• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurusan psikologi pendidikan dan bimbingan Fakultas ilmu pendidikan upi 2009

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurusan psikologi pendidikan dan bimbingan Fakultas ilmu pendidikan upi 2009"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

Jurusan psikologi pendidikan dan bimbingan

Jurusan psikologi pendidikan dan bimbingan

Jurusan psikologi pendidikan dan bimbingan

Jurusan psikologi pendidikan dan bimbingan

Fakultas ilmu pendidikan upi

Fakultas ilmu pendidikan upi

Fakultas ilmu pendidikan upi

Fakultas ilmu pendidikan upi

2009

2009

2009

2009

(2)

LATAR BELAKANG

Mengapa bimbingan ?

1. FILOSOFIS

Manusia memiliki potensi untuk dikembangkan seoptimal mungkin

Potensi adalah laten power, yakni kekuatan,

kemampuan, keunggulan, keunikan yang belum tampak, belum menjadi prestasi, belum mewujud dalam bentuk perilaku

dalam bentuk perilaku

Perkembangan optimal adalah perkembangan yang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Prestasi

(achievement) sesuai dengan yang diprediksikan

Individu yang prestasinya di atas yang diprediksikan disebut over achievement

Individu yang prestasinya di bawah yang diprediksikan disebut under achievement

(3)

2. PSIKOLOGIS

Manusia bersifat unik

Memiliki kebebasan, kemerdekaan untuk mengembangkan keunikannya

3. KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA

Terjadi perubahan sistem nilai dalam kehidupan sosial budaya

Nilai menjadi hal penting

Bimbingan dan konseling membantu indivisu memelihara, menginternalisasi, memperhalus, dan memaknai nilai sebagai landasan dan arah mengembangkan diri

menginternalisasi, memperhalus, dan memaknai nilai sebagai landasan dan arah mengembangkan diri

4. KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Peserta didik memerlukan bantuan dari pembimbing untuk menyesuaikan minat dan kemampuan mereka terhadap

kesempatan dunia kerja yang cenderung semakin berubah dan meluas

5. DEMOKRATISASI TERUTAMA DALAM PEMERINTAHAN 6. PERLUASAN PROGRAM PENDIDIKAN

(4)

KONSEP BIMBINGAN

PROSES

MEMBANTU

UNTUK

MEMFASILITASI

INDIVIDU AGAR

BERKEMBANG OPTIMAL

BERKEMBANG OPTIMAL

MEMBANTU MERUPAKAN SESUATU

YANG

TIDAK DIRASAKAN SEBAGAI

PAKSAAN

PERKEMBANGAN OPTIMAL ADALAH

PERKEMBANGAN YANG SESUAI DENGAN

POTENSI INDIVIDU

(5)

KONSEP PEMBELAJARAN

Upaya yang dilakukan pendidikan agar peserta didik

belajar atau membelajarkan diri

Belajar yang dimaksud adalah proses perubahan

perilaku sebagai akibat dari pengalaman

perilaku sebagai akibat dari pengalaman

Perubahan yang terjadi :

X = 0

X’ = 1 atau 2 dst

X = 1 atau 2 dst

X’ = 2 atau 3 dst

X = -1 atau -2 dst

X’ = 0, atau 1, atau 2 dst

Perubahan sebagai hasil pembelajaran bersifat

(6)

PEMBELAJARAN BERBASIS

BIMBINGAN

PEMBELAJARAN YANG BERLANDASKAN PADA PRINSIP-PRINSIP BIMBINGAN

DIDASARKAN PADA NEEDS ASSESMENT

DIKEMBANGKAN DALAM SUASANA MEMBANTU (HELPING RELATIONSHIP)

EMPATI EMPATI KETERBUKAAN KEHANGATAN PSIKOLOGIS REALISTIS BERSIFAT MEMFASILITASI BERORIENTASI PADA :

LEARNING TOBE belajar untuk menjadi

LEARNING TO LEARN belajar untuk belajar

TO WORK belajar untuk bekerja dan berkarier

AND TO LIVE TOGETHER belajar untuk hid up bersama

(7)

