• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH AKUN INSTAGRAM @EXPLOREBANTEN TERHADAP MINAT BERKUNJUNG (TRAVELING) KE TEMPAT WISATA DI BANTEN (SURVEY PADA FOLLOWERS @EXPLOREBANTEN) - FISIP Untirta Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PENGARUH AKUN INSTAGRAM @EXPLOREBANTEN TERHADAP MINAT BERKUNJUNG (TRAVELING) KE TEMPAT WISATA DI BANTEN (SURVEY PADA FOLLOWERS @EXPLOREBANTEN) - FISIP Untirta Repository"

Copied!
152
0
0

Teks penuh

(1)

WISATA DI BANTEN

(SURVEY PADA

FOLLOWERS

@EXPLOREBANTEN)

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial Pada Konsentrasi Humas

Program Studi Ilmu Komunikasi

Disusun oleh : LITTA AYU AMARTIN

6662121373

KONSENTRASI HUMAS

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA SERANG - BANTEN

(2)

i

WISATA DI BANTEN

(SURVEY PADA

FOLLOWERS

@EXPLOREBANTEN)

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial Pada Konsentrasi Humas

Program Studi Ilmu Komunikasi

Disusun oleh : LITTA AYU AMARTIN

6662121373

KONSENTRASI HUMAS

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA SERANG - BANTEN

(3)

ii

Rahmi Winangsih, M.Si dan Pembimbing II : Andin Nesia, M.I.Kom

Gaya hidup masyarakat yang bergerak cepat dan bersentuhan langsung dengan internet, menyebabkan model promosi sangat relevan diaplikasikan baik destinasi wisata maupun pengelola akomodasi pariwisata untuk melakukan pencitraan yang baik, belakangan ini banyak menghiasi timeline instagram dari sekian banyak akun instagram yang mempromosikan pariwisata indonesia, khususnya daerah Banten yaitu akun instagram @explorebanten. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pengaruh akun Instagram @explorebanten terhadap minat berkunjung ke tempat wisata di Banten. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui

pengaruh akun instagram @explorebanten mempromosikan objek atau tempat

wisata terhadap minat berkunjung wisatawan ke tempat wisata di Banten. Teori Perbedaan Individu digunakan karena efek media massa pada khalayak itu tidak seragam, melainkan beragam disebabkan secara individual berbeda satu sama lain dalam stuktur kejiwaannya. Penelitian ini menggunakan metodologi dan pendekatan kuantitatif. Metode yang diusung dalam penelitian ini adalah metode survei. Tujuan survei dalam penelitian ini adalah untuk menggambarkan

bagaimana pengaruh akun media social Instagram @explorebanten terhadap

minat wisatawa berkunjung (traveling) ke tempat wisata di Banten. Populasi

dalam penelitian ini adalah followers dari akun @explorebanten yang diketahui

berjumlah 34.600. Sampel pada penelitian ini sebanyak 100 responden dari

keseluruhan jumlah followers di akun @explorebanten menggunakan teknik

random sampling. Karena penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, maka teknik yang dilakukan menggunakan kuisioner dan dokumentasi. Hasil penelitian ini melalui instrument penelitian kuisioner. Presentase variabel X (akun Instagram @explorebanten) sebesar 76,5% dan dikategorikan baik. Presentase variabel Y (minat berkunjung ketempat wisata di Banten) sebesar 76,64% dan dikategorikan baik. nilai korelasi Product Moment antar variable X (akun Instagram @explorebanten) terhadap Y (minat berkunjung ke tempat wisata di Banten) menunjukan angka sebesar 0,493. Sebesar 0,493 nilai korelasi hubungan antara

variable akun @explorebanten terhadap variable minat berkunjung (traveling) ke

tembat wisata di Banten, hubungan antara kedua variable bernilai sedang. Koefisien penentu (determinasi) menunjukkan bahwa pada nilai R square yaitu 0,243 berarti korelasi antara variable X terhadap variable Y adalah sebesar 24,3% dan sisanya ditentukan oleh factor lain. Persamaan regresi linear penelitian ini Y = 10,59 + 0,27 Y. Uji t menunjukkan variable independen mempunyai spesifikasi kurang dari 0,05, nilai thitung (5,609) > ttabel (1,6605). Uji F pada variable X terhadap variable Y sebesar 31,435.

(4)

iii

Dr. Rahmi Winangsih, M.Si and Advisor II: Andin Nesia, M.I.Kom

The lifestyle of people who move quickly and in direct contact with internet, causing a very relevant promotional model applied both tourist destinations and tourism accommodation managers to perform good imaging, lately adorn the timeline instagram of the many instagram accounts that promote Indonesian tourism, especially the area of Banten the account instagram @explorebanten. The formulation of this research problem is how the influence of Instagram @explorebanten account to the interest of visiting the tourist attractions in Banten. The purpose of this study to determine the effect of account instagram @explorebanten promote the object or place of interest on visiting tourists to tourist attractions in Banten. The Difference Theory Individuals are used because the effects of mass media on audiences are not uniform, but vary because they are individually different from each other in their psychological structure. This research uses quantitative methodology and approach. The method carried out in this research is survey method. The purpose of the survey in this study is to describe how the influence of social media accounts Instagram @explorebanten to the interest of tourist visiting (traveling) to the tourist attractions in Banten. The population in this study were followers of @explorebanten account known amounted to 34,600. The sample in this study were 100 respondents from the total number of followers in @explorebanten account using random sampling technique. Because this research is quantitative research, then the technique is done using questionnaires and documentation. The results of this study through questionnaire research instrument. The percentage of variable X (Instagram @explorebanten account) is 76.5% and is categorized well. Percentage of variable Y (interest visiting tourist spot in Banten) equal to 76,64% and good categorized. Product Moment correlation value between variable X (Instagram account @explorebanten) to Y (interest visiting to tourist place in Banten) shows number 0,493. As much as 0.493 correlation value of the relationship between @explorebanten account variable to the travel interest variable to the tourist attraction in Banten, the relationship between the two variables is medium value. The coefficient determinant (determination) shows that the value of R square is 0.243 means the correlation between variable X to variable Y is 24.3% and the rest is determined by other factors. The linear regression equation of this research is Y = 10,59 + 0,27 Y. The t test shows independent variable has specification less than 0,05, tcount (5,609)> ttable (1,6605). Test F on variable X to variable Y for 31,435.

(5)
(6)
(7)
(8)

vii

selesai (mengerjakan yang lain). Dan berharaplah kepada Tuhanmu. (Q.S Al

Insyirah : 6-8)

“Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalatmu Sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al-Baqarah:

(9)

viii

diam sebagai penonton yang menyaksikan perarakan berlalu.” –Khalil Gibran–

“Tanpa keluarga, manusia, sendiri di dunia, gemetar dalam dingin.” Aku persembahkan skripsi ini untuk Mama, Papa, Eky dan Galih (adik laki-laki

yang menjadi penyemangat karena selalu ceria), dan Imam ku nanti.

“Sahabat adalah salah satu sumber kebahagiaan dikala kita merasa tidak bahagia.”

Tertulis ucapan terima kasih untuk sahabatku Ayu Sucahyani,

yang selalu memberikan semangat, nasihat, dan doa ketika aku sedang

menyelesaikan skripsi.

“ …. dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.” –

Khalil Gibran-

Terima kasih untuk sahabat yang selalu meluangkan waktunya untuk berdiskusi

agar skripsi ini tersusun indah.

“Dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa kegirangan” -Khalil Gibran-

Terima kasih kepada rekan-rekan Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2012

Semoga keakraban kita tidak hanya sampai disini.

Aku datang, aku bimbingan, aku ujian, aku revisi, dan aku menang.

(10)

ix

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas berkat, rahmat,

hidayah serta inayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini.

Shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad

SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya serta kepada umatnya hingga akhir

zaman, amin. Penulisan skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat

memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Komunikasi Konsentrasi

Hubungan Masyarakat (Public Relations) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan judul yang diajukan “Pengaruh Akun

Instagram @explorebanten Terhadap Minat Berkunjung (Travelling) Ketempat

Wisata Di Banten (Survey Pada Followers @explorebanten) dapat diselesaikan

dengan baik.

Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan dan penyusunan skripsi ini

banyak mengalami kendala, namun berkat bantuan, bimbingan, kerjasama dari

berbagai pihak dan berkah dari Allah SWT sehingga kendala-kendala yang

dihadapi tersebut dapat diatasi. Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima

kasih dan penghargaan kepada Dr. Rahmi Winangsih, M.Si selaku pembimbing I

dan Andin Nesia, S.Ikom, M.Si selaku pembimbing II yang telah dengan sabar,

tekun, tulus dan ikhlas meluangkan waktu, tenaga dan pikiran memberikan

bimbingan, motivasi, arahan, dukungan dan saran-saran yang sangat berharga

kepada penulis selama menyusun skripsi.

Selanjutnya pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih pula

kepada:

1. Allah SWT yang senantiasa memberi karunia, hidayah serta petunjuk

dalam menjalani hidup.

2. Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd selaku Rektor Universitas Sultan

(11)

x

Konsentrasi Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang telah memberikan dorongan dan

semangat untuk segera menyelesaikan penyusunan skripsi ini.

5. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi yang telah

memberi bekal ilmu pengetahuan sehingga penulis dapat menyelesaikan

studi dan menyelesaikan penulisan skripsi ini.

6. Followers akun instagram @explorebanten yang telah bersedia untuk

membantu mengisi kuisioner sehingga penulis dapat mengerjakan skripsi

hingga selesai.

7. Kedua orang tua, Ibunda tercinta Asih Martini dan Ayahanda tercinta

Kaswaji yang sangat banyak memberikan bantuan moril, material, arahan,

dan selalu mendoakan keberhasilan dan keselamatan selama menempuh

pendidikan.

8. Kedua saudara kandung penulis, Eky Amartin dan Satria Galih Amartin

yang menjadi bagian paling indah dalam hidup penulis, bahagia

memiliki kalian.

9. Keluarga besar penulis, Om, Tante dan sepupu, tanpa kalian hidup penulis

tidak berarti.

10.Rekan-rekan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi yang telah

banyak memberikan masukan kepada penulis baik selama dalam

mengikuti perkuliahan maupun dalam penulisan skripsi ini.

11.Semua pihak yang tidak dapat penulis sebut satu persatu yang telah

membantu dalam penyelesaian penulisan skripsi ini.

Akhirnya, dengan segala kerendahan hati penulis menyadari masih banyak

terdapat kekurangan-kekurangan, sehingga penulis mengharapkan adanya saran

dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini.

Serang, 08 Maret 2018

(12)
(13)
(14)

xiii

4.3 Deskripsi Hasil Penelitian ... 71

4.3.1 Tanggapan Responden Tentang Pengaruh Akun @explorebanten (Variabel X) ... 72

4.3.2 Tanggapan Responden Tentang Minat Berkunjung Ke Tempat Wisata Di Banten (Variabel Y) ... 96

4.4 Pengujian Data Statistik ... 105

4.4.1 Analisis Deskriptif Data ... 105

4.4.2 Uji Normalitas Data ... 106

4.4.3 Uji Koefisien Korelasi... 107

4.4.4 Uji Regresi ... 109

4.4.5 Uji Hipotesis ... 111

4.5 Pembahasan Hasil Penelitian ... 113

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ... 117

5.2 Saran ... 118

DAFTAR PUSTAKA

(15)

xiv

Tabel 1.1 Jumlah Kunjungan Wisatawan Provinsi Banten

Tahun 2014-2015 ...9

Tabel 2.1 Operasional Variabel Berdasarkan Olahan Peneliti ...34

Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu ... 35

Tabel 3.1 Tingkat Reliabilitas Berdasarkan nilai Alpha ... 45

Tabel 3.2 Case Processing Summary ... 46

Tabel 3.3 Item-Total Statistics ... 46

Tabel 3.4 Case Processing Summary ... 47

Tabel 3.5 Item-Total Statistics ... 47

Tabel 3.6 Reliability Statistics ... 48

Tabel 3.7 Reliability Statistics Cronbach's ... 48

Tabel 3.8 Kriteria Analisis Deskriptif Persentase ... 55

Tabel 3.9 Kriteria Interpretasi Koefisien Korelasi ... 57

Tabel 4.1 Usia ... 66

Tabel 4.2 Jenis Kelamin ... 67

Tabel 4.3 Pengguna Instagram ... 68

Tabel 4.4 Frekuensi mengakses Instagram ... 69

Tabel 4.5 Lama Menggunakan Instagram ... 70

Tabel 4.6 Tanggapan responden mengenai akun @explorebanten mengunggah foto-foto wisata yang menarik ... 73

Tabel 4.7 Tanggapan responden mengenai akun @explorebanten mengunggah foto-foto dengan kualitas gambar yang bagus sehingga gambar yang diunggah jelas dan menarik perhatian ... 75

(16)

xv

yang diberikan akun @explorebanten merupakan

pesan yang informative ... 81

Tabel 4.11 Tanggapan responden mengenai captions atau pesan

yang diberikan akun @explorebanten menarik perhatian ... 83

Tabel 4.12 Tanggapan responden mengenai captions atau pesan

yang diberikan akun @explorebanten bersifat mengajak ... 85

Tabel 4.13 Tanggapan responden mengenai akun @explorebanten

menggunakan hastag (#) untuk mengkategorikan foto

dalam kumpulan foto yang sama... 87

Tabel 4.14 Tanggapan responden mengenai akun @explorebanten

memanfaatkan hastag (#) untuk menyebarluaskan

foto agar dapat dilihat oleh follower/following

ataupun yang bukan follower/following ... 89

Tabel 4.15 Tanggapan responden mengenai akun @explorebanten

menggunakan Fitur hastag (#) agar memudahkan

pengguna media sosial instgram untuk menemukan

foto-foto yang tersebar di instagram dengan label tertentu ...90

Tabel 4.16 Tanggapan responden mengenai banyaknya jumlah

love/like dalam foto di akun @explorebanten

menandakan foto popular dan menarik perhatian ...92

Tabel 4.17 Tanggapan responden mengenai banyaknya jumlah

komentar menandakan foto popular dan menarik perhatian ...94

Tabel 4.18 Tanggapan responden mengenai jenis komentar

yang diberikan follower akun @explorebanten

mempengaruhi daya tarik foto ... 95

Tabel 4.19 Tanggapan responden mengenai tema akun @explorebanten

(17)

xvi

Tabel 4.21 Tanggapan responden mengenai akun @indotravellers.co

membuat saya memenuhi dan menambah pengetahuan

tentang tempat-tempat wisata yang bisa menjadi

tujuan travelling ... 99

Tabel 4.22 Tanggapan responden mengenai akun @explorebanten membuat saya tertarik untuk melakukan traveling ke tempat-tempat wisata yang ada di Banten ...100

Tabel 4.23 Tanggapan responden mengenai akun @explorebanten membuat saya ingin lebih mengetahui tempat wisata yang ada di Banten ... 101

Tabel 4.24 Tanggapan responden mengenai akun @explorebanten membantu kesiapan saya untuk melakukan traveling ke tempat-tempat wisata yang ada di Banten dengan caption-captionnya yang informative ... 103

Tabel 4.25 Tanggapan responden mengenai akun @explorebanten membuat saya ingin segera melakukan traveling ke tempat-tempat wisata yang ada di Banten ... 104

Tabel 4.26 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ... 107

Tabel 4.27 Correlations ... 108

Tabel 4.28 Coefficients ... 109

Tabel 4.29 ANOVA ... 112

(18)

xvii

Gambar 1.1 Instagram Menjadi Media Sosial Popular Terbaru ...2

Gambar 1.2 Akun Instagram Explorebanten ... 7

Gambar 2.1. Logo Instagram ... 20

Gambar 2.2. Kevin Systrom dan Mike Krieger, Pencipta Instagram... 24

Gambar 2.3. Kerangka Pemikiran ... 32

Gambar 4.1 Logo Akun @explorebanten ... 64

Gambar 4.2 Foto Akun @explorebanten ... 72

Gambar 4.3 Foto Akun @explorebanten ... 74

Gambar 4.4 Foto Akun @explorebanten ... 76

Gambar 4.5 Foto Akun @explorebanten ... 78

Gambar 4.6 Foto Akun @explorebanten ... 80

Gambar 4.7 Foto Akun @explorebanten ... 82

Gambar 4.8 Foto Akun @explorebanten ... 84

Gambar 4.9 Foto Akun @explorebanten ... 86

Gambar 4.10 Foto Akun @explorebanten ... 88

(19)

xviii

Diagram 4.2 Jenis Kelamin ... 67

Diagram 4.3 Pengguna Instagram ... 68

Diagram 4.4 Frekuensi Mengakses Instagram ... 69

Diagram 4.5 Lama Menggunakan Instagram ... 70

Diagram 4.6 Q1 ... 73

(20)

1 1.1 Latar Belakang Masalah

Kehadiran media sosial atau social network sites (SNS) telah membuat

karakteristik penyebaran informasi dalam menghubungkan antar individu

menjadi lebih interaktif. Penggunaan media sosial melalui medium internet

diprediksikan dalam penelitian Ruggiero menyatakan bahwa penggunaan internet

bersifat transformatif dan berperan dalam perubahan penggunaan media oleh

pengguna dan perilaku sosial.1 Hal tersebut dapat dibenarkan dengan adanya

motivasi dan ekspektasi yang diharapkan melalui pemenuhan kebutuhan informasi

oleh pengguna sosial media. Sehingga jelas dengan keberagaman motivasi dan

ekspektasi dari penggunaan media sosial yang berbeda – beda, menyebabkan

tujuan penggunaan media dan perilaku sosial pengguna yang juga turut beragam.

