WISATA DI BANTEN
(SURVEY PADA
FOLLOWERS
@EXPLOREBANTEN)
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial Pada Konsentrasi Humas
Program Studi Ilmu Komunikasi
Disusun oleh : LITTA AYU AMARTIN
6662121373
KONSENTRASI HUMAS
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA SERANG - BANTEN
i
WISATA DI BANTEN
(SURVEY PADA
FOLLOWERS
@EXPLOREBANTEN)
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial Pada Konsentrasi Humas
Program Studi Ilmu Komunikasi
Disusun oleh : LITTA AYU AMARTIN
6662121373
KONSENTRASI HUMAS
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA SERANG - BANTEN
ii
Rahmi Winangsih, M.Si dan Pembimbing II : Andin Nesia, M.I.Kom
Gaya hidup masyarakat yang bergerak cepat dan bersentuhan langsung dengan internet, menyebabkan model promosi sangat relevan diaplikasikan baik destinasi wisata maupun pengelola akomodasi pariwisata untuk melakukan pencitraan yang baik, belakangan ini banyak menghiasi timeline instagram dari sekian banyak akun instagram yang mempromosikan pariwisata indonesia, khususnya daerah Banten yaitu akun instagram @explorebanten. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pengaruh akun Instagram @explorebanten terhadap minat berkunjung ke tempat wisata di Banten. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
pengaruh akun instagram @explorebanten mempromosikan objek atau tempat
wisata terhadap minat berkunjung wisatawan ke tempat wisata di Banten. Teori Perbedaan Individu digunakan karena efek media massa pada khalayak itu tidak seragam, melainkan beragam disebabkan secara individual berbeda satu sama lain dalam stuktur kejiwaannya. Penelitian ini menggunakan metodologi dan pendekatan kuantitatif. Metode yang diusung dalam penelitian ini adalah metode survei. Tujuan survei dalam penelitian ini adalah untuk menggambarkan
bagaimana pengaruh akun media social Instagram @explorebanten terhadap
minat wisatawa berkunjung (traveling) ke tempat wisata di Banten. Populasi
dalam penelitian ini adalah followers dari akun @explorebanten yang diketahui
berjumlah 34.600. Sampel pada penelitian ini sebanyak 100 responden dari
keseluruhan jumlah followers di akun @explorebanten menggunakan teknik
random sampling. Karena penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, maka teknik yang dilakukan menggunakan kuisioner dan dokumentasi. Hasil penelitian ini melalui instrument penelitian kuisioner. Presentase variabel X (akun Instagram @explorebanten) sebesar 76,5% dan dikategorikan baik. Presentase variabel Y (minat berkunjung ketempat wisata di Banten) sebesar 76,64% dan dikategorikan baik. nilai korelasi Product Moment antar variable X (akun Instagram @explorebanten) terhadap Y (minat berkunjung ke tempat wisata di Banten) menunjukan angka sebesar 0,493. Sebesar 0,493 nilai korelasi hubungan antara
variable akun @explorebanten terhadap variable minat berkunjung (traveling) ke
tembat wisata di Banten, hubungan antara kedua variable bernilai sedang. Koefisien penentu (determinasi) menunjukkan bahwa pada nilai R square yaitu 0,243 berarti korelasi antara variable X terhadap variable Y adalah sebesar 24,3% dan sisanya ditentukan oleh factor lain. Persamaan regresi linear penelitian ini Y = 10,59 + 0,27 Y. Uji t menunjukkan variable independen mempunyai spesifikasi kurang dari 0,05, nilai thitung (5,609) > ttabel (1,6605). Uji F pada variable X terhadap variable Y sebesar 31,435.
iii
Dr. Rahmi Winangsih, M.Si and Advisor II: Andin Nesia, M.I.Kom
The lifestyle of people who move quickly and in direct contact with internet, causing a very relevant promotional model applied both tourist destinations and tourism accommodation managers to perform good imaging, lately adorn the timeline instagram of the many instagram accounts that promote Indonesian tourism, especially the area of Banten the account instagram @explorebanten. The formulation of this research problem is how the influence of Instagram @explorebanten account to the interest of visiting the tourist attractions in Banten. The purpose of this study to determine the effect of account instagram @explorebanten promote the object or place of interest on visiting tourists to tourist attractions in Banten. The Difference Theory Individuals are used because the effects of mass media on audiences are not uniform, but vary because they are individually different from each other in their psychological structure. This research uses quantitative methodology and approach. The method carried out in this research is survey method. The purpose of the survey in this study is to describe how the influence of social media accounts Instagram @explorebanten to the interest of tourist visiting (traveling) to the tourist attractions in Banten. The population in this study were followers of @explorebanten account known amounted to 34,600. The sample in this study were 100 respondents from the total number of followers in @explorebanten account using random sampling technique. Because this research is quantitative research, then the technique is done using questionnaires and documentation. The results of this study through questionnaire research instrument. The percentage of variable X (Instagram @explorebanten account) is 76.5% and is categorized well. Percentage of variable Y (interest visiting tourist spot in Banten) equal to 76,64% and good categorized. Product Moment correlation value between variable X (Instagram account @explorebanten) to Y (interest visiting to tourist place in Banten) shows number 0,493. As much as 0.493 correlation value of the relationship between @explorebanten account variable to the travel interest variable to the tourist attraction in Banten, the relationship between the two variables is medium value. The coefficient determinant (determination) shows that the value of R square is 0.243 means the correlation between variable X to variable Y is 24.3% and the rest is determined by other factors. The linear regression equation of this research is Y = 10,59 + 0,27 Y. The t test shows independent variable has specification less than 0,05, tcount (5,609)> ttable (1,6605). Test F on variable X to variable Y for 31,435.
vii
selesai (mengerjakan yang lain). Dan berharaplah kepada Tuhanmu. (Q.S Al
Insyirah : 6-8)
“Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalatmu Sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al-Baqarah:
viii
diam sebagai penonton yang menyaksikan perarakan berlalu.” –Khalil Gibran–
“Tanpa keluarga, manusia, sendiri di dunia, gemetar dalam dingin.” Aku persembahkan skripsi ini untuk Mama, Papa, Eky dan Galih (adik laki-laki
yang menjadi penyemangat karena selalu ceria), dan Imam ku nanti.
“Sahabat adalah salah satu sumber kebahagiaan dikala kita merasa tidak bahagia.”
Tertulis ucapan terima kasih untuk sahabatku Ayu Sucahyani,
yang selalu memberikan semangat, nasihat, dan doa ketika aku sedang
menyelesaikan skripsi.
“ …. dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.” –
Khalil Gibran-
Terima kasih untuk sahabat yang selalu meluangkan waktunya untuk berdiskusi
agar skripsi ini tersusun indah.
“Dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa kegirangan” -Khalil Gibran-
Terima kasih kepada rekan-rekan Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2012
Semoga keakraban kita tidak hanya sampai disini.
Aku datang, aku bimbingan, aku ujian, aku revisi, dan aku menang.
ix
Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas berkat, rahmat,
hidayah serta inayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini.
Shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad
SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya serta kepada umatnya hingga akhir
zaman, amin. Penulisan skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat
memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Komunikasi Konsentrasi
Hubungan Masyarakat (Public Relations) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan judul yang diajukan “Pengaruh Akun
Instagram @explorebanten Terhadap Minat Berkunjung (Travelling) Ketempat
Wisata Di Banten (Survey Pada Followers @explorebanten)” dapat diselesaikan
dengan baik.
Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan dan penyusunan skripsi ini
banyak mengalami kendala, namun berkat bantuan, bimbingan, kerjasama dari
berbagai pihak dan berkah dari Allah SWT sehingga kendala-kendala yang
dihadapi tersebut dapat diatasi. Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima
kasih dan penghargaan kepada Dr. Rahmi Winangsih, M.Si selaku pembimbing I
dan Andin Nesia, S.Ikom, M.Si selaku pembimbing II yang telah dengan sabar,
tekun, tulus dan ikhlas meluangkan waktu, tenaga dan pikiran memberikan
bimbingan, motivasi, arahan, dukungan dan saran-saran yang sangat berharga
kepada penulis selama menyusun skripsi.
