - Pembersihan Rutin * Keunggulan - Kejernihan Es - Kualitas Es yang Lebih Padat dan Keras - Efisiensi Energi - Penggunaan yang Fleksibel - Hasil Es dalam Jumlah Banyak - Mudah Digunakan dan Dikelola - Mengurangi Pemborosan Air - Bersih dan Higienis * manfaat - Meningkatkan Kualitas Hidangan dan Minuman - Menyediakan Pasokan Es yang Cukup - Es yang Lebih Tahan Lama - Higienis dan Aman Jual Es Batu Kristal Di Bandung, Harga Mesin Es Batu Kristal Surabaya, Harga Serutan Es Listrik, Jual Es Tube Surabaya, Ice Tube Surabaya #JualEsBatuKristalDiBandung #HargaMesinEsBatuKristalSurabaya #HargaSerutanEsListrik #JualEsTubeSurabaya