Media sosial adalah portal atau sarana pergaulan sosial secara online yang

terhubung melalui koneksi internet. Kehadiran Media Sosial tentunya

memudahkan para penggunanya untuk saling berkomunikasi, berinteraksi, kirim

pesan, saling berbagi, dan bisa membangun jaringan (networking) pribadi maupun

terbuka untuk umum. Fenomena penggunaan akun media sosial sebagai bentuk

baru dalam melakukan kegiatan komunikasi di Indonesia, tercatat pengguna

sosial media aktif sekitar 55 juta jiwa dengan penetrasi pengguna sosial media di

(21)

Tanah Air sekitar 22,1% dari total populasi Indonesia sebanyak 248,64 juta jiwa.

Keberadaan angka ini turut menyumbang 2,3% pengguna sosial media

merupakan berasal dari Indonesia, dengan jumlah total akun sebanyak 19,5 juta.

Jumlah tersebut menempatkan Indonesia di peringkat kelima dalam jumlah akun,

setelah sebelumnya diikuti oleh Inggris yang berhasil berada di peringkat

keempat dengan 23,8 juta akun, Jepang di peringkat ketiga dengan 29,9 juta

akun, Brasil di peringkat kedua dengan 33,3 juta akun, dan Amerika Serikat di

peringkat pertama dengan 107,7 juta akun.2

Salah satu media sosial yang saat ini banyak digunakan masyarakat adalah

Instagram. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh markplus insight bertajuk

Indonesia Netizen Survey terdapat beberapa temuan menarik soal social media

Dari 2.150 Netizen yang disurvey, aplikasi instagram menjadi aplikasi baru yang

cukup popular dikalangan anak muda.3

Sumber: www.the-marketeers.com

Gambar 1.1 instagram menjadi media social popular terbaru

2

http://www.kominfo.com diakses pada 9 Feb 2017 pukul 19:08

3

(22)

Dan dikutip dari media online AntaraNews.com4 Pengguna instagram di

Indonesia termasuk yang terbanyak di dunia bersama Jepang dan Brazil, kata

Brand Development Lead, Instagram APAC Paul Webster. "Di Indonesia,

pengguna aktif per bulannya telah menjadi dua kali lebih besar dari tahun ke

tahun per Maret 2015". Kendati tidak melansir jumlah pengguna Instagram asal

Indonesia, Paul mengatakan terdapat 12.000 pengguna asal Indonesia yang

bergabung di komunitas pengguna Instagram bernama InstaMeet dan 89%

pengguna layanan Instagram berasal dari kalangan usia 18-34 tahun yang

mengakses Instagram setidaknya seminggu sekali. Perempuan mendominasi

dengan porsi 63%. Paul menyampaikan, mayoritas pengguna media sosial

berlambang lensa kamera di Indonesia itu adalah anak muda, pengguna ponsel

pintar, dengan kemampuan finansial yang baik dan memiliki gelar sarjana.

Menurut Paul, masyarakat Amerika Serikat masih menjadi pengguna terbesar

di dunia media sosial yang kerap membagikan foto-foto ini, di mana angkanya

mencapai 75 persen. Sementara 25 persen lainnya, tersebar di berbagai belahan

dunia, termasuk di Indonesia, dengan jumlah keseluruhan mencapai 400 juta

pengguna. Secara rata-rata, pengguna Instagram membagikan 150 foto dalam

sebulan, dengan lebih dari 80 juta foto dan video dibagikan secara global setiap

harinya, dan menghasilkan 3,5 miliar likes.5

4 sella panduarsa gareta kamis, 14 januari 2016 17:47 wib

http://www.antaranews.com/berita/540022/pengguna-instagram-indonesia-termasuk-terbanyak-di-dunia diakses pada sabtu, 07 januari 2017 pukul 21:08

(23)

Adapun temuan lain yang dilakukan oleh TNS, sebuah lembaga riset dari

Inggris, mengenai studi "Pengguna Instagram di Indonesia":6

1. Pengguna Instagram di Indonesia 63% adalah anak muda usia 18-24

tahun yang terdidik dan mapan.

2. 88% pengguna menggunakan filter dan 97% menggunakan

fitur search untuk mencari informasi yang lebih spesifik.

3. 97% menuliskan komentar pada postingan dan menandai (mention)

teman-teman mereka yang mendorong proses pencarian di Instagram.

4. 85% pengguna di Indonesia juga memposting di media sosial lainnya

langsung dari Instagram (cross posting). 49% juga membeli produk

dari penjual/jenama (brand) yang merekaikuti (follow).

5. Masyarakat Indonesia menggunakan Instagram untuk mencari

inspirasi, membagi pengalaman, dan mencari informasi dan tren

terbaru.

6. Kategori konten yang paling banyak dibagikan di Instagram (berlaku

untuk Instagram dan Facebook) antara lain: makanan yang dimakan,

barang dibeli dan barang mau dijual, foto atau video dari keluarga dan

peristiwa-peristiwa khusus, binatang peliharaan, alam terbuka dan

tempat-tempat yang pernah dikunjungi, foto atau video dari perjalanan,

kutipan atau meme danFoto atau video yang ditemukan secara daring.

6Yoseph Edwin@edjozephJumat, 10 Januari 2016. 07:08 WIB

(24)

Media sosial instagram tidak jauh beda dengan jejaring sosial lainnya seperti

Facebook, Twitter ataupun Path, yang membedakannya adalah Instagram lebih

berfokus pada foto dan video dalam isi penyapaiannya diikuti dengan pesan yang

diberikan pada foto dan video yang diunggahnya. Hal inilah yang menarik banyak

orang untuk menggunakan media sosial ini, karena mereka bisa membagi foto

atau video yang ingin di tunjukan kepada orang lain dan juga bisa melihat foto

dan video yang orang lain unggah. Semakin berkembangnya Instagram di

masyarakat, beragam pula karakter masyarakat pengguna media sosial ini, selain

pengguna biasa ada juga yang memanfaatkan nya sebagai media mengekspresikan

diri ataupun sebagai media bisnis. Banyak juga akun-akun yang menawarkan hal

yang baru untuk menarik pengguna lain. Keperibadian seseorang bisa juga dilihat

dari Instagram yang dimilikinya.

Hal itu dilihat dari akun-akun seperti apa saja yang pengguna ikuti, jika

seseorang mempunyai minat kearah fotografi mereka akan mengikuti akun-akun

yang membahas atau mengunggah hal-hal yang berhubungan dengan fotografi.

Begitu juga dengan seseorang yang memiliki minat berpetualang pastilah mereka

akan mengikuti akun yang membahas tentang travelling. Dapat dikatakan bahwa

media sosial saat ini memiliki kekuatan untuk mempengaruhi individu untuk

melakukan suatu hal yang baru salah satu contohnya adalah menumbuhkan minat

seseorang akan suatu hal.