TUJUAN BIMBINGAN

Individu dapat merencakan kegiatan penyelesaian studi dan

merencanakan karier serta kehidupannya di masa yang akan datang

Individu dapat mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan Individu dapat mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan

yang dimilikinya seoptimal mungkin

Individu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan

pendidikan, lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya

Individu dapat mengatasi hambatan dan kesulitan yang

dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat maupun lingkungan kerja

(8)

KESEMPATAN YANG HARUS

DIPEROLEH INDIVIDU

Mengenal dan memahami potensi, kekuatan, dan

tugas-tugasnya

Mengenal dan memahami potensi-potensi yang ada di

lingkungannya lingkungannya

Mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta

rencana tercapainya tujuan tersebut

Memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri

Menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya,

lembaga tempat bekerja dan masyarakat

Menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan

lingkungannya

Mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya

(9)

PRINSIP-PRINSIP BIMBINGAN

a. Proses membantu individu

b. Bertitik tolak pada individu yang dibimbing

c. Didasarkan pada pemahaman atas keragaman individu yang

dibimbing dibimbing

d. Pada batas tertentu perlu ada referal

e. Dimulai dengan identifikasi atas kebutuhan individu f. Diselenggarakan secara luwes dan fleksibel

g. Sejalan dengan visi dan misi lembaga

h. Dikelola oleh orang yang memiliki keahlian di bidang

bimbingan

(10)

RAGAM LAYANAN BIMBINGAN

Layanan dasar

mengembangkan perilaku efektif dan keterampilan hid up sesuai tugas perkembangan

Layanan responsif Layanan responsif

memenuhi kebutuhan yang dirasakan sangat penting untuk segera dibantu

Layanan perencanaan individual

membuat dan menimplementasikan rencana-rencana pendidikan, karier, dan sosial pribadi

Dukungan sistem

kegiatan manajemen untuk memelihara, memantapkan, dan meningkatkan program

(11)

RAGAM PENDEKATAN BIMBINGAN

PENDEKATAN KRISIS

BAGI INDIVIDU YANG MENGALAMI KRISIS ATAU MASALAH SEHINGGA KELUAR DARI MASALAH ATAU KRISIS

PENDEKATAN REMEDIAL PENDEKATAN REMEDIAL

BAGI INDIVIDU YANG MEMILIKI KELEMAHAN ATAU

KEKURANGAN SEHINGA MAMPU MENUTUPI KELEMAHAN DAN MEMPERBAIKI KEKURANGAN

PENDEKATAN PREVENTIF

UNTUK MENJAGA INDIVIDU DARI MASALAH/KRISIS

PENDEKATAN PERKEMBANGAN

PENGEMBANGAN POTENSI ATAU KEKUATAN YANG DIMILIKI

(12)

RAGAM TEKNIK BIMBINGAN

Konseling

Nasihat

Nasihat

Bimbingan kelompok

Konseling kelompok

(13)

FITRAH = POTENSI

2 dari 3 gejala utama1 dari 5gejala minordemamberkepanjanganlebih dari 3 bulandiare kronislebih dari 1 bulanberulang maupunterus-meneruspenurunanberat badanlebih dari 10%dalam 3 bulanbatuk kronisselama lebihdari 1 bulaninfeksi pada mulutdan tenggorokandisebabkan oleh jamur

Candida albicans

pembengkakankelenjar getah beningyang menetapdi seluruh tubuhmunculnyaberulang

Herpes zorter

(14)

Otak Merupakan Pusat

Berfikir

Berkreasi

Beradab

(15)

Pusat Kecerdasan

Sistem Limbik

Cortex Cerebri

(Kecerdasan Rasional)

Lobus Temporalis

(Kecerdasan Spiritual)

Sistem Limbik

(Kecerdasan

Emosional)

(16)

SISTEM PENDIDIKAN SAAT INI

(Berfokus di Otak Kiri)

• Logika

Otak Kanan

Otak Kiri

• Musik

• Logika

• Kata/bahasa

• Matematika

• Urutan

• Musik

• Gambar

• Warna

• Imajinasi

• Kreativitas

(17)

SISTEM PENDIDIKAN SAAT INI

Sistem Limbik Sebagai Pusat Emosi

Belum

Banyak Dilibatkan dalam

Pembelajaran

(18)