Selanjutnya pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih pula
kepada:
1. Allah SWT yang senantiasa memberi karunia, hidayah serta petunjuk
dalam menjalani hidup.
2. Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd selaku Rektor Universitas Sultan
x
Konsentrasi Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang telah memberikan dorongan dan
semangat untuk segera menyelesaikan penyusunan skripsi ini.
5. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi yang telah
memberi bekal ilmu pengetahuan sehingga penulis dapat menyelesaikan
studi dan menyelesaikan penulisan skripsi ini.
6. Followers akun instagram @explorebanten yang telah bersedia untuk
membantu mengisi kuisioner sehingga penulis dapat mengerjakan skripsi
hingga selesai.
7. Kedua orang tua, Ibunda tercinta Asih Martini dan Ayahanda tercinta
Kaswaji yang sangat banyak memberikan bantuan moril, material, arahan,
dan selalu mendoakan keberhasilan dan keselamatan selama menempuh
pendidikan.
8. Kedua saudara kandung penulis, Eky Amartin dan Satria Galih Amartin
yang menjadi bagian paling indah dalam hidup penulis, bahagia
memiliki kalian.
9. Keluarga besar penulis, Om, Tante dan sepupu, tanpa kalian hidup penulis
tidak berarti.
10.Rekan-rekan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi yang telah
banyak memberikan masukan kepada penulis baik selama dalam
mengikuti perkuliahan maupun dalam penulisan skripsi ini.
11.Semua pihak yang tidak dapat penulis sebut satu persatu yang telah
membantu dalam penyelesaian penulisan skripsi ini.
Akhirnya, dengan segala kerendahan hati penulis menyadari masih banyak
terdapat kekurangan-kekurangan, sehingga penulis mengharapkan adanya saran
dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini.
Serang, 08 Maret 2018
xiii
4.3 Deskripsi Hasil Penelitian ... 71
4.3.1 Tanggapan Responden Tentang Pengaruh Akun @explorebanten (Variabel X) ... 72
4.3.2 Tanggapan Responden Tentang Minat Berkunjung Ke Tempat Wisata Di Banten (Variabel Y) ... 96
4.4 Pengujian Data Statistik ... 105
4.4.1 Analisis Deskriptif Data ... 105
4.4.2 Uji Normalitas Data ... 106
4.4.3 Uji Koefisien Korelasi... 107
4.4.4 Uji Regresi ... 109
4.4.5 Uji Hipotesis ... 111
4.5 Pembahasan Hasil Penelitian ... 113
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ... 117
5.2 Saran ... 118
DAFTAR PUSTAKA
xiv
Tabel 1.1 Jumlah Kunjungan Wisatawan Provinsi Banten
Tahun 2014-2015 ...9
Tabel 2.1 Operasional Variabel Berdasarkan Olahan Peneliti ...34
Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu ... 35
Tabel 3.1 Tingkat Reliabilitas Berdasarkan nilai Alpha ... 45
Tabel 3.2 Case Processing Summary ... 46
Tabel 3.3 Item-Total Statistics ... 46
Tabel 3.4 Case Processing Summary ... 47
Tabel 3.5 Item-Total Statistics ... 47
Tabel 3.6 Reliability Statistics ... 48
Tabel 3.7 Reliability Statistics Cronbach's ... 48
Tabel 3.8 Kriteria Analisis Deskriptif Persentase ... 55
Tabel 3.9 Kriteria Interpretasi Koefisien Korelasi ... 57
Tabel 4.1 Usia ... 66
Tabel 4.2 Jenis Kelamin ... 67
Tabel 4.3 Pengguna Instagram ... 68
Tabel 4.4 Frekuensi mengakses Instagram ... 69
Tabel 4.5 Lama Menggunakan Instagram ... 70
Tabel 4.6 Tanggapan responden mengenai akun @explorebanten mengunggah foto-foto wisata yang menarik ... 73
Tabel 4.7 Tanggapan responden mengenai akun @explorebanten mengunggah foto-foto dengan kualitas gambar yang bagus sehingga gambar yang diunggah jelas dan menarik perhatian ... 75
xv
yang diberikan akun @explorebanten merupakan
pesan yang informative ... 81
Tabel 4.11 Tanggapan responden mengenai captions atau pesan
yang diberikan akun @explorebanten menarik perhatian ... 83
Tabel 4.12 Tanggapan responden mengenai captions atau pesan
yang diberikan akun @explorebanten bersifat mengajak ... 85
Tabel 4.13 Tanggapan responden mengenai akun @explorebanten
menggunakan hastag (#) untuk mengkategorikan foto
dalam kumpulan foto yang sama... 87
Tabel 4.14 Tanggapan responden mengenai akun @explorebanten
memanfaatkan hastag (#) untuk menyebarluaskan
foto agar dapat dilihat oleh follower/following
ataupun yang bukan follower/following ... 89
Tabel 4.15 Tanggapan responden mengenai akun @explorebanten
menggunakan Fitur hastag (#) agar memudahkan
pengguna media sosial instgram untuk menemukan
foto-foto yang tersebar di instagram dengan label tertentu ...90
Tabel 4.16 Tanggapan responden mengenai banyaknya jumlah
love/like dalam foto di akun @explorebanten
menandakan foto popular dan menarik perhatian ...92
Tabel 4.17 Tanggapan responden mengenai banyaknya jumlah
komentar menandakan foto popular dan menarik perhatian ...94
Tabel 4.18 Tanggapan responden mengenai jenis komentar
yang diberikan follower akun @explorebanten
mempengaruhi daya tarik foto ... 95
Tabel 4.19 Tanggapan responden mengenai tema akun @explorebanten
xvi
Tabel 4.21 Tanggapan responden mengenai akun @indotravellers.co
membuat saya memenuhi dan menambah pengetahuan
tentang tempat-tempat wisata yang bisa menjadi
tujuan travelling ... 99
Tabel 4.22 Tanggapan responden mengenai akun @explorebanten membuat saya tertarik untuk melakukan traveling ke tempat-tempat wisata yang ada di Banten ...100
Tabel 4.23 Tanggapan responden mengenai akun @explorebanten membuat saya ingin lebih mengetahui tempat wisata yang ada di Banten ... 101
Tabel 4.24 Tanggapan responden mengenai akun @explorebanten membantu kesiapan saya untuk melakukan traveling ke tempat-tempat wisata yang ada di Banten dengan caption-captionnya yang informative ... 103
Tabel 4.25 Tanggapan responden mengenai akun @explorebanten membuat saya ingin segera melakukan traveling ke tempat-tempat wisata yang ada di Banten ... 104
Tabel 4.26 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ... 107
Tabel 4.27 Correlations ... 108
Tabel 4.28 Coefficients ... 109
Tabel 4.29 ANOVA ... 112
xvii
Gambar 1.1 Instagram Menjadi Media Sosial Popular Terbaru ...2
Gambar 1.2 Akun Instagram Explorebanten ... 7
Gambar 2.1. Logo Instagram ... 20
Gambar 2.2. Kevin Systrom dan Mike Krieger, Pencipta Instagram... 24
Gambar 2.3. Kerangka Pemikiran ... 32
Gambar 4.1 Logo Akun @explorebanten ... 64
Gambar 4.2 Foto Akun @explorebanten ... 72
Gambar 4.3 Foto Akun @explorebanten ... 74
Gambar 4.4 Foto Akun @explorebanten ... 76
Gambar 4.5 Foto Akun @explorebanten ... 78
Gambar 4.6 Foto Akun @explorebanten ... 80
Gambar 4.7 Foto Akun @explorebanten ... 82
Gambar 4.8 Foto Akun @explorebanten ... 84
Gambar 4.9 Foto Akun @explorebanten ... 86
Gambar 4.10 Foto Akun @explorebanten ... 88
xviii
Diagram 4.2 Jenis Kelamin ... 67
Diagram 4.3 Pengguna Instagram ... 68
Diagram 4.4 Frekuensi Mengakses Instagram ... 69
Diagram 4.5 Lama Menggunakan Instagram ... 70
Diagram 4.6 Q1 ... 73
1 1.1 Latar Belakang Masalah
Kehadiran media sosial atau social network sites (SNS) telah membuat
karakteristik penyebaran informasi dalam menghubungkan antar individu
menjadi lebih interaktif. Penggunaan media sosial melalui medium internet
diprediksikan dalam penelitian Ruggiero menyatakan bahwa penggunaan internet
bersifat transformatif dan berperan dalam perubahan penggunaan media oleh
pengguna dan perilaku sosial.1 Hal tersebut dapat dibenarkan dengan adanya
motivasi dan ekspektasi yang diharapkan melalui pemenuhan kebutuhan informasi
oleh pengguna sosial media. Sehingga jelas dengan keberagaman motivasi dan
ekspektasi dari penggunaan media sosial yang berbeda – beda, menyebabkan
tujuan penggunaan media dan perilaku sosial pengguna yang juga turut beragam.
