• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

+

 Pada bulan Agustus 2015, Kota Bengkulu mengalami inflasi sebesar 1,99 persen. Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik di 82 kota di Indonesia, pada bulan Agustus 2015 ini, 59 kota IHK mengalami inflasi, dan 23 kota mengalami deflasi. Kota Bengkulu menempati urutan ke-2. Kota IHK yang mengalami inflasi tertinggi adalah Tanjung Pandan dengan besaran 2,29 persen, inflasi terendah terjadi di kota Probolinggo, Kediri, Sumenep sebesar 0,02 persen. Sementara kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah Ambon dengan besaran -1,77 persen.

 Inflasi Kota Bengkulu Agustus 2015 terjadi pada semua kelompok pengeluaran dengan besaran pada masing-masing kelompok adalah sebagai berikut ; kelompok bahan makanan sebesar 1,63 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 1,64 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,05 persen, kelompok sandang sebesar 0,15 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,17 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 7,97 persen dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,06 persen.

 Laju inflasi tahun kalender (Desember 2014-Agustus 2015 ) tercatat sebesar 3,10 persen dan laju inflasi tahunan (Agustus 2014 - Agustus 2015) tercatat sebesar 9,68 persen.

No.51/09/17/Th.XVII, 1 September 2015

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

BULAN AGUSTUS 2015 KOTA BENGKULU MENGALAMI INFLASI 1,99 persen

Perkembangan harga barang dan jasa di kota Bengkulu selama bulan Agustus 2015 secara umum tercatat mengalami kenaikan. Hal ini tercermin dari naiknya nilai Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Agustus 2015 (IHK 2012 = 100) sebesar 1,99 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 1,38 persen.

Gambar 1

Inflasi Kota Bengkulu Desember 2012 - Agustus 2015

0,82

0,67

1,99

-2 -1 0 1 2 3 4 D e s 2 0 1 2 Ja n 2 0 1 3 Fe b Mar Ap r M a y Ju n Ju l A u g Sep Oc t N o v Des 2 0 1 3 Ja n 2 0 1 4 Fe b Ma r A p r M a y Ju n Ju l A gs Sep t O kt N o v D e s Ja n 2 0 1 5 Fe b Ma r A p r M ei Ju n i Ju li A gu st u s

(2)

kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 1,64 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,05 persen, kelompok sandang sebesar 0,15 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,17 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 7,97 persen dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,06 persen.

Berdasarkan perubahan harga yang terjadi pada setiap kelompok komoditi tersebut, masing-masing kelompok pengeluaran memberikan andil inflasi sebagai berikut : kelompok bahan makanan 0,42 persen; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,26 persen; perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,05 persen; sandang 0,01 persen; kesehatan sebesar 0,17 persen; pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,66 persen; serta kelompok transportasi, komunikasi & jasa keuangan sebesar 0,58 persen.

Tabel 1

Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi Kota Bengkulu Bulan Agustus 2015 (IHK 2012 = 100)

*) Persentase perubahan IHK bulan Agustus 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK bulan Agustus 2015 terhadap IHK bulan Desember 2014 ***) Persentase perubahan IHK bulan Agustus 2015 terhadap IHK Agustus 2014

Tabel 2

Perubahan Harga dan Andil Beberapa Komoditi Terhadap Inflasi Kota Bengkulu Agustus 2015 (2012=100)

No Komoditi Perubahan Harga Inflasi Andil (persen)

No Komoditi Perubahan Harga Inflasi Andil (persen) 1 Angkutan udara 24,1579 0,5400 1 Tulang sapi -21,4963 -0,0533 2 Akademi/perguruan tinggi 19,1500 0,3363 2 Bawang merah -8,7216 -0,0373

3 Beras 3,5554 0,1897 3 Nila -5,8119 -0,0346

4 Sekolah dasar 17,4395 0,1827 4 Anggur -11,1879 -0,0128 5 Daging ayam ras 9,0486 0,1686 5 Ayam hidup -16,2186 -0,0119 6 Nasi dengan lauk 5,8318 0,1080 6 Semangka -9,7706 -0,0119 7 Cabai merah 4,7112 0,0916 7 Tomat buah -3,6736 -0,0117 8 Taman kanak-kanak 20,5902 0,0850 8 Buncis -10,6221 -0,0112

9 Ayam goreng 9,9329 0,0538 9 Tempoyak -11,4233 -0,0110

10 Mobil 2,4300 0,0439 10 Petai -9,6043 -0,0109

Inflasi pada bulan ini terutama disebabkan oleh naiknya tarif angkutan udara, akademi/perguruan tinggi, beras, uang masuk sekolah dasar (swasta), daging ayam ras, nasi dengan lauk, cabai merah, Taman Kanak-kanak, ayam goreng, mobil dan beberapa komoditi lainnya yang mengalami kenaikan