OTAK

1. Menyimpan Informasi

2. Menyusun Ulang Informasi

(19)

Semakin berlekuk

Semakin berlekuk

Semakin berlekuk

Semakin berlekuk

Semakin Luas

Semakin Luas

Semakin Cerdas

Semakin Cerdas

(20)

SISTEM PENDIDIKAN SAAT INI

Berfikir Lateral

Cenderung Linier tidak ada ruang

untuk :

Berfikir Lateral

Berfikir Alternatif

Berfikir

Nyeleneh

Berfikir Terbuka

(21)

Sistem Pendidikan yang Ideal

Optimalisasi Seluruh Otak

Penerimaan, Otak Rasional Otak Spiritual Otak Emosional Penerimaan, Pengolahan, Penyimpanan, dan Penggunaan Informasi Efisien

(22)

Otak Spiritual Spiritual keagamaan Akhlak mulia Otak Emosional Pengendalian diri Perserta Didik Aktif SUASANA BELAJAR

PENDIDIKAN

SISDIKNAS 2003

Otak Rasional Pengendalian diri Kepribadian Kecerdasan Keterampilan Aktif Mengembangkan Potensi Diri PROSES PEMBELAJARAN

PENDIDIKAN

(23)

Pintu Masuk Informasi

Penglihatan

Pendengaran

Penciuman

Penciuman

Perabaan

Pengecapan

(24)

PERBANDINGAN KOMPUTER DAN OTAK

Digunakan menjadi aus

Digunakan bertambah canggih

Keyboard

CPU

Monitor

Panca Indra

Otak

(25)

Jenis Kecerdasan

Jenis Kecerdasan

1. Linguistik

2. Matematika

3. Spasial

TAMBAHAN

3. Spasial

4. Kinestetik

5. Musik

6. Antar pribadi

7. Inter pribadi

TAMBAHAN

1.

Naturalis

2.

Eksistensia

3.

Spiritualis

(26)

Hukum Dasar Otak

Hukum Dasar Otak

(Dryden, 2001)

(Dryden, 2001)

1.

1.

Otak

Otak menyimpan

menyimpan informasi

informasi dalam

dalam sel

sel--sel

sel

sarafnya

sarafnya

2.

2.

Otak

Otak mempunyai

mempunyai komponen

komponen untuk

untuk menciptakan

menciptakan

kebiasaan

kebiasaan dalam

dalam berpikir

berpikir dan

dan berperilaku

berperilaku

Otak

Otak menyimpan

menyimpan informasi

informasi dalam bentuk

dalam bentuk kata

kata,

,

kebiasaan

kebiasaan dalam

dalam berpikir

berpikir dan

dan berperilaku

berperilaku

3.

3.

Otak

Otak menyimpan

menyimpan informasi

informasi dalam bentuk

dalam bentuk kata

kata,

,

gambar

gambar, dan

, dan warna

warna

4.

4.

Otak tidak membedakan fakta dan ingatan.

Otak tidak membedakan fakta dan ingatan.

Otak

Otak bereaksi

bereaksi terhadap

terhadap ingatan

ingatan sama

sama persis

persis

dengan

dengan reaksinya

reaksinya terhadap

terhadap fakta

fakta

5.

5.

Imajinasi

Imajinasi dapat

dapat memperkuat

memperkuat otak

otak dan

dan

mencapai

(27)

Hukum Dasar Otak

(Dryden, 2001)

6.

Konsep dan informasi dalam otak disusun dalam

bentuk pola-pola

7.

Alat indra dan reseptor saraf menghubungkan otak

dengan dunia luar. Latihan indra dan latihan fisik

dengan dunia luar. Latihan indra dan latihan fisik

dapat memperkuat otak

8.

Otak tak pernah istirahat. Ketika otak rasional

kelelahan dan tak dapat menuntaskan pekerjaan,

otak intuitif akan melanjutkannya

9.

Otak dan hati berusaha dekat. Otak yang diasah

terus menerus akan menjadi semakin bijak dan

tenang

10. Kekuatan otak juga ditentukan oleh makanan fisik

yang diterima otak.