Media sosial adalah portal atau sarana pergaulan sosial secara online yang
terhubung melalui koneksi internet. Kehadiran Media Sosial tentunya
memudahkan para penggunanya untuk saling berkomunikasi, berinteraksi, kirim
pesan, saling berbagi, dan bisa membangun jaringan (networking) pribadi maupun
terbuka untuk umum. Fenomena penggunaan akun media sosial sebagai bentuk
baru dalam melakukan kegiatan komunikasi di Indonesia, tercatat pengguna
sosial media aktif sekitar 55 juta jiwa dengan penetrasi pengguna sosial media di
Tanah Air sekitar 22,1% dari total populasi Indonesia sebanyak 248,64 juta jiwa.
Keberadaan angka ini turut menyumbang 2,3% pengguna sosial media
merupakan berasal dari Indonesia, dengan jumlah total akun sebanyak 19,5 juta.
Jumlah tersebut menempatkan Indonesia di peringkat kelima dalam jumlah akun,
setelah sebelumnya diikuti oleh Inggris yang berhasil berada di peringkat
keempat dengan 23,8 juta akun, Jepang di peringkat ketiga dengan 29,9 juta
akun, Brasil di peringkat kedua dengan 33,3 juta akun, dan Amerika Serikat di
peringkat pertama dengan 107,7 juta akun.2
Salah satu media sosial yang saat ini banyak digunakan masyarakat adalah
Instagram. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh markplus insight bertajuk
Indonesia Netizen Survey terdapat beberapa temuan menarik soal social media
Dari 2.150 Netizen yang disurvey, aplikasi instagram menjadi aplikasi baru yang
cukup popular dikalangan anak muda.3
Sumber: www.the-marketeers.com
Gambar 1.1 instagram menjadi media social popular terbaru
2
http://www.kominfo.com diakses pada 9 Feb 2017 pukul 19:08
3
Dan dikutip dari media online AntaraNews.com4 Pengguna instagram di
Indonesia termasuk yang terbanyak di dunia bersama Jepang dan Brazil, kata
Brand Development Lead, Instagram APAC Paul Webster. "Di Indonesia,
pengguna aktif per bulannya telah menjadi dua kali lebih besar dari tahun ke
tahun per Maret 2015". Kendati tidak melansir jumlah pengguna Instagram asal
Indonesia, Paul mengatakan terdapat 12.000 pengguna asal Indonesia yang
bergabung di komunitas pengguna Instagram bernama InstaMeet dan 89%
pengguna layanan Instagram berasal dari kalangan usia 18-34 tahun yang
mengakses Instagram setidaknya seminggu sekali. Perempuan mendominasi
dengan porsi 63%. Paul menyampaikan, mayoritas pengguna media sosial
berlambang lensa kamera di Indonesia itu adalah anak muda, pengguna ponsel
pintar, dengan kemampuan finansial yang baik dan memiliki gelar sarjana.
Menurut Paul, masyarakat Amerika Serikat masih menjadi pengguna terbesar
di dunia media sosial yang kerap membagikan foto-foto ini, di mana angkanya
mencapai 75 persen. Sementara 25 persen lainnya, tersebar di berbagai belahan
dunia, termasuk di Indonesia, dengan jumlah keseluruhan mencapai 400 juta
pengguna. Secara rata-rata, pengguna Instagram membagikan 150 foto dalam
sebulan, dengan lebih dari 80 juta foto dan video dibagikan secara global setiap
harinya, dan menghasilkan 3,5 miliar likes.5
4 sella panduarsa gareta kamis, 14 januari 2016 17:47 wib
http://www.antaranews.com/berita/540022/pengguna-instagram-indonesia-termasuk-terbanyak-di-dunia diakses pada sabtu, 07 januari 2017 pukul 21:08
Adapun temuan lain yang dilakukan oleh TNS, sebuah lembaga riset dari
Inggris, mengenai studi "Pengguna Instagram di Indonesia":6
1. Pengguna Instagram di Indonesia 63% adalah anak muda usia 18-24
tahun yang terdidik dan mapan.
2. 88% pengguna menggunakan filter dan 97% menggunakan
fitur search untuk mencari informasi yang lebih spesifik.
3. 97% menuliskan komentar pada postingan dan menandai (mention)
teman-teman mereka yang mendorong proses pencarian di Instagram.
4. 85% pengguna di Indonesia juga memposting di media sosial lainnya
langsung dari Instagram (cross posting). 49% juga membeli produk
dari penjual/jenama (brand) yang merekaikuti (follow).
5. Masyarakat Indonesia menggunakan Instagram untuk mencari
inspirasi, membagi pengalaman, dan mencari informasi dan tren
terbaru.
6. Kategori konten yang paling banyak dibagikan di Instagram (berlaku
untuk Instagram dan Facebook) antara lain: makanan yang dimakan,
barang dibeli dan barang mau dijual, foto atau video dari keluarga dan
peristiwa-peristiwa khusus, binatang peliharaan, alam terbuka dan
tempat-tempat yang pernah dikunjungi, foto atau video dari perjalanan,
kutipan atau meme danFoto atau video yang ditemukan secara daring.
6Yoseph Edwin@edjozephJumat, 10 Januari 2016. 07:08 WIB
Media sosial instagram tidak jauh beda dengan jejaring sosial lainnya seperti
Facebook, Twitter ataupun Path, yang membedakannya adalah Instagram lebih
berfokus pada foto dan video dalam isi penyapaiannya diikuti dengan pesan yang
diberikan pada foto dan video yang diunggahnya. Hal inilah yang menarik banyak
orang untuk menggunakan media sosial ini, karena mereka bisa membagi foto
atau video yang ingin di tunjukan kepada orang lain dan juga bisa melihat foto
dan video yang orang lain unggah. Semakin berkembangnya Instagram di
masyarakat, beragam pula karakter masyarakat pengguna media sosial ini, selain
pengguna biasa ada juga yang memanfaatkan nya sebagai media mengekspresikan
diri ataupun sebagai media bisnis. Banyak juga akun-akun yang menawarkan hal
yang baru untuk menarik pengguna lain. Keperibadian seseorang bisa juga dilihat
dari Instagram yang dimilikinya.
Hal itu dilihat dari akun-akun seperti apa saja yang pengguna ikuti, jika
seseorang mempunyai minat kearah fotografi mereka akan mengikuti akun-akun
yang membahas atau mengunggah hal-hal yang berhubungan dengan fotografi.
Begitu juga dengan seseorang yang memiliki minat berpetualang pastilah mereka
akan mengikuti akun yang membahas tentang travelling. Dapat dikatakan bahwa
media sosial saat ini memiliki kekuatan untuk mempengaruhi individu untuk
melakukan suatu hal yang baru salah satu contohnya adalah menumbuhkan minat
seseorang akan suatu hal.