Salah satu bentuk media sosial yang digunakan netizen untuk menyebarkan

informasi pariwisata adalah Instagram. Peranan instagram cukup besar untuk

(25)

foto di Instagram. Instagram dirasa menjadi platform efektif untuk menyebarkan

informasi pariwisata. Fenomena inilah yang menjadi latar belakang peneliti,

Kemunculan Instagram foto-foto wisata menarik yang diunggah pengguna

Instagram nampaknya dapat mempengaruhi pengguna lainnya dan menimbulkan

respon bagi para pengguna Instagram lainnya. Ditambah dengan banyaknya orang

yang ingin dan melakukan travelling setelah adanya akun yang membahas tentang

travelling berkembang di masyarakat. Tren yang ada saat ini mengkondisikan

para pelaku industri pariwisata untuk dapat melakukan pemasaran melalui digital

marketing.

Gaya hidup masyarakat yang bergerak cepat dan bersentuhan langsung dengan

internet, menyebabkan model promosi tersebut sangat relevan diaplikasikan baik

destinasi wisata maupun pengelola akomodasi pariwisata untuk melakukan

pencitraan yang baik dan dari berbagai akun instagram terkait promosi wisata

indonesia belakangan ini banyak menghiasi timeline instagram dari sekian banyak

akun instagram yang mempromosikan pariwisata indonesia, peneliti memilih

salah satu akun yang mempromosikan pariwisata Indonesia khususnya daerah

Banten yaitu akun instagram @explorebanten. Akun @explorebanten merupakan

akun yang digunakan untuk mempromosikan pariwisata yang ada di daerah

(26)

Gambar 1.2 Akun Instagram Explorebanten

Sumber : Olahan Peneliti

(27)

Dalam hal ini akun instagram @explorebanten berperan sebagai alat promosi

wisata untuk wilayah Banten, dengan followers sebanyak 34.6k pada (08 Februari

2017) dan juga telah memposting 491 foto yang berkaitan dengan travelling

ataupun wisata yang ada di Banten dengan media partner dan promo yang

dilakukan oleh bantenurban.com dan menurut pembuat dan pengelola akun ini,

tujuannya adalah ingin memperkenalkan tempat-tempat wisata yang ada di daerah

Banten. Peneliti memilih akun @explorebanten untuk melihat apakah akun

tersebut dapat mempengaruhi followersnya dengan postingan-postingan yang

diunggah untuk menarik perhatian dan minat mereka dalam mengunjungi wisata

yang ada di Banten. Selain memunculkan fenomena travelling, wisata-wisata di

Banten semakin terexplore sejak kehadiran Instagram.

Provinsi Banten memiliki potensi daya tarik wisata yang sangat besar, dengan

memiliki 1.166 destinasi yang terdiri atas wisata alam, sejarah, budaya maupun

wisata buatan. Sedangkan jumlah tamu atau kunjungan wisatawan asing selama

tahun 2017, mencapai 227.441 orang dan wisatawan domestik sebanyak 15,3 juta

orang.7

Selain dikenal dengan budaya debusnya, Banten juga menyimpan eksotisme

alam nan indah. Tak heran jika wisatawan berkunjung ke Daerah Ujung Pulau

Jawa ini, akan disuguhi destinasi wisata yang menggoda, mulai dari wisata alam,

atraksi budaya, sejarah, wisata religi, taman bermain, hingga wisata kuliner.

Destinasi wisata di Provinsi Banten ditetapkan menjadi Kawasan Strategis

7

(28)

Pariwisata Nasional (KSPN). Kawasan wisata tersebut adalah Taman Nasional

Ujung Kulon dan Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang.8

Kunjungan wisatawan di Provinsi Banten untuk saat ini juga sudah mulai

mengalami peningkatan, dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1.1

Jumlah kunjungan wisatawan provinsi banten tahun 2016-2017

Tahun Kunjungan wisatawan

2016 11.569.430

2017 15.399.551

Sumber: Litbangjakpar Kemenpar & BPS

Dari uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian lebih

lanjut guna mengungkapkan seberapa besar pengaruh hadirnya akun

(@explorebanten) terhadap minat berkunjung ke tempat wisata di Banten. Dengan

melihat permasalahan di atas untuk penelitian ini maka diambilah judul

Pengaruh Akun Instagram @Explorebanten Terhadap Minat Berkunjung

Ke Tempat Wisata Di Banten .

8https://www.kabar-banten.com/investasi-wisata-di-banten-makin-menggoda/ diakses pada

(29)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, peneliti merumuskan

masalah yang akan diteliti lebih lanjut yaitu: “Bagaimana pengaruh akun

Instagram @Explorebanten Terhadap Minat Berkunjung Ke Tempat Wisata

Di Banten ?”.

1.3 Identifikasi Masalah

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka

identifkasi penelitiannya adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana akun instagram @explorebanten mempromosikan objek atau

tempat wisata di Banten ?

2. Bagaimana minat berkunjung wisatawan ke tempat wisata di banten ?

3. Seberapa besar pengaruh akun instagram @explorebanten terhadap minat

berkunjung wisatawan ketempat wisata di banten ?

4. Seberapa kuat pengaruh antara akun instagram @explorebanten terhadap

minat berkunjung ke tempat wisata di Banten ?

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan identifikasi permasalahan diatas, maka tujuan penelitian yang

dilakukan oleh peneliti adalah untuk:

1. Mengetahui bagaiman akun instagram @explorebanten mempromosikan

objek atau tempat wisata di Banten.

2. Mengetahui bagaimana minat berkunjung wisatawan ke tempat wisata di

(30)

3. Mengetahui besarnya pengaruh akun instagram @explorebanten terhadap

minat berkunjung wisatawan ketempat wisata di banten.

4. Mengetahui kuatnya pengaruh antara akun instagram @explorebanten

terhadap minat berkunjung ke tempat wisata di Banten.

1.5 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang kelak diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai

berikut:

1. Secara Teoritis, penelitian diharapkan dapat memberi kontribusi

pengetahuan teoritis dan wawasan tentang new media dan media sosial

bagi penulis dan juga pembaca, khususnya mengenai pengaruh media

sosial instagram terhadap minat seseorang melakukan suatu kegiatan.

2. Secara Praktis, Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan

sumbangan pemikiran kepeda pembaca dalam melihat dan memanfaatkan

media sosial untuk kepentingan pribadi maupun kelompok serta bagi

(31)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kajian Teoritis

2.1.1 Komunikasi Massa Dan Media Massa

Komunikasi Massa

Definisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukan oleh Bittner

yang dikutip oleh Ardianto dkk dalam bukunya Komunikasi Massa, yakni

pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar

orang.9 Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa komunikasi massa itu

harus menggunakan media massa. Jadi, sekalipun komunikasi itu disampaikan

kepada khalayak yang banyak, seperti rapat akbar di lapangan yang luas yang

dihadiri oleh ribuan orang, jika tidak menggunakan media massa, maka itu

bukan komunikasi massa.

Komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa atau

khalayak yang luar biasa banyaknya, tidak terbatas pada penduduk yang ada di

suatu daerah melainkan semua orang dinegara yang satu dengan yang lain

dapat mengetahui secara langsung apa yang disiarkan oleh media elektronik

seperti televisi, radio, internet (satelit), beberapa ahli komunikasi juga

mengemukakan pendapatnya tentang pengertian komunikasi massa. Joseph A.

9 Ardianto dkk. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Simbiosa Rekatama Media. 2004. Hal 3

(32)

Devito merumuskan komunikasi massa menjadi dua hal, yaitu: seperti halnya

pengertian Komunikasi Massa:10

“Pertama, komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada

massa, kepada khalayak yang luar biasa banyaknya. Ini tidak berarti bahwa

khalayak meliputi seluruh penduduk atau semua orang yang membaca atau

semua orang yang menonton televisi, agaknya ini berarti bahwa khalayak itu

besar dan pada umumnya agak sukar untuk didefinisikan. Kedua, komunikasi

massa adalah komunikasi yang disalurkan oleh pemancar–pemancar yang

audio dan atau visual. Komunikasi massa barangkali akan lebih mudah dan

lebih logis bila didefinisikan menurut bentuknya: televisi, radio, surat kabar,

majalah, film, buku dan pita. Komunikasi massa adalah komunikasi yang

menggunakan media massa modern seperti pers, film, radio dan televisi”.