Kelompok pengeluaran IHK Juli 2014 Agustus IHK 2015 Andil Inflasi Agustus 2015 Inflasi Agustus 2015 *) Laju Inflasi Tahun Kalender**) Laju Inflasi Year on Year***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 125,91 128,41 1,99 1,99 3,10 9,68 1.Bahan makanan 136,45 138,67 0,42 1,63 0,20 12,98

2.Makanan Jadi, minuman, rokok dan tembakau 120,42 122,40 0,26 1,64 4,65 6,17 3.Perumahan, air, listrik gas, dan bahan bakar 118,02 118,27 0,05 0,21 2,81 8,25

4.Sandang 113,55 113,72 0,01 0,15 3,89 3,57

5.Kesehatan 124,78 124,99 0,01 0,17 6,38 9,30

6.Pendidikan, rekreasi dan olah raga 118,37 127,80 0,66 7,97 10,00 10,40 7.Transpor, komunikasi dan jasa keuangan 135,75 139,91 0,58 3,06 2,26 11,67

(3)

+

harga, sementara turunnya harga beberapa komoditi seperti tulang sapi, bawang merah, nila, anggur, ayam hidup, semangka, tomat buah, buncis, tempoyak, petai dan beberapa komoditi lainnya yang mengalami penurunan harga tidak mampu meredam inflasi yang terjadi pada bulan ini.

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1.

Kelompok Bahan Makanan

Pada bulan Agustus 2015 kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 1,63 persen. Dari sebelas subkelompok yang tergabung dalam kelompok ini, sembilan subkelompok mengalami kenaikan indeks, sementara dua subkelompok lainnya mengalami penurunan indeks. Kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan terutama disebabkan oleh kenaikan indeks pada subkelompok daging dan hasil-hasilnya 4,23 persen, padi-padian , umbi-umbian dan hasilnya 3,33 persen, sayur-sayuran 2,03 persen, telur, susu dan hasil-hasilnya 1,59 persen, lemak dan minyak 1,14 persen, bumbu – bumbuan 1,02 persen, kacang – kacangan 0,28 persen, bahan makanan lainnya, 0,10 persen, buah – buahan 0,08 persen. deflasi terjadi pada subkelompok ikan diawetkan dan ikan segar. Naiknya indeks harga pada kelompok bahan makanan pada bulan ini memberi andil inflasi sebesar 0,42 persen, yang terutama disebabkan oleh naiknya harga beras, daging ayam ras, cabai merah, telur ayam ras, jengkol, jeruk, daging sapi, bayam, kape-kape, mie kering instant, cabe hijau dan lainnya.

2.

Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Agustus 2015 mengalami inflasi 1,64 persen. Kenaikan indeks pada kelompok ini dipicu oleh naiknya harga nasi dengan lauk, ayam goreng, mie, rendang, ikan bakar, gulai, tekwan/model, sate, soto dan rokok kretek filter. Secara keseluruhan kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau memberikan andil inflasi sebesar 0,26 persen.

3.

Kelompok Perumahan

,

Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Pada bulan Agustus 2015 , kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,21 persen. Kenaikan indeks terutama dipicu oleh naiknya tarif kontrak rumah, mesin cuci, pembasmi nyamuk cair, kulkas/lemari es , upah pembentu rumah tangga, pembasmi nyamuk cair dan elektrik, tariff listrik, air conditioner (AC), magic com, pengharum/pelembut cucian, sabun detergen bubuk/cair, kipas angin, sprey, dan kompor. Secara keseluruhan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberi andil inflasi sebesar 0,05 persen.

4. Kelompok Sandang

Kelompok sandang pada bulan Agustus 2015 mengalami inflasi sebesar 0,15 persen. Komoditi pemicu inflasi pada bulan ini antara lain karena kenaikan harga baju muslim, baju batik, emas perhiasan dan pembalut wanita. Secara keseluruhan kelompok sandang memberikan andi inflasi sebesar 0,01 persen.

5. Kelompok Kesehatan

Kelompok kesehatan pada bulan Agustus 2015 mengalami inflasi sebesar 0,17 persen. Kenaikan indeks disebabkan oleh naiknya harga obat dengan resep, pasta gigi, sikat gigi, bedak, parfum, sabun

(4)

6. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan,rekreasi dan olahraga pada bulan Agustus 2015 mengalami inflasi tertinggi dengan besaran 7,97 persen. Pemicu inflasi pada kelompok ini adalah karena naiknya biaya pendidikan yang terjadi pada kelompok bermain, taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, kenaikan biaya dikarenakan antara lain, biaya masuk, biaya pendaftaran, SPP dan BP3/Komite yang final penetapannya di bulan Agustus. Selain sub kelompok pendidikan, juga terjadi kenaikan harga pada sub kelompok perlengkapan dan peralatan pendidikan berupa personal computer dan kenaikan harga pada sub kelompok rekreasi dan olah raga yaitu televisi berwarna dan tarif kolam renang Secara keseluruhan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga memberikan andil inflasi sebesar 0,66 persen.

7. Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada bulan Agustus 2015 mengalami inflasi terbesar kedua setelah kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yaitu sebesar 3,06 persen. Pemicu inflasi pada kelompok ini adalah karena adanya kenaikan tarif angkutan udara, kenaikan harga mobil dan bahan pelumas/oli. Secara keseluruhan, kelompok transpor, komunikasi, & jasa keuangan menyumbang andil inflasi sebesar 0,58 persen.

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Pada Agustus 2015 ini Kota Bengkulu inflasi 1,99 persen, angka ini jauh lebih tinggi dari bulan Agustus 2014 dan 2013 yang mengalami inflasi sebesar 0,82 persen dan 0,67 persen. Laju inflasi tahunan/year on year pada Agustus 2015 sebesar 9,68 persen, juga jauh lebih tinggi dari Agustus 2014 yang sebesar 5,44 persen namun sedikit lebih tinggi dari Agustus 2013 yang sebesar 9,02 persen.

Gambar2

Perbandingan Inflasi Kota Bengkulu Bulan Agustus 2013-2015 (2012=100)

PERBANDINGAN ANTAR KOTA DI INDONESIA

Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik di 82 kota di Indonesia pada bulan Agustus 2015 ini, 59 kota IHK mengalami inflasi, dan 23 kota mengalami deflasi. Kota Bengkulu menempati urutan ke-2. Kota IHK yang mengalami inflasi tertinggi adalah Tanjung Pandan dengan besaran 2,29 persen, inflasi terendah terjadi di kota Probolinggo,Kediri, Sumenep (0,02%). Sementara kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah Ambon dengan besaran -1,77 persen

. 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00 10,00

Inflasi Agustus Laju Inflasi Tahun Kalender

Laju Inflasi Year on year 0,82 8,89 9,02 0,67 4,20 5,40 1,99 3,10 9,68 2013 2014 2015

(5)

+

PERBANDINGAN ANTAR KOTA DI SUMATERA

Dari 23 Kota di wilayah Sumatera yang dipantau tingkat inflasinya pada bulan Agustus 2015, sebanyak 15 kota mengalami inflasi dan 8 kota mengalami deflasi. Bengkulu menempati urutan ke 2 untuk wilayah sumatera yang mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 2,29 persen, inflasi terendah sebesar 0,23 persen terjadi di Bungo, sementara deflasi tertinggi sebesar -0,73 persen terjadi di Sibolga.

Tabel 3

Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi Kota-Kota di Sumatera Agustus 2015 (2012=100)

Gambar 3

Inflasi Kota-Kota di Sumatera pada bulan Juli 2015 dan Agustus 2015

-0,73 Sibolga 1,99 Tanjung Pandan 2,29 -1,00 0,00 1,00 2,00 3,00 Meu la b o h B an d a A ce h Lh o kseu m aw e Si b o lg a P e m ata n g Si an ta r Med an P a d an g S id em p u an P ad an g B u ki tt in ggi Te m b ila h an P e ka n B ar u D u m ai B u n go Ja m b i P al e m b an g Lu b u k Li n gga u B e n gk u lu B an d ar La m p u n g Me tr o Ta n ju n g P an d an P an gk al P in an g B ata m Ta n ju n g P in an g Inflasi Aug-15

Inflasi Jul-15 Bengkulu

K O T A IHK Agustus 2015 Inflasi Agustus 2015 K O T A IHK Agustus 2015 Inflasi Agustus 2015 [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8]

1 Tanjung pandan 128,17 2,29 13 Tembilahan 126,25 0,25

2 Bengkulu 128,41 1,99 14 Jambi 121,47 0,25

3 Batam 121,67 0,70 15 Bungo 119,45 0,23

4 Medan 123,63 0,59 16 Lhokseumawe 115,70 -0,15

5 Pangkal pinang 122,35 0,58 17 Pematang siantar 123,34 -0,20

6 Bukittinggi 119,74 0,55 18 Banda aceh 115,71 -0,22

7 Dumai 122,44 0,55 19 Padang sidempuan 119,03 -0,33

8 Lubuk linggau 119,42 0,49 20 Metro 129,26 -0,33

9 Pekan baru 121,53 0,45 21 Tanjung pinang 121,42 -0,34

10 Bandar lampung 122,19 0,41 22 Meulaboh 120,30 -0,63

11 Padang 125,44 0,38 23 Sibolga 122,41 -0,73

(6)