(28)

Pembelajaran Belahan Otak Kanan dan Kiri

Sistem Pendidikan harus menyediakan model

(29)

Ruang Kelas

Musik lembut

Musik lembut

Bau wangi

Bau wangi

Bersih/rapi

Bersih/rapi

Humor tinggi

Humor tinggi

Humor tinggi

Humor tinggi

(30)

LEMBAGA PENDIDIKAN

• Mengajarkan kepintaran

• Melatih kepekaan rasa

(31)

Sistem Limbik

Sistem Limbik

(Kecerdasan

Emosional)

Otak

Otak emosional

emosional berpusat

berpusat di

di sistem

sistem limbik

limbik

Kerjasama

Kerjasama otak

otak emosional

emosional dan

dan rasional

rasional

keputusan

(32)

TANDA-TANDA

BERBAKAT

• Mempunyai ingatan yang kuat

• Mempunyai logika dan keterampilan analisis

yang kuat

yang kuat

• Mampu berfikir abstrak

• Mampu membaca tata letak

• Mempunyai keterampilan mekanis

• Mempunyai bakat musik dan seni

• Luwes dalam atletik dan menari

• Pintar bersosialisasi

(33)

Kecerdasan Emosional

(Internal)

(Internal)

(Internal)

(Internal)

Memotivasi diri sendiri

Memotivasi diri sendiri

Bertahan menghadapi frustrasi

Mengendalikan dorongan hati

Mengatur suasana hati

Mengelola stress

(34)

WILAYAH KECERDASAN EMOSIONAL

(Eksternal)

• Mengenali emosi diri

• Mengelola emosi

• Memotivasi diri

• Mengenali emosi orang lain

Melalui dinamika Melalui dinamika kelompok

kelompok

• Membina hubungan

EI dapat diajarkan dan dikembangkan

Kemampuan menunda pemuasan sangat besar sumbangannya bagi Kemampuan menunda pemuasan sangat besar sumbangannya bagi kemampuan intelektual (Goleman, 1997)

(35)

INDIKATOR INTELEKTUAL

• Mudah menangkap pelajaran

• Mudah mengingat kembali

• Memiliki perbendaharaan kata yang luas

• Memiliki perbendaharaan kata yang luas

• Penalaran tajam

• Daya konsentrasi baik

• Senang dan sering membaca

• Cepat memecahkan soal

(36)

INDIKATOR

KREATIVITAS

• Memiliki rasa ingin tahu yang besar

• Sering mengajukan pertanyaan yang berbobot

• Memberikan banyak gagasan dan usul terhadap

suatu masalah

suatu masalah

• Mempunyai daya imajinasi yang kuat

• Mampu mengajukan pemikiran, gagasan pemecahan

masalah yang berbeda dari orang lain

• Mampu mengembangkan atau merinci suatu

(37)

INDIKATOR MOTIVASI

• Tekun menghadapi tugas

• Ulet menghadapi kesulitan

• Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk

• Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk

berprestasi

• Selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin

• Senang dan rajin belajar, penuh semangat, cepat

bosan dengan tugas-tugas rutin

(38)

PROSES IDENTIFIKASI POTENSI

PESERTA DIDIK

DATA OBYEKTIF

DATA SUBYEKTIF

DATA OBYEKTIF

• Skor tes inteligensi

• Skor tes akademik

• Skor tes kreativitas

DATA SUBYEKTIF

• Ceklist perilaku

• Nominasi oleh guru

• Nominasi oleh orang tua

• Nominasi oleh teman

sejawat

(39)

CONTOH IDENTIFIKASI POTENSI

PESERTA DIDIK

NO KEGIATAN YANG DILAKUKAN YA TIDAK

1 Suka berhitung 2 Suka main catur

3 Senang bermain teka-teki

4 Senang membaca berbagai artikel 5 Suka menulis

6 Suka membuat puisi 7 Mudah mengingat nama

8 Senang mendengarkan musik 9 Senang berimajinasi

10 Suka olah raga

(40)