Dari pengertian di atas, secara umum sebenarnya komunikasi massa

merupakan suatu proses yang melukiskan bagaimana komunikator secara

profesional menggunakan teknologi dalam menyebarluaskan pengalamannya

yang melampaui jarak untuk mempengaruhi khalayak dalam jumlah yang

banyak. Dengan menggunakan saluran teknologi, komunikasi massa

dipergunakan untuk mengirimkan pesan yang melintasi jarak jauh, misalnya

buku, pamflet, majalah, surat kabar, warkat pos, radio, rekaman–rekaman,

televisi, poster dan komputer serta aplikasinya jaringan telepon serta satelit

(internet).

(33)

Media Massa

Media massa adalah kependekan dari media komunikasi massa, yaitu

alat atau saluran komunikasi kepada massa atau orang banyak. Saat ini ada

3 jenis media massa antara lain yaitu :11

1. Media Cetak (Printed Media) : Surat kabar atau koran, Majalah,

Tabloid.

2. Media Elektronik (Electronic Media) : Radio, TV, Film.

3. Media Daring (Media Online) : Situs WEB atau Website, termasuk

Situs Berita dan Media Sosial.

2.1.2 New Media (Media Baru)

Media baru atau New Media merupakan media yang menggunakan

internet, media online berbasis teknologi, berkarakter fleksibel, berpotensi

interaktif dan dapat berfungsi secara privat maupun secara publik.12 Secara

umum, media baru tidak hanya menjembatani perbedaan pada beberapa

media, namun juga pada perbedaan mengenai batasan kegiatan komunikasi

pribadi dengan batasan kegiatan publik. Karakternya yang berbentuk digital,

memudahkan dalam berkomunikasi dan saling bertukar informasi. Media baru

dan media lama sangatlah berbeda. Perbedaan tersebut dapat dilihat melalui

pendekatan interaksi sosial dan itegritas sosial media baru dan media lama.

11

Werner J Severin. et. al.; Teori Komunikasi-Sejarah, Metode, dan Terapan di Dalam Media Massa. Jakarta: Kencana. 2008. Hal. 443.

(34)

Pendekatan interaksi sosial membedakan media dengan seberapa mirip

media tersebut dengan model interaksi tatap muka. Media yang lebih lama

memiliki peluang interaksi yang sedikit, media yang lebih menekankan

penyebaran informasi dan sedikit adanya interaksi yang diciptakan seperti

halnya radio dan televisi. Media baru lebih memiliki interaksi didalamnya

komunikator dengan komunikannya lebih bebas berkomunikasi dan

berinteraksi.13

Rasmussen berpendapat bahwa media baru memiliki efek kualitatif yang

berbeda terhadap integrasi sosial dalam jaringan masyarakat modern yang

mengambil dari teori modernisasi Gidden (1991). Kontribusi pokoknya adalah

untuk menjembatani jurang lebar yang terbuka antara dunia publik dan privat,

antara dunia kehidupan dan dunia sistem serta organisasi. Kontras dengan

televisi, media baru dapat memainkan peranan langsung dalam proyek

kehidupan individual. Mereka juga mempromosikan keragaman penggunaan

dan partisipasi yang lebih besar. Singkatnya, media baru membantu

merekatkan kembali individu setelah efek tercerai – berai akibat dari efek

modernisasi.14

Dalam bukunya, McQuail mengidentifikasikan Lima kategori utama

media baru yang sama – sama memiliki kesamaan saluran tertentu dan kurang

13 Littlejohn & Foss. Teori Komunikasi.Jakarta : Salemba Humanika. (2009). Hal 413

(35)

lebih dibedakan berdasarkan jenis penggunaan, konten, dan konteks seperti

berikut ini:15

1. Media komunikasi antar pribadi (Interpersonal communication

media). Meliputi telepon (yang semakin mobile) dan surat

elektronik (terutama untuk pekerjaan, tetapi semakin personal).

2. Media permainan interaktif (Interactive play media). Media ini

terutama berbasis komputer dan video game, ditambah peralatan

realitas virtual.

3. Media pencarian informasi (information search media). Ini adalah

kategori yang luas, tetapi Internet/ WWW merupakan contoh yang

paling penting, dianggap sebagai perpustakaan dan sumber data

yang ukuran, aktualitas, dan aksesibilitasnya belum pernah ada

sebelumnya.

4. Media partisipasi kolektif (collective participatory media).

Kategorinya khususnya meliputi penggunaan Internet untuk

berbagi dan bertukar informasi, gagasan, dan pengalaman serta

untuk mengembangkan hubungan pribadi aktif (yang diperantarai

komputer). Situs jejaring sosial termasuk di dalam kelompok ini.

5. Subtisusi media penyiaran (substitution of broadcasting media).

Acuan utamanya adalah penggunaan media untuk menerima atau

mengunduh konten yang di masa lalu biasanya disiarkan atau

disebarkan dengan metode lain yang serupa.

(36)

Jelas media baru (new media) memiliki kecepatan untuk melakukan

sebuah interaksi, lebih efisien, lebih murah, lebih cepat untuk mendapatkan

sebuah informasi terbaru dan ter-update informasinya. Kelemahannya pada

jaringan koneksi internet saja, jika jaringan internet lancar dan cepat maka

informasi yang disampaikan kepada pembacanya lebih cepat serta harus ada

koneksi internet dimana pun berada bersama media baru. Media baru (new

media) masuk dalam kategori komunikasi massa. Hal ini dikarenakan pesan

yang disampaikan kepada khalayak luas melalui media online / media baru.

2.1.3 Media Sosial

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa

dengan mudah berpartisipasi, berbagi dan menciptakan isi meliputi blog,

jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan Wiki

merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh

masyarakat di seluruh dunia.16 Menurut Antony Mayfield dari iCrossing,

media sosial adalah mengenai menjadi manusia biasa. Manusia biasa yang

saling membagi ide, bekerjasama dan berkolaborasi untuk menciptakan kreasi,

berfikir, berdebat, menemukan orang yang bisa menjadi teman baik,

menemukan pasangan dan membangun sebuahkomunitas. Intinya,

menggunakan media sosial menjadikan kita sebagai diri sendiri.

(37)

Selain kecepatan informasi yang bisa diakses dalam hitungan detik,

menjadi diri sendiri dalam media sosial adalah alasan mengapa media sosial

berkembang pesat. Tak terkecuali, keinginan untuk aktualisasi diri dan

kebutuhan menciptakan personal branding. Teknologi-teknologi web baru

memudahkan semua orang untuk membuat dan yang terpenting

menyebarluaskan konten mereka sendiri. Post di Blog, tweet, atau video di

YouTube dapat direproduksi dan dilihat oleh jutaan orang secara gratis.

Pemasang iklan tidak harus membayar banyak uang kepada penerbit atau

distributor untuk memasang iklannya. Sekarang pemasang iklan dapat

membuat konten sendiri yang menarik dan dilihat banyak orang.17

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial

sebagai “Sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas

dasar ideologi dan teknologi Web 2.0, dan yang memungkinkan penciptaan

dan pertukaran user-generated content".18

1. Ciri-ciri Media Sosial

Media sosial mempunyai ciri - ciri sebagai berikut:

a. Pesan yang disampaikan tidak hanya untuk satu orang saja

namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui

SMS ataupun internet.

b. Pesan yang disampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu

Gatekeeper.

17

Zarella. The Social Media Marketing Books. O'Reilly Media, Sebastopol. 2010. Hal 2

18

http://www.trigonalmedia.com/2015/08/pengertian-media-sosial-menurut-para.html

(38)

c. Pesan yang disampaikan cenderung lebih cepat di banding

media lainnya.

d. Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi.

2. Jenis-jenis Media Sosial

Menurut Kaplan dan Haenlein ada enam jenis media sosial:

a. Proyek Kolaborasi

Website mengizinkan usernya untuk dapat mengubah,

menambah, ataupun me-remove konten – konten yang ada di

website ini.Contohnya wikipedia.

b. Blog dan microblog

User lebih bebas dalam mengekspresikan sesuatu di blog ini

seperti curhat ataupun mengkritik kebijakan pemerintah.

Contohnya Twitter, Blogspot, Tumblr, Path dan lain-lain.

c. Konten

Para user dari pengguna website ini saling meng-share konten –

konten media, baik seperti video, ebook, gambar dan lain-lain.

Contohnya Youtube.

d. Situs jejaring social

Aplikasi yang mengizinkan user untuk dapat terhubung dengan

cara membuat informasi pribadi sehingga dapat terhubung

dengan orang lain. Informasi pribadi itu bisa seperti foto-foto.