Menurut Kelompok/Subkelompok Bulan Agustus 2015 (IHK 2012 = 100)

Kelompok/Sub kelompok IHK Agustus 2015 % perubahan terhadap Juli 2015 Inflasi Tahun Kalender Inflasi Y o Y (1) (4) (5) (6) (7) U M U M / T O T A L 128,41 1,99 3,10 9,68 I BAHAN MAKANAN 138,67 1,63 0,20 12,98

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 136,00 3,33 12,94 19,69

Daging dan Hasil-hasilnya 137,60 4,23 34,60 14,83

Ikan Segar 118,79 -1,38 2,29 4,38

Ikan Diawetkan 145,34 -0,09 1,58 7,55

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 130,74 1,59 8,08 10,26

Sayur-sayuran 168,81 2,03 12,61 11,94

Kacang - kacangan 115,80 0,28 1,86 2,71

Buah - buahan 161,86 0,08 1,05 2,42

Bumbu - bumbuan 157,13 1,02 -38,91 32,28

Lemak dan Minyak 119,05 1,14 2,68 1,04

Bahan Makanan Lainnya 134,71 0,10 9,74 18,06

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 122,40 1,64 4,65 6,17

Makanan Jadi 124,43 2,86 5,56 7,33

Minuman yang Tidak Beralkohol 115,71 -0,15 2,90 5,12 Tembakau dan Minuman Beralkohol 122,03 0,07 3,71 4,28

III PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR 118,27 0,21 2,81 8,25

Biaya Tempat Tinggal 116,37 0,16 2,60 7,33

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 128,22 0,05 1,89 11,70

Perlengkapan Rumahtangga 111,68 0,78 5,42 6,97 Penyelenggaraan Rumahtangga 113,97 0,55 4,56 7,07 IV SANDANG 113,72 0,15 3,89 3,57 Sandang Laki-laki 118,73 -0,10 7,83 8,55 Sandang Wanita 119,13 0,46 2,83 3,22 Sandang Anak-anak 115,52 0,00 2,58 3,16

Barang Pribadi dan Sandang Lain 99,00 0,24 1,20 -2,35

V KESEHATAN 124,99 0,17 6,38 9,30

Jasa Kesehatan 133,82 0,00 14,20 15,08

Obat-obatan 112,21 0,79 1,96 6,35

Jasa Perawatan Jasmani 136,42 0,00 5,97 12,52

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 121,95 0,08 2,11 5,24

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 127,80 7,97 10,00 10,40

Pendidikan 140,09 12,64 13,69 13,69

Kursus-kursus / Pelatihan 103,03 0,00 1,62 2,58

Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 116,05 0,70 6,20 7,35

Rekreasi 108,07 1,09 2,54 2,96

Olahraga 125,01 0,49 9,61 14,35

VII TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 139,91 3,06 2,26 11,67

Transpor 161,61 4,35 3,18 16,49

Komunikasi Dan Pengiriman 100,00 0,00 -0,13 -0,07

Sarana dan Penunjang Transpor 115,02 0,00 0,41 3,04

(7)

DATA

Mencerdaskan Bangsa

BPS PROVINSI BENGKULU

Informasi lebih lanjut hubungi: Kepala Bidang Statistik Distribusi

Nurul Hasanudin, M.Stat

Telepon: 0736-349117

e-mail: [email protected], [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Motivasi Kerja, Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan serta Dampaknya pada Kinerja Perusahaan (Studi kasus pada PT. Pei Hai

Hasil penelitian yaitu model konservasi air tanah dilereng merapi kabupaten Klaten, Model konservasi dengan tanaman bambu dalam pengelolaan airtanah berkelanjutan,

Bapak Robby Saleh, S.Kom, M.T, selaku dosen pembimbing dan Sekretaris Jurusan Sistem Komputer yang telah membantu memberikan ide, saran, dukungan dan bimbingan kepada penulis

Ibu Fillah Fithra Dieny, S.Gz,M.SI selaku dosen Progdi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran UNDIP Semarang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan jawaban- jawaban

Siswa tidak hanya pasif menerima informasi dari guru tetapi siswa juga berusaha untuk menemukan sendiri pengetahuannya. Hasil analisis aktivitas siswa pada siklus II, di

Indikator kesesuaian fungsi dan ukuran kapal penangkapan ikan dengan dokumen legal diberikan status buruk, kesesuaian rendah antara fungsi dan ukuran kapal dengan dokumen

Contar con una aproximación general al concepto y rasgos específicos de lo que es el Marketing industrial. Desde los años 80 el escenario en los mercados de consumo es el de

Ranwal Renstra OPD ini memuat Visi, Misi, Tujuan, Strategi, Kebijakan, Program, dan Kegiatan pembangunan yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi Organisasi