Salah satu bentuk media sosial yang digunakan netizen untuk menyebarkan
informasi pariwisata adalah Instagram. Peranan instagram cukup besar untuk
foto di Instagram. Instagram dirasa menjadi platform efektif untuk menyebarkan
informasi pariwisata. Fenomena inilah yang menjadi latar belakang peneliti,
Kemunculan Instagram foto-foto wisata menarik yang diunggah pengguna
Instagram nampaknya dapat mempengaruhi pengguna lainnya dan menimbulkan
respon bagi para pengguna Instagram lainnya. Ditambah dengan banyaknya orang
yang ingin dan melakukan travelling setelah adanya akun yang membahas tentang
travelling berkembang di masyarakat. Tren yang ada saat ini mengkondisikan
para pelaku industri pariwisata untuk dapat melakukan pemasaran melalui digital
marketing.
Gaya hidup masyarakat yang bergerak cepat dan bersentuhan langsung dengan
internet, menyebabkan model promosi tersebut sangat relevan diaplikasikan baik
destinasi wisata maupun pengelola akomodasi pariwisata untuk melakukan
pencitraan yang baik dan dari berbagai akun instagram terkait promosi wisata
indonesia belakangan ini banyak menghiasi timeline instagram dari sekian banyak
akun instagram yang mempromosikan pariwisata indonesia, peneliti memilih
salah satu akun yang mempromosikan pariwisata Indonesia khususnya daerah
Banten yaitu akun instagram @explorebanten. Akun @explorebanten merupakan
akun yang digunakan untuk mempromosikan pariwisata yang ada di daerah
Gambar 1.2 Akun Instagram Explorebanten
Sumber : Olahan Peneliti
Dalam hal ini akun instagram @explorebanten berperan sebagai alat promosi
wisata untuk wilayah Banten, dengan followers sebanyak 34.6k pada (08 Februari
2017) dan juga telah memposting 491 foto yang berkaitan dengan travelling
ataupun wisata yang ada di Banten dengan media partner dan promo yang
dilakukan oleh bantenurban.com dan menurut pembuat dan pengelola akun ini,
tujuannya adalah ingin memperkenalkan tempat-tempat wisata yang ada di daerah
Banten. Peneliti memilih akun @explorebanten untuk melihat apakah akun
tersebut dapat mempengaruhi followersnya dengan postingan-postingan yang
diunggah untuk menarik perhatian dan minat mereka dalam mengunjungi wisata
yang ada di Banten. Selain memunculkan fenomena travelling, wisata-wisata di
Banten semakin terexplore sejak kehadiran Instagram.
Provinsi Banten memiliki potensi daya tarik wisata yang sangat besar, dengan
memiliki 1.166 destinasi yang terdiri atas wisata alam, sejarah, budaya maupun
wisata buatan. Sedangkan jumlah tamu atau kunjungan wisatawan asing selama
tahun 2017, mencapai 227.441 orang dan wisatawan domestik sebanyak 15,3 juta
orang.7
Selain dikenal dengan budaya debusnya, Banten juga menyimpan eksotisme
alam nan indah. Tak heran jika wisatawan berkunjung ke Daerah Ujung Pulau
Jawa ini, akan disuguhi destinasi wisata yang menggoda, mulai dari wisata alam,
atraksi budaya, sejarah, wisata religi, taman bermain, hingga wisata kuliner.
Destinasi wisata di Provinsi Banten ditetapkan menjadi Kawasan Strategis
7
Pariwisata Nasional (KSPN). Kawasan wisata tersebut adalah Taman Nasional
Ujung Kulon dan Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang.8
Kunjungan wisatawan di Provinsi Banten untuk saat ini juga sudah mulai
mengalami peningkatan, dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1.1
Jumlah kunjungan wisatawan provinsi banten tahun 2016-2017
Tahun Kunjungan wisatawan
2016 11.569.430
2017 15.399.551
Sumber: Litbangjakpar Kemenpar & BPS
Dari uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian lebih
lanjut guna mengungkapkan seberapa besar pengaruh hadirnya akun
(@explorebanten) terhadap minat berkunjung ke tempat wisata di Banten. Dengan
melihat permasalahan di atas untuk penelitian ini maka diambilah judul
“Pengaruh Akun Instagram @Explorebanten Terhadap Minat Berkunjung
Ke Tempat Wisata Di Banten” .
8https://www.kabar-banten.com/investasi-wisata-di-banten-makin-menggoda/ diakses pada
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, peneliti merumuskan
masalah yang akan diteliti lebih lanjut yaitu: “Bagaimana pengaruh akun
Instagram @Explorebanten Terhadap Minat Berkunjung Ke Tempat Wisata
Di Banten ?”.
1.3 Identifikasi Masalah
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka
identifkasi penelitiannya adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana akun instagram @explorebanten mempromosikan objek atau
tempat wisata di Banten ?
2. Bagaimana minat berkunjung wisatawan ke tempat wisata di banten ?
3. Seberapa besar pengaruh akun instagram @explorebanten terhadap minat
berkunjung wisatawan ketempat wisata di banten ?
4. Seberapa kuat pengaruh antara akun instagram @explorebanten terhadap
minat berkunjung ke tempat wisata di Banten ?
1.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan identifikasi permasalahan diatas, maka tujuan penelitian yang
dilakukan oleh peneliti adalah untuk:
1. Mengetahui bagaiman akun instagram @explorebanten mempromosikan
objek atau tempat wisata di Banten.
2. Mengetahui bagaimana minat berkunjung wisatawan ke tempat wisata di
3. Mengetahui besarnya pengaruh akun instagram @explorebanten terhadap
minat berkunjung wisatawan ketempat wisata di banten.
4. Mengetahui kuatnya pengaruh antara akun instagram @explorebanten
terhadap minat berkunjung ke tempat wisata di Banten.
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang kelak diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Secara Teoritis, penelitian diharapkan dapat memberi kontribusi
pengetahuan teoritis dan wawasan tentang new media dan media sosial
bagi penulis dan juga pembaca, khususnya mengenai pengaruh media
sosial instagram terhadap minat seseorang melakukan suatu kegiatan.
2. Secara Praktis, Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan
sumbangan pemikiran kepeda pembaca dalam melihat dan memanfaatkan
media sosial untuk kepentingan pribadi maupun kelompok serta bagi
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teoritis
2.1.1 Komunikasi Massa Dan Media Massa
Komunikasi Massa
Definisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukan oleh Bittner
yang dikutip oleh Ardianto dkk dalam bukunya Komunikasi Massa, yakni
pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar
orang.9 Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa komunikasi massa itu
harus menggunakan media massa. Jadi, sekalipun komunikasi itu disampaikan
kepada khalayak yang banyak, seperti rapat akbar di lapangan yang luas yang
dihadiri oleh ribuan orang, jika tidak menggunakan media massa, maka itu
bukan komunikasi massa.
Komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa atau
khalayak yang luar biasa banyaknya, tidak terbatas pada penduduk yang ada di
suatu daerah melainkan semua orang dinegara yang satu dengan yang lain
dapat mengetahui secara langsung apa yang disiarkan oleh media elektronik
seperti televisi, radio, internet (satelit), beberapa ahli komunikasi juga
mengemukakan pendapatnya tentang pengertian komunikasi massa. Joseph A.
9 Ardianto dkk. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Simbiosa Rekatama Media. 2004. Hal 3
Devito merumuskan komunikasi massa menjadi dua hal, yaitu: seperti halnya
pengertian Komunikasi Massa:10
“Pertama, komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada
massa, kepada khalayak yang luar biasa banyaknya. Ini tidak berarti bahwa
khalayak meliputi seluruh penduduk atau semua orang yang membaca atau
semua orang yang menonton televisi, agaknya ini berarti bahwa khalayak itu
besar dan pada umumnya agak sukar untuk didefinisikan. Kedua, komunikasi
massa adalah komunikasi yang disalurkan oleh pemancar–pemancar yang
audio dan atau visual. Komunikasi massa barangkali akan lebih mudah dan
lebih logis bila didefinisikan menurut bentuknya: televisi, radio, surat kabar,
majalah, film, buku dan pita. Komunikasi massa adalah komunikasi yang
menggunakan media massa modern seperti pers, film, radio dan televisi”.