(39)

e. Virtual game world

Dunia virtual dimana mereplikasikan lingkungan 3D, di mana

user bisa muncul dalam bentuk avatar-avatar yang diinginkan

serta berinteraksi dengan orang lain selayaknya di dunia nyata,

contohnya game online.

f. Virtual social world.

Dunia virtual yang di mana penggunanya merasa hidup di

dunia virtual, sama seperti virtual game world, berinteraksi

dengan yang lain. Namun, Virtual Social World lebih bebas,

dan lebih kearah kehidupan, contohnya second life.

2.1.4 Instagram dan Sejarah Instagram

2.1.4.1 Instagram

Gambar 2.1. Logo Instagram

Instagram adalah aplikasi untuk photo-sharing dan layanan jejaring

sosial online yang memungkinkan penggunanya untuk mengambil

gambar, menerapkan filter digital untuk mereka, dan berbagi hasilnya

melalui berbagai layanan social media seperti Facebook, Twitter dan

situs media lainnya.19

19

Srah Saneta. 2015. Pengertian Instagram.

(40)

Ciri khas dari Instagram adalah hasil fotonya yang berupa persegi,

mirip dengan produk Kodak Instamatic dan gambar-gambar yang

dihasilkan oleh foto Polaroid - berbeda dengan kamera modern yang

biasanya memiliki bentuk persegi panjang atau dengan rasio

perbandingan bentuk 16:9. Pada awalnya Instagram hanya tersedia

untuk smartphone milik Apple, seperti: iPhone, iPad, dan iPod Touch.

Kemudian sejak bulan April 2012, fasilitas Instagram mulai

diintegrasikan untuk ponsel kamera Android sehingga pengguna

Android pun bisa mulai menggunakan Instagram untuk aktivitas

sharing foto mereka.20

Atmoko dalam bukunya yang berjudul Instagram Handbook

menjelaskan bahwa aplikasi Instagram memiliki lima menu utama

yang semuanya terletak dibagian bawah, aplikasi tersebut yaitu:21

1. Home Page : Halaman utama menampilkan linimasa foto-foto

terbaru dari sesama pengguna yang telah diikuti.

2. Search : Untuk memudahkan pengguna melakukan

pencaharian pada akun pengguna lainnya atau pencharian pada

foto-foto yang sedang popular.

3. Camera : dengan menu ini pengguna dapat langsung memotret

dan mengunggah foto atau video keinstagram dengan berbagai

effek yang disediakan di dalam aplikasi tersebut

20 Ibid.

(41)

4. Profile : Dihalaman profil kita bisa mengetahui secara detail

mengenai informasi pengguna, baik itu diri kita maupun orang

lain sesama pengguna.

5. News Feed : Fitur ini menampilkan notifikasi terhadap

berbagai aktivitas yang dilakukan oleh pengguna Instagram.

Selain itu menurut Atmoko ada beberapa bagian yang sebaiknya

diisi agar foto yang kita unggah lebih informative. Bagian-bagian

tersebut yaitu:22

1. Caption : Membuat judul atau caption foto lebih bersifat untuk

memperkuat karakter atau pesan yang ingin disampaikan pada

foto tersebut.

2. Hashtag : Hashtag adalah suatu label berupa suatu kata yang

diberi awalan symbol bertanda pagar (#). Fitur pagar ini

penting karena sangat memudahkan penggunna untuk

menemukan foto-foto di Instagram dengan label tertentu.

3. Geotage atau Lokasi : Instagram memaksimalkan teknologi

ini dengan menyediakan fitur lokasi. Sehingga setiap foto yang

diunggah akan menampilkan lokasi dimana pengambilannya.

4. Share : Instagram juga menyediakan fitur share kemedia social

lainnya seperti facebook, twitter dan lainnya.

(42)

Menurut Atmoko, meski instagram disebut layanan photo sharing,

tetapi Instagram juga merupakan jejaring social. Karena disini kita bisa

berinteraksi dengan sesama pengguna. Ada beberapa aktivitas yang

dapat kita lakukan di Instagram, yaitu:23

1. Follow : Bisa dibayangkan betapa sepinya ketika sendirian

didunia Instagram yang meriah. Oleh karena itu dengan adanya

follow memungkinkan kita untuk mengikuti atau berteman

dengan pengguna lain yang kita anggap menarik untuk diikuti.

2. Like : Jika menyukai foto yang ada di linimasa, jangan

segan-segan untuk memberi like. Pertama dengan menekan tombol

like dibagian bawah caption yang bersebelahan dengan

komentar. Kedua, dengan double tap (mengetuk dua kali) pada

foto yang disukai.

3. Comment : Sama seperti like, komentar adalah bagian dari

interaksi namun lebih hidup dan personal. Karena lewat

komentar, pengguna mengungkapkan pikirannya melalui

kata-kata. Kita bebas memberikan komentar apapun terhadap foto,

baik itu saran, pujian atau kritikan.

4. Mentions : Fitur ini memungkinkan kita untuk memanggil

pengguna lain. Caranya adalah dengan menambahkan tanda

arroba (@) dan memasukan akun instagram dari pengguna

tersebut.

(43)

5. Message : Fiture yang membantu mengirim pesan secara

pribadi yang berupa foto, video maupun tulisan yang dikirim

oleh sesama pengguna Instagram.

2.1.4.2 Sejarah Instagram

Instagram pertama-tama dikembangkan di San Francisco oleh Kevin

Systrom dan Brasil Michel "Mike" Krieger saat mereka berdua memilih

untuk berfokus pada pembuatan aplikasi multi-fitur “HTML5 check-in” di

proyek Burbn untuk fotografi mobile. 24

Gambar 2.2. Kevin

Systrom dan Mike Krieger,

Pencipta Instagram

(Sumber: Instagram Blog)

Pada tanggal 3 April 2012, Instagram untuk Android akhirnya dirilis.

Aplikasi tersebut diunduh sebanyak lebih dari satu juta kali dalam waktu

kurang dari satu hari. Pada minggu yang sama Instagram berhasil

mengumpulkan US$ 50 juta dari venture capitalist untuk berbagi share

perusahaannya, proses yang membuat nilai Instagram naik hingga

sejumlah US$ 500 juta. Kenaikan pesat Instagram juga terlihat pada saat

tiga bulan berikutnya Instagram mendapatkan lebih dari satu juta rating di

(44)

Google Play. Instagram menjadi aplikasi kelima yang pernah mencapai

satu juta peringkat di Google Play. Kesepakatan emas datang kepada

Instagram pada saat tawaran akuisisi datang dari Facebook, dengan

tawaran untuk membeli Instagram (beserta seluruh 13 karyawannya)

dengan nilai sekitar US$ 1 miliar dalam bentuk tunai dan saham pada

bulan April 2012. Tawaran ini datang beserta dengan kebijakan untuk

membiarkan Instagram tetap dikelola secara independen. Britain‟s Office

Of Fair Trading menyetujui kesepakatan pada tanggal 14 Agustus 2012,

disusul dengan penutupan penyelidikan oleh Federal Trade Commission di

Amerika Serikat pada tanggal 22 Agustus 2012 yang memungkinkan

kesepakatan antara Instagram dan Facebook untuk dilanjutkan.

Kesepakatan tersebut akhirnya resmi pada tanggal 6 September 2012.

Pada tanggal 17 Desember 2012, Instagram memperbaharui Terms of

Service mereka (atau Ketentuan Layanan) yang memungkinkan Instagram

untuk mendapatkan hak penjualan foto pengguna kepada pihak ketiga

tanpa pemberitahuan atau kompensasi. Kritik dari pendukung privasi

hingga konsumen (seperti National Geographic dan selebriti Kim

Kardashian) seluruhnya mengeluarkan pernyataan yang menuntut

pembatalan atau pencabutan kebijakan baru tersebut. Isu kontroversial ini

sempat menyebabkan banyak pengguna beralih ke layanan lain yang mirip

dengan Instagram. Akhirnya pada Januari 2013 Instagram menegaskan

kembali bahwa pihaknya telah merevisi kebijakan yang menyebabkan

(45)

menekankan bahwa Instagram tidak akan menggunakan foto milik

pengguna untuk tujuan komersil apapun.25

2.1.5 Minat

Menurut Hilgard yang dikutip oleh Slameto mengatakan bahwa

minat adalah kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan

mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang

diperhatiakan terus-menerus yang di sertai dengan rasa senang.26

Dan menurut Saleh minat adalah suatu kecenderungan untuk

memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang, aktivitas atau situasi

yang menjadi objek dari minat tersebut dengan disertai perasaan senang.