Contoh Nominasi Guru Pada

Contoh Nominasi Guru Pada

Indikator Kreativitas

Indikator Kreativitas

No

No

Indikator Kreativitas

Indikator Kreativitas

SkorSkor

1

1 22 33 44 JumlahJumlah

1

1 Memiliki rasa ingin tahu yang tinggiMemiliki rasa ingin tahu yang tinggi 2

2 Sering mengajukan pertanyaan yang Sering mengajukan pertanyaan yang berbobot

berbobot berbobot berbobot 3

3 Memberikan banyak gagasanMemberikan banyak gagasan

4

4 Mampu menyatakan pendapat secara Mampu menyatakan pendapat secara

spontan spontan 5

5 Mempunyai daya imajinasi yang kuatMempunyai daya imajinasi yang kuat 6

6 Senang mencoba halSenang mencoba hal--hal yang baruhal yang baru Jumlah Skor

(41)

Hasil Penjaringan Potensi Peserta Didik

Mata Pelajaran

Skala Prestasi

0 rata-rata 10

Matematika

*

Sains

*

Pengetahuan

*

Pengetahuan

Sosial

*

Bahasa

*

(42)

Peran PEMBELAJARAN Dalam

Peran PEMBELAJARAN Dalam

Peran PEMBELAJARAN Dalam

Peran PEMBELAJARAN Dalam

Mengembangkan Potensi

Mengembangkan Potensi

Mengembangkan Potensi

Mengembangkan Potensi

Peserta didik

Peserta didik

Peserta didik

Peserta didik

• Memberikan kesempatan

untuk bermain dan

berkreativitas

• Memberikan suasana aman

dan bebas secara

dan bebas secara

psikologis

• Disiplin yang tidak kaku,

boleh mempunyai gagasan

sendiri dan berpartisipasi

secara aktif

• Memberi kebebasan

berpikir kreatif dan

(43)

GAMBAR

GAMBAR

STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS

STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS

BIMBINGAN DAN KONSELING

BIMBINGAN DAN KONSELING

SISWA YANG BERAGAM RELIGIUS TEORI EKONOMI SOSIAL POLITIK MENJADI HIDUP TAHU PRIBADI SOSIAL BELAJAR BERIMAN & BERTAQWA, MANDIRI, PARTISIPATIF PELAJAR EFEKTIF MASUKAN PROSES KELUARAN BERAGAM POLITIK ESTETIK TAHU KERJA BELAJAR KARIER EFEKTIF PEKERJA PRODUKTIF

INDIVIDU - NILAI BELAJAR - BIMBINGAN

(44)

SEKIAN & TERIMAKASIH

Selamat mengembangkan keberbakatan intelektual, emosional, dan spiritual di lembaga pendidikan Anda. Semoga kita termasuk insan yang pandai bersyukur.

Referensi

Dokumen terkait

“Dalam meningkatkan pelayanan kami menggunakan berbagai macam strategi, seperti kami bekerjasama dengan 6 online media lokal, 2 online media regional, 6 koran harian regional, 3

“rasio lancar digunakan untuk menganalisa dan menginterpretasikan posisi keuangan jangka pendek, juga sangat membantu manajemen untuk mengecek efisiensi modal kerja yang

Pelham, 1999, Influence of Environment, Strategy, and Market Orientation on Performance in Small Manufacturing Firms, journal of Business research, Vol. Porter M., 1980,

Mengenai realitas gejala pada kasus diatas tentang jual beli barang rosok tidak menggunakan alat timbang di Kebonharjo Semarang Utara sebagaimana dideskripsikan

Rubahlah fokus pemasaran anda seperti ini untuk lebih memberikan keyakinan, dorongan dan kenyamanan kepada pelanggan setia yang sudah kenal dan menjadi konsumen anda sebelumnya,

PT. Dayana Cipta Manado merupakan perusahaan konstruksi yang memiliki masalah dalam mengolah data, khususnya pada bagian penerimaan pelaporan, dimana barang yang diambil

Menurut Payne (2008), menyatakan bahwa proses adalah "menciptakan dan memberikan jasa kepada konsumen, merupakan faktor utama dalam bauran pemasaran” Untuk

Koleksi Karya Sastra khususnya terbitan Balai Pustaka yang jumlahnya ribuan yang dimiliki Perpustakaan Nasional sudah saatnya dialihmediakan atau digitalisasi sebagai bentuk dari