Dari pengertian di atas, secara umum sebenarnya komunikasi massa
merupakan suatu proses yang melukiskan bagaimana komunikator secara
profesional menggunakan teknologi dalam menyebarluaskan pengalamannya
yang melampaui jarak untuk mempengaruhi khalayak dalam jumlah yang
banyak. Dengan menggunakan saluran teknologi, komunikasi massa
dipergunakan untuk mengirimkan pesan yang melintasi jarak jauh, misalnya
buku, pamflet, majalah, surat kabar, warkat pos, radio, rekaman–rekaman,
televisi, poster dan komputer serta aplikasinya jaringan telepon serta satelit
(internet).
Media Massa
Media massa adalah kependekan dari media komunikasi massa, yaitu
alat atau saluran komunikasi kepada massa atau orang banyak. Saat ini ada
3 jenis media massa antara lain yaitu :11
1. Media Cetak (Printed Media) : Surat kabar atau koran, Majalah,
Tabloid.
2. Media Elektronik (Electronic Media) : Radio, TV, Film.
3. Media Daring (Media Online) : Situs WEB atau Website, termasuk
Situs Berita dan Media Sosial.
2.1.2 New Media (Media Baru)
Media baru atau New Media merupakan media yang menggunakan
internet, media online berbasis teknologi, berkarakter fleksibel, berpotensi
interaktif dan dapat berfungsi secara privat maupun secara publik.12 Secara
umum, media baru tidak hanya menjembatani perbedaan pada beberapa
media, namun juga pada perbedaan mengenai batasan kegiatan komunikasi
pribadi dengan batasan kegiatan publik. Karakternya yang berbentuk digital,
memudahkan dalam berkomunikasi dan saling bertukar informasi. Media baru
dan media lama sangatlah berbeda. Perbedaan tersebut dapat dilihat melalui
pendekatan interaksi sosial dan itegritas sosial media baru dan media lama.
11
Werner J Severin. et. al.; Teori Komunikasi-Sejarah, Metode, dan Terapan di Dalam Media Massa. Jakarta: Kencana. 2008. Hal. 443.
Pendekatan interaksi sosial membedakan media dengan seberapa mirip
media tersebut dengan model interaksi tatap muka. Media yang lebih lama
memiliki peluang interaksi yang sedikit, media yang lebih menekankan
penyebaran informasi dan sedikit adanya interaksi yang diciptakan seperti
halnya radio dan televisi. Media baru lebih memiliki interaksi didalamnya
komunikator dengan komunikannya lebih bebas berkomunikasi dan
berinteraksi.13
Rasmussen berpendapat bahwa media baru memiliki efek kualitatif yang
berbeda terhadap integrasi sosial dalam jaringan masyarakat modern yang
mengambil dari teori modernisasi Gidden (1991). Kontribusi pokoknya adalah
untuk menjembatani jurang lebar yang terbuka antara dunia publik dan privat,
antara dunia kehidupan dan dunia sistem serta organisasi. Kontras dengan
televisi, media baru dapat memainkan peranan langsung dalam proyek
kehidupan individual. Mereka juga mempromosikan keragaman penggunaan
dan partisipasi yang lebih besar. Singkatnya, media baru membantu
merekatkan kembali individu setelah efek tercerai – berai akibat dari efek
modernisasi.14
Dalam bukunya, McQuail mengidentifikasikan Lima kategori utama
media baru yang sama – sama memiliki kesamaan saluran tertentu dan kurang
13 Littlejohn & Foss. Teori Komunikasi.Jakarta : Salemba Humanika. (2009). Hal 413
lebih dibedakan berdasarkan jenis penggunaan, konten, dan konteks seperti
berikut ini:15
1. Media komunikasi antar pribadi (Interpersonal communication
media). Meliputi telepon (yang semakin mobile) dan surat
elektronik (terutama untuk pekerjaan, tetapi semakin personal).
2. Media permainan interaktif (Interactive play media). Media ini
terutama berbasis komputer dan video game, ditambah peralatan
realitas virtual.
3. Media pencarian informasi (information search media). Ini adalah
kategori yang luas, tetapi Internet/ WWW merupakan contoh yang
paling penting, dianggap sebagai perpustakaan dan sumber data
yang ukuran, aktualitas, dan aksesibilitasnya belum pernah ada
sebelumnya.
4. Media partisipasi kolektif (collective participatory media).
Kategorinya khususnya meliputi penggunaan Internet untuk
berbagi dan bertukar informasi, gagasan, dan pengalaman serta
untuk mengembangkan hubungan pribadi aktif (yang diperantarai
komputer). Situs jejaring sosial termasuk di dalam kelompok ini.
5. Subtisusi media penyiaran (substitution of broadcasting media).
Acuan utamanya adalah penggunaan media untuk menerima atau
mengunduh konten yang di masa lalu biasanya disiarkan atau
disebarkan dengan metode lain yang serupa.
Jelas media baru (new media) memiliki kecepatan untuk melakukan
sebuah interaksi, lebih efisien, lebih murah, lebih cepat untuk mendapatkan
sebuah informasi terbaru dan ter-update informasinya. Kelemahannya pada
jaringan koneksi internet saja, jika jaringan internet lancar dan cepat maka
informasi yang disampaikan kepada pembacanya lebih cepat serta harus ada
koneksi internet dimana pun berada bersama media baru. Media baru (new
media) masuk dalam kategori komunikasi massa. Hal ini dikarenakan pesan
yang disampaikan kepada khalayak luas melalui media online / media baru.
2.1.3 Media Sosial
Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa
dengan mudah berpartisipasi, berbagi dan menciptakan isi meliputi blog,
jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan Wiki
merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh
masyarakat di seluruh dunia.16 Menurut Antony Mayfield dari iCrossing,
media sosial adalah mengenai menjadi manusia biasa. Manusia biasa yang
saling membagi ide, bekerjasama dan berkolaborasi untuk menciptakan kreasi,
berfikir, berdebat, menemukan orang yang bisa menjadi teman baik,
menemukan pasangan dan membangun sebuahkomunitas. Intinya,
menggunakan media sosial menjadikan kita sebagai diri sendiri.
Selain kecepatan informasi yang bisa diakses dalam hitungan detik,
menjadi diri sendiri dalam media sosial adalah alasan mengapa media sosial
berkembang pesat. Tak terkecuali, keinginan untuk aktualisasi diri dan
kebutuhan menciptakan personal branding. Teknologi-teknologi web baru
memudahkan semua orang untuk membuat dan yang terpenting
menyebarluaskan konten mereka sendiri. Post di Blog, tweet, atau video di
YouTube dapat direproduksi dan dilihat oleh jutaan orang secara gratis.
Pemasang iklan tidak harus membayar banyak uang kepada penerbit atau
distributor untuk memasang iklannya. Sekarang pemasang iklan dapat
membuat konten sendiri yang menarik dan dilihat banyak orang.17
Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial
sebagai “Sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas
dasar ideologi dan teknologi Web 2.0, dan yang memungkinkan penciptaan
dan pertukaran user-generated content".18
1. Ciri-ciri Media Sosial
Media sosial mempunyai ciri - ciri sebagai berikut:
a. Pesan yang disampaikan tidak hanya untuk satu orang saja
namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui
SMS ataupun internet.
b. Pesan yang disampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu
Gatekeeper.
17
Zarella. The Social Media Marketing Books. O'Reilly Media, Sebastopol. 2010. Hal 2
18
http://www.trigonalmedia.com/2015/08/pengertian-media-sosial-menurut-para.html
c. Pesan yang disampaikan cenderung lebih cepat di banding
media lainnya.
d. Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi.