Jadi minat merupakan kecendrungan atau arah keinginan terhadap sesuatu

untuk memenuhi dorongan hati, minat merupakan dorongan dari dalam

diri yang mempengaruhi gerak atau kehendak terhadap sesuatu,

merupakan dorongan kuat bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu

yang mewujudkan pencapaian tujuan dan cita-cita yang menjadi

keinginannya. Minat memiliki unsur-unsur antara lain: perhatian,

persiapan, keingintahuan, kesiapan bertindak, dan kecendrungan untuk

terlibat.27

Walgito mendefinisikan perhatian sebagai pemusatan atau

konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada suatu

25 Ibid.

26Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. 2003. Hal. 57 27 Abdul Rahman Saleh. Et. al. Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam. Jakarta:Kencana.

(46)

objek28. Menurut Andersen perhatian adalah proses mental ketika stimuli

atau rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat

stimuli lainnya melemah29. Sehingga jika pengguna jejaring sosial

Instagram memusatkan perhatiannya pada akun @explorebanten akan

timbulnya pemahaman dari apayang ditampilkan akun tersebut.

Keingintahuan muncul ketika seseorang telah memfokuskan

konsentrasinya pada suatu objek yang dalam penelitian ini adalah akun

@explorebanten di jejaring sosial Instagram, keingintahuan muncul

ditandai dengan bertambahnya pengetahuan dan pendapatan informasi dari

akun @explorebanten

Selanjutnya timbul perasaan dalam diri individu, ketertarikan

adalah proses yang dialami setiap individu tetapi sulit dijelaskan. Tertarik

adalah suka atau senang, tetapi belum melakukan aktivitas. Sedangkan

Winkell mendefinisikan rasa tertarik sebagai penilaian positif terhadap

suatu obyek30. Rasa tertarik merupakan rasa yang dimiliki setiap individu

dalam ungkapan suka, senang dan simpati kepada sesuatu sebelum

melakukan aktivitas, sebagai penilian positif atau suatu obyek. Sehingga

perasaan ditandai dengan perasaan suka dan ketertarikan pada sesuatu,

yang dalam penelitian ini perasaan suka dan tertarik untuk melakukan

travelling setelah melihat akun @explorebanten di jejaring sosial

Instagram. Kesiapan bertindak adalah dimana individu mempunyai

28 Bimo Walgito. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi. 2002. Hal. 98.

(47)

keinginan meniru dan mencontoh dari apa yang ditampilkan, dengan kata

lain dalam penelitian ini dimana individu mempunyai keinginan untuk

bertindak melakukan traveelling sesuai dengan pengaruh akun

@explorebanten yang mereka lihat.

Kecenderungan untuk terlibat, kecenderungan untuk terlibat dapat

dikatakan sebagai situasi dimana individu mempunyai keinginan untuk

mengunjungi berbagai tempat wisata yang ditampilkan dan mengikuti apa

yang mereka lakukan, sebagai contoh individu mengunggah foto mereka

saat melakukan travelling ke jejaring sosial Instagram.

2.1.6 Akun @explorebanten

@explorebanten merupakan salah satu dari sekian banyaknya akun

yang mempromosikan pariwisata Indonesia khususnya daerah Banten.

Akun instagram @explorebanten berperan sebagai alat promosi wisata

untuk wilayah Banten, dengan followers sebanyak 34.6k pada (08 Februari

2017) dan juga telah memposting 491 foto yang berkaitan dengan

travelling ataupun wisata yang ada di Banten dengan media partner dan

promo yang dilakukan oleh bantenurban.com.

Dari hasil komuikasi peneliti dengan pengurus akun

@explorebanten tujuan awal mereka membuat akun ini adalah untuk

mengenalkan tempat-tempat wisata yang ada di wilayah Banten kepada

(48)

pengerus akun ini sangat baik, tidak sedikit dari masyarakat ikut

memberikan foto serta informasi mengenai tempat tempat wisata yang ada

di daerah Banten yang sudah terkenal maupun yang belum diketahui

banyak orang dan akun @explorebanten menjadi referensi tujuan

travelling masyarakat.

2.1.7 Efek Media Massa

Menurut Wiryanto dalam bukunya Pengantar Ilmu Komunikasi

(2004) Efek Komunikasi Massa terbagi menjadi dua, yaitu :

1. Efek Umum

Efek umum menyangkut efek „dasar‟ yang diramalkan dapat

terjadi akibat pesan-pesan yang disiarkan melalui media massa.

Schramm mengeukakan bahwa komunikasi massa mempunyai efek

yang „mengembang‟. Sebab, dalam banyak hal, komunikasi massa

telah mengambil alih fungsi komunikasi sosial. (Wiryanto, 2004:

89)

2. Efek Khusus

Efek khusus terutama menyangkut ramalan tentang efek yang

diperkirakan akan timbul pada individu-individu dalam suatu mass

audience pada perilaku mereka dalam menerima pesan-pesan

media massa. Shramm menyatakan “.. kita tidak dapat meramalkan

efek pada mass audience. Kita hanya dapat meramalkan efek pada

(49)

2.1.8 Teori Perbedaan Individu

Nama teori ini diketengahkan oleh Malvin D.Dafleur ini

lengkapnya “Indivual Differences Theory of Mass Communication Effect”.

Menurut teori ini individu-individu sebagai anggota khalayak sasaran

media massa secara selektif, menaruh perhatian kepada pesan-pesan

terutama jika berkaitan dengan kepentingannya, konsisten dengan

sikap-sikapnya, sesuai dengan kepercayaan yang didukung oleh nilai-nilainnya.

Tanggapannya terhadap pesan pesan tersebut diubah oleh tatanan

psikologisnya. Jadi efek media massa pada khalayak itu tidak seragam,

melainkan beragam disebabkan secara individual berbeda satu sama lain

dalam stuktur kejiwaannya.31

Anggapan dasar teori ini adalah bahwa manusia berbeda satu sama

lain ketika mereka diterpa media massa, hal ini bisa terjadi bisa karena

perbedaan psikologis, cara pandang berpikir, pengaruh lingkungan sekitar,

sikap, nilai, agama, kepercayaan dan sebagainya. Teori ini mengatakan

adanya pengaruh unsur-unsur psikologis yang berinteraksi dengan terpaan

media massa dan menghasilkan efek. Dengan demikian terdapat suatu

kaitan yang kuat antara pesan-pesan media dengan respon setiap

individunya. Respon atau tanggapan terhadap pesan-pesan tersebut diubah

oleh tatanan psikologis setiap individu tersebut. Jadi efek media kepada

khalayak massa itu tidak seragam melainkan beragam. Hal ini disebabkan

karena mereka secara individual berbeda antara satu dengan yang lainnya

31 Onong Uchjana Effendi. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

(50)

dalam struktur kejiwaan maupun pola hidup yang terbentuk oleh

lingkungan tempat individu tersebut dan berkembang.

2.2 Kerangka Berfikir

Salah satu bentuk media sosial yang digunakan untuk menyebarkan

informasi pariwisata adalah Instagram. Peranan instagram cukup besar untuk

pariwisata sendiri, banyak traveler sekarang ikut mulai berwisata setelah

melihat foto di Instagram. Instagram dirasa menjadi platform efektif untuk

menyebarkan informasi pariwisata. Foto-foto wisata menarik yang diunggah

pengguna Instagram nampaknya dapat mempengaruhi pengguna lainnya dan

menimbulkan respon bagi para pengguna Instagram lainnya. Ditambah

dengan banyaknya orang yang ingin dan melakukan travelling setelah adanya

akun yang membahas tentang travelling berkembang di masyarakat.