2. Jenis-jenis Media Sosial
Menurut Kaplan dan Haenlein ada enam jenis media sosial:
a. Proyek Kolaborasi
Website mengizinkan usernya untuk dapat mengubah,
menambah, ataupun me-remove konten – konten yang ada di
website ini.Contohnya wikipedia.
b. Blog dan microblog
User lebih bebas dalam mengekspresikan sesuatu di blog ini
seperti curhat ataupun mengkritik kebijakan pemerintah.
Contohnya Twitter, Blogspot, Tumblr, Path dan lain-lain.
c. Konten
Para user dari pengguna website ini saling meng-share konten –
konten media, baik seperti video, ebook, gambar dan lain-lain.
Contohnya Youtube.
d. Situs jejaring social
Aplikasi yang mengizinkan user untuk dapat terhubung dengan
cara membuat informasi pribadi sehingga dapat terhubung
dengan orang lain. Informasi pribadi itu bisa seperti foto-foto.
e. Virtual game world
Dunia virtual dimana mereplikasikan lingkungan 3D, di mana
user bisa muncul dalam bentuk avatar-avatar yang diinginkan
serta berinteraksi dengan orang lain selayaknya di dunia nyata,
contohnya game online.
f. Virtual social world.
Dunia virtual yang di mana penggunanya merasa hidup di
dunia virtual, sama seperti virtual game world, berinteraksi
dengan yang lain. Namun, Virtual Social World lebih bebas,
dan lebih kearah kehidupan, contohnya second life.
2.1.4 Instagram dan Sejarah Instagram
2.1.4.1 Instagram
Gambar 2.1. Logo Instagram
Instagram adalah aplikasi untuk photo-sharing dan layanan jejaring
sosial online yang memungkinkan penggunanya untuk mengambil
gambar, menerapkan filter digital untuk mereka, dan berbagi hasilnya
melalui berbagai layanan social media seperti Facebook, Twitter dan
situs media lainnya.19
19
Srah Saneta. 2015. Pengertian Instagram.
Ciri khas dari Instagram adalah hasil fotonya yang berupa persegi,
mirip dengan produk Kodak Instamatic dan gambar-gambar yang
dihasilkan oleh foto Polaroid - berbeda dengan kamera modern yang
biasanya memiliki bentuk persegi panjang atau dengan rasio
perbandingan bentuk 16:9. Pada awalnya Instagram hanya tersedia
untuk smartphone milik Apple, seperti: iPhone, iPad, dan iPod Touch.
Kemudian sejak bulan April 2012, fasilitas Instagram mulai
diintegrasikan untuk ponsel kamera Android sehingga pengguna
Android pun bisa mulai menggunakan Instagram untuk aktivitas
sharing foto mereka.20
Atmoko dalam bukunya yang berjudul Instagram Handbook
menjelaskan bahwa aplikasi Instagram memiliki lima menu utama
yang semuanya terletak dibagian bawah, aplikasi tersebut yaitu:21
1. Home Page : Halaman utama menampilkan linimasa foto-foto
terbaru dari sesama pengguna yang telah diikuti.
2. Search : Untuk memudahkan pengguna melakukan
pencaharian pada akun pengguna lainnya atau pencharian pada
foto-foto yang sedang popular.
3. Camera : dengan menu ini pengguna dapat langsung memotret
dan mengunggah foto atau video keinstagram dengan berbagai
effek yang disediakan di dalam aplikasi tersebut
20 Ibid.
4. Profile : Dihalaman profil kita bisa mengetahui secara detail
mengenai informasi pengguna, baik itu diri kita maupun orang
lain sesama pengguna.
5. News Feed : Fitur ini menampilkan notifikasi terhadap
berbagai aktivitas yang dilakukan oleh pengguna Instagram.
Selain itu menurut Atmoko ada beberapa bagian yang sebaiknya
diisi agar foto yang kita unggah lebih informative. Bagian-bagian
tersebut yaitu:22
1. Caption : Membuat judul atau caption foto lebih bersifat untuk
memperkuat karakter atau pesan yang ingin disampaikan pada
foto tersebut.
2. Hashtag : Hashtag adalah suatu label berupa suatu kata yang
diberi awalan symbol bertanda pagar (#). Fitur pagar ini
penting karena sangat memudahkan penggunna untuk
menemukan foto-foto di Instagram dengan label tertentu.
3. Geotage atau Lokasi : Instagram memaksimalkan teknologi
ini dengan menyediakan fitur lokasi. Sehingga setiap foto yang
diunggah akan menampilkan lokasi dimana pengambilannya.
4. Share : Instagram juga menyediakan fitur share kemedia social
lainnya seperti facebook, twitter dan lainnya.
Menurut Atmoko, meski instagram disebut layanan photo sharing,
tetapi Instagram juga merupakan jejaring social. Karena disini kita bisa
berinteraksi dengan sesama pengguna. Ada beberapa aktivitas yang
dapat kita lakukan di Instagram, yaitu:23
1. Follow : Bisa dibayangkan betapa sepinya ketika sendirian
didunia Instagram yang meriah. Oleh karena itu dengan adanya
follow memungkinkan kita untuk mengikuti atau berteman
dengan pengguna lain yang kita anggap menarik untuk diikuti.
2. Like : Jika menyukai foto yang ada di linimasa, jangan
segan-segan untuk memberi like. Pertama dengan menekan tombol
like dibagian bawah caption yang bersebelahan dengan
komentar. Kedua, dengan double tap (mengetuk dua kali) pada
foto yang disukai.
3. Comment : Sama seperti like, komentar adalah bagian dari
interaksi namun lebih hidup dan personal. Karena lewat
komentar, pengguna mengungkapkan pikirannya melalui
kata-kata. Kita bebas memberikan komentar apapun terhadap foto,
baik itu saran, pujian atau kritikan.
4. Mentions : Fitur ini memungkinkan kita untuk memanggil
pengguna lain. Caranya adalah dengan menambahkan tanda
arroba (@) dan memasukan akun instagram dari pengguna
tersebut.
5. Message : Fiture yang membantu mengirim pesan secara
pribadi yang berupa foto, video maupun tulisan yang dikirim
oleh sesama pengguna Instagram.
2.1.4.2 Sejarah Instagram
Instagram pertama-tama dikembangkan di San Francisco oleh Kevin
Systrom dan Brasil Michel "Mike" Krieger saat mereka berdua memilih
untuk berfokus pada pembuatan aplikasi multi-fitur “HTML5 check-in” di
proyek Burbn untuk fotografi mobile. 24
Gambar 2.2. Kevin
Systrom dan Mike Krieger,
Pencipta Instagram
(Sumber: Instagram Blog)
Pada tanggal 3 April 2012, Instagram untuk Android akhirnya dirilis.
Aplikasi tersebut diunduh sebanyak lebih dari satu juta kali dalam waktu
kurang dari satu hari. Pada minggu yang sama Instagram berhasil
mengumpulkan US$ 50 juta dari venture capitalist untuk berbagi share
perusahaannya, proses yang membuat nilai Instagram naik hingga
sejumlah US$ 500 juta. Kenaikan pesat Instagram juga terlihat pada saat
tiga bulan berikutnya Instagram mendapatkan lebih dari satu juta rating di
Google Play. Instagram menjadi aplikasi kelima yang pernah mencapai
satu juta peringkat di Google Play. Kesepakatan emas datang kepada
Instagram pada saat tawaran akuisisi datang dari Facebook, dengan
tawaran untuk membeli Instagram (beserta seluruh 13 karyawannya)
dengan nilai sekitar US$ 1 miliar dalam bentuk tunai dan saham pada
bulan April 2012. Tawaran ini datang beserta dengan kebijakan untuk
membiarkan Instagram tetap dikelola secara independen. Britain‟s Office
Of Fair Trading menyetujui kesepakatan pada tanggal 14 Agustus 2012,
disusul dengan penutupan penyelidikan oleh Federal Trade Commission di
Amerika Serikat pada tanggal 22 Agustus 2012 yang memungkinkan
kesepakatan antara Instagram dan Facebook untuk dilanjutkan.
Kesepakatan tersebut akhirnya resmi pada tanggal 6 September 2012.
Pada tanggal 17 Desember 2012, Instagram memperbaharui Terms of
Service mereka (atau Ketentuan Layanan) yang memungkinkan Instagram
untuk mendapatkan hak penjualan foto pengguna kepada pihak ketiga
tanpa pemberitahuan atau kompensasi. Kritik dari pendukung privasi
hingga konsumen (seperti National Geographic dan selebriti Kim
Kardashian) seluruhnya mengeluarkan pernyataan yang menuntut
pembatalan atau pencabutan kebijakan baru tersebut. Isu kontroversial ini
sempat menyebabkan banyak pengguna beralih ke layanan lain yang mirip
dengan Instagram. Akhirnya pada Januari 2013 Instagram menegaskan
kembali bahwa pihaknya telah merevisi kebijakan yang menyebabkan
menekankan bahwa Instagram tidak akan menggunakan foto milik
pengguna untuk tujuan komersil apapun.25
2.1.5 Minat
Menurut Hilgard yang dikutip oleh Slameto mengatakan bahwa
minat adalah kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan
mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang
diperhatiakan terus-menerus yang di sertai dengan rasa senang.26
Dan menurut Saleh minat adalah suatu kecenderungan untuk
memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang, aktivitas atau situasi
yang menjadi objek dari minat tersebut dengan disertai perasaan senang.
Jadi minat merupakan kecendrungan atau arah keinginan terhadap sesuatu
untuk memenuhi dorongan hati, minat merupakan dorongan dari dalam
diri yang mempengaruhi gerak atau kehendak terhadap sesuatu,
merupakan dorongan kuat bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu
yang mewujudkan pencapaian tujuan dan cita-cita yang menjadi
keinginannya. Minat memiliki unsur-unsur antara lain: perhatian,
persiapan, keingintahuan, kesiapan bertindak, dan kecendrungan untuk
terlibat.27
Walgito mendefinisikan perhatian sebagai pemusatan atau
konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada suatu
25 Ibid.
26Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. 2003. Hal. 57 27 Abdul Rahman Saleh. Et. al. Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam. Jakarta:Kencana.
objek28. Menurut Andersen perhatian adalah proses mental ketika stimuli
atau rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat
stimuli lainnya melemah29. Sehingga jika pengguna jejaring sosial
Instagram memusatkan perhatiannya pada akun @explorebanten akan
timbulnya pemahaman dari apayang ditampilkan akun tersebut.
Keingintahuan muncul ketika seseorang telah memfokuskan
konsentrasinya pada suatu objek yang dalam penelitian ini adalah akun
@explorebanten di jejaring sosial Instagram, keingintahuan muncul
ditandai dengan bertambahnya pengetahuan dan pendapatan informasi dari
akun @explorebanten
Selanjutnya timbul perasaan dalam diri individu, ketertarikan
adalah proses yang dialami setiap individu tetapi sulit dijelaskan. Tertarik
adalah suka atau senang, tetapi belum melakukan aktivitas. Sedangkan
Winkell mendefinisikan rasa tertarik sebagai penilaian positif terhadap
suatu obyek30. Rasa tertarik merupakan rasa yang dimiliki setiap individu
dalam ungkapan suka, senang dan simpati kepada sesuatu sebelum
melakukan aktivitas, sebagai penilian positif atau suatu obyek. Sehingga
perasaan ditandai dengan perasaan suka dan ketertarikan pada sesuatu,
yang dalam penelitian ini perasaan suka dan tertarik untuk melakukan
travelling setelah melihat akun @explorebanten di jejaring sosial
Instagram. Kesiapan bertindak adalah dimana individu mempunyai
28 Bimo Walgito. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi. 2002. Hal. 98.
keinginan meniru dan mencontoh dari apa yang ditampilkan, dengan kata
lain dalam penelitian ini dimana individu mempunyai keinginan untuk
bertindak melakukan traveelling sesuai dengan pengaruh akun
@explorebanten yang mereka lihat.
Kecenderungan untuk terlibat, kecenderungan untuk terlibat dapat
dikatakan sebagai situasi dimana individu mempunyai keinginan untuk
mengunjungi berbagai tempat wisata yang ditampilkan dan mengikuti apa
yang mereka lakukan, sebagai contoh individu mengunggah foto mereka
saat melakukan travelling ke jejaring sosial Instagram.
2.1.6 Akun @explorebanten
@explorebanten merupakan salah satu dari sekian banyaknya akun
yang mempromosikan pariwisata Indonesia khususnya daerah Banten.
Akun instagram @explorebanten berperan sebagai alat promosi wisata
untuk wilayah Banten, dengan followers sebanyak 34.6k pada (08 Februari
2017) dan juga telah memposting 491 foto yang berkaitan dengan
travelling ataupun wisata yang ada di Banten dengan media partner dan
promo yang dilakukan oleh bantenurban.com.
Dari hasil komuikasi peneliti dengan pengurus akun
@explorebanten tujuan awal mereka membuat akun ini adalah untuk
mengenalkan tempat-tempat wisata yang ada di wilayah Banten kepada
pengerus akun ini sangat baik, tidak sedikit dari masyarakat ikut
memberikan foto serta informasi mengenai tempat tempat wisata yang ada
di daerah Banten yang sudah terkenal maupun yang belum diketahui
banyak orang dan akun @explorebanten menjadi referensi tujuan
travelling masyarakat.
2.1.7 Efek Media Massa
Menurut Wiryanto dalam bukunya Pengantar Ilmu Komunikasi
(2004) Efek Komunikasi Massa terbagi menjadi dua, yaitu :
1. Efek Umum
Efek umum menyangkut efek „dasar‟ yang diramalkan dapat
terjadi akibat pesan-pesan yang disiarkan melalui media massa.
Schramm mengeukakan bahwa komunikasi massa mempunyai efek
yang „mengembang‟. Sebab, dalam banyak hal, komunikasi massa
telah mengambil alih fungsi komunikasi sosial. (Wiryanto, 2004:
89)
2. Efek Khusus
Efek khusus terutama menyangkut ramalan tentang efek yang
diperkirakan akan timbul pada individu-individu dalam suatu mass
audience pada perilaku mereka dalam menerima pesan-pesan
media massa. Shramm menyatakan “.. kita tidak dapat meramalkan
efek pada mass audience. Kita hanya dapat meramalkan efek pada
2.1.8 Teori Perbedaan Individu
Nama teori ini diketengahkan oleh Malvin D.Dafleur ini
lengkapnya “Indivual Differences Theory of Mass Communication Effect”.
Menurut teori ini individu-individu sebagai anggota khalayak sasaran
media massa secara selektif, menaruh perhatian kepada pesan-pesan
terutama jika berkaitan dengan kepentingannya, konsisten dengan
sikap-sikapnya, sesuai dengan kepercayaan yang didukung oleh nilai-nilainnya.
Tanggapannya terhadap pesan pesan tersebut diubah oleh tatanan
psikologisnya. Jadi efek media massa pada khalayak itu tidak seragam,
melainkan beragam disebabkan secara individual berbeda satu sama lain
dalam stuktur kejiwaannya.31
Anggapan dasar teori ini adalah bahwa manusia berbeda satu sama
lain ketika mereka diterpa media massa, hal ini bisa terjadi bisa karena
perbedaan psikologis, cara pandang berpikir, pengaruh lingkungan sekitar,
sikap, nilai, agama, kepercayaan dan sebagainya. Teori ini mengatakan
adanya pengaruh unsur-unsur psikologis yang berinteraksi dengan terpaan
media massa dan menghasilkan efek. Dengan demikian terdapat suatu
kaitan yang kuat antara pesan-pesan media dengan respon setiap
individunya. Respon atau tanggapan terhadap pesan-pesan tersebut diubah
oleh tatanan psikologis setiap individu tersebut. Jadi efek media kepada
khalayak massa itu tidak seragam melainkan beragam. Hal ini disebabkan
karena mereka secara individual berbeda antara satu dengan yang lainnya
31 Onong Uchjana Effendi. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
dalam struktur kejiwaan maupun pola hidup yang terbentuk oleh
lingkungan tempat individu tersebut dan berkembang.