Gaya hidup masyarakat yang bergerak cepat dan bersentuhan langsung

dengan internet, menyebabkan model promosi tersebut sangat relevan

diaplikasikan baik destinasi wisata maupun pengelola akomodasi pariwisata

untuk melakukan pencitraan yang baik serta untuk menarik perhatian dan

minat para wisatawan, dari berbagai akun instagram terkait promosi wisata

indonesia belakangan ini banyak menghiasi timeline instagram dari sekian

banyak akun instagram yang mempromosikan pariwisata indonesia, salah satu

akun yang mempromosikan pariwisata Indonesia khususnya daerah Banten

yaitu akun instagram @explorebanten. Akun @explorebanten merupakan

akun yang digunakan untuk mempromosikan pariwisata yang ada di daerah

(51)

Dalam penelitian ini kerangka berfikir yang digunakan peneliti adalah

(52)

2.3 Hipotesis Penelitian

Secara etimologis, hipotesis dibentuk dari dua kata, yaitu Hypo dan kata

thesis. Hypo berarti kurang dan thesis adalah pendapat. Kedua kata itu kemudian

digunakan secara bersama menjadi hypothesis dan penyebutan dalam dialek

Bahasa Indonesia menjadi hipotesa kemudian berubah menjadi hipotesis yang

maksudnya adalah suatu kesimpulan yang masih kurang atau kesimpulan yang

belum sempurna.32

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah

penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk

kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru

didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta- fakta empiris

yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan

sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban

yang empirik.33

Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Ha : Terdapat Pengaruh antara Akun Instagram @Explorebanten

Terhadap Minat Berkunjung Ke Tempat Wisata Di Banten

Ho : Tidak terdapat Pengaruh antara Akun Instagram @Explorebanten

Terhadap Minat Berkunjung Ke Tempat Wisata Di Banten.

32 Burhan Bungin.Metodologi Penelitian Kuantitatif.2009. Hal.75

(53)

2.4 Operasionalisasi Variabel

Tabel 2.1

Operasional Variabel berdasarkan Olahan Peneliti

Variabel

Penelitian

Indikator Alat Ukur Skala

Akun

@explorebanten

(Variabel X)

Foto / Gambar 1.Menarik perhatian

2.Kualitas gambar

Frekuensi 1.Banyaknya Jumlah Like/suka Interval

Minat calon

Keingintahuan Bertambahnya Pengetahuan dan

(54)

2.5 Penelitian Terdahulu

Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu

Nama Peneliti Tanya Aulia

Aryanda

Tahun Penelitian 2015 2016 2017

Metode

(55)
(56)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Pendekatan dan Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metodologi dan pendekatan kuantitatif. Metode

kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena sudah cukup lamadigunakan

sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode ini disebut

metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme. Metode ini

sebagai metode ilmiah telah memenuhi kaidah- kaidah ilmiah yaitu konkret atau

empiris, objektif, terukur, rasional, dan sistematis. Metode kuantitatif merupakan

penelitian yang berupa angka- angka dan analisis menggunakan ilmu statistik.

Penelitian kuantitatif dimulai dengan kegiatan menjajaki permasalahan yang akan

menjadi pusat perhatian peneliti. Penelitian kuantitatif dilakukan pada populasi

dan sampel tertentu yang representatif. Sifatnya deduktif untuk menjawab

rumusan masalah digunakan konsep atau teori sehingga dapat dirumuskan

hipotesis. Pada umumnya sampel yang diambil secara random, sehingga

kesimpulan hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi dimana sampel

tersebut diambil.34

Metode yang diusung dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode ini

menggunakan kuesioner sebagai instrument utama untuk mengumpulkan data.

Metode ini sering digunakan, karena desainnya sederhana serta prosesnya yang

cepat. Sementara menurut Irawan Soehartono (2002:54), bahwa penelitian survei

34 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. 2012. Hal.8

(57)

adalah penelitian pengamatan yang bersekala besar pada kelompok-kelompok

manusia.35 Tujuan survei yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah

untuk menggambarkan bagaimana pengaruh akun media social Instagram

@explorebanten terhadap minat wisatawa berkunjung (travelling) ke tempat

wisata di Banten. Dari jawaban-jawaban yang terhimpun dari berbagai responden

nanti, maka peneliti akan dapat menarik kesimpulan sehingga akan terjawab apa

dan bagaimana hubungannya terhadap presentasi diri. Mengapa memilih survei,

dikarenakan metode ini akan lebih mudah jika digunakan pada penelitian yang

bersifat asosiatif seperti yang peneliti gunakan.

Alasan peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif adalah lebih obyektif,

terukur rasional dan sistematis. Sesuai dengan pendapat yang diungkapkan oleh

S.Arikunto (2002:11) yang menjelskan tentang beberapa keuntungan penelitian

yang disajikan secara kuantitatif yaitu sebagai berikut:

1. Kejelasan unsur: tujuan, pendekatan, subjek, sampel, sumber data sudah

mantap dan rinci sejak awal.

2. Langkah penelitian: segala sesuatu direncanakan sampai matang ketika

persiapan disusun.

3. Dalam desain: desain, langkah-langkah penelitian dan hasil yang

diharapkan jelas.

4. Pengumpulan data: kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan

untuk diwakilkan.

5. Analisis data: dilakukan sesudah semua data terkumpul.

(58)

3.2 Paradigma Penelitian

Paradigma penelitian yang digunakan sesuai dengan metode penelitian

kuantitatif, yaitu paradigma positivistik. Paradigma positivistik dinyatakan

sebagai paradigma tradisional, eksperimental, atau paradigma empirisistis yang

dikembangkan oleh para ahli sosiologi seperti Comte, Durkheim dan Mill.

Positivisme menggambarkan pendekatan baru terhadap pengetahuan. Masyarakat

bergerak dalam tiga tahap berdasarkan pola pikir dari teologis atau fiktif ke

metafisik atau abstrak ke penjelasan ilmiah atau positif. Dalam tahap positif,

gejala sosial dapat diungkapkan melalui observasi empiris atas gejala tersebut.

Tidak seperti dalam tahap teologis dan metafisik yang mengandalkan kekuatan

inti tertentu pada terjasinya suatu gejala. Tahap positif ditandai oleh kepercayaan

akan data empiris sebagai sumber pengetahuan terakhir. Comte mengembangkan

pendekatan positivisme dalam mempelajari masyarakat berpendapat bahwa

aplikasi metodologi ilmu- ilmu alam dan asumsinya untuk mempelajari manusia

akan menghasilkan satu “positive science of society’’. Dia percaya bahwa perilaku

orang diatur oleh prinsip- prinsip sebab akibat.36

Begitu pula dalam penelitian ini, pada paradigma ini, suatu gejala dapat

diklasifikasikan, dan hubungan gejala bersifat kausal (sebab-akibat), maka peneliti

dapat melakukan penelitian dengan memfokuskan kepada beberapa variabel saja.

Paradigma positivistik atau empiris berasumsi bahwa kebenaran objektif dapat

dicapai dan bahwa proses meneliti untuk menemukan kebenaran dapat dilakukan

Gambar

Gambar 1.1 instagram menjadi media social popular terbaru
Gambar 1.2 Akun Instagram Explorebanten
Tabel 1.1
Gambar 2.2. Kevin
+7

Referensi

Dokumen terkait

PENGGUNAAN INSTAGRAM DALAM MEMBENTUK AWARENESS, SIKAP DAN MINAT BELI(Studi Deskriptif Kualitatif pada Akun Media Sosial Instagram dan Followers Kedai Makan “POPIPOP Noodles

Hasil temuan berdasarkan data dan analisis yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu bahwa motif tertinggi followers mengakses akun Instagram @eventsurabaya adalah motif

INSTAGRAM @INIJIE.” Skripsi ini dibuat sebagai referensi terbaru mengenai penelitian yang berfokus pada Kepuasan followers terhadap konten.. pada akun

Dengan nilai koefesien determinasi yang menandakan sebesar 44,5% variabel minat berpetualang mahasiswa ilmu komunikasi UNTIRTA adalah kontribusi dari variabel akun

Penelitian mengenai kesenjangan antara motif dan kepuasan followers Instagram YukNgaji terhadap akun @yukngajisolo ini memperoleh hasil bahwa akun tersebut tidak dapat

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemaknaan followers akun Instagram @Komikazer mengenai kritik Reza Mustar terhadap budaya konsumtif generasi

Peneliti ingin meneliti pengaruh terpaan iklan di Instagram dan brand image terhadap minat pengunjung Pariwisata Dusun Semilir pada followers akun @dusunsemilir

Studi pengaruh media sosial Instagram terhadap minat berkunjung wisatawan di Pantai Glagah, Kulon Progo, Yogyakarta untuk meningkatkan promosi dan kunjungan