2.2 Kerangka Berfikir
Salah satu bentuk media sosial yang digunakan untuk menyebarkan
informasi pariwisata adalah Instagram. Peranan instagram cukup besar untuk
pariwisata sendiri, banyak traveler sekarang ikut mulai berwisata setelah
melihat foto di Instagram. Instagram dirasa menjadi platform efektif untuk
menyebarkan informasi pariwisata. Foto-foto wisata menarik yang diunggah
pengguna Instagram nampaknya dapat mempengaruhi pengguna lainnya dan
menimbulkan respon bagi para pengguna Instagram lainnya. Ditambah
dengan banyaknya orang yang ingin dan melakukan travelling setelah adanya
akun yang membahas tentang travelling berkembang di masyarakat.
Gaya hidup masyarakat yang bergerak cepat dan bersentuhan langsung
dengan internet, menyebabkan model promosi tersebut sangat relevan
diaplikasikan baik destinasi wisata maupun pengelola akomodasi pariwisata
untuk melakukan pencitraan yang baik serta untuk menarik perhatian dan
minat para wisatawan, dari berbagai akun instagram terkait promosi wisata
indonesia belakangan ini banyak menghiasi timeline instagram dari sekian
banyak akun instagram yang mempromosikan pariwisata indonesia, salah satu
akun yang mempromosikan pariwisata Indonesia khususnya daerah Banten
yaitu akun instagram @explorebanten. Akun @explorebanten merupakan
akun yang digunakan untuk mempromosikan pariwisata yang ada di daerah
Dalam penelitian ini kerangka berfikir yang digunakan peneliti adalah
2.3 Hipotesis Penelitian
Secara etimologis, hipotesis dibentuk dari dua kata, yaitu Hypo dan kata
thesis. Hypo berarti kurang dan thesis adalah pendapat. Kedua kata itu kemudian
digunakan secara bersama menjadi hypothesis dan penyebutan dalam dialek
Bahasa Indonesia menjadi hipotesa kemudian berubah menjadi hipotesis yang
maksudnya adalah suatu kesimpulan yang masih kurang atau kesimpulan yang
belum sempurna.32
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah
penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk
kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru
didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta- fakta empiris
yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan
sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban
yang empirik.33
Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Ha : Terdapat Pengaruh antara Akun Instagram @Explorebanten
Terhadap Minat Berkunjung Ke Tempat Wisata Di Banten
Ho : Tidak terdapat Pengaruh antara Akun Instagram @Explorebanten
Terhadap Minat Berkunjung Ke Tempat Wisata Di Banten.
32 Burhan Bungin.Metodologi Penelitian Kuantitatif.2009. Hal.75
2.4 Operasionalisasi Variabel
Tabel 2.1
Operasional Variabel berdasarkan Olahan Peneliti
Variabel
Penelitian
Indikator Alat Ukur Skala
Akun
@explorebanten
(Variabel X)
Foto / Gambar 1.Menarik perhatian
2.Kualitas gambar
Frekuensi 1.Banyaknya Jumlah Like/suka Interval
Minat calon
Keingintahuan Bertambahnya Pengetahuan dan
2.5 Penelitian Terdahulu
Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu
Nama Peneliti Tanya Aulia
Aryanda
Tahun Penelitian 2015 2016 2017
Metode
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Pendekatan dan Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metodologi dan pendekatan kuantitatif. Metode
kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena sudah cukup lamadigunakan
sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode ini disebut
metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme. Metode ini
sebagai metode ilmiah telah memenuhi kaidah- kaidah ilmiah yaitu konkret atau
empiris, objektif, terukur, rasional, dan sistematis. Metode kuantitatif merupakan
penelitian yang berupa angka- angka dan analisis menggunakan ilmu statistik.
Penelitian kuantitatif dimulai dengan kegiatan menjajaki permasalahan yang akan
menjadi pusat perhatian peneliti. Penelitian kuantitatif dilakukan pada populasi
dan sampel tertentu yang representatif. Sifatnya deduktif untuk menjawab
rumusan masalah digunakan konsep atau teori sehingga dapat dirumuskan
hipotesis. Pada umumnya sampel yang diambil secara random, sehingga
kesimpulan hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi dimana sampel
tersebut diambil.34
Metode yang diusung dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode ini
menggunakan kuesioner sebagai instrument utama untuk mengumpulkan data.
Metode ini sering digunakan, karena desainnya sederhana serta prosesnya yang
cepat. Sementara menurut Irawan Soehartono (2002:54), bahwa penelitian survei
34 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. 2012. Hal.8
adalah penelitian pengamatan yang bersekala besar pada kelompok-kelompok
manusia.35 Tujuan survei yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah
untuk menggambarkan bagaimana pengaruh akun media social Instagram
@explorebanten terhadap minat wisatawa berkunjung (travelling) ke tempat
wisata di Banten. Dari jawaban-jawaban yang terhimpun dari berbagai responden
nanti, maka peneliti akan dapat menarik kesimpulan sehingga akan terjawab apa
dan bagaimana hubungannya terhadap presentasi diri. Mengapa memilih survei,
dikarenakan metode ini akan lebih mudah jika digunakan pada penelitian yang
bersifat asosiatif seperti yang peneliti gunakan.
Alasan peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif adalah lebih obyektif,
terukur rasional dan sistematis. Sesuai dengan pendapat yang diungkapkan oleh
S.Arikunto (2002:11) yang menjelskan tentang beberapa keuntungan penelitian
yang disajikan secara kuantitatif yaitu sebagai berikut:
1. Kejelasan unsur: tujuan, pendekatan, subjek, sampel, sumber data sudah
mantap dan rinci sejak awal.
2. Langkah penelitian: segala sesuatu direncanakan sampai matang ketika
persiapan disusun.
3. Dalam desain: desain, langkah-langkah penelitian dan hasil yang
diharapkan jelas.
4. Pengumpulan data: kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan
untuk diwakilkan.
5. Analisis data: dilakukan sesudah semua data terkumpul.
3.2 Paradigma Penelitian
Paradigma penelitian yang digunakan sesuai dengan metode penelitian
kuantitatif, yaitu paradigma positivistik. Paradigma positivistik dinyatakan
sebagai paradigma tradisional, eksperimental, atau paradigma empirisistis yang
dikembangkan oleh para ahli sosiologi seperti Comte, Durkheim dan Mill.
Positivisme menggambarkan pendekatan baru terhadap pengetahuan. Masyarakat
bergerak dalam tiga tahap berdasarkan pola pikir dari teologis atau fiktif ke
metafisik atau abstrak ke penjelasan ilmiah atau positif. Dalam tahap positif,
gejala sosial dapat diungkapkan melalui observasi empiris atas gejala tersebut.
Tidak seperti dalam tahap teologis dan metafisik yang mengandalkan kekuatan
inti tertentu pada terjasinya suatu gejala. Tahap positif ditandai oleh kepercayaan
akan data empiris sebagai sumber pengetahuan terakhir. Comte mengembangkan
pendekatan positivisme dalam mempelajari masyarakat berpendapat bahwa
aplikasi metodologi ilmu- ilmu alam dan asumsinya untuk mempelajari manusia
akan menghasilkan satu “positive science of society’’. Dia percaya bahwa perilaku
orang diatur oleh prinsip- prinsip sebab akibat.36
Begitu pula dalam penelitian ini, pada paradigma ini, suatu gejala dapat
diklasifikasikan, dan hubungan gejala bersifat kausal (sebab-akibat), maka peneliti
dapat melakukan penelitian dengan memfokuskan kepada beberapa variabel saja.
Paradigma positivistik atau empiris berasumsi bahwa kebenaran objektif dapat
dicapai dan bahwa proses meneliti untuk menemukan kebenaran dapat dilakukan